Main Cast : Chanyeol X Baekhyun

Other Cast : Kyuhyun, Sehun, Luhan, kai, kyungsoo

Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms

Previous Chapter

.

.

"Kau lihat... semua akan baik-baik saja! tak ada yang perlu kau cemaskan lagi" Ucap Baekhyun sembari memutar tubuh, lalu menyandarkan kepala di dada bidang itu.

"Aku percaya dengan semua ucapanmu Dear..." Gumamnya seraya mengecup sayang puncak kepala Baekhyun.

"Jadi... kau harus benar-benar menjaganya, hingga aku melahirkan bayi ini. Lalu kita hidup bahagia" Gumamnya antusias, meski nyatanya... Baekhyun menangis dalam diam.

Dan Chanyeol sama sekali tak menyadarinya...

.

.

.

~ChanBaek~

YAOI

Fanfiction

GloomyRosemary

.

.

Chapter 14

Blood On A White Rose


Semilir angin mulai merajut hening, terlalu senyap... seakan semua hal di balik pepohonan pinus lembah putih itu... benar-benar tak bernyali untuk bersua di hadapan Pangerannya, kecuali...

Debaran jantung sosok mungil itu.

Ya, satu-satunya debaran yang selalu Ia jaga melebihi nafasnya sendiri.

"Apapun akan kulakukan untukmu Dear" Chanyeol makin mendekap erat tubuh mungil itu, mencium lama perpotongan lehernya... hingga aroma menyerupai semerbak mawar putih itu benar-benar membuatnya tersenyum tenang.

Lebih dari apa yang Ia rasakan kali ini..

Suatu yang Ia takutkan, serasa pudar mendengar dengan lugas jika Baekhyun melihat bayangan dirinya dalam cermin masa depan itu.

.

.

"Biarkan aku melihat wajahmu"Bisik Pangeran Sulung itu,mencoba merenggangkan pelukan keduanya.

namun Baekhyun mengelak, bahkan semakin menguatkan rangkulan tangannya. "T-tidak.." Lirihnya sambil membenamkan wajah piasnya. "Biarkan seperti ini" lanjut Baekhyun lagi.

Tentu tak mungkin membiarkan Pria itu melihat dirinya menangis saat ini. Biarlah seperti ini... setidaknya Ia masih bisa merasakan betapa hangat pelukan yang selalu dirindukan itu. Dan Bahkan pelukan yang mampu merengkuh keraguan akan sisa hidupnya.

Tapi ungkapan hati itu, sepertinya tak terbaca oleh Chanyeol.

Terlihat... Pangeran Sulung itu hanya menghela nafas pelan, masih menduga... Baekhyun mungkin hanya ingin bermanja... menghabiskan waktu bersamanya.

"Seperti apa dirinya?" Ujarnya tiba-tiba, masih dengan mendekap namja cantik itu

Baekhyun terhenyak."N-ne?" Tanyanya... sambil sesekali menyeka linangan air matanya dalam diam.

Pria itu tak jemu untuk mengulas senyum itu sekali lagi, kembali mencium mesra puncak kepala Baekhyun sebelum akhirnya mendekat dan berbisik lirih.

"Seperti apa wajah putraku? apa dia memiliki wajahmu ?"

Baekhyun terbelalak nanar, terlalu gemetar mendengar kalimat yang semestinya membuatnya tersenyum cerah. "D-dia..." Baekhyun tersedak ucapannya sendiri. "Dia seperti dirimu" Tapi Baekhyun bersikeras tegar, tak berharap lengah... dan membuat Chanyeol tau akan kenyataan yang Ia sembunyikan dari Pria itu.

"Benarkah?"

"Uhm... Dia memiliki wajahmu" Lirihnya,

Membuat Pangeran Sulung itu lekas berdecak dalam senyum bahagianya, dan tak puas jika hanya dengan satu pertanyaan saja

"Apa yang kulakukan di sana bersamamu?" Tanyanya lagi.

Baekhyun kembali memejamkan mata, merasa...

Baru kali ini, bisikan Pria itu terdengar sesakit ini, membuatnya sempat meragu... haruskah tetap menyembunyikannya. dan menahan sesak itu seorang diri?

Tapi Chanyeol segalanya...

Tak mugkin Ia melihat senyum hangat itu lenyap begitu saja.

Baekhyun tertawa pelan. "Menciumku berulang-ulang, dan kau sangat menyebalkan" Jawabnya setengah bercanda, namja manis itu kembali mengulas senyum getir menyadari Chanyeol tak pernah jemu membelai bahkan memberinya kecupan lembut di puncak kepalanya.

Baekhyun tau... Pria itu terlalu mencintainya...

Tapi Hatinya lebih besar untuk Chanyeol, hingga mengabaikan harapan untuk hidup demi harapan lain yang kelak membuat Pria itu bahagia.

Ya Baekhyun tau... ucapan dustanya kali ini, akan terbayar dengan senyuman Chanyeol dan tawa Putra kecilnya.

"Aku berdebar... menunggu dirimu menimang bayi itu"Lirih Chanyeol

Membuat Baekhyun reflek mengangkat wajah, demi menatap kedua mata amber itu

Namun, betapa terkejutnya Pangeran Sulung itu begitu melihat wajah Baekhyun.

Bukan wajah cerah penuh rona yang kerap dilihatnya, melainkan sisa air mata masih berlinang kebas di paras cantik itu.

"Kau menangis?" Ujarnya , seraya menyentuh dagu Baekhyun.

Sempat, Ia curiga melihat namja mungil itu tampak tersentak dan berusaha mengalihkan tatapannya.

"Dear—

"Ah! haha... tidak" Baekhyun tertawa pelan seraya menyeka air matanya sendiri, lalu kembali memandang Chanyeol dengan senyum tersimpul manis. "A-aku terlalu bahagia... hingga merasa berlebih seperti ini" Elaknya sembari menyentuh rahang tegas Pria itu.

Chanyeol tak bergeming, meski Baekhyun memberinya senyum bahkan tawa semanis itu... tapi mengapa sebagian dari dirinya merasa sesesak ini. Dan mengapa, Ia melihat kedua mata Baekhyun tampak memandang tak tentu seperti itu?

"Kau menyembunyikan sesuatu dari—

GREB

Chanyeol kembali diam tercekat, begitu sepasang lengan putih itu kembali melingkar di perutnya. "Aku tak menyukai tatapan ini" Lirih Baekhyun seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Pria itu.

sesaat Ia menggesekkan hidung mungilnya di dada Chanyeol, lalu mengangkat wajah demi menatap Pangeran Sulung itu.

"Sentuh aku malam ini"Desah Baekhyun seraya mengerjapkan mata. "Aku menginginkanmu... sayang" Lanjutnya lagi, begitu sadar... Chanyeol sepertinya terhanyut dalam rayuannya.

Hingga tiba-tiba saja, Ia terbelalak lebar... bahkan menjerit terkejut begitu tubuhnya serasa terangkat lalu dibawa melesat cepat.

"AHH!"

.

.

.

TAP

Hanya dengan satu kedipan mata, Pria itu menyentak telportasi dan kini telah berpijak di daratan yang berbeda.

Bukan lagi di lembah yang lembap itu melainkan sebuah kamar megah penuh dengan semerbak mawar putih di setiap sudutnya.

"Kau benar-benar membawaku kemari?" Lirih Baekyun seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol... menatap Pria itu intens, kala membawanya secara bridal.. mendekati ranjang keduanya.

"..." Chanyeol hanya tersenyum, sesekali memberinya kecupan ringan di puncak kepalanya. Berharap Baekhyun tau... sentuhan darinya cukup memberi isyarat betapa besar perasaan itu untuk namja mungilnya.

.

.

"Yya.. jangan diam seperti ini"Celoteh Baekhyun lagi, sambil sedikit mengguncang tubuhnya

Namun pria itu kembali balas memberinya senyuman tipis, lalu beralih membaringkan tubuh mungil itu di ranjangnya, hingga membuat Baekhyun melenguh nyaman, terlebih saat bibir tebal itu mengecup pelan keningnya.

"Mhh..."

Lama Ia bertahan memejamkan mata, membiarkan Pangeran Sulung itu menyentuhnya selembut itu, hingga Ia merasa berbeda dan memilih membuka matanya.

Namun detik itu pula, Baekhyun membulatkan mata lebar... begitu menyadari betapa redup sorot mata amber itu.

"M—mengapa kau melihatku seperti ini?" Gumam Baekhyun ragu, seraya menyentuh wajah tegas itu.

Chanyeol hanya memejamkan mata, membiarkan tangan mungil nan halus itu membelai setiap sisi wajahnya. Ah! itu benar-benar lembut dan membuatnya tenang.

"Katakan sesuatu! Kau hanya diam sa—

"Kau... akan selalu bersamaku, berjanjilah untuk itu"

DEG

Baekhyun kembali terbelalak lebar, sempat ragu untuk menerka... mungkinkah sedari tadi hal itu yang mengusik pikiran Chanyeol?

"Aku—

Chanyeol menggantungkan ucapannya, untuk meraih tangan Baekhyun dan mencium jemari lentik itu.

"Membawamu kemari hanya untuk mencintaimu. Bukan untuk penderitaan semacam ini" lanjutnya lagi, sambil menatap lekat kedua mata biru itu.

Namja cantik itu tertegun, Sepenuhnya menyadari... ada sesal di balik raut tegas itu. Dan mungkin benar... Chanyeol selalu menyalahkan dirinya sendiri.

Baekhyun mendadak mengalungkan kedua tangannya di tengkuk Chanyeol, sedikit menariknya dan—

Chupp

"Seorang pangeran tak pernah menunjukkan wajah seperti ini" Bisiknya usai mencuri kecupan, dari bibir merah itu.

"Bagamana mungkin aku menderita, jika kau memberiku banyak cinta seperti ini" Baekhyun kembali menarik tengkuk Chanyeol, membuat bibir keduanya nyaris tak bersekat. "Kemarilah... peluk dan cium aku, seperti yang selalu kau lakukan saat bersamaku. Dimana Pangeranku yang mesum itu hm?" Kekehnya lagi, berusaha menyembunyikan raut yang sebenarnya dari paras manis itu. sejujurnya Baekhyun takut akan sisa hidupnya, tapi Ia lebih takut tak bisa melihat senyum Pria itu.

Pangeran Sulung itu, hanya diam... seoalah tak tau harus menepikan hatinya. Membuat Baekhyun berdecak dan memilh mengambil inisiatif, melumat bibir tebal itu... sesekali menghisapnya bahkan Baekhyun berusaha menyusupkan lidahnya kedalam, mencoba menyulut birahi pangeran Sulung itu.

"Mnnah~ ahn" Desahnya sensual, kedua tangannyapun mulai meremas-remas surai perak Chanyeol. Mencumbunya intens... berharap nafsu itu lekas tersulut, dan membuat Chanyeol balas mencumbunya.

"Mpph! mhahh! mpffthh..C—chan"

Dan benar saja... Pria itu menekan kepala Baekhyun, membuatnya menegadah... Hingga Ia bisa memagut bibir mungil itu lebih dalam dan basah.

.

.

"A—ahngg..." Engah Baekhyun begitu Pangeran Sulung itu melepas pagutannya, dan beralih menakan dagunya untuk terbuka.

Sesaat Ia membuka mata, detik itu pula Ia berjengit melihat Pria itu membuka mulutnyaa dan membiarkan saliva itu menetes turun, masuk ke dalam bibir kecilnya.

Chanyeol terkekeh pelan melihat mata biru itu mengerjap polos padanya, membuatnya berdecak gemas dan beralih menyentuh bibir mungil yang masih terbuka itu.

"Kau benar-benar pandai membuatku gila" Gumam Chanyeol sambil menyeka bibir basah itu.

Sejenak Baekhyun menutup bibir dan menelan saliva Pria itu, lalu menatap sayu... ke atas.

Dalam diam Ia mulai tersenyum. Seharusnya dirinya yang mengatakan semua itu... Dirinya yang gila akan sosok Pangeran Vampire itu. Ya, bahkan naluri itu pun telah membuktikan padanya. Menyembunyikan semua takut dan perasaan sakit itu, hanya untuk sosok yang kini telah bertahta dalam hatinya.
Ia terlalu mencintai Chanyeol... hingga tak peduli petaka macam apa yang kelak terjadi pada dirinya. Asal semua tertebus dengan senyum Chanyeol bersama buah hatinya kelak.

"S—sentuh aku" Lirih Baekhyun serak. Ia tak ingin menunggu lebih lama... atau air mata itu lolos dengan semua racauan hatinya sendiri.

.

.

Pangeran Sulung itu lekas merunduk, mencium mesra bibir Baekhyun sebelum akhirnya membawa bibir tebal itu untuk mengecupi garis leher putih itu.

bahkan dalam hitungan detik, tangan itu bergerak cekatan melepas satu persatu pakaian Baekhyun hingga polos seutuhnya, membiarkan perut yang besar itu bertahan tanpa selapis kain pun.

"A—ahh!" Pekik Baekhyun, sembari menengadahkan kepala begitu Pria itu beralih menjilat pusarnya, memainkannya dengan lidah basah itu... hingga samar Ia bisa merasakan bayi dalam perutnya bergerak kecil karna rangsangan itu. "Ch—Chan! D-dia bergerak!" Pekiknya antusias

"Hn?" Chanyeol berhenti sesaat untuk mendengar pendamping mungilnya.

"Lakukan lagi... Dia menyukainya saat kau mencium perutku seperti itu" Rengek Baekhyun sambil mengguncang lengan kekar itu.

Pangeran Sulung itu terkekeh pelan, terlalu gemas melihat paras baby face itu bersinar secerah ini... Ia beralih meletakkan sebuah bantal di bawah perut Baekhyun, berharap Ia lebih leluasa mencumbu perut buncit itu.

Sebelah tangannya mulai meraih jemari Baekhyun, membuatnya saling bertaut pas... sementara bibir tebal itu mulai mengecupi nipple pink Baekhyun, merambat sampai perut buncitnya. Tangan besar itu pun semakin mengeratkan genggamannya tiap kali Ia mencoba memberi hickey merah kontras di tubuh putih itu, hingga hanya pekikkan menggoda dan kikikkan geli Baekhyun yang terdengar... kala Ia mencumbu perut besarnya.

"Ahn!.. ackh! haha~ g—geli mmh~"

"Kau menyukainya?"

"Ngh~ N—neh! ahhahah! ackh! Y—yeolh!"

.

.

..

.

"Ugh!..mmhah.. ah~ k-ku rasa tak perlu .. ahnn~ melakukannyah! ahhh" Ujar Bakhyun terbata-bata, tiap kali lidah basah itu mencomba menusuk rektumnya lebih dalam.

"Biar aku mempersiapkan tubuhmu" Gumam Chanyeol di sela-sela oralnya, sedikit membuka kaki Baekhyun lebih lebar. Beruntung... bantal di bawah perut namja cantik itu, memudahkannya mencapai lubang anal itu lebih leluasa.

"Ackh! ahh...nnn~" Erang Baekhyun , begitu dua jari panjang itu melesak ke dalam. Tak mampu terulas olehnya, ia benar-benar merasakan kedutan yang hebat di dalam lubangya tiap kali jari Chanyeol bergerak keluar masuk.

"AH!.. T—tunggu! Ahnn! A—aku merasa aneh! Ackhh!" Pekik Baekhyun tiba-tiba seraya menggelengkan kepalanya resah.

Sesuatu seperti menyengat titik nikmatnya, membuatnya panik kala perutnya menegang ingin klimaks.

Chanyeol terkekeh pelan, "Bahkan ini hanya jariku saja Dear..." Bisiknya seraya mendekati bibir yang terengah itu. "Saat hamil... tubuhmu benar-benar sensitif hn" Lanjutnya lagi sambil melumat bibir kissable itu, bahkan Ia menambahkan satu jarinya, lalu menggerakkan tiga jari itu keluar masuk lebih cepat.

Tak pelak, membuat Baekhyun menjerit tertahan. Hingga-

"AHMMMPPPPFTHHHH!" sari kental itu menyeruak, hingga mengenai wajah dan perut keduanya.

.

.

.

.

Baekhyun terengah payah, tapi kedua kaki itu tetap terbuka lebar... hingga tak sadar Pria yang telah membuatnya orgasme hebat itu, telah memposisikan penis besarnya tepat di bibir rektumnya.

"Kau benar-benar basah di bagian ini" Gumam Chanyeol, sambil menekan-nekan rektum Baekhyun dengan ibu jarinya, meloloskan sebagian cairan orgasm yang belum sempat meleleh keluar.

"Ha—ahh!"

Sejenak Ia hanya diam, mengamati lekat bagaimana rektum itu berkedut sensual, bahkan terlihat semakin merah menggoda akibat cumbuannya. Ah! benar-benar rapuh... tapi... dari bagian itu pula... kelak Putranya akan terlahir.

"C—chan, jangan m—melihatnya saja!" Gusar Baekhyun dengan wajah tersipu malu. Sesekali pula ia berusaha mengatupkan kakinya, namun selalu gagal begitu Pria itu menahannya dan membuatnya mengangkang lebih lebar. Oh sungguh! ini benar-benar memalukan, meski vampire itu suaminya sendiri.

"Kau tau?" Chanyeol beralih menggesekkan kepala penisnya di bibir rektum itu, membuat Baekhyun menarik nafas dalam-dalam.

"Aroma tubuhmu semakin memikat, jika kau mendapat orgasm seperti ini" lanjutnya sambil mendorong kuat penis besar itu. Dan—

BLESHH

"AHHHT!" Baekhyun menjerit keras, kala genita besar itu benar-benar melesak dalam sekali hentak.

Namja mungil itu menggigil, dengan tangan menggapai-gapai ke atas... ingin meraih leher Chanyeol.

Baekhyun benar-benar tak bisa mendiskripsikan betapa hebat sensasi itu, saat benda besar Chanyeol mengisi penuh lubangnya.

"HHAH! AHH! C—CHAAN!" Jerit Baekhyun lagi begitu berahasil merangkul leher Pria itu, bahkan... Chanyeol tak melakukan gerakan apapun, tapi tubuh mungil itu menggelinjang tak biasa. Hingga sesaat kemudian... Baekhyun mengejang dan kembali mendapat klimaksnya

"C—CUMMHH! AHNNNN!"

.

Sementara Pria di atasnya hanya mampu bertahan dengan mata terpejam erat, bahkan mendesis... begitu rektum Baekhyun serasa menjepit ketat penisnya kala namja mungil itu mendapat klimaks.

Menahan tubuhnya untuk tak menghentak penisnya detik itu juga, bahkan terlalu berhati-hati agar tak menghimpit Perut Baekhyun.

"Kau benar-benar sensitif..." Bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun. "Dear..." Desahnya sebelum akhirnya mengulum mesra daun telinga itu.

"Ahh! aaahnnn... Ohhh! C—chanyeoll!" Lenguh Baekhyun. Kedua tangan yang masih mengalung di leher Pria itu, mulai meremas-remas surai peraknya... bahkan turut menciumi leher Chanyeol. Membalas cumbuan Pria itu, hingga Ia puas... menyentak nafsunya sendiri.

"Ahmm... Gi-git lebih keras sa—yang.. uhnnn" Desahnya, sambil menekan kepala Chanyeol yang masih mencumbu telinga dan lehernya itu.

.

.

.

"Agh! AHH! P—perih! Ahtt!" Baekhyun mencakar kuat punggung Chanyeol... begitu Pria itu mencoba bergerak dengan menarik keluar penisnya, hingga terlihat sebagian lapisan rektum itu turut tertarik keluar.

Lalu—

"AAACKH!" Namja mungil itu kembali menengadah hebat, sesaat setelah Chanyeol kembali mendorong masuk miliknya. Tak terlalu kasar... namun cukup kuat mengacaukan pikiran Baekhyun. Hingga hanya mampu membuka bibir dengan mata membulat lebar.

"Kau merasakannya?"Desah Chanyeol sambil menggerakkan miliknya keluar masuk, sesekali Ia mendesis begitu lubang anal itu serasa menghisap kuat miliknya.

"AHH! Nnn~ Ahht!" Jangankan menjawab, untuk sekedar mendengarpun Baekhyun rasa itu terlalu mustahil, jika benda sebesar itu bergerak kuat... memelintir isi perutnya.

Chanyeol mungkin tak menyetubuhinya seperti biasanya... Ia tau, gerakan itu terlalu pelan tapi entahlah... segalanya terasa berbayang, perutnya yang serasa penuh karna bayi di dalamnya itu. Semakin membuatnya menggila begitu penis besar itu turut menekannya dalam... menghimpit semua spot sensitif itu. Hingga Ia hanya bisa menjerit dan melengking binal... seakan bukan dirinya lagi.

"AH!...ACKH! AAAHH!"

,

,

,

"AHHH! P—PERUTKU! AHH! L—LEBIH! ACKHH!" Baekhyun kembali menggapai-gapai Chanyeol. Dan begitu Pria itu menyambut tangannya...

Baekhyun merangkul erat leher kokoh itu. Lalu kembali memekik tak terkendali "M-MASUKKANH! LEBIH! AHHH! D—DALAMH!" Baekhyun benar-benar berharap bisa menungging detik itu juga, dan merasakan penis itu bisa mencapai titik terjauh dalam tubuhnya. Namun kedua tangan besar yang menahannya agar tetap telentang, membuatnya hanya bisa menangis dalam buaian nikmat itu.

"Hks... L—lebih keras! Lakukan Lebih Ke—ras! Ackh! Ahhahh!" Rengek Baekhyun setengah terisak.

"Sshh..." Tapi pria itu hanya mendesis menenangkannya sambil menyeka air matanya, lalu mencium sayang pipinya. Tak mungkin Ia melakukannya... jika tak ingin mengguncang kandungan Baekhyun.

Chanyeol berlalih menambah satu bantal yang lain untuk diletakkan di bawah perut namja cantik itu, membuat posisi lubang senggama itu lebih tinggi, hingga dengan posisi ini Baekhyun dapat melihat dengan lugas, bagaimana penis besar itu menyeruak keluar masuk... membelah rektumnya.

"AH!...H—HAHH! C—CHANYEOL! AHN!"

Semakin menggila... kedua mata itu tetap terbuka melihat penyatuan keduanya, namun tubuhnya mendadak mengejang hebat... begitu klimaks itu makin mendekat. Membuatnya menengadah dengan kedua mata memutih... hingga—

"Baekh—

"AAAAACKHH!"

Visualnya kembali berbayang... terlalu membuai bahkan membuatnya melayang begitu sperma panas itu kembali menyeruak mengisi perutnya. Bahkan semakin mengigil kala ia turut mengejang melepas klimaksnya sendiri.

.

.

.

.


Sementara itu di tempat lain

"Jiwa yang murni itu... tak lama lagi akan terlahir. Jangan lengah... dan awasi setiap hal di sekitar anak itu" Gumam Penguasa itu seraya menatap lekat beberapa sosok di hadapannya.

Hingga tiba-tiba seorang vampire muda mendadak merangsak ke dalam

"Tak adakah cara lain?" Serunya sambil berjalan tergesa mendekati Kyuhyun.

"P—paman! J—jika bayi itu terlahir... itu berarti Baekhyun akan mati! Tak adakah cara lain selain membiarkannya melahirkan seperti itu?!" racau Luhan berharap Raja Vampire itu memiliki opsi lain, untuk menyelamatkan dua nyawa itu. Tak hanya bayinya... tapi Baekhyunpun seharusnya bisa diselamatkan.

"..." Kyuhyun hanya diam, sejenak memejamkan mata sebelum akhirnya menyentuh kepala Luhan.

"Aku lebih menginginkanmu untuk diam. Cara bicaramu... hanya akan membuat Putraku ragu, dan kembali mencoba membunuh bayi itu" Ujar Kyuhyun telak. Membuat Luhan hanya mampu menundukkan kepala dengan tangan terkepal kuat.

Apa yang harus dilakukannya? sementara penguasa itu seakan tak memberi jawaban bahkan sepertinya tak memiliki kuasa untuk merubah takdir itu.

tapi bagaimana dengan anak itu? Bagaimana dengan Baekhyun mungil itu?

"T—tapi Paman... Baek—

GREBB

Luhan berjengit terkejut begitu sebuah lengan menarik mundur perutnya, dan begitu menoleh ke belakang. Tubuhnya telah lebih dulu di bawa melayang dan lenyap dari hadapan Raja Vampire itu

.

.

.

.

"L—lepaskan aku!" Seru Luhan, berusaha meronta. Namun pria yang membawa tubuhnya itu hanya diam dan sesekali meliriknya dingin.

Hingga keduanya tiba di sebuah puri pun... Pria itu tetap diam.

"M—mengapa kau membawaku kemari!?" Teriaknya keras, bahkan menatap Pangeran Bungsu itu tajam.

Sehun berdecak, sebelum akhirnya melangkah mendekat hingga Luhan bergerak ke belakang dengan panik.

"Berhentilah menjadi pengacau" Gumam Sehun setelahnya

Luhan meradang, "P—pengacau? Nyawa anak itu tengah kalian pertaruhkan di sini?! Aku tak ingin dia mati! Ku mohon lakukan sesuatu" Mohon Luhan, sambil menundukkan kepala. Lebih dari apapun itu... sejak pertama kali melihat Baekhyun, Ia merasa... memiliki perhatian lebih untuknya. Bahkan anak itu telah mencuri sebagian kasih untuknya.

"T—tak bisakah kau menggigitnya, dan menjadikannya vampire seutuhnya dengan bisa-mu?"

"A—atau, s-selamatkan Dia dengan kekuatanmu! ya! Kau bisa melakukannya!" Racau Luhan, semakin menerka pemikirannya sendiri.

Pangeran Bungsu itu hanya memandangya, lalu beralih memeluk tubuh kurus itu.

"M—mengapa kau memelukku? ini bukan dirimu yang—

"Diamlah..." Bisik Sehun, seraya menumpukan dagu di kepala Luhan.

Tapi Luhan mengelak, dan tetap kekeuh mencari kepastian. "Kau bisa melakukannya dengan kekuatanmu bukan ? selamatkan Baekhyun sebelum bayi itu terlahir!"

"Lebih jauh dari ini, aku tak bisa berbuat apapun. Baekhyun mengandung darah daging kakakku... bayi itu memiliki magis yang sama seperti Ayahnya"

"L—lalu... apa masalahnya jika sama? Kau tetap bisa menyelamatkannya dengan kekuatamu dan—

"Pernahkah kau melihatnya ? Baekhyun tetap merintih kesakitan meski diriku atau bahkan Ayahku mencoba menenangkannya" Lugas Sehun, mencoba memberi pengertian di sini. Luhan harus mengetahuinya, Bayi itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar. Ia bahkan tak bisa membaca masa depan bayi itu, seakan Putra Chanyeol memang memiliki magis yang menutup penglihatan apapun, untuk menerka keberadaannya.

Luhan mengerjap cepat.

"Magis yang kami miliki... rupanya tak berpengaruh apapun pada Bayi itu. kecuali kekuatan Ayahnya sendiri. Dengan kata lain, Chanyeol memang harus memilih satu di antara keduanya. Dan bayi itu... masa depan alam ini"

Vampire berparas manis itu terbelalak lebar. "A—apa?" Luhan mulai mecengekarm pakaian depan Sehun.

"Bukankah aku meminta opsi lain?! Mengapa kau tetap memberiku jawaban seperti itu?!"

Racaunya keras. Luhan memilih memutar tubuh, ingin beranjak pergi "A—aku akan menemui Baekhyun! Aku harus—

Namun, langkah itu kembali tersendat begitu Sehun menarik pergelangan tangannya dan menghempas tubuhnya ke atas sofa.

BRUGH

"Akh!" pekiknya nyeri.

"Dengar... jauhkan tanganmu dari masalah ini!" Gertak Sehun, seraya mencengkeram kedua tangan luhan.

Luhan mengeras. "Apa masalahnya?! Kalian tak memikirkan anak itu! Hanya mementingkan—mpfthh!"

Luhan terbelalak lebar, begitu pria itu mencium bibirnya... Bahkan Ia bisa merasakan dengan jelas bagaimana bibir itu bergerak melumat lapisan bawahnya.

"Aku tak ingin... Chanyeol melukaimu. Ku mohon dengarkan aku" Bisik Sehun usai melepas pagutan itu.

Luhan masih terbelalak lebar. Nyatakah ini?

Ataukah Ia memang sedang bermimpi Sehun menciumnya, terlebih... tak ada sedikitpun aksen dingin yang kerap Sehun tunjukkan saat berbicara pada siapapun.

Tidak..

Sebelum Pria itu kembali memagut bibirnya...

Lebih intens... hingga Luhan hanya bisa mendesah kecil dengan mata terpejam.

"Mnh~.."

.

.

.

.

.


Esoknya

.

.

"Dear..."

Samar terdengar... panggilan lembut itu.

Ah! mungkinkah ini masih di dalam mimpinya? Mengapa enggan... kedua mata itu untuk terbuka, bahkan terasa begitu berat.

Dan Ia hanya ingin terpejam lebih lama lagi.

"Dear... bangunlah"

Tapi suara bass itu... membuatnya merasa merindu. Membujuknya untuk membuka mata dan berharap melihat pemilik suara itu.

'Chupp'

Seseorang mencium keningnya, mungkinkah itu Chanyeol?

.

Namja mungil itu tersenyum dalam tidurnya, hingga sebuah lumatan ringan di bibir tipisnya... mampu menarik sadarnya dan membuat mata biru itu mengerjap beberapa kali.

Semakin menggemaskan kala pemiliknya terlihat menguap kecil, dengan jemari lentik tampak mengusap matanya sendiri.

"Tidurmu... sangat lelap hn?" Bisik Chanyeol, kala membantu bocah mungil yang hanya mengenakan kemeja putih itu, bersandar di kepala ranjangnya.

Dan Baekhyun hanya mengangguk kecil, meski sesekali Ia kembali mengerjap... karna silau.

Namun kedua mata sapphire itu mendadak membulat lebar begitu sebuket mawar putih... berada tepat di hadapannya. Dan begitu menatap ke atas...

Barulah ia tau... Chanyeol, memberi rangkaian bunga itu hanya untuknya.

"C-cantik sekali..." gagap Baekhyun, dan makin menggumam takjub begitu sinar mentari yang menerpa... turut membuat semua mawar putih itu terlihat berkilau.

"Kau menyukainya?" Bisik Chanyeol, seraya membimbing kedua tangan mungil itu untuk memeluk buket mawar putihnya. Lalu mengecup mesra pipi namja kecil itu.

"N—ne... ini sangat indah. Terima kasih" Ucap Baekhyun... terdengar manis, bahkan sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari rangkaian mawar putih itu.

Chanyeol hanya berdecak pelan, lalu tersenyum... mengartikan tawa bocah itu, adalah yang paling berharga untuknya.

Pangeran Sulung itu beralih mengelus pipi halus Baekhyun dengan punggung tangannya. "Tak ada yang lebih indah... selain senyummu ini" Gumamnya.

Membuat Baekhyun berjengit, karna berdebar. Lalu setelahnya menunduk tersipu.

Sejenak... waktu terajut hening di antara keduanya. Hingga gerakan Pria itu kembali membuat Baekhyun kewalahan dengan detak jantungnya sendiri, begitu Chanyeol merunduk... lalu menempelkan telinganya di perut Baekhyun.

"Bagus... kau tak membuatnya merintih kesakitan" Bisiknya, seakan tengah berbicara pada putranya sendiri.

'BLUSH'

Baekhyun menutup bibir, mengapa semanis ini?

Bahkan Ia tak tau, senyum macam apa yang Ia tunjukkan kala Chanyeol bersikap seperti ini.

Chanyeol mendadak bangkit untuk menatap Baekhyun. "Jangan menyembunyikan senyum seperti ini" Ujarnya seraya menyingkirkan jemari lentik itu dari bibir Baekhyun, lalu menggantinya dengan bibir merahnya. Melumatnya begitu lembut... hingga membuat kedua mata indah itu terpejam nyaman.

"Mmh.."

.

.

.

"Apa yang kau inginkan di hari ini?" Ujar Pangeran Sulung itu sambil memainkan jemari lentik Baekhyun.

Baekhyun melirik, dengan bibir bawah tergigit. "Apa kau akan memberikannya untukku?"

"Apapun untukmu.." Sahut Chanyeol cepat.

"Apapun itu?"

"Hn... apapun yang kau inginkan"

Baekhyun mengerjap, sembari menggenggam tangan besar Chanyeol. "Bagaimana jika aku menginginkan dirimu?"

Chanyeol mengernyit. Membuat namja cantik itu terkikik kecil. "Hari ini aku hanya ingin berdua denganmu. temani aku di sini... otteyo?" lanjut Baekhyun lagi sambil mengerlingkan mata.

Chanyeol berdecak, dengan senyum terkulum, Ah! mengapa bibir mungil itu terlihat menggemaskan bahkan menggoda dalam waktu bersamaan saat Baekhyun berbicara seperti itu.

"Ah! Biarkan aku mandi terlebih dahulu" Celoteh Baekhyun kemudian, sambil menyibak selimutnya... menuruni ranjang lalu melangkah kecil menuju meja nakas di sisi ranjangnya. Senyum itu kembali terulas manis begitu Ia meletakkan buket mawar putih itu di dalam vas bunganya.

Namun tak berselang lama... Baekhyun kembali berjengit terkejut kala seseorang mengangkat tubuhnya bridal, membuat kedua tangannya mengalung erat di leher Pria itu.

"A—ahh..."

"Mandi bersamaku... mungkin lebih baik" Kekeh Chanyeol seraya melangkah membawa tubuh mungil Baekhyun menuju bath up keduanya.

"N—NOOOOO!"

.

.

.

.

.

.


.

"Apa lagi sekarang haaah?" Gerutu Kai kesal, seraya menghempaskan tubuh lelahnya di sebuah sofa.

Tak habis pikir mengapa dirinya terlalu takluk menuruti semua permintaan manusia bernama Kyungsoo itu. Bahkan hingga membuat kamar megah miliknya ini.. seperti rumah sakit umum di dunia manusia.

"164... 165... 1— Yyack! kau kurang 100 kantong lagi Pabbo!" Seru Kyungsoo, sambil berkacak pinggang kala menyadari persedian kantong darahnya tak sesuai perhitungannya.

"Aku lelah!" Sahut Kai sambil berguling ke samping, membelakangi Kyungsoo. Membuat manusia mungil itu berjalan menghentak mendekatinya.

"Kembali ke sana Ppaliyaaa!" Seru Kyungsoo sambil menarik-narik jubah Kai. Memaksa Vampire tinggi itu untuk mencuri persedian darah di rumah sakit.

"Satu gigitan ... lalu aku akan pergi mengambilnya" Ujar Kai sambil menoleh kebelakang. Tapi yang terlihat—

'PLAK!'

Ia hanya mendapat jidat yang merah akibat tamparan telak itu.

"Baiklah! Jangan memintaku untuk megambilnya! Aku lelah!" Sungut Kai, seraya berbalik lalu membungkus tubuhnya serapat mungkin dengan jubah hitamnya.

"Yack! Kau harus mengambilnya! anak itu membutuhkan semua darah itu! Cepat Bangun!"

"Kau pikir itu gratis huh!" Decak Kai sebal.

Kyungsoo mengacak surai hitamnya frustasi. Yang benar saja membiarkan vampire itu menggigitnya, itu sama saja menyerahakan hidupnya menjadi makhluk seperti Kai.

"Kau bisa mengambil satu kantong darah jika kau menginginkannya" Tawar Kyungsoo kemudian.

"French Kiss saja kalau begitu.." Rajuk Kai.

"KAU GILA!"

"Lumatan bibir?"

"YACK!"

"Kecupan? Satu kecup saja"

Kyungsoo mengusap jengah wajahnya, tak habis pikir... semua makhluk vampire ini tak melihat perbedaan gender.

"H—hanya satu sa—saja" Lirih Kyungsoo ragu-ragu. Detik itu pula Kai melonjak bangkit, dan—

'Chupp'

Ia mencuri kecupan di bibir sintal itu, tak pelak pemiliknya berteriak keras. Namun sebelum pukulan itu menyentak kepalanya, Vampire itu telah lebih dulu melayang. "Lain kali aku akan mencuri gigitan darimu dan menjadikanmu MATE-KU! AHAHAHAHAHAA!" Tawanya menggelegar, lalu melesat pergi.

.

.

Kyungsoo menghentak kaki jengkel, Ia beralih memutar tubuh namun tiba-tiba Ia terjengkang ke belakang begitu seorang mendadak muncul.

"Aghh!"

"Kau—" sosok itu berjalan perlahan mendekatinya.

"Kau membuat semua ini untuk Baekhyun?" Lanjut sosok itu lagi, sambil mengedarkan pandangan ke sekitar... tepat pada semua peralatan medis yang tertata di sekelilingnya.

Kyungsoo mengerjap mengamati lekat siapa pemilik wajah cantik itu, tapi sebelumnya Ia memang pernah melihatnya di sini.

"U-uhm... ya" Gumam Kyungsoo seadanya.

Membuat sosok itu kembali menatapnya lekat. "Apa yang kau inginkan dari Baekhyun?"

"Aku tak menginginkan apapun darinya, aku hanya ingin menolong—

"Mustahil!" sergah vampire cantik itu. "kau pasti menyembunyikan niat tersembunyi untuk anak itu bukan?!" cercanya membuat Kyungsoo terbelalak lebar.

"mereka, mengambil keuntungan dari anak itu. Lebih lagi dirimu seorang manusia! Pasti kau memiliki niat buruk padanya!" racau Luhan makin tak terkendali.

Kyungsoo mengeras. "Keuntungan apa yang kau maksud di sini?!" serunya... Mulai menelisik, inti dari racauan vampire muda itu

Memang tak sepenuhnya menerka, tapi Ia merasa... Vampire itu tengah menunjukkan sesal yang besar.

"Aku tau aku memang tak bermimpi. Bahkan aku sadar ... Berbincang dengan makhluk seperti kalian. Tapi... Anak itu—

Kyungsoo menghentikan ucapannya untuk memandang Luhan tajam. " Anak itu berbeda! Dia masih setengah manusia di sini. Apa yang sebenarnya kalian lakukan padanya?"

Luhan memilih diam, dan beralih mendudukan dirinya di sebuah sofa.

"Taukah kau petaka yang terjadi padanya?" lirih Luhan. Sesaat ia mengusap pelan wajah tirusnya, merasa sesal jika harus mengingat tawa Baekhyun.

Kyungsoo tak menjawab selain menatap Luhan lebih lekat, berharap mendengar penuturan lebih lugas dari sosok vampire itu.

"Selama Baekhyun hanya manusia setengah vampire, anak itu hanya akan menjadi inang. Dan keuntungan yang ku maksud di sini, bayi dalam kandungannya" Lirih Luhan, masih dengan kepala tertunduk.

"I—inang?"

"Seperti yang kau tau... inang akan mati, jika makhluk baru dalam tubuhnya terlahir"

Kyungsoo berjengit, semiris itukah nasib bocah bernama Baekhyun itu? tidakkah Pria yang mereka panggil sebagai suami Baekhyun itu sangat mencintai anak itu.

Tapi mengapa Dia membiarkan hidupnya seperti ini?

"T-tidak! aku seorang Dokter! aku pasti bisa menyelamatkannya!" kekeuh Kyungsoo, sembari membuka satu persatu almari medisnya, memastikan semua peralatan yang kai berikan memang lengkap.

sementara Luhan hanya berdecih getir, sekeras apapun Dokter bernama Kyungsoo berusaha... semua akan berbuah sia. Jika Panguasanya sendiripun tak memiliki daya untuk menyelamatkan Baekhyun setelah ini.

"Atau mungkin, aku bisa melakukan caesar! Ya! itu yang selalu kami lakukan jika kelahiran normal tak memungkinkan. b—berapa usia kandungannya saat ini?" Racau Kyungsooo masih bersikeras untuk berpikir positif.

"Bayi Vampire akan teralahir dalam usia kandungan tiga bulan. Dan mungkin... hanya menghitung hari saja... Baekhyun akan melahirkan Putra Pangeran Sulung"

"T—tiga bulan? secepat itukah?!" Gagap Kyungsoo tak percaya.

Dan sikap diam itu... terlalu cukup memberinya isyarat jika itu bukan lelucon belaka. Jika memang benar kandungan Baekhyun telah memasuki usia 3 bulan, maka hanya sedikit waktu yang tersisa.

Sejenak Dokter muda itu menatap tak tentu, hingga akhirnya Ia memegang kedua bahu Luhan dan sedikit meremasnya.

"Katakan padaku... bagaimana Pangeranmu itu, merubah Baekhyun hingga menjadi manusia setengah vampire"

"Apa?" Luhan mengernyit.

"Setidaknya, jika aku mengerti prosesnya... aku bisa sedikit menelisik kemungkinan di sini" Ucap Kyungsoo menggebu.

.

.

.

.

.

.


Beberapa Hari Kemudian

"Aku bisa melakukannya sendiri!" kekeuh Baekhyun memaksa Chanyeol melepaskan pegangannya.. Ah Sungguh Ia benar-benar ingin berjalan seorang diri dan menikmati semerbak hamparan bunga di hadapannya.

Sementara Pangeran Sulung itu hanya berdecak lidah, melihat pendamping mungilnya semakin menujukkan sikap keras kepala itu. Oh ayolah... tempatnya berpijak kali ini, dipenuhi batuan yang licin. Terlebih kandungan itupun telah memasuki usia 3 bulan. Tentu tak bisa melepas Baekhyun begitu saja. Bagaimana jika anak itu terjatuh?

"Tidak dengan perut seperti ini, dan tempat seperti ini" tegas Chanyeol, sambil beralih meraih pinggang Baekhyun.

Namja mungil itu mempoutkan bibir kesal. "Kau bilang apapun untukku?!"Gerutunya... terlihat lebih seperti merajuk.

Dan Pangeran Sulung itu hanya berdecak gemas, sambil mengacak pelan surai pirang Baekhyun.

Tidakkah semua Ia lakukan memang untuk Baekhyun, Lihat...

Penguasa seperti dirinya hingga menyempatkan waktu menemani bahkan menjaga anak itu... hanya agar, Baekhyun bisa melihat tempat penuh dengan hamparan bunga ini.

"Akan lebih baik jika aku membawamu terbang... Dear" Bisik Chanyeol sembari menyusupkan tangan di bawah paha Baekhyun dan

HUP

Namja mungil itu nyaris memekik terkejut, begitu Chanyeol kembali mengangkatnya bridal, bak seorang Puteri.

"A—Ah! Hahahaha..." Tawanyapun pecah, kala Pria kekar itu membawanya melayang... sesaat mendekati bunga itu, dan begitu dirinya nyaris menggapai tangkainya... Chanyeol kembali membawanya lebih tinggi.

.

.

"Kau sangat menyukai bunga hn..." Gumam Chanyeol, begitu keduanya melayang di atas hamparan mawar putih. Lalu mendarat begitu Baekhyun menginginkannya.

Sejenak, Baekhyun tersenyum manis. Lalu mengangguk pelan. "Karena... Eomma juga menyukainya. Jika aku merindukannya... aku hanya cukup melihat mawar putih ini" Lirih Baekhyun sambil memegangi perutnya, hendak merunduk. Tapi Chanyeol menahannya... dan beralih memetik setangkai mawar itu, untuk Ia berikan pada pendamping mungilnya.

Tak pelak, senyum itu pun makin terulas manis. Ah! Meski sisa hidup itu masih menjadi bayang hitam untuknya, tapi dengan Chanyeol di sisinya seperti ini.

Semua terasa merekah untuknya.

Entahlah, Ia merasa hidupnya beruntung... seseorang seperti Chanyeol menginginkannya bahkan mencintainya seperti ini.

"Mereka seperti sosok Eomma" Lirih Baekhyun lagi, sambil menghirup dalam-dalam aroma mawar putih itu.

Chanyeol tertegun.

Alasan ini pula yang sebenarnya memberatkan hatinya kala itu, untuk merubah Baekhyun menjadi vampire seutuhnya.

Karna jika itu terjadi, Baekhyun akan benar-benar melupakan kenangan hidupnya sebagai manusia... terlebih sosok orang tuanya.

Tanpa tau... jika keputusannya kala itu akan mendatangkan petaka..

Tidak! itu tidak akan terjadi...

Tidakkah Baekhyun sendiri yang mengatakan untuk percaya hanya padanya?

Ya, Baekhyun melihat bayangan dirinya sendiri. Dan mereka akan hidup bahagia bersama buah hatinya. seperti yang Baekhyun katakan dalam cermin itu.

Ia hanya percaya pendampingnya seorang...

.

.

Ia beralih menyusupkan kedua tangannya... lalu merengkuh perut Baekhyun dari belakang. "Kau sangat cantik hari ini" Bisiknya, sambil mencium mesra pundak Baekhyun.

Sesaat namja cantik itu bersandar di dada bidangnya, lalu menggenggam tangan besar yang kini menyentuh perutnya.

"Apa kau menggodaku saat ini?" Kekeh Baekhyun, sambil sesekali melirik ke atas.

"Sejak kau terlahir... saat ini... hingga seterusnya... kau selalu cantik di mataku"

DEG

Baekhyun terdiam, bahkan tangan itupun mendadak gemetar. Cepat-cepat Baekhyun melepas genggamannya, sebelum Chanyeol menyadari dirinya mulai goyah kali ini.

"Aku mulai memikirkan beberapa nama... untuk Putra kita kelak"

Semakin membuatnya gemetar... Baekhyun berusaha mengalihkan pandangannya. Berharap air mata itu tak jatuh detik itu juga. Masih mungkinkah dirinya melihat detik itu? hari di mana Chanyeol memanggil nama putra kecilnya? masih adakah kesempatan semacam itu untuknya?

"N—ne, s-siapapun namanya... j-jika kau yang memberinya. Pasti akan terdengar h-hebat" Lirih Baekhyun terbata.

Chanyeol mengernyit, merasa ada yang berbeda dari Baekhyun. Ia beralih memutar tubuh mungil itu... namun detik itu pula—

GREB

"Ugh! Di—dingin! Bawa aku kemba—li... nee?"

rengek Baekhyun sambil memeluk perut Chanyeol, menyembunyikan raut pias di balik dada bidang Chanyeol. Hingga pria itu benar-benar tak tau... dirinya yang menangis.

Pangeran Sulung itu hanya terkekeh pelan, lalu mencium lama puncak kepala Baekhyun. Ah ya... senja hampir menjelang. Udara tentu... berhembus sangat dingin. Tak heran namja mungilnya menggigil seperti ini.

"Berpeganglah... " Bisiknya, sebelum akhirnya membawa tubuh mungil itu melesat kembali menuju Purinya.

.

.

.

.

Petang mulai berangsur pekat...

Semestinya Ia turut memejamkan mata, mendampingi sosok mungil yang kini telah terpejam damai di sisinya. Sebelah tangannya terangkat... membelai perlahan surai pirang itu , seolah Baekhyun benar-benar mutiara rapuh untuknya.

Lama... ia bertahan memandangi Baekhyun. seakan tak jemu hanya dengan memandangi paras baby face itu.

Ia kembali merunduk... mencoba menyentuh bibir tipis itu, sebelum akhirnya mengklaim nya dengan bibir tebalnya sendiri.

.

.

.

"Hyung..." Hingga seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang.

Chanyeol sempat berdecak dengan waktu intim yang terusik itu, tapi setelah memaksa bangkit dan menatap pemanggil itu.

"Ayah memanggilmu" Ujar Pemuda itu.

Chanyeol sempat ingin menolak, namun mendengar telepati Ayahnya. Mungkin memang suatu yang tak sepantasnya Ia abaikan.

"Jaga Baekhyun untukku"

Dalam hitungan detik saja, pria itu lenyap dalam sekejap... membiarkan Pendamping mungilnya itu terlelap. dan hanya Sehun...yang menemaninya.

.

.

.

Hening...

Tak bersua apapun selain detak jam yang terdengar kontras.

Sehun berjalan perlahan mengelilingi ranjang besar itu, mengamati dengan seksama... bagaimana manusia setengah vampire itu terlelap dengan hembusan nafas teratur seperti itu.

Jantung itu masih berdenyut selayaknya manusia... namun tidak untuk aliran darahnya.

Sehun mampu melihat... setiap darah yang terpompa... tak mengalir dengan semestinya.

sebuah kekuatan yang lain, seperti menghisapnya tanpa jeda... dan mungkin ini yang membuat nyawa Baekhyun terancam.

"Mengapa kau menyembunyikannya darinya?" gumam Sehun, kedua mata amethyst itu pun terlihat menatap redup, tak menduga... Baekhyun memiliki hati semulia itu, semula Ia hanya merasa Baekhyun hanyalah manusia tak berguna yang di bawa saudara Sulungnya.

namun... semakin lama Ia melihat...

Semakin Ia tau, betapa tulus ... namja mungil itu berkorban untuk Chanyeol.

.

.

"Nnhh~"

Sehun tersentak begitu melihat Baekhyun tiba-tiba mengernyit tak nyaman, Ia beralih mendekat untuk memastikan, tapi belum sempat Ia menyentuh kening Baekhyun.. sesuatu benar-benar mengejutkannya.

"A—aahtt!"

Benar-benar panas, bahkan walau tanpa menyentuhnya sekalipun... Ia bisa merasakan panas yang berbeda itu menguar dari tubuh Baekhyun.

"B—baekhyun.." panik Sehun, berusaha menahan kedua tangan yang tak pernah berhenti mencakar perutnya sendiri.

"H—AHHT! S—SAKIT!" jeritnya histeris.

Baekhyun mendadak bangkit sambil meremas perutnya sendiri, begitu sesuatu yang tajam serasa mengoyak perutnya dari dalam.

Membuat Pria di sisinya semakin kebas, bahkan panik melihat situasi semacam ini. Mungkinkah saatnya? tapi mengapa tak terbaca olehnya? mengapa mendadak seperti ini?Bahkan... Chanyeok tak di sisi Baekhyun.

tak ada yang Sehun lakukan selain menyandarkan punggung sempit itu agar bersandar di dadanya. Dan berbisik untuk bernafas lebih tenang.

meski nyatanya... semua itu hanya berbuah percuma.

Baekhyun semakin menjerit kesakitan, dengan kringat sekebas itu. meski berulangn kalli mencoba menahan tangannya... tapi namja kecil itu tetap memaksa meremas perutnya sendiri.

"HKS! S—SAKITHH! AGHTT! P—PERUTKU! NNHH!"

Ia terbelalak... kala Baekhyun mengejan... namun bukan itu yang sebenarnya membuatnya tercekat, melainkan pada rembasan darah di sela-sela paha Baekhyun.

"B—Baek!"

Semua tak bisa berjalan seperti ini, mungkin Baekhyun akan melahirkan... dan mungkin juga tidak.

"HYUNG! TAK BISAKAH KAU MENDENGARNYA?!" Teriaknya keras, sambil menggengam tangan namja cantik itu. Berharap sosok yang dipanggilnya mendengar dan lekas merengkuh pendampingnya.

TAP

"D—Dear!" Hingga dalam sekejap seorang Pria terlihat panik menyentak teleportasinya, dan terperangah hebat melihat Baekhyun menjerit kesakitan dengan rembasan darah di sela pahanya.

"MENYINGKIR DARINYA!" Teriak Chanyeol kalap, seraya menghentak Sehun lalu mengambil alih tubuh Baekhyun untuk direngkuhnya.

"B-aekhyun!" panggilnya seraya menangkup wajah pias itu. "Kau mendengarku Dear? Buka matamu... jangan seperti ini!" Gugupnya, sambil menyeka keringat dingin itu.

Baekhyun terisak. Ia mencoba membuka kedua matanya. Namun yang terlihat ia kembali memekik kesakitan, bahkan kedua kakinya pun reflek terbuka lebar.

"S—sakit! Hkss... C—chan! i—ni sakit! AAHTTT!" Tubuh mungil itu mengejang, sesuatu di dalam perutnya semakin hebat melakukan gerakan, seolah menyayat lapisan di dalam dengan kukunya yang tajam.

.

"NNNNHH!" Tak berselang setelahnya, Baekhyun kembali mengejan... dengan jari mencengkeram kuat tangan Chanyeol. Tak pelak... darah kental pun semakin banyak mengalir, hingga membuat celana itu penuh dengan rembasan darah.

"T-tidak! Mengapa sebanyak ini?... jangan lakukan itu lagi! jangan mengeluarkan darah sebanyak ini BAEKHYUN!" Pria itu menggila, tak tau bahkan tak sanggup untuk berbuat, jika sesuatu yang ditakutkannya itu semakin lekat mencekiknya.

Ia beralih mengangkat tubuh lemas Baekhyun agar bersandar di pangkuannya. Tapi semua hanya serasa memerah rasa paniknya sendiri ,kala melihat namja cantik itu tak pernah berhenti menjerit pilu.

"Hhhah...hhh.. A—AAHTTT! HKS! NNNNHH!"

.

.

.

"Ini memang saatnya..." Seorang Pria, tiba-tiba muncul dan menyentuh pelan bahu Sehun.

"A—ayah" Gagap Sehun begitu menyadari kehadiran Kyuhyun.

"Awasi Chanyeol... jangan biarkan Dia menggagalkan kelahiran itu" Gumamnya sebelum akhirnya melangkah, memastikan semua memang berjalan sesuai kehendaknya.

"B—baekhyun!"

"Tak seharusnya kau di sini" Ucap Sehun berusaha menahan Luhan.

"A-aku ingin melihatnya! Baekhyun di dalam—Ngh~

Luhan lunglai begitu saja, begitu sentuhan magis melumpuhkannya dan membuatnya jatuh tak sadarkan diri. "Kau tak tau... betapa terancamnya hidupmu, jika terlibat dalam hal ini"

.

.

.

"M—maaf Tuan! anda tak bisa menahannya dengan posisi seperti ini! Hanya akan membahayakan kondisi Baekhyun dan bayinya!" Seorang namja mungil tiba-tiba merangsak, entah sejak kapan Ia masuk ke dalam Puri Chanyeol, tapi seseorang memang membawanya kemari. Dan sosok itu tengah bersembunyi di balik tubuh Sehun, terlalu kebas melihat Kyungsoo mungilnya semakin nekat mendekati Chanyeol.

"Kyungsoo Baby... apa yang kau lakukan di sana?! Aisshhh... kemarilah" gerutu Kai sambil mengintip dari pundak Sehun.

Ah! Bagaiman jika Pangeran Sulung itu membunuh Kyungsoo detik itu juga?

"Tuan! Kumohon baringkan Baekhyun!" Sentak Kyungsoo lagi, berusaha menarik tubuh Baekhyun.

Tapi yang terlihat tatapan menusuk itu benar-benar menghunus tajam padanya, Kyungsoo sempat meremang takut tapi melihat darah itu semakin parah merembas, Ia tak memiliki pilihan lain selain membuat Chanyeol percaya padanya

"A-aku seorang Dokter ! Percayalah! M-mungkin manusia s-sepertiku terdengar konyol untukmu... tapi—

"A—HHATT! AAHH! NNNN!"

Keduanya berjengit hebat, begitu Baekhyun kembali menyentak tubuh...dan darah kembali merembas lebih banyak dari sebelumnya.

"D-dia mengalami pendarahan sehebat ini TUAN!" Seru Kyungsoo panik. "B—baringkan tubuhnya di ranjang! Cepat!"

Chanyeol yang kalut kala itu, sama sekali tak mampu menerka apapun... semua benar-benar mengacaukannya, bahkan magis dalam dirinya pun seolah lemah. Jika melihat darah mengalir sebanyak itu dari tubuh Baekhyun kecilnya.

Tidak!

Apa yang ditakutkannya tak mungkin terjadi!... Baekhyun telah mengatakannya! Keduanya akan bahagia bersama Putra kecilnya.

"B—bertahanlah... baekhyun" Gumam Kyungsoo saat menggunting setiap kain yang melekat di tubuh Baekhyun... dan betapa terkejutnya Ia begitu menyadari, rektum itu terlihat terbuka lebar... dipenuhi darah

Nyatakah ini?

Seorang namja akan benar-benar melahirkan di sini?

"B—Baek! kau harus melakukannya... —

"Hks... s—sakit! a—aku ti—dak bisa hhh...hhh Nnnh" Rintih Baekhyun semakin melemas, bahkan wajah itu terlihat memucat pasi.

Membuat Kyungsoo bergerak panik menelisik denyut nadi Baekhyun.

dan betapa terkejutnya Ia kala menyadari, tak ada denyut nadi sedikitpun dari tangan lentik itu.

"M—mengapa denyut nadimu hilang?!"

Chanyeol terbelalak lebar. Apa maksud seruan namja itu?

Hingga Ia sadari, sesuatu benar-benar membuatnya terperanjat bukan main... menyadari detak jantung Baekhyun begitu lemah, bahkan nyaris tak terdengar olehnya.

"Baekhyun! Dengar! BUKA MATAMU!" Teriak Chanyeol Kalap, bahkan ingin kembali mengangkat tubuh mungil itu.

"T—tuan! Apa yang anda lakukan?!" Kyungsoo terbelalak terkejut, melihat Pangeran Sulung itu tetap mengangkat tubuh Baekhyun seolah ingin membawanya pergi.

"B—bayi ini" kedua mata amber itu berkilat tajam.

"BAYI INI TAK HARUS TERLAHIR DI ALAM INI!"

.

.

Detik itu pula, semua seakan berjalan salah untuknya.

Beberapa orang bahkan terlihat Ayahnya menerjangnya... mengambil Baekhyun darinya.

Lalu membuatnya bersimpuh tanpa bisa berkutik, kala kepungan magis itu memasung semua tenaganya.

"ARGH! LEPASKAN AKU AYAH!" Geramnya... semakin meradang ... menyadari semua kekuatan pelumpuh itu bukan hanya datang dari Ayahnya.

"jangan mencoba melenyapkan apa yang memang seharusnya terjadi.. Putraku" gumam Kyuhyun berusaha meluruhkan amarah Putra Sulungnya, meski nyatanya tak mungkin.

.

Chanyeol berontak, sesungguhnya Ia memiliki tenaga yang besar untuk menyentak semua magis itu. Tapi semua terlalu kacau untuknya, hingga membuatnya tak bisa mengendalikan magis bahkan dirinya sendiri sekalipun.

Dan di sanalah... rasakan hatinya yang remuk. Melihat Baekhyun bertahan seorang diri... meregang nyawa demi Putra kecilnya.

"B—baekhyun" Lirihnya, kembali berusaha bangkit

Tapi kepungan tak kasat mata itu, terasa berbeda... seolah menghisap magis dalam tubuhnya.

"ARGHH! BAEKHYUN!"

Teriaknya menggema, membuat beberapa orang yang menahannya hanya menatap miris. Apa yang terjadi pada Baekhyun, memang bukanlah sesuatu yang diharapkan. Tapi... takdir itu telah memilih..

Dan bayi itu... memang seharusnya terlahir..

.

.

.

"Hks... s—sakit" Hanya satu bisikan lemah itu yang terdengar, terlalu sakit... terlalu membuatnya lelah, hingga hanya satu kerjapan mata sekalipun Baekhyun tak sanggup melakukannya.

"..." Kyungsoo terdiam, sepersekian detik Ia sempat memikirkan cara caessar di sini. tapi sepersekian detik berikutnya, semua kembali tertepis begitu menyadari satu hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehnya.

'Bahkan meskipun bayi itu menghisap habis darahnya... Baekhyun tetap hidup. Ia memang merintih kesakitan tapi ajaibnya... namja itu masih hidup' Yakin Kyungsoo dalam hati. Ia kembali menatap Baekhyun, dari ujung kepala hingga ujung kaki yang pucat itu.

"Apa yang dilakukan bayi itu sebenarnya? Mungkinkah jika-

.

"A—AAHHHT!" Tiba-tiba Baekhyun menjerit keras... dengan kedua mata terbelalak nanar.

Kaki yang sempat lunglai itupun kembali mengangkang lebih lebar, kala sesuatu di dalamnya seolah mengendalikan waktu yang tersisa.

Menyayat lapisan rektum Baekhyun dengan tangan mungilnya, lalu merangkak perlahan... hingga kedua tangan kecil itu benar-benar keluar.

Tak pelak, darah segar itupun semakin banyak meremba dan membuat tubuh Baekhyun kebas... karna darahnya sendiri.

"A—" Baekhyun mengglepar lemas... jangankan menjerit, atau bahkan menangis. Semua itu terlalu sakit... hingga rasanya Ia hanya melihat Chanyeol yang perlahan lenyap dan semua dunianya yang runtuh.

"TIDAK! BAEKHYUN! ARGHT! BAEKHYUN!"

Sempat mengulas senyum tipis, kala mendengar panggilan itu... Ah! Chanyeol kah itu?

Bahkan di ujung hidupnya sekalipun... Chanyeol masih mencintainya seperti ini?

'Meskipun esok tak akan datang padaku, aku mencintaimu..

Aku mencintaimu melebihi hari kemarin'

.

.

'Tetaplah berdiri pada tahtamu... meski tanpa diriku' samar terdengar bisikan hatinya, sebelum akhirnya kedua mata itu terpejam

"B—baekhyun?! Ah! Apa yang harus kulakukan?!" panik Kyungsoo dengan tangan gemetar, lebih dari rasa paniknya... Ia benar-benar takut bukan main melihat bayi penuh lumuran darah itu keluar dengan tenaganya sendiri, mencakar ranjang dan merangkak keluar tanpa tangis sedikitpun. Hingga Ia beranikan diri meraih makhluk mungil itu dan mendekapnya erat, entah darimana nyali itu berasal... Ia hanya merasa Pria yang sedaritadi berteriak geram itu... Akan mengancam nyawa bayi itu.

"Bawa bayi itu pergi..." samar terdengar,seseorang bicara padanya. Tapi siapa?

Kyungsoo semakin gemetar mendekap bayi itu...sementara suasana detik itu terlalu cekam... Kala semua yang bertahan berusaha mengendalikan sosok yang mereka Panggil sebagai Pangeran Sulung.

"Bawa bayi itu pergi!"

Lagi... Suara itu kembali meggema,berulang kali Kyungsoo mengedarkan pandangan takut... Berusaha menemukan sumber suara itu. Tapi tetap saja Ia tak menemukannya...

Hingga sorot mata merah di seberang itu, membuatnya terlonjak terkejut. Mengapa dia memandangnya setajam itu? Mungkinkah Dia yang berbicara padanya?

"Kau mendengar dan melihatku! Bawa bayi itu pergi dari sini!"

Semakin lugas...

Kyungsoo sempat terbelalak lebar... Ia tau... Sosok raja vampire itu yang berbicara padanya. Nyatakah ini... Bahkan ia tak melihat Kyuhyun menggerakkan bibirnya untuk berbicara, terlebih Pria itu terlihat mengerahkan semua tenaganya untuk menahan Chanyeol. Tapi hebatnya... ia bisa mendengar suara hati itu.

Ia beralih merengkuh makhluk mungil penuh dengan lumuran darah itu, ... meski Kyuhyun memaksanya, ia tetap diam ... berdiri kaku di sisi Baekhyun. Tanpa sedikitpun mencoba untuk melangkah pergi. Entahlah... pikirannya menahannya. semacam, tak harus menjauhkan bayi itu dari Baekhyun

"T-TIDAK!" Kembali Terdengar teriakan geram. kedua mata amber Pria itupun semakin berkilat penuh amarah... melihat Baekhyun menutup mata bahkan sama sekali tak bernafas.

Ia kembali berontak, menyentak semua amarah dalam dirinya... hingga kepungan magis itu hancur. karna memang Kyuhyun tak sekuat sebelumnya menahannya, usai memastikan Bayi itu benar-benar telah terlahir.

.

.

Pangeran Sulung itu melesat cepat... ingin merengkuh pendampingnya yang kini telah kebas karna darah.

"D—dear" Lirihnya Parau begitu mengangkat punggung Baekhyun, membawanya ke dalam pelukannya.

"Aku masih percaya...semua ucapanmu" Bisiknya seraya mengecupi wajah pasi yang dingin itu. "Buka matamu jika kau mencintaiku"

Tapi...

Raga itu tetaplah bisu, dan lunglai dalam dekapannya.

"A—ada apa dengan semua darah ini hn? a-aku akan menghentikan darahnya... jadi bangunlah" Chanyeol masih meracau seorang diri, menyeka semua darah yang mengalir hebat itu dengan magisnya... hingga Baekhyun kembali bersih dengan kemeja putihnya.

.

"Li—lihat... kau sangat cantik Dear" Bisik Chanyeol sambil mencium lama kening Baekhyun. "Jangan membuatku seperti ini, jangan menutup matamu seperti ini BAEKHYUN!" Tanpa tersadar air mata itu lolos dari mata tegasnya. Ia menggenggam tangan lentik itu, meski mencoba menciumnya lama... tapi tetap saja, tak ada denyut nadi yang terdengar dari tangan itu. dan bahkan meskipun berulang kali menggigit .. mengalirkan bisa dan menyentak magisnya, Namja cantik itu... tetap lunglai tanpa nafas dalam dekapannya.

"BUKA MATAMU BAEKHYUN!"

Teriaknya untuk kesekian kali, tak peduli betapa kacau dirinya kali ini...

Hingga seseorang menepuk bahunya untuk menyadarkannya..

"Hentikan " Sosok itu berbicara lirih.

"Baekhyun telah tiada... hentika—

"TARIK KEMBALI UCAPANMU!" Chanyeol mendadak kalap dan menerjang Sehun hingga membentur dinding. Sebuah pedang magispun terhunus tepat di dadanya... sekali gerakan, Pangeran Sulung itu akan benar-benar menikam saudaranya sendiri.

Pangeran Bungsu itu hanya menatapnya getir, Ia tau... betapa remuk perasaan Chanyeol kali ini. Tapi... semua ini telah terjadi. Nyawa yang baru itu telah terlahir dan seperti yang diramalkan , Baekhyun tak akan mampu bertahan.

"Baiklah... jika memang itu yang kau yakini, kembalilah pada pendampingmu. Jangan biarkan Dia sendiri" lirih Sehun tercekat, sadar... Ia hanya menyampaikan ucapan palsu untuk menenangkan Pangeran Sulung itu.

Membuat Chanyeol terbelalak, sadar... Ia meninggalkan Baekhyun sendiri. Pria itu beralih menurunkan pedangnya. Ia berjalan gontai mendekati Baekhyun... berharap namja mungil itu lekas terbangun dari tidurnya.

Hingga tiba-tiba jeritan seorang bayi pecah dari dekapan Kyungsoo. Tak pelak siapapun yang mendengarnya, terperanjat terkejut bukan main.

Tak terkecuali Chanyeol, ia mendadak berang mendengar tangisan itu.

"A—apa yang ingin kau lakukan?!" Panik Kyungsoo melihat Chanyeol menghunuskan pedangnya tepat pada buah hatinya sendiri.

"Kembalikan kekasihku..." Lirihnya ... mata yang sebelumnya menatap bringas itu, perlahan meredup kosong. Ada sebentuk perasaan yang bertolak jauh dalam dirinya.

Satu sisi... nurani itu merekah melihat Buah hatinya terlihat menggerakkan tangan mungilnya, namun satu sisi Ia benar-benar hancur menyadari... Baekhyun benar-benar tak terbangun dari tidurnya.

"Kembalikan BAEKHYUN PADAKU!"

SRAT

"AHH! D-DIA PUTRAMU SENDIRI!"

Seru Kyungsoo berusaha menghindari tebasan pedang Chanyeol, dan makin mendekap erat bayi itu

"CHANYEOL!" Kyuhyun terperanjat hebat. Melihat Putranya bukan seperti dirinya lagi. Ia menerjang, Tapi gerakan Chanyeol lebih cepat dari apa yang Ia duga.

"A—Andwaeeee!" Kyungsoo terbelalak lebar. jalannya buntu... Dan Ia meringkuk tersudut di ujung dinding, membuat Kai merangsak cepat ingin menarik tubuh Dokter itu.

"BAYI ITU... TAK HARUS TERLAHIR DI ALAM INI!"

SRATTTT

Tapi terlambat... Kyungsoo yang kala itu berdiri ingin melempar Bayi itu demi menyelamatkannya, tertebas pedang di dadanya.

"Arght—"

"K-KYUNGSOOO! YACK! BABY KYUNGSOOOOO!" Kai begitu tergopoh kala merengkuh tubuh Kyungsoo, lalu menangis keras melihat... manusia itu sekarat dengan luka di dadanya.

.

.

Tak banyak yang tau... apa yang terjadi saat itu.

Beberapa yang bernyali... berusaha mengendalikan pangeran Sulung itu dari amarahnya. Dan sebagian yang ciut... hanya mampu bersembunyi di balik kegelapan. terlau cekam jika Penguasa itu menyentak dengan hasrat ingin membunuh siapapun yang melihatnya.

.

.

Tapi benar-benar tak mereka sadari... Bayi terlempar di ranjang itu... mulai tengkurap. Mencakar-cakar ranjang dengan jemari kecilnya... lalu merangkak sangat perlahan mendekati sosok yang sedari tadi terpejam tanpa geming.

Sesekali terdengar isakkan baby mungil itu. Entah apa yang dilakukannya... tapi Ia tetap beringsut dengan tenaganya sendiri mendekati tubuh Baekhyun.

Dan berhenti begitu dirinya menemukan dada dan leher Baekhyun, mengendusnya seakan tengah mencari kehangatan.

tapi masih saja... semua sosok dewasa itu tak menyadarinya. Perhatian itu hanya tersita untuk Pria yang kini mengamuk hebat. tak berharap pangeran Sulung itu benar-benar menghancurkan... Purinya sendiri.

.

.

Hingga sesuatu yang lain ... mulai terjadi.

Di balik tangis...raung bahkan teriakan penuh murka itu.

Baby mungil yang sedari tadi beringsut, mencari suhu tubuh Baekhyun... kini mulai merangkak naik.

Lalu mencoba menggigit dada kiri Baekhyun... terihat menyedot kuat sisa darah yang merembas dalam tubuh pasi itu, seolah ingin menyusu.

.

.

"Y—YANG MULIA RAJA... B—BAYI ITU!" Seorang vampire yang melihatnya berteriak terkejut.

Membuat Kyuhyun terperangah ... dan makin membulatkan mata tak percaya kala menerawang tubuh Baekhyun.

Terlihat jelas... Bayi itu mengalirkan bisa yang cukup banyak ke dalam tubuh tak bernyawa itu.. hingga—

.

.

.

"A—AGHHH!"

.

.

.

"B-baekhyun?"

.

.

.

.

To Be Cont...

.

Alooohaaaaaaaaaa

Gloomy hadir bawa Chapter 14 nya

Ah ya... keringat dingin ngetik Chapter ini

Okaaay Review Jusseyooo... jika sayang Gloomy dan FF nya

Review Jusseyooo jika ingin Gloomy update cepat...

karena ga review... gloomy tak mau update hiks...

Sempatkan untuk review pleasseeeeee... hehe

*Jika ingin tau info kapan Gloomy update, silakan follow Instagram = gloomy_rosemary

Lalu untuk:

restikadena90, hana , Marshamallow614, meliarisky7 , Tiara696, light195 , Ricon65 , Aisyah1 , AlexandraLexa, Leetha, SHINeexo, baekachu , Namibaby , jeyjong, Retyass , Shengmin137 , bbhyn92, Park RinHyun-Uchiha, berrybyun , Eun810, Jusniati EXO-L, AdisKMH, EXO Love EXO , Jungyonha, Yeolliebee, IpahPyromaniac, Dodio347, Dsianz610494 , LyWoo , sherli898 , Chanbaek461, w04lf , Chanbaeknaena , lee da rii , ParkByun61 , Annisa Lee , chan92, imheeyoung , LightPhoenix614, ChanbaekRoomUGHAGH , Dodio347, clarahyun, jugyjugya , Chanbaek769 , ChanBaekBaekYeol92 , yodabacon614 , sehunboo17, buny puppy , Cynta533 , byunlovely , Jewika , pongpongi, sehunluhan0905, , BananaOhbanana, baekedpie, Incandescence7 , Loey761, isnadhia , baek55, Chanbaekisreal, park yeolna, danactebh, ambar istrinya suho, bbaekkie26, byunlovely, Baby Chanhyun, Loeybee614 , LUDLUD, chanbaekssi , Woo jizii , AileeEverlasting, Byun Na Ra , Baekhyun Cantik, aegya hunhan , Siyya217 , daeri2124 , auliaMRQ, YvkariKim , baekachu, chanbaekkie26, rima, daebaektaeluv , metroxylon, AidakaZi , 365 be With You , Chanbaekshipper , Hyo luv ChanBaek, phoenix6104 , baekkumaa, Jeon Jungkook Maknae , hoholin , rubykaisoo, meilinlin , Byunsilb , Cutie31 , selepy , , pinkberry st , syrfh0461 , bbysmurf , dwi yuliantipcy, mphi, Kitukie , 270492, Aisyah6104 , Chanbaekmin , MochiByun , nisahyun , Baeguncy , parkbaekhy, inchan88 , ChanBaekGAY, yousee , luv110412 c, Aisyah304, veraparkhyun, shabrinaZ14 , tkxcxmrhmh , TobenMongryong, flashbaek , chanLoveBaek, inspirit7starlight, MadeDyahD , Lee Na Rin , AisyaAzhh , lee, ApplepieB , Baek13erry, Bluey Nana, neniFanadicky , honeybabies61 , Scarlet 44, ade, pla, xxrealpsxx , AbnormallyHuman, dan all guest

Terima kasih sudah review sebelumnya jika ada yang belum di cantumkan mohon ingatkan neeee

Saraaanghaaaaaaaeee

Annyeeeeoooong