Main Cast : Chanyeol X Baekhyun
Other Cast : Kejutan di dalam nyaa :) Hayoo temukan
Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms
.
(Mohon untuk di baca... POST ULANG)
"Saya tidak tahu mengapa Chapter 10 Blood On A White Rose dan Chapter 8 Love Of Fallen Leaves dihapus oleh FFN, mungkinkah terlalu vulgar? sehingga ada yang melaporkannya Hiks?
Maafkeun saya T_T"
.
.
Previous Chapter
Chanyeol beralih membaringkan tubuhnya di sisi Baekhyun, meraih jemari lentiknya lalu memainkannya dengan gemas.
"Seperti apa putra kita?" Gumam Chanyeol sambil menatap lekat wajah terlelap itu. "Seperti dirmu? ataukah seperti diriku?" Lanjutnya lagi, tak menyesal kembali menyimpul senyum menawannya.
"Dear..."
.
.
Chapter 10
Blood On A White Rose
.
.
"Ah..."
Baekhyun terbangun ...
Sejenak mengerjap begitu alunan nada menyapa pendengarannya. Tak terdengar sumbang...
Memikat, namun terlalu samar... membuatnya bangkit terduduk mencoba mencari sumber suara menyerupai denting piano itu.
"Chan—" Panggilnya reflek, begitu melihat siluet pria yang dikenalnya tengah duduk membelakanginya. Terlihat menawan, meski penerangan disekitarnya hanya temaram redup.
Ah.. Ia tau, Chanyeol pasti yang memainkan piano itu.
Baekhyun beralih beringsut turun, ingin berlari mendekati sosok pria itu, namun langkahnya tersendat begitu merasakan sesuatu yang asing pada dirinya.
.
Baekhyun semula tak menyadari apa yang berbeda, hingga.. tangan lentik itu terangkat menyentuh perutnya sendiri, dan jeritannya pun pecah detik itu juga.
"AAAHHHH!"
Ia melangkah panik kebelakang, tergagap dengan perutnya yang buncit. Baekhyun meraba-raba dinding di belakangnya berusaha mencari pegangan. "ANDWAE!" jeritnya lagi, seraya menggelengkan kepala kasar. Masih menyangkal keras dengan apa yang dilihatnya kini.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya? mustahil... perutnya tiba-tiba membesar seperti itu.
"Dear.."
Hingga... Pria itu datang merengkuhnya dari belakang. Membuatnya mencengkeram kalut tangan kekar itu, berusaha menuntut jawaban. "A-apa yang terjadi p-padaku?! P-perutku! apa yang—
"Sssshh..." Desis Chanyeol menenangkan, seraya mencium pelan pundak Baekhyun yang terkespose.
Tangan kekarnya bergerak turun untuk menggenggam jemari Baekhyun, lalu dibimbingnya untuk menyentuh perutnya sendiri. Mencoba meraba detak kecil di dalamnya.
"Kau merasakannya?" Bisik Chanyeol setelahnya, senyum menawannya terulas begitu saja kala menyadari namja cantik itu mulai tenang, bahkan terlihat mengerjap antusias.
"I-ini..?" Baekhyun tertegun...semestinya Ia menyangkalnya, akan tetapi detak samar dalam perutnya itu. Membuat sebagian nuraninya berdesir... bahkan rasanya Ia tak sanggup untuk mengucap sekecap katapun.
"Ya... kau merasakannya?" Ulang Chanyeol lagi, sambil memeluk tubuh kurus itu dari belakang. "Kau tengah mengandung... Dear" Seakan tak jemu, Vampire itu kembali mengecup lama pundak Baekhyun... bahkan kini beralih mencium mesra pipi tirusnya dari belakang.
"Kau—"
baekhyun sedikit menoleh kebelakang."Dan aku?"Lirihnya
"Hn... Dia milik kita"
Perlahan senyum cantik itu mulai terulas di bibir tipisnya, Baekhyun menunduk melihat perutnya sendiri memastikan ucapan pria itu memang benar adanya.
"D-dia hidup di—
Tiba-tiba saja kedua mata biru itu terbelalak lebar. Bibirnya terbuka namun tak sanggup untuk menyentak jeritannya, kala melihat darah pekat menggenang di bawah kakinya.
Nafasnya terdengar berat, tertarik hingga ulu hatinya... menyadari semua darah itu ... rupanya merembas dari sela pahanya.
Kedua tangannya reflek meremas perutnya sendiri, dan makin panik merasakan perutnya kembali datar. "Kemana? kemana Dia?!" Pekiknya masih dengan menelisik perutnya sendiri, berharap detak jantung itu masih Ia rasakan di dalamnya.
Tapi nyatanya...nihil
Detak itu telah lenyap
Ia takut...
Sangat takut. Baekhyun tak mampu berpikir apapun selain bertumpu pada Chanyeol. Ia menoleh kebelakang
Namun semua kembali menyedaknya...
Tak ada Chanyeol... tak ada pria itu dimanapun. Ia hanya seorang diri dengan darah yang semakin merembas banyak di bawahnya.
"A—AAHHHHHH!CHANYEOL!"
.
.
.
.
"Letakkan itu di meja" Ujar Chanyeol pada seorang pelayan yang membawa vas besar berisi mawar putih.
"Baik Pangeran"
Chanyeol mengulas senyum tipis kala melihat rangkaian mawar putih itu. Yakin, Baekhyun akan menyukainya saat terbangun nanti.
Ia beralih menuangkan cairan merah pekat dari sebuah cawan menyerupai wine, menghirup aromanya sejenak... sebelum terisi penuh dalam gelasnya.
Bukan untuk dirinya...
Melainkan, untuk sosok cantik yang masih terlelap pulas di atas ranjangnya.
Chanyeol menimang gelas berisi darah segar itu sesaat, sebelum akhirnya melangkah mendekati ranjang.
"Dear.." Panggilnya seraya merunduk dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menjuntai di pipi Baekhyun.
Tapi detik itu pula, ia mengernyit begitu menyadari hal yang salah. Layaknya dejavu...
Ia seakan kembali melihat keringat dingin merembas dan raut gelisah dari anak itu. Tak perlu dilugaskan... Chanyeol tau, Baekhyun kembali mendapatkan mimpi buruk.
Pria itu beralih sigap menarik tubuh mungil itu, hingga bangkit dan bersandar dalam dekapannya. "Ssshh.." Bisiknya menenangkan
"Uhn~ Chan! hks" tapi Baekhyun tetap mengigau dengan mata terpejam meski kedua tangannya kini mencengkeram erat perutnya sendiri. Membuat Pangeran Sulung itu makin mengernyit melihatnya. mimpi buruk macam apa yang tengah menghantui namja cantiknya kali ini?
"Bangun Dear—
"HH...AH! CHAN!" Tapi Baekhyun mendadak tersentak dan duduk dengan nafas tersengal. Tatapannya pias... penuh dengan rembasan bening dipelupuknya.
"C-CHANYEOL!" Panggil Baekhyun ketakutan. Tatapannya kosong... namun tetap terisak hebat. Seakan menyadari dirinya hanya seorang diri.
"CHAN—
"Hei...aku di sini" Chanyeol mendekap erat tubuh mungil itu, mencoba menyadarkannya. Berulangkali Ia mencium kening Baekhyun. berharap sedikit sentuhannya mampu... menarik Baekhyun dari jerat mimpi buruk itu.
"Uhn! Hks.." Dan benar saja, Baekhyun merangkul cepat leher Chanyeol.. terisak bahkan menangis keras dalam pelukannya. Seakan menunjukkan, penggalan mimpi buruk itu benar-benar mencekiknya.
Pangeran Sulung itu berdecak, yakin... apa yang tengah dialami Baekhyun saat ini. Merupakan.. bagian dari kemampuan Baekhyun, dan Baekhyun belum sepenuhnya menguasainya.
Ia mencoba merenggangkan pelukan itu, untuk menangkup pipi tirusnya..
"Ada apa? apa yang kau mimpikan?" Ujarnya sepelan mungkin. Seraya menghapus air mata itu
Sejenak Baekhyun memang menatapnya, tapi kemudian... anak itu kembali memaksa bersembunyi dalam dekapannya.
"J-jangan pergi! hks...M-mengapa kau meninggalkanku?!"
Chanyeol mengernyit. Ada sebagian prasangka yang membuatnya tak tenang di sini. Baekhyun mungkin memang hanya bermimpi, tapi tidakkah... itu berarti apa yang dilihat Baekhyun dalam mimpinya menyiratkan sebuah kenyataan.
Ia memejamkan mata sesaat, tak ingin berlarut atas suatu yang tak pasti. Dan lebih meyakini, Baekhyun hanya mendapatkan mimpi buruk biasa.
"Tenanglah...aku di sini bersamamu" Yakin Chanyeol lagi, kembali menangkup wajah pias itu...dan menatapnya begitu teduh.
"K-kau meninggalkanku sendiri!" Baekhyun kembali meracau, semakin parah kala isakkan itu turut menyedak nafasnya. "D-dia hilang! Dia menghilang" Lirihnya seraya menepuk-nepuk perutnya sendiri
Sontak, membuat Pangeran Sulung itu terbelalak dan kini beralih menahan kedua tangan ramping itu.
"Apa maksudmu?" Tanyanya dengan mata menghunus tajam.
Baekhyun menggeleng pelan, masih dengan memandang pias... ia kembali menyusupkan kepalanya dalam pelukan itu. "D-dia tiba-tiba hilang. K-kau dan janin itu tiba-tiba—
"Tidak" Chanyeol memegang kedua bahu kecil itu dan menatapnya tajam. "Jangan mempercayai apapun dari mimpi burukmu. Itu hanya mimpi... tak berarti apapun" Yakinnya, mencoba menenangkan. Meski nyatanya Ia sendiri tengah menyamarkan raut gusar itu dari benaknya. Dalam diam, Pangeran Sulung itu tengah menduga, sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi.
Entah itu pada dirinya ataukah pada Baekhyun.
Baekhyun hanya diam, dan menutup wajah dengan kedua tangannya... meski pria itu memeluknya sehangat ini. Tapi tetap saja mimpi itu masih menyisakan cekam untuknya.
"Kembalilah tidur jika—
Baekhyun menggeleng dan lebih memilih memeluk perut Chanyeol, menyandarkan kepalanya senyaman mungkin di dada bidang itu. "Jangan pergi kemanapun" lirihnya dengan bibir terpout.
Chanyeol mengerjap mendengar gumaman lirih itu, lalu menyeringai tipis. "Tapi aku harus pergi" Ujarnya menggoda. Membuat Baekhyun mendongak menatapnya dan bersungut kesal.
"Jangan pergi kemanapun! Di sini bersamaku!" Kekeuhnya memaksa, dengan tangan meremas erat pakaian depannya.
Chanyeol terkekeh pelan, seperti dugaannya... raut kesal itu semakin terlihat menggoda dan menggemaskan dalam waktu bersamaaan.
"Tidak, sebelum kau memberiku kecupan di sini" Pangeran Sulung itu menggigit bibir bawahnya sendiri, membuat Baekhyun semakin bersungut jengkel, dan memalingkan wajahnya yang tersipu. Ia tau... Vampire itu tengah menggodanya.
"Aku akan pergi ,jika kau membutuhkan sesuatu panggil—
"B-baiklah!" Seru Baekhyun. Ia mencengkeram kikuk kerah kemeja Chanyeol, menariknya mendekat. Dan Chanyeol hanya mengulas smirk, menikmati bagaimana namja cantik itu begitu berusaha payah mengikis sekat di antara keduanya.
"Ugh!" Tapi Baekhyun mendadak menyerah, dan memukul dada Chanyeol kesal.
"Jangan menatapku seperti itu!" Serunya dengan wajah merah padam.
Chanyeol hanya diam, semburat merah di wajah itu membuatnya yakin... Baekhyun sepertinya mulai melupakan mimpi buruknya.
Tidakkah ini lebih baik, dibandingkan melihat anak itu kembali ciut dalam rasa takutnya. Dan...
Perkara makna mimpi itu, mungkin akan terabaikan sejenak. Setelah Ia menikmati waktunya bersama Baekhyun.
"Lalu aku harus bagaimana?" Ujar Pangeran Sulung itu, berpura-pura menunjukkan wajah lugu.
"Tutup matamu!"
Chanyeol kembali berdecak di sela kekehannya, lalu bersila dan memejamkan kedua matanya. menunggu makhluk mungil itu, memberikan kecupan manisnya. "Aku menunggumu" Gumamnya setelahnya.
Baekhyun terlihat meneguk ludah gugup, Ia melirik ke sekitar... memastikan tak ada satu orangpun yang melihat keduanya.
kedua tangan mungilnya tampak gemetar memegang pundak Chanyeol, tapi Ia tetap berusaha mendekat.
Memiringkan sedikit kepalanya, lebih dekat... dekat dan—
"Ahh! aku tidak bisa" Pekiknya kemudian, seraya menghempas tubuh ke samping dan menungging. Bahkan berulangkali memukul-mukul ranjangnya.
Membuat Chanyeol membuka sebelah matanya, dan melirik bocah yang masih berguling-guling rusuh di sampingnya itu.
Lucu sekali...
Ia tak pernah merasakan hal ini sebelumnya, tak menyesal... menunggu waktu selama ini, jika akhirnya ia bisa melihat Baekhyun bertingkah selugu ini padanya.
"Apanya yang tak bisa? kau pernah menciumku bukan?"
Baekhyun berhenti berguling, lalu menutup cepat wajahnya begitu mengingat apa yang Ia dan Vampire itu lakukan saat di lembah.
"T-tidak...Tidak pernah!" Bohong Baekhyun, masih dengan membenamkan wajahnya ke dalam selimut.
Pangeran Sulung itu menyeringai, mungkin menyenangkan menghabiskan waktu tenangnya bersama makhluk mungil itu. Namun... setiap tingkah manisnya, membuatnya tak sabaran ingin melakukan hal yang lebih pada anak itu.
Chanyeol beralih menarik tubuh Baekhyun, membuatnya telentang hingga anak itu hanya menatap padanya.
"Berhenti menggodaku dengan sikap seperti ini..." Bisik Chanyeol tepat ditelinga Baekhyun, membuat namja cantik itu meremang dengan nafas tertahan.
"Jika memang kau tak bisa melakukannya, aku akan mengajarimu"
Bisiknya lagi kali ini dengan menyentuh dagu Baekhyun, menekannya ke bawah hingga bibir tipis itu sedikit terbuka
Baekhyun menggeleng, berusaha menjauh... tapi terlambat. Begitu bibir tebal itu menghisap belahan bibirnya, dan memainkannya dengan lembut.
"Mnhh~" Lenguhnya spontan.
Tubuhnya kembali meremang, kala Pangeran Sulung itu mulai menggerakkan tangannya... meraba nipplenya dari luar kemejanya
"Nn~ ah!"
"Buka bibirmu lebih lebar.." Gumam Chanyeol di sela-sela lumatannya.
Semula Baekhyun hanya mengerjap, namun hisapan kuat di bibir bawahnya membuatnya berjengit hingga reflek membuka bibirnya sendiri.
Detik itu pula kedua matanya membulat lebih lebar, begitu merasakan lidah itu melesak masuk.. dan menggelitik langit-langit mulutnya.
Tak pernah berubah, cumbuan itu terlalu membuainya meski Chanyeol melakukannya berulang kali. ia tetap meremang dengan dada berdebar gila... entahlah.
Meski tak ingin mengakuinya, tapi Pria itu benar –benar lihai membuatnya takluk.
"Mhh~ ahnn"
Tapi Baekhyun sama sekali tak menyadarinya di sela lumatan basah itu, tersemat rapalan mantra Pangeran Sulung itu hingga membuat pandangannya semakin berat...
lalu terlelap begitu saja.
Chanyeol beralih menyeka sisa saliva di sudut bibir Baekhyun, lalu menatap namja cantik itu lekat-lekat.
"Tidak.." Desisnya dingin.
"Aku tak akan membiarkan apa yang kau lihat terjadi" Lanjutnya lagi sebelum akhirnya melenyapkan diri. meninggalkan Baekhyun yang kembali terlelap dalam buaian mantera itu.
.
.
.
.
"Ayah.."
Panggilnya begitu memijakkan kaki di sebuah ruangan luas penuh dengan ornamen khas eropa klasik.
"Ah... tak biasanya kau datang mengunjungiku"
Hingga, kedua mata ambernya tersita cepat begitu sosok yang dicarinya muncul dan menapaki satu persatu anak tangga bertapis berlian itu.
"Ada hal yang ingin kubicarakan dengan Ayah"
Kyuhyun terkekeh pelan. "Jika kedatanganmu kemari, hanya untuk mengulur waktu ritual itu... musthail, karna semua persiapan telah usai, dan kau tak bisa—
"Tidak Ayah.." Sergah Chanyeol, menatap tajam pada penguasa Vampire di hadapannya.
"Bisakah itu dipercepat?"
Kyuhyun terbelalak lebar mendengarnya, ada suatu yang salah disini hingga Putra Sulungnya beralih haluan demikian.
"Aku datang untuk itu" Tegas Chanyeol lagi.
"Apa yang mempengaruhimu, hingga kau berubah pikiran seperti ini?" Kyuhyun mengulas smirk tajam, saat melangkah pelan mendekati singgasananya dan duduk tenang di atasnya..
Seorang pelayan terlihat menghampirinya, lalu menuangkan cairan merah pekat ke dalam gelasnya. "Kau benar-benar sulit di terka" Lanjut Raja Vampire itu, seraya menyesap darah dalam gelasnya.
Pangeran Sulung itu terlihat diam sejenak, lalu mellihat ke sekitar... memaksa beberapa pelayan dan pengawal Ayahnya itu, beranjak meninggalkan keduanya.
"Baekhyun telah melihat sebagian masa depannya" Ujar Chanyeol memperlugas.
Membuat pria tinggi di hadapannya sempat terhenyak, lalu setelahnya menyeringai. "Bagus... kemampuan itu benar-benar ada dalam dirinya"
"..."
Chanyeol hanya diam, Ia tau... ayahnya mulai picik mengharapkan kemampuan Baekhyun dapat dimanfaatkan oleh alam ini.
"Apa yang dilihatnya?"
Pangeran Sulung itu sedikit mengepalkan tangan, namun tetap menatap tajam ke depan. Sesunggunya Ia benci bicara terlalu intim pada sosok penguasa itu. Tapi... Ia butuh Ayahnya, untuk melakukan semua ritual itu.
.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain
"Aisshh! mengapa kau menarikku kemari!" Gerutu Kai, mendelik jengkel pada vampire mungil yang sedari tadi memaksa menyeretnya menuju puri Pangeran Sulung.
"Ada hal menarik yang ingin kutunjukkan padamu" Ujar Luhan bersemangat sembari menujukkan beberapa pernak-pernik yang baru saja didapatnya daru dunia manusia.
"Benda aneh macam apa itu?"
"Diamlah... kau akan tau nanti"
.
.
Skip Time
"Baekhyunee..." Panggil Luhan begitu menyusup masuk ke dalam kamar megah itu, diikuti Kai di belakangnya.
"Aneh sekali, Kakak Ipar masih tidur?" Gumam Kai heran
Luhan mengerjap, satu suara dengan gumaman vampire tinggi di sisinya. "Ah... Chanyeol Hyung yang membuatnya seperti ini" Ucap Luhan, begitu menyadari Baekhyun penuh dengan magis Pangeran Sulung itu.
"Untuk apa?" Kai mulai berjalan mendekat, dan menusuk-nusuk pipi Baekhyun. Benar saja... tak ada respon apapaun. Biasanya Baekhyun akan terbangun dan menjerit rusuh padanya, tapi kali ini... jangankan memekik, mengerjappun tidak.
"Entahlah...mungkin Baekhyun banyak melawan saat melakukan 'itu'" Kikik Luhan, menarik asumsinya sendiri. Ia beranjak mendekat dan mengusap pelan wajah Baekhyun.
"Hei bangun...bermainlah bersama kami" Bisik Luhan di telinga Baekhyun, sedikit kemampuannya sebenarnya mampu menawar magis apapun, tapi Luhan jarang melakukannya.
Beberapa detik menunggu... Namja cantik itu mulai mengernyit tak nyaman. Lalu—
"AH! Hhh..hh..DIMANA?! DIMANA DIA?! hks... "
Kedua vampire itu saling melempar pandang dengan mata membulat lebar. Melihat Baekhyun tiba-tiba bangkit terduduk dan meracau kacau seperti itu, bahkan namja mungil itu mulai terisak hebat.
Luhan beralih menahan tangan kurus itu, memaksanya untuk menatap padanya "Baekhyun.." Panggilnya seraya menepuk pipi tirusnya. tapi Baekhyun masih menggeleng dengan tangan tak pernah berhenti memegangi perutnya sendiri
"Sshh tenanglah... apa yang kau cari?" Luhan mencoba menangkup wajah Baekhyun.
"Bayiku...hks...Dimana Bayiku?!" racau Baekhyun membuat dua vampire itu kembali terbelalak. "Bayi?" Gumamnya bersamaan, tak menduga, Baekhyun masih di bawah pengaruh mimpinya.
Kai mendekat dan tersenyum kecil,"Ahahaha... itu hanya mimpi, kakak ipar memang belum memilikinya—
"TIDAK! DIA DI SINI!" Baekhyun menjerit sambil memukul-mukul perutnya sendiri. "Di sini...di dalam perutku" Lirihnya semakin melemah. Sementara Luhan tak berucap apapun selain memeluk tubuh gemetar itu.
Menerka... apa yang sebenarnya terjadi di sini.
Sehebat itu kah pengaruh mimpinya, hingga membuat Baekhyun tak mampu memisah kenyataan dengan dunia mimpinya. "Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Gumamnya lirih
"Aisshh...percayalah padaku, kau akan memilikinya setelah rahim itu tertanam dalam perutmu" Celetuk Kai lagi, membuat Baekhyun spontan menatap tajam padanya.
"Tidak! Itu tidak akan terjadi! Aku tak akan melakukannya"
Kai menggelengkan kepala pelan melihat sikap itu tetaplah keras kepala."Kakak Ipar... jika kau tak bersedia melakukannya. Raja akan mencarikan pendamping yang lain untuk Pangeran Sulung. Aisshh itu sangat-sangat gawat"
"KAI!" Seru Luhan, sambil menepuk bibir tebal pemuda itu.
"W-waeee?" Sungut Kai tak terima
Baekhyun menatap nanar, apapun itu... penggalan mimpinya serasa kembali mencekiknya... saat di mana Chanyeol meninggalkannya. Benar—benar semakn nyata...itu bukan mimpi semata.
Bukan Hanya janin itu... tapi Chanyeol pun—
"ANDWAE!" Jeritnya tiba-tiba, dan kembali meracau histeris dalam dekapan Luhan.
.
.
"Kalian membuatnya terbangun?"
Tiba-tiba saja keduanya tersentak begitu mendengar suara bass di belakangnya, membuat Kai menciut kikuk dan menggeser tubuhnya dari ranjang King size itu
Dan Luhan hanya meneguk ludah payah, tanpa melepas pelukannya dari tubuh mungil itu. Memang bukan keinginannya, tapi Baekhyun terlalu erat menggelayut padanya.
"M-maafkan aku Hyung...aku tak bermaksud menghapus magismu. Aku h-hanya ingin bicara dengannya, dan aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi" Jelas Luhan gugup.
Sejenak, Chanyeol hanya memandangnya dalam diam. "Dia... hanya tak mampu mengendalikan kemampuannya" Ujar Chanyeol dingin, dan beralih berjalan mendekat untuk mengambil tubuh Baekhyun darinya.
"Dear..." panggilnya, begitu mengangkat tubuh kurus itu.
Baekhyun sempat tersentak, tapi kemudian merangkul erat leher Pria itu "K-kembalikan! Ku mohon kembalikan Dia pada —
'Chupp'
Baekhyun terdiam, begitu Pangeran Sulung itu mencium lama keningnya... terlalu nyaman ... terlalu hangat hingga membuat Baekhyun bernafas tenang dan mulai menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.
Chanyeol tersenyum tipis melihatnya, meski sesak menyadari mimpi macam apa yang tengah menghantui namja cantiknya
Tapi ada perasaan lain yang mulai berdesir di sana, tidakkah racauan yang sempat di dengarnya. Menunjukkan Baekhyun terlalu mencintai bayi itu?
ya... Baekhyun akan menerima kehadiran rahim yang ditanamnya kelak.
"Kau bermimpi buruk lagi?"Bisik Chanyeol seraya mengelus surai pirang Baekhyun ke atas, menyeka keringat dingin yang masih merembas di pelipisnya.
Namja mungil itu mengangguk pelan, lalu meremas kemeja Chanyeol. Seakan menunjukkan ia tak ingin terus menerus seperti ini.
"Itu hanya mimpi"
Baekhyun semakin membenamkan wajahnya dalam pelukan itu. ya! Ia tau itu hanya mimpi... tapi rasanya terlalu membuatnya sesak. Seolah.. itu memang penggalan kenyataan yang mencekiknya.
"Kau ingin keluar bersamaku?" Bujuk Chanyeol setelahnya,
Dan Baekhyun masih tetap tak bersuara... tapi ia mengangguk kecil. Membuat Pangeran Sulung itu mengulas smirk terpatri.
Mengangkatnya bridal, lalu menbawanya melesat pergi.
.
.
.
"Yya! ayo pergi...untuk apa kita di sini?" Ujar Kai seraya menarik tangan Luhan
Sementara Luhan hanya bergeming, masih tertegun dengan ucapan Chanyeol beberapa saat lalu.
"Kau mendengarnya?"
"Mendengar apa?" Kai mengerjap bingung.
"Kemampuan apa yang dimiliki Baekhyun sebenarnya?"
Sejenak Kai terdiam, lalu mengendikkan bahu. "Mana aku tahu...yang jelas kemampuan yang dimiki kakak ipar adalah... Dia terlalu imut!" celetuk Kai seraya melenggang santai mendekati teralis jendela. "Sampai-sampai aku tergila-gila dibuatnya" Imbuh Kai lagi, dan tesenyum-senyum sendiri kala membayangkan bagaimana Baekhyun menjerit dan tertawa bersamanya.
'BUGH'
"Ackh!" Ia memekik begitu sebuah tendangan mendarat di pantatnya.
"Teruslah bermimpi, dan tunggu Chanyeol membunuhmu" Cibir Luhan lalu melompat dari tralis jendela dan melesat pergi.
"Yack! Apa kau tau... seberapa berharganya pantatku ini?!" Gerutu Kai sembari menggosok buttnya sendiri. Kemudian, melesat mengikuti vampire mungil itu"Aisshh!"
.
.
.
.
~ChanBaek~
Perlahan namun pasti bias mentari itu semakin meredup. Memperteduh senja... di balik kabut pekat itu.
Suhu di sekelilingnya mungkin mendadak beku,
Tapi tidak untuknya...
Semenjak Namja cantik itu, masih bersandar nyaman di atas dadanya. Hanya diam... dan mengamati pantulan senja yang kemerahan itu dari air danau di hadapannya.
"Berapa usiamu..?" Gumam Baekhyun tiba-tiba, membuat Pria yang tengah memangkunya itu hanya tertawa dan memainkan jemari lentik itu dalam genggamannya.
"Kau akan terkejut jika mengetahuinya"
Baekhyun melirik."Berapa?" Kekeuhnya. "100 tahun? 200 tahun? 1000 tahun?"
"Sebelum kau terlahir, aku sudah mengawasimu"
Baekhyun bersungut. "Kau benar-benar stalker mengerikan yang pernah kutemui" Celotehnya kemudian."Dan kau pasti... sangat—sangat tua"Cibirnya lagi seraya mengambil tangan Chanyeol lalu digigitnya pelan.
Membuat Pangeran Sulung itu berdecak, dan balas menyergap perpotongan lehernya.
"Nnn~ Ahh!" Baekhyun mendesah lepas, namun tetap memiringkan kepalanya... membiarkan Vampire itu mencumbunya dan meninggalkan banyak kissmark di garis lehernya.
"Tapi kau mencintaiku" Pungkas Chanyeol usai memberikan jilatan pelan pada bekas hickeynya
"..." Baekhyun membisu.
Menyadari jantung itu kembali berdetak gila dalam dadanya, dan Ia tau...Chanyeol tengah menatapnya intens saat ini.
"Berbaliklah.." Ujar Chanyeol seraya menyentuh kedua bahu sempit itu. Membuat Baekhyun mengernyit tak mengerti.
"Aku ingin menciummu.." Lanjut Pria itu lagi, dan Baekhyun kembali tertunduk... menyembunyikan wajahnya yang memanas. Berapa lama Ia hidup dengan Vampire itu? seharusnya Ia terbiasa... tapi nyatanya dirinya tetap memalukan dengan wajah memerah, seperti perempuan saja. Pikir Baekhyun merutuk diri.
"Dear—
"A-arraseo!" Seru Baekhyun. "J-jangan memperlakukanku seperti perempuan" gerutunya lagi sembari memutar tubuh, hingga kini benar-benar menghadap Pangeran Sulung itu.
"M-melakukannya s-selayaknya namja dengan nam—ja" Ujar Baekhyun semakin tergagap, terlalu gugup di tatap setajam itu. Ah sial! Dengan jarak sedekat ini... bagaimana mungkin Pria itu bisa terlihat setampan ini. Membuat Baekhyun reflek meremas dadanya sendiri.
Kebiasaan itu, seolah tak pernah luput... tiap kali Ia menyadari jantungnya kembali berdegup kencang.
Sementara Vampire itu hanya mengernyit mendengarnya, siapa yang memperlakukan Baekhyun selayaknya perempuan?
Tidakkah Baekhyun sendiri, yang terlihat malu-malu bahkan terkesan feminim saat di dekatnya?
Ah!
Dia terlalu menggemaskan...
Membuatnya semakin tak tahan ingin mengklaim semua yang ada dalam tubuh mungil itu.
Chanyeol beralih memiringkan kepalanya, membuka sedikit bibirnya kala mendekati bibir tipis semerah cherry itu.
Hasratnya semakin tersulut, melihat Baekhyun turut membuka bibirnya... satu gerakan kecil lalu—
"Ah! tangkap aku jika kau bisa!"
Nyaris...Ia meraup bibir mungil itu. Jika Saja Baekhyun tidak bangkit dan berlarian menjauhinya menuju tepian danau.
Ia berdecak, sambil meremas surai ikal keperakan miliknya. Lihat...
Siapa di sini yang bertingkah layaknya anak perempuan?
Bagaimana mungkin, dirinya tidak memperlakukannya lebih dari seorang putri...
"Dear..." Chanyeol beralih bangkit, lalu berlari mengejar... bocah yang masih melompat-lompat girang di dalam air yang dangkal itu.
.
.
.
"Ahahaha...kau tak bisa mengejarku!" Baekhyun semakin melangkah ke dalam teluk yang lebih dalam
tak peduli setengah dari tubuhnya mulai terendam air. Beberapa kali ia meminkan air dengan tangannya, membuat cipratan-cipratan kecil hingga tubuhnya semakin kuyup karenanya.
.
.
"Pabboya...Park Chan—Ah!"
Namun tiba-tiba Ia terbelalak, begitu sebuah lengan menarik perutnya...dan membuatnya menempel erat dengan tubuh kekar itu.
Baekhyun stagnan, pandangannya serasa terjebak tanpa bisa berkedip... kala bias mentari senja itu mulai menerpa sebagian wajah Chanyeol.
Mempertegas.. aksen stoic dari wajah tampannya.
Sepersekian detik Ia hanya terpana... bahkan hingga pria itu menaikkan dagunya dan merunduk mendekatinya. Baekhyun hanya diam dan memejamkan mata begitu... belahan hangat itu mulai melumat bibirnya yang dingin.
.
.
.
"Mmh~..ahmfh"
Baekhyun melunglai... kakinya serasa melemas. Namun pria itu semakin intens memperdalam pagutannya, membuatnya mencakar dan meremas lengan kekar itu.
"Mhhahh...ahnn"
Pangeran Sulung itu beralih melepas pagutannya, lalu mencumbu bringas perpotongan leher Baekhyun. "Nnh! aahss...mmhh...sshh" Desis Baekhyun sembari mengigit bibir bawahnya sendiri menahan nikmat.
Segalanya terdengar hening, mungkin hanya gemricik air danau dan kecipak saliva...yang terus menggema memenuhi kepalanya. Membuatnya terbuai...dan pasrah vampire itu melakukan apapun pada tubuhnya yang melunglai payah.
"Ahn~ ah!" pekik Baekhyun tak tahan, kala pria itu semakin merunduk kebawah menjilat perut datarnya .
"Eumhh~ Chan—ssshh" Desisnya lagi, saat Chanyeol memberinya kecupan-kecupan lembut di bagian perut bawahnya. membuatnya merunduk mendekap kepala Pria itu, memaksanya memberinya cumbuan yang lebih dari itu.
.
.
"Nnn~" Baekhyun menengadah, merasakan hisapan kuat pada pusarnya. Dadanya membusung... dan Ia benar-benar ingin terbaring saat ini
"Kau menginginkan bayi itu?" Bisik Chanyeol di sela-sela cumbuannya.
Baekhyun hanya bisa mengigit bibir bawahnya, dan mengangguk lemah. "Uhngg!...a-ku menginginkannyah ahh! ahsss"
Chanyeol menyeringai tajam, lalu bangkit berdiri untuk melumat rakus bibir yang terbuka itu.
"Umpghh~ mmmfh... Mphh"
"Aku akan menanam rahim itu kedalam perutmu" Desahnya sensual kala melepas pagutannya, dan beralih mengecupi belakang telinga Baekhyun yang basah karena air.
Baekhyun terbelalak, lalu memaksa mendorong dada bidang itu menjauh.
"Aku tidak mau!" Pekiknya
Chanyeol hanya menatapnya teduh, dan beralih mengecupi bibir tipis itu. "Kenapa?"
"i-itu karena... ha-hanya Yeojja yang—
"Kau tak ingin melakukannya untukku?" Sergah Pangeran Sulung itu. membuat Baekhyun terkesiap dan reflek menggeleng cepat, seolah tak ingin membuat Chanyeol kecewa.
("Kakak Ipar... jika kau tak bersedia melakukannya. Raja akan mencarikan pendamping yang lain untuk Pangeran Sulung")
Ucapan Kai kembali memenuhi benaknya, membuatnya menggeleng panik lalu memeluk erat tubuh kekar itu. Bukan—
Bukan karena Ucapan Kai, tapi rasa takutnya lebih pada penggalan dari mimpinya. Ia melihatnya... detik di mana Chanyeol benar-benar lenyap darinya, dan meninggalkannya seorang diri. Baekhyun sangat mengingatnya.
"J—jangan tinggalkan aku sendiri" Racau Baekhyun tiba-tiba, membuat Pangeran Sulung itu mengernyit dan berusaha menangkup wajahnya.
"A-aku bersedia melakukannya. J-jangan membuangku... Ja—ngan mencari pendamping yang lain!"
Pangeran Sulung itu hanya mendekapnya dan memberinya kecupan sayang di puncak kepalanya
"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu seorang diri. Di dunia ini, aku hanya mencintai dirimu"
Seolah mencari ketenangannya sendiri, Baekhyun hanya memejamkan matanya. membiarkan rasa takut itu perlahan sirna dengan belaian dan kecupan lembut Pangeran Sulung itu.
Hingga beberapa saat setelahnya, Ia memekik terkejut... begitu pria itu mengangkat tubuhnya lalu membawanya melesat meninggalkan danau
.
.
.
.
.
"Aku tak peduli cara apa yang akan kau gunakan! Aku hanya ingin kau membuatku menyelinap masuk ke dalam sarang keparat itu!" Sentak Zico seraya mencengkeram kerah Siwon.
"I-itu mustahil... Kyuhyun telah—
"Ah... atau kau lebih memilih, anak itu menjadi umpan semua peliharaanku?"
"Ayaaahhhh!" Teriak seorang bocah kecil,dengan tubuh terikat pada seutas tali Serigala di bawahnya terlihat menyalak, dengan liur menetes...seakan tak sabar ingin menyergap dan mancabik tubuh bocah mungil itu.
"Z-zelo!" Gagapnya.
ia beralih mencengkeram kerah Zico, dan berteriak geram padanya. "LEPASKAN ANAKKU! MENGAPA KAU MENANGKAPNYA HAH?! DIA TAK ADA SANGKUT PAUTNYA DALAM RENCANAMU!"
Zico menyeringai, terkekeh pelan...seolah menganggap pria di hadapannya terlalu lugu.
"Kau tentunya tau, harga yang harus kau bayar...jika bermain denganku" Desis Zico remeh.
"Aku tak yakin, pada siapa dirimu berpihak sebenarnya Choi Siwon..." Seorag Wanita melangkah anggun, dan terkikik kecil melihat bocah manis itu menangis ketakutan memanggil-manggil ayahnya.
"Victoria! Mengapa kau begitu licik mengingkari—
"Lakukan saja perintah itu... jika kau masih menginginkan anakmu tetap hidup" Victoria terbahak puas, membuat Pria berlesung pipit itu berontak... namun gagal, begitu beberapa pria kekar menahannya... dan mendorongnya keluar.
Menyisakan putra kecilnya yang masih tertawan dalam sarang semua vampire licik itu.
"Zelo.." Gumamnya penuh sesal.
Semestinya Ia takk bermain dengan kesetiaannya jika pada akhirnya bersekutu, hanya menjebak dirinya sendiri.
Dan kini... Putranya menjadi korban.
Tapi mustahil, meminta bantuan dari Kyuhyun.
Pemberontakan yang Ia lakukan akan terkuak, dan semuanya akan lenyap.
Hanya dirinya yang bisa menyelesaikan semua ini sendiri.
Ya!... memenuhi keinginan wanita jalang itu. Lalu putranya akan bebas. Yakin Siwon dalam hati.
.
..
.
~ChanBaek~
.
Kedua mata sapphire itu kembali mengerjap, sesekali meremas lehet Chanyeol. Begitu Pria itu membawanya ke dalam sebuah ruangan kedap, penuh dengan temaram lilin di dalamnya.
"I-ini bukan kamarmu" Ujar Baekhyun gugup.
"Hn.. Memang bukan"
Chanyeol tersenyum puas... mengamati semua magis itu benar-benar mengepung sempurna tempat ini.
Tak hanya rapalan mantra Ayahnya, iapun bisa merasakan cahaya purnama menerpa langsung...setiap sudut kamar ini.
"Mh.."Baekhyun kembali berkedip cepat begitu Pangeran Sulung itu membaringkan tubuhnya di sebuah ranjang besar. "A—apa yang—
"Sshh..."
Desis Chanyeol tepat di bibir tipis. "Kau bisa membaca suasana ini bukan?"
Baekhyun melihat ke sekitar, penerangan lilin dengan aroma memikat...lalu semua petal mawar merah yang tersebar di setiap sudut kamar ini, membuatnya menarik kesimpulan.
"U-uhm... Yeah.. ro-romantis" Ujarnya kikuk, sambil menjilat bibirnya gugup.
Chanyeol terkekeh pelan, rupanya Baekhyun sama sekali tak menyadari kehadiran magis kuat itu. Tak apa... sepertinya ini jauh lebih baik. Dibandingkan Baekhyun menjerit dan berontak setelah tau apa yang kelak terjadi.
Pangeran Sulung itu beralih merunduk lalu melepas satu persatu kemeja basah milik Baekhyun, hingga perlahan... tubuh mulus bak porselain itu mulai terekspose.
Tak butuh waktu lebih untuk mengusaikannya, Chanyeol menyambar cepat nipple kananya... membuat tubuh mungil itu terhempas dan menggigil nikmat mendapat hisapan kuat itu.
"Uhn! ..Mnn~ Ah!"
Smirknya terulas begitu saja, melihat tubuh mungil itu semakin sensitif... merangsangnya untuk mencumbunya lebih dari ini.
Kedua tangan besarnya kembali bergerak lihai, melucuti satu persatu pakaian Baekhyun...sementara bibir dan lidahnya masih begitu intens membuai namja cantiknya hingga Baekhyun tak sadar dirinya telah naked total di bawah pria itu.
"MMhh~ Hhh! Ahhh!"
Nafasnya terdengar berat... bahkan semakin tersengal kala lidah panas itu kembali menari-nari sensual di atas perutnya. Bergerak turun hingga garis selangkangnya... menggodanya dengan jilatan bahkan hisapan kecil yang menggelitik.
"Eummph!" baekhyun terlonjak saat Chanyeol menarik turun lapisan genitalnya. Wajahnya bersemu merah... dengan mata setengah terbuka, seakakan dibuat mabuk oleh permainan lidah pria itu.
"Ackhh... AHH!" Ia mendesah keras. Begitu Chanyeol menekan-nekan lubang urethranya dengan lidahnya. Membuatnya menggeliat resah bahkan semakin menggelinjang kala Chanyeol menghisap penuh seluruh organ kecil itu.
"AHH!...Ahhh! C-Channiehh" Pekik Baekhyun panik, merasakan perutnya menegang hebat. "C-cumh! L-let me...Ackh!"
ia kembali menjerit kecewa, saat pria itu beralih melepas kulumannya. Membuat perutnya berdenyut ngilu karna klimaks yang tertahan itu.
pangeran Sulung itu hanya menyeringai melihatnya, Tak pernah semenarik ini, menggoda namja mungilnya hingga merengek penuh hasrat sepertu itu. Ia menjentikkan jari...detik itu pula ratusan sulur merah pekat muncul dari balik ranjang. saling membelit... dan meliuk di atasnya, sebelum akhirnya menjerat kedua tangan dan kaki Baekhyun hingga tertahan dengan tubuh telentang.
Sontak Baekhyun terbelalak lebar, dan menjerit takut melihat semua sulur sepekat darah itu.
"Apa maksud semua ini?! Lepaskan benda menjijikan ini!" Protes Baekhyun tak terima, berulang kali Ia menggeliat kasar, berusaha melepaskan diri dari semua jeratan itu. tapi... percuma.
Tubuhnya tetap tertahan dengan kaki terbuka lebar.
Chanyeol hanya merunduk dan memberinya kecupan singkat di puncak hidungnya."Semua magis ini, akan membantuku melakukan ritual itu" Bisiknya sambil menyeringai.
Baekhyun masih menatapnya tak mengerti. "Tak perlu menggunakan semua ini, jika kau—
"Ahhhh!" Desahannya lolos begitu saja, kala sebuah sulur merambati kedua nipplenya dan memelintirnya tak beraturan. Ia kembali membulatkan mata lebar, ingin menyentak protesnya tapi lagi-lagi Baekhyun menjerit saat sulur yang lain terlihat membelit genital mungilnya.
"Hanya bagian ini yang tak akan mereka sentuh" Desis Chanyeol seraya membenamkan dua ibu jarinya ke dalam rektum Baekhyun. Menggerakkannya berlawanan, hingga membuat namja cantik menggelinjang dengan dada kembang kempis.
"A—ahh! Andwae! Umhh" Baekhyun menggeleng kasar, dan menatap Chanyeol pias. Ia tak menginginkan semua ini, meski membuatnya menjerit nikmat. Ia hanya ingin Chanyeol menyentuhnya sendiri bukan semua benda asing mengerikan itu.
"A-ackhhh!" tubuhnya kembali menggigil. begitu semua sulur itu terliat menusuk-nusuk dirinya...seolah tengah mencari lubang kecil untuk menyusup masuk.
Namun namja mungil itu tetap berusaha kekeuh bangkit ingin meraih Chanyeol. Tak mengharapkan semua sentuhan ini selain dari Chanyeol.
"AAHHH!" Baekhyun tiba-tiba membusungkan dada tinggi-tinggi. Seluruh tubuhnya serasa tersengat...kala sulur itu memipih sekecil jarum, lalu benar-benar menyusup masuk kedalam lubang nipple dan genital kecilnya.
"Itu akan membuka peredaran darahmu" Bisik Chanyeol sambil menyeringai, menatap puas bagaimana semua sulurnya bergerak keluar masuk dari semua titik kejut itu. Sementara, dirinya masih intens memainkan rektum sempit itu...menjilatnya lalu menusukkan lidahnya masuk, memastian lubang anal itu benar-benar basah dan berkedut binal.
"Mfah! AHH! H—Hahh...K—kiss! Ahnn" Pekik Baekhyun frustasi, kepalanya masih menengadah...berharap Chanyeol memberinya ciuman. Tapi pria itu hanya menyeringai...seakan menggodanya dengan cumbuan tanpa sentuhan pria itu.
Bisakah pria itu meninggalkan rektumnya dan beralih memberinya ciuman di bibir?!
"Ackhhh!" Baekhyun kembali menjerit frustasi, mengangkat-angkat pinggulnya sendiri...memaksa Chanyeol membiarkan anusnya sendiri. Apapun itu, Ia hanya membutuhkan bibir tebal Chanyeol.
"AH! K-kiss~mppfhhh... Mmmh" Baekhyun mengerang, dan memejamkan mata... saat Chanyeol mencium bibirnya. melumatnya intens... hingga Ia benar-benar terpuaskan dengan sedikit cumbuan Pangeran Sulung itu.
"Keluarkan lidahmu.." Bisik Chanyeol.
Baekhyun menatap sayu, meski sesekali menjerit dengan tubuh terlonjak. Tapi Ia tetap membuka bibirnya dan mengeluarkan lidah mungilnya.
Detik itu pula, Chanyeol menyergapnya... menyedot kuat lidah itu dan memainkannya di dalam mulutnya sendiri, tak peduli...saliva keduanya semakin banyak melebur hingga meleleh di sela-sela bibir Baekhyun. Bahkan sebagian tertelan oleh Baekhyun."Mffaah~ ahah!... nghhahh"
Tubuhnya tiba-tiba mengejang, menyadari klimaks itu semakin mendekat. Baekhyun mencengkeram kuat sulur yang menjeratnya tubuhnya, kembali membusung...hingga sulur itu terlepas dari urethranya dan—
"AHHHH! AHHHH!"
Baekhyun melonjak beberapa kali, begitu klimaks itu mennyentak mengotori perutnya sendiri. Ia terengah, namun wajah tirusnya semakin pasi. Seakan menunjukkan Ia tak menyukai klimaks seperti ini.
Nafasnya semakin terdengar berat, kedua mata amber itu semakin berkilat penuh nafsu melihat Baekhyun terengah dengan peluh merembas, semakin membuat tubuh itu terlihat molek di matanya. Belum lagi dengan kedua nipple yang membengkak merah, hasil cumbuan semua sulurnya. Ia menjentikkan jarinya...detik itu pula beberapa sulur yang melekat di tubuh Baekhyun, tertarik dan lenyap seketika. Hanya menyisakan di kedua tangannya.
"A-ku hanya menginginkanmu" Rengek Baekhyun, berharap Chanyeol tal lagi bermain dengan benda mengerikan itu lagi.
Chanyeol berdecak gemas melihatnya, membuatnya kembali meraup bibir merah itu dan menyesapnya lembut, seolah tak ingin melukainya.
"Aku akan menyentuhmu... setelah kau memiliki rahim itu"Bisik Chanyeol sembari menyeka sperma Baekhyun dan menjilatnya sensual di hadapan namja cantik itu.
tak pelak, apa yang dilakukannya membuat Baekhyun tersengal penuh nafsu melihatnya. Bahkan kembali mengangkat kepalanya, meminta Pangeran Sulung itu kembali mencumbu bibirnya.
"Hks!" Isaknya lagi semakin tak sabaran.
Di saat dirinya merasa sehebat ini, tapi tubuhnya tetap tertahan oleh semua sulur bodoh itu.
"Lepas...hks...aku ingin menciummu! lepaskan benda bodoh ini!" Ronta Baekhyun frustasi.
Chanyeol hanya menyeringai tipis , menyembunyikan letupan hasrat itu kala melihat namja cantiknya semakin menggoda seperti ini, Ia beralih menarik tengkuk Baekhyun.
Membuat namja mungil itu antusias memejamkan mata, siap menerima lumatan itu. Namun yang terlihat... Chanyeol tak benar-benar menciumnya, Ia hanya menempelkan bibirnya dan mengalirkan magis hangatnya ke dalam bibir setengah terbuka itu.
"Ahhh.."
Sempat Baekhyun mendesah tenang, sebelum akhirnya desahan itu lenyap...
Bukan,
Bukan hanya desahan, tapi suara dan gerakannya pun mendadak lenyap begitu saja.
Ia hanya bisa melihat dan mendengar semuanya dengan kaku...tanpa mampu bergerak ...lebih-lebih menjerit.
.
..
Deru angin di luar semakin terdengar bergemuruh, menyentak suhu beku yang hanya terpusat di puri Pangeran Sulung itu. Semua seolah terhubung... desir demi desir magis tak bertuan itu seakan berpusar kencang, mengepung Purinya.
Baekhyun berdebar melihat angin tiba-tiba berhembus kencang. Mustahil di tempat sekedap ini, ada angin yang berhembus masuk... namun rasa rakut itu teralih cepat ketika Pangeran Sulung itu merunduk, menekuk kakinya dan membukanya lebar. Membuatnya memberontak tertahan, tak ingin dipandang seintim ini oleh Pangeran Sulung itu, meski nyatanya Chanyeol memang telah melihat semuanya.
Nafasnya tercekat, menyadari jari panjang itu mulai menusuk masuk anusnya...bergerak zig zag seakan mencari jalan.
Oh sungguh! Baekhyun tak tau apa yang akan dilakukan pria itu.
Tapi sedikit pijatan lembut di bagian perut bawahnya, membuatnya mengerti... Chanyeol seperti tengah membuatnya rileks.
Ia menahan nafas, merasakan sesuatu yang dingin seperti meraba kulit perutnya...bahkan Baekhyun seperti menyadari sesuatu seperti merembas dari perutnya. Tapi apa? Itu benar-benar menggelitik.
Tapi, konsentrasinya hanya terpusat pada gerakan tangan Chanyeol dalam rektumnya. Beberapa kali menusuk...menghantam sweetspot dalam tubuhnya.
Ia menggeram dalam diam, tak bisa melihat apapun, jika terbaring tanpa gerak seperti ini.
Dan... pria itu, sama sekali tak menghiraukannya
Seakan semua perhatia pria itu hanya tersita dengan bagian bawah tubuhnya. Ah! apa yang sebenarnya Chanyeol lakukan pada tubhnya saat ini?
Baekhyun memaksa keras untuk mengangkat kepalanya sendiri, meski mustahil... tapi usahanya sedikit memberinya gerakan kecil. Dan di sanalah ia mencekik nafasnya sendiri.
Kedua matanya kembali terbelalak lebar, seakan dipaksa melihat sesuatu di luar akal sehatnya.
jemari penuh dengan kuku tajam itu benar-benar menyayat perutnya.
Membuat darah segar...merembas, dan menggenang di bawah tubuhnya. Haruskah Ia menjerit?
Tapi Baekhyun tak merasakan sakit sedikitpun, ataukah rasa takut dan terkejutnya mengacaukan segalanya hingga membuatnya lupa bagaiaman rasa sakit itu?
Baekhyun semakin berkunang, melihat Pria itu membuka perutnya..kedua tangan panjangnyapun penuh dengan darah miliiknya
Nyatakah ini?
Ataukah ia tengah bermimpi buruk lagi?
Belum lagi semua bola api yang mengitari keduanya dengan kekuatan magis itu.
Chanyeol hanya berdecak getir melihat ekspresi Baekhyun. Inilah alasan baginya, membekap suara Baekhyun dan membatasi gerakannya. Karna Ia tak ingin mendengar jerit ketakutan anak itu...meski nyatanya magisnya mampu melenyapkan rasa sakit Baekhyun.
"Ugh!" Sedaknya lolos begitu saja, saat sesuatu serasa dipaksa dileksakkan ke dalam perutnya. Baekhyun ingin menjerit. tapi Ia hanya terbelenggu bisu...melihat detik demi detik Pangeran Sulung itu menanamkan organ asing ke dalam perutnya, tak sanggup melihat lebih dari ini, kepalanya semakin pening dan berkunang.
Tatapannya mendadak sayu. Lalu jatuh tak sadarkan diri begitu saja.
.
.
.
.
.
.
"Mh...Ah! Ahnn.."
Chanyeol menyeringai puas di tengah sentakannya, kala mendengar namja cantik itu mulai mendesah di bawahnya, sepertinya... Baekhyun telah tersadar. Membuatnya kembali menghentak penisnya keluar, masuk mengejar klimaks yang lain... setelah sebelumnya Ia lesakkan ke dalam rongga perut berisi rahim itu.
ahkan sebagian sperma miliknya, terlihat merembas dan meleleh keluar tiap kali Ia menarik penisnya dan menciptakan bunyi kecipak khas...saat ia kembali membenamkannya ke dalam.
Tak seperti biasnya yang begitu penuh hasrat, ia begitu berhati-hati menyetubuhinya seakan menjaga...sesuatu yang berharga di dalam perut kecil itu.
"Mhh~.. Ah!"
Baekhyun masih setengah terbangun, disetubuhi demikian...kepalanya masih berdenyut pening. dan Ia tak sadar... Pria yang tengah menggagahinya kali ini, benar-benar mengisi penuh rongga rahimnya dengan ribuan benih panas itu. Seakan tak ingin melewatkan sedikit ruangpun dalam rahim baru itu.
"Ah!...a—ahh!" Perlahan kedua mata sayu itu terbuka,
Sosok pertama yang dilihatnya adalah pria kekar penuh dengan rembasan peluh di wajahnya, Baekhyun mengenalnya...
ya sangat mengenalnya, tangan kecilnya terangkat ingin menyentuh wajah itu meski bibirnya terbuka untuk mendesah sementara tubuhnya masih terhentak-hentak
"Ah!...Ahhh!...Ngh! Ahhh!"
Chanyeol menggnggam jemari lentik yang masih menyentuh wajahnyanya itu, dan menciumnya sangat lama.
"Ah! Chan—yeol ahh! ..Aghnn!"
Senyum menawannya terulas begtitu saja mendengar namja cantik itu memanggil namanya. Baekhyun kecilnya tak terlalu vokal kali ini, mungkinkah karna tubuhnya yang masih lemah?
ia kembali merunduk... menekan dagu lancip itu ke bawah. Dan melumat mesra bibir pucatnya.
"Mmhh...Mphhfhh" Baekhyun meremas pundak Chanyeol, mencoba melampiaskan rasa nikmatnya. Kedua kakinya reflek terangkat ingin memeluk pinggul Chanyaeol, namun dengan cepat Pangeran Sulung itu menurunkannya dan menahannya agar tak melakukan gerakan apapun.
"Rahimmu masih lemah.. jangan melakukan gerakan apapun" Bisiknya seraya mengecupi pipi tirus itu.
Baekhyun hanya memejamkan mata, dan menyembunyikan wajahnya dalam dada pria itu. Membiarkan semua desahan lemahnya lolos di bawah Chanyeol.
Tak mengerti hal mengerikan macam apa yang mungkin terjadi pada dirinya paska, Pangeran Sulung itu menanamkan rahim itu.
Baekhyun hanya pasrah. Ya... Dirinya sendiri yang menyerahkan, hidup dan tubuhnya... Ia telah merelakan semuanya. Tak ada alasan untuk menyesal...dan ia tak ingin menyesalinya, jika semua terlanjur sejauh ini.
Mungkin ingin menyangkal, tapi sebagian dari dirinya...telah jatuh dan takluk pada sosok pangeran vampire itu.
Tubuhnya tiba-tiiba menegang, begitu gerakan pria itu semakin menguat. Chanyeol beralih mendekap erat tubuh Baekhyun, tak ingin membuat guncangan berlebih... kala sperma panasnya kembali menyeruak ke dalam, menambah sedakkan yang lain dalam perut itu.
"UGH!Mhhahh!"
Baekhyun terlonjak dengan tangan memegangi perutnya sendri, Ia terbelalak panik merasakan denyut asing di dalam perutnya.
Beralih ingin menatap Chanyeol, tapi pria itu masih menambah klimaks yang lain...membuatnya menengadah dengan mata nyaris memutih. Merasakan semuanya terasa membuatnya penuh dan berlebih.
Hingga semuanya berbayang...dan Baekhyun kembali pingsan di bawahnya.
"Dear?"
.
.
.
.
.
Denting nyaring mulai terdengar,
begitu klasik... tapi menjerat...
Setiap alunan seakan sarat akan mantra... membuat siapapun pasti terjebak, untuk diam tertegun bahkan mungkin lalai.
Piano?
Baekhyun membuka mata, lalu terbelalak lebar..
Tidak!
Ia tidak bermimpi mendengar semua nada itu...
bunyi itu nyata.
Baekhyun bangkit terduduk, nafasnya seketika tercekat kala melihat di seberangnya dan siluet Pria yang dikenalnya tengah duduk membelakangingnya ... memainkan semua nada piano itu.
Persis dalam mimpinya...
Baekhyun meremas kerahnya sendiri, lalu menatap pada perutnya.
Masih datar...
Perutnya benar-benar datar.
Baekhyun tersenyum lebar. Ah! tentu saja... Ia belum hamil saat ini. Tak ada yang perlu dicemaskannya bukan?
Namja cantik itu kembali menoleh ke arah Chanyeol, beringsut turun lalu berlari kecil mendekatinya.
GREBB
Chanyeol terkesiap begitu sepasang lengan kecil, melingkar erat di lehernya
"Dear.." Gumamnya kemudian, sembari menyentuh wajah yang masih bersandar di pundaknya itu.
"Mengapa berhenti? mainkan lagi!" rengeknya manja, seraya menghentak kaki.
Chanyeol terkekeh pelan, dan beralih mengangkat tubuh mungil itu lalu mendudukkanya di atas alat musik besar itu.
Sejenak Ia mengamati lekat paras cantik itu, sedikit berdecak melihat semburat kemerahan kembali mewarnai kedua pipinya.
Chanyeol beralih sedikit bangkit dan memenjarakan tubuh mungil itu di antara pianonya, merunduk dan—'Chupp'
"Cantik.." Bisiknya, usai memberikan kecupan kecil di bibir kissable itu.
Baekhyun tak menjawab, dan hanya menunduk dengan jemari meremas-remas ujung piyama besarnya sendiri.
"Umm—
Chanyeol mengernyit mendengar gumaman samar itu, membuatnya sedikit memiringkan wajah.. mencoba mendengar lebih jelas.
"Apa yang ingin kau katakan?"
Namja mungil itu kembali memainkan ujung kemejanya hingga sepenuhnya kusut. "Ki—ta melakukannya semalam, apa itu berarti—
Chanyeol berdecak, haruskah dengan tingkah selucu ini untuk mengungkapkan semua kalimat itu?
"Ahh.. kau benar-benar ingin membunuhku secara perlahan"Ujar Chanyeol seraya menyentuh dadanya sendiri.
Tak pelak membuat Baekhyun mengerjap panik mendengarya. "N-ne? a-aku tidak—
Baekhyun terdiam, begitu Chanyeol menangkap semua jemarinya...mengusapnya pelan dengan ibu jarinya lalu menciumnya lama.
"Aku sangat mencintaimu... sangat...sangat mencintaimu"
Kedua tangan lentik itu melunglai lemas, hanya debaran jantungnya yang serasa meledak gila.
Baekhyun tak bisa berpikir ataupun bertingkah apapun... selain melemaskan tubuhnya lalu jatuh ke arah Chanyeol, membiarkan Pria tampan itu menangkapnya.
Ya... biarlah seperti itu.
ia hanya ingin bersembunyi... hingga Chanyeol tak bisa melihat wajahnya yang memalukan.
"Dear? ...Apa kau merasa sakit?"
"Sangat sakit! Tuan Park!"
"Hn...?"
.
.
.
Esoknya
.
.
pandangannya mendelik penuh waspada pada semua lalu lalang itu, begitu riuh kala perjamuan itu semakin memasuki puncak.
Para vampire itu tengah terbahak, menyambut... calon pewaris baru. tapi mereka tak pernah tau...mimpi buruk macam apa yang tengah mengintainya saat ini. ya... itu setidaknya yang terus menggema dalam benak Siwon
Semestinya Ia berbaur di dalamnya, sehingga tak menyulut prasangka Raja Vampire itu. tapi itu nanti... setelah semua rencananya terapal sempurna di dalam ruangan besar ini.
"Bagus..." Gumamnya, begitu melihat Kedua pangeran berada di sisi sang Raja... dan yang paling membuatnya menyeringai puas adalah, tak ada pendamping itu di sekitarnya.
"Peluangku semakin besar.."
.
.
.
.
"Mengapa kau tak membawanya kemari?" Ujar Kyuhyun begitu tak mendapati Baekhyun di manapun.
"Setelah tamu mengerikan Ayah menyingkir dari puri ini" Desis Chanyeol dingin pada beberapa tamu di ujung altar itu. Terlihat bar-bar... dan beringas kala menegak darah segar dan daging mentah di hadapannya.
Oh tentu saja! Ia tak akan membiarkan semua makhluk menjijikkan itu... menghirup aroma ranum Baekhyunnya.
"Dimana Paman Siwon?" Ucap Sehun curiga, dan hanya terdengar olehnya sendiri kala tak melihat pria itu dimanapun. Ia beralih beranjak keluar... memastikan bahwa semua memang dalam kendalinya.
Kyuhyun hanya terkekeh renyah,lalu mengetuk-ngetukkan jemari panjangnya di meja. "Semua perjamuan ini, untukmu dan pendampingmu. Seharusnya kau membawanya—
Waktu mendadak berhenti, sepersekian detik mengacaukan memori semua penghuni puri itu tak terkecuali Raja dan Pangeran Sulung itu.
Siwon menggeram keras kala merapalkan semua mantranya, menahan kuat letupan magis dalam dirinya. Tak berlangsung lama, tapi setidaknya Ia mampu mengacaukan semua momentum ini. dan mengelabui penglihatan penguasa vampire itu.
Detik itu pula... beberapa siluet hitam melesat masuk. Dan begitu usai... segalanya kembali tenang, seolah tak terjadi apapun.
Namun ada yang berbeda, kala semua tersamarkan oleh sosok yang lain.
"Dear...kau di sini?" Ujar Chanyeol tanpa curiga sedikitpun kala melihat Baekhyun tiba-tiba duduk di sisinya. "Apa di dalam terlalu membuatmu suntuk?"
Sosok menyerupai Baekhyun itu hanya tersenyum dengan kepala mengangguk pelan, lalu beralih menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol
Tentu dengan senang hati, pangeran sulung itu menyambutnya. Bahkan memberinya kecupan mesra di keningnya tanpa sungkan.
.
.
.
.
.
Denting piano kembali mengalun...
Semula denting itu terdengar pelan...samar... tak terbaca... lalu mendadak menguat tanpa jeda.
Terlalu kontras dengan melody yang pernah di dengarnya sebelumnya, itu bukanlah permainanan Chanyeol. Memaksanya terbangun dari tidurnya dan membuka mata birunya,
Masih dengan terbaring... Ia menoleh ke seberang ranjangnya. Memastikan siapa pemain piano itu.
Tapi... melihat siluet dan punggung lebar yang dikenalnya, Baekhyun tau itu Chanyeol.
Namja cantik itu beralih beringsut turun, lalu berlari mendekat dan memeluk punggung lebar itu.
"Mengapa permainanmu terdengar sekasar ini?"
"Hmm?" Sosok tinggi kekar itu, mulai menggumam... membiarikan namja mungil di belakangnya mengadu rasa tak puasnya.
"Mainkan seperti kemarin...aku menyukainya" Celoteh Baekhyun riang masih menggelayut manja pada sosok kekar itu.
"Bagaimana jika aku tak bersedia?" Suara bass itu mendadak berubah. membuat Baekhyun reflek melepas rangkulan tangannya, lalu melangkah panik kebelakang begitu menyadari sesuatu yang salah.
"Karena aku... bukan Chanyeol" Ujarnya lagi, kali ini dengan memutar tubuh menghadap Baekhyun. Sontak membuat namja cantik itu membekap bibirnya sendiri.
Ia mengenalnya... sosok itu, pria yang ingin membunuhnya kala itu. Apa yang terjadi? kemana Chanyeol? mengapa pria itu di sini?
Baekhyun menggeleng kasar ketakutan, lalu beranjak kalut ingin berlari... tapi naas...Zico terlalu cepat menarik bahunya, lalu menghempasnya kasar hingga telentang di atas ranjangnya sendiri.
"P-PERGI!.. KU BUNUH KAU JIKA—MPPHHF" Baekhyun terbelalak lebar, begitu Zico membekapnya kasar dengan tangannya.
Ia terkekeh puas melihat namja cantik itu meronta payah di bawahnya. "Berteriaklah, tak ada satupun yang mendengarmu...karena Pangeranmu telah buta!" Kecam Zico, semakin kasar menyentak Baekhyun... bahkan kini mulai menjambak surai pirang itu. "A—Ahhh! Lepas!"
Zico beralih mengamati sosok mungil itu, dari ujung kepala hingga ujung kakinya...dan menyeringai tajam. Menyadari hanya perut Baekhyun yang membuatnya tertarik.
Ia meraba perut itu sesaat, membuat Baekhyun terbelalak... hingga—
"ARGH!" Baekhyun memekik kesakitan, kala pria itu menekan bahkan mencengkeram kuat perutnya.
"Di sinikah, keparat itu menanamkannya?" Zico meremas paksa perut Baekhyun, seakan tak puas mendengar Baekhhyun menjerit kesakitan karenanya.
Tawanya semakin menggema, melihat darah segar mulai merembas di sela paha Baekhyun
"Menarik...jika kau sudah mengandung benihnya. Aku akan menghancurkannya!"
Apapun itu, ia tak akan membiarkan Chanyeol menjadi penguasa alam ini.
"A-AAAAAHHHHTTTT!"
.
.
.
.
.
.
.
T.B.C
POST ULANG, Karena di Hapus T_T
Annyeooong Chingu sayang...
gloomy hadir bawa Chap 10 nya...sengaja ga ada spoiler :) hehe...belum jelas ya, Baek Mpreg atau tidak karena rahimnya selamat ga tuh.
Vote paling banyak FF ini, jadi Gloomy update yang ini duluan
Ah, siapa menuggu ff ini?
dan siapa yang menunggu FF sebelah? (Love of fallen Leaves)
*Hayoo jangan lupa review :) asupan gloomy
Ga ada Review... ga ada update T_T
*Silakan invite IG = Gloomy_rosemary
Seperti biasa, Gloomy akan mencantumkan setiap nama reviewer dari chap sebelumnya, untuk:
shantisolekah9, restikadena90,90Rahmayani, Aeri, Baekhyun Cantik,Tiara696, Gloria D Fenni, Shengmin137, eenychanpeceye, LyWoo,Byunsilb, Yeolliebee, SHINeexo , dharu1288 , byunbaekcha04 , sjkmcb, chanyeolisbaekk , isnadhia , CB046194, Dian Rizky226 , vkeyzia23 , selepy, Dammayanti ,lee da rii, WinterJun09, ChanBaekGAY, yodayeo byun, TobenMongryong69, Dewi Wi Dewi525, baekkumaa, isans1, Darkyoung, LightPhoenix614, chanbaekssi, Eun810,phantom d'esprit, cinderbaek, len, sehunboo17, 90rahmayani, daebaektaeluv, Jewika, Cynta533, light195, metroxylon, khspark61, baekkieaerii , MinJ7,baekhyunBBQ, LittleOoh, danactebh, Markeu Noona, dwi yuliantipcy, deasyalemande, sehunluhan0905,parkobyunxo, babybaekhyunee7, lovechanbaek, BananaOhbanana, naominoame, Aya, moru dianthi, Incandescence7, yousee, isfa hunnie, dan All Guest
terima kasih banyak untuk reviewnya, jangan lupa review lagi...
Okay...sampai jumpa di ff berikutnya
Neomu neomu saranghaaaaaeeeeeeeeeeee
Aaaannnnyyeeeeoooonggg
