Main Cast : Chanyeol X Baekhyun
Other Cast : Kejutan di dalam nyaa :) Hayoo temukan
Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms
.
.
Previous Chapter
Baekhyun terisak, tak ingin memprecayai Pria itu begitu sampai hati melakukan semua ini padanya.
Ia menggeleng kasar, tak berharap Chanyeol merubah perangai seperti Zico... yang ingin melenyapkan janinnya.
"LEPAS!"
"..." Chanyeol diam, tetap berusaha mengalirkan semua magis itu.
"B—biarkan Dia lahir! Hks" Ronta Baekhyun, mencoba memohon.
"Aku tak menginginkan Bayi itu..."
PLAKK
Wajah pria itu memaling ke kanan, begitu sebuah tamparan keras menyentaknya
"DIMANA NURANIMU?!" Jerit Baekhyun terengah. Semakin menatap kecewa... begitu menyadari Pria itu hanya memandangnya dingin, bahkan tanpa sedikitpun raut darinya.
"J—jika kau membunuhnya... Lebih baik aku mati saat ini juga!"
Chanyeol meradang. "BAEKHYUN!"
"Hks..."
.
.
.
.
.
Blood On A White Rose
Chapter 13
.
.
Temaram cahaya rembulan berangsur lebur bersama deru angin beku di luar sana..
Dingin yang berbeda memang terasa merasuk tulang. Namun nyatanya... semua anomali itu sama sekali tak menyurutkan panas dalam dirinya.
semua kian membuatnya meradang berang, kala namja mungil di hadapannya semakin keras dengan pendiriannya. Tak memberinya kesempatan untuk melugaskan perasaannya di sini. Tak taukah Baekhyun... Dia segalanya bahkan mungkin lebih dari hidupnya sendiri.
.
.
Sebelah tangannya mulai terulur, mencoba merengkuh tubuh ringkih yang kini menggigil karna terisak. Ia tau... teriakan dan mungkin sikap kerasnya, telah melukai Baekhyun. Tapi... bocah itu 'cinta' nya... mustahil Ia membiarkan kepentingan bersyarat itu, mengambil Baekhyun dari hidupnya.
Tidak!
Tak ada satupun yang tau... betapa besar penantian dan jerihnya hingga anak itu benar-benar bersandar bahkan membalas rasanya.
"Mengapa?!" Baekhyun tiba-tiba menyentak, sebelum tangan besar itu berhasil menyentuh wajahnya. "MENGAPA KAU MEMBENCI BAYI INI?! KETURUNANMU! DARAH DAGINGMU SE—
Baekhyun bungkam dan terbelalak lebar, begitu kedua tangan besar itu meraih kepalanya ... membawanya untuk mendekat, hingga Ia benar-benar bisa menatap dua mata amber yang kini berkilat penuh amarah.
"Aku harus melenyapkannya" Desisnya seraya memandang lekat-lekat paras pias itu. sesekali Chanyeol mencoba tersenyum meyakinkan, walau nyatanya sorot mata retak itu tak bisa menipu. "Lalu semua seperti semula" Bisiknya getir sambil mengecupi wajah basah Baekhyun. "Hanya ada kau dan aku... Dear" pungkasnya sambil mencium lama kening Baekhyun.
Sejatinya Pangeran Sulung itu tak menginginkan semua berakhir seperti ini. Ia pun menginginkan bayi itu... bahkan begitu besar harapannya menimang bayi itu bersama Baekhyun.
Tapi... semua tetap menyisakan pilihan untuknya.
Menjebaknya... dalam petaka yang bahkan Ia pun tak sanggup menerkanya.
.
.
Perlahan, Ia mulai merasa tenang. Mata yang sebelumnya berkilat penuh amarah itu pun kini berangsur redup begitu menyadari Baekhyun kian bersandar di dadanya. Membuatnya yakin... Baekhyun memang mendengarnya kali ini.
"Ungh!"
Namja mungil itu masih terisak... namun Ia tak ingin menyentak apapun selain memejamkan mata, kala tangan besar Chanyeol mulai meraba perutnya.
"Hks..."
Wajahnya sesekali tertunduk, seiring menguatnya remasan tangan Pangeran Sulung itu. Baekhyun tau.. apa yang akan terjadi kelak jika Ia tetap berdiam diri, tapi bisikan sesak pria itu seakan memaksanya untuk menyentak nuraninya sendiri,
Semua terlalu membingungkan untuknya, dan Ia pun tak bisa menyakiti Chanyeol lebih dari ini.
.
.
"C—channyeol—
Baekhyun mendadak terbelalak dan menatap Chanyeol , kala merasakan magis panas mengalir kuat dalam perutnya.
"Uhnn! C—chan!"
.
.
Chanyeol tak berharap lebih pada perasaannya kali ini, cukup melenyapkan janin itu lalu mendekap Baekhyun dan melihatnya terlelap damai, itu terlampau cukup menguatkannya.
.
"T—tidak...Hks!" Pekik Baekhyun nyeri, sambil meremas tangan Pangeran Vampire itu. Kedua kakinya melunglai lemas, membuatnya nyaris limbung jika saja Chanyeol tak menangkapnnya lalu membuatnya bersandar di kepala ranjang.
"AHH!" Baekhyun mulai menjerit kesakitan, begitu rasa perih yang berbeda itu mulai meruam lapisan perutnya. Ia tau... janin itu mulai bergerak di dalamnya, seakan menolak Chanyeol mengalirkan semua magis itu.
"TIDAK! JANGAN LAKUKAN INI! AHHTTT!" Namja cantik itu menengadah hebat, merasakan perutnya seakan tercabik dari dalam. Bukan!
Bukan karena magis Chanyeol, akan tetapi... Janin itu sepertinya melawan dari dalam. Seolah mencakar bahkan menggigitnya... seiring menguatnya tekanan magis Pangeran Vampire itu.
Membuat Baekhyun makin melemas payah, merasakan nyeri yang hebat itu datang baik dari luar maupun dalam perutnya.
"S—SAKIT! HKS! HENTIKAN! SAKIT!" Jeritnya pilu, sambil mencakar-cakar lengan Chanyeol. Demi apapun itu, Baekhyun tak berharap Chanyeol tetap memaksakan kehendaknya dan membuat janin itu melawannya lebih dari ini.
Tapi rasanya semua hanya berbuah percuma untuknya, Pangeran Sulung itu dibutakan dengan amarahnya sendiri dan tetap mengalirkan magisnya, tak peduli janin itu semakin kuat menyakiti Baekhyun.
"AAHH! AARGHH!"
Tiba-tiba saja Baekhyun terbelalak dengan tubuh menggigil. Membuat Pageran Sulung itu lekas tersadar dan menghentikan sentakan magisnya.
"Baekhyun?" Panggilnya seraya mengangkat punggung sosok mungil itu, tapi terlambat... Baekhyun telah lunglai tak sadarkan diri dalam rengkuhannya.
Ia mencoba meraih tangan lentik itu untuk digenggamnya, namun betapa terkejutnya Ia begitu melihat darah perlahan merembas dari sela paha Baekhyun.
Mungkinkah Ia berhasil menggugurkannya?
Chanyeol beralih menelisik perut Baekhyun, merobek kemeja besar itu hingga memperlihatkan perut buncit namja cantik itu.
Tapi Ia kembali dibuat terperangah hebat, kala merasakan detakan halus dalam perut Baekhyun.
Janin itu masih bertahan hidup di dalamnya, meski darah telah merembas sebanyak itu.
Tidak!
Ia tak bisa membiarkan janin itu tetap hidup menjadikan Baekhyun sebagai inangnya.
Chanyeol menggeram keras, berniat kembali menyentak magis untuk melenyapkan janin itu.
Bias samar terlihat menyeruak dari sela jemari panjangnya... terlihat memerah bahkan lebih kuat dari magis sebelumnya.
Baekhyun yang kini terpejam itu, sama sekali tak tau kekuatan macam apa yang kini ingin menghentak tubuhnya.
Hingga—
ZRATTTT
Sebuah lesat tak kasat mata, menyentak tangannya hingga bias merah di tangannya pudar dalam sekejap.
Chanyeol menoleh geram, dan makin berang begitu tau siapa yang menghentikannya.
"Hentikan Putraku.." Ujar Sosok itu, menatap lebih tajam ke depan.
"Biarkan aku membunuh janin ini! Karena Dia—
"Darah yang keluar dari tubuhnya bukan milik janin itu, melainkan darah Baekhyun" Sergah Kyuhyun seraya bergerak cepat menyentak tangan Chanyeol dari perut namja mungil itu.
Sontak, Pangeran Sulung itu terbelalak dan begitu tergagap saat memandang Baekhyun. Bahkan hingga Ayahnya membopong tubuh mungil itu dalam rengkuhannya, Pria itu tetap mematung dengan tangan gemetar.
Apa maksud ayahnya itu? bukan darah janinnya?
"Kau hanya menyakiti istrimu sendiri" Kyuhyun beralih melilitkan jubahnya sendiri di tubuh Baekhyun, menutup kemeja putih yang telah kebas karena darahnya.
"Jika saat ini kau tetap bersikeras , tak hanya janin itu ... tapi Baekhyunpun akan terbunuh oleh kekuatanmu sendiri" Pungkas Kyuhyun, membuat Chanyeol tertunduk dengan kedua tangan meremas kepalanya sendiri.
"Ku mohon Ayah" Lirih Chanyeol masih menatap nanar ke bawah, bahkan Pria itu semakin kasar menarik surai peraknya sendiri. "APA YANG HARUS KULAKUKAN?!"
Sejenak Kyuhyun hanya memandangnya dalam diam, Ia tau... seberapa hancur hati putranya saat ini. Tapi Ia pun tak mengingkan Chanyeol memilih melenyapkan janin itu hanya karena perasaannya untuk manusia setengah vampire itu.
Janin yang dikandung Baekhyun, adalah masa depan Chanyeol dan negrinya... dan Ia tak memiliki waktu lebih lama lagi untuk menunggu kelahiran yang lain,
Sebelum Victoria benar-benar merenggut kekuasaannya.
"Hanya waktu... yang berhak menjawabmu" Ujar Kyuhyun, sebelum akhirnya melenyapkan diri bersama Baekhyun. Membiarkan Pangeran Sulung itu terpuruk seorang diri.
.
.
"ARGHH! BAEKHYUN!"
PRANKKKK
Ia menyentak magis... membuat semua jendela kaca pecah dan seluruh kuntum mawar putih itu berserakkan di bawahnya. Seremuk hati dan batinnya kali ini. semua seakan tak sampai... meski berulang kali memanggil nama sosok cantik itu.
.
.
.
.
"Hyung..."
Hingga seseorang memanggilnya..
Mengambil sekuntum mawar putih di bawahnya, lalu berjalan mendekati Pangeran Sulung itu.
Sejenak, Ia tampak menghentikan langkahnya, begitu berselisih mata dengan Pria di hadapannya, Seakan menjadi musuh untuk Pangeran Sulung itu.
.
"Kau puas... melihat semua ini terjadi padaku?!" Masih degan mata berkilat itu, chanyeol mulai berbisik lirih. Terdengar serak... begitu amarah dan sesak itu serasa mencekik.
Sedari awal, Ia memang tau...bungsu itu tak menginginkan kehadiran Baekhyun. Bukan tidak mungkin jika Sehun bersorai atas petaka yang terjadi saat ini.
Sehun terkekeh pelan, masih berdiri tegap dengan sesekali menghirup aroma mawar putih di tangannya.
"Sayangnya... aku datang kemari bukan untuk membenarkannya" Ucapnya, menatap Chanyeol lebih lekat.
"..." Pria tinggi itu memlih diam... semua begitu buntu untuknya, berharap mendekap Baekhyun pun kini rasanya terlalu riskan.
"Kau terlalu gegabah" Sehun kembali membuka suara, memahami benar... seberapa kacau pria di hadapannya saat ini.
"Ingatkah akan semua ucapan dariku yang kau abaikan?"
Chanyeol terhenyak, menatap vampire muda itu dengan kening bertaut.
"Seharusnya kau merubah manusia itu seutuhya, tapi mengapa kau bermain dengan perasaanmu sendiri?"
Pangeran Sulung itu kembali terunduk sambil meremas surai peraknya sendiri. Ia memang tak bisa mengelak apapun, karena memang Sehun terlalu benar menyentaknya.
Membuatnya sadar... Perasaan cintanya kala itu untuk Baekhyun membuatnya memilih jalan sepelik ini.
"Lebih baik diam, Karena Kau tak tau apapun!" Geram Chanyeol, membuat Pangeran Bungsu itu kembali berdecak.
"Karena aku tau! dan aku berbicara di sini!" Sehun beralih berjalan lebih dekat, tak peduli Chanyeol bisa saja menghentaknya karna murka.
Tapi nyatanya, Pangeran Sulung itu hanya diam tertunduk.. entah kemana perginya keangkuhan dan kilat dari sorot matanya.
"Kau tak cukup bodoh untuk membiarkanmu selemah ini" Lanjutnya lagi, berharap Chanyeol kembali memegang jati dirinya.
Hingga tiba-tiba saja... Chanyeol menegakkan badan dan menatap tajam padanya. "Bantu aku membunuhnya" Ujar Pria itu kemudian, membuat Sehun terbelalak lebar. Ia tau benar apa yang dimaksud Chanyeol kali ini.
"Apa kau benar-benar gila?!"
"YA! AKU GILA! DAN AKU HANYA MENGINGINKAN BAEKHYUN!"
Sehun meremas kuat mawar putih di tangannya, tak habis pikir... cinta itu masih membutakan mata Chanyeol. Tidakkah Pangeran Sulung itu tau, Dia telah melangkah sejauh dan selama ini hingga inang itu benar-benar mengandung benihnya. Kekuasaan itu telah berada dalam genggamannya, mustahil Chanyeol menghancurkannya begitu saja.
"Kali ini.." Ucap Chanyeol lirih, " Hanya kali ini saja ... bantu aku—
"Janin yang dikandungnya, tak selemah yang kau pikir. Janin itu memiliki darahmu... tentu kau tau seberapa kuat anak itu" Pria muda itu kembali menyela, berharap lebih ... Chanyeol bersedia mengurungkan niatnya.
Namun kedua tangan yang terkepal erat itu, memberinya isyarat... Chanyeol tetap pada pendiriannya. Dan Ia tak ingin semakin menyulut geramnya dengan memaksa memilih janin itu, atau Chanyeol akan benar-benar hilang kendali.
Setidaknya, Baekhyun bersama Ayahnya saat ini. Janin itu akan tetap aman... di tangan Penguasa Vampire itu.
"Jangan memaksa menghapus apa yang telah digariskan" Gumamnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Pangeran Sulung itu
.
.
.
Sementara itu di tempat lain
"Ughh~.." Perlahan namun pasti, kedua kelopak mata itu mulai terbuka... sedikit mengerjap silau. Namun sebuah tangan yang menaungi matanya... membuat kedua mata biru itu benar-benar terbuka sempurna.
"Perlahan saja..." Suara bass itu mulai menyapa, membuat Baekhyun lekas tersadar . Dan betapa terkejutnya anak itu... begitu tau siapa sosok di hadapannya saat ini.
"A—ayah" Gumam Baekhyun takut seraya menundukkan kepala.
Kyuhyun mencoba tersenyum, seraya menaikkan dagu bocah manis itu. Tapi Baekhyun kembali tertunduk... seakan takut menatap pada kedua mata semerah darah miliknya.
"Apa yang kau takutkan? Aku yang akan melindungimu" Ujar Pria itu masih memandang lekat menantu kecilnya.
Baekhyun kembali terkesiap, lalu mengedarkan pandangan nyalang kesekitarnya seolah tengah menelisik rasa ciutnya akan seorang sosok. Kedua tangannyapun terlihat mencengkeram selimutnya sendiri... tak berharap apa yang ditakutkannya akan kembali terulang.
"Dia tak di sini" Lugas Kyuhun, mengerti makna tatapan Baekhyun.
Sontak, Namja mungil itu beranjak tertatih untuk menangkap ujung pakaian Kyuhyun... dan menatapnya penuh harap. "A—ayah!" Serunya terbata.
"J-jangan biarkan Dia membunuh janin ini! Ku mohon biarkan bayiku terlahir AYAH!"
Kyuhyun terdiam, dan hanya memberikan tepukan hangat di kepala Baekhyun.
Ada rasa sesak di sana...
Ketulusan itu... bahkan kesetiaan itu...
Ia bisa melihatnya dalam diri Baekhyun.
"Tak hanya putraku... tapi kau pun mencintai janin itu" Gumam Kyuhyun sedikit melirik perut buncit Baekhyun.
Namja mungil itu kembali tertunduk, membiarkan bulir bening kembali lolos membasahi pipi tirusnya. Ia mungkin tak mampu mengungkapkan semuanya, tapi sesungguhnya... lebih dari apa yang dikatakan Kyuhyun.
Ia terlalu mencintai Chanyeol, hingga kebahagiaan Pria itu lebih berharga dari hidupnya sendiri.
Apapun yang terjadi, Chanyeol harus menjadi penguasa alam ini... dan tertawa bersama putra kecilnya.
"A-aku tak memilki siapapun selain dirinya.." Lirihnya .. terdengar tersendat karna isakannya.
"D-dia mungkin menolaknya untuk saat ini. Tapi Aku tau... j-janin ini yang akan membuatnya bahagia" Ucap Baekhyun lagi, seraya mengelus perutnya... meski nyatanya air mata itu tetap kebas mengalir dari pelupuknya.
Baekhyun tau... semua akan dibayar dengan nyawanya. Merasa takut pun akan percuma...
tidakkah sejak ia terlahir di dunia ini, dirinya tak memiliki takdir apapun?
Bahkan... bukankah seharusnya Ia tak pernah terlahir di dunia ini, jika saja Chanyeol tak menarik garis hidupnya. Dan lagi, semua vampire itu menginginkannya di alam ini... tentu karna suatu kepentingan bukan? Dirinya di sini untuk menjadi inang. Ya... Baekhyun tau semua itu.
Penguasa Vampire itu hanya memejamkan mata. Sempat merasa iba... dengan semua bisikan hati yang di dengarnya dari anak itu. Seharusnya Baekhyun bisa hidup selayaknya vampire alam ini, jika saja saat malam penyatuan itu... Chanyeol merubahnya menjadi vampire.
Bahkan tanpa keraguan apapun untuk mengandung janin vampire dalam perutnya.,
Tapi... kenyataan yang lain terlanjur terajut . Baekhyun bukan sepenuhnya vampire... melainkan manusia setengah vampire.
Ia beralih kembali menyentuh kepala Baekhyun, sedikit merapalkan mantranya hingga..
"Nghh~"
Baekyun kembali lunglai dan terbaring di ranjangnya.
"Kami... tak pernah menganggapmu sebagai inang" Bisiknya seraya menyentuh dahi Baekhyun, mengalirkan magis hangat... hingga bocah manis itu benar-benar tenggelam dalam lelap untuk waktu yang lama.
.
.
.
PRANKK
"Yyack! Jangan melemparnya!" Kai bergerak panik menghalau semua benda yang terlempar, begitu sosok mungil itu kembali berteriak rusuh dan menyambar apapun di sekitarnya.
"KELUARKAN AKU DARI SINI! HAH! TEMPAT MACAM APA INI!?" Lagi, seakan tak jemu menyentak amarhanya, namja berwajah chubby itu kembali melempar semuanya ke arah Kai.
Tak pelak, membuat Kai mengacak surai hitamnya frustasi, menyesal Ia menunggu Dokter muda itu terbangun, dan lihatlah Ia mengacau seperti ini.
Akan lebih baik, jika Ia membuatnya kembali pingsan.
Kai beralih menyentak teleportasi untuk mendekat, dan menyeringai lebar... bermaksud membuat ciut sosok mungil itu.
Tapi yang terlihat—
"KAU PENCURI ITU!" jeritnya memekakkan. "KAU YANG MENCURI SEMUA PERSEDIAAN DARAH DI RUMAH SAKIT !" Namja mungil itu kembali melempar rusuh, bahkan memukul Kai dengan bantal di ranjangnya.
PRANK! BUAGHHH! BUGGHH!
"Awwh! argh! hentikan Baby!" Pekiknya berusaha menangkap dua tangan kecil itu. "Kyungsoo! jeb-al arghh!"
"Baby pantatmu!? Dari mana kau tau namaku?! lalu mengapa kau menculikku?!" Sentaknya bertubi-tubi, tanpa menghentikan pukulan kerasnya di kepala Kai.
"Arg! Kau m-mati! aghh!"
"APA?!" Namja mungil itu mendadak berang.
"K-kau ingin mati! lihat tanganmu! kau ingin bunuh diri! lalu aku membawamu—AGH! BERHENTI MEMUKULKU!" Teriak Kai frustasi seraya menghempas kedua tangannya, namun vampire muda itu tak sadar Ia telah menyentak magisnya hingga membuat sosok mungil itu menghilang.
"..."
"Hei... kau berhenti?" Tanya kai seraya menyingkirkan kedua tangannya dari kepala , dan betapa terkejutnya Ia begitu sadar namja mungilnya telah lenyap.
"B—baby?" Panik Kai bingung.
"KYUNGSOOOOO BAABBYYYY!"
.
.
.
.
.
BRUGH
"Aghh!" erangnya nyeri begitu tiba-tiba saja Ia terlempar dan berakhir terjerembab di ruangan yang lain.
sangat asing...
Tapi terlalu mewah untuk didiskripsikan, bahkan rasanya jika harus menyebut lantai yang dipijaknya saat ini... Ia tak tau berlapiskan emas ataukah berlian.
"Tempat macam apa ini?" ujar dokter mungil bernama Kyungsoo itu. ah sungguh! Ia benar-benar tak mengerti... bagaimana mungkin dirinya tiba di tempat misterius seperti ini.
Dan lagi, bukankah beberapa saat yang lalu Ia tengah mengamuk dengan sosok tinggi berkulit gelap? ya sosok yang kerap Ia lihat mencuri persediaan kantong darah di rumah sakit, tempat Ia bekerja. Tapi mengapa dirinya mendadak berpindah tempat dalam sekejap?
"Aneh sekali" Gumamnya lagi, sambil mengusap tengkuknya yang meremang.
TAP
Kyungsoo sedikit berjengit, begitu betisnya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang keras. Dan begitu ia memutar tubuh, kedua mata bulatnya semakin terbelalak lebar. Itu sebuah ranjang super mewah..
Tapi bukan itu yang membuatnya stagnan seperti ini, melainkan pada sosok yang terbaring di atas ranjang itu.
Seorang gadiskah? atau putri dari alam aneh ini? mengapa begitu cantik?
Kyungsoo memilih untuk mendekat, sempat berdecak kagum kala melihat paras yang terpejam damai itu...
Rambut pirang... kulit putih bak porselain dan bibir mungil yang merah...
ah...Ia baru melihat manusia secantik ini.
Kyungsoo terlena, dan tanpa sadar mengulurkan tangan untuk menyentuh surai yang berkilau indah itu.
namun tiba-tiba—
"YAIKH! mengapa aku bisa mengirimmu ke mari?!" seruan dan langkah kaki rusuh mendadak menginterupinya, membuatnya mendelik jengkel.
"Jangan menyentuh namja itu! H-hei tanganmu!" Seru kai lagi, semakin kalap begitu namja mungil itu terlihat keras kepala tetap menyentuh kepala Baekhyun.
"N-namja?" Kyungsoo mengerjap, lalu menatap Kai heran. "Apa aku salah dengar? Namja kau bilang?"
Kai berdengus lalu meraih tangan Kyungsoo agar menyingkir dari kepala Baekhyun. "Sudah ku katakan, jangan menyentuhnya!"
"Dia namja?" Kyungsoo kembali mengulang pertanyaannya, mengabaikan seruan kesal pemuda tinggi itu.
"Kau bisa melihatnya. Dia memang namja" Tegas Kai.
"Hahahahah! bohong!" bahaknya seraya memukul-mukul lengan Kai. "Lihat wajahnya! kau buta?! Dia memiliki wajah yang kecil, hidung mungil, bibir mungill... lalu di dadanya pasti ada—
Kyungsoo terdiam.
"Ada apa hah? Di dadanya ada apa?" Sambung kai sambil mendelik namja lebih pendek darinya itu.
"Di dadanya...di mana benda itu?" Ucap Kyungsoo seraya menangkup kedua dadanya sendiri, seolah tengah menunjukkan sepasang payudara.
"Apa kau melihatnya?"
Kyungsoo menggeleng bingung. "Ti—dak ada" jawabnya tak rela.
"Karna itu Dia namja"
"Tapi Dia... D-dia—
"Dia pendamping Pangeran Sulung alam kami" Sergah Kai, sambil menatap redup... sosok yang masih terpejam itu.
"Pendamping?"
"Dan Dia mengandung saat ini" Gumam Kai
"MENGANDUNG?! TAPI DIA NAMJ~MPPPHH!"
Kyungsoo meronta kesal, saat pemuda itu tiba-tiba membekap rapat bibirnya.
"Aissh! jangan berteriak sekeras itu... Jika Raja Kyuhyun tau kita membangunkannya, bisa habis riwayatmu"
Kyungsoo mengerang tertahan, persetan dengan Raja yang dimaksud, ia tak tau alam macam apa ini. dan pemuda yang kini menahannya... sepertinya memang tak waras.
"LEPASKAN AKU!" Sentak Kyungsoo seraya mencubit kesal perut Kai... hingga bekapan itu benar-benar terlepas.
lalu setelahnya Ia kembali berlari ke arah Baekhyun, memastikan jika ucapan Pemuda asing itu... hanya bualan belaka.
Kyungsoo beralih cepat menyibak selimut Baekhyun, mencengkeram ujung kemeja putih itu lalu mengangkatnya ke atas dan—
SRAT
"Ah!.. m—mustahil"
Namja mungil itu mendadak terjengkang dengan tangan gemetar... begitu melihat tubuh Baekhyun.
Perut itu benar-benar buncit...
Tapi mengapa?
"Aishhh! Mengapa kau lancang sekali huh?! jangan membuka bajunya seperti ini! Sudah kukatakan Baekhyun tengah mengandung" Gerutu Kai kesal sembari merapikan kembali kemeja dan selimut Baekhyun. Ah sungguh! mengapa manusia yang dibawanya seaktif ini.
"Alam gila macam apa ini? Aku bermimpi? hahaha aku pasti bermimpi bukan?" Racau Kyungsoo sambil mengguncang kaki Kai.
.
.
Namun tiba-tiba saja—
"Nnh~ H—haus"
Keduanya saling bertukar pandang begitu mendengar rintihan lirih itu. Dan begitu sadar Kai beralih cepat mendekati Baekhyun.
"Baekhyun? Hei... buka matamu" panggilnya seraya menepuk pelan pipi tirus Baekhyun,
tapi namja cantik itu hanya merintih sambil memegangi perut dan lehernya dengan mata terpejam, terlihat kesakitan... terlebih... keringat dinginpun mulai merembas dari keningnya.
"Hks...Arght! HA—US!" jeritnya, makin mencakar-cakar lehernya sendiri. Sontak membuat Kai kalap berusaha menahan kedua tangan mungil itu.
"Yya! Ambilkan cawan di meja itu!" Teriak Kai pada namja yang masih terduduk di lantai itu.
"Apa?"
"Berdiri! dan ambil cawan berisi darah di meja itu! Cepatlah! Dia membutuhkannya!"
"O—kay" Sahut Kyungsoo sambil melompat dan berlari menyambar cawan emas berisi cairan merah pekat.
Itu bukan minuman manis dengan pewarna alami, tapi dari aroma anyir yang menguar, Ia tau... itu benar-benar darah.
"Duduklah... dan minumlah secara perlahan" Bisik Kai seraya membantu menegakkan tubuh mungil itu dan berusaha membimbingnya untuk meminum darah segar itu.
tapi Ia hanya berdecak sesal, melihat bibir Baekhyun masih tergigit karena merintih... hingga tak sedikitpun darah yang terminum.
"Baekhyun buka bibirmu dan minum darah ini" Bisiknya sambil menekan dagu namja mungil itu.
"Hks! S—sakith! P-perutku sakit!" Isaknya semakin tak tahan.
Ia benar-benar haus saat ini, tapi denyut nyeri di perutnya benar-benar serasa mencabik dirinya dari dalam.
Kai masih bersi keras menekan dagu Baekhyun, lalu sebisa mungkin meminumkan darah dalam cawan itu.
Tapi yang terlihat... baekhyun terbatuk, darah yang sempat terminumpun terbuang percuma...hingga membuat kemeja putihnya kebas.
Vampire itu berdecak miris, Baekhyun benar-benar tak bisa melakukannya seorang diri. Ia tau... Baekhyun membutuhkan Chanyeol. Pria itu yang selalu mendampingi Baekhyun...baik dalam kondisi payah seperti ini.
Tapi bagaimana Ia memanggil Chanyeol, jika Raja Kyuhyun sendiri melarang Pangeran Sulung itu memasuki Puri utama. Tak mengizinkannya menemui Baekhyun sebelum Dia mengurungkan niatnya untuk membunuh janinnya sendiri.
"Bisakah kau memberiku senter?"
Ucap Kyungsoo memecah gugup.
"Ha? Apa maksudmu?"
"Aishh! Cepatlah beri aku benda yang bersinar terang!"
"Seperti ini?" Kai mengangkat telunjuknya... lalu terliah bias terang dari ujung jari panjang itu.
Membuat Kyungsoo terkejut bukan kepalang, Pemuda itu bisa melakukan sulap seperti itu.
Ah! Apapun itu... setidaknya Ia bisa meggunakannya untuk situasi segenting ini.
Kyungsoo mendekati Baekhyun lalu mencoba membuka kelopak matanya, sesekali tangan dokter itu begitu cekatan mengarahkan jari Kai. Hingga sinar yang terbias benar-benar membantunya.. melihat ke dalam mata Baekhyun.
Ia mengernyit, seakan mendapat isyarat.
Cepat-cepat Ia menelisik pergelangan tangan Baekhyun, berusaha meraba denyut nadinya.
Seketika itu pula Ia terbelalak lebar, rentang denyut nadi itu benar-benar jauh dari kata normal. Sangat lambat...
Bahkan mungkin Ia baru menemukan yang satu ini.
Apa yang sebenarnya terjadi pada sosok mungil yang masih merintih kesakitan itu. ini benar-benat aneh... dan tak akan lugas... jika Ia tak membuktikannya sendiri.
Kyungsoo beralih melirik gelas di sisinya, membantingnya dan—
'PRANKK'
Ia mengambil pecahan beling itu, untuk digunakannya menyayat ujung jari Baekhyun.
"Ugh!" Rintih Baekhyun, ngilu.
"Yack! apa yang kau lakukan hah?!" teriak kai kalap, melihat dokter itu berulang kali membuat sayatan di jari Baekhyun.
"Tak ada darah yang keluar!" Gumamnya masih... berusaha menekan bekas sayatannya, tapi jari lentik itu tetaplah pasi... tanpa darah yang merembas sedikitpun.
"Tekanan darah melemah, darah pun menyusut drastis... tapi mengapa Ia kehilangan darah sesingkat ini? seperti... sesuatu menghisapnya" Monolognya ... menerka semua analisanya sendiri.
"Yya! apa maksudmu?! jika kau tak tau apapun lebih baik—
"Tak adakah selang infus atau semacamnya?" Sergah Kyungsoo
Membuat kai mengerjap bingung. "I—infus?"
"Argh! aku benar-benar membutuhkan peralatan medisku!" Jeritnya gusar.
Barulah Kai tersadar lalu menyentuh pundak Kyungsoo. "Kau berniat membantunya?"
"Tentu saja! Lihat dia kesakitan!"
Vampire itu menatap lekat. "Perlu kau ketahui di sini, Dia manusia setengah vampire. Jadi kau tak bisa menyamakannya dengan—
"Kau terlalu banyak bicara! Bawakan aku peralatan medisku! Persetan meskipun dia alien... selama aku masih membaca tanda manusia dalam dirinya! Aku harus menolongnya!"
Kai berdehem. "Peralatan yang kau gunakan untuk bekerja? Baiklah... dalam 10 detik kau akan mendapatkannya"
"Apa? tapi bagaimana-
Kyungsoo membulatkan mata lebar, begitu melihat kai menghilang entah kemana... hingga sepersekian detik berikutnya Ia kembali, lengkap dengan membawa bermacam jenis peralatan medis. Lalu Ia susun persis... seperti dalam ruangan kerja Dokter muda itu.
"Inikah yang kau maksud?" Ujar Kai begitu selesai dengan kerja tangannya.
Kyungsoo tergagap. "K-kau melakukan sulap lagi? B-bagaimana bisa?"
Ah! Tak ada waktu lebih,
Ia memilih bergerak cepat menggunakan peralatan medisnya, sempat Ia berjengit terkejut begitu menemukan Baekhyun tak memiliki golongan darah apapun.
"M-mustahil!"
"Berapa kali kukatakan! Dia setengah Vampire! jangan menyamakannya dengan manusia normal sepertmu! Bukankah kau sempat melihat anak itu meminum darah huh?" Seru Kai frustasi.
Kyungsoo meremas kusut surai hitamnya sendiri, tak sempat jika harus memikirkan darah jenis apa yang harus Ia berikan pada Baekhyun, jika kondisinya sudah separah ini. Anak itu benar-benar kehilangan banyak darah dalam tubuhnya.
"Arggh! Baiklah!" Teriaknya sebelum akhirnya mengambil asal kantong berisi darah. Secepatnya ia harus memberinya tranfusi untuk saat ini. Golongan Darah apapun tak akan masalah bukan jika itu vampire seperti yang dikatakan pria aneh itu.
"Apa yang kau lakukan huh? mengapa menggantung kantong isi darah seperti itu? lalu... apa maksudnya selang yang menusuk tangan Baekhyun itu? H-hei! kau jangan macam-macam dengannya" Protes Kai, mengekor kemanapun Kyungsoo melangkah. Sesekali Ia berseru takjub melihat selang itu mulai terisi darah... lalu sedikit demi sedikit merembas masuk ke dalam tubuh Baekhyun.
"Lebih baik kau duduk di sana!" serunya seraya menunjuk sofa besar di sudut ruangan. "Lalu tutup mulutmu!" Pungkasnya kemudian
"O! Baiklah.." Sahut Kai patuh, lalu terduduk manis di sofa, mengamati namja yang Ia kagumi itu, bergerak anggun dengan semua peralatan aneh miliknya. Ah! Bahkan sebelumnya ia selalu mengamatinya seperti ini di rumah sakit.
.
.
"Akh!" pekik Baekhyun, berjengit sakit begitu jarum itu bertubi-tubi menusukknya dan menyuntikkan banyak darah dalam tubuhnya.
"Tahanlah sebentar... setidaknya tubuhmu mendapat asupan banyak darah"
"Hks!Henti—kan" Rengeknya mengiba...ini benar-benar menyakitkan untuknya. Dokter itu berulang kali menyuntikkan darah di banyak tempat yang berbeda.
"Aku tak sepenunya tau... sistem peredara dalam tubuhmu, tapi apa yang kulakan saat ini mampu menawar anemiamu" Gumamnya seraya menyeka sisa darah yang sempat tercecer di tubuh Baekhyun.
Bahkan sesekali mencuri pandang, dengan wajah pasi yang berangsur pulih itu.
Kyungsoo berhenti menyeka keringat di kening Baekhyun. Lalu memandangnya lekat"Ini aneh... kau kehilangan banyak darah dalam waktu yang sangat-sangat singkat" Ujarnya
Meski sesekali merintih dengan mata terpejam, tapi Baekhyun mendengarnya dengan baik... lalu tersenyum lemah. "K-karena d-dia lapar. Dia pasti minum sangat banyak.." kekehnya sambil mengelus perutnya sendiri, mengabaikan sakit yang masih tersisa. "Anak yang pintar... kau memang harus tumbuh sehat" Ucapnya sendiri lagi.
membuat Kyungsoo mengernyit. "Maaf... tapi aku merasa kau sedang bicara dengan—
"Ya, kau be—nar. Aku bicara dengan dengan putraku. Di-da tumbuh baik di dalam sini" sErgah Baekhyun masih dengan mengelus pelan perutnya, merasakan pergerakan halus di dalamnya mulai menenang.
Kyungsoo kembali terperangah, jadi penyebab semua darah yang menyusut drastis itu... karna janinnya yang menghisap dari dalam?Ah Ya Tuhan! Ia benar-benar berharap dirinya masih bermimpi saat ini.
Dokter itu terkekeh... memecah hening di antara keduanya.
"Ini mimpi yang sangat gila untukku. Tapi meskipun ini mimpi... tak seharusnya kau mengandung janin vampire, sementara kau setengah manusia. Lihat... tubuhmu tak bisa mengimbanginya... Janin itu terlalu kuat. kau bisa saja kalah jika—
GREB
Kyungsoo terdiam, begitu Baekhyun menangkap tangannya dan menggenggamnya begitu erat.
"Mungkinkah kau, seseorang yang Ayah datangkan untuk menyelamatkan janin ini?" terkanya mengira namja bepenampilan Dokter itu, adalah sosok yang Kyuhyun perintahkan untuk menjaga kondisinya.
"A—apa maksudmu?"
"Kumohon! Aku ingin Dia terlahir... Bayi ini harus melihat alamnya!.. Ku mohon buat dia benar-benar terlahir" Racaunya seraya meremas jas medis Kyungsoo.
"B-baiklah... tenangkan dirimu. Kurasa janinmu sangat sehat, kau tak perlu mencemaskannya... hanya saja bagaimana dengan tubuhmu sen—
"T-tak apa...selama putraku selamat, aku juga akan baik-baik saja"
Dokter itu kembali terhenyak diam, semestinya Ia tak harus...terlalu jauh campur tangan. Terlebih ini tempat asing yang tak jelas, bahkan hanya bagian dari mimpinya bukan.
tapi entahlah... namja bernama Baekhyun itu, menarik perhatiannya.
Rahasaia pelik mungkin berada dibaliknya...
Terlalu banyak tanya...
Terlalu banyak teka-teki yang ingin diungkapkannya di sini
.
.
'Mimpi yang aneh...tapi, bagaimana bisa anak ini menjadi setengah Vampire?' batinnya
.
.
.
.
"AYAH!" teriak Chanyeol untuk kesekian kalinya, tapi pria tinggi itu tetap memejamkan mata ... bertahan pada pendirian di atas singgasana itu.
"Mulai saat ini... Pendampingmu berada dalam pengawasanku, hingga Putramu benar-benar terlahir"
Chanyeol mengepalkan tangan geram. "AKU YANG MEMBAWANYA KE ALAM INI! TAK SEHARUSNYA AYAH—
"Semua adalah nilai yang harus kau bayar... aku telah memperingatkanmu sebelumnya"
Pangeran Sulung itu menghempas magis, hingga membuat remuk... tiang pembatas di sisinya.
Dirinya telah habis haluan.
Dan kini... Ia benar-benar merindukan Baekhyun, bahkan untuk beberapa hari ini Ia tak memeluknya dengan sepantasnya.
"Biarkan aku bertemu dengannya ... Ayah" Ujarnya, meluruh
"..." Kyuhyun tak menjawab, hanya membuka mata dalam diam... lalu menatap lekat Putra bungsunya itu.
"Ayah kumohon... biarkan aku melihatnya!"
"Dengan satu syarat yang kau penuhi..."
Chanyeol tertunduk dengan tangan terkepal. Menyenmbunyikan raut amarah dan tak rela itu dari ayahnya... tapi Raja itu bisa menerawang jauh ke dalam hati.
Ia tak bisa menipu Ayahnya... selain membuang jauh-jauh niat untuk melenyapkan janinya jika Ia ingin bertemu dengan Baekhyun.
"Datanglah esok hari... saat semua niat untuk membunuh dalam dirimu itu benar-benar sirna... Putraku"
"Tapi Ayah!"
"Kau cukup mengerti dengan apa yang kukatakan ini" Ujar Kyuhyun telak, seraya melenyapkan diri dari hadapan Putra Bungsunya.
Membuat amarah itu semakin meradang, namun Ia tetap tak bisa berbuat apapun untuk menembus lab yrith kasat mata yang diciptakan Ayahnya untuknya itu.
"AYAH!"
.
.
.
Malam kian berangsur pekat...
Tak terlihat apapun di luar selain, bias kunang yang terbang dan hinggap dari satu dahan ke dahan yang lain. Dan di sanalah sosok mungil itu terjaga... memangku tangan di tepian jendela... untuk memandang kosong ke luar.
Mengapa mendadak sesesak ini? dalam satu hari ini ia tak melihatnya... kemana perginya?
Mungkinkah... pangeran Sulung itu, tak lagi peduli akan dirinya?
Ataukah Chanyeol benar-benar lelah dengan sikapnya, hingga tak mencari untuk menemuinya? Apa yang terjadi?
"Kau tak tidur?"
Hingga suara seseorang menyentak sadarnya, membuatnya memutar tubuh lalu tertunduk dalam.
"T—tidak" Ucap Baekhyun lirih, was-was jika pria tinggi itu menyentaknya kasar. Oh sungguh! Baekhyun tau benar... Pangeran Bungsu itu membencinya.
Sehun terkekeh pelan. "Tenanglah... kau tak perlu setakut itu padaku" Ujarnya pelan,
Membuat Baekhyun mengerjap tak mengerti dengan perubahan sikap salah seorang pangeran itu.
"Rupanya manusia yang Kai bawa kemari cukup berguna untukmu" Sehun melirik Kyungsoo yang terlelap pulas di atas sofa... sementara kai yang tertidur meringkuk di bawah untuk menjaganya
.
.
"D-dia menolongku" Lirih Baekhyun, lebih terdengar seperti bisikan.
"Aku tau... dan aku melihatnya"
"N—ne.."
Sehun hanya memandangnya, menunggu makhluk mungil itu mungkin ingin bicara banyak hal padanya, tapi lama Ia menunggu. baekhyun tetaplah menundukkan kepala dengan kedua tangan bertaut gugup. Sepertinya Baekhyun memang masih ciut akan dirinya.
Ia beralih memutar tubuh... ingin beranjak meninggalkan ruangan itu. Tapi—
"t—tunggu"
Suara lirih Baekhyun, membuat langkahnya tersendat. "Kau ingin bicara denganku?"
Baekhyun kembali menatapnya takut-takut, tapi ini benar-benar mengusik jika Ia tak bertanya.
"D-dia... Apa dia pergi?" Tanyanya ragu
Sehun sempat mengernyit heran, namun lekas menarik simpul senyum begitu menyadarinya.
"Kau ingin bertanya... Mengapa Chanyeol tak menemuimu?" Lugas Sehun memperjelas.
Dan Baekhyun hanya mengangguk, masih dengan kepala tertunduk.
"Dia memang mencarimu...tapi terlarang untuk saat ini"
Tak ayal, membuat Baekhyun tersentak mendengarnya. "A—apa maksud ucapanmu? Mengapa terlarang?" Seru Baekhyun, tak menutup diri jika Ia memang ingin melihat Chanyeol saat ini.
"Kau tau jawabannya... Baekhyun" Sahut Sehun sebelum akhirnya melenyapkan diri, tak menyisakan sepatah katapun untuk sosok yang kini mulai merasa kalut.
Apa yang terjadi?
Mungkinkah Ia benar-benar terpisah dari Chanyeol?
Ataukah mereka memisahkannya dari Pria itu, dengan mengurungnya di sini?
Oh sungguh! Ia memang menginginkan perlindungan dari Kyuhyun... jika Chanyeol ingin kembali mencoba membunuh janinnya, tapi bukan berarti dipisahkan seperti ini...
.
.
Baekhyun kembali berjalan tertatih mendekati jendelanya... membuka lebar-lebar daun jendela bertralis itu untuk menatap keluar.
"C—CHAN!" Panggilnya kemudian. Barangkali dengan memanggilnya seperti ini, Chanyeol mendengar lalu datang untuk menemuinya.
"CHANYEOL!" teriaknya lagi lebih keras.
Sontak membuat dua sosok yang telah terlelap itu berjengit terbangun karenanya
"CHAAANNN!"
"B-baekhyun?" Kai mulai bangkit, dan berusaha merengkuhnya untuk menenangkannya.
"Apa yang kau lakukan? Ini terlalu larut... kau sebaiknya tidur"
Baekhyun menggeleng kasar, lalu kembali mendekati jendela. Samar terlihat bulir bening mulai merembas... Kai tau, namja cantik itu benar-benar menangis lagi kali ini.
"Aku ingin melihatnya" Lirih Baekhyun, sambil mengedarkan pandangan ke sekitar
"CHAAN!" panggilnya lagi... terdengar serak, begitu anak itu kembali terisak.
"Kakak Ipar—
"K—kai! Bisakah kau membawaku keluar? atau bawa kembali ke puriku! aku ingin melihatnya"
Racau Baekhyun tiba-tiba seraya mencengkeram tangan Kai. Berharap vampire muda itu bersedia melakukan semua itu untuknya.
Apapun itu...
Ia benar-benar ingin bertemu Chanyeol, bukan seperti ini yang diinginkannya.
"Kau tak bisa melakukannya, puri ini penuh rapalan mantra. Baik dirimu maupun Chanyeol Hyung tak bisa melewatinya... kecuali Raja yang membuka tapis itu" jelas Kai seraya menyeka air mata Baekhyun.
"Chan!" panggilnya lirih
Baekhyun merosot terduduk. Mengapa semua mendadak semakin berat untuknya, Ia membutuhkan Chanyeol. Bagaimana Ia mengadu dengan apa yang dirasakannya saat ini, jika Pria itu tak lagi di sisinya?
"Kembalilah tidur... esok mungkin Raja akan datang untuk mengunjungi—
Kai terbelalak lebar, Begitu Baekhyun kembali bangkit dan memaksa melompat dari jendela.
"CHANYEOL!" Teriak Baekhyun, hanya bisa menggapai-gapai udara kosong di luar begitu Kai menahanya kuat.
"AKU INGIN MELIHATNYA! MENGAPA KAU MELARANGKU!" Racau Baekhyun, memukul-mukul lengan kekar Kai
"Kakak ipar ku mohon—
"Lepaskan Dia Kai.."
Seseorang tiba-tiba datang, membuat Kai lekas membopong Baekhyun turun lalu Ia dudukkan di ranjang besarnya.
Dan Pria tinggi itu hanya tersenyum memperlihatkan sedikit taringnya, saat menatap Baekhyun yang masih terisak itu.
"Semua ini kulakukan untuk kebaikanmu" Kyuhyun mulai berujar pelan, seraya menjentikkan jari.. lalu jendela yang terbuka itu mendadak terkatup rapat.
Sontak membuat Baekhyun berjengit, tak rela jendela terkunci seperti itu. Bagaima jika Chanyeol tak mendengar panggilannya?
Baekhyun berusaha berjalan tertatih dan bersimpuh di hadapan Penguasa Vampire itu.
"A—ayah...bisakah aku bertemu dengan suamiku sendiri? hanya untuk beberapa saat saja" Mohonnya penuh harap.
Kyuhyun hanya mengelus kepalanya dan sesekali melirik perutnya yang membesar. "Tidak, sebelum Chanyeol benar-benar membuang niatnya untuk membunuh darah daging kalian" Jawabnya telak seraya menyentuh tengkuk Baekhyun.
Detik itu pula... namja mungil itu melunglai lemas... dan terlelap pulas dalam rengkuhan lengannya.
"Buka selimutnya.." titah Kyuhyun kemudian pada pemuda di sisinyaa,
lalu membaringkan Baekhyun senyaman mungkin di ranjang king size itu.
Ia mengamatinya sejenak... raut yang semestinya tak Ia buat sepias itu. Tapi semua karna suatu alasan.
"Bertahanlah... sedikit saja"
.
.
.
.
Beberapa Hari Kemudian
"Kau datang dengan syarat itu?"
Raja Vampire itu, menatap tajam... melempar semua perhitungan miliknya pada sosok yang kini berdiri di luar tanpa bisa melangkah mendekat sedikitpun, karna mantra miliknya.
"Aku datang dengan sumpahku ...Ayah" Chanyeol menelan getir ucapannya sendiri, rindu itu terlalu hebat... hingga keinginannya bertemu Baekhyun mengalahkan niatan untuk membunuh janin itu.
"Kau tau akibat... jika kau ingkari sumpahmu. Aku tak akan membiarkanmu melihat ujung rambutnya sekali—
"Aku mengerti ... " Sela Chanyeol, tak ingin Ayahnya semakin meregang perasaannya saakt ini. "Biarkan aku bertemu dengannya"
Kyuhyun tersenyum penuh arti, sepenuhnya menyadari tak ada .. sejenak Ia beranjak bangkit, lalu membula labyrinth kasat mata... hingga Pangeran Sulung itu dapat melangkah masuk ke dalamnya... tanpa penghalang apapun.
.
.
"Masuklah..." Ujarnya kemudian.
.
.
.
.
"Dia belum keluar?!" Kyungsoo mendadak cemas, kala pintu kamar mandi itu masih tertutup rapat.. sedang seorang namja mungil belum juga beranjak muncul dari dalamnya.
Sementara seorang yang lain bersamanya, masih begitu antusias mengendus lehernya dari belakang. "Bagaimana jika aku merubahmu menjadi vampire... lalu kau menjadi mate ku" Gumam Kai seraya menjilat bibir bawahnya sendiri.
"Bicara apa kau?!" Sentaknya seraya mendorong jidat Kai, ah sungguh! mimpi ini benar-benar aneh...menghabiskan malam di sini... tidur di dalam ruangannya ... dan begitu terbangun, Ia masih bersama dengan mereka.
"Baekhyun?!" Hingga tiba-tiba sosok yang lain muncul.
Ia menelisik ke sekitar... namun tak mendapati bocah manis itu dimanapun, selain kai dan seorang beraroma manusia.
"Kai! Dimana Baekhyun?!" pekiknya dengan nada tinggi, berharap jeritan tenornya kali ini mampu mmembuat vampire itu tersdar dari fantasinya.
"Dia sedang mandi di dalam..." Jawab Kai santai
Luhan berdecak sebal, lalu menghentak kaki mendekati kamar mandi itu.
"Baekhyun?" Panggilnya
"..."
.
.
.
Sementara itu...
Gemericik air kian menggema, membuat sebagian ruangan kedap itu... penuh dengan bulir embun. Lebih dari dua jam lamanya ia mengurung diri di tempat lembab tersebut, dan Baekhyun tetap merendam tubuhnya di dalam bathup besar itu.
"Mengapa kau tak datang?" Lirihnya... sambil menundukkan kepalanya sendiri. Membiarkan air turut membenamkan bibir bahkan nyaris mencapai hidungnya.
"Bagaimana caraku bertemu denganmu?" Gumamnya lagi sambi mengelus perut besarnya di dalam air.
Lama Ia memandang air yang jernih itu... hingga terbesit dalam benaknya suatu kemungkinan untuk bertemu dengan Chanyeol.
"Maaf...ini hanya sebentar sayang" Bisiknya pada perutnya sendiri... sebelum akhirnya, benar-benar menenggelamkan seluruh tubuh dan wajahnya ke dalam air bathup
BYURR
Tidakkah, Chanyeol selalu datang saat dirinya meregang nyawa?
Dan janin dalam perutnya?
Anak itu teralu kuat... Dia akan baik-baik saja, meski dirinya sekarat.
Apapun itu, Ia hanya ingin bertemu dari Ayah dari janin yang dikandungnya...
'Datanglah...'
.
.
.
BRAK! BRAK!
Pintu berulang kali di hentak, berharap seseorang di dalamnya mendengar
"Baekhyun! Kau tak mendengarku?"
"..."
Luhan semakin berdecak kesal, kala tak mendapat jawaban apapun dari dalam.
"Dia belum juga selesai?" Kai kali ini beranjak untuk mendekati Luhan. Ah Ia bisa saja menyentak teleportasi untuk menembus ke dalam. Tapi... Itu terlalu lancang karna Baekhyun pendamping seorang pangeran, itu terlarang untuknya.
"Kai aku mulai tak yakin, Baekhyun hanya mandi di dalam"
"Mengapa kalian tak mendobraknya saja?!" kali ini Kyungsoo mulai menyela, lalu mendapat tawa terpingkal dari dua makhluk vampire itu.
.
Kai menatap gemas pria mungil itu."Kami tak harus bersusah payah seperti itu, kemampuan yang kami miliki mampu menembus seperti i—
"BAEKHYUN! YACKKK!"
Namun ucapannya mendadak tersendat, begitu mendengar teriakan keras dari Luhan yang sebelumnya telah menembus pintu kamar mandi itu.
Membuatnya menghempas pintu itu dengan magis miliknya
BRAKKKK
.
.
"Apa yang—
"KAI... CEPAT BAWA ANAK INI KELUAR! AGHH! SIALL!" jerit Luhan frustasi tak mampu mengangkat Baekhyun dari air, sungguh! Ia benar-benar tak habis pikir anak itu menenggelamkan dirinya sendiri seperti ini, apa yang sebenarnya Baekhyun pikirkan?!
"Dia tak bernafas..." Kyungsoo terbelalak kalut, mungkinkah air terlalu banyak menyedaknya? Ini akan berbahaya jika Baekhyun tak segera mendapat pertolongan pertama.
"KAIIII!" Jerit Luhan lagi
"B-baiklah.."
Namun belum sempat kai meregkuhnya, seseorang tiba-tiba mendorongnya... memaksa mengambil alih tubuh Baekhyun. lalu mengangkatnya bridal.
Sesaat Ia Mengibas jubah hitam besarnya... hingga tubuh dingin itu benar-benar tertutup rapat, lalu membawanya keluar menembus dinding.
.
.
"Dear!" Panggilnya, begitu membaringkan Baekhyun di ranjangnya. Tatapannya bergerak nyalang... terlalu kalut membelai pipi namja yang kini terpejam dengan bibir memucat pasi itu.
"Buka matamu! Dan Bangun!" teriaknya kalap, kala tak mendapati Baekhyun merespon panggilannya. Ia takut... bahkan terlalu takut dengan mata yang terpejam itu. Hingga mengeruhkan pikirannya dan lupa jika Ia bisa menggunakan magisnya.
"AYAH LIHAT! DI BAWAH PENGAWASANMU TAK BERARTI MENJAGA NYAWANYA?!"
.
Kyuhyun mendekat, lalu menyentuh dada Baekhyun untuk mengalirkan magis hangatnya. Iapun tak pernah menduga, Baekhyun akan sampai hati melakukan semua ini pada tubuhnya sendiri.
"Uhukk! ugh! Nghh!" Namja mungil itu mendadak terbatuk, hingga air yang menyedaknya benar-benar keluar. Ia tersengal payah..membuatya tak sadar seseorang telah mendekapnya tubuh dinginnya.
"Hhhh...nghh!" Engahnya masih tersengal hebat
"Mengapa kau melakukannya Hah!? Mengapa kau sebodoh ini ingin—
"A—ku melihat—mu"
Bisikan lirih itu membuat Chanyeol membisu, bahkan hingga jemari kecil Baekhyun menangkup wajahnya...Ia masih diam membisu.
"Aku ha—nya ingin m—melihatmu" Baekhyun tersenyum lemah. "K-kau benar-benar da—tang" Lirihnya terbata, meski sesekali Ia mengerjap berusaha menyingkirkan genangan bening di pelupuknya. Hingga Ia benar-benar bisa melihat Chanyeol lebih jelas.
"A—ku takut tak pernah bisa me-lihat—
"Hentikan.." Chanyeol semakin mendekap tubuh ringkih itu, membiarkan Baekhyun bersandar nyaman di pundaknya. "Aku bersamamu saat ini" Gumamnya lagi, sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh Baekhyun dari ceruk lehernya.
Dan Baekhyun kecil itu, hanya tergugu dalam diam dengan kedua tangan tak pernah berhenti mencengkeram erat punggung Chanyeol, seakan tak menginginkan pria tinggi itu kembali menghilang dari pandangannya.
.
.
.
.
"Tidurlah..." Bisik Chanyeol seraya menyingkirkan anak rambut yang menjuntai, ke belakang telinga Baekhyun. Ia tersenyum hangat, begitu melihat anak itu hanya mengerjap dan tak jemu memandanginya.
Baekhyun memang tak menggigil dan sekebas sebelumnya, melainkan telah terbaring nyaman bahkan wajah pasi itu berangsur bersemu kemerahan. ah sungguh! ini benar-benar manis untuknya.
.
Suasana... tetaplah hening, semua vampire itu telah beranjak pergi untuk memberi sekat bagi Pangeran Sulung itu berdua dengan pendamping mungilnya.
Sama sekali tak berteman dengan apapun, dalam ruang megah dan penuh kilau itu hanya detak arloji tua tersemat di dinding yang mengiringi.
"Chan.."
Panggilan lembut itu lekas membuatnya beralih menatap Baekhyun, lalu memejamkan mata begitu tangan lentik itu menyentuh wajah tegasnya.
"Aku merindukanmu.." Lirih Baekhyun lagi, semakin manis kala bibir mungil itu mengulas senyum untuknya. Meski nyatanya, mata biru itu tetaplah pias
Chanyeol tertegun, jika selama ini... ungkapan perasaan itu hanya datang darinya. Dan kini Ia benar-benar mendengarnya dari sosok mungil yang selalu dipujanya itu.
Tentu bukan main, perasaannya kali ini..
Chanyeol beralih merunduk, mengikis sekat dengan bibir tipis itu. "Aku pun merindukanmu" Bisiknya sebelum akhirnya menyesap lembut bibir bawah Baekhyun.
"Mnnh~..."
Bukan... lumatan yang menuntut, tapi hanya hisapan lembut... hingga Ia bisa merasakan Baekhyun bernafas rileks di tengah ciuman itu.
.
.
'Chupp'
Satu kecupan mesra, mengakhiri pagutan manisnya. Pangeran Sulung itu kembali diam terpana melihat paras penuh semburat merah di bawahnya. Ah! dan bibir mungil itu...
Semakin memerah dan terlihat ranum... walau hanya dengan sekali kecup.
"Chan..?" Panggil Baekhyun, begitu dirasa... Pangeran Sulung itu hanya memandanginya saja.
"Hn..." Gumam Chanyeol sembari menyandarkan kepalanya di dada Baekhyun. Dan kembali memejamkan mata tenang begitu mendengar detak jantung di dalamnya.
Membuat Bekhyun terkikik kecil lalu mengusap surai perak pria itu berulang-ulang. "Berjanjilah untuk menjaganya"
Pangeran Sulung itu mengerjap, lalu setelahnya bangkit memenjarakan Baekhyun di bawah rengkuhan lengannya.
"Tentu saja... aku selalu menjagamu" Tegasnya seraya menatap lekat-lekat mata sapphire itu.
Tapi tak semerta membuat Baekhyun puas, namja berparas cantik itu beralih menangkup wajah Chanyeol lalu menariknya untuk mendekat.
'Chupp'
"Bukan hanya diriku... tapi juga bayi dalam perutku" Rengeknya usai mengecup bibir tebal Pangeran Sulung itu.
"..." Ada sebagian dari dirinya yang mengelak, tapi Ia pun tak bisa menyentak senyum secantik itu dari pendamping mungilnya.
"Berjanjilah... ne?" Ulang Baekhyun lagi, kali ini sambil mengalungkan kedua lengannya manja di leher Chanyeol.
Membuat pangeran Sulung itu kembali terpana, dan membawa tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. "Apapun untukmu Dear..."
Sejenak memberinya jeda... lalu akhirnya kembali menyatukan hasrat itu, dan memagut bibir Baekhyun lebih intens dari sebelumnya.
"Nngh!"
Baekhyun berjengit, sedikit meremang kala pria itu menggigiti kecil belahan bibirnya..
"Mpfhh~"
"Buka bibirmu..." Bisik Chanyeol di sela hisapannya,
Baekhyun hanya memejamkan mata dan patuh membuka bibirnya sendiri, merasakan dengan jelas... saliva pria itu mulai merembas memenuhi mulut kecilnya.
"Nghmpfth.." Namja cantik itu melenguh nikmat, menggenggam tangan pria itu lebih kuat tiap kali lidah Chanyeol memainkan saliva dan langit-langit mulutnya. Ah! Ia menyukainya...
Setiap cumbuan dan permainan hebat pria itu benar-benar membuatnya takluk, hingga hanya mendesah pasrah.
"Nn~ Ahh!"
.
.
.
.
Beberapa Jam Kemudian
Senyum manis itu kembali terulas hangat di bibir mungilnya, kala membuka mata... dan Pria tampan itu masih terlelap di sisinya.
Baekhyun beralih menegakkan tubuh untuk bersandar di kepala ranjang, lalu melepas genggaman tangan kekar itu dengan hati-hati.
Lama... ia memandangi wajah yang terpejam itu, lalu memainkan surai peraknya hingga sebagian menutupi mata Chanyeol. Ah! Pria itu benar-benar terlihat polos, jika tertidur seperti ini. Tak ada raut penuh tempramen ataupun mata yang menatap angkuh.
"Kau benar-benar lelah eum..?" Gumamnya masih dengan memandangi wajah tegas itu.
Tidakkah semua akan terlihat sempurna, jika Chanyeol tertawa bersamanya saat menimang buah hati keduanya?
Seperti apa paras putra kecil mereka? seperti dirinyakah ataukah seperti Ayahnya?
Dan lagi... bagaimana saat Ia memilih nama untuk Pangeran kecil itu?
Ah sungguh! Baekhyun tau itu akan sangat-sangat menggemaskan untuknya...
Baekhyun tertawa kecil kala membayangkan jika itu benar-benar terjadi,yang hingga beberapa detik kemudian... Ia mulai menyadari sesuatu.
Ya! Sesuatu yang sebenarnya bisa Ia pastikan sendiri.
Baekhyun beralih beranjak dengan perlahan, mengantisipasi gerakan sekecil apapun yang bisa membangunkan Chanyeol.
.
.
Pelan namun pasti Ia mulai mendekati jendelanya, menerawang jauh ke depan.. tepat pada pepohonan pinus yang lebat di luar. Tak ada magis pembatas lagi, Ia bisa melangkah kemanapun karna Kyuhyun telah menghapus rapalan mantranya.
"Aku ingin melihatnya... bisakah kau membawa tubuh ini ke sana sayang?" Gumam Baekhyun seraya mengelus perut besarnya .
Sejenak Namja cantik itu memejamkan matanya... lalu—
Tubuh mungil itu benar-benar menyentak teleportasi, hingga lenyap dalam sekejap.
Dan Chanyeol... masih tak menyadarinya.
.
.
.
Baekhyun tersenyum riang, begitu dirinya benar-benar berada di lembah putih itu. Berulang kali ia menghentak kaki, dan tempat itu benar-benar nyata...
tempat yang sebelumnya Ia datangi bersama Chanyeol..
Ah! Ia tak pernah menduga akan menyambung telepati sebaik ini dengan bayi dalam perutnya.
Namja mungil itu beralih berjalan antusias menyusuri jalan setapak lembah itu, dan tak jauh di hadappannya... adalah mata air... dimana Ia bisa melihat cermin masa depan itu.
Ya! Ia bisa memastikannya di sini, tidakkah sebelumnya Ia melihat pantulan dirinya dan Chanyeol bersama seorang anak kecil.
Tentu semua masih tetap sama bukan?
Ia ingin melihat... seperti apa paras putra kecilnya itu, dan lagi mereka akan benar-benar hidup bersama... tanpa mencemaskan apapun.
.
.
Senyumnya semakin merekah, begitu drinya kian mendekati mata air , dan detik itu pula... air yang jernih berangsur memadat.. hingga menjadi cermin besar.
Ia meremas jemari lentiknya tak sabaran, kala cermin itu mulai memantulkan samar bayangan dari dalamnya, secara perlahan.
.
.
.
Tapi...
.
.
Senyuman itu mendadak pudar, begitu menyadari bayangan cermin itu tak lagi sama...
Tidakkah dulu, Ia melihat tiga sosok di dalamnya?
Tapi mengapa sekarang... Ia hanya melhat Chanyeol dan seorang anak kecil saja?
"T—tidak!" Baekhyun melangkah gemetar ke belakang, ini tak mungkin terjadi. Pasti Matanya sedang bermasalah saat ini, ya! Ia pasti hanya salah lihat bukan?
"Dear..."
Hingga panggilan bass itu membuatnya terlonjak terkejut, tapi Baekhyun lekas menghambur dan memeluk Chanyeol seerat mungkin.
"Ada apa? Mengapa kau kemari tanpa izin dariku?" Chanyeol sedikit mengeras, mulai merasa cemas jika Baekhyun melihat cermin masa depan itu.
"Kau melihatnya?" Tanya Chanyeol seraya menjauhkan tubuh mungil itu, untuk menatap wajahnya.
"..." Tapi Baekhyun hanya tertunduk, bahkan terlihat menangis.
"Ada apa? katakan padaku apa yang kau lihat?" sentaknya semakin takut, dengan raut namja mungil itu.
"W—wae?" Baekhyun mulai tersenyum, lalu menghapus kasar air matanya sendiri. "M-mengapa wajahmu setegang ini? kau tak sedang melihat hantu bukan?" Candanya seraya mengusap wajah Chanyeol, berusaha menyembunyikan perasaan remuk itu dari Pria kekar di hadapannya.
"Kau melihat cermin itu?" Ulang Chanyeol lagi.
Membuat Baekhyun memejamkan mata , tak mungkin membiarkan Pangeran Sulung itu kacau dengan perasaan kebasnya sendiri.
"Ya...tentu saja aku melihatnya" Riang Baekhyun, masih berpura-pura ceria.
Sontak Chanyeol terbelalak lebar mendengarnya. "D—dear—
"Apa hm? Yya...kau benar-benar mengerikan dengan wajah seperti itu Tuan Park" Canda Baekhyun lagi, sambil menggelengkan kepala Chanyeol... berharap Pria itu lekas tersenyum.
"Kau ingin tau apa yang kulihat?" Tawarnya.
"..." Tapi Chanyeol masih diam membisu, terlalu cekam jika harus menerkanya sendiri.
"Baiklah kemarilah.." B aekhyun beralih menggenggam tangan Chanyeol, lalu menariknya untuk mendekati cermin masa depan itu.
.
.
"Jangan mencemaskan apapun" Gumam Baekhyun kala membimbing dua lengan besar itu agar memeluknya dari belakang.
"Di sana... aku melihatmu tersenyum sangat tampan bersama putra kecil kita" Ujarnya seraya menengadah menatap wajah tak tenang itu. "Dan tentu saja... Diriku di sampingmu" Lanjutnya kemudian.
Tak pelak membuat Chanyeol terhenyak dan menatapnya lekat. "B-benarkah kau melihat bayanganmu?"
Baekhyun tersenyum manis, lalu mengangguk cepat. "Uhm! aku melihatya... aku ..diriku dan putra kecil kita di dalamnya" Ujarnya berbohong.
Tak ada bayangan dirinya dalam cermin itu...
Hanya Chanyeol dan seorang anak kecil yang tertawa menggemaskan bersama Ayahnya.
"Kau lihat... semua akan baik-baik saja! tak ada yang perlu kau cemaskan lagi" Ucap Baekhyun sembari memutar tubuh, lalu menyandarkan kepala di dada bidang itu.
"Aku percaya dengan semua ucapanmu Dear..." Gumamnya seraya mengecup sayang puncak kepala Baekhyun.
"Jadi... kau harus benar-benar menjaganya, hingga aku melahirkan bayi ini. Lalu kita hidup bahagia" Gumamnya antusias, meski nyatanya... Baekhyun menangis dalam diam.
Dan Chanyeol sama sekali tak menyadarinya...
.
.
.
.
'.
.
TBCeeeeeeee
.
Next Chappp
.
.
'Meskipun esok tak akan datang padaku, aku mencintaimu..
Aku mencintaimu melebihi hari kemarin'
.
.
'Tetaplah berdiri pada tahtamu... meski tanpa diriku'
.
T_T
Aloohaaa... Gloomy hadir bawa Chapter Tiga Belasnya.
Review Jusseyooooo...
Tak review updatenya makin lamaa hayoooo T_T
* Ayoo dipilih dipilih, mau update yang mana duluan ini? hehehe
1. Love Of Fallen Leaves Chapter 13
2. Love Sick Chapter 7
3. Take Care Of My Boyfriend Chapter 3
Yang mau info kapan update silakan invite Gloomy : gloomy_rosemary
kami (Elan & Putri) tak mengharapkan apa apa dari teman-teman hiks... hanya review secuil ajaah gapapah _ hehehehe.
Ok yang ga mau di php in, reviewww neee.. saranghae saranghae
Dan seperti biasa, Gloomy akan mencantumkan nama reviewer sbelumnya, untuk:
restikadena90, hana , Marshamallow614, meliarisky7 , Tiara696, light195 , Ricon65 , Aisyah1 , AlexandraLexa, Leetha, SHINeexo, baekachu , Namibaby , jeyjong, Retyass , Shengmin137 , bbhyn92, Park RinHyun-Uchiha, berrybyun , Eun810, Jusniati EXO-L, AdisKMH, EXO Love EXO , Jungyonha, Yeolliebee, IpahPyromaniac, Dodio347, Dsianz610494 , LyWoo , sherli898 , Chanbaek461, w04lf , Chanbaeknaena , lee da rii , ParkByun61 , Annisa Lee , chan92, imheeyoung , LightPhoenix614, ChanbaekRoomUGHAGH , Dodio347, clarahyun, jugyjugya , Chanbaek769 , ChanBaekBaekYeol92 , yodabacon614 , sehunboo17, buny puppy , Cynta533 , byunlovely , Jewika , pongpongi, sehunluhan0905, , BananaOhbanana, baekedpie, Incandescence7 , Loey761, isnadhia , baek55, Chanbaekisreal, park yeolna, danactebh, ambar istrinya suho, bbaekkie26, byunlovely, Baby Chanhyun, Loeybee614 , LUDLUD, chanbaekssi , Woo jizii , AileeEverlasting, Byun Na Ra , Baekhyun Cantik, aegya hunhan , Siyya217 , daeri2124 , auliaMRQ, YvkariKim , baekachu, chanbaekkie26, rima, daebaektaeluv , metroxylon, AidakaZi , 365 be With You , Chanbaekshipper , Hyo luv ChanBaek, phoenix6104 , baekkumaa, Jeon Jungkook Maknae , hoholin , rubykaisoo, meilinlin , Byunsilb , Cutie31 , selepy , , pinkberry st , syrfh0461 , bbysmurf , dwi yuliantipcy, mphi, Kitukie , 270492, Aisyah6104 , Chanbaekmin , MochiByun , nisahyun , Baeguncy , parkbaekhy, inchan88 , ChanBaekGAY, yousee , luv110412 c, Aisyah304, veraparkhyun, shabrinaZ14 , tkxcxmrhmh , TobenMongryong, flashbaek , chanLoveBaek, inspirit7starlight, MadeDyahD , Lee Na Rin , AisyaAzhh , lee, ApplepieB , Baek13erry, Bluey Nana, neniFanadicky , honeybabies61 , Scarlet 44, ade, pla, xxrealpsxx , AbnormallyHuman, dan all guest
Jangan lupa review lagi...
Saranghaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
Annyeoooooongggggggggggggggggggggg
