Main Cast : Chanyeol X Baekhyun

Other Cast : Kejutan di dalam nyaa :) Hayoo temukan

Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms

.

.

Previous Chapter

"Di sinikah, keparat itu menanamkannya?" Zico meremas paksa perut Baekhyun, seakan tak puas mendengar Baekhhyun menjerit kesakitan karenanya.

Tawanya semakin menggema, melihat darah segar mulai merembas di sela paha Baekhyun

"Menarik...jika kau sudah mengandung benihnya. Aku akan menghancurkannya!"

Apapun itu, ia tak akan membiarkan Chanyeol menjadi penguasa alam ini.

"A-AAAAAHHHHTTTT!"

Previous Chapter

.

.

Chapter 11

Blood On A White Rose

.

"MPPPFHHH!"

Jeritannya tertahan... sesekali tersedak sengal nafasnya sendiri kala sosok vampire itu membekap kuat bibirnya. Sama sekali tak memberinya sekat, untuk merintih lebih –lebih menjerit kesakitan.

Baekhyun memaksa mencengkeram tangan besar itu, tapi semakin Ia melawan... semakin kuat pula vampire itu meremas perutnya... seakan ingin memerah habis darah yang masih merembas deras dari balik selangkangnya.

"UGGH! MMMPPFTHH!" Baekhyun menengadah, menatap nanar langit-langit ruangan yang terasa berbayang dan buram. Ia tak sanggup menahan sakit lebih dari ini, berulang kali mengerang memanggil nama seseorang.

Tapi nyatanya...

Ia hanya seorang diri...

Meregang semua rasa sakit itu bahkan mungkin meregang nyawanya seorang diri di sini.

Mungkinkah... penggalan mimpi kala itu, bagian dari semua ini. Chanyeol meninggalkannya dan membiarkan vampire itu membunuhnya seperti ini

"MMPPHHH!" Lagi... Ia kembali menjerit putus asa.

Membuat Zico menyeringai, sesekali tergelak puas melihat namja cantik itu semakin mengglepar kesakitan di bawahnya. Ah sungguh! Ia tak pernah menduga akan semenarik ini bermain dengan pendamping Pangeran Sulung itu.

Terlalu lemah...

Ia bahkan tak menggunakan magisnya, tapi manusia setengah vampire itu sudah sekarat seperti ini.

"Tch! aku hanya menyentuh perutmu... dan kau sudah sepayah ini?" Kekeh Zico, melirik puas pada darah kental yang terus menerus mengalir itu. "Bagaimana bisa makhluk selemah dirimu menjadi inangnya hah?"

"..."

Tak ada jawaban.

Jemari lentik yang semula mencengkeram erat tangan kekar itu, kini telah melunglai lemas di kedua sisi kepalanya.

Semua telihat hitam pekat untuknya, Baekhyun tak sanggup memegang kesadarannya sendiri...dan membiarkan mata itu tertutup rapat. Tak ada satupun yang memanggil, kecuali senggal nafasnya sendiri dan telah berbaur dengan aroma karat dari darahnya.

"Tck! inikah muslihatmu?...jantungmu masih berdetak... kau belum mati, manis" Kekeh Zico seraya melepas bekapannya dari bibir Baekhyun, membuat kepala namja cantik itu memaling lemas ke kanan.

Satu seringai masih terpatri di bibirnya, darah memang telah merembas keluar dari perut inang itu. Tapi tak semata menunjukkan,janin itu lenyap.
ia beralih menyibak kemeja Baekhyun, memperlihatkan perut datar yang telah membiru lebam.

sesaat mengamati wajah pasi itu, sebelum akhirnya menarik sebilah belati dari balik jubah besarnya.

Hanya satu untuk membuktikannya...

Mengoyak perut itu, dan membuang sesatu yang tertanam di dalamnya.

.

.

.

Kedua mata itu berkilat, menyentak sorot tajam dari manik amethyst miliknya kala merasakan suhu asing di sekitar. hanya sesaat Ia melangkah keluar dari puri itu, dan semua mendadak secekam ini.

Sejenak pria tinggi itu terdiam, mencoba menerawang setiap sudut penjurunya.

Hingga beberapa saat setelahnya kedua tangannya terkepal erat.

meski samar... dan bahkan nyaris tak terbaca, tapi Ia tau... sesuatu yang salah telah terjadi di puri ini.

Membuatnya lekas melesat cepat, menuju pusat perjamuan itu... dimana Ayahnya masih terbuai dalam gelak tawa di dalam purinya.

"Magis ini—

Gerakannya tersendat, begitu merasakan udara di sekitar puri itu penuh dengan kepungan magis.

Tapi ada yang berbeda...

Ini bukan magis asing...Ia mengenalinya.

Kedua tangan kokohnya kembali terkepal erat. Hanya satu yang memiliki magis semacam ini, tapi mengapa?

Apa semua ini bentuk pemberontakan pada Ayahnya?

Namun semua amarah itu kembali tertahan begitu instingnya membaca pergerakan yang lain. Membuatnya urung mematahkan semua magis yang membekap penglihatan Ayah dan mungkin Pangeran Sulung itu.

Dan disinilah dirinya ... berpaling dari puri itu, untuk melesat menuju suatu tempat. Ah! Seharusnya Ia tau... dengan berhasilnya penyatuan Pangeran Sulung. Baekhyun tentu menjadi incaran semua musuh.

Tapi, Baik Ayahnya maupun Chanyeol... terlalu dibutakan oleh kepuasan itu. Meyakini, bahwa janin itu adalah akhir dari semuanya dan membawa kemenangan untuknya

Tapi nyatanya... semua prasangka itu tertepis.

Musuh perlahan menyusup,dan menyerangnya dari balik pertahanannya sendiri.

.

.

Sehun semakin mempercepat gerakannya, merangsak semua dahan pepohonan yang dillauinya dan berdecak keras, merasakan detak jantung itu semakin melemah.

"Baekhyun"

.

.


..

"Tck! aku terlambat!" Seorang vampire mungil terlihat berlari kecil menyusuri jalan setapak penghubung puri megah di hadapannya. Ia tak terbang seperti yang kerap dilakukannya, melainkan tetap berjalan menggunakan kedua kakinya.

Semua tentu beralasan begitu serumpun bunga mawar putih berada dalam vas besar yang dipeluknya, dan Ia tak ingin semua bunga untuk Baekhyun itu mendadak hancur saat Ia gunakan untuk terbang, atau Chanyeol akan memangkas semua rambut pinknya.

.

.

Luhan tersenyum riang begitu tiba di pintu utama, melihat keramaian di dalam puri itu, Ah! sepertinya mereka terlihat girang menyambut sosok Raja yang baru. Pikirnya

Membuatnya tak sabar,ingin cepat-cepat menghampiri Chanyeol di ujung singgasana yang tengah bersenda bersama sosok mungil.

"Ahaha... mereka di sana—

Tapi, Luhan mendadak berhenti dan tercekat kala memandang sosok di sisi Chanyeol.

"Siapa Dia?" Gumamnya curiga. Itu bukan Baekhyun tapi mengapa Pangeran Sulung itu tersenyum bahkan menyentuhnya layaknya dirinya tengah bersama dengan pendampingnya?

Luhan beralih mengedarkan pandangan ke sekitar, sosok yang sama Ia lihat di setiap sudut ruangan ini. Tak hanya satu, tapi terlalu banyak... bahkan mungki telah mengepung dan membaur dalam puri ini.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Sosok hitam itu seakan membekap mata semua penghuni puri ini, dan membuainya dalam gelak tawa yang tak nyata. Tak terkecuali sang Raja.

.

.

"K-kai! pekik Luhan begitu melihat siluet Kai sedang berdansa di seberang kolam. Tapi siapa sosok yang menemaninya?

Luhan memaksa berlari mendekati pemuda itu, merangsaknya dan—

"MENJAUH DARINYA!"

BYURRRRR

Luhan mendorong sosok hitam legam itu dengan vas bunga miliknya, hingga terjatuh ke dalam kolam.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KEKASIHKU HAH!" Teriak Kai, seraya mencengkeram kerah Luhan.

"K-kekasih?" Luhan tercengang... sejak kapan bocah itu memiliki kekasih? sial! makhluk itu rupanya telah mengelabui sepupunya.

"KAU TERSIHIR! SADARLAH KAI!"

Kai menatapnya tajam lalu membanting tubuh kurus itu hingga tersungkur di hadapannya. Sesaat ia memandangnya picik, lalu lebih memilih mendekati kolam dan menyambut sosok hitam di dalam kolam.

"Kemarilah...sayang" Ujar Kai, sambil mengulurkan tangan untuk makhluk hitam itu.

Luhan menjerit geram, Ia kembali bangkit dan berlari menerjang Kai, setelah sebelumya mengambil pecahan vas miliknya

.

.

'JLEBBB'

Sosok hitam itu mengejang dalam pelukan Kai, begitu Luhan menikam punggung dan lehernya bertubi-tubi, membuat darah hitam pekat menciprat... mengotori wajah Kai.

Namun detik itu pula, waktu di sekitar kai berangsur pulih.

"Y—YAIKKKHHH!" Jerit Kai histeris, seraya membanting makhluk hitam itu dari lengannya. "Makhluk menjijikkan apa ini?!" pekiknya lagi seraya mengguncang jasad hitam itu dengan kakinya.

Luhan hanya melirik jengkel. "Dia kekasihmu" Celetuknya kesal

"WHAT?!"

"Bahkan kau berdansa dengannya! memeluknya dan menciumnya"

"WHAT THE FUUMFTH—

"Lihat ke depan" Bisik Luhan seraya membekap bibir Kai lalu memaksanya untuk melihat sosok di sisi Chanyeol. "Dia bukan Baekhyun" Gumamnya lagi.

Kai terbelalak lebar membuat Luhan melepas bekapan itu.

"Di mana Baekhyun?" Pekik Kai terkejut

"Kurasa sesuatu yang buruk telah terjadi. Hanya satu Kai..." Luhan Beralih menarik tangan Kai. "Hapus magis itu dari Chanyeol Hyung"

.

.

.

"Apa yang kau lakukan?" Bisik Kai curiga kala vampire mungil itu meraih pedang salah satu tamu.

"Membunuh makhluk itu?"

Kai terbelalak, mustahil mendekat dan menyerang, Jika pandangan Chanyeol telah dibutakan sosok menyerupai Baekhyun.

Luhan bisa saja celaka... Jika Chanyeol menyadari pergerakannya.

.

.

.

"Dear.."

Tatapannya semakin meneduh, memandang penuh kasih pada sosok mungil yang kini masih bersandar di bahunya. Ia menggenggam jemari lentiknya, menimangnya sesaat sebelum akhirnya mengecup lama jari itu .

Tapi Ia mendadak stagnan, menyadari suatu yang terasa berbeda. Kemana perginya aroma ranum yang kerap tercium dari namja mungil itu?

Chanyeol beralih menatap wajah tirus itu. Tak sempat untuk menelisik rasa curiganya, kerjapan polos dan senyum manis itu kembali membuat pandangannya lumpuh.

"Jika kau tak nyaman di sini, aku bisa membawamu pergi ke suatu tempat" Tawarnya, sembari melingkarkan tangan kekarnya di pinggul sosok mungil itu.

Sosok mungil itu menggeleng tanpa suara dan hanya tersenyum manis, membuat pandangan Chanyeol tak bisa terbagi lagi.

Bahkan kini mulai mendekatkan bibirnya, hendak memagut bibir merah merekah itu. Tak peduli, aroma Baekhyun yang minus dari penciumannya.

'ZRATTTT'

Namun tiba-tiba sebuah pedang menyentak. Membuat kepala sosok mungil itu tertebas... tepat di hadapannya.

Tak pelak membuat Pangeran Sulung itu terperanjat murka, bahkan kalap melihat sosok menyerupai Baekhyun terpenggal seperti itu.

Kedua matanya berkilat penuh amarah, lalu menerjang sosok penebas itu... dan mencekiknya dengan kuku tajamnya.

"KEPARAT KAU!AAAARGGGGGHHHH!"

"Urgh! Kkhh~" Kai mengerang kesakitan, semakin payah... kala kuku tajam itu semakin menyeruak menusuknya.

"HYUNG! LEPASKAN!" Teriak Luhan Panik, berusaha menahan Chanyeol. ah sungguh! Ia tak pernah menduga Kai akan merebut pedangnya dan berakhir seperti ini.

Tapi Pria itu seakan menggila, semakin mencekik kuat vampire itu... seolah ingin meremukkan setiap tulangnya.

"HYUNG! BUKA MATAMU! DIA BUKAN BAEKHYUN! SADARLAH!" Mohon Luhan lagi, tapi naas...

Chanyeol turut mencekiknya dan mengangkatnya hingga kakinya tak berpijak di tanah.

"Baek—uh bahaya! arghtt~ sela—matkan Baek~ghhhh" Ucap Luhan tersendat. Masih berusaha menyadarkan sosok penguasa itu. Tapi apa daya...

Tubuh kecilnya tetap terangkat ke atas tanpa bisa berpegang apapun. Ia mengerang putus asa... meyadari hidupnya mungkin akan berakhir di tangan Penguasanya sendiri.

angin dingin mulai berhembus, entah darimana datangnya...tapi semilir itu membawa beberapa petal mawar putih bersamanya. Sebagian terlihat melayang...

dan beberapa terlihat jatuh menerpa wajah stoic Chanyeol.

Namun detik itu pula—

"Dear.." Gumamnya spontan. Membuatnya luruh... hingga cekikkan itu terlepas.

Luhan tersengal payah, namun tetap merangkak mendekati Kai yang telah berlumuran darah. "B-bangun Kai!" Pekiknya seraya mengguncang tubuh vampire itu.

Chanyeol melihatnya...

Benar-benar melihatnya, bagaimana vampire itu tergeletak dengan darah pekatnya. "Kai.." Gumamnya serak, kala melihat tangannya sendiri. Chanyeol tau... itu darah Kai. tapi mengapa—

"Jangan hiraukan kami! pergilah! selamatkan Baekhyun!" Jerit Luhan berusaha menyentak sadar, Pangeran Vampire itu.

Dan benar saja...

Chanyeol terbelalak lebar. sadar akan semua kelengahannya. dan Ia tak mendapati Baekhyun dimanapun.

"DEAR!" Panggilnya seraya melesat cepat, meninggalkan tempat itu.

.

.

..

.


BRAKKK

Meja itu kembali terbanting, menambah serakkan kacau di dalam ruangan megah itu.

Sehun kembali menggeram penuh amarah, berulang menyentak magisnya... namun tak satupun terbidik. Kala vampire itu semakin lihai menghindari serangannya.

Sesekali Ia melirik Baekhyun, Ia tak bisa membiarkannya berlama-lama seperti itu.. sementara darah masih merembas dari dalam tubuhnya.

tapi... iapun tak bisa berbuat apapun. Zico masih menyerangnya...bahkan semakin brutal saat tau dirinya ingin mendekati Baekhyun.

"Apa gunanya kau menyelamatkan inang itu?" Zico menyeringai, memandang remeh kedepan.

"Tidakkah kau menginginkan tahta itu? Kita bisa merebutnya... Sehun" Tawar Zico ditengah kekehannya.

Sejenak Sehun terdiam, menyulut gelak tawa Zico. yakin... Pangeran Bungsu itu sejatinya memiliki hasrat untuk menyentuh tahta itu.

"Semua akan menjadi milik kita yang abadi" Zico mulai mengambil gerakan mendekat, melihat lawannya sepertinya terbuai akan fantasinya sendiri.

"Kau tentu menginginkan tahta itu bukan?" Bisiknya tepat di telinga Sehun. "lalu tunggu apa lagi, biarkan inang itu mat—

"AARGGHHH!" teriak Sehun seraya menyambar cepat leher vampire itu, mencekiknya... lalu mendorongnya hingga menerjang dinding.

"Aku tak serendah dirimu!" Desisnya masih dengan menghempas Zico di dinding.

Darah mulai merembas di sudut bibirnya, namun tak semerta melenyapkan seringai tajam darinya. "Tch! kau terlalu naif ... " Kekehnya geli, sebelah tangannya terangkat dan mengibas tenang debu di bahu Sehun.

Tapi detik itu pula, Ia membanting tubuh sama kekar itu di lantai... hingga terdengar debam yang cukup keras.

Zico kembali berdecih. Entah apa yang membuat Pangeran bungsu itu luput dari magis Siwon, hingga menjadi pengacau seperti ini.

Namun ia tak cukup lengah mengangkat sebelah tangannya, mengerahkan magis miliknya hingga beberapa benda tajam di ruangan itu melayang, dan menghunus tepat ke arah Baekhyun.

"Lihat apa yang bisa kulakukan, meski kau memasungku seperti ini" Kekeh Zico, membuat Sehun tercengang dan menoleh ke samping tepat pada semua benda logam tajam yang membidik Baekhyun.

"K-Kau! " Sehun berdebar, Ia tak bisa melepas cengkeramannya dari vampire itu tapi Ia pun tak bisa membiarkan semua benda itu menikam Baekhyun.

"Hahahahaha..." Gelak tawa Zico kembali terdengar, bersamaan dengan itu pula semua benda tajamnya lepas dan melesat ke arah Baekhyun.

.

.

.

ZRATTTTT

Namun seseorang mendadak muncul, menjerat semua lesatan benda tajam itu dengan jubahnya hingga terpental ke sisi Sehun.

Tak ayal membuat Zico terbelalak lebar melihatnya, dan merutuk geram pada Siwon. Bagaimana mungkin Pangeran Sulung itu lepas dari magisnya..ini tak mungkin terjadi.

Jika sampai Chanyeol menyerangnya... mungkin Ia tak akan menang bahkan mungkin terbunuh di tempat ini, karna hanya seorang diri.

Cepat-cepat Zico memaksa bangkit, Ia tau... Sehun mungkin akan kembali membantingnya. Sebelum itu terjadi dan sebelum Chanyeol mengintainya...Zico lebih memilih mencengkeram kerah Sehun lalu menghempas tubuh keduanya ke jendela. Setidaknya Ia merasa harus menjauhi Chanyeol detik ini juga.

PRAANKKKK

.

.

Pangeran Sulung itu tercekat... tak sanggup mengeja sepatah katapun selain kecupan penuh sesal di kening Baekhyun saat merengkuh namja cantik itu. Inikah kesimpulan dari mimpi itu?

Jika saja Ia tak mengabaikannya, mungkin terlarang baginya meninggalkan Baekhyun seorang diri. Dan semua ini tak akan terjadi.

Darah yang terus merembas, membuatnya enggan menerka atau bahkan membaca apa yang terjadi pada janin itu. Entah selamat ataukah lenyap...

Ia tak peduli.

Karena hanya detak jantung Baekhyun yang menjadi harapannya saat ini, meski terdengar lemah... tapi setidaknya Ia tau, Baekhyun masih bersamanya.

Ia beralih menyentuh perut Baekhyun, terlihat membiru lebam. Dan Chanyeol semakin tak sanggup menerka, betapa takutnya Baekhyun kala itu.

"Bangunlah" Bisiknya lirih seraya mencium pelan pipi Baekhyun. Lalu mengalirkan magis hangatnya ke dalam perut itu... demi menghentikan darahnya.

"Dear " Bisiknya lagi seraya mengangkat bridal tubuh mungil itu.

Semestinya Ia menerjang keluar dan mencekik Zico untuk membunuhnya. Tapi tidak untuk saat ini... Ia tak ingin meninggalkan Baekhyun. Hingga pendampingnya membuka kedua matanya.

Sejenak Pangeran Sulung itu melihat ke sekitar... ruangannya sendiri.

Ruang yang semestinya menjadi tempat paling aman untuk Baekhyun. tapi nyatanya... semua bertolak jauh. Baekhyun nyaris meregang nyawa di kamar ini.

Ia melompat keluar dan melesat melampaui pepohonan pinus... membawa Baekhyun yang masih terpejam itu menuju Puri Utama milik Ayahnya.

.

.

.


Detik yang sempat hilang... kini tampaknya mulai tersemat dan kembali seperti semula. semua penghuni dalam puri itu mendadak terdiam, bertanya-tanya saat melihat ke sekitar. Merasakan dirinya seakan menjadi dungu. Apa yang sebenarnya telah terjadi? mereka merasa baru saja tertawa keras... tapi mengapa kini terasa membingungkan.

Namun berbeda dengan sosok agung di ujung singgasana itu. Ia menajamkan pandangan... sadar, magis lain baru saja mengelabui kuasanya. tapi mustahil... kecuali itu bagian dari Puri ini. Mungkinkah salah satu orangnya?

Kyuhyun menggeram keras..

Tapi sesaat kemudian, kedua mata merah itu kembali menghunus tajam begitu merasakan kehadiran Putra Sulungnya di dalam purinya. Dan Dia tak sendiri.

aroma anyir yang tercium, membuatnya tau... sesuatu yang tak diinginkan telah terjadi pada inang itu.

.

.

"Tinggalkan kami sendiri" Titah Chanyeol pada seorang pelayan yan baru saja mengganti kemeja Baekhyun.

Pelayan berpenampilan butler itu mengangguk mengerti, lalu melangkah pergi setelah sebelumnya memohon diri.

Ia tak berucap apapun, hanya memandang sendu wajah pasi itu dan meraih jemari lentiknya untuk diciumnya lama. Kembali Ia rasakan aroma ranum yang menguar tiap kali menyentuh Baekhyun seperti ini. "Dear" Bisiknya seraya mengelus punggung tangan itu dengan ibu jarinya.

TAP

Terdengar langkah seseorang mendekatinya, Ia tau...siapa pemilik langkah itu.

"Memanfaatkan situasi, untuk menyelinap dan menyerangnya" Ujar sosok itu seraya berdiri di sisi ranjang Baekhyun dan menyentuh dahinya. Mencoba membaca memory Baekhyun dari sentuhan magisnya.

Raja Vampire itupun mendadak terbelalak lebar, begitu siluet Putra Victoria terlihat di dalamnya, tapi bagaimana bisa Zico menyelinap masuk ke dalam purinya.

ah! Ia tau... seberapa geram Putra Sulungnya saat ini. Dan semua memang tak terlepas dari kesalahan dirinya di masa lalu.

"Bagaiman dengan janin itu?" Ujar Kyuhyun pada akhirnya, mencoba memecah hening.

"..."

Namun Chanyeol hanya diam dengan mata terpejam, sekali lagi... Ia tak ingin membaca kondisi janin itu, Jika darah yang dilihat sebelumnya terlalu jelas membuatnya yakin, Baekhyun sepertinya telah kehilangan janinnya. Pangeran Sulung itu tertunduk... menyesal telah mematahkan janjinya sendiri. Ia sepenuhnya tau, Baekhyun sangat menginginkan janin itu.

Kyuhyun mengernyit, dari raut yang terbaca... ia sadar Chanyeol tampaknya tak bernyali memastikannya sendiri.

Penguasa Vampire itu beralih mendekat, menyibak selimut Baekhyun untuk meraba perutnya.

.

.

"Kau nyaris kehilangannya" Ujar Kyuhyun kemudian, membuat Chanyeol hanya memandangnya dingin. Ia tau dirinya nyaris kehilangan Baekhyun.

"Tak perlu Ayah jelaskan, Aku tau Keparat itu hampir membunuh Baek—

"Bukan" Sergah Kyuhyun, terlihat mengulas smirk tipis. "tapi anakmu"

Chanyeol menatapnya cepat, tak berharap Pria itu memberinya bualan semata.

"Dia masih memiliki janin itu" Tukas Kyuhyun lagi sambil mengais surai pirang Baekhyun. "Pastikan sendiri jika kau tak percaya ucapan Ayahmu"

Pangeran Sulung itu terlihat terhenyak, namun tetap mendekat dan merengkuh perut Baekhyun. Sempat tak percaya... namun detakkan halus di dalam perut itu mampu menyentak keyakinannya.

Ya! Ia merasakannya...detak kecil itu benar-benar nyata.

"Ku rasa itu hanya melukai rahim yang kau tanamkan" Tukas Kyuhyun seraya memandang lekat Baekhyun. "Tapi janin itu mungkin menjadi lemah, Putraku"

Chanyeol mendekap cepat tubuh Baekhyun, ia tak peduli... selemah apa janin itu. Setidaknya... Baekhyun masih memilikinya.

"Ayah..." Namun tiba-tiba sosok yang lain datang, dan menuduk penuh hormat di hadapannya.

"Maafkan aku" Ujar Sehun sedikit melirik Baekhyun dalam dekapan Chanyeol, sepertinya anak itu baik-baik saja. "Aku tak berhasil melumpuhkannya, seseorang membantunya melarikan diri" Jelas Sehun kemudian, menarik pembicaraan tentang sosok penyerang itu. Dan Kyuhyun tau... siapa yang dimaksud.

"Cari tau siapa penghkhianat itu" Ujarnya seraya menerawang jauh keluar. Lalu melenyapkan diri, untuk memastikan tak ada serangan lain setelah ini.

.

.

"Mungkinkah Siwon?"

Sehun terhenyak, mendengar gumaman itu lalu beralih memutar tubuh untuk menatap Chanyeol.

"Kau menyadarinya?" Sehun menyipitkan mata

"Hanya satu... pemilik kemampuan itu. Aku akan membunuhnya setelah—

"Tidak" Sergah Sehun kemudian. "Tetaplah di sini. anak itu hampir terbunuh...setelah kau meninggalkannya. Dia mungkin akan mencarimu setelah membuka mata, tetaplah bersamanya" Lanjutnya lagi, membuat Pangeran Sulung itu kembali terdiam, menyadari ini kali pertama... Sehun bicara sepanjang ini padanya.

Ada setitik perhatian di dalamnya. Sungguh kontras dengan hubungan keduanya... sebelum ini.

"Aku berhutang budi padamu"

Sehun berdecak... sejujurnya tak mengerti,bagaimana mungkin Ia mendadak bersikap seperti ini. Sehun tak menyukai manusia inang itu, tapi entahlah semenjak Baekhyun mengandung janin itu. Ia memiliki simpati yang lain untuk melindunginya.

"Ya... kau memang selalu berhutang budi padaku" Gumam Sehun angkuh, sebelum akhirnya melenyapkan diri dalam sekejap.

.

.

Derak ranting...dan jeritan burung gagak mulai terdengar, baerbaur dan bersahutan seakan menyambut petang yang makin menjelang. Lebih dari 10 jam lamanya, kedua mata indah itu terpejam. Namun hingga detik ini tak ada pergerakan sedikitpun. Ia bisa saja menggunakan magisnya untuk membangunkan Baekhyun.

Tapi itu sama saja tipuan, karna bukan atas kesadaran Namja cantik itu sendiri.

Biarlah seperti ini... setidaknya Baekhyun benar-benar terlelap nyaman. Dan tersenyum tipis dalam tidurnya. Membuatnya menerka-nerka, mimpi macam apa yang tengah Baekhyun lihat saat ini.

Namun tiba-tiba saja manik sapphire itu terbelalak lebar, terlihat penuh cekat... kala jemarinya turut terkepal kuat.

Chanyeol yang melihatnya cepat-cepat merunduk untuk menggenggam jemari itu. "Hei.." Panggilnya lirih.

Tapi Baekyun tetap terbelalak bahkan mulai menelisik ke sekitar dengan gemetar.

"Dear..." Chanyeol beralih menyentuh wajah itu untuk menyadarkannya. dan mengernyit melihat Baekhyun mendadak tersengal ketakutan.

"Apa yang kau lihat?" Tekannya sembari menangkup wajah tirus itu, memaksanya untuk menatap kedua matanya. "Tenanglah... aku di sini"

Benar saja, Baekhyun terlihat kalap mencengkeram tangan Chanyeol. Menggenggamnya terlalu kuat...seakan tak ingin sosok kekar itu lenyap meninggalkannya.

"D-dia datang" Sengalnya masih dengan menggigil ketakutan."Dia datang u-untuk membunuhku!"

Chanyeol tercekat. Tak menduga Baekhyun akan membawa ingatannya hingga menghantuinya seperti ini. Ia menarik cepat tubuh ringkih itu ... membawanya ke dalam dekapannya.

"Nghh! A-aku memanggilmu!" Kedua tangan mungil itu mulai mencengkeram pakaian Chanyeol. Menariknya... hingga Pria itu semakin lekat merengkuhnya. "A—ku terus menerus memanggilmu! T-tapi kau tak datang! aku memanggilmu!" Racaunya, semakin kacau.. begitu isak ketakutan itu turut menyedak nafasnya.

Pangeran Sulung itu hanya terdiam, sepenuhnya menyesali semua yang terjadi pada pendampingnya. Tapi Iapun tak bisa melugaskan... jika semua itu karna magis seseorang, hingga membuatnya salah mengartikan visualnya.

"Maaf" Bisiknya seraya menarik punggung sempit itu, hingga pundak rampingnya sedikit terangkat. "Maafkan aku... Dear" Lirihnya begitu mencium lama perpotongan leher itu. Sedikit memberinya kecupan kecupan lembut, hingga nafas berat itu mulai meluruh tenang.

"D-dia mengambilnya. Aku tak memilikinya lagi" Lirih Baekhyun nyaris seperti bisikan, kala menyentuh perutnya sendiri. kembali mengingat, bagaimana mengerikannya semua darah dalam tubuhnya serasa diperah keluar. Tidak! Baekhyun benar-benar tak ingin mengingatnya lagi.

Chanyeol tersenyum tipis, Baekhyun sepertinya tengah menduga sesuatu yang sebenarnya tak terjadi. Ia beralih menyentuh dagu Baekhyun, sedikit mengangkatnya... hingga manik biru itu benar-benar menatap padanya.

Terlalu dalam Ia menyelaminya, membuatnya tau... seberapa besar rasa kehilangan itu terbias dari matanya. Semula... Ia tak pernah menduga, Baekhyun yang selalu menghindar bahkan takut akan sosoknya, akan menerima kehadirannya. Bahkan menginginkan janin itu hingga serapuh ini.

"Mengapa kau menginginkannya?" Ujar Chanyeol sedikit berniat menguak perasaan namja cantik itu.

Baekhyun tak menjawab, hanya memejamkan mata dan menggenggam tangan Chanyeol yang menangkup wajahnya. sedikit menekannya, hingga Ia bisa merasakan tangan besar itu benar-benar menyentuhnya. "Karena aku mencintaimu"

DEG

Pengeran Sulung itu terbelalak, tak ada paksaan di dalamnya... semua terdengar tulus. Dan ia bisa merasakan jantung yang dirindukannya itu, kembali berdetak keras untuknya.

Chanyeol tak bisa menahannya lagi, Ia beralh menarik cepat tengkuk Baekhyun... dan melumat mesra bibir tipisnya.

"Mpfthh~"

Baekhyun sempat tergagap, kala Pria itu mendorongnya hingga kembali terbaring di ranjag.

Sempat Ingin menolak, namun genggaman tangan yang membuat jemari keduanya bertaut erat. Membuatnya tenang... bahkan terlalu nyaman, hingga membujuknya membuka bibirnya sendiri... membiarkan pria itu mengklaim isi bibirnya dengan permainan lidahnya.

"Mnh~ Aahmmm"

.

.

"Nnh! ahh...hhaah" Nafasnya terdengar terengah, begitu Chanyeol mengakhiri pagutannya, tapi Ia tetap menengadah membiarkan Pria itu kembali mencumbu garis leher putihnya.

"Ahhh" Baekhyun mendesah nikmat, kala lidah basah itu...menjilat tulang selangkanya...terus bergerak turun, meninggalkan kecupan-kecupan basah... hingga mencapai perutnya.

Sejenak Ia berhenti, menatap lekat pada perut putih itu... menyusupkan kedua lengan di bawahnya dan sedikit mengangkatnya, Hingga mendekati bibirnya.

"Mnh~ apa yang kau lakukan?" Gumam Baekhyun tak nyaman, Chanyeol mengangkat perutnya seperti itu.

"Menyapa Putraku... tentu saja" Bisik Chanyeol seraya mengecup perut itu.

Namun apa yang diuvapkannya mebuat Baekhyun membulatkan mata lebar. Lau menutup bibirnya sendiri. "A-apa? apa maksudmu?"

Chanyeol mengangkat wajah, menatap gemas pada wajah yang kini mulai merona karna terlalu berharap itu.

"Kau masih memilikinya" Singkatnya, lalu kembali mencumbu perut Baekhyun...sedikit meremas pantatnya hingga membuat Baekhyun kembali menghempas tubuh di ranjang. Dan memekik sensual... menerima cumbuan penuh hasrat Pangeran Sulung itu.

"A—ahh! Anghh! Mppfthh"

.

.

.

"J-jangan memasukkannya!" jerit Baekhyun panik, seraya mendorong perut Chanyeol. Tak menginginkan benda besar dan keras itu menusuk rektumnya,

Tapi kakinya yang terbuka lebar, menyulitkan gerakannya hingga Ia hanya bisa terbaring pasrah dan menjerit kesal.

"Hanya sebentar.."

"Aku hampir keguguran! jangan memasukan—A—AARHTT! CHAAANN!"

Chanyeol terkekeh pelan, melihat Baekhyun menjerit jengkel dengan wajah kesakitan dan juga menahan nikmat seperti itu.

"Hn... Aku sudah memulihkanmu" Ujarnya tenang seraya melesakkan sisa miliknya, hingga terbenam jauh ke dalam.

"AAHTT! AAAHH! Aaakh~!"

.

.

.

"Y—yeollieh...mmh! ahh!"

"Buka bibirmu ... Dear"

Baekhyun mengangguk, mengalungkan kedua lengan kurusnya di tengkuk Chanyeol, lalu membuka bibirnya sendiri. membiarkan Pria itu menghisap dan memainkan saliva dengan lidahnya. Bahkan menghentak tubuhnya bertubi-tubi, dan menggigil begitu merasakan sperma panas menyembur kuat dalam perutnya.

"Mppthh! Mmhh!"

.

.

.

Beberapa Hari Setelahnya

"Mh.." Chanyeol mengernyit, belum sempat Ia membuka mata tapi merasa tak nyaman dengan sesuatu yang menekan perut dan dadanya. Ah! benar-benar sesak. Apa Ia sedang bermimpi.

"Chan!"

Seperti suara Baekhyun . Tapi mustahil Baekhyun memanggilnya manja seperti itu.

"CHANYEOL!"

Pangeran Sulung itu mendadak terbelalak lebar, begitu mendengar jeritan melengking khas milik Baekhyun

Dan disanalah ia melihat, sosok cantik itu menggoda matanya.

Hanya berbekalkan kemeja besar miliknya...dan kini menduduki perutnya. Hingga memperlihatkan paha mulus putihnya. Ah Sial! Baekhyun terlalu liar.

Tapi... ada apa dengan mata menghunus dan bibir terpout itu.

Apa anak itu sedang marah?

Chanyeol terkekeh pelan, dan mulai menyentuh wajah mungil itu."Ada apa hn?"

"Aku haus!" Celetuk Baekhyun masih dengan mengerucutkan bibirnya.

Chanyeol beralih bangkit, membuat Baekhyun mau tak mau menduduki pahanya. tapi tetap saja... namja mungil itu tetap menatapnya kesal.

'Chup'

"Berhenti menggodaku dengan bibir seperti itu... Dear" Goda Chanyeol usai mengecup bibir terpout itu, membuat Baekhyun tertunduk dengan pipi merona.

"Ugh! Aku haus!" Pekik Baekhyun kekeuh, tak ingin pria itu menggodanya,.. meski nyatanya Ia menyukainya.

Chanyeol hanya memadangnya lekat, lalu menaikkan dagunya... untuk menatapnya. "Lihat di sisimu" Ujar pangeran Sulung itu, membimbing Baekhyun untuk melihat meja nakasnya. "Darah segar tersedia banyak untukmu, kau bisa meminum—

"Kau memintaku meminumnya sendiri? Bagaimana jika tumpah? lalu bagaimana jika darah itu beracun?" Sergah Baekhyun tiba-tiba, membuat Salah satu penguasa vampire itu mendadak membulatkan mata lebar menedengarnya. perubahan sikap macam apa ini?

"Beracun apanya? semua ini tentu pilihan hanya untukmu"

Baekhyun beralih beringsut turun dari pangkuan Chanyeol lalu bersidekap membelakanginya. " Jika tak mau. katakan saja!"

Chanyeol mengernyit, lalu setelahnya terkekeh pelan begitu menangkap maksud Baekhyun. Ah! dan lihat... Namja cantiknya semakin kekanakan. Ia mendekat, dan memeluk perut namja mungil itu dari belakang. "Hei... apa kau tengah merajuk. Ingin diriku meminumkannya untukmu?"Bisiknya seraya menjilat telinga Baekhyun.

Namja mungil itu menggigit bibir lalu mengangguk cepat. Sesaat setelahnya Ia mengambil sebuah gelas di sisinya lalu menyodorkannya untuk Chanyeol.

Meminta Pangeran Sulung itu, menuangkan darah segar untuknya. namun kedua matanya mengerjap tak mengerti. begitu Chanyeol hanya menyingkirkan gelasnya.

"Hn.. tidak dengan ini" Gumam Chanyeol sensual, seraya memutar tubuh Baekhyun agar menghadapnya. Ia menatap lekat wajah baby face itu, lalu mencium lama pipinya.

"Mouth to mouth" Bisiknya

Tepat membuat wajah cantik itu semakin merah padam. Baekhyun terlalu gugup... Bukan ini yang dimaksud olehnya. tapi terlambat...

Chanyeol telah menegak sebagian darah itu, menarik tengkuknya dan—

"Ahmppfth... nghh"

Ia hanya mampu memejamkan mata, dengan tubuh melemas.. kala darah itu mulai mengalir menyentuh lidahnya. Tubuhnya sedikit berjengit, begitu Chanyeol makin menarik tengkuknya, dan memaksannya menegak semua darah dari mulut Pria itu.

"Ngghhh"

Baekhyun melenguh dengan tangan mencengkeram erat cover bed miliknya, Ia tak melawan... karna sejujurnya ini terlalu nikmat untuknya.

"Ah~.."

.

.

.


Sementara itu di tempat lain

"Lepaskan putraku! aku telah penuhi janjiku pada kalian!" Terlihat seorang pria menyentak geram, merasa...Ia berhak mengambil janji atas semua pengorbanan yang Ia lakukan.

Victoria terbahak keras, lalu memandangnya picik.

"Janji? tak satupun janji kau penuhi! Kau membuat Putraku terluka Siwon!" Kekeh victorioa, tak terima... Zico kembali tak membawa hasil apapun selain tubuh penuh luka.

"Tapi kurasa Putramu berhasil membunuhnya!"

Victoria mendelik. "aku tak akan percaya sebelum kau membawa bukti. Kembalilah...lalu berikan bukti itu jika kau ingin aku melepas Putramu"

"APA KAU GILA?! Kyuhyun mungkin telah mencurigaiku! aku tak bisa kembali—

"Aku tak peduli Choi! Buktikan padaku Inang itu mati... dan Putramu akan kubebaskan!"

.

.

"AYAAHH! Hks.. AYAAHHH!"

"Z-zelo"

.

.

.


ChanBaek

"Kau bisa menjaga dirimu di sini?"

Baekhyun mengangguk cepat. lalu kembai berkutat dengan semua mawar putihnya.. merangkainya satu persatu dan sesekali terikik saat menghirup aromanya. Kali ini dirinya telah kembali di puri milik Chanyeol. Ah! Ia menyukai tempat ini.. penuh dengan semerbak mawar dimanapun Ia melangkah.

"Panggil seseorang jika kau membutuhkan sesuatu" Ujar Chanyeol lagi, merasa sedikit cemas dan mungkin tak rela meninggalkan Baekhyun sendiri.

"Aku tau...cepatlah kembali" 'Chupp'

Baekhyun kembali bersenandung,merangkai mawarnya, usai mencium cepat pipi Chanyeol. Tanpa peduli pria itu mendadak stagnan akan sikap tak terduga miliknya.

"Apa yang terjadi padamu sebenarnya?" Gumam Chanyeol takjub, tak jemu berlama –lama memandang wajah baby face itu.

"Hm Apa?" Baekhyu menatapnya dengan mata mengerjap. Semakin menggemaskan... kala bibir bawah itu digigit olehnya sendiri.

Membuat Chanyeol terpana, bahkan tersedak perasaannya sendiri. "Tidak, hanya saja Kau semakin cantik" Rayunya sembari menyematkan sebuah mawar di telinga Baekhyun.

Baekhyun mendelik, lalu memukul kepala Pangeran Sulung itu dengan mawar putih miliknya. Membuat Pria itu tertawa keras.

"Pergilah!" Sungut Baekhyun, bermaksud bercanda... tapi nyatanya, Chanyeol benar-benar lenyap meninggalkannya.

..

.

.

.


Malam berangsur pekat, sedari tadi Ia menunggu. Namun sosok Pria itu tak kunjung datang, membuatnya menghela nafas lesu lalu menutup rapat jendela balkonnya.

Sejenak Baekhyun menghentikan langkahnya, begitu menyadari sesuatu yang tak biasa. Mungkinkah hanya perasaannya saja? Perutnya terlihat sedikit lebih buncit.

Tapi tidakkah...janin itu baru berusia sekitar tiga atau empat hari saja?

"Mungkin aku terlalu banyak minum" Gumamnya seraya berlari kecil menuju ranjangnya

Ia beralih meraih selimut, menariknya hingga sebatas hidungnya.

Namja mungil itu tersenyum... merasa nyaman berbaring di ranjang penuh dengan aroma tubuh Chanyeol. Ah Ia semakin tak sabar... menunggu pria itu lekas kembali.

.

.

.

Semilir angin berhembus, terlalu kuat hingga mampu menghempas jendela balkon itu...

Tampak tirai putih itu terkibas, terlihat basah begitu percik hujan membuatnya kebas.

Beberakali terdengar kilat menyambar, membuat siluet pria tinggi terlihat dari balik tirai itu.

Ia melangkah perlahan ke dalam... menyentak mantel dan jubah basahnya sebelum akhirnya melangkah ke dalam.

Mata ambernya terlihat mengernyit kala melihat ranjang, Baekhyun rupanya telah terlelap di sana. tapi tak biasa sekali... anak itu tertidur seawal ini.

Ia beralih berjalan mendekat, hendak menurunkan selimutnya. Namun Ia mendadak terkejut melihat Baekhyun gemetar dengan keringat dingin merembas. Membuatnya bergerak sigap menarik selimut itu.

"Dear... Kau bermimpi buruk lagi?" Ujarnya seraya merengkuh Baekhyun hingga bersandar di dadanya.

Namja cantik itu lekas membuka mata karena terusik, lalu tersenyum lemah begitu melihat wajah Chanyeol.

"Kau sudah kembali" Gumamnya.. meski sesekali mendesis ngilu.

"Ada apa? Katakan jika kau merasa sakit"

Baekhyun lebih memilih berisngut dari rengkuhan Pria itu, lalu berbaring di ranjang "Aku hanya merasa tak nyaman" Ujarnya dengan mata terpejam, dan menggigit bibir merasakan perutnya kembali berdenyut.

"Apa kau meminum darahmu?" Chanyeol melihat ke meja nakas, semua cawan itu terlihat utuh dan Baekhyun benar-benar tak menyentuhnya barang sedikitpun.

"Kemarilah, biar aku meminumkan—

"Ssshh" Desis Baekhyun seraya menarik tangan Chanyeol. "Mengapa berisik sekali!" Kesalnya seraya membimbing tangan kekar itu untuk menyentuh perutnya dan membelainya pelan

"Mmh~ Ini lebih baik. Jangan berhenti... sepertinya Dia memang mencarimu" Kekeh Baekhyun, memintanya mengelus perutnya berulang-ulang.

Chanyeol berdecak, nyaris dibuat cemas melihat namja cantik itu mendadak merintih. Mungkinkah akan baik-baik saja? Atau—

"Yya! kau hanya akan berdiam diri seperti itu?" Baekhyun sedikit mengangkat kepala, dan kembali menggerutu kesal. "Tak ingin memelukku?"

Lagi... Ia tak bisa menahan senyumannya jika Baekhyun kembali merajuk seperti ini. Pangeran Sulung itu beralih beringsut ke dalam selimut, memeluk Baekhyun dari belakang dan kembali mengelus perutnya.

"Hn... sesuai keinginanmu"

Baekhyun tertawa kecil dengan mata terpejam, entahlah... mengapa sehangat ini. Bahkan seakan merasa Ia tak menginginkan yang lain selain semua ini.

"Kau merasakannya? Perutku membesar"

Chanyeol terkekeh pelan, Lalu mengecup mesra tengkuk namja cantik itu. "Karena hanya tiga bulan, hingga Dia terlahir untuk melihatmu"

Baekhyun berjengit. Sedikit menoleh ke belakang. "Tiga bulan? s-secepat itu?"

"Anak ini Vampire... kau harus tau itu"

Baekhyun terdiam.. ya, Ia memang tau... bayi yang dikandungnya vampire. Tapi... tetap saja. Tidakkah itu terlalu cepat, bahkan sebenarnya Baekhyun belum membiasakan diri dengan kehadiran janin itu, dan kini Ia harus mempersiapkan diri ... memikirkan bagaimana melahirkannya. Oh ayolah! Ia seorang namja.

"C-channie"

"Hn..."

"A-apa aku akan baik-baik saja?"

Pangeran Sulung itu menatapnya redup. Lalu kembali memberi kecupan sayang di pundaknya. "Kau akan baik-baik saja. Aku menjagamu ... Dear"

.

.

.


Esoknya

"Mengapa wajahmu sepucat ini?"

Baekhyun mengerjap, lalu memandang pantulan wajahnya dari sebuah cermin besar di sisi ranjangnya. Memastikan ucapan Chanyeol.

Ia lantas tersenyum manis. "Aku setengah vampire...mengapa kau terkejut melihatku pucat?" Candanya seraya melompat dari ranjang mendekati balkon untuk membukanya.

Chanyeol hanya menghela rasa cemasnya , lalu berjalan mendekat untuk memeluk tubuh mungil itu dari belakang.

Semakin terlihat, perutnya benar-benar membuncit. Mungkinkah ini alasan di balik wajah pasinya itu.

"Bisakah kau membawaku ke alam manusia?" Gumam Baekhyun tiba-tiba

"Hn..?"

Baekhyun kembali mengulas senyum manisnya, lalu memutar tubuh untuk menatap Chanyeol. "Aku ingin pergi ke suatu tempat bersamamu"

Chanyeol diam, menimang semua ucapan itu. Baekhyun tengah mengandung, akan sangat berbahaya jika Ia berkeliaran di dunia manusia. Namun kerjapan dan senyum cantik itu? Ah! Ia tak bisa menolaknya, dirinya benar-benar menggilai namja mungil itu.

.

.

.

.

.


Hingga beberapa saat berselang, dirinya telah berada di sebuah tempat yang jauh berbeda dari kediamannya yang tenahg.

Tampak riuh lalu lalang, berbaur dengan jerit tawa penghuni tempat bising itu. Ia tak tau pasti tempat macam apa ini, Baekhyun hanya menyebutnya sebagai 'Taman Hiburan'

"Cobalah memakai ini" Ujar Baekhyun seraya menyematkan kaca mata hitam untuk Chanyeol. Namun pria itu terlihat panik mengibas-ngibaskan tangan di hadapan wajahnya seolah ingin menyingkirkan sesuatu yang mengganggu.

"W-wae?"

"Langit mendadak hitam, mungkin ini magis" Ucapnya seraya mendekap Baekhyun, dan mendelik penuh awas ke sekitar.

Baekhyun menutup bibir, lalu setelahnya terpingkal keras bahkan nyaris tak bisa berhenti. Hingga Ia sesak karna tertawa. Ah sungguh! Baekhyun tak pernah menduga Pria kekar dan kuat seperti ini, memiliki sisi yang begitu lugu.

Chanyeol mengernyit tak mengerti, melihat pendampingnya mendadak tertawa lepas seperti itu.

"Jika ini mengganggumu, cha... lepaskan saja. Tak ada magis mengerikan di alam ini" Ujarnya seraya melepas kaca mata Chanyeol, dan terkikik geli melihat pria itu mengerjap kebingungan... saat semua kembali terang. "Ini hanya kaca mata.. kau lihat perbedaan warna yang kau lihat dari kaca ini?"

Pangeran Sulung itu hanya mengendikkan bahu, dibandingkan benda aneh itu. Ia lebih memilih memanang wajah bersemu cantik milik pendampingnya.

Namja cantik itu, hanya berdengus melihatnya... lalu beralih melepas jubah Chanyeol. Dan membuat penampilan pria itu terlihat sebagaimana mestinya.

"Pakai topi ini.."Baekhyun berjinjit payah, lalu tersenyum riang begitu berhasil memakaikan sebuah topi hitamitu untuk Chanyeol

"Kau semakin tampan Tuan Park!" Pekiknya antusias seraya menarik tangan Chanyeol untuk melangkah mengikutinya. Namun Baekhyun tak pernah tau... sedikit ucapan manis darinya, membuat sesuatu dalam diri vampire itu berdesir hebat. Bahkan senyum menawan pun seolah tak pernah lekang terulas dari bibir tebalnya.

.

.

"Apa yang mereka tunggu?" Tanya Chanyeol heran melihat banyak manusia berjajar untuk menunggu sesuatu, dan itu pula yang dilakukannya bersama namja mungil itu.

"Kau lihat wahana itu?" Baekhyun menunjuk sebuah mesin berat menyerupai ular, melaju dan berkelok hingga membuat jerit memekakkan dari para manusia aneh itu.

"Mereka semua ingin menaikinya, dan akupun menginginkannya"

Vampire itu hanya tersenyum. Apapun akan Ia lakukan... asal Baekhyun tersenyum semanis ini.

.

.

.

.

"Bersiaplah...kereta ini akan membuatmu berteriak" Celoteh Baekhyun dengan kaki menghentak-hentak tak sabar menunggu, Coaster itu meluncur.

Sementara Chanyeol hanya memandangnya, terlihat menyenangkan melihat Baekhyun secerah menggemaskan, Tak menduga... namja manis itu tengah mengandung Putranya.

Sesaat Pangeran Sulung itu melihat ke depan, merasa aneh dengan beberapa manusia deretan di depannya tampak mengangkat kedua tangan ke atas.

Dan begitu angin menerpa kencang wajahnya, semua manusia itu menjerit histeris tak terkecuali Baekhyun di sisinya.

"AAAAHHHHH! HAHAHAHAA!"

Chanyeol masih mengernyit tak mengerti, mengapa mesin ini berjalan secepat ini. Mungkinkah musuh mengejarnya?

Dan ada apa dengan semua manusia aneh yang berteriak itu?

"Dear... sebaiknya kita pergi dari sini" Bujuknya.

Tapi namja cantik itu tak mendengarnya, tetap berteriak keras bahkan tertawa... menikmati bagaimana kereta mini itu, menghempas jantungnya bertubi-tubi.

"KYAHAAAAAAAAHHHHHHH!"

Hingga tiba-tiba saja topi yang Ia kenakan mendadak lepas dan terbang. Ah! ia tak bisa membiarkannya.

Vampire itu beralih mendorong paksa penahannya hingga patah, lalu melompat melampaui beberapa orang di belakangnya, terlihat menyeringai menampilkan taringnya lalu terbang untuk menangkap topi itu.

Tak pelak apa yang dilakukannya membuat beberapa manusia yang berteriak di belakangnya, menganga terkejut bahkan ketakutan melihat pria bermata elang itu menyeringai mengerikan. Lebih mendebarkan dari pacu coaster itu... hingga mendadak pingsan berurutan.

.

.

"Apa yang kau lakukan?! mengapa menghilang seperti itu?!" Omel Baekhyun begitu Chanyeol kembali padanya.

"Hanya mengambil benda ini" Ujarnya santai seraya mengenakannya di kepalanya. Dan wajah itu tetap stoic, tanpa raut apapun.

"A-ada apa dengan semua orang ini? apa mereka tertidur?" Ujar seorang petugas.

"Sepertinya mereka pingsan" Sahut yang lain

"Apa? Sebanyak ini?"

Baekhyun melirik Chanyeol. "Lihat ulahmu ini!" Gerutunya seraya mencubit perut Chanyeol, dan menariknya dari tempat itu.

.

.

.

Langit makin berangsur senja, Baekhyun tak lagi merengek untuk menaiki semua mesin penghibur manusia itu.

Melainkan Keduanya kini berada dalam bianglala. Tak terlalu luas... tapi terasa nyaman dengan Baekhyun yang bersanding di sisinya. Untuk melihat pemandangan di luar.

"Alammu sangat indah" Ucap Chanyeol begitu memandang kelip kota Seoul dari ketinggian.

Baekhyun memandangnya, dan tertawa kecil melihat wajah serius itu. "Kau menyukainya?"

Pangeran Sulung itu terdiam lalu membawa kepala Baekhyun untuk bersandar di dadanya. "Tidak" tegasnya.

"Wae?"

"Alam ini... penuh kepicikan. Tak aman untukmu Dear"

Baekhyun tertegun, kembali mengingat... bagaimana waktu memperlakukannya saat ia hidup di sini.

Mendadak berubah setelah kematian orang .. dan semua perlakuan kasar itu, sejatinya masih terbekas dalam batinnya.

"Hanya bersamaku. Tempat aman untukmu"

Baekhyun mendelik, lalu terpingkal. "Yya! aman apannya. Kau selalu menyerangku kapanpun kau mau... lihat! Kau membuatku hamil seperti ini!Bagaimana bisa aman jika—

"Karena aku suamimu"

BLUSHH

Baekhyun tertunduk, mendadak bisu mendengar ucapan pria itu. Bagiamana mendadak seperti ini,Ia hanya bercanda dan Chanyeol membuatnya serius bahkan Ia nyaris sulit bernafas karna berdebar.

"Aku yang akan melindungimu"

,

.

.

.


"Mmmh!" Baekhyun mengigit bibirnya, kala pria itu semakin kuat menghisap darahnya. Ia tak lagi di alam manusia... melainkan terbaring pasrah di sebuah ranjang besar milik Penguasa vampire itu.

"A—aht! P-pelan" Rintihnya, seraya mencengkram surai perak Chanyeol untuk menahannya. Meski demikian, Baekhyun tetap memiringkan kepalanya, memberi sekat lebih untuk Pangeran itu menikmati santap malamnya.

Karna Dia tak menegak darah apapun, selain darah pendampingnya. Dan Baekhyun mengerti akan semua itu.

Namun tiba-tiba Ia mengernyit pening. Tak seperti biasanya.. kepalanya mendadak berat seperti ini. Hingga Baekhyun tak bisa menahannya lagi. dan lungai begitu saja.

.

.

"Ssshhh!" Ia mendesis , kala mengakhiri hisapan itu. Sejenak menengadah untuk meresap nikmat... sisa darah di sudut bibirnya.

Tapi Chanyeol mendadak terbelalak begitu melihat Baekhyun terpejam di bawahnya.

Apa yang terjadi? Mungkinkah dirinya yang lepas kendali? Tapi Ia tau benar... hanya menghisapnya seperti yang kerap Ia lakukan.

"Dear?!"

.

.

.

.

.


"Baekhyun setengah manusia.. tentu memiliki sisi lemah seorang manusia" Ujar Pria itu, kala menyentuh dahi Baekhyun.

"Jadi.. anak ini tak bisa menjadi inangnya?" Lugas Kyuhyun,terlihat kecewa mendengar kenyataan itu.

"Dia tetap bisa menjadi inang. Tapi itu akan menjadi hari yang berat untuknya.. hingga bayi itu terlahir. Membagi sebagian darahnya untuk Pangeran Sulung dan bayi yang dikandungnya. Tentu akan meregang, nyawanya"

Chanyeol terbelalak. "Kau tak pernah mengatakan padaku tentang ini sebelumnya?!" Geram Chanyeol nyaris menerjang Yesung.

Pria itu hanya menggeleng pelan. "Inilah keputusan yang anda buat Pangeran. Memilih pendamping dari seorang manusia"

Ujar Yesung, terlalu berat mengutarakannya. Ia telah menduganya sejak jauh hari... semua hal ini akan terjadi. dan Ia tak bisa berbuat apapun kala itu, jika perasaan Pangeran Sulung itu sendiri yang berkehendak.

"Kau seorang penguasa. hal seprti ini tak akan mempengaruhimu. Putraku" Ujar Kyuhyun sebelum akhirnya lenyap meninggalkan kamar itu, diikuti Yesung di belakangnya.

.

.

.

"Channie" panggilnya lirih

Chanyeol bergegas mendekat, dengan sebuah cawan berisi darah segar. Dan tersenyum hangat melihat namja cantik itu membuka matanya, terlihat pucat. Namun sama sekali tak menyamarkan paras cantiknya.

"Merasa lebih baik?" Bisiknya seraya membantu Baekhyun untuk bersandar di kepala ranjang.

"Tentu saja. Wae?"sahut Baekhyun memaksa riang. Ah! akhir-akhir ini Ia selalu melihat wajah tegas itu terlihat murung. Dan Baekhyun tak menyukainya.

"Minumlah..."

Baekhyun mengernyit, sejujurnya enggan menegak darah itu, Karna Ia tak haus. Tapi memadang wajah cemas itu, tentu membuatnya tak memilki pilihan selain meraihnya.

"Uhum" Gumamnya seraya meneguk darah itu hingga tak bersisa.

"Tersenyumlah... kau sangat mengerikan dengan wajah seperti itu" Canda Baekhyun sedikit merajuk.

Dan Chanyeol hanya mengulas senyum tipis, sebelum akhirnya memagut lembut bibir pucat itu.

"Mmpfhthh"

.

.

.

Baekhyun mengerjap. Tak seperti biasanya, Chanyeol akan sangat bersemangat mencumbunya setelah menciumnya. Tapi.. Pria itu tak melakukan apapun selain memeluknya erat, seakan tak menginginkannya bergeser sedikitpun.

Apa yang dirisaukan Pangeran Vampire itu?

Baekhyun beralih mengetuk-ngetuk tangan yang melingkar di dadanya, lalu berbisik lirih,

"Kau tak ingin menyentuhnya?" Tawarnya kemudian

"Hn?"

"Kau tak ingin menyentuh perutku?"

Chanyeol tercekat, ada sebagian dari dirinya yang menolak. Tapi Ia pun tak bisa berkata tidak dan membuat namja cantik itu kecewa.

"Tentu saja.. menginginkannya" Singkatnya, lalu membelai perut itu hingga membuat Baekhyun tersentak terkejut.

"Ommo! Dia bergerak... kau merasakannya? Dia bergerak saat kau menyentuhnya" tawanya antusias.

Pangeran Sulung itu hanya memandangnya redup. Entah, Bagaimana Ia bisa tersenyum... jika sebenarnya semua kenyataan itu telah menghantuinya.

.

.

"Aku ingin melihat cermin itu"

Chanyeol terbelalak, terlihat tegang kala Baekhyun membicarakan tentang cermin masa depan itu.

"Kau bisa membawaku ke sana? Aku ingin melihat bayi ini... sangat menginginkannya"

"..."

'Tapi bagaimana jika kau tak melihat bayanganmu di sana... Dear?' gumamnya dalam hati

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Next Chap

"A-apa yang kau lakukan?! HENTIKAN!"

Baekhyun terisak, tak ingin memprecayai Pria itu begitu sampai hati melakukan semua ini padanya.

.

.

.

"Aku tak menginginkan Bayi itu..."

.

Alooohaaa,

Gloomy hadir bawa Chapter 11 nyaa. yep masalahnya tekanan batin vampire Park hehe dan ini masalah yang sebenarnya :)

Review Jusseyooo,g review update lamaaaa

IG:Gloomy_rosemary

besok update Love Fallen Leaves atau Blood on A White Rose?

Dan untuk

Dian Rizky226 , Shengmin137, buny puppy, Rinpark, buny puppy Tiara696 , SHINeexo, AlexandraLexa , Maarshmallowss c, LyWoo , CB046194, Byunsilb, LightPhoenix614, jeyjong , restikadena90 , Eun810 , daebaektaeluv,baekleyquinn, 90Rahmayani , Irena Hidayani , baekachu, Byun Ni, T EXO-L , Luv,Vanda9420, PCY6104, AnisaRr3003, LittleOoh, Ricon65 , ChanBaekGAY , krisan23, Asandra753, eenychanpeceye, len, , anahkyungie, 365 be With You , Dewi Wi Dewi525, Cutie31, Babybaekhy , Yeolliebee , parkbaekhy , chandabaek , mphi , inchan88 , veraparkhyun, istmrbee , Irenevous , Aya , sherli898 , selepy , moru dianthi , byunbaekcha04 , AidakaZi , light195 , intantriayuni , xiaolu , dwi yuliantipcy, Markeu Noona , naominoame , n3208007 , Cynta533 , shin rae s , TobenMongryong , BananaOhbanana, Real Paochan , Incandescence7, Pricillia579 , shantisolekah9 , buny puppy , yousee, chan92 , Dewi Wi Dewi525 , Freakyducky04, sherli898 , metroxylon, danactebh , LUDLUD c, IchaMultifandom, Darkyoung, Baekhyun Cantik, baekkumaa , pongpongi , baekkiaerii, lee da rii, baek ca , ChanBaek3769 , eppsoohh, LeeYooIn23, Shimamariam21 , meliarisky7 , Baeka , shinshiren, vkeyzia23, Park RinHyun-Uchiha , yousee, ParkByun61 , sehunluhan0905, ezty , WinterJun09, rmdh, Baek13erry , EXO8861, luv110412, isnadhia, baekkiepuppy, rubykaisoo, dnbnim, vRiinnchan , Hyfive , Yunia Park , ge-chan1902 , chanbaekssi, Jeundeuk, Pricillia579, hyunnie, dan All Guest

Terima kasih sudah mereview di chap sebelumnya

jangan lupa review lagi neee

Saranghaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaeeeee

Annnnyeeeeeoooooooooongggggggggggggggggg