Main Cast : Chanyeol X Baekhyun

Other Cast : Kyuhyun, Sehun, Luhan, kai, kyungsoo

Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms

.

Previous Chapter

"Y—YANG MULIA RAJA... B—BAYI ITU!" Seorang vampire yang melihatnya berteriak terkejut.

Membuat Kyuhyun terperangah ... dan makin membulatkan mata tak percaya kala menerawang tubuh Baekhyun.

Terlihat jelas... Bayi itu mengalirkan bisa yang cukup banyak ke dalam tubuh tak bernyawa itu.. hingga—

.

.

.

"A—AGHHH!"

.

.

Chapter 15

Blood On A White Rose

ChanBaek

YAOI

FANFICTION

Gloomy Rosemary

.

.


Sedikit waktu yang tersisa di tengah cekam itu, sepertinya membuat seorang Vampire mengambil keputusan lain.

Pangeran Sulung... mungkin masih menyentak murka di dalam puri megah itu.

Tapi luka tebas yang kini menganga di dada manusia itu... tentu, tak akan Ia biarkan mengambil segalanya. Atau bahkan, merenggut Kyungsoo dari pandangannya.

Kai menyeringai lebar, membiarkan taring tajam itu mencuat dengan bisa menetes dari ujungnya. Sedikit menaikkan leher manusia itu dan—

"A—AGHHH!"

Erangan keras Kyungsoo berbaur dengan aroma karat mulai memenuhi kepalanya. Terlalu banyak darah terhisap... namun terlalu banyak pula bisa mengalir dalam tubuh Kyungsoo. Hingga dipastikan tak setetes darah manusia mengalir dalam raga yang mulai mengglepar, menyentak mutasinya sendiri.

.

.

.


Sementara itu...

"B—baekhyun..."

Chanyeol berjalan gontai, memandang sesak pada sosok mungil yang kini terbaring tanpa sedikitpun celoteh menggemaskan darinya. Rembasan bening yang mengalir di sudut mata tegas itu, terlampau lebih menunjukkan dunianya yang runtuh kala itu.

Bersamaan dengan mendekatnya langkah goyah itu. Kyuhyun beralih cepat, mengambil tubuh bayi yang masih menghisap sisa darah Baekhyun... dan menjauhkannya dari ranjang itu. Berharap, Chanyeol tak kembali gelap mata dengan melempar bidikan amarahnya pada Putra kecilnya sendiri.

.

Chanyeol mulai tersenyum hambar... sempat terbesit bagaimana manisnya anak itu saat merengek padanya, atau bahkan betapa cantiknya paras itu, saat Ia tersipu malu.

inikah pungkas dari ucapan Baekhyun kala itu? Mengapa harus memberinya kebohongan sepahit ini? jika saja Ia tak mempercayainya, mungkin Baekhyun masih tetap tersenyum manis di sisinya. Jika saja Ia tak mengabaikan penglihatan dan firasatnya, tentu... ia tak akan melihat Baekhyun terpejam seperti ini.

Tapi mengapa cinta itu... serasa membuatnya buta.

Memaksanya bertekuk lutut... hingga semua ucapan Baekhyun menjadi suatu yang mutlak untuk di yakininya.

Dan lihat...

Dirinya yang hancur kali ini

"Seharusnya aku tak percaya ucapanmu.."

Lagi, Ia menggumam... dengan tatapan sepenuhnya kosong.

"Seharusnya kau di sisiku... saat ini" Semakin terdengar parau, kala Pangeran Sulung itu mencoba menggenggam tangan Baekhyun yang dingin.

Tangan yang sebelumnya terasa hangat bahkan begitu lembut, kini benar-benar pasi dalam genggamannya. Ia tak ingin percaya semua itu...

Namun heningnya malam yang beku ini...

Kembali menunjukkan, sosok Baekhyun telah hilang darinya.

.

.

Kyuhyun memejamkan mata sejenak, terlihat sesal... menyadari betapa rapuh Putra Sulungnya kali ini. Tapi Iapun tak bisa membiarkan Chanyeol berlarut akan kesedihannya, raga tak bernyawa itu sudah seharusnya disemayamkan dengan kasih yang penuh.

"Putraku... Kau cukup tau sisa waktu ini. Altar itu telah kupersiapkan untuk—

"Biar aku yang membawa tubuh pendampingku sendiri ... Ayah"

Kyuhyun terdiam... memandang redup dengan bagaimana Chanyeol kembali memeluk tubuh Baekhyun untuk terakhir kalinya. Ia tak ingin menuntut lebih...

Dan lebih memilih keputusan mengerahkan semua yang masih berdiri di puri itu untuk meninggalkan Chanyeol seorang diri.

Karena Ia tau... Putra Sulungnya, membutuhkan waktu untuk melepas semuanya. Dan detik yang tersisa.. tentu teramat berharga untuknya.

.

.


Pagi mulai menyentak... bulir embun yang seharusnya menghias kelopak mawar putih, kini lenyap begitu saja kala rintik hujan menghapusnya, menggantikannya dengan petal yang gugur diterpa air.

Semua mawar itu memang belum menua, bahkan sebagian terlihat ranum... namun terpaksa gugur, karna kuatnya hujaman air hujan

Ia menatap getir...

"Mengapa kau seperti semua mawar itu... Dear" Gumanya kala membawa bridal tubuh Baekhyun, keluar dari kamarnya. Melintasi dinding penuh kaca besar di sepanjang penjurunya, hingga Ia bisa menatap dengan jelas... bagaimana hujan itu menghancurkan segalanya yang indah di luar purinya.

Denting piano... mulai mengalun secara magis, setiap nada sarat akan raungan hatinya... seakan memang tercipta untuk mengiring langkahnya yang kelu, kala membawa tubuh tak bernyawa dalam rengkuhannya.

Perlahan Ia mulai menapaki satu persatu tangga altar... sempat Ia melihat begitu banyak pasang mata mengitari tempatnya berpijak dengan kepala tertunduk.

Mungkinkah mereka tengah berduka kali ini?

Chanyeol memejamkan mata sejenak, sesedih apapun raut yang dilihatnya... tak akan sepadan dengan betapa dalam dirinya yang remuk karna luka batin itu. Ia telah kehilangan Baekhyun

Karna Baekhyun pendampingnya... hidupnya... dan segalanya untuknya

.

.

.

Bulir bening kembali menetas... tak pernah dalam hidupnya Ia merasa serapuh ini. tapi semua memang harus Ia lakukan...

Membaringkan tubuh Baekhyun di atas sebuah altar.

Altar yang sebelumnya menyimpan kenangan manis kala Ia menyematkan cincin rubby di jari Baekhyun, kini bertolak menjadi saksi duka terdalamnya.

Lama Ia memandangi wajah terpejam itu, masih terlihat cantik... meski sepenuhnya pasi. Ia merunduk... kembali mengamati dengan lekat, garis wajah yang selalu dipujanya itu.

"Aku merindukanmu..."Bisiknya serak, sebelum akhirnya memberi ciuman lembut di bibir pucat itu.

"Ini memang ciuman terakhir kita..." Chanyeol menyatukan kening keduanya, mengusap wajah tirus itu dengan kedua tangan besarnya.

"Ini memang sentuhan terakhir dariku..." Tangannya gemetar, menyadari air mata itu seakan tak berhenti mengukir pedih. "Dan mungkin, ini bunga terakhir dariku" Sebuah bunga mawar putih Ia sematkan di dalam genggaman tangan Baekhyun yang telah bersidekap di dadanya. Seharusnya ia tersenyum, karna Baekhyun akan selalu terlihat cantik kapanpun Ia memegang bunga.

Tapi tidak untuk kali ini...

Baekhyun terlalu menyakitinya... dengan tubuh kaku dan mata yang terpejam itu.

"Tapi, aku mencintaimu, tak akan menjadi kata terakhir dariku... Dear" Chanyeol kembali mencium mesra bibir Baekhyun. "Selamanya... aku mencintaimu Baekhyun" Bisiknya lagi, lalu beralih mengendus leher Baekhyun. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang mungkin masih bisa Ia kenang.

.

Satu gigitan... Ia tanggalkan di leher putih itu, mengikuti naluri... mengalirkan bisa hangatnya. dan mungkin menghisap darah yang tersisa dari pendamping cantiknya.

.

.

.


Di sebuah tempat yang asing, bahkan tak tergapai oleh siapapun... Baekhyun tengah berjalan seorang diri meniti langkahnya

"Di mana? Mengapa tak seorangpun di sini?"

Baekhyun melangkah perlahan, mengamati sekitarnya yang hanya terbiaskan dengan cahaya putih... tanpa sedikitpun cela darinya.

"Apa yang harus kulakukan di sini? Aku hanya sendiri" Lagi, Baekhyun kembali bicara pada dirinya... tak berteman dengan siapapun selain derap langkah kecilnya.

Hingga sebuah cahaya keemasan mulai terbias di depan, perlahan mulai berbayang... hingga lambat laun Baekhyun bisa melihat sebuah pintu terbuka dengan tanggga di dalammnya...bahkan Ia bisa melihat bayangan Ayah dan Ibunya, dari pintu itu

"Mungkinkah itu jalanku? aku ingin bertemu Eomma dan Appa di sana" Gumamnya lagi, seraya membawa langkahnya untuk mendekati pintu itu.

"Haruskah aku pergi ke sana?"

"Moommy!"

DEG

Baekhyun diam tercekat, kala mendengar pekikkan seorang anak.

Membuatnya memutar tubuh dan betapa terkejutnya Ia, kala melihat ... itu benar-benar siluet seorang bocah,

Tapi siapa anak itu? mengapa berada di tempat seperti ini?

"Moomyy!"

Anak itu mulai mengangkat kedua tangan mungilnya, seakan meminta dirnya untuk mendekat dan mengangkat tubuhnya.

"Kau memanggilku?" Baekhyun mengernyit heran, sempat merasa tak asing dengan wajah bocah itu. "Mengapa kau memanggilku seperti itu adik kecil? ah... wajahmu seperti seseorang yang ku kenal" Kekehnya, kala memandangi wajah anak itu dari jauh.

"Moomyyy!"

Tapi lagi-lagi, anak itu memanggilnya dengan tangan terangkat, seakan ingin menggapai dirinya.

"Ah... tapi aku harus pergi, pintu itu sepertinya untukku"

Baekhyun beralih memutar tubuh membelakangi anak itu, ingin kembali melanjutkan langkahnya mendekati pintu di ujungnya.

"Dear... kumohon jangan meninggalkanku"

DEG

Langkah itu kembali tersendat, hingga tiba-tiba Ia sadari air matanya menetes kala mendengar suara Pria yang dikenalnya. Mengapa Ia menangis seperti ini?

Membuatnya memutar tubuh untuk melihat kebelakang,

"C—Chanyeol"

Dan di sanalah air mata itu kembali berlinang, melihat seorang Pria berdiri menunggunya dengan seorang anak dalam rengkuhannya.

"Moommyy!"

Bahkan anak itu kembali berteriak seperti sebelumnya.

"Tidakkah kau mendengarnya? Putramu memanggilmu..."

Baekhyun menutup bibir. "P—putraku?"

"Putra kita... Dear. Kumohon kembalilah padaku"

.

.

.


Bibirnya semakin kelu kala mencoba menghisap darah Baekhyun untuk terakhir kalinya. Namun sepersekian detik Ia merasa ada yang berbeda, mengapa tak setetespun darah mengalir dari tubuh Baekhyun, bahkan rasanya... benar-benar tak ada darah di dalam tubuhnya, Dan satu hal yang membuatnya tercekat, Ia mencecap, bisa lain di dalam tubuh Baekhyun... itu bukanlah miliknya.

tiba-tiba, sesuatu yang lain mulai terjadi...

Terlihat sinar redup terbias dari dua tanda gigitan kecil di leher Baekhyun, kembali ia sadari itu bukanlah gigitan darinya. vampire kecil sepertinya meninggalkan gigitan itu. Dan tak berselang setelahnya, Ia melihat sinar itu kembali berulang... terbias redup dari bekas gigitannya.

Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa pertanda aneh ini muncul pada tubuh Baekhyun... Ia tak bisa menerka apapun, bahkan hingga Ayahnya mendekat sekalipun, tak bisa memastikan apa yang kali ini terjadi.

Hingga mendadak semuanya terperangah, kala mawar putih dalam genggaman Baekhyun kini berangsur berubah warna menjadi merah pekat. Lalu—

"Agh!"

Kedua mata itu terbuka lebar,

Mata sapphire yang sebelumnya terbias biru terang kini benar-benar berubah menjadi merah sepekat darah.

Pangeran Sulung itu benar-benar tercekat, sempat tak percaya dengan dengan detik yang berlangsung. Mungkinkah ini magis... ataukah keajaiban yang datang padanya?

Persetan dengan semua itu...

Ia hanya ingin, Baekhyun kembali padanya... dan hanya untuknya seorang.

"D—dear"

Chanyeol kembali mendekat, lalu menarik cepat tubuh Baekhyun ke dalam dekapannya.

"Kau kembali...kau benar-benar kembali padaku Baekhyun?"

"..."

.

.

.

"Apa ini?" Kyuhyun terbelalak lebar, sempat tak menduga jika semua ini nyata. mustahil raga tak bernyawa itu kembali hidup begitu saja.

"Dua kekuatan menyatu dalam tubuhnya..." Hingga gumaman seseorang menyentak sadarnya, membuatnya berpaling untuk menatap Pria itu.

"Apa maksudmu Yesung?"

"Yang Mulia... hamba melihatnya, bisa bayi itu menyatu dengan bisa pangeran Sulung... dan kekuatan mereka yang menyelamatkan tubuh inang itu. Bahkan sepertinya telah merubahnya menjadi vampire seutuhnya"

Kyuhyun terdiam.

Ia mengingatnya... Bayi itu menghisap darah Baekhyun sebelumnya, mungkinkah ini maksudnya? Bayi itu mengalirkan bisanya untuk menyelamatkan Baekhyun?

Mengapa sama sekali tak terbaca olehnya? Ataukah mungkin memang bayi itu memiliki kekuatan yang spesial?

Apapun itu, semua ini benar-benar menggetarkan untuknya... melihat Baekhyun kembali dalam dekapan Putra Sulungnya. Setidaknya... cukup untuk duka yang menyakitkan itu.

Dan biarlah awal yang baru mengiringi kehidupan Putra Sulungnya.

.

.

Baekhyun memejamkan mata lemah, begitu tubuhnya berulang kali berguncang karna dekapan erat itu.

"Bicaralah... katakan sesuatu untukku, Dear" Ucap Chanyeol, semakin meluap dengan perasaannya sendiri.

Baekhyun mengernyit, lalu lebih memilih menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol.

"Ada apa? Sesuatu membuatmu sakit? Bicaralah pada—

"Haus..."

Chanyeol terdiam mendengar bisikan lirih itu. hingga kecupan kecil di pangkal lehernya membuatnya kembali terhenyak.

"Aku haus..."

"BAWAKAN DARAH SEGAR DAN TERBAIK UNTUKKU!" Titah Chanyeol kemudian, sebelum akhirnya mengangkat bridal sosok penuh pesona itu... lalu menciumnya di hadapan semua pasang mata.

"Mnnh~"

Semakin intim Ia memagut bibir merah itu, sesekali Ia merasakan taring keduanya beradu... Ia tau, Baekhyun telah sepenuhnya menjadi vampire. Dan lagi perubahan itu... iris mata sepekat darah, dan surai pirang dengan semburat kemerahan itu. Semakin membuat Baekhyun menggoda di matanya.

"Ber—henti mencium—ku" Gumam Baekhyun, seraya mendorong dada Chanyeol.

"Kau cantik... terlalu cantik Dear"

Baekhyun mengernyit, lalu berdecak pelan. "Apa yang salah denganmu? Akh! Kepalaku sakit" Pekik Baekhyun seraya memegangi kepalanya.

Membuat Chanyeol terkekeh, tentu saja Baekhyun akan merasa pening... Ia merasakan perubahannya, dan namja cantik itu membutuhkan asupan darah.

"Aku hanya terlalu mencintaimu" Gumamnya sebelum akhirnya, membawa tubuh mungil itu untuk melesat kembali ke dalam puri megahnya.

.

.

.

.

Beberapa Jam Setelahnya

Baekhyun mendelik, "Mengapa kau menatapku seperti itu?" ungkapnya, merasa tak nyaman sedari tadi Pria itu menatapnya selekat itu.

Chanyeol hanya tersenyum, sambil menyeka sisa darah di sudut bibir Baekhyun. Menyimpan rapat-rapat kenyataan dirinya nyaris gila... karna namja cantik itu.

"Karna kau terlalu mempesona" Ujar Chanyeol setengah menggoda,

membuat Baekhyun mempoutkan bibir, dan memilih kembali menegak sisa darah dalam gelasnya. Hingga puas menawar dahaganya sendiri.

Namun tiba-tiba saja, Baekhyun berengit ... membuat gelas itu terjatuh dan pecah di bawahnya.

'PRANKKK'

"Dear.." Panggil Chanyeol cemas, seraya menggenggam jemarinya

"B—bayiku! Di mana Bayiku?" racau Baekhyun, sambil mengguncang lengan Chanyeol, Ia mengingatnya... dirinya yang mengandung dan menjerit kesakitan kala melahirkan bayi itu. Ya! Baekhyun benar-benar mengingatnya dengan baik, bahkan dalam mimpipun... Ia bertemu dengan sosok putranya.

"Tenanglah—

"Bagaimana aku tenang?! Aku tak bersama bayiku! di mana Dia?"

GREB

Sebuah pelukan hangat, membuatnya terdiam.. lalu kecupan kecupan lembut di tengkuknya memberinya waktu untuk memejamkan mata tenang.

"Kau akan melihatnya nanti... setelah tenagamu pulih"

"Tapi aku ingin melihatnya sekarang"

"Apa yang dikatakan Pangeran Sulung benar... Baekhyun" Suara lembut tiba-tiba menyapa di seberangnya, membuat keduanya menoleh. Dan detik itu pula... Baekhyun menyentak teleportasi untuk mengikis jarak dengan pendatang itu.

Namun belum sempat ia mencapai sosok itu, kepalanya kembali berdenyut pening... dan membuatnya terjatuh begitu saja.

BRUGHH

"A—ahh!" pekiknya seraya memegangi sikunya yang terluka.

"Bukankah sudah kukatakan, kau bisa melihatnya setelah tenagamu pulih" Tegas Chanyeol seraya mengangkat bridal tubuh ramping itu, dan kembali membaringkannya di ranjang.

Baekhyun menundukkan kepala, apa salahnya? Ia hanya ingin mencari bayinya sendiri... dan Chanyeol semarah itu padanya.

"Jangan melukai dirimu... itu membuatku gila" Bisik Chanyeol, seraya mengecup pelan kening Baekhyun.

Vampire manis yang sedari tadi melihat itu, hanya tersenyum tipis. Semakin ia rasakan, betapa Pangeran Sulung itu menjaga penuh .. pendamping mungilnya.

"Mendekatlah... padanya" Seseorang yang tiba-tiba muncul, di belakangnya. Luhan sedikit berjengit, namun melihat senyum terpatri itu membuatnya balas memberi senyuman manis. Ah! sejak kapan Sehun tersenyum seperti ini padanya.

Ia beralih membawa langkahnya mendekat, sesekali melihat Chanyeol... memastikan tak ada yang salah dengan pribadi Pangeran Sulung itu, seperti sebelumnya Pria itu dikuasai amarah hebat bahkan ingin membunuh siapapun yang mendekat. Tapi dengan Baekhyun di sisinya, sepertinya tak ada yang perlu Ia takutkan. Chanyeol telah menjadi dirinya lagi bukan?

Baekhyun kembali memegangi kepalanya, semakin pening kala Ia gunakan untuk mengamati sekitarnya, hingga Ia hanya bisa bersandar pada Chanyeol. Entah apa yang terjadi, Ia merasa tak biasa dengan pandangan dan tubuhnya kali ini. Baekhyun tau, beberapa sosok mulai muncul dalam ruangan itu. Meski terlihat samar, namun sosok yang berjalan padanya itu, Baekhyun yakin Dia Luhan.

"A-apa yang kau bawa?" Gumam Baekhyun berusaha menepis peningnya, kala melihat Luhan sepertinya membawa sesuatu berbalutkan kain lembut.

Vampire manis itu mengulas senyum, sejenak mengamati bayi mungil yang terlelap dalam rengkuhannya, sebelum akhirnya membawanya mendekati Baekhyun.

"Bukankah kau mencari bayimu?"

Baekhyun terbelalak lebar. Bahkan memaksa bangkit dari dada Chanyeol, tapi selalu gagal... begitu tangan besar Pria itu kembali menahannya untuk tak melakukan gerakan berlebih.

"Tenanglah... semuanya baik-baik saja Baekhyun. Dan lihat, putramu benar-benar menggemaskan"

Baekhyun terhenyak, kala vampire itu benar-benar mendekat dan menyerahkan sesuatu yang sedari tadi di rengkuhnya. Sepersekian detik ia tertegun, hingga air mata itu lolos cepat dari pelupuknya... menyadari itu benar-benar wajah buah hati kecilnya. Makhluk mungil yang selama ini ia jaga, bahkan hingga bertaruh nyawanya sendiri.

Dengan gemetar, Baekhyun mencoba menyentuh wajah kecil itu... pahatan yang nyaris sama dengan paras Chanyeol. Menyusuri kening, hidung dan bibir bayi itu dengan telunjuknya. "D-dia... seperti dirimu" lirihnya, masih terpana memandangi wajah baby mungilnya.

Hingga sebuah kecupan, mendarat mesra di pipinya. "I love you .. My Dear" Bisiknya, memandang teduh namja cantik itu. Banyak waktu berselang dalam hidupnya, dan Baekhyun benar-benar melengkapinya.

"Uhng~" Tanpa terduga, bayi itu mulai membuka matanya... kedua tangan mungilnyapun terlihat menggapai-gapai ke atas. Membuat Baekhyun terhenyak, menyadari Putranya memiliki mata emerald yang indah.

Ia menyambut gapaian jemari mungil itu, menyentuhnya lembut... seolah Ia baru saja menemukan mutiara kecilnya yang rapuh.

.

.


Kebasnya hujan, tak lagi memenuhi langit di senja itu. Semburat jingga yang cerah tampak menelusup dari dahan pepohonan pinus, hingga bias yang tercipta benar-benar memberi rupa yang indah untuk Puri megah itu.

Dan di sanalah seorang Pria tinggi, membawa langkahnya meniti altar... menatap ke atas, tepat pada Penguasa Agung dengan segala kuasanya itu.

Kyuhyun mengulas senyum, hingga samar taring panjang itu terlihat dari sela bibirnya. Semua detik yang membawa langkah Putra Sulungnya mendekatinya, benar-benar menyisakan rasa bangga dalam dirinya. Chanyeol telah selayaknya mendapat tahta itu.

Ia beralih mengambil pedang yang memang tersedia di hadapannya, mengangkatnya... sebelum akhirnya menyentuh pundak Chanyeol dengan bilah pedang miliknya.

Semuanya terdiam, tak satupun bergeming ... bahkan tak sedikitpun terdengar sepoi dan derak angin di luar, seakan telah menjadi saksi. Kala Penguasa Vampire itu mulai merapal sumpahnya.

Hingga—

"Kaulah... Penguasa Alam ini"

Kalimat terakhir itu, memangkas waktu yang ada. Membuat geming yang bisu... kembali bernada, bahkan terdengar gelak tawa dan sorai mulai membingkai senja yang tenang.

Membawa... seorang Raja Vampire yang baru, telah bertahta untuk alam itu.

.

.

.

.

TAP

Ia membawa langkahnya perlahan, mendekati Ranjang berukuran king size itu.

Senyumnya kembali terulas menawan, melihat seorang vampire cantik masih terlelap di atasnya. Membuatnya mendekat tanpa suara, dengan menyentak teleportasinya sendiri. Ah! entahlah.. upacara itu, membuatnya benar-benar merindukan Baekhyun.

Sesaat mengamati wajah terpejam itu, sebelum akhirnya memenjarakannya denga kedua tangannya. "Dear..." Panggilnya, tepat di telinga Baekhyun.

Detik itu pula, Baekhyun membuka cepat kedua matanya. Lalu tersenyum manis.

"Kau datang..." Lirihnya, sambil mengangkat kedua tangan untuk membelai wajah tegas itu. "Mengapa lama sekali? aku menunggumu" Lanjutnya lagi, kali ini dengan mengalungkan lengannya di leher Chanyeol lalu menariknya ke bawah.

"Kiss me..." Desah Baekhyun.

Raja Vampire itu tertegun, Ia tau... banyak berubah dari Baekhyun. Namun satu yang pasti... kulit pucat dan garis mata yang tajam itu. Membuat sosok mungil itu benar-benar menawan di matanya, bahkan siapapun yang melihatnya tentu akan bertekuk lutut padanya.

Chanyeol merunduk, mencoba mengikis jarak dengan sosok yang kini kembali memejamkan matanya. Apa lagi yang diharapkannya? Baekhyun telah kembal padanya... dengan raga dan semua sikap yang sempurna untuknya.

Tak ada lagi yang meremas lukanya seperti kala itu, tidak,... Ia tak ingin kenangan sesak itu kembali terulang.

Hingga kedua bibir yang menyatu itu, benar-benar membuatnya sadar... bahwa Ia memang merengkuh kebahagiaannya. Mendekap namja mungilnya, bahkan sama sekali tak menyisakan sekat untuk keduanya.

"Mngh—.." Lenguh Baekhyun, begitu Pria itu menghisap kuat bibir bawahnya. Sesekali Ia mengerjap, seiring dengan gerakan bibir tebal itu.

Ia tak mungkin hanya berdiam diri dan menikmati semuanya sendiri, Baekhyun beralih mengusap tengkuk Chanyeol. Memiringkan kepalanya, lalu memperdalam pagutan itu dengan bibir terbuka... membiarkan Pria itu mengklaim isi mulutnya, hingga hanya menyisakan saliva yang meleleh dari sela bibirnya.

"Mhmfth... Ch—anhhm"

Mendadak, Baekhyun meremang.. begitu tangan Chanyeol mulai menyusup ke dalam kemejanya. Membelai garis pinggang rampingnya... merabanya ke atas hingga kemeja putih itu turut tersingkap.

"Ngh!"

"Sexy.." Desah Chanyeol kala mencumbu leher putih itu, kedua tangannya masih meraba perut Baekhyun. bahkan semakin menyingkap kemejanya ke atas hingga... dua nipple ranum itu mulai terkespose.

"Ahnnn!" Pekik Baekhyun begitu Chanyeol menyergap nipple kananya, menyesapnya kuat, tak peduli Baekhyun menggelinjang perih karenanya.

"Uhn... Akhh! N—noo!" Jerit Baekhyun merasakan, Pria itu mulai mengerat nipplenya dengan giginya. Sedikit tekanan... taring itu bisa saja menyayat lapisan nipplenya.

"A—ahn! ahh...ackhh!"

"Hks...WAAAAAAAAA!"

Hingga tiba-tiba saja, keduanya dikejutkan dengan tangisan seorang bayi. Membuat Baekhyun mendorong cepat dada Chanyeol. "B—baby!"

Lalu bangkit secepat mungkin mendekati box bayinya, tak peduli dengan kemeja yang masih teringkap itu.

"Ssshh... tenanglah, mengapa menangis seperti ini hmm?" Gumam Baekhyun kala menimang baby mungil itu, mengguncang tubuhnya pelan sambil sesekali mengecupi pipi chubbynya.

Sementara Chanyeol hanya berdecak, namun tetap bangkit untuk mengikuti Baekhyun di seberangnya.

Sejenak Ia mengendus tengkuk Baekhyun, memeluknya dari belakang lalu menumpukan dagunya di pundak namja cantik itu.

"Dia menangis?"

"Ya... dan kau melihatnya sendiri. Ini semua karenamu?" Gerutu Baekhyun masih dengan menimang tubuh mungil itu.

Chanyeol terkekeh. "Dia mendengar desahanmu... tentu bukan salahku"

membuat Baekhyun mendelik kesal. Ia tak akan mendesah keras, jika Chanyeol tak mencumbunya seberingas itu.

"Hn? kau masih ingin menyalahkanku?" Bisik Chanyeol setengah menggoda,

Baekhyun menoleh kesamping ingin menyentak."Tentu saja semua karena ka~mpfhh"

Namun kalah cepat, begitu Penguasa Vampire itu melumat bibir tipisnya. Menghentikan semua gumaman kesal itu dengan pagutan lembutnya.

"Mmhhh.."

Baekhyun terlena, usapan pelan di tengkuknya berbaur dengan gerakan bibir yang lembut itu... benar-benar membuat semuanya teralih. Hingga mengabaikan, bayi keduanya yang masih terisak.

"Jangan mencuri perhatianku..." Lirih Baekhyun, kala ciuman itu terlepas... Ia masih memandang sayu bibir tebal Chanyeol. Tak pernah menduga, bibir itu yang kerap mencumbunya mesra... bahkan hingga membuatnya mendesah dan menjerit nikmat.

Miliknya...

Hanya miliknya seorang...

"Karena aku menyukainya" Chanyeol beralih mencium puncak kepala Baekhyun, lalu memainkan jemari mungil bayi yang masih terisak-isak kecil itu.

"Sama seperti halnya dengan anak ini, dia mencari perhatianmu... Dear"

Baekhyun tersenyum tipis, mengikuti pandangan Chanyeol... untuk menatap buah hati keduanya.

"Kau belum memberinya nama.."

Seolah terpana, bahkan tak jemu menggoda sosok cantik itu... Chanyeol kembali menggigiti perpotongan leher Baekhyun. tak peduli pemiliknya kembali memekik kesal.

"Chan!"

"Hnn..." Gumam Chanyeol, kali ini memilih memandangi wajah Baekhyun.

"Jangan menatapku seperti itu, siapa namanya?"

"..."

Kembali tak mendapat jawaban, selain kecupan-kecupan kecil di sepanjang garis lehernya.

"Uhn! berhenti melakukan ini" Gusar Baekhyun, tak habis pikir mengpa Chanyeol merubah sikap menjadi kekanakan seperti ini.

"C-hann—

"Aku sudah memberinya nama sejak jauh hari... Dear" Bisiknya tanpa berhenti mengendus belakang telinga Baekhyun, bahkan sesekali menggigit daun telinganya.

"Ngh... B—benarkah?" Baekhyun memutar tubuh, demi menahan cumbuah Chanyeol. Lalu menatap lekat kedua mata amber itu.

Mendadak suasana di antara keduanya berangsur hening, mungkin hanya jam yang berdetak... dan dengungan bayi keduanya.

"Jackson Park.." Bisiknya, membuat Baekhyun kembali menatap cepat padanya.

"J—jackson?" Lirih Baekhyun

"Hn... Kau menyukainya?"

Baekhyun menatap Putra kecilnya, kembali menyusuri garis wajah yang sepenuhnya mewarisi wajah Chanyeol.

Hingga sepersekian detik berikutnya, Baekhyun berjinjit.. lalu—

Chupp

Satu kecupan mendarat manis di bibir Chanyeol.

"Uhm... aku menyukainya" Jawabnya kemudian.

Ia tak mampu bersua atau bahkan berbisik apapun, hingga detak dalam dadanya semakin kontras memenuhi sekat keduanya, membiarkan debaran itu memberi isyarat... dirinya yang menginginkan sosok mungil itu.

" Unghaa..."

Celoteh kecil Jackson memberi jeda untuk keduanya memutus kontak mata itu.

Bahkan berulang kali pula, baby mungil itu menggapai gapai ke atas dengan tangan kecilnya.

Tampaknya, Ia memang berhasil menyita perhatian orang tuanya, terlihat... Chanyeol mulai menyambut jemari mungil itu. Memainkannya sesaat sebelum akhirnya memberi kecupan di pipi bulatnya.

"Ah! Dia berhenti terisak?" Takjub Baekhyun. "Lakukan lagi..." Pintanya kemudian.

Sesuai keinginannya, Chanyeol kembali mengecup pipi Jackson bertubi-tubi. Hingga kikikan senang Baekhyun yang terdengar memenuhi kamar megah itu.

.

.

.

.


Sementara itu di tempat lain..

"Kai... sampai kapan kau mengurung dirimu seperti ini? keluarlah!" pekik Pria cantik itu jengah, sedari tadi memanggil. Namun Putranya tak kunjung menampakkan diri, dan semuanya terjadi semenjak manusia yang di bawanya itu tak sadarkan diri.

"Kai!" panggilnya lagi.

"Biarkan Dia sementara waktu ini..." Seorang Pria mendekat, lalu menahannya untuk tetap tenang.

"Tapi Kai—

"Setelah manusia yang di bawanya itu terbangun, Kai akan kembali seperti semula" tenang Yesung lagi.

"Terbangun? bukankah manusia itu sudah mati karna pedang Chanyeol?"

Yesung tersenyum. "Tidak... Putra kita telah merubahnya di dalam sana"

"A—apa?! K-kau bercanda? Kai masih terlalu kecil untuk—

"A—AAHHH!"

Ryeowook tercekat saat mendengar jeritan dari dalam kamar Kai, membuatnya menatap cepat suaminya.

"Kau mendengarnya bukan? tinggalkan tempat ini... jangan mengganggunya sayang" Bisiknya sambil membimbing Pria cantik itu untuk lekas melenyapkan diri.

.

,

Ranjangnya kembali berdecit, terus berulang... mengiringi gerakan pemuda yang kini terlihat brutal menyetubuhi sosok mungil di bawahnya.

Peluh merembas... bahkan jeritan itu kembali memecah hening, namun sama sekali tak membujuk Kai untuk mneghentikan hujaman penisnya. Bahkan, Ia mulai menggigit bringas tubuh penuh lumuran darah itu... menghisap habis darahnya, dan menggantinya dengan bisa taringnya

"Krrhh..." Erangnya, begitu klimaks, kembali menyeruak memenuhi perut Kyungsoo.

"A—AGHHH!"

Raganya seakan tak bertuan, mengglepar liar... dan berguncang mengikuti sentakan pemuda tinggi itu. ia tak lagi memegang kesadarannya... selain bibir terbuka, dan jeritan bukan atas sadarnya.

Satu hujaman kuat, memberi pungkas bagi penetrasi itu... menyentak penuh tubuh Kyungsoo,, dengan sperma dan semua bisa nya. Hingga tubuh mungil itu, melengkung dengan wajah pasi... lalu tumbang di bawah rengkuhannya.

Perlahan namun pasti... semuanya berangsur berbeda. tubuh yang sebelumnya di penuhi rona merah,,, kini benar-benar memucat pasi. Bahkan... luka menganga di dadanya perlahan merajut jaringan baru.. lalu pulih dalam sekejap.

Membuat pemuda yang terengah itu, menarik cepat tubuh Kyungsoo dalam dekapannya. tak peduli... penisnya masih tertanam di dalam tubuh lemas itu.

"Aku merubahmu... aku ingin merubahmu seutuhnya Kyungsoo Baby" Bisiknya, sambil meninggalkan gigitannya di banyak tempat pada tubuh mungil itu.

Hingga tiba-tiba saja... kedua mata itu terbuka.

kai sempat berjengit takjub melihat sorot mata tajam itu, membuatnya terpana... bahkan tergoda untuk mencium bibir sintalnya,

namun—

PLAKKK

Sebuah tamparan memukul telak kepanya, Dan Kai reflek mengusap kasar bekas pukulan telapak tangan itu.

"Why Babby? Why?!"

"Siapa kau?!" Sentaknya dingin, bahkan tatapan hazel itupun sepenuhnya menghunus tajam. Namun mendadak Ia mengernyit begitu merasakan sesuatu yang ganjal dalam tubuhnya. memaksanya untuk menunduk menatap ke bawah, detik itu pula...

"ARGH! BRENGSEK! KELUARKAN BENDA BODOH ITU!" Jeritnya keras sambil menjejak perut Kai. tak pelak, penetrasi itu terlepas paksa... membuat Kai terjengkang. Dan Kyungsoo kembali menjerit kesakitan.

"A—Ahhh! Sakit!" pekiknya, sambil memegangi rektumnya yang berdarah.

"Aissshhh! Mengapa kau melepasnya seperti itu!?" Decak Kai, tak habis pikir Kyungsoo akan secepat ini tersadar, tapi mengapa reaksinya seliar ini? ah! Ia baru saja merubahnya... tentu Kyungsoo tak mengingat apapun saat ini, termasuk jati dirinya sebelumnya. ia beralih mendekat... berniat mengangkat tubuh mungil itu.

"Siapa kau! Pergi! jangan memperkosaku!" jerit Kyungsoo beringsut-ingsut menjauh.

"Ha? kau bahkan mendesah nikmat saat aku memasukimu" Kekeh Kai kembali membawa mendekat langkahnya.

"YACK! KAU BERTARING?! MONSTER?! VAMPIRE?!" Teriak Kyungsoo sambil menunjuk-nujuk Kai gusar.

Pemuda itu kembali berdecak jengah, lalu merunduk mendekati wajah Kyungsoo.

"Kaupun juga vampire... seperti diriku" Bisiknya, sambil menunjuk cermin di sisi keduanya.

Sontak membuat Kyungsoo menoleh cepat pada cermin itu, dan di sanalah tubuhnya yang telanjang penuh bekas kiss mark di tiap jengkal tubuhnya. lalu dua taring itu—

"AAAAAAARHHHHH!"

.

.


.

Esoknya

Kabut mulai merajut sunyi... membuat segalanya di pagi itu, penuh dengan bulir embun. Bahkan sesekali terdengar derak ranting yang jatuh karna bekunya anomali suhu itu.

Ya... Musim dingin sepertinya nyaris mendekat.

"Ssshh..."

terdengar desis menenangkan dari seseorang. Membuat Pria itu mengernyit terbangun. Dan begitu membuka mata... Pemandangan yang Ia lihat, benar-benar terasa menggetarkan untuknya.

Di sanalah Ia melihat, Baekhyun tengah menimang Putra kecilnya... terlihat mempesona dengan kemeja merosot turun memperlihatkan sebagian bahu putihnya.

Membujuknya untuk mendekat, lalu memeluk perutnya dari belakang. "Kau bangun sepagi ini?" Gumamnya seraya mengendus pinggang dan punggung Baekhyun, merambat hingga ke atas mencapai tengkuknya yang polos.

Namja cantik itu tersenyum lembut, lalu mengusap lengan yang melingkar di perutnya.

"Aku mendengar Jackson terbangun" Jawabnya, seraya mencium bibir mungil baby itu.

Raja Vampire itu terkekeh pelan. "Lalu... bagaima jika aku yang terbangun? apa kau akan menciumku seperti itu?"

"..." Baekhyun terdiam untuk melirik ke samping, tepat pada pria yang kini menumpukan dagu di pundaknya.

"Mendekatlah..." Bisik Baekhyun kemudian, seraya menyentuh rahang Chanyeol.

"Hn? kau ingin menciumku?"

"Mendekatlah..." Ucap Baekhyun lagi, sembari mengulas senyum .

Tak ingin menunggu terlalu lama, Penguasa Vampire itu benar-benar mendekat... bahkan tanpa segan memiringkan kepalanya. Yakin... Baekhyun mungkin akan menyambutnya dengan lumatan lembut.

"Apa yang kau lakukan?" Gumam baekhyun kemudian, melihat Pria itu memejamkan mata.

Chanyeol mengernyit. "Dimana ciuman untukku hn?"

Sebelah tangan lentiknya terangkat, membelai wajah kokoh itu, dan mulai menariknya mendekat. Bukan—

Bukan untuk memberinya kecupan mesra, seperti yang Chanyeol harapkan. melainkan—

"Bisakah kau menjaga Jackson sebentar? Aku ingin membersihkan tubuhku" Bisiknya kemudian.

Tak pelak membuat Pria kekar itu berdecak. "Ciuman untuk—

"Kau akan mendapatkannya nanti... Sayang" Ujar Baekhyun sembari menyerahkan Jackson ke dalam rengkuhan Chanyeol lalu, membawa langkah kecilnya menuju bath up keduanya.

Tak banyak yang Chanyeol lakukan selain mengalah, dan tersenyum mendengar Baekhyun bersenandung di dalam bath up nya.

Pria itu beralih mengangkat Jackson, lalu membawanya mendekati jendela besar di sisi ranjangnya.

Lama ia memandang kabut pekat di luar, hingga beberapa salju lembut mulai bertebaran dari langit... dan sebagian menerpa jendelanya.

"Musim ini, datang terlalu cepat" Gumamnya pada dirinya sendiri.

"Ungha...wa"

Chanyeol mengernyit mendengar gumaman kecil itu, lalu terkekeh pelan kala melihat Jackson.

"Kau mendengarku hn?" Ujarnya seraya memainkan jemari mungil itu, dan seakan mengerti... Jackson kecil itu kembali mengguman tak jelas. Membuat sang Ayah takjub, bahkan terlalu antusias menimangnya seperti ini.

.

"Maafkan aku..." Bisik Chanyeol setelahnya, sambil mencium lama kening Jakcson.

.

.

"Aku mendengar rintik di luar, mungkinkah—

Baekhyun menghentikan langkahnya, pandangannya bagai terjerat begitu saja kala menatap ke depan.

Seorang Pria tampan tersenyum, dengan Jackson kecil yang terlihat menggapai-gapai wajahnya. Sempat pula Ia mendengar Pria itu tertawa, berbaur dengan rintik salju di luar.

Nyatakah ini?

Ataukah ia tengah bermimpi melihat surganya?

Baekhyun berlari kecil... mendekati sosok kekar itu. Semakin berdebar kala menghirup aroma maskulin yang menguar. Hingga—

GREBB

Ia memeluk erat perut Chanyeool dari belakang, menyandarkan kepalanya di punggung lebar itu. dan membuatnya yakin, Ia tak sedang bermimpi kali ini...

Pria itu... benar-benar nyata dipeluknya.

"Dear..." Panggil Chanyeol terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu.

Baekhyun hanya terkikik, dan makin memeluk pria itu lebih erat. Membiarkan ketakutannya kala itu benar-benar sirna dengan hadirnya Chanyeol

Ah! Baekhyun masih mengingatnya... bagaima takutnya Ia, kala bayangan dirinya sama sekali tak terlihat dalam cermin itu.

.

.

Chanyeol mengernyit heran menyadari punggungnya yang basah, mungkinkah Baekhyun menangis. ia memaksa memutar tubuh... demi melihat wajah Baekhyun.

dan betapa terkejutnya Ia, melihat air mata benar-benar berlinang darinya. Membuatnya beralih cepat merunduk, untuk menangkup wajah tirus itu dengan sebelah tangannya.

"Ada apa? mengapa kau menangis seperti ini? Katakan jika—

"A—aku tak bermimpi?" Lirih Baekhyun terbata, sambil menggenggam tangan yang membelai wajahnya. "Ini b—bukan hanya mempiku? Kau benar-benar nyata untukku?" Racau Baekhyun lagi, seakan tak sanggup mengulaskan semuanya.

Chanyeol tertegun, mungkinkah Baekhyun masih membawa masa lalunya? Tentang bayangan yang hilang dan semua detik yang nyaris merenggutnya itu?

Ia mengulas senyum hangat, lalu membawa kepala Baekhyun agar bersandar di dadanya... hingga membuat namja cantik itu, mampu menatap lekat Jackson dalam rengkuhannya.

"Kau melihatnya... dan kau menyentuhnya" Bisik Chanyeol seraya mencium sayang puncak kepala Baekhyun.. Merasa tak cukup, Ia menaikkan dagu Baekhyun, hingga namja cantik itu menatap padanya.

"Ini memang diriku..." bisiknya sebelum akhirnya menghisap bibir atas Baekhyun. Dan melepasnya begitu namja mungil itu tenang.

"Semua mimpi burukmu telah berlalu" Lirih Pria itu, menghapus pelan air mata Baekhyun dengan ibu jarinya. "Kau bisa melupakannya..."

Baekhyun menundukkan kepala, berharap semua yang di dengar memang bukan hanya sekedar ilusi. Tidakkah berulang kali ia memimpikan hal yang sama?

Chanyeol beralih menggenggam tangan Baekhyun, membimbingnya untuk menyentuh jemari mungil buah hati keduanya.

"Lupakan semua ketakutanmu... kau memilikinya bersamaku Dear" Bisik Pria itu lagi, tak jengah meyakinkan Pendamping mungil itu, Ia telah melalui semuanya. dan Buah dari jerihnya kala itu akan tergantikan dengan tawa buah hatinya kelak.

Baekhyun mengangguk pelan, setidaknya... Pria itu benar-benar memberinya sisi yang nyaman, bahkan mungkin Ia tak akan bisa tanoa Chanyeol di sisinya

"Ngu haaa" Jakcson kembali menggumam tak jelas, semakin aktif menggerakkan tangannya begitu sang Ayah menggelitik perut gempalnya.

"Kau lihat... Dia tumbuh sangat cepat, tak lama lagi kau mungkin akan mendengar celoteh darinya" Ujar Chanyeol, sedikit melirik mata yang mengerjap itu. Ia tau Baekhyun antusias dengan tingkah putra kecilnya.

,

Lama Ia membiarkan Baekhyun bercanda dengan buah hatinya, hingga tiba-tiba Jackson menguap kecil. membuat Baekhyun mengerjap gemas.

"Ah! Dia mengantuk?"

Chanyeol berdehem, lalu mengambil langkah menuju sebuah box bayi besar. "Hn...dan waktu untuknya tidur"

"Biarkan Jackie, tidur di ranjang kita saja" Pinta Baekhyun melihat Pria itu membaringkan tubuh Jackson .

Chanyeol hanya menyeringai, seakan mengabaikan rengekan namja mungilnya.

"C—Chan... biarkan Jack—

Baekhyun terkesiap, begitu Chanyeol tiba—tiba memutar tubuh menghadapnhya. Ada yang lain... dan ia merasa semua datang dari sorot mata yang tajam itu.

"Chan—

"Dan ini waktunya mengambil janjimu.." Bisik Chanyeol, terdengar seperti desahan berat.

"A—apa?" Gugup Baekhyun sambil berjalan menghindar ke belakang.

"Dimana ciuman untukku hn?" Chanyeol mulai menyeringai, membuat Baekhhyun tersentak gugup. Hingga langkahnya tersendat... lalu terjatuh begitu saja di atas ranjang.

Memudahkan untuk Pria itu memenjarakannya, dengan tangan terpasung di setiap sisi kepalanya.

"Mengapa kau segugup ini hn?"

Baekhyun memalingkan wajah kelain arah, entahlah meski terbiasa dengan situasi semacam ini... tapi tetap saja, semua yang Pria itu lakukan, selalu membuatnya berdebar tak menentu.

"L-Lakukan dengan cepat" Panik Baekhyun sambil memejamkan mata, berharap Pria itu lekas menciumnya dan berhenti membuatnya berdebar seperti ini.

"Tidak..." Jawabnya cepat. Membuat Baekhyun kembali membuka mata tak mengerti. "Karena aku masih ingin melihat wajah tersipu pendampingku" Bisiknya lagi, kali ini dengan beringsut kebawah, menyingkap kemeja Baekhyun lalu menjilat seduktif perut datarnya.

"A—ahnn"

Sesekali memainkan taringnya di lapisan kulit lembut itu hingga—

"ACKH... ahh!" Baekhyun memekik, kala taring itu benar-benar menggores kulitnya, membuatnya menggelinjang nikmat dengan tangan meremas kuat cover bed nya. Kala darah merembas dari banyak sayatan yang tercipta di bagian perutnya.

"Ahn~ nik—math... ssshh" Baekhyun mendesis dengan bibir bawah tergigit, begitu Chanyeol menyesap darah pekat yang merembas, memainkan luka sayat itu dengan lidah panasnya, Lalu kembali menyedotnya tanpa jeda.

"A—Ackhh! Ahhhh"

.

.

.

.

.


Dua musim telah terlampaui, terlalu panjang... namun tak satupun menduga... waktu yang berselang itu mengukir cerita yang lain.

Di sanalah...baby mungil itu mulai menujukkan tumbuh kembang yang pesat. Mungkin memang baru berusia 2 tahun, tapi lihat... Ia mulai aktif berlarian kesana dan kemari tak peduli dengan apapun yang dirangsaknya kali ini.

"Jack... waktunya tidur, berhenti merusak sofa itu" Luhan berjalan tergesa mendekati Jackson, lalu mengangkatnya cepat. berniat membawanya kembali ke dalam kamarnya, namun yang terlihat...

Jackson menyentak teleportasi, lalu kembali merangkak naik ke atas sofa Sehun dan mencakar-cakarnya, membuat semua bulu angsa yang lembut itu bertebaran di sekelilingnya bahkan sebagian jatuh di atas kepalanya.

"Cha...cha...chaaa" Celoteh anak itu, kala merusak property pamannya.

"Sayang... jika Pamanmu melihatnya, dia akan marah... berhenti Jaaack"Luhan kembali memutar tubuh, berharap bisa menangkap jackson kali ini. tapi—

ZRAT

Ia kalah cepat, baby mungil itu kembali menggunakan kemampuan teleportasinya... dan pergi entah kemana. Ah! Chanyeol memintanya untuk menjaganya... tapi jika seperti ini kondisinya, bagaimana bisa ia mengendalikan anak itu.

"JACKSOOONNN!"

.

.

.


~ChanBaek~

"T—there! nghhh!" Baekhyun menengadah, kala penis besar itu mulai menggesek sweetspot miliknya. Membuatnya semakin membuka lebar kakinya, memberi akses lebih untuk Pria itu menguasai tubuhnya kali ini.

"Hn? di sini?" Bisik Chanyeol, sambil menekan prostat itu dengan ujung kepala penisnya.

"AACKH!" tak pelak membuat tubuh ramping itu melengkung hebat, dengan tangan tak pernah berhenti meremas surai pirangnya sendiri.

Chanyeol mengerang tak tahan, nafsu itu rasanya semakin tersulut melihat Baekhyun menggeliat sehebat ini di bawahnya. membuatnya bergerak sigap mengangkat pinggul Baekhyun, lalu menekuk kedua kakinya hingga nyaris menyentuh kepala namja cantik itu.

"A—Ahhh... C-chaannh"

baekhyun menggeleng panik, kala Penis besar itu mulai tertarik keluar. dan posisinya kali ini, membuat semuanya semakin jelas... membuatnya tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

Tak sempat menarik nafas, ia kembali tersedak jeritannya sendiri begitu Chanyeol mendorong masuk genital besar itu, hingga bisa Ia rasakan perutnya yang menggembung karena terisi penuh.
"AGHHH! AHHH!"

"Ni—kmathh Dear..."

Baekhyun menggila, mencakar apapun yang bisa di gapainnya...berusaha mencari pegangan kala hujaman itu semakin brutal menghentak tubuh kecilnya.

"AAHNN! ACKH!.. AHH!...Ahaahhh!"

"Daddy... Mommy"

DEG

Keduanya stagnan, nyaris beku begitu mendengar suara kecil itu.

keringat dingin merembas, sepersekian detik tersisa... Baekhyun benar-benar tak tau apa yang harus diperbuat, sementara... Penis besar itu masih bersarang di dalam rektumnya.

"J—jack" Gugup Baekhyun.

"Mooommyy"

"K—keluarkan ..ahh!" Pekik Baekhyun nyeri, berusaha menarik tubuhnya sendiri... namun gagal.

Sementara Chanyeol hanya mengerang frustasi, mustahil menarik keluar miliknya... Ia nyaris mencapai klimaks.

"Daadyy... Mooommy" Jackson mulai berlari kecil mendekati keduanya.

"T-tidak Jack! Ahh! Keluarkan! Nghh! Jackson melihat—ackhh!"

"Ssshh..." Chanyeol mendesis tak tahan, Baekhyun yang panik... membuat anus itu semakin menjepit ketat miliknya.

"Ini nik—math Dear..sshh"

"Arh! Keluarkan! AHH! CHANYEOL!"

"Moom... cakhit?"

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Cooont

Hai... Haiii... Gloomy Hadir membawa Chapter 15 nyaa

Hayoo review jusseyooo

tidak review, Gloomy tak mau update T_T

Ah iya... jadi Jackson yaaa.. hehe, jangan heran kalau cepet tumbuhnya karna Jackson bayi vampire ..

Okay sempatkan untuk memberi review. jika ingin FF yang ini fast update :)

IG; gloomy_rosemary

*Love Of Fallen Leaves, sudah ada sequelnya okay : Love Of Fallen Leaves (Season 2) hehehe

Dan untuk:

pla614, Deliscius, LyWoo, Asandra735, bublle106, Kitukie , Flowerinyou, chentongg, FyKim, tkxcxmrhmh, Diiss, IpahPyromaniac, Shengmin137, shereen park, chanox, restikadena90, myliveyou, derpwhiteboy, newBee3595, Aisyah1, SHINeexo, meliarisky7, Nikeisha Farras, Marshsamallow614, metroxylon, pla614, shinta614cbhs, blankyoss, EvieBeeL, MadeDyahD, Loey761, neniFanadicky, phenta, hnynb, ohbaekkie, bella , SuperSupreme61, totheyeolandbaek, Byunsilb, daebaektaeluv, suhoangels, noufbaybe91, chie-sa, chanbaek0104 , Incandescence7, baekpuppy04, Chanbaek769, chanbaeklmn, TanClouds, N, Riinnchan, AnggunBBH06, park ceye, Kerin , Tiara696, dwi yuliantipcy, dtafrscll614, bbysmurf, PinkuBlue614, ByunDita, byankai, bbhunyue, istiqomahpark01, Loey761, inchan88, CB046194, baeeki6104, Baeguncy, Park RinHyun-Uchiha, baekachu, veraparkhyun, Novi272, Kim Yeoja248, tutihandayani, cici fu, KolornyaEXO, WinaKim, princes23, vioveronika99, ambar istrinya suho, light195, byunnami, jieji2828, AbnormallyHuman, ryuuki queenza, clarahyun, TobenMongryong, baexot, Chogiwagurl, bblossom614, w04lf, baekkumaa, pongpongi, rubykaisoo, Abschanyeol, parkhaerin, Eun810, Hyunrin614, ChanBaekGAY, syrfh0461, luv110412, shinta614cbhs, Riinnchan, deasy alemande, byunniepie, Summer Mei, Park Yoo Ni, lailylala94, blueynana, UlfahPcy, arunaruna, chiisai20261, Chanbaekkie , haruka no hikari, chanbee, yousee, hananachan, Tiara, LightPhoenix614, CherryBlossom614, Baekbyyours614, YeolFanFan, danactebh, Reka Anggraini, AmyGAHF, phikhachu, intancheeks, Jusniati EXO-L , OhReoChanBaek, Panda Qingdao, shabrinaZ14, kim , rifkayusuf, prettyb , Rosehyun , park nagisa, AdisKMH, fansanakayam, NAi20, chanbaekssi, Dodio347, xiluhan74, lovechanbaek, bbhunyue, selepy, vegaap, jiwon , pcyxkt, indahsyuhadaa, alietha doll , buny puppy, baekbee , hosh10, Nimas736, bonchanbaek27, princes23, h jong, Pcsh, EXO Love EXO, kkimjonhin, Pikasabyun, baekbae, buny puppy, Namibaby , Meguri Yukiryuu, Retyass, AlexandraLexa, Chanrin Oh6104, Chanbaeknaena, angelinave, krisan23, blankyoss, byunlovely, ainuncho, baekkachu09, pcyxkt, Zeana Bee, Phanaa, indahsyuhadaa, Baekhyunne, bonchanbaek27, Chanchan, baby, vryeol, Ohluxeux, cute , LordLoey, kiara , firdaneahh, Dayang Rachel, 270492, dan All Guest

Terima kasih sudah memberi review di chapter sebelumnyaa .. *Bow

Mohon maaf tidak bisa membalas satu persatu, tapi kami membaca review yang masuk, dan itu sangat mensuport kami.

Sempatkan untuk mereview lagi neee...

I Love You All...

Saranghaaaaaaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Annyeooooongggggggggg