Main Cast : Chanyeol X Baekhyun

Other Cast : Kejutan di dalam nyaa :) Hayoo temukan

Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms

.

.

Previous Chapter

.

"Aku ingin melihat cermin itu"

Chanyeol terbelalak, terlihat tegang kala Baekhyun membicarakan tentang cermin masa depan itu.

"Kau bisa membawaku ke sana? Aku ingin melihat bayi ini... sangat menginginkannya"

"..."

'Tapi bagaimana jika kau tak melihat bayanganmu di sana... Dear?' gumamnya dalam hati

.

.

.

Chapter 12

Blood On A White Rose


.

.

Samar... terdengar derak ranting di luar.

Sedikit terasa cekam begitu jeritan binatang malam turut melebur di dalamnya, meski sebenarnya petang belum menjelang, tapi hanya senja yang terbias di ufuk barat.

"Kau dengar..." Bisik Pangeran Vampire itu, memecah hening.

"Malam hampir menjelang Dear" Lanjutnya lagi sambil membelai pipi Baekhyun.

Sosok mungil itu mengerjap, beranjak bangkit untuk membuka jendela kamarnya. Memastikan, jika ucapan Pria itu memang benar adanya.

"Tapi aku ingin melihatnya.." Gumamnya tertunduk murung.

Pangeran Sulung itu hanya menatapnya lekat, sebelum akhirnya bangkit dan menyentak teleportasi untuk mendekap Baekhyun dari belakang.

"Kau bisa melihatnya dalam mimpimu.." Chanyeol beralih menaikkan dagu Baekhyun, mempertegas garis mempesona dari paras cantik di hadapannya.

"M—mimpiku?"

"Hn... kemampuan mata yang kau miliki, sesekali membawamu melihat masa depan dalam mimpimu" Chanyeol tesenyum kala memandang mata biru Baekhyun. Ya... Ia melihat visual dirinya terbias dalam manik sapphire itu.

Namja mungil itu terdiam. Kembali mengingat penggalan mimpinya kala itu hingga berbuah suatu kenyataan. "J-jadi itu bukan hanya sekedar mimpi?" Baekhyun beralih meremas pakaian depan Chanyeol. "S-saat aku melihat darah dan kau yang pergi meninggalkanku. Itu bukan hanya sekedar mimpi?" Racaunya lagi, terlihat gemetar.. tak ingin mimpi itu kembali terulang.

Pangeran Sulung itu berdecak lirih, lalu kembali membawa tubuh ringkih Baekhyun ke dalam dekapannya.

"Semua itu sudah berlalu... tak ada yang harus kau takutkan lagi" Gumamnya, sesekali mencium pelan leher Baekhyun. "Aku selalu bersamamu... Dear" Bisiknya lagi

Semestinya semua itu membuatnya gelisah, bahkan menciut takut. Tapi entahlah.. pelukan dan kecupan lembut Pria itu seakan meleburkan rasa cekamnya. Membuatnya terpejam nyaman... hingga lambat laun, tubuh mungil itu melemas .. terbuai dalam lelapnya.

"Dear..." Panggil Chanyeol, begitu menyadari tubuh Baekhyun terasa menekan dadanya. Dan begitu sadari hembusan nafas teratur itu,barulah Ia tau... pendampingnya memang telah jatuh terlelap dalam pelukannya.

Tak apa...

ini lebih baik... dibandingkan Baekhyun tetap memaksa melihat pantulan dirinya dalam cermin masa depan itu.

Karena sungguh...

Ia tak akan sanggup jika apa yang diyakininya kali ini akan terjadi.

.

.

.

.

Esoknya

Pemilik mata sapphire itu mulai mengernyit ,sedikit mengerjap begitu membiasakan bias terang yang mengusik.

"Chan!" Panggilnya seraya berguling ke sisi lain. Sebelah tangan lentiknya terlihat meraba-raba sisi ranjang itu, berharap menemukan sosok kekar yang dicarinya. Namun nyatanya...

ia tak menyentuh apapun.

"CHAN!" Membuatnya berteriak lebih keras, masih dengan kedua mata terpejam.

"..."

Tak terdengar suara seorangpun, Baekhyun mempoutkan bibir kesal. Ia benci paginya tanpa sahutan apapun, tidakkah Chanyeol sesalu menemaninya?

Baekhyun beralih bangkit terduduk, membiarkan rambut kusut acak-acakan khas bangun tidur itu bertahan dengan wajah kantuknya.

"CHANYEOL!" Jeritnya seraya meremas blanket tebalnya.

Detik itu pula, sesosok Pria kekar muncul...tepat di hadapannya, menyimpul senyum tipis... merasa tergelitik dengan penampilan namja kecilnya saat ini.

"Mengapa semarah ini hn?" gumamnya sambil meraih tengkuk Baekhyun, menariknya mendekat hingga nyaris bibir keduanya bersentuhan.

Namja cantik itu mendelik, lalu beralih meniru pria itu... mengalungkan lengan kurusnya di tengkuk Chanyeol. "Darimana!?" Gumamnya kesal.

Pangeran Sulung berdecak. Baekhyun mungkin ingin menyentak marah dengan tatapan menghunus seperti itu. Tapi nyatanya... Bocah itu lebih terlihat menggemaskan dengan penampilan seperti itu.

"Kau harus melihat penampilanmu saat ini" kekeh Chanyeol seraya mengais surai pirang Baekhyun, menyibaknya ke atas, lalu—

Chup

Ia mencium mesra dahi Baekhyun, membuat pemiliknya nyaris tertunduk tersipu namun lekas mendorong pelan dada Chanyeol."Darimana?!" Kekeuhnya... tak ingin dibuat semakin merasa malu.

"Ayah memanggilku" Jelasnya, tetap menatap lekat paras merona di depannya itu. Ah! ini yang membuatnya semakin terpana pada manusia setengah vampire itu. Tapi... itupun juga yang membuatnya menyesali jalan yang dipilihnya. Jika saja, Ia merubah Baekhyun seutuhnya saat penyatuan itu. mungkin... keraguan itu tak akan membuatnya menggila seperti ini.

"Ayah?"

"Hn..."

"Kau berbohong!" Sergah Baekhyun cepat, seraya mendelik tajam. bahkan dengan telunjuk terangkat menyentuh hidung Chanyeol.

Tak pelak, membuat Pangeran Sulung itu makin berdecak gemas melihatnya. "Bagaimana mungkin aku—

"Kau bertemu dengan seseorang di belakangku?Ah! saat aku tidur"

Chanyeol membulatkan mata lebar. Tidakkah namja cantiknya sedikit antusias pagi ini?

"Kau tau diriku, aku hanya—

"Vampire? manusia? yeojja? atau namja?" Sergah bocah itu lagi, melempar tuduhan bertubi-tubi. hingga membuat Chanyeol kehabisan kata mendengarnya. Baekhyun tak hanya antusias... tapi anak itu benar-benar banyak bicara kali ini.

"Aku benar?!" Sungut Baekhyun. "Mengapa kau hanya diam huh?!" Lanjutnya lagi semakin tak sabaran.

"Dear—

"Apa?!" Ketus Baekhyun.

Pangeran Sulung itu terkekeh pelan, lalu menangkup wajah tirus itu untuk menatap padanya. "Bagaimana bisa menjawabmu, jika kau tak memberiku kesempatan untuk bicara seperti ini"

"..."

"Kemarilah.." Bisik Chanyeol kemudian, seraya menarik punggung Baekhyun ... membawanya ke dalam sebuah pelukan, yang entah mengapa... itu benar-benar terasa hangat untuknya.

"Aku hanya mencintai pendampingku"

Kedua mata biru itu mengerjap. Menyadari.. sesuatu dalam dadanya mendadak berdetak cepat.

"Oh! Mungkin saja kau memiliki 1000 pendam—

"Hanya kau satu-satunya pendampingku di alam ini" Sergah Chanyeol cepat, sambil menatap lebih lekat mata yang melirik tak tentu, siap mencari alasan lain itu.

"Ada apa denganmu sebenarnya?"

"..." Namja manis itu mempoutkan bibir, sambil membenamkan wajahnya di dada Chanyeol.

"Perutmu sakit?"

"..." Baekhyun menggeleng cepat.

"Kau merasa tak nyaman?"

"..." Lagi, anak itu hanya menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, membuat surai pirang itu terkibas cepat. Namun kedua lengan itu terlihat kembali terangkat, dan mengalung erat di leher Chanyeol.

"Aku tak pernah meninggalkanmu" Bisik Pangeran Sulung itu seraya membelai punggung sempit namja mungilnya.

Baekhyun mengangguk cepat. Seakan memang hanya kalimat tersebut yang diharapkanya dari sosok penguasa itu. Sejak kapan semua ini bermula, Baekhyun sama sekali tak tau.

Yang Ia tau... semua tutur dan sentuhan tulus itu. Mampu membuatnya luluh... terjerat, hingga hanya bisa bergantung bahkan mungkin terlalu mencintainya.

"Bagaimana jika Dia berulah, saat kau tak di sini" cicit Baekhyun tiba-tiba, sambil mengelus perut buncitnya. Tak terlalu besar... tapi cukup menunjukkan bocah itu benar-benar tengah berbadan dua.

"Sentuhlah.." Pinta Baekhyun seraya memegang tangan Chanyeol. Membimbingnya untuk lekas menyentuh perut buncit itu.

Baekhyun lantas tertawa kecil "Dia selalu bergerak saat kau menyentuhnya seperti ini" ujarnya riang.

Seolah disentak oleh kenyataann yang lain. Ada sebagian dari dirinya yang tak rela mendengar Baekhyun berkata demikian.

Ia tau dan sepenuhnya menyadari... buah dari jerih Baekhyun jika mepertahankan janin itu.

"Kau menyukainya?"

Pangeran Sulung itu terhenyak begitu suara riang Baekhyun menyadarkannya. ah! senyum dan tawa itu... ia sama sekali tak sanggup untuk memudarkannya.

"Ya... seperti halnya kau menyukai anak ini" Gumam Chanyeol sembari mencium pipi Baekhyun.

Namja cantik itu kembali tersenyum, bahkan sesekali tertawa geli dengan sentuhan tangan besar itu.

Tapi semua itu tak berselang lama, begitu Baekhyun mengangkat wajah dan mendadak menatapnya pias. Sontak membuat Penguasa Vampire itu terhenyak heran, cemas... kalau-kalau Baekhyun merasa kesakitan lagi.

"Ada apa?"

"Semalam... aku tak bermimpi apapun" Adu Baekhyun, terdengar kecewa begitu paras cantik itu merubah rautnya. "Aku tak melihatnya..."

Pangeran Vampire itu sedikit berdecak, mencoba mencari pembicaraan lain yang mungkin bisa mengalihkan perhatian pendampingnya. Karena sungguh, Ia tak berharap Baekhyun kembali memohon melihat cermin masa depan itu.

"Bagaimana jika kita pergi untuk melihat—

"Ada hal lain yang kuinginkan darimu" Sergah Chanyeol, seraya mendorong tubuh mungil itu hingga kembali terduduk di ranjangnya.

"Tapi aku ingin melihat... mnhh~"

Baekhyun melenguh kecil, begitu Pangeran Sulung itu menyergap cepat perpotongan lehernya. Mengecupinya dengan sesekali memberi jilatan basah.

"Lama aku tak menyentuhmu seperti ini" Bisiknya, mencoba seintens mungkin mengalihkan perhatian Baekhyun dengan cumbuannnya.

Ia beralih mensyusupkan kedua tangannya ke dalam kemeja besar itu, meruam perut buncit Baekhyun... lalu merayap ke atas hingga menyentuh kedua nipple ranum itu.

"Nnn~ Ah!" Baekhyun memejamkan mata erat, terkadang memkik dengan dada membusung begitu tangan besar itu mencoba menggoda dadanya. Meremas... bahkan memelintir nipple kecilnya, hingga menyisakan perih yang memikat.

"Kau selalu menggoda... Dear" Bisik Chanyeol seduktif, ia beralih merangkak naik...setengah menduduki paha Baekhyun. Hingga namja mungil itu sama sekali tak bisa beranjak sedikitpun.

Sejenak Ia terdiam, menatap lekat dada kembang kempis di bawahnya. Semakin menyulut nafsu... kala wajah kemerahan itu menengadah, menahan nikmat.

"Ngh—Ackh!"

Baekhyun berjengit, nyaris terduduk saat bibir tebal Pria itu beralih menyesap sebelah nipplenya.

"Akh! C-Chanyeol! Mhh!" pekiknya makin frustasi, begitu Pangeran Vampire itu turut meremas genitalnya di bawah sana.

"Hn..?" Gumam Pria itu, sedikit menyimpul seringai... terlalu puas melihat Baekhyun memekik sebinal ini di bawahnya. menggodanya untuk berbuat lebih pada tubuh mungil itu hingga dalam hitungan detik, seluruh pakaian Baekhyun telah tertanggal entah kemana.

"Nnn~ AH!" baekhyun reflek menangkup genitalnya dengan sebelah tangannya, menutupnya rapat...bahkan dengan kedua kaki terkatup. berusaha menyembunyika bagian privat itu.

Membuat Pangeran Sulung itu mengernyit... namun tetap merunduk demi menatap wajah penuh semburat kemerahan itu.

"Mengapa kau menyembunyikannya?"

Baekhyun terengah. Semakin gugup... ditatap selekat itu. "J—jangan melihatnya!" Ucapnya tergagap.

Chanyeol terkekeh pelan, lalu meraih dagu Baekhyun agar kembali menatapnya.

"Kau malu?" Tanyanya setengah berbisik.

Baekhyun mengangguk ragu. Tapi memang itu yang dirasakannya kini. Sebelah tangannya mulai bergerak panik, mencari apapun di sisinya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang itu. Tapi.. Semua hanya terpasung percuma, begitu Chanyeol menggenggam kedua tangannya di atas kepalanya sendiri.

"Aku telah melihatnya... " Bisiknya seraya menjilat belahan bawah bibir Baekhyun. "Semua dari tubuhmu... aku telah melihatnya"

Chanyeol beralih menyergap cepat kedua paha Baekhyun, membukanya berlawanan... sontak membuat Baekhyun terbelalak terkejut, hingga tersedak pekikkannya sendiri.

"Jangan menyembunyikannya dariku..." Desah Chanyeol, begitu memposisikan kepalanya tepat di selangkangan namja cantik itu.

"J-jangan lakukan itu!" Seru Baekyhyun, sambil menggelengkan kepala... kala menyadari gerak-gerik Pangeran Sulung itu. "Chanyeol!" pekiknya lagi, semakin panik melihat Pria itu tak jemu menatap lekat genital dan rektum kecil miliknya.

Ada alasan lagi untuk kembali menyimpul senyum geli. Ah! menggemaskan sekali... mengapa namja cantiknya mendadak menjadi pemalu seperti ini. Bukankah tak hanya sekali ini Ia telanjang bulat di hadapannya, bahkan keduanya sering melakukan semua hal intim itu.

"Dear..."

"Matikan lampunya!" Pekik Baekhyun.

Chanyeol diam menatapnya. "ini pagi hari"

"K-kalau begitu, tutup tirainya! buat menjadi gelap!"

Chanyeol kembali mennghela nafas , sebelum akhirnya kembali membawa kepalanya ke atas mendekati wajah Baekhyun. Ini benar-benar menarik, melihat sikap tak tentu dari namja kecilnya, mungkinkah karena bayi yang dikandungnya?

"Aku tak mengerti... apa yang sebenarnya terjadi padamu"

Namja mungil itu menutup wajah dengan kesepuluh jarinya."A—aku tak ingin kau melihat tubuhku s—saat ini" Cicitnya lirih.

"Sudah kukatakan , aku telah melihat—

"Aku tau!" Seru Baekhyun, semakin tak terbaca

"Lalu?"

Perlahan, Baekhyun mulai mengintip dari sela jemarinya. "Apa kau tak merasa aneh, melihat tubuhku saat ini?"

Chanyeol mengernyit, melihat Baekhyun dari ujung kepala hingga ujung kakinya. "Tidak..." Pungkasnya kemudian.

"T—tapi perutku. A—aku namja, dan me—

"Cantik" Sergah Chanyeol. Menyadari... Rupanya Baekhyun tengah mempermasalahkan perut buncitnya

"Kau benar-benar cantik" Yakin Chanyeol lagi, kali ini dengan menggenggam kedua tangan Bakhyun dan membukanya perlahan.

"A—aku namja"Lirih Baekhyun

"Sangat cantik di mataku.."

Semestinya ia menyentak kesal bahkan marah, mendapat pujian yang selayaknya untuk wanita. tapi entahlah...Ia mendadak tersipu, bak seorang gadis belia. Ini memalukan untuknya, tapi Bekhyun pun tak bisa memungkiri, Ia menyukainya.

"Berhenti bersikap seperti ini" Chanyeol menautkan jemari keduanya. Menggenggamnya erat namun penuh perllindungan. "Karena aku .. suamimu"

Blush

Sepersekian detik, Baekhyun terpana... membiarkan dentuman liar jantungnya melebur bersama perasaan tersipu bukan main itu.

Hingga lumatan lembut itu, menyentak sadarnya... membuatnya mendesah. Dan sesekali meremas surai keperakan itu.

"Nn~ ahmmh"

Merasa tak puas, Ia beralih membuka sedikit bibirnya... memberi akses lebih untuk lidah pria itu, menjamah lebih jauh rongga mulutnya. menyisakan... saliva keduanya yang mulai meleleh di sudut bibir Baekhyun.

.

.

Baekhyun menggigil resah, mendapat kecupan-kecupan penuh gairah di setiap jengkal dadanya... terus merambat turun, hingga mencapai perut buncitnya.

"hkk! Ahhnn~" Desahnya nikmat, seraya meremas kepala Chanyeol. Perutnya sesekali menegang... seiring dengan gerakan lidah basah itu, melumuri pusarnya. "Akh!.. Chann!"

Chanyeol menyeringai, menambah cumbuan lain di sekujur tubuh mungil itu. Membuatnya memekik dan melenguh payah, hingga membuat Baekhyun lupa keinginan untuk mendekati cermin masa depan itu.

"Ngh!..M—mengapa kau mencintaiku... s—seperti ini?"

Chanyeol menghentikan jilatannya, dan beralih menatap wajah terengah penuh nafsu itu.

Ia mengulurkan tangan, membelai pipi basah itu dengan perlahan. "Aku mencintaimu tak hanya hari ini... Sebelum kau membuka mata untuk pertama kalinya, aku telah mencintaimu" Ujarnya sebelum akhirnya, merengkuh perut Baekhyun... dan menciumnya lebih intens.

"Nn.. A—aahh...mmhhah"

.

.

.

"C—chan! ahnn" Baekhyun kembali menahan bahu Chanyeol, begitu pria itu nyaris mengulum genitalnya.

membuat Pangeran Sulung itu berdecak, dan kembali mendorong dada Baekhyun agar berbaring.

"Jika kau masih merasa malu... aku akan menutup kedua matamu"

Baekhyun mengerjap. "N—ne?" Tanyanya tak mengerti.

Namun belum mendapat sahutan, dirinya kembali dibuat berjengit terkejut, begitu sebuah kain hitam menutup rapat kedua matanya.

"C—Chanyeol!" Pekik Baekhyun panik, Ia benar-benar tak bisa melihat apapun saat ini.

Seakan memang di bawah rencananya, pangeran Sulung itu menyeringai tajam. "Dengan mata tertutup Kau akan semakin merasakan sentuhanku" Bisiknya seraya membawa jilatannya di pangkal paha Baekhyun, bergerak terus turun ke bawah menyusuri kaki ramping itu.

"A—Aaahh...nhaahh!"

Dan benar saja, matanya yang tertutup... membuat semua indranya hanya terpusat pada sentuhan dan cumbuan itu.

Baekhyun menggelinjang liar saat Pria itu mengulum satu persatu jemari kakinya, dan makin parah menjerit, saat sebelah tangan Chanyeol menggesek bibir rektumnya.

"Hks...Ackh! Ahh! C—chann!"

Chanyeol kembali menyeringai. "Kau merasakannya?" Bisiknya, seraya membawa lidahnya menyusuri paha dalam Baekhyun.

"Nghah!...ahh... a-aku tak melihatmuh...nnh" Pekiknya frustasi, kedua tangannya terlihat terangkat.. menggapai-gapai Chanyeol

"Kau hanya bisa merasakan sentuhanku... Dear" Gumamnya sambil meniup lubang rektum itu.

"AHH!" Sontak membuat Baekhyun terlonjak, tak sanggup untuk menyentak bangkit. Pria itu kembali membuatnya melengking hebat begitu memberi jilatan-jilatan basah di bibir rektumnya.

"Hks! N—nnnahh! ACKH" menusukknya keluar masuk..bahkan memaksa membuatnya menyeruak ke dalam, hingga Baekhyun hanya bisa mengejang merasakan lidah itu mengorek titik kejut dalan analnya.

Pangeran Sulung itu kembali mengulas smirk, menyadari tubuh pendampingnya semakin terasa sensitif... terlalu sayang jika Ia melewatkannya hanya untuk dicumbunya seperti ini.

Dirasa semua oral itu cukup, Chanyeol beralih menekuk kedua kaki Baekhyun... tak terlalu kuat, hingga tak menekan perut namja cantik itu.

"A—ahnnh" Baekhyun mencengkeram kuat sisi ranjangnya, saat penis besar itu serasa menggesek bibir rektumnya yang telah bekedut itu. Namun lama Ia menunggu... Chanyeol tak kunjung mendorongnya masuk. terus menerus menggodanya... hingga sesekali terdengar bunyi kecipak darinya.

Baekhyun mengerang frustasi... nafsunya tersulut, tapi Pria itu seakan merengangnya dengan gerakan tak pasti ini, sebentar menekannya... sebentar menariknya kembli. Hanya menyisakan tautan cairan rektum dan precum yang mulai merembas itu.

"M—masukkanh...anghh... hah!" Pintanya seraya menaikkan pinggulnya, Baekhyun menggeleng ke kanan dan ke kiri, berharap kain penutup itu lepas dari matanya. Namun semua tetaplah percuma... kain itu tetap utuh membuatnya buta, sedang kedua tangannya terpasung di atas kepalanya.

"Hks!" Baekhyun mulai terisak. Membuat Pangeran Vampire itu terkekeh pelan,d an beralih mengecup lembut bibir Baekhyun.

"Maafkan aku..." Bisiknya, seraya melepas ikatan kain hitam di mata Baekhyun. Detik itu pula.. Ia tertegun melihat kedua mata biru itu telah penuh dengan genangan bening di pelupuknya.

Terlihat sayu namun menggoda dalam waktu bersamaan.

"M—masukkan.." rengek Baekhyun, dan Pangeran Sulung itu hanya tersenyum sambil memberi kecupan mesra di pipinya.

Ia kembali membuka paha Baekhyun, mengarahakn genital besar yang telah menegang penuh dengan semburat otot itu. Dan mungkin, Baekhyun akan memekik kesakitan saat melakukan penetrasi itu. Karena memang... libidonya telah dibatas

Chanyeol melumuri dua jarinya dengan salivanya. "Katakan jika ini terasa sakit Dear..." Ujarnya seraya menusuk rektum merekah itu dengan jarinya, membuatnya semakin lengket dan basah dengan lumuran saliva itu.

"Mmh~" Baekhyun mengangguk cepat, sedikit menengadah demi menghirup udara sebanyak-banyaknya kala kepala penis itu mulai menekan kuat.

"A—

Baekhyun mendadak menahan nafas, kedua tanganya terlihat pasi karena terlalu kuat mencengkram cover bed di bawahnya. Ia berharap bisa menjerit saat ini, kala penis berukuran tak biasa itu menerobos masuk, membelah lubang sempitnya. Tapi Baekhyun hanya tersedak pekikkannya sendiri, tubuhnya seakan terkejut dipaksa menerima hujaman sekuat itu.

Hingga, belaian lembut ditengkuknya meloloskan semua jerit tertahannya."AHHTT! S—Sakith..." Rintihnya seraya meremas kedua lengan Chanyeol, berharap Pria itu memberinya sedikit jeda untuk membiasakan diri.

Chanyeol beralih merunduk, menautkan jemari keduanya dan seskali memberi kecupan lembut di wajah Baekhyun, mencoba mengalihkan rasa sakit itu.

"Rileks..." Bisiknya lagi, sambil menyeka keringat di kening Baekhyun, sebelah tangannya beralih melepas tautan jemari keduanya. Lalu Ia gunakan untuk membelai pinggul Baekhyun, mengelusnya perlahan hingga samar terdengar hela nafas nyaman dari namja cantik itu.

"Aku bisa bergerak ... sekarang?"Chanyeol menatap lekat manik sapphire itu, hanya setengah dari penisnya yang berhasil menerobos, dan sungguh Ia tak berharap lepas kendali dan memaksa menghentak tubuh kecil itu, sebelum Baekhyun benar-benar siap menerima tubuhnya.

Sejenak menunggu, hingga tiba-tiba saja... kedua lengan kurus itu terangkat, dan mengalung erat di lehernya. Baekhyun sedikit mengangkat kepala. "Kiss..." Bisiknya sebelum akhirnya memagut bibir tebal Pangeran Sulung itu, seakan memberi isyarat untuk melepas hasrat yang sempat tertahan itu.

'JLEB'

Benar saja... Chanyeol menghentak setengah miliknya, membuat Baekhyun mengerang nyeri namun tetap memaksa memagut bibir Pria itu, mencoba mencari pengalih dari semua denyut perih itu.

"Mpfthh—ARHMPH!"Jerit Baekhyun tertahan... begitu penis yang sempat tertanam itu kembali bergerak keluar, membuat sebagian lapisan rektumnya tertarik lalu kembali terbenam saat Chanyeol menghujamnya ke dalam. Terus berulang... hingga tubuh mungil itu terhentak-hentak mengikuti gerakan penis besarnya.

.

.

"MMPFAHH~! AH!...hhahh!" Baekhyun melepas ciumannya, demi menengadah dan mendesah sekeras mungkin. Semua terasa menyengatnya... membuatnya melayang, hingga benaknya hanya berisi aroma tubuh dan sentuhan Pria itu.

"Feels goodh! ahhahh!... AHH!" Pekiknya, makin membuka lebar kedua kakinya, menahannya dengan tangannya sendiri. Membiarkan Pangeran Sulung itu menjamah rongga tubuhnya lebih jauh. Semua masih memang menyisakat sakit untuknya, namun gesekan penis besar itu... benar-benar membuat denyut perih itu serasa candu.

"CHAN! ACKHH...! M—More! AHH...!" Baekhyun makin menggila, meremas surai pirangnya sendiri kala tubuh kekar itu kian mempercepat hujaman penisnya. menciptakan kecipak erotis... bahkan, cairan rektum dan precum yang melebur mulai meleleh keluar dari sela tautan tubuh keduanya.

"Engh~" Chanyeol mengerang tertahan, Ia benar-benar merasa tak cukup dengan semua ini. Oh sungguh! Baekhyun terlalun menggemaskan... sangat menggemaskan, membuatnya ingin mengklaim semua yang ada dalam diri anak itu. Ia beralih memutar paksa tubuh Baekhyun membuatnya menjadi menungging,

"AAAHTTT! AAHH!"

Tak ayal namja mungil itu pun menjerit hisrteris, merasa perutnya seraya dipelintir bahkan diperas dari dalam. "C—CHAANYEOL! AHHH!" Baekhyun kembali memekik, kala tubuhnya kembali di hentak-hentak.

.

.

.

Tubuhnya menggigil, dengan tubuh penuh kilap peluh... Baekhyun mencengkeram pasrah kepala ranjangnya. Semakin payah menerima hujaman nikmat itu, hingga membuat nafasnya kian memberat bahkan desahannya terdengar serak akibat terlalu banyak menjerit.

"Ackhhh! Hhhaahh!... HAAHH!"

"Kau menikmatinya?" bisik Chanyeol sambil mengulum daun telinga Baekhyun, sebelah tangannya merayap... menggelitik perut buncit itu. Tak peduli pemiliknya semakin menggelinjang, bahkan menegang hingga—

"AACKHHH! CUMM~ Hhhnnn"

Baekhyun menyentak klimaks, Terlalu terengah... namun tetap merelakan tubuhnya dihentak, membiarkan Pria kekar itu terus menyetubuhinya dari belakang

"AHH! A—

Di tengah lengkingan itu, Baekhyun mendadak terbelalak lebar... nafasnya serasa dicekat. Begitu sesuatu yang panas dan menyakitkan serasa menyayat perutnya dari dalam.

"A—ahh" Baekhyun me lemas. Semestinya Ia memekik penuh nikmat, kala penis besar itu berulang kali menyentak semen panas dalam perutnya. Namun Ia hanya berkahir merintih kesakitan, begitu rasa panas yang membakar itu samakin menjadi-jadi. Baekhyun tak tau apa yang terjadi... tapi sesuatu seperti menghisap bahkan mencabik-cabik perutnya tanpa henti.

"Tubuhmu nik—math... Dear" Lenguh Chanyeol puas, saat menyemburkan benih panasnya untuk kesekian kalinya.

Tapi pangeran Sulung itu sama sekali tak menyadari, Baekhyun yang kesakitan itu nyaris di ambang kesadarannya.

Hingga lengan kurus yang tak mampu menahan tubuhnya itu,lunglai... membuat Chanyeol tersadar dan menangkap cepat tubuh Baekhyun sebelum namja mungil itu benar-benat terjatuh menindih perutnya sendiri.

"Baekhyun?!"

.

.


Baekhyun mendesis pelan, seraya memegangi kepalanya. Entah berapa lama Ia tertidur... tapi sepertinya Ia benar-benar melewatkan hari yang panjang untuk terbaring. "Ah..." desahnya begitu membuka mata, dan petang telah menjelang.

Ia beralih menoleh ke samping, dan terbelalak melihat punggung lebar yang membelakanginya.

Mungkinkah Chanyeol sedari tadi menunggunya di sini, hingga Ia terbangun?

Baekhyun terdiam, sempat mengingat kegiatan intimnya bersama Chanyeol di pagi ini. dan sepertinya... Ia mengacaukannya,karna mendadak pingsan.

Baekhyun menghela nafas pelan, merasa bersalah. lalu beralih menyentuh punggung Chanyeol. "Maafkan aku..." Gumamnya, menduga mungkin Chanyeol kesal... atau marah.

"..."

Pria itu terlihat berjengit, menyadari sentuhan Baekhyun. tapi setelahnya ia kembali tertunduk. sama sekali tak menjawab apapun.

"Kau marah?" Ucap Baekhyun cemas, dan memaksa bangkit untuk menarik lengan Chanyeol agar menatapnya.

"Kau marah padaku?" Ulangnya, semakin takut Pangeran Vampire itu beralih membencinya.

GREB

Namun, yang terlihat... Ia dibuat terlonjak terkejut begitu pria itu mendadak mendekap tubuhnya.

"Kau tau apa yang terjadi padamu?" Ujar Chanyeol tiba-tiba, berulang kali menghirup dalam-dalam ceruk leher Baekhyun. "Aku tak ingin kehilanganmu" Lanjutnya lagi, semakin terdengar serak.

Baekhyun mengerjap, mencerna ucapaan itu. Tapi setelahnya Ia tertawa kecil. "H—hei.." Panggilnya memaksa merenggangkan pelukan itu, untuk menyentuh wajah tegas Chanyeol

"Aku baik-baik saja" Bisiknya menenangkan. Lalu tersenyum manis, berusaha menyamarkan raut pucat itu.

Chanyeol hanya tertunduk, Baekhyun tak tau apapun. Bahkan mengenai satu nyawa yang mulai terancam itu, Baekhyun benar-benar tak mengetahuinya. Semua seakan menjadi petaka dalam batinnya, entah...di mana Ia harus memijakkan pendirian itu. Tapi satu yang diinginkannya, ia tak mungkin melepas Baekhyun, hanya demi kepentingan itu.

"Dengar..." Ujarnya seraya meraih tangan Baekhyun untuk digenggamnya erat. "Dengarkan aku Dear" Lanjutnya lagi, kali ini dengan menatap lekat kedua mata biru itu.

"Mengapa kau secemas ini, aku selalu—

"Gugurkan janin itu" Sergah Chanyeol telak.

Tak pelak membuat namja cantik itu terbelalak lebar, lalu menggeleng pelan. "K—kau bercanda" kekehnya seraya melepas genggaman tangan Chanyeol. "Aku sedang tak ingin bercanda saat ini" Ucapnya lagi, kali ini dengan bangkit. Berusaha menjauhi Chanyeol. Oh sungguh! apa yang salah dengan pangeran Vampire itu. Hingga mendadak sekonyol ini.

Tapi,Chanyeol menariknya hingga kembali terduduk menghadapnya. "Bayi itu mengancam jiwamu"

Sejenak Baekhyun hanya memandangnya dengan tatapan tak percaya, lalu kembali membuang muka untuk berdecih.

Membuat Chanyeol kembali berusaha menahannya untuk mendengarnya."Dear"

"Dia anakmu! dan Bayi ini yang akan membuatmu menjadi seorang Raja! bagaimana mungkin kau menginginkaku menggugurkan—

"Persetan dengan menjadi Raja! Aku sama sekali tak peduli!" Gertak Chanyeol tiba-tiba. Seraya meremas kedua lengan Baekhyun. "Aku mencintaimu ... kumohon mengertilah"

Baekhyun tersenyum hambar, lalu melepas kasar pegangan tangan Chanyeol. Dan menatapnya kecewa...

Apa yang salah?!

Tidakkah semua ini yang diinginkan pangeran sulung itu? membawanya ke alam ini, menyentuhnya, menyentak semua takdirnya sebagai namja hingga dirinya benar-benar mengandung seperti ini.

Lantas... apa yang terjadi saat ini?

Disaat Ia benar-benar jatuh mencintanya, lalu Pria itu begitu mudah menyentak semua jerihnya.

ia telah merelakan tubuhnya, hanya untuk menjadikannya seorang Penguasa Alam ini.

Tak taukah Chanyeol, Ia bersedia melakukannya...karena 'Cinta'?

"Tidak! Aku akan tetap mempertahankan bayi ini" Kekeuhnya seraya bangkit ingin melangkah pergi.

"Gugurkan, demi keselamatanmu"

Baekyhyun menghentikan langkahnya. "Lalu... jika bayi ini lenyap, apa yang akan kau lakukan? Mencari pendamping lain untuk mengandung anakmu?"

Chanyeol terbelalak. "Hanya kau satu-satunya—

"Ayah akan memaksa mencari pendamping lain untukmu! Dan kau meninggalkanku sendiri!? Membuatku melihatmu bahagia bersama pendampin barumu?! Itukah yang kau inginkan?! Lalu untuk apa kau membuatku mencintaimu seperti ini?!" Racau Baekhyun semakin tak terkendali. Bahkan kini mulai merosot di lantai dan memeluk perutnya sendiri. Banyak rasa takut di sana, dan ia tak berharap Chanyeol benar-benar memaksa untuk melenyapkan makhluk mungil yang tumbuh pesat dalam perutnya saat ini.

Chanyeol terhenyak, seakan tak sanggup merangkai kata. Menyadari Baekhyun rupanya salah mengartikan maksud hatinya.

Ia tak berniat mencari pendamping lain hanya karena keduanya tak bisa memiliki bayi itu, semua semata ... untuk keselamatan Baekhyun.

Chanyeol beralih mendekat dan menangkup wajah pias itu, Ia tau...dirinya telah menyakiti Baekhyun.

"Apa yang kau katakan ini hn? Aku hanya memilikimu... tak ada pendamping lain selain dirimu Dear"

Baekhyunn tergugu, masih tak bisa terima jika Chanyeol tetap memaksakan kehendaknya.

"Seorang pendamping harus memberi keturunan bukan?!"

"..."

Chanyeol terdiam... merasa tersudut dengan ucapan yang sepenuhnya benar itu.

"Akupun mencintaimu... biarkan aku memilki anak ini"

Chanyeol mengeras. "Aku tak mungkin kehilanganmu! Kumohon mengerti—

"Meski nyawa taruhanku... biarkan aku memilikinya"Ujarnya getir, Ia tak menginginkan apapun selain memiliki buah cinta keduanya. "Kau telah membuatku memilih jalan sejauh ini" Baekhyun kembali melepas tangan Chanyeol untuk beringsut menjauh.

"Dear—

"Jangan mendekat! aku akan tetap mempertahankannya"

"BAEKHYUN!" Bentak Chanyeol, memaksa mendekat ingin menarik tubuh mungil itu. Kedua matanya berkilat tajam, seakan memang menunjukkan jati dirinya sebenarnya. Jika... kehendaknya memang mutlak.

Tentu membuat baekhyun semakin menggigil melangkah mundur untuk menjauh, anak itupun tak pernah berhenti memeluk perutnya berusaha melindunginya. Mengapa semua ini terjadi, pria yang semestinya penuh kasih itu berubah menjadi sosok yang menakutkan untuknya. Bagaimana mungkin Chanyeol ingin melenyapkan darah dagingnya sendiri?

Baekhyun terus menghin darinya, hingga tiba-tiba saja, tubuh mungil itu menyentak magis... lalu lenyap begitu saja.

Tak pelak, membuat Penguasa Vampire itu terbelalak lebar...bahkan nyaris tak percaya, Baekhyun memiliki kemampuan teleportasi seperti itu.

Sejak kapan?

Mengapa sama sekali tak tersadar olehnya?

"D—dear"

.

.

.

.

.


"Ugh!"

Baekhyun oleng, bahkan nyaris tersungkur begitu kakinya tiba-tiba saja memijak tanah, yang entah dimana Ia sama sekali tak mengetahuinya.

Semua terlihat gelap, tak ada temaram cahaya apapun selain derik serangga malam di balik pepohonan pinus, semacam di tengah hutan.

"Hks... Di mana ini?" Gumamnya seraya memeluk lengannya sendiri dan menggosoknya pelan berharap mengikis suhu beku itu.

Ia memang mencoba lari dari Chanyeol, tapi sungguh Baekhyun benar-benar tak mengerti bagaimana dirinya bisa sampai di tempat seperti ini

'NGRAAAKK'

"Ahh!" Baekhyun reflek membekap kepala dan terduduk ketakutan, kala mendengar jeritan burung itu. Berulang kali ia mengeleng kasar dengan mata terpejam, berharap tak ada satupun makhluk menakutkan yang mendekatinya di tempat seasing ini.
Tiba-tiba suara derak ranting yang patah semakin menciutkan nyalinya, suara itu tak biasa.. terus berulang, selah seseorang memang sengaja melakukannya. Semakin lama semakin mengeras... membuat Baekhyun semakin kacau menutup wajahnya sendiri. Jika saja Ia bisa memanggil Chanyeol...

Tapi—semua menjadi pilihan riskan. bagaimana jika Chanyeol menemukannya lalu tetap memaksa membunuh janin itu.

'KRAACK'

"S—siapapun... tolong ak—

"Baek"

Baekhyun berjengit mendengar panggilan itu, seperti tak asing. tapi mustahi bertemu dengan seorang yang dikenalnya di tempat seperti ini.

Namja mungil itu beralih menoleh ke belakang. Itu memang seseorang... tapi siapa? suasana sangatlah gelap.. ia tak bisa melihat apapun selain siluet hitam.

Hingga sosok itu mendadak menyalakan sebuah benda terang dan mengarahkan di bawah wajahnya sendiri—

"Yoo! Kakak Ipar mengapa kau di sini?"

"A—AAAHHHHH!" Jerit Baekhyun histeris, begitu melihat sosok wajah itu. Aksen seram berwajah pucat dengan taring di sela bibirnya. belum lagi dengan wajahnya yang hanya terbias setengah itu.

"H-heiii! apa yang kau takutkan? ini hanya lampu senter" Ujar Pemuda itu sembari mengayunkan lampu senter itu di wajah Baekhyun. "Aku Kai... kakak ipar"

Tak pelak membuat Baekhyun yang sedari tadi menjerit itu terdiam, lalu merampas lampu senter itu untuk dibantingnya dan diinjaknya hingga remuk.

"O—Waeeee! mengapa kau menghancurkannyaahhh?!" teriak pemuda itu, turut histeris.

"Kau gila KAI!" Jerit Baekhyun, persetan tak melihat Kai karena suasana kembali gelap itu.

"Aisshh... apa salahku?! Kau ketakutan dan aku hanya ingin menolongmu. lalu lihat apa yang kau lakukan!"

Baekhyun berdecak seraya mengepalkan tanga kuat. Siapa yang tak terkejut di tempat segelap ini, lalu sosok aneh tiba-tiba muncul sambil menyorot wajahnya sendiri.

"Yya! Lagipula... untuk apa kakak ipar di tempat seperti ini? tak baik Ibu hamil berjalan seorang diri di sini"

Baekhyun kembali memutar tubuh, ingin memukul asal kepala Kai. tapi itu bukan kepala kai melainkan wajah seseorang.

"Kai.. kau membawa seseorang?" Tanyanya terkejut.

Kai meringis, lalu dalam sekejap.. ia membuat bola api dengan magisnya, hingga menjadi penerang untuk keduanya.

"Yap! Seperti yang kau lihat"

Baekhyun terbelalak lebar begitu melihatnya, tampak seoranng namja semungil dirinya berada di atas punggung Kai.

"Kai—

"Ah! Jangan di sini. Sebaiknya lekas kembali ke puri. Aku akan mengantarmu atau mungkin akan ku panggikan Chanyeol Hyu—

"Aku ikut denganmu" Sergah Baekhyun cepat.

"M—mwo?"

"Bawa aku ke rumahmu" Sungut Baekhyun memaksa. Meski sesekali ia terlihat terhuyung karena peningnya.

"Tapi Chanyeol Hyung bisa—

"CEPAT KAI!"

Kai terlonjak, tapi setelahnya Ia mengagguk pasrah.. membawa serta Baekhyun bersamanya jika tak ingin bocah mungil itu mendadak mengamuk.

"Hhh... kakak ipar apa yang terjadi?"

"..." Baekhyun hanya diam, mengamati semua dahan pinus dari atas kala vampire muda itu membawanya terbang menuju purinya. Ah! Kai tak perlu tau apapun, yang jelas... ia hanya ingin menghindari Chanyeol, hingga pria itu berhenti menggila ingin membunuh darah dagingnya sendiri

"Kau bertengkar dengan Chanyeol Hyung?"

"..."

Baekhyun kembali tak menjawab, membuat Kai mendesah gusar. Lalu mempercepat gerakannya... barangkali Luhan atau Ayahnya bisa membuatnya luluh setelah ini.

.

.

Sementara itu, tanpa mereka sadari... sosok yang lain sedari tadi mengawasi dari puncak pinus itu. Ia hanya diam, menjaga gerak-gerik pendampingnya di bawah sana.

Semestinya Ia mendekat, dan membawa Baekhyun bersamanya.

Tapi.. Ia sepenuhnya tau, Baekhyun tengah kacau dengan batin dan mungki rasa percayanya saat ini. Dan memaksa mendekatinya, hanya membuat anak itu kembali menghindarinya.

Mungkin memang lebih baik, membiarkan Baekhyun bersama vampire muda itu untuk sementara ini, hingga selenjutnya Ia menemukan rencana yang lain, untuk menggugurkan janin itu.

.

.

.

.

"Kau tinggal di sini?"

Tanya Baekhyun, begitu mengikuti langkah Kai memasuki sebuah ruangan megah... yang Ia yakini sebagai kamar Kai.

"Ya... dan kau bisa melihat Puri utama dari sini" Ujar Kai seraya membuka jendela, hingga sebuah bangunan yang lebih megah terpampang tak jauh darinya. ya, Baekhyun memang tau... itu Puri Raja Vampire.

"Secara tidak langsung, kami tinggal bersama Raja Kyuhyun" Jawabnya seraya membaringkan sosok mungil itu di ranjangnya. Dan Baekhyun hanya diam mengamati tingkah pria muda itu.

"Apa kau merasa sakit? wajahmu sangat pucat kakak ipar"

Baekhyun hanya menggeleng, lalu menggigit bibirnya sendiri... memaksa bibir itu lekas memerah. Hingga tiba-tiba—

"Kai dia manusia" Celetuknya

"yap! Seperti yang kau lihat"

"Dia namja"

"Uhum.." Kai mengagguk antusias.

"Seorang Dokter.." Delik Baekhyun, kala melihat kemeja medis yang dikenakan sosok mungil itu.

Dan kai kembali mengangguk senang mendengarnya

"Kau mennculiknya?!" Tuduh Baekhyun kemudian, seraya menunjuk Kai dengan telunjuknya.

"Hah?! NOO! Aku hanya menemukannya di jalan!" Pekik Kai, membela diri.

"Seorang Dokter kau temukan di jalan?" Baekhyun terbahak. "Jangan menipuku!" Lanjutnya lagi seraya bersidekap, mengabaikan perutnya yang besar karena hamil itu.

Kai kembali berdecak, tak menduga Pendamping pangeran Sulung itu memiliki sisi menyebalkan seperti ini.

"Dia tak sadarkan diri di jalan, Dan aku menemukannya. Okay! Lalu aku membawanya kemari. Jangan bertanya apapun lagi... sssssshhhhh" Pungkas Kai, seraya menyentuh bibir tebalnya sendiri dengan telunjuk lalu mendesis panjang.

Baekhyun hanya berdengus, namun merasa tak jemu untuk menggoda pemuda vampire itu hingga mungkin kembali menjerit jengkel.

"Kyung—soo" Eja Baekhyun begitu membaca name tag yang tersemat di jas medis putih itu.

Sementara Kai lebih memilih memangku tangan, dan memandangi wajah chubby yang masih terpejam itu. "Kau terlalu lelah bekerja.." Gumamnnya lirih.

"Mengapa kau membawanya kemari?" Suara Baekhyun kembali mengusik suasana roman nya, membuatnya kembali berdecak dan melirik namja mungil itu.

"Jangan bilang kau ingin menjadikannya sebagai pendampingmu"

namun belum sempat menjawab, Baekhyun telah lebih dulu menohoknya.

"Ohooo! Tentu saja! Aku ingin seperti Chanyeol Hyung! Tapi tak akan seceroboh itu merubahnya menjadi setengah vampire" Ujar kai menggebu, semakin bersemangat kala memandang wajah menggemaskan namja bernama Kyungsoo itu. "Aku akan merubahnya menjadi vampire seutuhnya" Lanjutnya lagi.

Baekhyun terhenyak, menyadari satu pembicaraan penting dari Vampire muda itu. Dan Ia merasa itu pun berhubungan dengan dirinya.

"Apa maksudmu ceroboh dengan merubah setengah vampire?"

Kai terdiam, menarik raut jenaka itu menjadi serius. "Seperti dirimu... " Gumamnya lirih.

"Sebelumnya kami tak tau akan hal ini, tidak sebelum pangeran Sulung memilihmu untuk menjadi pendampingnya. Dan itu pertama untuk alam ini, memilih pendamping seorang manusia" Kai menatap Baekhyun lekat, sedikit menyimpul senyum kala Ia menarik tangan Baekhyun agar duduk di sisinya.

"Tapi Dia tak merubahmu seutuhnya, menyisakan sebagian sisi manusia dalam tubuhmu. Semula kami menduga semua akan baik-baik saja, tapi kau menunjukkan pertanda yang lain seiring dengan membesarnya janin itu" Vampire itu mulai melirik perut Baekhyun

Baekhyun tergagap, tak ingin pemuda itu kembali melugaskan semuanya,,, karena Ia tau ujung dari pembicaraan ini.

"Mengapa Dia tak merubahku menjadi vampire seutuhnya?"

"Manusia yang dirubah menjadi Vampire, akan melupakan kehidupan manusianya. Chanyeol Hyung terlalu mencintaimu, Dia tak ingin membuatmu lupa akan sosok orang tuamu"

Baekhyun terhenyak, sebagian dari dirinya perlahan melemas... entah terjebak dalam rasa bersalah itu, ataukah rasa takutnya.

"Bagaimana jika Dia merubahku menjadi vampire seutuhnya?" Tanya Baekhyun memncoba mencari peluang, mendapat jawaban yang bisa membuatnya tenang.

"Sayangnya... perubahan itu hanya dilakukan sekali. Bisa-nya telah mengalir dalam tubuhmu membuatmu kebal, sebanyak apapun bisa vampire yang dialirkan. Itu tak akan merubah apapun. Dan Kau tetaplah manusia setengah vampire... Kakak ipar" Jelasnya seraya menelan ludah getir.

Baekhyun tertunduk, tak ingin bertanya lebih jauh lagi dari semua ini. satu sisi Ia menyadari betapa besar perasaan Pangeran Sulung itu, tapi sisi lain... Ia benar-benar tak bisa terima jika alasan itu yang membuatnya harus kehilangan janin dalam perutnya.

Tidak!

Itu buah cintanya dengan Chanyeol.

.

"Hei... kau baik-baik saja?" Kai menyentuh bahunya, membuat Baekhyun berjengit tapi lekas mengangguk cepat.

"Chanyeol Hyung pasti mencarimu.. kakak ipar"

Baekhyun tertunduk. "Aku ingin bersembunyi. T-tak ingin melihatnya" Lirihnya sesak

Vampire muda itu hanya memandangnya, sesunggunya Ia tak ingin terlibat. Tapi melihat baekhyun seringkih ini, apa lagi yang bisa dilakukannya selain menghibur dan menjadi tamenng untuknya.

"hhh...baiklah, tidurlah di sini" Ujar Kai seraya mengangkat tubuh Kyungsoo. "Luhan mungkin tak lama lagi akan menemuimu di sini"

Baekhyun mengerjap kikuk, "lalu dia?" tanyanya seraya menujuk Kyungsoo.

Kai menoleh lalu menyeringai. "Tsk! Aku punya banyak tempat untuk menyembunyikannya" Ujarnya sebelum akhirnya melenyapkan diri.

.

.

Baekhyun menghela nafas pelan. Kini hanya dirinya di dalam ruangan ini. Sejenak... mengamati sekitar, terasa berbeda begitu tak mendapati aroma mawar putih.

Tak seperti kamar milik Pangeran Sulung itu... ah! banyak semerbak mawar kemanapun Ia melangkah di sana.

Tapi... Bukan itu yang sebenarnya membuatnya mencerca diri, melainkan aroma dari sosok yang kerap merengkuhnya setiap malam menjelang.

"Tidak. Ini lebih baik...aku akan melindungimu di sini" bisiknya seraya mengelus perutnya sendiri."Tak lama lagi kau akan terlahir... bukan?" gumamnya lagi, sambil mengulas senyum.

Baekhyun beralih melangkah menuju ranjang... berniat membaringkan dirinya di sana.

"Hari ini jangan mencari Ayahmu"

Namja cantik itu seakan tak jemu, berbicara pada makhluk mungil dalam perutnya. sesekali meringis kecil begitu dirasa janin itu, mulai bergerak halus di dalam.

"Mmh... yah, kau memang anak baik" bisiknya seraya memejamkan mata.

.

.


TAP

Sesosok pria terlihat berdiri di ambang jendela besar itu, sejenak mengamati sekitar... sebelum akhirnya melangkah mendekati sosok mungil yang telah terbuai dalam lelapnya.

"Kau menggigil.." Bisiknya seraya menyentuh bahu Baekhyun, mengalirkan suhu hangat untuknya.

Lama Ia memandang paras cantik itu, terasa sesak kala melihat jejak air mata di pipi Baekhyun. "Mengapa menangis hn?" Gumamnya sambil merunduk, mengecup pelan bibir tipis itu.

lalu menyesapnya lembut, hingga hanya menyisakan rasa manis dari lenguhan lirih Baekhyun

"Mnh~"

.

.

Bibir merah merekah basah...terlihat mempesona begitu pemiliknya terpejam dalam damai.

Ia terlalu mencintainya, hingga sama sekali tak rela jika sampai Baekhyun terenggut darinya.

Janin itu tak harus terlahir...

Tidakkah Dia hanya sebagai pemenuh kepentingan untuk menjadikannya penguasa alam ini.

Tapi Baekhyun?

Tak satupun tau... seberapa lama Ia menunggu dan menjaganya hanya untuk merengkuh namja mungil itu. Dan tak satupun tau... seberapa besar perasaannya untuk makhluk setengah manusia itu.

Ia melirik perut Baekhyun. sebelah tangannya terangkat... menyentuh perut buncit itu.

Semula hanya membelainya, hingga lambat laun menekan... bahkan samar terlihat bias magis dari dalamnya.

"Kau—" Kedua mata itu kian berkilat tajam.

"Tak harus melahirkannya.." Lanjutnya lagi, semakin memperkuat tekanannya.

.

"Ngh~" Baekhyun terusik, merasa nyeri yang hebat di bagian perut bawahnya. memaksanya untuk membuka mata... namun-

Seketika itu pula kedua matanya terbelalak lebar, melihat Chanyeol di hadapannya. tapi bukan sosok pria itu yang membuatnya tersedak jeritannya... melainkan pada tangan yang kini berusaha mencengkeram perutnya dengan bias magis panas.

Apa yang terjadi?

Chanyeol benar-benar ingin melenyapkannya?

"A-apa yang kau lakukan?! HENTIKAN!"

Baekhyun terisak, tak ingin memprecayai Pria itu begitu sampai hati melakukan semua ini padanya.

Ia menggeleng kasar, tak berharap Chanyeol merubah perangai seperti Zico... yang ingin melenyapkan janinnya.

"LEPAS!"

"..." Chanyeol diam, tetap berusaha mengalirkan semua magis itu.

"B—biarkan Dia lahir! Hks" Ronta Baekhyun, mencoba memohon.

"Aku tak menginginkan Bayi itu..."

PLAKK

Wajah pria itu memaling ke kanan, begitu sebuah tamparan keras menyentaknya

"DIMANA NURANIMU?!" Jerit Baekhyun terengah. Semakin menatap kecewa... begitu menyadari Pria itu hanya memandangnya dingin, bahkan tanpa sedikitpun raut darinya.

"J—jika kau membunuhnya... Lebih baik aku mati saat ini juga!"

Chanyeol meradang. "BAEKHYUN!"

"Hks..."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Next Chap

"Dia tak bernafas..."

.

.


Aloohaaaa Gloomy Hadir bawa chap 12 nyaa

Hehe, janji kan up hari ini :)

Mian banyak typo bertebaran

Review jusseyooo jika sayang Gloomy dan FF nya T_T

IG: gloomy_rosemary (jika ingin tau info kapan update)

Besok yang up. BOAWR? LOFL? Atau Love Sick?

.

dan untuk:

Dian Rizky226 , Shengmin137, buny puppy, Rinpark, buny puppy Tiara696 , SHINeexo, AlexandraLexa , Maarshmallowss c, LyWoo , CB046194, Byunsilb, LightPhoenix614, jeyjong , restikadena90 , Eun810 , daebaektaeluv,baekleyquinn, 90Rahmayani , Irena Hidayani , baekachu, Byun Ni, T EXO-L , Luv,Vanda9420, PCY6104, AnisaRr3003, LittleOoh, Ricon65 , ChanBaekGAY , krisan23, Asandra753, eenychanpeceye, len, , anahkyungie, 365 be With You , Dewi Wi Dewi525, Cutie31, Babybaekhy , Yeolliebee , parkbaekhy , chandabaek , mphi , inchan88 , veraparkhyun, istmrbee , Irenevous , Aya , sherli898 , selepy , moru dianthi , byunbaekcha04 , AidakaZi , light195 , intantriayuni , xiaolu , dwi yuliantipcy, Markeu Noona , naominoame , n3208007 , Cynta533 , shin rae s , TobenMongryong , BananaOhbanana, Real Paochan , Incandescence7, Pricillia579 , shantisolekah9 , buny puppy , yousee, chan92 , Dewi Wi Dewi525 , Freakyducky04, sherli898 , metroxylon, danactebh , LUDLUD c, IchaMultifandom, Darkyoung, Baekhyun Cantik, baekkumaa , pongpongi , baekkiaerii, lee da rii, baek ca , ChanBaek3769 , eppsoohh, LeeYooIn23, Shimamariam21 , meliarisky7 , Baeka , shinshiren, vkeyzia23, Park RinHyun-Uchiha , yousee, ParkByun61 , sehunluhan0905, ezty , WinterJun09, rmdh, Baek13erry , EXO8861, luv110412, isnadhia, baekkiepuppy, rubykaisoo, dnbnim, vRiinnchan , Hyfive , Yunia Park , ge-chan1902 , chanbaekssi, Jeundeuk, Pricillia579, hyunnie, dan All Guest

gomawooo sudah mereview

jgn lupa review lagi neee

Saranghaaaaaeeee

Annyeeeoooooooooooooong