Main Cast : Chanyeol X Baekhyun
Other Cast : Kejutan di dalam nyaa :) Hayoo temukan
Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary
.
.
.
.
Previous Chapter
Ia merutuk diri, tak mampu berbuat apapun sementara sosok asing itu ingin mencelakai Luhan. Bahkan...Pria itu telah berhasil melucuti semua pakaian Luhan, tepat di hadapannya sendiri.
"Hks...And—wae! Lu—hann!" Lirih Baekhyun payah.
Jaehyo, melirik sekilas mendengar isakan manusia itu.
masih dengan membekap bibir Luhan...Ia mulai mengangkat sebelah kaki vampire mungil itu. "Tenang saja manis...setelah Dia, kaupun akan kumanjakan hahahaha"
.
.
'Tuan...apa kau mendengarku? Ku mohon"
.
Chapter 7
Blood On A WhiteRose
.
.
'BRAKKKK'
"LUHAN!"
Meja dan beberapa ornamen dalam ruangan megah itu terhempas kasar, begitu seorang pria berpawakan tinggi merangsak masuk. Sepasang mata amethyst itu berkilat geram kala tak mendapati Luhan maupun Baekhyun dalam ruangan itu.
Amarahnya semakin memuncak, kala Ia melangkah mendekati jendela balkon dan mencium aroma Baekhyun menguar dari luar. kemampuan indranya cukup membuatnya yakin, Baekhyun memang melarikan diri keluar. Dan Luhan, sepertinya mengejar manusia itu.
"SHIT! Mengapa kau tak pernah mendengarku!" Umpat pemuda itu, berulang kali ia melarang Luhan mendekati Baekhyun. Namun nyatanya... semua hanya terabai begitu saja oleh vampire mungil itu. Sehun bergegas melesat keluar puri, mengejar jejak Baekhyun yang masih menguar dari aromanya.
.
.
Flash Back On
"Sehunnie~"
Sosok mungil itu begitu riang berlari mendekati seorang pria yang terlihat membelakanginya. Ia melompat cepat dan..
GREB
Senyum manisnya terulas begitu saja ketika, kedua lengan rampingnya melingkar pas di perut pria yang jauh lebih tinggi darinya itu. ah sungguh! tak ada yang lebih membuatnya tersenyum cerah seperti ini selain di dekat Sehun.
"Apa yang kau lihat di luar sana umm?" Tanyanya masih dengan memeluk erat perut Sehun.
Lama Luhan menunggu, Ia mengerjap cepat...menyadari Sehun tak kunjung membuka suara hingga-
"Lepas"
Kata dingin nan menusuk itu, mulai memudarkan senyum manisnya.
Luhan bergeming, tetap mempertahankan pelukan itu tak peduli Sehun mungkin akan menyentaknya.
"Singkirkan—
"Sampai kapan kau bersikap seperti ini padaku?!" Sergah Luhan serya melepas pelukannya. Ia tertunduk, sadar...rasa sesak dan kecewa itu semakin tak berujung untuknya.
Terlalu lama ia memiliki perasaan itu, namun selalu saja...semua tak pernah tersambut.
"Berhenti dengan omong kosong itu"
Luhan tersenyum getir. "Omong kosong?" Ia memaksa menarik tubuh Sehun, berharap pemuda tinggi itu beralih menatapnya.
"H-haruskah aku mengatakannya lagi?" Lirihnya, seraya menatap redup kedua mata amethyst itu.
"Aku mencintaimu...aku akan terus mengatakannya! Kau dengar itu?"
"..." Sehun tak menjawab selain memberinya tatapan yang sepenuhnya dingin. Baginya...ungkapan perasaan adalah hal yang tak berguna untuknya. Tidakkah sesuatu yang dinamakan cinta itu selalu membuat siapapun lemah?
Seperti halnya Chanyeol, ia terlalu dibutakan oleh perasaan untuk manusia inang itu. Hingga membuatnya lemah, bahkan lupa...siapa jati dirinya sebenarnya.
Dan Sehun tak menginginkan semua itu turut melumpuhkannya, Dirinya seorang Pangeran...
Tahta dan keagungan adalah sesuatu yang lebih penting dan mutlak dibandingkan dengan semua omong kosong itu.
"Jangan membuang waktuku, dan kuperingatkan...berhenti mendekati manusia itu" Ujarnya sebelum akhirnya kembali memutar tubuh, namun Luhan mencekal pergelangan tangannya...
"S-sedikit saja, pernahkah kau memiliki perasaan itu untukku?" Tanyanya sesak
"Tidak" Singkat Sehun seraya melepas pegangan tangan Luhan. "Lupakan, perasaan yang kau sebut cinta itu. Bagiku...itu tak pernah ada"
Sejenak Luhan terlihat menatap nanar, hingga akhirnya vampire mungil itu terkekeh lalu memutar tubuh membelakangi Sehun.
"B-baiklah. Aku akan menemui Baekhyun saja" Ujarnya ceria, namun bulir bening mulai merosot turun dari pelupuk matanya. Ya...Luhan kembali menangis dalam diam.
"Apa kau menentangku?! Jangan pernah menemui manusia itu!" Sentak Luhan, membuat namja mungil itu menghentikan langkahnya.
"Aku akan tetap menemuinya, setidaknya...anak itu selalu mendengarku" Ucapnya
"LUHAN! "Sehun mengeras, ingin menarik pergelangan tangan Luhan, namun tiba-tiba saja—
"Pangeran...Raja ingin menemui anda dan Pangeran Sulung"
Sosok vampire yang lain muncul, memaksanya untuk menahan semua emosi itu, dan beralih melenyapkan diri demi menemui Ayahnya.
Luhan menyeka air matanya, menarik nafas dalam-dalam...lalu mengais surai merah mudanya. Ia tersenyum , menyembunyikan rasa sesak itu dibalik raut riangnya. Sebelum akhirnya, melesat dan melenyapkan diri ingin menemui teman kecilnya.
.
.
.
.
Flash Back Off
.
.
Senyum itu semakin tersimpul menawan di bibir merahnya, kala wajah bersemu Baekhyun tak pernah pudar...selalu terbayang dalam benaknya. Ah...adakah yang lebih indah selain paras cantik itu?
Ia rasa...Tidak!
Hanya Baekhyun...satu-satunya sosok paling indah yang pernah dilihatnya hingga detik ini.
Terlebih...kenyataan Baekhyun perlahan menerima kehadirannya,tentu membuat sesuatu dalam dadanya kian berdesir, oh ayolah Ia telah menunggu cukup lama untuk semua harga itu.
Dan kini rangkaian mawar putih segar, bertengger manis di lengan kirinya. Ia menghirup sesaat wewangian yang menyerupai aroma Baekhyun itu, lalu melangkah pasti...tentunya hanya untuk menemui pemilik wajah menggemaskan namja mungilnya.
"Sepertinya anda dalam suasan hati yang baik...Pangeran"
Chanyeol menghentikan langkahnya begitu seorang pria terlihat menyapa dan menghampirinya
"Paman Kim" Gumam Chanyeol seraya mengulas senyum tipis.
"Whoaa...sejak kapan kau menyukai bunga Hyung?" Celetuk Kai, yang memang sedari mengekor di belakang ayahnya.
"Jaga ucapanmu Kai" Desis pria itu –Kim Yesung- memaksa putranya untuk bersikap santun dengan Pangeran sulung. Sementara Kai hanya berdecak... dan memutar bola mata jengah. Merasa...sebagai sepupu tak harus bersikap formal dan kaku bukan?
"Hn...bunga ini untuk Baek—
('hks')
('Tuan...apa kau mendengarku? Ku mohon")
DEG
Akan tetapi ucapannya tersendat begitu saja, begitu samar-samar Ia mendengar suara hati Baekhyun.
Ya, Pangeran Sulung itu mendengarnya...setiap jeritan dan tangis Baekhyun. Chanyeol bisa mendengarnya dengan sangat jelas.
"Baekhyun..." Kedua mata amber itu berkilat tajam, Chanyeol tau sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada Baekhyun. Ia melenyapkan diri dalam sekejap, membuat dua vampire di hadapannya terhenyak terkejut melihat perubahan sikap itu.
"H-hyung? Chanyeol Hyung?!" Panggil Kai percuma.
"Sesuatu yang buruk sepertinya terjadi pada Pendamping pangeran Sulung"
"Apa? Bagaimana mungkin Chanyeol Hyung mengetahuinya?"
Yesung menatap tenang putranya. Sejatinya...bayi yang seharusnya mati itu tak memiliki takdir apapun selain tunduk pada Chanyeol. Pemuda itu yang telah memutuskan, mengalirkan sebagian energi dan nyawanya untuk Baekhyun. Dengan kata lain, Baekhyun berhutang nyawa padanya. Dan sebagai gantinya...anak itu harus merelakan raganya menjadi pendamping atau bahkan inang untuk Pangeran vampire itu. Keterikatan itu, menjadi penghubung batin diantara keduanya. tentu...Pangeran Sulung mampu merasakan setiap tangis dan jeritan Baekhyun. meski terpisah sekat yang jauh sekalipun.
"Karena Anak itu pendampingnya" Jawab Yesung kemudian, membuat putranya yang sedari tadi menunggu jawaban itu mengerjap cepat.
"Ha? hanya itu? karna pendampingnya? jadi jika aku nanti memiliki pendamping, aku bisa mengetahui apapun yang terjadi pada pendampingku?" Kai mulai antusias, dan menerka-nerka seperti apa pendampingnya kelak. Dari klan vampirenya ataukah seperti Chanyeol yang memilih manusia sebagai pendampingnya?
"Jangan banyak bicara Kai" Tukas Yesung seraya melenggang pergi, berniat mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun.
"Appa, kapan aku memiliki pendamping huh?"
"Cepat cari Pangeran Bungsu dan sampaikan kabar ini Kai"
"Appa!"
"..." Yesung terlanjur melesat begitu saja, membuat putranya itu semakin berdecak kesal melihatnya.
"Aisshh!" Desis Kai seraya menendang udara kosong di hadapannya, tak taukah Ayahnya itu. Ia ingin memulai pembicaraan serius antara Ayah dan anak. Tantu saja mengenai masa depannya.
.
.
.
.
"Baekhyun!" Seru Chanyeol begitu ia tiba di purinya sendiri, kedua matanya terbelalak lebar melihat ruangan itu tak berpenghuni, selebihnya kacau dengan maja dan benda-benda berserakan di lantainya.
Mungkinkah vampire lain masuk dan menculiknya? mustahil!
magis pelindung di luar purinya masih utuh, tak ada vampire lain yang merangsak masuk. Magis itu hanya mampu ditepis oleh keluarganya.
Jika demikian, mungkinkah dari keluarganya sendiri yang mencelakai Baekhyun?
"Keparat Sehun!" Geramnya seraya melompat keluar jendela, mencari jejak aroma Baekhyun yang masih tertinggal di setapak jalan penghubung purinya dengan hutan pinus itu. Amarahnya semakin menjadi, begitu meyakini hanya Sehun yang berpeluang besar menyakiti Baekhyun.
.
.
.
Tatapannya semakin menajam, begitu Ia melayang di atas hamparan mawar putih. Dari aroma yang menguar, Ia tau...Baekhyun berada di tempat ini sebelumnya.
ia terus menyusuri jalan setapak itu...mengedarkan pandangan ke segala penjuru demi memepertajam kemampuannya.
Hingga tiba-tiba saja, matanya kembali berkilat lebih terang...begitu melihat siluet tinggi di ujung hamparan bunga mawar. ya! Ia tau siapa sosok itu.
Pangeran Sulung itu mengepalkan tangan kuat, menggeram keras sebelum akhirnya melesat kalap ingin menerjang.
"BRENGSEK KAU!"
"Arght~"
Sehun jatuh terkapar, begitu seseorang tiba-tiba menerjang, menaiki perutnya, dan mencengkeram kuat kerahnya.
"DIMANA BAEKHYUN?!" teriak Chanyeol kalap, kedua taringnya kian mencuat...menunjukkan betapa hebat amarahnya kali ini
Sehun turut meradang mendengarnya, merasa Pangeran Sulung itu melempar prasangka padanya. Ia balik mencengkeram kerah Chanyeol.
"SHIT! AKU YANG SEHARUSNYA BERTANYA!" Sentak Sehun, seraya membanting Chanyeol hingga kini dirinya yang berada di atas tubuh Pangeran Sulung itu.
"Apa yang telah manusia itu perbuat HAH?!"
Chanyeol terbelalak lebar mendengarnya. namun tak cukup lengah, untuk tetap menghunuskan tatapan tajam itu, bagaimanapun Ia masih meyakini bahwa saudaranya itu ingin mencelakai dan melenyapkan Baekhyun darinya.
"LUHAN MENGHILANG KARENANYA BRENGSEK!"
Chanyeol terhenyak, membuat cengkeraman tangan itu perlahan meregang. "A-apa?"
"SADARLAH DAN BUKA MATAMU!" Geram Sehun, merasa perasaan untuk manusia itu telah mengelabui kakaknya. Dan menjadikannya buta akan kenyataan yang sebenarnya. Ia kembali menarik kerah Chanyeol, memaksa namja tinggi itu bangkit dan melihat ke sekitar.
Dan benar saja...Pangeran Sulung itu terlihat terperanjat, begitu mengamati sekitarnya. Aroma tubuh Baekhyun berbaur dengan rasa takutnya, menguar kental hanya di tempat ini.
namun bukan itu yang membuatnya tercengang, melainkan pada tempatnya berpijak kali ini.
Rumpun mawar itu terlihat rebah dan layu, seakan memang seseorang dengan sengaja mengiinjaknya. Tapi itu terlalu banyak, membuatnya yakin tak hanya seorang saja...yang berada di tempat ini sebelumnya.
Sejenak Ia menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi, hingga kedua matanya menangkap bercak darah yang tercecer di atas duri dan seresah kering di bawahnya. Itu memang darah Baekhyun. Chanyeol berteriak geram...sadar, seseorang telah melukai namja mungilnya.
"MATAMU TERBUKA SEKARANG?! KAU SADAR HAH?!"
Chanyeol hanya diam, pikirannya benar-benar kacau saat ini. Ia hanya memikirkan Baekhyun, di mana dan bagaimana kondisi anak itu, benar-benar membuatnya merasa buntu.
"Zico menangkapnya" Desis Sehun, yakin akan ucapannya setelah menyadari aroma vampire lain yang dikenalnya.
"Kau terlalu lamban! Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk segera menyetubuhinya!?"
Taring itu kembali mencuat dari sela-sela bibirnya, ia tak pernah menduga ..Baekhyun akan melangkah keluar dari purinya dan ia tak pernah menduga pula...meninggalkan Baekhyun sesaat akan berakibat fatal seperti ini.
"Dan sekarang makan kebodohanmu itu Brengsek!" Umpat Sehun lagi, merasa tak cukup dengan hanya membuat Chanyeol menyesal dengan keputusannya.
"Ku bunuh, manusia itu...jika sesuatu terjadi pada Luhan!" Desis Pangeran Bungsu itu, kembali mencengkeram kerah Chanyeol.
"Singkirkan TANGANMU!"
"Kau seorang pecundang, jika sampai vampire lain menandainya sebelum dirimu! Lebih baik manusia itu mati!"
"TUTUP MULUTMU!" Geram Chanyeol seraya menghempas tubuh Sehun hinggga membentur pinus, lalu beralih melenyapkan diri. Ia tak memiliki waktu lebih untuk meregang emosi bersama saudaranya itu, sementara Baekhyun berada dalam bahaya di luar sana.
Sehun mendelik tajam dengan tangan terkepal kuat, meski diam...namun amarah dalam dadanya bukan main lagi. Menyadari tahta Pangeran Sulung kian terancam dan kini nyawa Luhan pun tengah dipertaruhkan, semua tak lepas karena manusia itu. Seharusnya memang, Ia melenyapkannya...sejak pertama kali melihat anak itu.
Sejenak Ia menatap ke atas menerawang langit. Lalu setelahnya melesat...memudarkan bayangannya bersama deru angin di atas hutan itu, karna Pangeran Bungsu itu tau...kemana harus membawa dirinya.
.
.
.
"Hks.."
Tubuh mungil itu masih menggeliat dan berontak lemah, berusaha melepas jerat magis yang memasung seluruh tubuhnya, ia tau segalanya terasa percuma...jerat tak kasat mata itu seakan benar-benar menghisap habis tenaganya tiap kali Ia melakukan gerakan lebih.
"Unh~ Chan—yeol" Bisiknya lirih, dengan kepala menggeleng lemah hinggan surai hazel itu menutupi sebagian matanya.
"Tck! Berisik! Sekali lagi kau memanggilnya, kupotong lehermu!" Sentak Jaehyo, sebelah tangannya masih membekap Luhan, sementara tangan yang lain ...berusaha membuka kaki vampire mungil itu, yang sedari tadi terkatup erat.
Baekhyun memejamkan mata takut. Nafasnya terdengar tersendat...Ingin menjerit namun terlarang jika nyawanya tak ingin dibabat oleh Vampire mengerikan di seberangnya itu.
"Aku tak pernah menduga, kau memiliki tubuh seindah ini...Luhan" Desis Jaehyo seraya menggerakkan jemari panjangnya, menyusuri pangkal leher Luhan...terus bergerak turun hingga berakhir di perut Luhan.
"URMHH! MMH!"
Luhan makin berontak geram. Mengerahkan seluruh tenaganya...untuk lepas dari kungkungan pria tinggi itu, sesekali Ia melirik Baekhyun. Dan berteriak tertahan, berharap Baekhyun mengerti dan memanfaatkan situasi yang ada untuk melarikan diri.
"Sshh...kau benar-benar menggoda" Desis Jaehyo seraya menghambur, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Luhan...dan mngecupi bahkan menjilati perpotongan leher itu penuh nafsu.
"MMHH!" Luhan kembali menggeleng kasar, tubuh kecilnya mungkin masih terkapar dan tertindih...namun Ia masih berusaha mengulurkan tangannya, berusaha menggapai Baekhyun yang meringkuk ketakutan tak jauh darinya.
"Urgg~ Baek—Hnnn!" Luhan berjengit dengan mata terpejam, begitu vampire itu kini beralih merangkul punggungnya, sedikit mengangkatnya lalu mencumbu sebelah nipplenya.
Ia menggigit kuat bibir bawahnya hingga taring itu melukai bibirnya sendiri, Vampire mungil itu masih berusaha sekuat mungkin memegang penuh kesadarannya. Bagaimanapun, ia tak bisa berdiam diri saja...dan membuat dirinya dan Baekhyun berakhir sia-sia di tangan pengikut Zico.
"Baek—aght! Ugh!"
Luhan berusaha payah menyentak magisnya, namun sepertinya keberuntungan memang tengah berpihak padanya begitu magis lemah itu berhasil menyentak jerat di tangan Baekhyun. Dan Jaehyo yang masih mencumbunya itu, sama sekali tak menyadarinya
"P-pergi" Bisik Luhan...nyaris tak terdengar.
Baekhyun terbelalak lebar, melihat kedua tangannya bebas. Ia tau...Luhan berusaha menyelamatkannya. Dan berulang kali menggumam tanpa suara, memaksanya untuk lekas pergi melarikan diri. Tapi Baekhyun tetap bergeming, menatap nanar kedepan. Bagaimana mungkin ia begitu ringan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Luhan, sementara vampire itu merelakan dirinya hanya untuk menyelamatkannya. Tidak!
Ia bukan manusia sepicik itu.
Baekhyun beralih bangkit diam-diam. Ia memang berdiri dan melangkah...namun tidak untuk pergi, melainkan...berjalan ke sudut ruangan yang lain dan mengambil sebatang kayu kering yang tersandar di dinding.
Namja mungil itu memegang erat-erat pangkal kayu itu, dan melangkah perlahan mendekati pria yang masih terhanyut dalam birahinya. membuat Luhan menggeleng kasar melihatnya, tak menginginkan Baekhyun kembali dan membahayakan dirinya. "Per—gi!" Bibir vampire mungil itu kembali menggumam tanpa suara.
Tapi semua hanya terabaikan begitu saja oleh Baekhyun. Manusia itu tetap melangkah ke depan dan—
BUAGHH
Baekhyun menghantam telak kepala Jaehyo dengan kayu di tangannya, membuat darah hitam pekat mengalir deras dari kepala vampire itu.
"ARGH! KEPARAT KAU!" Jaehyo bangkit, lalu menghempas kekuatannya...hingga membuat tubuh mungil Baekhyun terlempar keras lalu membentur dinding jauh di belakangnya.
BRUGHH
"Ughh~" Baekhyun terbatuk, dan darah yang menetes dari sela-sela bibirnya menunjukkan betapa kuat magis itu membanting tubuhnya. Ia merosot turun, lalu terkulai lemas di lantai.
"BAEKHYUN!" Jerit Luhan, berusaha bangkit ingin mendekati Baekhyun.
Tapi naas...Jaehyo kembali menangkapnya. Bahkan kini begitu mudah membuka kedua kaki Vampire mungil itu, dan mengeluarkan genitalnya...tanpa basa-basi.
"Kau lihat teman kecilmu?...Aku akan melakukan hal yang sama padamu, jika kau berani melawanku" Ancam Jaehyo, seraya menyentuh bibir rektum Luhan dengan kepala genitalnya, tak peduli darah masih merembas deras dari kepalanya yang retak itu, hingga sebagian menetes mengenai dada dan perut Luhan.
"LEPAS! BRENGSEK!"
"Tch...berteriaklah sesukamu, anak itu sepertinya mati haha...hanya kau dan aku di tempat ini, nikmati saja—
CRASHHHH
"AARGGGHHHH!" Sebuah lecut hitam tiba-tiba terhempas, menyentak Jaehyo hingga tangan kanan itu putus dan terlempar di sisi tubuhnya. Tak pelak...Raung kesakitan Pria itu menggema parau.
"SINGKIRKAN TANGAN BUSUKMU! BERANI KAU MENYENTUHNYA HAH?!" Pria itu - Sehun- menjambak kuat surai hitam Jaehyo, memaksanya bangkit tak peduli pria itu masih berteriak kesakitan dengan berlumur darah.
Ia melirik Luhan yang menggigil tanpa kain penutup apapun di bawah...membuat kedua mata amethyst itu semakin berkilat bengis.
"Tchh...Arkk~ Hhahahaha, bahkan hingga Pangeran sepertimu da—tang ke tempat se—perti ini. Dengar...Zico akan-"
ZRATTTTT
"Urgh~"
Dalam sekejap, kepala itu telah terpisah begitu magis tak kasat mata menebas lehernya...membuat darah beraroma keras menciprat, mengotori sebagian wajah Sehun.
Bukan—
Bukan Sehun yang menebas tubuh vampire itu kali ini, melainkan sosok pria di sudut ruangan, yang sedari tadi memang datang bersama Sehun. Mendengar...dan menyadari semuanya dalam diam.
Tak ada satupun yang tau...betapa besar amarah yang kini menyeruak dalam dirinya, melihat Baekhyun kembali terkulai dalam rengkuhannya.
"Dia baik-baik saja?" Sehun mulai membuka suara, merasa riskan dengan perasaan Pangeran Sulung itu. Bagaimanapun tak ada yang tau, apa yang terjadi pada Baekhyun sebelum manusia kecil itu tak sadarkan diri seperti itu.
"..."
Tak ada sahutan apapun dari Chanyeol, Ia lebih memilih melesat dalam sekejap membawa Baekhyun dalam rengkuhan bridalnya.
Sehun melirik sekilas, lalu membuang asal.. jasad tak bernyawa itu. Ia beralih melepas kemeja hitamnya, sebelum akhirnya mendekati Luhan, dan mengenakan kemeja itu di tubuh polosnya.
Sementara, Luhan hanya tertunduk. Menyeka air matanya sendiri dalam diam. Meski tak bicara...namun terlihat jelas, namja cantik itu benar-benar terluka saat ini. Ia tak pernah mengalami hal semengerikan itu sebelumnya, bertahan seorang diri, dan tubuh nyaris terenggut dalam hitungan detik.
"Unnh~" Tubuhnya bergetar, tapi Luhan tak ingin menangis atau pria di hadapannya semakin memandangnya muak.
GREBB
"Menangislah..." Bisik Sehun, begitu mendekap tubuh mungil itu dan mengelus punggung sempitnya
Benar saja...Luhan terlihat semakin menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukan itu dan menangis keras. Tak peduli air matanya benar-benar membasahi dada bidang Sehun. sekali lagi, Ia tak pernah setakut ini sebelumnya.
"K-kau la—ma sekali Nnhh hks" Luhan mulai menggerutu, meski nyatanya itu terdengar kacau dan tersendat-sendat.
"Maaf.." Bisik Sehun lagi, sejujurnya Ia masih berusaha meredam amarah dalam dirinya. Tak bisa terima seseorang yang lain menyentuh leluasa namja cantik itu.
"Pangeran...sebaiknya lekas pergi dari tempat ini. Sebelum kawanan yang lain datang" Ujar Yesung yang memang mengawal dua pangeran itu.
"Bukankah lebih baik, menunggunya...dan menghabisi mereka semua?"
"Tidak Pangeran, itu sangat berbahaya...karna kita tak membawa pasukan lebih untuk menghadapi mereka" Ujar Yesung, berusaha memberi pengertian
"Benar...kawanan yang lain mungkin saja bisa datang tanpa kita ketahui" Timpal Siwon, seraya melirik Sehun. Berusaha menyembunyikan senyum palsunya. Nyaris...tamengnya terbongkar dan nyaris pula ia terjebak dalam rencana yang dibuatnya.
Sehun menggeram tak suka, tapi tak ada opsi lain selain mengikuti ucapan Yesung. Melihat kondisi Luhan...memang tak seharusnya berlama-lama di tempat ini.
.
.
.
"Aku tak akan mengecewakanmu kali ini Ibu" Pemuda bermata tajam itu, begitu percaya diri menyambut tangan lentik sang Ratu, Ia tak main-main kali ini. menyergap manusia kecil itu tanpa gangguan sedikitpun. Dan Ibunya harus tau itu.
"Benarkah...Hmm dimana Dia? Aku benar-benar ingin mencicipi darahnya sebelum—
Tiba-tiba saja, Kedua mata wanita itu mendadak membulat lebar, nyaris tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini.
"APA INI?!" Jerit Victoria melengking, begitu memijakkan kaki ke dalam..dan melihat puluhan vampire dari klannya tampak terkapar dan beberapa mengglepar dengan tubuh tak lagi utuh.
Zico terperanjat hebat, menarik kesimpulan pendek...Chanyeol sepertinya merangsak ke sarangnya.
"Sial!" Gumamnya seraya menerjang ke dalam.
"JAEHYO! Bagaimana mungkin kau membiarkan Bedebah itu masuk!" Teriaknya keras, dan mengumpat kasar melihat tak ada satupun pengikutnya yang hidup di setiap pintu labyrinth itu.
"JAEHYO! APA YANG—
Pemuda itu reflek melangkah mundur kebelakang, dadanya memantul keras...melihat teror yang mungkin ditujukan padanya.
Potongan kepala yang dikenalnya, benar-benar nyata menghardik dirinya. Ia tau...siapa pelakunya. Di alam ini, tak ada Vampire sebengis dirinya kecuali Park Chanyeol.
"ARRRRGGHHH! TERKUTUK KAU CHANYEOL!"
.
.
.
.
.
*ChanBaek*
Gemericik hujan masih terdengar tenang di luar. Membawa angin basah dan perlahan menyusup ke dalam setiap celah puri itu. Semua memang mengalun dengan semestinya, namun tidak dengan deru nafas dari seorang pria di dalamnya. Udara lembap nan dingin itu tak cukup mampu meredam panas dalam dadanya.
Baginya...semua ini semestinya tak harus terjadi. Melihat untuk kesekian kalinya...Baekhyun nyaris terenggut karna kelalaiannya. Seharusnya ia tak meninggalkannya, dan berakhir dengan kemalangan namja mungilnya itu.
Chanyeol beralih membuka satu persatu kemeja Baekhyun, mengeryit sesak kala melihat bercak darah yang telah mengering di sudut bibir Baekhyun.
"Dear.." panggilnya
"..."
Namun tak ada sahutan, lebih –lebih cicitan Baekhyun yang kerap terdengar rusuh. Namja mungil itu sepenuhnya diam bergeming.
Ia membencinya, bukan ini yang ingin dilihatnya dari Baekhyun. Membuatnya semakiin geram dan mengoyak paksa kemeja Baekhyun.
Lagi...
Kedua mata amber itu kembali dibuat berkilat geram, begitu luka memar tampak membiru lebam di dada Baekhyun. Tak perlu dilugaskanpun ia tau, vampire itu yang telah melukainya.
'Kau terlalu lamban! Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk segera menyetubuhinya!?'
Ucapan Sehun kembali memenuhi benaknya. Semakin membuat pendiriannya goyah...tak tau, dapatkah Ia memegang ucapannya untuk namja mungil itu.
Pangeran sulung itu terlihat tertunduk dengan tangan terkepal. Hingga sesaat kemudian Ia menegakkan wajah dengan tatapan yang berbeda.
Chanyeol mulai melepas kemejanya, membiarkan semilir angin dingin menerpa tubuh kekarnya. Sebelum akhirnhya ia kembali merunduk, mendekati wajah pasi di bawahnya.
Tangannya terulur, menaikkan dagu Baekhyun...hingga hanya bibir mungil itu yang memenuhi pandangannya.
Menjilat sudut bibir itu, membuat bercak darah yang mengering mulai samar dan menghilang. Berasa karat, namun tak sekuat darah segar milik Baekhyun.
Pria itu beralih menekan bibir Baekhyun, menghisap belahan bawahnya...
dan berulang dengan belahan atas, yang masih terasa dingin itu.
Tak ada lenguhan...tak ada remasan kecil dari Baekhyun.
Memaksanya...berbuat lebih dengan melesakkan lidahnya ke dalam mulut Baekhyun...meraup saliva manis yang tercecap, bahkan sesekali menghisapnya kuat. Hanya untuk menarik kesadaran manusia manis itu.
jemari panjangnya tak lagi menyentuh dagu Baekhyun, melainkan tergerak memegang tengkuk dan rahang namja mungil itu. memaksanya menengadah...dan menelan lebih banyak saliva miliknya.
"Nnnh~"
Baekhyun mengernyit...merasakan... perlahan magis hangat itu menyentak dadanya. tepat pada pusat lebam itu. Sedikit nyeri memang, namun hisapan dan lumatan intens di bibirnya, sedikit banyak membuatnya terlena, hingga hanya lenguhan demi lenguhan pasif yang terdngar darinya.
.
.
"Mnh~" Baekhyun sedikit terlonjak, begitu Pangeran Sulung itu melepas hisapan kuatnya secara tiba-tiba. Menciptakan kecipak bibir yang terdengar khas.
Perlahan kelopak mata itu mengerjap, tak sepenuhnya terbuka...dan terlihat begitu sayu.
Meski samar, namun Baekhyun mengenal betul pemilik wajah berahang tegas itu. Tapi nyatakah ini? ataukah Ia tengah mengalami ilusi dipertengahan ajalnya?
Baekhyun tak ingin menerka-nerka, Ia mengangkat kedua tangannya ke atas...berusaha menggapai Pria itu meski nyatanya, pandangannya masih berbayang. Tak peduli pula jika ini hanya penggalan dari mimpinya, setidaknya Ia merasa tenang dengan adanya pria itu di sisinya.
Detik itu pula Baekhyun terbelalak lebar, semua terasa nyata...aroma pinus dan wajah yang disentuhnya bukan hanya delusi semata. Tak bisa dicegah lagi...
Baekhyun reflek menyentak tubuhnya sendiri, dan merangkul erat tengkuk Chanyeol. "M—musseowo! (Aku takut!), S-siapa mereka? Ingin membunuhku! Nngh~ M-mereka melakukannya pada Luhan!" Racau Baekhyun, seraya mengeratkan rangkulannya, seolah memang mencari perlindungan dan tak menginginkan pria itu meninggalkannya seorang diri lagi.
Vampire itu terlihat memejamkan mata, tak menjawab melainkan membenamkan wajahnya di ceruk leher Baekhyun. Dan mengecupi pundak serta perpotongan leher itu bertubi-tubi. Seakan menunjukkan betapa besar perasaan itu untuk manusia mungilnya. Entahlah...Baekhyun menyadarinya atau tidak.
.
.
Memang, bukan perkara sulit...memulihkan tubuh Baekhyun. Hanya dengan ciumannya...luka itu bisa pulih dalam sekejap. Namun...hal lain yang lebih besar tengah Ia pertaruhkan di sini.
Kepercayaan Baekhyun mungkin menjadi pertimbangannya, akan tetapi...jika Ia tetap bertahan dengan keputusan itu. nyawa Baekhyun tentu akan semakin terancam.
Ya...penyatuan itu, memang seharusnya Ia lakukan semenjak pertama kali membawa Baekhyun ke alam ini.
Baekhyun mengerjap, menyadari sesuatu yang berbeda dari sikap Chanyeol. Sedari tadi Dia hanya diam ...tanpa sepatah kata apapun. Membuat Baekhyun mulai merengangkan rangkulannya, ingin menatap wajah tegas itu.
"Apa Kau sakit?" Gumam Baekhyun cemas seraya menyentuh sebelah wajah Chanyeol.
"..."
Tapi masih saja tak ada jawaban yang terdengar selain tatapan yang sepenuhnya dingin dari manik amber itu.
Membuat Baekhyun meneguk ludah gugup, lalu lebih memilih kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Chanyeol. "G-gomawo, Kau selalu datang dan menyemalatkan—
BRUGH
"A-ahh!"
Baekhyun memekik terkejut setelah dirinya a dihempas...dan makin terbelalak menyadari tubuhnya telentang, dengan tangan tertahan di kedua sisi kepaalanya.
"T-tuan, a-apa yang~Mpfthhh! Mmmh!" Namja mungil itu menjerit tertahan, begitu Chanyeol membekap bibirnya dengan ciuman mendadak dan terasa kasar itu.
Berulang kali Baekhyun mencoba memalingkan wajahnya, namun semakin Ia meronta semakin dalam pula, pria itu memagut bibirnya. Hingga sama sekali tak memberinya kesempatan untuk bernafas dengan benar.
Kedua matanya terpejam erat, menyadari sebelah tangan Chanyeol mulai bergerak menysup ke dalam kemejanya dan meruam pelan perutnya dengat kuku-kuku tajam itu. Ia menggigil...tak berdaya untuk menyentak, terlebih saat lidah pria itu semakin intens membelai langit-langit mulutnya.
Apalagi yang bisa Baekhyun lakukan selain mengerang tertahan dengan bibir terkunci seperti itu.
.
.
"Uhmph! Mpfhhh...Ah! Hahh..hhh" Dadanya terlihat kembang kempis, mengiringi nafasnya yang terputus-putus. Baekhyun begitu kalap mnghirup udara di sekitarnya, selepas...vampire tampan itu melepas pagutannya, menyisakan saliva yang saling bertaut di bibir keduanya.
Chanyeol tak bersua apapun, selain menatap lekat namja mungil yang masih kepayahan mengatur nafasnya. Ia tau...dirinya terelalu berlebih kali ini, tapi semua mengalir begitu saja. Salahkan pada hasrat itu, sejujurnya selama ini. ...Chanyeol memang menahan mati-matian letupan birahi itu tiap saat berada di dekat Baekhyun. Semua tak pelak karna perasaan terdalamnya untuk Baekhyun.
Tapi rasanya, kali ini Ia tak akan mengalah.. sehebat apapun Baekhyun meronta dan menangis, Ia tak akan berhenti.
Bukan...
Bukan karna nafsu semata, melainkan...Ia hanya menginginkan keselamatan Baekhyun
"A-andwae...nnh~ Ahh"
Rintihan Baekhyun berbaur bersama desahannya, namja mungil itu semakin meremang dengan tubuh menggigil. Kala pria di atasnya, kembali mengecupi pangkal lehernya. dan menjilatnya dengan gerakan memutar.
Baekhyun berusaha menggerakkan tangannya demi mendorong kepala itu menajuh, tapi apa daya...Ia hanya berakhir menjerit dengan kepala menengadah...ketika Chanyeol beralih mengangkat punggungnya dan menjilati bringas nipple kanannya. "A-cckhh! AHH! Hen—thi kan! nnn~"
Membuat lapisan nipple itu terlihat kemerahan bak kuncup mawar yang ranum.
Peluh kian merembas di tubuh ramping Baekhyun, menyertai nafasnya yang tersengal di bawah kungkungan Pangeran kegelapan itu.
Tak pernah sekalipun dalam hidupnya, seorang pria menyentuhnya bahkan hingga sampai memagut bibir kecilnya, akan tetapi pria itu...rasanya telah menjamah terlalu jauh dirinya. Hingga membuat jantung itu kian berdebar tak menentu...Baekhyun tak ingin memungkirinya, Ia memang takut..bahkan terlalu takut dengan apa yang dirasakannya kini. Akan tetapi...kecupan dan cumbuan lembut sosok itu, mampu melumpuhkan akal sehatnya. Hingga membuatnya melemas pasif, dan jikapun ia merintih ingin menghentikannya. Tetap saja...hanya desah dan lenguh kecilnya yang terdengar.
"Mmhh~ hhahh"
Baekhyun semakin vokal, dengan perut menegang...begitu pria itu membawa lidahnya semakin turun ke bawah mengikuti gerakan tangannya yang melepas satu persatu kancing kemeja Baekhyun,
Samar...terlihat smirk tipis di sudut bibirnya. menyadari namja cantik itu terlihat menikmati cumbuannya. Rasanya, ia tak perlu menahan hasratnya lebih lama lagi...jika Baekhyun sudah terlena seperti ini.
pangeran Sulung itu mengoyak pakaian Baekhyun dalam sekali sentak, hingga membuat tubuh mengkilap karna peluh itu sepenuhnya polos di bawahnya. tak ayal...Baekhyun terbelalak lebar menyadarinya.
"AHHH!" Jeritnya seraya mengatupkan kedua paha, dan begitu panik menutup organ vitalnya dengan kedua tangan lentik itu.
"..."
Chanyeol menunduk, menyembunyikan kilat penuh birahi dalam mata ambernya.
Perlahan, Ia mulai melepas kemejanya sendiri...memperlihatan pahatan kekar di tubuh atasnya.
Baekhyun semakin panik, meski tak sepenuhnya meyakini. Tapi ia tau kemana...gerak gerik itu akan membawa nasibnya setelah ini.
"A-andwae! Apa yang ingin kau lakukan?!" pekik Baekhyun, masih berusaha beringsut-ingsut menjauh hingga kepala ranjang membatasi gerakannya.
"..." Chanyeol hanya diam ...memandangnya dengan mata yang sepenuhnya tajam itu.
Membuat Baekhyun semakin kewalahan dengan rasa gugup dan mungkin takutnya.
"K-kau boleh menciumku, ta-tapi tidak jika-AH!"
Baekhyun tiba-tiba saja memekik keras, begitu Chanyeol menarik sebelah kakinya...hingga tubuh mungil itu terseret dan kembali terhempas di ranjang.
Tapi sosok mungil itu tak menyerah, ia tetap berontak...memutar tubuh dan berusaha merangkak melarikan diri.
BRUGH
"Aghh!"
Tapi semua sia-sia, tubuh mungilnya tak sebanding dengan gerakan Pangeran Vampire itu yang kembali merengkuh perutnya, dan menindihnya dalam posisi tertelungkup. "L-lepas! Ahh! LEPASKAN AKU!"Jerit Baekhyun dengan tangan meronta, mencakar-cakar cover bed di bawahnya.
Chanyeol hanya menggeram, sebelum akhirnya menyergap tengkuk Baekhyun...dengan kecupan dan jilatan basahnya.
"A-ahhh! Nnnaahh!"
Desahannya terdengar binal, saat lidah basah itu mulai menjilati lubang telinganya. Baekhyun semakin payah...tak berkutik selain mendesah dan menjerit dengan posisi tertahan seperti itu.
"Ummm~ Mh...ahh" Baekhyun menggigil, sesuatu serasa menggelitik bawah perutnya begitu Chanyeol kembali memainkan lidahnaya di belakang telinga Baekhyun.
Mencumbunya seraya...memalingkan tubuh kurus itu, hingga kini benar-benar telentang menghadapnya.
Seringaiannya semakin tajam tersimpul, melihat Baekhyun begitu terengah-engah dan menggoda di bawahnya.
Hanya cumbuannya saja...dan manusia kecil itu semakin terlihat mempesona seperti ini.
Ia tak ingin berlama-lama melewatkan waktunya, sebelum nuraninya kembali tergerak dan memaksanya untuk menahan diri lagi.
Chanyeol kini beralih menyusupkan tangannya di kedua paha Baekhyun, menahannya hingga Baekhyun tak mampu berkutik lalu membukanya paksa, dan—
Slurp
"AHH! ANDWAE ACKH!"
Tak dipedulikannya jerit memekakkan Baekhyun, Ia tetap menjilati bibir rektum yang mulai berkedut itu.
Bahkan sesekali menyusupkan lidah basahnya ke dalam, hingga kecipak salivanya kembali terdengar memenuhi ruangan megah itu.
"Hks...Akkh! NNHAH!" Baekhyun terisak di sela-sela desahannnya, tubuhnya terlonjak tiap kali lidah vampire itu menusuk lubang analnya lebih dalam,
Perutnya semakin menengang, sensasi yang lain menjamah basah bagian selatan tubuhnya tanpa jeda...terasa panas, namun cukup membuatnya menggelepar di bawah kuasa Pangeran kegelapan itu.
.
.
.
"Hks..."
Isakkan Baekhyun masih terdengar lirih, begitu Ia menjauhkan bibirnya dari rektum yang telah membengkak merah itu, menciptakan benang samar..saliva dan cairan rektum Baekhyun.
Ia beralih menyeka, air mata Baekhyun. Namun namja mungil itu hanya memalingkan wajah. bahkan menutup wajahnya sendiri dengan punggung tangannya.
Dadanya memang sesak melihatnya, tapi sekali lagi...semua demi Baekhyun.
"Aku membencimu" Lirih Baekhyun, tanpa melihat sosok di atasnya.
Chanyeol memejamkan mata , menepis getir kala mendengar gumaman lirih itu. Sejenak, Ia kembali menggeram...sebelum akhirnya kembali menarik kedua paha itu, dan melingkarkannya di pinggangnya...hingga benar-benar membuat gerakan Baekhyun terkunci.
Tak ayal, namja yang sedari tadi berusaha menstabilkan nafas itu kembali dibuat terperanjat hebat melihatnya
"Hks...ku mohon jangan lakukan ini" Baekhyun mulai menangis, melihat Pangeran Sulung itu perlahan mulai mengeluarkan genitalnya.
"Berapa kali aku harus melihatmu nyaris terenggut dariku" Desis Chanyeol seraya menggesekkan kepala genitalnya di rektum Baekhyun dengan nafas memburu.
Baekhyun menggeleng kasar, menggapai-gapai tubuh Chanyeol namun tangannya tak sampai. Lebih dari rasa takutnya, Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang ingin dilakukan Pangeran Sulung itu.
Dirinya bukan Yeojja, mustahil...rektumnya menerima genital besar itu. Baekhyun kembali menangis frustasi...berharap pria itu iba, dan bersedia melepaskannya kali ini.
"Ku mohon Tuan" pinta Baekhyun untuk kesekian kalinya.
"Kau pendampingku...Kau hanya milikku Baekhyun" Gumam Chanyeol, seraya merunduk mendekati wajah Baekhyun dan menjilat air matanya dengan sensual. Sementara sebelah tangannya masih mengarahkan kepala genital itu tepat di bibir rektum Baekhyun..
"A-andwae! Kau berjanji padaku! J-jangan lakukan ini...ku mohon! AHHTT!"
Jemari mungil itu semakin memutih pasi, kala Baekhyun mencengkeram kuat cover bed di bawahnya, Ia mendongak dan menjerit hebat, begitu sesuatu yang keras serasa mengoyak rektumnya.
"A—AHHHHTT! ANDWAEHH!" Baekhyun kembali menggeleng panik, lebih kacau dari sebelumnya. Benda yang dipaksa menerobos rektumnya itu, bukan main lagi meninggalkan rasa sakit yang menyiksa untuknya.
hanya kepalanya saja...namun darah terlihat menetes dari bibir rektumnya yang mulai terkoyak.
"NNH! HH!HH!" Namja mungil itu berusaha mendorong perut Chanyeol menjauh. Tak sanggup menahan denyut nyeri itu lebih lama lagi.
"Ssshh..." Bisik Chanyeol menenangkan, seraya menekan bahu Baekhyun agar berbaring.
Namun Baekhyun mengelak, tetap meronta ingin bangkit...walau nyatanya apa yang dilakukannya...semakin membuat lubang anal itu menegang. Dan membuatnya kesakitan.
Chanyeol mengernyit...meski tak merasakan sakit itu. Namun melihat Baekhyun tersengal dengan wajah sepasi itu, membuatnya tak tahan ...ingin menggantinya dengan rasa nikmat untuk namja mungilnya.
Pria itu memaksa, menekuk kaki Baekhyun ke atas...kembali mengabaikan jerit takut bahkan kesakitan Baekhyun , lalu-
BLESH
Ia melesakkan sisa genitalnya hanya dalam sekali gerakan, membuat Baekhyun seketika membisu dengan kepala mendongak hebat, tak mampu menjerit walau nyatanya itu teramat sakit. Bahkan darah segar semakin banyak merembas dari pusat tautan tubuh itu.
Chanyeol mengernyit, berusaha menahan diri untuk tak menggerakkan tubuhnya detik itu pula dan memberikan jeda untuk Baekhyun menerima kehadiran tubuhnya...meski nyatanya...rektum Baekhyun terlalu ketat menjepit miliknya di dalam sana.
'Chup'
Ia beralih mengecup dagu Baekhyun. Memberi sentuha lembut penuh perasaan sebelum akhirnya menarik genital itu keluar, sebatas kepalanya lalu—
JLEB
"ARGHHH! AHH!" Baekhyun menjerit dan membentur-benturkan kepalanya sendiri di ranjang, begitu genital besar itu kembali menghujam tubuhnya. Menambah...luka lebih lebar dai lapisan dalam rektumnya.
Pangeran Sulung itu menggeram, meresap nikmat dalam tubuh Baekhyun namun tatapannya meredup melihat namja mungil itu begitu kesakitan karenanya.
Ia menarik cepat punggung Baekhyun, lalu memagut bibir mungil itu...melumat belahan lembut itu bergantian bahkan melesakkan lidahnya ke dalam.
"MHMM! AHMMPH! MPHH!" Baekhyun masih menjerit tertahan, saat pria itu menggerakkan tubuhnya keluar masuk.
.
.
Semakin lama semakin cepat bahkan kuat tusukkan genital itu, hingga membuat Baekhyun terhentak-hentak kasar. Meski demikian, Chanyeol sama sekali tak melepas pagutannya, berusaha membuai Baekhyun dengan kecupan dan lumatan-lumatan lembut itu. Memang tak sepenuhnya membuat Baekhyun berhenti memekik kesakitan, namun paling tidak...Baekhyun tak lagi berontak seperti sebelumnya.
"AHHHH!"
Tubuh Baekhyun tiba-tiba saja melengkung, begitu miliknya...menghujam lebih dalam hingga menumbuk prostat namja mungil itu.
Membuatnya menyeringai, tau...titik kedut itu akan membuat namja mungilnya mencapai klimaks kali ini.
Chanyeol semakin membuka lebih lebar paha Baekhyun, dan menghujamkan genitalnya di titik yang sama.
"AHH!...Mhaahh!"
Benar saja, jerit sakit itu kini tergantikan dengan desahan penuh nikmat. Chanyeol tak memungkiri, ia benar-benar puas melihat wajah memerah penuh nikmat itu, membuanya menghentak miliknya lagi dan lagi...
"NNh! Ahh...Ackh!..Hhahh—ackkh!"
.
.
.
"Dear~Khh"
"AA—AAH! AHH! C-CUMHH! AHHH!"
Baekhyun menjerit histeris, begitu sesuatu yang panas serasa menyeruak masuk ke dalam perutnya. Membuatnya tiba-tiba mengejang, hingga klimaks menyergap tubuhnya.
.
.
.
"Nnnh~" Ia melunglai lemas, paska orgasmenya.
Kedua kakinya masih terbuka mengapit tubuh pria yang masih terengah itu. Baekhyun mengernyit pening...
Pandangannya semakin berbayang, namun sesuatu yang masih bersarang di dalam rektumnya...rasanya kembali mengeras dan makin membesar.
Baekhyun menggeleng lemah...berharap Vampire itu lekas mencabut miliknya.
Tapi sepertinya...Ia harus kembali memerah peluh dan jeritannya lebih lama lagi, begitu Pangeran Sulung itu, kembali menekuk kakinya dan menggerakkan miliknya keluar masuk.
"An-dwaeh! ah! acckh! ah~"
.
.
.
Skip Time
Chanyeol menyeringai lebar...kala menyadari klimaks itu nyaris menyentak. Satu hentakkan dan—
"Ughnn~ NNN" Baekhyun terlonjak, begitu taring tajam itu menusuk pangkal lehernya...mengalirkan sesuatu yang serasa membakar. Namun ia tak lagi sanggup untuk sekedar melenguh, tubuhnya terlalu payah. Terlebih sperma panas yang kembali mengisi rongga perutnya, benar-benar membuatnya merasa penuh dan melemas.
"Krrhhh" Chanyeol kembali mengerang, mengalirkan bisa-nya lebih banyak lagi ke dalam tubuh mungil Baekhyun. Hingga dipastikan, perubahan itu benar-benat nyata.
.
"Nnhh~" Lenguh Baekhyun ketika pria itu mencabut taringnya, Ia menjilat bekas luka yang tertinggal dan tersenyum penuh arti menyadari kulit putih itu semakin mempesona bak porselain. Ia tau..bisa dan spermanya telah bereaksi di dalam tubuh pendampingnya itu.
Untuk sesaat Chanyeol mengecup pelan pipi namja yang jatuh tak sadarkan diri itu, sebelum akhirnya menarik keluar genitalnya, membuat banyak sperma bercampur dengan darah meleleh keluar dari rektum kecil itu.
Ia kembali menyimpul senyum, melihat darah yang masih menetes...membuatnya berbesar hati. Sadar...hanya dirinya yang merenggut dan memiliki Baekhyun untuk pertama kali, setelah sekian lama menunggu.
Tak sempat untuk berkata-kata, ia terlalu dimanjakan dengan perasaan senang yang berlebih itu. Hingga membuatnya menarik tubuh Baekhyun lalu mendekapnya dengan perlindungan penuh. Dan melewatkan malam yang masih tersisa.
.
.
..
Esoknya
"Katakan! Bekerja untuk siapa kau sebenarnya?!"
Victoria tampak menggeram murka, pada sosok pria kekar di hadapannya. Mata kecubungnya tak pernah berhenti menghunus,menuntut jawaban atas kegagalan yang telah dialami putranya.
"Dengar Vic...mantraku cukup kuat untuk menghapus jejak manusia itu. Tapi- bagaimana mungkin mereka bisa menemukannya?" Ujar Siwon berusaha membela diri.
"AARGGHHH!" Victoria menggebrak meja. Tak habis pikir...mangsa yang hanya tinggal diterkam itu bisa lolos begitu saja.
"Aku tak peduli! Baik Zico ataupun kau! Hancurkan mereka! apapun caranya!"
.
.
.
TBC
Next Chap
.
.
.
"Minumlah..."
PRANNKK
Baekhyun menyentak kasar, tangan Chanyeol...hingga membuat gelas berisi darah segar itu terlempar begitu saja di bawahnya.
"AKU BUKAN MAKHLUK SEPERTIMU!"
Ia kembali menekuk kaki, dan menyembunyikan wajahnya...
Tak ingin dan tak sudi, melihat dirinya kali ini.
..
"Dia terlalu menyayangimu, tenanglah...kau tak sepenuhnya –
"Menyingkirlah, jika kau tak ingin menyerahkan ragamu untuk alam ini"
"SEHUN!"
.
.
.
"Karna Aku—yang akan menanamkan rahim itu ke dalam perutmu"
.
Haloooooo Annyeoooong Glommy hadir bawa karung Ch 7 nyaa
hayo gimana dengan chapter ini?
Hehe kemarin ambigu yaa...siapa yang naena in Baek.
Sekarang sudah terjawab yah :) hayoo siapa kmrn yang minta naena panjang?
.
Ok review jusseyoooh...semakin banyak yang respond, semakin semangat Gloomy lanjutin ceritanya, semakin cepat pula updatenya :)
dan untuk:
Tiara696, gloriadelafenni , Byunsilb , Shengmin137 , Eun810 , restikadena90 , 90Rahmayani , babybaekhyunee7 , chanbaek-kuu , chanbaekmama , SHINeexo , chanbaekssi , Incandescence7 , neniFanadicky ,daebaektaeluv, lightblue lemonade , lily kurniati 77 , Bbyunbee614 , LUDLUD, LyWoo , baekkumaa, LittleJasmine2 , Chel VL, dwi yuliantipcy , Ryuuki621 , PRISNA CHO , Baeka, leeminoznurhayati , deamelatis , yousee , Viukookie, jeyjong, sherli898, n3208007 , guest137 , parkbyundie, mochi baek , baekkieaerii , chanbaekaegi, Michiyo88, mphi , myliveyou , auliaMRQ, selepy , LittleOoh, n3208007 , dan All Guest
Gomawooo sudah review, jgn lupa review lagi neee
Saranghaaaaaaaaaaeeeeeeeeee
