Main Cast : Chanyeol X Baekhyun

Other Cast : Kyuhyun, Sehun, Luhan, kai, kyungsoo

Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms

.

Previous Chapter

"T-tidak Jack! Ahh! Keluarkan! Nghh! Jackson melihat—ackhh!"

"Ssshh..." Chanyeol mendesis tak tahan, Baekhyun yang panik... membuat anus itu semakin menjepit ketat miliknya.

"Ini nik—math Dear..sshh"

"Arh! Keluarkan! AHH! CHANYEOL!"

"Moom... cakhit?"

.

Chapter 16

Blood On A White Rose

ChanBaek

YAOI

FANFICTION

Gloomy Rosemary

.

.

.


J-jacksonh! Agh—nn! Le—phas! CHANN!" Jeritnya frustasi, Baekhyun kebas menyadari Putranya semakin antusias ingin mendekatinya, ah tentu saja untuk anak seusia Jackson... semua akan terlihat menarik. Tapi.. sesuatu yang Ia lakukan bersama Chanyeol kali ini, tentu tak sepantasnya terlihat oleh baby mungil itu.

Ia kembali menggeliat resah, memaksa keras Pria yang masih membuat tubuh keduanya bertaut intim. Sekali lagi... semua ini tak seharusnya dilihat oleh buah hati keduanya.

"Moom—

"Tidak Baby! agh! J—jangan mendekat~Nnghh" Semakin parah... Baekhyun sama sekali tak bisa menahan lenguhannya,bahkan terdengar payah... tiap kali Ia mencoba mengangkat pinggul untuk lepas, dan yang terlihat penis besar itu hanya akan semakin terdesak ke dalam.

"Tenanglah Dear.." Bisik Chanyeol, mungkin terlihat menenangkan Baekhyun. Tapi sebenarnya Raja Vampire itu tengah berusaha keras mengendalikan birahi dalam dirinya,

Baekhyun yang selalu bergerak dan menggeliat itu, membuat miliknya serasa dirangsang tanpa disengaja... tentu bukan main lagi Ia harus menahan dorongan nafsu itu. Terlebih, sangat tak mungkin menghentak tubuh mungil Baekhyun, jika Putra kecilnya berusaha menawar rasa ingin taunya, dengan merangkak ingin menaiki ranjangnya.

"Te—nangh?! Agh! NNH! BA—BABY DI SINI! UHNN!" Jerit Baekhyun lagi, tak peduli Jackson kini benar-benar duduk di sisi keduanya

"Moom.." Panggil Baby mungil itu sambil mengerjap menyentuh wajah Baekhyun,meski berulang kali Baekhyun mencoba menuntup mata Jackson, tapi anak itu tetap kekeuh ingin melihat Ibunya.

dan satu yang Ia yakini kini...

Baekhyun tengah kesakitan...

Jackson memaksa beringsut lebih dekat, menyentuh wajah Baekhyun lalu memberinya kecupan lembut di pipinya.

"Cakit hilang Moom" Gumamnya, masih mengecupi wajah Baekhyun. Berharap Ibunya tak lagi merasa kesakitan dan menangis seperti itu. Sama persis, yang Baekhyun lakukan setiap kali dirinya menangis.

Baekhyun menggigit bibir bawah, ah sungguh! Jackson terlalu manis. Anak itu selalu mengcopy setiap hal yang Ia lakukan. Tapi akan menjadi masalah besar jika baby itu ingin meniru kegiatan intimnya bersama Chanyeol! ah Tidak! itu petaka namanya.

"CHANYEOL! Ngh—

"Ssh... berhentilah berteriak" Bisik Chanyeol, usai menata nafasnya. Lalu menarik penis besar itu dari tubuh Baekhyun dengan perlahan. Membiarkan sosok cantik di bawahnya kembali menggeliat tak nyaman, bahkan mungkin merasa perih.

"Tak ada yang perlu kau cemaskan Dear" Gumam Raja Vampire itu lagi sambil menjilat air mata Beekhyun.

"B—baby melihatnya.." Lirih Baekhyun terengah, masih tak bernyali menatap Jakcson. Sementara Baby kecil itu masih memandangnya sedih, tak menginginkan Ibunya menangis kesakitan seperti itu.

Hingga—

BUGH

Chanyeol sedikit mengernyit, begitu sebuah pukulan kecil menghantam tangannya.

"Daddy cahat!" Pekik Jakcson tiba-tiba, sambil berdiri berkacak pinggang.

"Jack?" Chanyeol beralih mengangkat tangan berniat mengangkat tubuh gempal itu, tapi yang terlihat ... Jackson menghentak kaki di ranjang, seraya melempar tatapan menghunus tajam pada Ayahnya.

"Moomy cakhit! Daddy cahat!" Seru baby kecil itu lagi sambil memukul-mukul bahu dan lengan kekar Ayahnya.

Membuat Pria itu terkekeh pelan, dan tetap memaksa merengkuh putra kecilnya...

"Siapa yang jahat hn?" Kekeh Chanyeol sembari menggendong Jackson

"Daddy!" Sungut Jackson tak suka. "Daddy cakhit Mommy Njack!"

Pria kekar itu kembali tertawa pelan, tak pernah sekalipun Ia melewatkan tumbuh kembang Putra kecilnya... tapi kali ini, Jackson sepertinya tak bisa diterka. Ah lihat... anak itu menggunakan kemampuan teleportasinya untuk merangsak masuk seperti ini,bahkan hingga melihat kegiatan intimnya.

Sungguh kemampuan yang tak biasa untuk vampire semuda itu.

Tapi satu yang membuatnya tak bisa menahan senyum, sempat Ia melihat bagaimana anak itu menyentak marah, hanya karna melihat Baekhyun menangis. Walau sebenarnya... bukan dalam artian yang sebenarnya.

"Benarkah?" Chanyeol menatap lekat Jackson, membiarkan baby mungil itu semakin melempar tatapan mengancam padanya.

"Lalu apa yang ingin kau lakukan hn?" Gumam Chanyeol lagi sembari melangkah menjauhkan Jakckson dari ranjang keduanya.

"Njack Boom! Daddy booom! Boooom!" Seru Jackson sambil menggerakkan kedua tangan kecilnya, seolah tengah menyerang Chanyeol dengan sesuatu yang bisa meledak.

Tak pelak celoteh kecil itu kembali membuat Chanyeol terkekeh pelan, namun sepersekian detik berikutnya. Jackson tak tau apa yang terjadi selain tawa Ayahnya, hingga saat Raja Vampire itu menjentikkan jari... lalu baby mungil itu benar-benar jatuh terlelap begitu saja, karna sapuan magis.

"Huffh~..." Gumam Jackson, begitu kedua lengan mungilnya menggelayut lemas di balik punggung sang Ayah.

"Lupakan yang kau lihat saat ini, di kamar ini kau tak mendengar apapun selain senandung Baekhyun dan bisikan dariku" lirih Chanyeol, seakan menyematkan rapalan mantra di dalamnya.

Chanyeol tersenyum tipis, sadar .. Putranya benar-benar di bawah pengaruh magisnya . Ia beralih membawa Jackson menuju kamar baby mungil itu, lalu membaringkannya di sana. Sebelum akhirnya kembali ke dalam kamarnya bersama Baekhyun.

.

.

.

.


"Dear—

Chanyeol terhenyak, begitu melangkah memasuki kamarnya... dan di sanalah Ia melihat namja cantik itu bergelung di dalam selimut tebalnya.

"Kau tidur?" Ujarnya sembari melangkah mendekat

"..." Tak ada jawaban, selain gerakan kecil Baekhyun mengeratkan selimutnya sendiri. hingga mustahil bagi Pria itu melihat wajahnya.

Raja Vampire itu hanya berdecak pelan, namun tetap membawa langkahnya mendekat.

Beringsut ke atas ranjang, lalu memeluk Baekhyun di balik selimut itu dari belakang.

"Mengapa tak menjawabku?" Bisik Chanyeol, sambil menarik turun selimut itu.

"Aku sedang marah denganmu!" Sungut Baekhyun, masih kekeuh membelakangi Chanyeol. "Kau membuat Jackson melihatnya! Baby selalu mengikuti apa yang kau lakukan! bagaimana jika—

"Ssh... aku sudah membuatnya tertidur" Sergah Chanyeol sambil mengecupi bahu yang mulai tampak dari selimut yang merosot itu.

"Tapi tetap saja! Jackson tak seharusnya melihatnya!"

Penguasa Vampire itu terlihat diam mengalah, dan hanya memilih mencumbu bahu putih pendampingnya. Baekhyun yang kesal seperti itu, tentu akan sulit dibujuk... mungkin sedikit waktu membiarkanya seperti ini, akan membuatnya tenang.

'Chupp'

"Berhenti menciumku!"

"Hanya bahumu.." Gumam Chanyeol di sela-sela cumbuannya.

"Bagaimana jika Jakckson terbangun dan—

'Chup'

Baekhyun berhenti menggerutu,begitu bibir tebal itu kembali memberinya kecupan mesra. Bahkan perlahan Ia mulai merasakan, lidah basah Chanyeol menyeruak ke dalam mulutnya.

"Mmm! mnhh!" Protes Baekhyun tertahan, seraya mendorong dada bidang itu. Namun semakin Ia meronta, semakin kuat pula Chanyeol merengkuh tubuh mungilnya.

"Ughn! Cu—kuph! aku ingin melihat Jackso—

"Kau selalu memanjakannya..." Ujar Chanyeol sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Baekhyun, membuat namja manis itu mengernyit heran.

"Tentu saja, Dia Putra—

"Setidaknya, manjakan diriku juga"

Baekhyun kembali mengerjap, merasa ada yang berbeda dari Pria yang kini menyembunyikan wajah di balik tengkuknya, tidakkah Raja Vampire itu terdengar kekanakan kali ini.

Ataukah—

"Hei..." Panggil Baekhyun seraya memaksa menangkup wajah tegas itu.

Dan betapa terkejutnya Ia... melihat tatapan kedua mata amber itu, terlihat meredup sayu. Sejenak Ia mengamatinya lekat lalu, terdengar tawa kecil Baekhyun.

"Cemburu?" Candanya, masih dengan membelai wajah Chanyeol

"..." Penguasa Vampire itu hanya menghela nafas sambil memejamkan mata, membiarkan kedua tangan lentik itu membelai wajahnya, terlalu lembut... hingga mungkin Ia bisa terlelap nyaman karenanya.

"Jangan bercanda... cemburu dengan putramu sendiri" masih saja terdengar tawa Baekhyun di sana... membuat Pria itu turut tersenyum melihatnya, seolah... detik yang terlewat bersama Baekhyun kala itu. Benar-benar lebih berharga dari apapun miliknya.

Ia beralih menggenggam jemari Baekhyun, sedikit meremasnya sebelum akhirnya mengikis jarak .. untuk mendekati wajah tirus itu.

"Kau membagi cintamu... itu mengusikku"

Baekhyun membulatkan mata lebar. "Y-yya... kau tak mungkin bersungguh-sungguh, Jack—

"Aku bersungguh-sungguh..." Sergah Chanyeol sambil menatap lekat kedua mata Baekhyun.

Sejenak Baekhyun terdiam, seakan terjerat dua mata amber yang kini menatapnya terlalu dalam. Ia berdebar...

Semakin Ia mencoba untuk bersikap tenang, semakin hebat pula desir berbeda itu. membuatnya tanpa ragu mengalungkan kedua lengan rampingnya di leher Chanyeol.

"Cinta macam apa yang kau maksud?" Bisiknya, nyaris menyentuh bibir Chanyeol. "Kau tau benar... cinta untuk Jackson, berbeda dengan apa yang kuberi untukmu" Bisiknya lagi, kali ini dengan sebuah kecupan kecil di bibir atas Chanyeol.

"Aku memberimu semuanya... hidupku... tubuhku... dan juga—

Baekhyun memberi jeda ucapannya, untuk menatap lekat kedua mata amber itu. "Hatiku... semuanya hanya untukmu... Yang Mulia" Pungkasnya, detik itu pula... Chanyeol menyergap bibir tipisnya, melumatnya intens, hingga pengakuan manis yang sempat terucap... berubah menjadi desahan menggoda.

.

.

"Ngh~ A—Ahngg" Desah Baekhyun, sembari mengeratkan rangkulan lengannya. Membiarkan Pria kekar di atasnya, semakin bringas mengecupi... bahkan menghisap setiap inchi perpotongan leher dan rahangnya.

"I love You—Mpfthh... mnh" Baekhyun kembali mengerang tertahan, begitu ciuman itu menyedak nafasnya. berulang kali mencoba mengais udara namun yang terlihat Penguasa Vampire itu terlihat rakus memagut bibir kecilnya, seakan tak merelakan bibir plump itu lepas dari cumbuannya.

"Nnhm~ Mmmnn"

.

.

.

.

"A—AH!" Baekhyun sedikit mengangkat pinggul, seraya meremas bantalnya... begitu penis besar itu perlahan terdorong. Menembus lubang sempitnya.

"Rileks... Dear" Bisik Chanyeol sambil mengecupi kaki, yang kini bersandar di pundaknya.

Sesaat memberi jeda untuk vampire cantik itu, sebelum akhirnya kembali menghentak miliknya lebih kuat.

"O—Ouch! OHH! S—Sakith!" Pekik Baekhyun, reflek terduduk dan menahan perut Chanyeol agar tak melesakkan penisnya lebih dalam.

"Ngh~.. J—jangan terlalu cepath! Agh!" Engah Baekhyun, sembari menyentuh lingkaran rektumnya yang memerah karna terisi setengah penis Chanyeol.

"Nnn~ I—ini besar... Uhn! Hhhh" Rintihnya lagi, masih dengan menggeliat tak nyaman.

Chanyeol berdecak pelan, terlalu lama menunggu seperti ini... hanya akan semakin membuatnya tak bisa mengendalikan diri.

Nafsunya bukan main lagi... terlebih setelah mendengar semua ucapan Baekhyun. Tentu membuat gairah itu makin menggila.

"Tubuhmu akan segera terbiasa dengannya" Kekeh Chanyeol, seraya menjilat perpotongan leher Baekhyun... turun hingga nipple kanannya. Ah! ini terlalu hebat untuknya, melihat pendampingnya merengek semanis ini. meski sebelumnya Ia telah merasuki tubuh Baekhyun, rektum itu tetap saja sulit untuk dimasukki, bahkan menjepit ketat miliknya seperti ini.

"Aku akan bergerak..." Bisik Raja Vampire itu lagi, membuat baekhyun menggeleng kasar, dan—

"T—Tidak! Jangan—AHHH!"

Tapi terlambat, penis itu benar-benar melesak masuk seluruhnya. Membuat Baekhyun menggigil sambil memegangi perut bagian bawahnya, merasakan sesuatu benar-benar mendesak kuat di dalam sana... Bahkan, Baekhyun bisa merasakan bawah perutnya yang menggembung, karna terisi penuh.

"Lihat... kau menerimaku dengan sangat baik Dear" Bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun, sebelah tangan yang sebelumnya menyeka air mata Baekhyun, kini meraba turun ... menyentuh perut bagian bawah Baekhyun.

Meruamnya pelan, sebelum akhirnya menekannya dengan dua jarinya.

"Nn~Ahhh!" Pekik Baekhyun, sambil menengadah.

Sedikit tekanan yang Chanyeol lakukan, benar-benar mengacaukan kepalanya.

Kedua jari itu benar-benar menekan sesuatu yang kini terbenam keras di dalam rongga tubuhnya.

"Ackh! J—jangan menekan! Aghh!"

"Hn? Aku bisa menyentuh bagian tubuhku di sini" Goda Chanyeol lagi, masih menekan-nekan perut yang sedikit menggembung itu.

"Apa yang terjadi jika aku menariknya keluar?" Masih saja Pria itu berbisik untuk menggodanya, Kalimat yang sebenarnya Chanyeol tau akan jawabnya.

Baekhyun hanya meremas surai pirangnya frustasi, menengadah dengan bibir terbuka... bahkan semakin menjerit histeris begitu penis itu benar-benar ditarik keluar.

"H—Haahh! Ahhnn!"

Chanyeol terkekeh pelan, melihat perut Baekhyun perlahan mengempis, membujuknya untuk melakukan sesuatu yang lebih dari ini, tapi—

GREBB

kedua lengan ramping itu, merangkul erat lehernya.

"J—jangan me-menggoda! J-jangan memainkan tu—buhku! Hhh...hh" Meski terengah, namja cantik itu tetap berusaha mengusaikan kalimatnya. Membuat Chanyeol berdecak gemas, lalu mendekap erat tubuh mungil itu.

"Sorry..." Lirihnya seraya mengecupi leher Baekhyun

Sejenak, menyeka rembasan bening di sudut mata indah itu, sebelum akhirnya membaringkan Baekhyun untuk kembali mencumbu bibir tipisnya.

"Mhmm~"

.

.

"Ha—Ah!" satu tarikan nafas pendeknya, menyertai gerakan jari panjang itu. Menusuk sesekali memutarnya di dalam, hingga anal yang sebelumnya basah itu semakin penuh dengan cairan nikmatnya sendiri.

"Gh~ Ackhhh!" Jerit Baekhyun, reflek mengangkat pinggulnya sendiri, begitu ujung telunjuk itu benar-benar menekan sweetspot miliknya.

"Kau menikmatinya?" Desah Chanyeol sensual sembari mengulum sebelah telinga Baekhyun, tak peduli namja cantik itu semakin menggigil payah di bawahnya.

"Uh~ Nghh— Oh! N—Nnh! Ackkhh" Baekhyun berusaha merangkul kepala Chanyeol, menengadah hebat meski kedua tangan itu terlihat meremas-remas surai keperakan Raja Vampire itu.

Sementara membuat pendamping mungilnya melayang, bibir yang sedari tadi mencumbu wajah dan perpotongan leher itu, mulai merambat turun.

Memberi jilatan bahkan menyesap hingga meninggalkan spot merah matang, di sekujur tubuh putih mulus itu.

"Nnn~ Ahh" Kedua matanya kembali terpejam, sedikit mengangkat kepalanya hingga Penguasa Vampire itu leluasa mengklaim lehernya.

Dalam desahan nikmatnya, Baekhyun mengulas senyum... menyadari bagaimana Pria kekar itu mencintai setiap inchi tubuhnya. Bahkan tak terhitung berapa kali Chanyeol meninggalkan kecupan dan hickey kontras di sekujur tubuhnya.

.

.

.

.

"P—pelan! Nghh~" Jemari lentik itu kembali terangkat, menahan perutnya sendiri... kala kepala penis itu mulai membelai rektum sempitnya.

Chanyeol mengulas senyum tipis, melihat betapa menggemaskan namja cantiknya kali ini. Menahan nyeri namun tetap membiarkannya, menikmati setiap penetrasi keduanya.

Ia beralih merunduk, lalu memagut mesra bibir yang sedari tadi terbuka karena terengah itu.

"Cute..." Bisiknya, usai melepas lumatan lembut itu.

Perlahan, Ia membaringkan tubuh mungil itu, lalu mengangkat pinggul Baekhyun. Satu helaan nafas Baekhyun, memberi tanda untuknya, jika namja cantik itu... merasa lebih rileks. Hingga Ia putuskan untuk mendorong kuat sisa miliknya dan—

"A—AAAHHHNNN!" Baekhyun terengah payah, hingga tak menyadari... kuatnya dorongan penis besar itu membuat dirinya mencapai klimaks begitu saja.

Membuat Chanyeol, mendekap erat tubuh mungil itu... memberinya cumbuan intens, sembari menghentak miliknya di bawah sana tanpa jeda.

Tak peduli seberapa keras kecipak tautan tubuh itu membuat gema, dan tak peduli seberapa keras Baekhyun kecilnya menjerit histeris dalam rengkuhannya.

"Sensitif... hn?"

.

"MHHAAHh! AAH!... C-CHAN! NN—NOO! ACKHHH!"

.

.

.

.

.

Ranjang besar itu kian berdecit, mengiringi hentakan sosok kekar di atasnya... seakan tak puas memburu klimaks, meski dirinya berulang kali menyentak sperma panasnya ke dalam tubuh mungil itu.

Peluh mungkin masih merembas dari tubuh keduanya, tapi tidak untuk jeritan sosok mungil itu.

Baekhyun terlihat lemas, bahkan untuk sekedar merintih pun Ia tak sanggup... di batas sadar itu Ia hanya mampu memandang redup suaminya, yang masih brutal menyetubuhinya.

Entah apa yang terjadi pada Chanyeol, ia merasa Pria itu... seperti tak pernah menyentuhnya untuk waktu yang lama... hingga melakukan semua ini begitu berlebih.

.

.

"U—Ughnn" Baekhyun terbelalak lebar, reflek menyentuh perutnya... nyaris tersedak mual, kala benih panas itu kembali menyembur kuat dalam perutnya. Tapi Ia tak sanggup menjerit, dan pasrah membiarkan Pria itu mencapai kepuasannya sendiri, meski perlahan... cairan kental itu merembas dan menetes ... mengotori cover bed di bawahnya.

"Aghnn~ NNH" Rintih Baekhyun lemah, begitu genital besar itu... perlahan di tarik... hingga menyisakan rektum miliknya yang terbuka lebar... diikuti lelehan sperma dari dalamnya.

.

.

"Kau hebat... Dear" Bisik Chanyeol, seraya meremas-remas butt Baekhyun. Dan terkekeh pelan, melihat betapa kacau penampilan namja cantiknya kali ini. surai pirang terlihat acak... tubuh penuh dengan peluh dan sperma.

Tak ada waktu untuk membersihkan diri .. jika Baekhyun melunglai lemas seperti ini, bahkan mungkin namja cantiknya telah terlelap karena lelah. Ia memilih meruam tubuh telanjang Baekhyun, hingga lambat laun magis hangatnya membuat tubuh penuh peluh dan sperma itu kembali bersih bahkan berbekalkan kemeja putih ... dengan hanya sekali rapalan mantra.

"My Dear..." Panggil Chanyeol, sebelum akhirnya kembali mencium basah ... bibir sosok yang terpejam lelap itu.

.

.

.

.


Angin pagi itu mulai berhembus, semakin menguat, membuat dahan pepohonan di sekitar Puri megah itu, saling berayun .. membentur teralis jendelanya.

Hingga suara derak ranting itu, mampu mengusik tidur seorang vampire mungil.

"Unn.." Gumamnya kala membuka kedua mata bulatnya, lalu mendudukkan diri sambil mengucek mata.

Sejenak, Jakckson tampak mengerjap begitu melihat jendela kamarnya... merasa dahan yang bergoyang di luar itu, terlalu lucu untuknya. Hingga membuat baby mungil itu merangkak mendekati teralis jendela.

'Tuk... Tukk...'

Tiap kali ranting itu membentur jendela, jackson terkikik geli... lalu menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, mengikuti bagaimana semua ranting itu berayun karna tiupan angin.

Hingga...

setangkai mawar putih yang tumbuh di antara semak belukar itu menyita perhatian Jackson.

Ia tau Baekhyun sangat menyukai bunga seperti itu.

"Moommy.." Gumamnya sambil tertawa kecil, sebelum akhirnya menembus jendela dan melesat ingin mendekati bunga mawar putih itu.

.

.

.

Tawa kecilnya semakin terdengar riang, begitu kaki mungil itu benar-benar berlari di atas rerumputan. Dan Jackson semakin tak sabar, memetik bunga itu untuk diberikannya pada Baekhyun.

namun mendadak, Ia berjengit terkejut... saat tubuhnya tiba-tiba terangkat, dan teduduk nyaman dalam rengkuhan seseorang.

"Apa yang kau lakukan di sini Baby? ini terlalu pagi untukmu berkeliaran seperti ini" Ujar sosok itu, sambil menyeka salju di pipi Jakckson. "Ah! di mana Ayah dan ibumu eum?" Tanyanya lagi, sedikit terusik melihat luka gores di tangan Jackson.

ini tak baik untuk vampire sekecil itu berlarian seorang diri tanpa pengawasan siapapun, dan lagi terlalu banyak duri di tempat ini, jakcson mungkin saja terluka jika dibiarkan berlarian di sini.

Beruntung dirinya memilih berjalan pagi, untuk membiasakan tubuhnya di tempat seperti ini.

"Kita pulang saja, mengerti?" Sosok bernama Kyungsoo itu, beralih memutar langkah, namun tertahan begitu Jackson menggelengkan kepala enggan.

"Njack... bunga" Celoteh baby mungil itu sambil menunjuk bunga tak jauh dari keduanya. Membuat Kyungsoo mengernyit heran.

"Bunga?" Kyungsoo putuskan untuk memutar tubuh. "Mawar putih itu?" Tanyanya lagi, begitu melihat hanya satu bunga itu yang terlihat di tempat ini.

Jackson mengangguk cepat. "Mommy cuka..." Ucapnya lagi sambil memaksa beringsut turun dari gendongan Kyungsoo.

"Aha! biar aku yang memetiknya untukmu" Sahut Kyungsoo cepat, seraya berjalan mendekati bunga itu.

"Njack... bunga!" Pekik Jackson begitu melihat Kyungsoo hendak memetik bunganya. "Njack! Njackkk!" teriaknya lagi memaksa, tak ingin Kyungsoo menyentuh bunganya, karna Jackson hanya ingin dirinya sendiri yang mengambilnya untuk Baekhyun.

"Hmmm... Baiklah" Gumam Kyungsoo, seakan mengerti celoteh Pangeran kecil itu. "Cha... kau bisa memetiknya sayang... tapi berhati-hatilah dengan durinya" Ujar Kyungsoo sembari membimbing baby mungil itu.

Jackson tertawa riang,dan melompat lompat antusias begitu setangkai mawar itu benar-benar berada di tangannya.

"Ah.. lihatlah, kau senang sekali Jackson" Kekeh Kyungsoo

"Mommy cuka..." Sahut Jackson lagi, mengulang ucapan sebelumnya.

"Okay... Mommy memang menyukai bunga ini. Sekarang waktunya kembali" Kyungsoo beralih mnendekat ingin mengangkat tubuh gempal itu, namun tiba-tiba—

"Ungcoo... pelut becal" Celoteh Jackson sambil menepuk-nepuk perut Kyungsoo

Membuat Kyungsoo stagnan, lalu berdecak. "Ungcoo? Tsk.. jangan memanggilku seperti itu"

"Pelut becal... whaiy? whaiy?"

Kyungsoo terkekeh, sambil menggendong tubuh mungil Jackson ... lalu mulai berjalan menyusuri taman megah itu.

"Ungcoo... cakit pelut? ciapa cahat? ungcoo?"

Kyungsoo mengerjap, menatap geli... baby yang masih berceloteh tak jelas itu.

"Kai.." Sahut Kyungsoo asal.

"Uncle Kai?" Jackson mendadak berjengit dengan mata menghunus tajam. "Njack.. Boom.. boom uncle Kai!"

Semakin parah... Ia nyaris terpingkal mendengar Jackson memekik demikian.

"Jinjjayo? Kau bisa melakukannya?"

baby mungil itu mengangguk pasti, masih dengan mata mendelik tajam. ia mencoba meyakinkan Kyungsoo. Tapi yang terlihat, anak itu semakin menggemaskan dengan raut seperti itu.

"Baiklah... hajar Kai, jika kau bertemu dengannya"

.

.

.

"Ungcoo..."

"Yya!... jangan memanggilku seperti itu"

"Pelut becal... ungcoo cakit cekali?" Tapi sepertinya memang, Jackson tak pernah mendengarnya. tetap memilih berbicara dengan caranya sendiri.

"Tidak... suatu saat, kau akan mendapat teman bermain... Jack" Bisik Kyungsoo, begitu keduanya menapaki lantai puri.

"Teman? belmain?"

"Baby seperti dirimu.."

"Baby?"

Kyungsoo kembali terkekeh pelan. "Ku harap dia tidak senakal dirimu..."

"Baby? Baby? whaiy?Baby? Njack Baby?"

"Sshh... diamlah"

"Njack Baby?"

.

.

.


Terlalu sempurna untuk mengawali paginya kali ini.

semestinya Ia beranjak menunju singgasananya. tapi melihat Baekhyun masih terlelap secantik itu di atas ranjangnya, membuatnya enggan untuk meninggalkannya begitu saja.

"Dear.." panggilnya seraya membelai surai pirang kecoklatan itu. Lama Ia memadangnya, membujuknya untuk memberinya satu kecupan mesra di kening Baekhyun. Ah! Ia merasa tak cukup dengan kening baekhyun, hingga fokus itu teralih pada bibir merah ranum di bawahnya. Membuatnya merunduk... siap untuk menyesapnya.

"Daddy...!"

Tapi detik yang semestinya terlewat mesra untuk keduanya itu, terpaksa tertahan sejenak... begitu Putra kecilnya memanggil dan terlihat melompat-lompat di sisi ranjang... minta di angkat.

Ia mengernyit heran, tak biasanya bocah itu bangun sepagi ini. Bahkan terlihat aktif melompat-lompat seperti itu.

"Daddy..." panggil Jackson lagi, kali ini dengan mengangkat kedua tangannya... berharap, Ayahnya lekas menggendong tubuhnya.

"Hn.."

Dan benar saja,

Chanyeol mengangkat tubuh gempal itu hingga terduduk nyaman dalam rengkuhannya.

"Daaad... bunga" Celotehnya sambil mengayun-ayunkan mawar putih itu pada Ayahnya.

Raja Vampire itu mengernyit, lalu memandangi Putranya sedikit curiga. Tubuh Jackson terasa dingin, dan lagi dari mana ia mendapat bunga itu.

"Apa kau dari luar.. Jackson?" Tanyanya kemudian, membuat baby mungil itu mengerjap namun tetap mengguncang tubuhnya dalam gendongan Chanyeol.

"Bunga Moommy..." Ucap Jackson sambil menunjuk-nunjuk Baekhyun yang masih terlelap itu, memaksa Ayahnya untuk lekas menurunkan tubuhnya.

Penguasa vampire itu hanya berdecak, lalu mengecup pelan puncak kepala Jackson sebelum akhirnya menurunkannya di ranjang. Detik itu pula Jackson merangkak cepat mendekati Baekhyun, dan terkikik kecil di sisi tubuh Ibunya.

.

.

"Moommy.." Panggilnya sambil menyentuh wajah Baekhyun.

Tapi.. Vampire cantik itu tetap terpejam, jangankan terbangun untuk melihatnya... membuka matapun tidak, membuat Jackson mempoutkan bibir tak suka.

Baby vampire itu beralih menangkup wajah Baekhyun dengan jemari kecilnya, lalu mengecup bibir Baekhyun bertubi-tubi. Meniru persis... apa yang Chanyeol lakukan setiap paginya.

Jackson yakin, dengan ini Baekhyun akan lekas terbangun.

'Chupp... Chupp... Chupp'

Sementara Chanyeol yang melihatnya hanya menutup mata, Ia tau benar... Jackson tengah mengcopy dirinya kali ini.

.

.

Baekhyun mengernyit, merasa sesuatu yang dingin tapi lembut menyentuh bibirnya bertubi-tubi. mungkinkah seseorang tengah menciumnya?

Chanyeol kah?

Tapi tak mungkin ciuman Pria itu seringan ini. Ataukah—

"Moommyy!"

Baekhyun lekas berjengit terbangun, begitu mendengar pekikkan kecil itu.

"Baby~yaa" Lalu mengangkat tubuh mungil itu ke atas pangkuannya.

Seakan tak jemu, baby mungil itu kembali mengecupi bibir Ibunya... tak peduli, Baekhyun yang kewalahan itu kembali rebah di ranjangnya.

"Yya... Hentikan Baby, jangan mencium—

"Daad... kich Mommy... Njack Kich Mommy" celoteh bocah itu, membuat Baekhyun melirik pada Pria yang berdiri di sisinya.

"Daddy Kiss Mommy hm? Kapan kau melihatnya sayang?" Tanya Baekhyun sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, lalu membelai kepala Vampire mungil itu berulang-ulang.

"Cetiap hali... " Sahut Jackson antusias.

"Mommy cnow whaiiiiyyy (snow white) Daddy... molning kich" Lanjutnya lagi, mengingat dengan benar apa yang dikatakan Chanyeol, tiap kali Ia terbangun dan melihat Ayahnya mencium Baekhyun yang tertidur.

Tak pelak, apa yang dikatakan makhluk mungil itu kembali membuat Baekhyun mendelik tajam.

"Mengapa kau mengajarkan hal semacam ini padanya?"

"Oh ayolah... itu hanya sekedar ciuman kecil bukan?"

"Tapi tetap saja, Jack—

"Ssh, lihat apa yang jackson bawa untukmu" Sergah Chanyeol cepat, tak ingin namja cantik itu menarik ulur emosinya sendiri di pagi yang hangat ini.

Baekhyun sempat menggerutu kesal, namun melihat setangkai mawar putih di tangan Jackson... membuatnya mengerjap cepat."

"Untuk Mommy?"

Jackson mengangguk cepat, dan begitu Baekhyun mengambilnya... Ia terkikik senang sambil menutup bibirnya

"Bunga yang sangat cantik Baby..."

"Moom Cukaa?"

"Tentu saja... terima kasih sayang"

Jackson mengguncang tubuhnya antusias di atas pangkuan Baekhyun, lalu memeluk erat leher vampire cantik itu.

Hingga tiba-tiba saja bocah mungil itu menguap kecil.

"Mengantuk hm?" Tanya Baekhyun sedikit merunduk.

Jackson memandangnya redup lalu mengangguk pelan.

Ia memang tau, ini terlalu pagi untuk putra kecilnya terbangun dan berlarian seperti ini, tentu saja... Jackson akan kembali jatuh mengantuk.

"Tidurlah... " bisik Baekhyun sambil bersenandung lirih, hingga merdunya senandung itu seakan menjadi magis tersendiri untuk Jackson terlelap pulas.

.

.

"Anak ini sangat menyayangimu .." Ujar Chanyeol tiba-tiba, seraya mendudukkan diri di sisi Baekhyun, lalu menyentuh kepala Jackson yang terbenam dalam pelukan Ibunya.

Namja Cantik itu hanya mengangguk pelan, lalu memandang Chanyeol dengan senyum lembutnya.

"Mendekatlah..." Gumam Baekhyun setelahnya, seraya menyentuh rahang Chanyeol.

Lama ia menatap lekat sepasang manik amber, Penguasa vampire itu... sedikit menarik wajahnya mendekat. Lalu—

Chupp

"Karenanya... aku pun sangat mencintaimu... Yang Mulia" Lirihnya sambil memejamkan mata, mencoba menghirup lekat aroma tubuh tegas itu, kala Chanyeol menyatukan kening keduanya.

Ia tak pernah setenang ini sebelumnya, terus berharap hangatnya sentuhan Pria itu akan tetap ada untuknya, mendampingi putra kecilnya yang kelak akan tumbuh menjadi sosok rupawan seperti Chanyeol.

.

.

.

.

.

"Mungkin malam ini akan sedikit terlambat..." Gumam Chanyeol, seraya memeluk perut Baekhyun dari belakang. tak peduli namja cantik itu terlihat tersendat-sendat saat membaringkan putra kecilnya.

"Hm? " Baekhyun mengernyit, lalu memilih memutar tubuh menghadap Chanyeol. "Apa terjadi sesuatu?" Tanyanya sedikit cemas.

Pria itu mulai mengulas senyum. " Tidak..."

"Lalu... mengapa kau pulang terlambat?"

Chanyeol beralih mencium sekilas ujung hidung Baekhyun. "Sesuatu harus kupastikan di luar sana, Sehun dan Ayah... akan pergi bersamaku hari ini"

"Jadi sesuatu benar-benar terjadi?" Baekhyun kembali berjengit tak tenang, ah sungguh... alam ini tak serupa dunia manusia. Segala hal di luar logika bahkan tak kasat mata bisa kapanpun mengancam. Ya... semuanya memang tergerak atas magis. Bak hukum rimba..

sisi terkuat dan terlemah berlaku di sini.

"J-jangan pergi, biarkan mereka saja yang pergi" kekeuh Baekhyun tiba-tiba, sambil menyandarkan kepalanya di dada Chanyeol.

Chanyeol kembali membelai punggung sempit itu, mendekapnya erat... hingga mungkin Baekhyun merasa mendapat perlindungan penuh darinya.

"Aku seorang Raja... tentu aku harus memimpin , Bukan?"

Namja cantik itu mengangkat wajah, menatap ragu kedua mata tegas itu. "Tapi.. Baby pasti mencarimu jika Dia terbangun nanti" Ujarnya kembali mencari alasan untuk memberatkan langkah Penguasa Vampire itu. Entahlah... ia merasa, tak tenang kali ini. Karna baru sekali ini, Ia melihat Chanyeol akan melangkah keluar dari Purinya.

"Semua baik-baik saja, jangan mencemaskan apapun Dear"

"Tapi—

"Ssh... kau meragukan kemampuanku?"

"..." Baekhyun terdiam, dengan kepala tertunduk.

"Sampai kapanpun, aku akan menjagamu" Chanyeol mengeratkan pelukannya, bahkan sesekali memberi namja mungil itu kecupan kecil di tengkuknya. "Kau mendengarku? aku tak akan membiarkan rasa takut itu mengancam dirimu" Yakin Chanyeol lagi, mencoba menenangkan Baekhyun yang masih mencengkeram erat jubahnya.

"K-kalau begitu, pulanglah cepat... " Lirih Baekhyun sambil mengalihkan pandangannya, tak berharap Penguasa Vampire itu mampu menatap jauh ke dalam matanya.

"Jangan pulang terlalu malam! berjanjilah!"

Chanyeol mengernyit, kembali meraih dagu itu... agar Baekhyun menatap padanya. "ini bahkan terlalu pagi, untuk melihatmu menangis seperti ini"

"Aku tidak menangis!" Seru Baekhyun kesal, sambil membuang muka.

"Ya, kau memang menangis Dear"

"Aku tidak—

"Simpan air mata ini, untukku malam nanti. Karena aku akan membuatmu menjerit dan mendesah he—

"YACK!" Baekhyun mendorong dada Chanyeol, lalu membelakangi Pria itu dengan wajah merah merona

"Betapa menggodanya dirimu... merengek lalu marah seperti ini"

"Pergilah!" Sungut Baekhyun

"Tentu tidak dengan dirimu yang seperti ini" Chanyeol, meraba leher Baekhyun... sedikit mengendus tengkuknya, hingga membuat namja cantik itu menggigit bibir bawah resah.

"Dimana ciuman untukku... hn?"

Baekhyun yang sedari tadi menahan desahan itu, hanya mampu bersandar pasrah di dada Chanyeol. membiarkan Pria itu kembali mengangkat dagunya ke atas.. lalu menciumnya dari belakang.

"Mhn~.."

Raja Vampire itu menyeringai di sela-sela pagutannya, Ia beralih memutar tubuh Baekhyun... lalu menyudutkannya hingga terhimpit di dinding kamar Jackson.

"Uhmpft—Mphh!"

.

.

"Hn—AH!" Baekhyun memekik nyeri... saat Pria itu menghisap kuat perpotongan lehernya, meninggalkan hickey merah yang lain.

"Cantik" Kekeh Chanyeol begitu melepas cumbuannya, dan menyentuh bekas hisapannya di leher Baekhyun.

.

.

"Cepat pulang... atau aku—

"Atau apa hn?" Chanyeol mulai mendelik, bermaksud menggoda.

"Bukankah kau menginginkannya malam ini?!" ketus Baekhyun kesal, membuat Penguasa Vampire itu kembali berdecak gemas melihatnya.

"Tentu... apapun untukmu Dear" Bisiknya seraya mencuri kecupan kecil di sudut mata Baekhyun, sebelum akhirnya melesat pergi dari kamar megah itu.

.

.

"Kau berjanji padaku"


.

Lebih dari lima jam berselang,

Pagi yang tenang di puri itu... berangsur kacau, begitu seorang baby mungil berlarian .. merangsak apapun di dalam ruangan besar itu.

"Jack!" Luhan kembali melesat untuk mengejarnya, tapi sialnya... Jackson terlalu cepat, bahkan lihai membuatnya terkecoh.

"Baby! Jack Baby!" Teriaknya lagi

"Yya! Jika kau hanya mengacau seperti ini, aku tak akan membiarkanmu bermain di sini lagi!" Serunya jengah, masih berusaha menangkap Pangeran kecil itu.

Baby mungil itu hanya tertawa kecil, lalu kembali melayang... hinggap dari sudut ruangan yang satu ke sudut ruangan yang lain. Tak peduli, beberapa vas dan benda kramik lainnya milik Sehun, mulai berjatuhan dan pecah berserakan di lantai.

.

"Boom! Boooommm!" pekik baby mungil itu, seraya melompat-lompat di atas ranjang Sehun.

"Baiklah... jika kau tak mendengarku, aku akan memanggil Baekhyun kemari!"

Jackson bersungut tajam, lalu melempar Luhan dengan sebuah bantal. "Njack.. malah Lulu!"

"Marah? Yyaa... aku hanya tak ingin kau melukai dirimu sayang! Lihat di sini banyak benda kaca... bagaimana jika—

"Njack belmain Ungcoo... Njack tidak cuka Lulu!" Jerit Baby mungil itu, sebelum akhirnya menyentak teleportasi, dan pergi entah kemana.

"J—Jacksoonn!"

.

.

.

"Mengapa kau berteriak?" panik Baekhyun, begitu mendengar teriakan keras Luhan memanggil Putranya.

"Baek... tak bisakah kalian mengendalikan kemampuannya?"

"A-apa?"

"Jackson..." Luhan memegangi dadanya sambil terengah payah. "Kekuatan anak itu terlalu besar untuk vampire seusiannya, menggunakan kekuatannya untuk menghilang seperti itu, bahkan aku tak bisa mengejarnya. Lihat semua kekacauan ini? Ah! lupakan tentang semua ini, yang terpenting adalah Bagaimana jika Jackson menggunakan kemampuannya untuk pergi ke suatu tempat yang tidak kita ketahui?"

Baekhyun terhenyak, setaunya... Jackson putra kecilnya yang sangat manis, tak pernah menunjukkan hal semacam ini padanya.

"Tapi Jackson tak pernah berbuat sejauh ini jika—

"Memang tidak jika bersama kalian. Tapi 'Ya' Jika bersama denganku"

Baekhyun hanya mengernyit heran, menimang kembali ucapan Luhan... jika melihat kekacauan di ruangan Sehun seperti ini. tentu putranya benar-benar pembuat onar kali ini.

"Dimana Jackson?" Tanyanya kemudian.

Luhan berdecak. "Itu yang kulakukan saat ini, mencoba mencari anak itu dengan telepatiku" Jawabnya kemudian, membuat Baekhyun makin tak tenang, ah tak seharusnya ia membiarkan Jackson bermain ke luar seperti ini, Tapi anak itu nyaris menangis... dan terpaksa Ia penuhi keinginannya.

"Ah! Dia bersama Kai.." Pekik Luhan tiba-tiba, begitu suara Kai memanggil dalam telepatinya.

.

.

.

.

Sementara itu...

"Ack! YACK! Jaaackk!"

"Booom! Njack Boom uncle Kai! Booom!" Pekik Baby mungil yang kini duduk di pundak Kai, menggunakan kedua kakinya untuk mengunci leher pemuda itu, lalu menjambak bahkan memukul-mukul kepalanya.

"Kyahahahhaha! Bagus Jack! Serang vampire mesum itu!" Tawa Kyungsoo terpingkal, sambil menyangga punggungnya di sandaran sofa. Tertawa dengan perut sebesar itu... benar-benar sesak untuknya.

"Mengapa menyerangku?! A-Awww!"

"Uncle cahat!"

"Jahat? Why?"

"Pelut ungcoo becal... Ungcoo cakhit!"

Kai diam mengerjap, lalu memandang Kyungsoo dan Jackson bergantian. "Dia tidak sakit... Jack, bagaimana mungkin tertawa sadis seperti itu, kau katakan sakit?"

Jackson menggeleng, lalu menepuk-nepuk perutnya sendiri. "Pelut... becal"

Pemuda vampire itu hanya berdecak. Lalu beralih memaksa menurunkan Jackson dari pundaknya. "Turun jack"

"No..."

"Akan kutunjukkan sesuatu... turunlah"

"No ay.."

"Percayalah... ini sangat menarik untukmu"

Jackson mengerjap, ia tak sepenuhnya mengerti maksud Kai, tapi begitu pemuda itu menunjuk perut Kyungsoo... barulah baby mungil itu merasa penasaran. Lalu beringsut-ingsut turun seorang diri dari pundak Kai.

"Kau benar-benar mengerikan Jack" Gerutu Kai, sambil merapikan kemeja dan jubahnya.

"UNCLE!" Jerit Jackson tiba-tiba, merasa Kai terlalu lama membuatnya menunggu.

"Okay... okay, kemarilah" Kai beralih meraih tangan mungil itu, lalu membimbingnya untuk mendekati Kyungsoo.

"Mau apa kau?!" ketus Kyungsoo, begitu melihat Kai duduk di sisinya.

"Tck! seperti inikah sikapmu pada suamimu sendiri?!"

"Tch! Suami pantatmu!" Dengus Kyungsoo sambil membuang muka.

"Aissh! setidaknya bersikaplah manis sedikit saja... Jackson melihat kita... aku tak mungkin membiarkannya melihatku menyedihkan karna sikapmu"

"UNCLE!" Jerit Jackson lagi sambil menghentak kaki.

Membuat Kai, terpaksa meraih tubuh anak itu... untuk di bawanya mendekati perut Kyungsoo.

"Kau bilang Kyungsoo sakit?"

Jackson mengangguk, lalu menatapnya tajam... seolah dirinya memang pelaku utama pembuat Kyungsoo memiliki perut sebesar itu.

Pemuda itu terkekeh pelan. "Dengar Jack... Di dalam perut ini ada seorang bayi kecil"

Kyungsoo berdecak mendengarnya, sambil memukul pelan lengan Kai.. Ia mengalihkan wajahnya yang merona.

"Bayi?"

"Hmmm... Baby. Jadi Dia tidak sakit" Jawab Kai.

"Pelut Ungcoo... ada Baby? Whaiy?"

"W-Why? Tentu saja karena—

"Tck! Jika kau tak bisa menjelaskannya jangan memancing rasa ingin taunya! idiot!" Cibir Kyungsoo, memandang sinis Kai.

"Jack... bukankah sudah kukatakan pagi ini. Kau akan mendapat teman bermain" Ujar Kyungsoo, sambil menyentuh dagu baby mungil itu

jackson mengerjap, lalu terkikik antusias, ya... ia mengingat perbincangan kecilnya bersama Kyungsoo pagi ini.

"Njack... belmain Baby"

"Uhum... Dan kau harus menunggunya, sampai Baby itu terlahir mengerti?"

Jackson mengangguk antusias.

"Lalu kaupun harus menjaganya, karna dia sangat kecil" Lanjut Kyungsoo lagi.

"Kecil?"

"Hm Ya... kemarilah sayang" Kyungsoo beralih meraih punggung Jackson, lalu memposisikan kepala baby itu hingga bersandar di perutnya.

"Apa kau mendengar sesuatu Jack?" Tanyanya kemudian

BLUSH

Kai menutup wajah, terlalu tersipu melihat Kyungsoo bersikap seperti ini. Ah! di dalam perutnya itu... berisi buah cintanya. dan sungguh... ini terlalu membuat dadanya berdesir penuh.

"Dug..dug..dug" Celoteh Jackson, menirukan suara kecil yang Ia dengar di dalamnya.

"Ah! benar... Dia baby yang kumaksud"

"Dug.. Dug... baby?

"Uhum..."

Jackson bangkit berdiri lalu melompat girang. "Njack belmain dug dug Baby!"

Kai membulatkan mata lebar. "Yya! bukan dug dug namanya! aku belum memberinya nama!"

.

.

.

.


"Ah... Baby"

Tiba-tiba saja, Jackson berjengit terkejut begitu seseorang memeluknya dari belakang,dan begitu menoleh—

"Mommy!" Pekiknya antusias, membuat Baekhyun memutar tubuh gempal itu menghadap padanya lalu mengecupi wajah bulat Jackson

"Baek, kau terlihat sangat mencemaskannya" Ujar Kyungsoo heran, melihat raut takut... vampire cantik itu.

"Tentu saja... Dia mencemaskannya, Jackson kerap menghilang tanpa sepengetahuanku" Sahut Luhan, seraya mengelus surai pirang bocah dalam dekapan Baekhyun itu..

"Dia aman bersama kami, kau tak perlu mencemaskannya... Kai menjaganya dengan sangat baik" Kyungsoo melirik Kai, membuat pemuda itu mengangguk cepat.

Sementara Baekhyun mendekap dan membelai putra kecilnya, Luhan terlihat menelisik ruangan Kai.

"Jackson tidak mengacaukan ruangan milikmu?"

"Tidak... Jackson bersikap manis di sini, bukankah begitu KAI?" ujar Kyungsoo sambil meremas kuat tangan Kai.

"A-Awh.. hahahaha Y-ya kau benar Jackson sangat manis, sangat-sangat maniiiiisssss!" Puji Kai, dalam hati merutuk. Bocah itu beberapa saat yang lalu hampir meremukkan kepalanya.

.

.

.

"AHH!"

Hingga tiba-tiba ketiganya dikejutkan dengan teriakan Baekhyun, tak pelak semua perhatian tertuju pada vampire cantik itu.

"Baek? ada apa? apa kau merasa sakit?" Panik Luhan seraya menangkup wajah Baekhyun. Ada yang berbeda... kedua mata Baekhyun terlihat terbelalak nanar, hingga Ia bisa melihat dengan jelas... air mata merembas darinya.

"Baek! sadarlah! Apa yang kau lihat?!" Seru Luhan lagi! tau benar... Baekhyun sepertinya tengah membaca masa depan.

"T-Tidak! Jangan Jackson! TIDAK!" racau Baekhyun, masih terbekap dalam kemampuan mata emerald miliknya.

"Jackson? Hei! Apa yang kau lihat? Sadarlah!" luhan berusaha mengguncang tubuh Baekhyun, namun meskipun mengguncangnya keras... Namja cantik itu tetap terbelenggu dalam pengelihatannya.

"BAEKHYUN!"

.

.

.

.


"Ah!... jadi inang itu benar-benar memberinya seorang Putra?" Wanita itu terkikik, sambil mengelus mawar merah dalam genggamannya.

Sepersekian detik ia menyeringai, hingga tiba-tiba ia meremas mawar merah itu dan menghentak meja di depannya.

"AKU MARAH! AAARHHH!"

Satu persatu jendela itu mulai pecah... berurai tajam, hingga siapapun yang mendekat, mungkin akan terluka karna serpihannya.

"Baiklah! aku sendiri yang akan pergi dan membunuhnya dengan tanganku sendiri!"

"NGRAK!"

Victoria beralih menangkap burung gagak yang mendekat, mencekiknya kuat hingga terdengar bunyi retak tulang yang remuk, bahkan mulai terlihat darah merembas deras dari tubuh gagak yang terjabik akibat cengkeraman kukunya.

"Lihat... apa yang bisa Putra tiriku lakukan setelah ini..., Chanyeol... tidakkah kau memang menunggu Ibumu ini hm? AHAHAHAHAHAHA!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

ToBeCont..

.

.

Next Chap

"Ahh... manisnya dirimu sayang... kemarilah, ambilkan buah itu untukku"

Jackson mengerjap, namun tetap megambil apel yang terjatuh itu lalu membawanya mendekati wanita cantik di depannya.

"Benar... mendekatlah, biar aku melihat wajahmu"

.

.

.

"Kau benar-benar seperti Ayahmu, Jackson..."

"Tapi sayang... kau terlalu lemah... AHAHAHAHA!"

.

.


Annyeooong...

Gloomy hadir lagi membawa Chapter 16 nyaa. Maaf typo bertebaran

Yay! Baby Jack sudah besar kay...

Ah ya... sempatkan untuk review, jika banyak yang merespond... Gloomy bakal update lanjutannya FF ini dulu :)

Invite IG Gloomy = gloomy_rosemary

Sekali lagi jangan lupa review, karna review chingu reader adalah semangat kami

Keep in touch...

Saraaaaanghaaaaaaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Untuk:

pla614, Deliscius, LyWoo, Asandra735, bublle106, Kitukie , Flowerinyou, chentongg, FyKim, tkxcxmrhmh, Diiss, IpahPyromaniac, Shengmin137, shereen park, chanox, restikadena90, myliveyou, derpwhiteboy, newBee3595, Aisyah1, SHINeexo, meliarisky7, Nikeisha Farras, Marshsamallow614, metroxylon, pla614, shinta614cbhs, blankyoss, EvieBeeL, MadeDyahD, Loey761, neniFanadicky, phenta, hnynb, ohbaekkie, bella , SuperSupreme61, totheyeolandbaek, Byunsilb, daebaektaeluv, suhoangels, noufbaybe91, chie-sa, chanbaek0104 , Incandescence7, baekpuppy04, Chanbaek769, chanbaeklmn, TanClouds, N, Riinnchan, AnggunBBH06, park ceye, Kerin , Tiara696, dwi yuliantipcy, dtafrscll614, bbysmurf, PinkuBlue614, ByunDita, byankai, bbhunyue, istiqomahpark01, Loey761, inchan88, CB046194, baeeki6104, Baeguncy, Park RinHyun-Uchiha, baekachu, veraparkhyun, Novi272, Kim Yeoja248, tutihandayani, cici fu, KolornyaEXO, WinaKim, princes23, vioveronika99, ambar istrinya suho, light195, byunnami, jieji2828, AbnormallyHuman, ryuuki queenza, clarahyun, TobenMongryong, baexot, Chogiwagurl, bblossom614, w04lf, baekkumaa, pongpongi, rubykaisoo, Abschanyeol, parkhaerin, Eun810, Hyunrin614, ChanBaekGAY, syrfh0461, luv110412, shinta614cbhs, Riinnchan, deasy alemande, byunniepie, Summer Mei, Park Yoo Ni, lailylala94, blueynana, UlfahPcy, arunaruna, chiisai20261, Chanbaekkie , haruka no hikari, chanbee, yousee, hananachan, Tiara, LightPhoenix614, CherryBlossom614, Baekbyyours614, YeolFanFan, danactebh, Reka Anggraini, AmyGAHF, phikhachu, intancheeks, Jusniati EXO-L , OhReoChanBaek, Panda Qingdao, shabrinaZ14, kim , rifkayusuf, prettyb , Rosehyun , park nagisa, AdisKMH, fansanakayam, NAi20, chanbaekssi, Dodio347, xiluhan74, lovechanbaek, bbhunyue, selepy, vegaap, jiwon , pcyxkt, indahsyuhadaa, alietha doll , buny puppy, baekbee , hosh10, Nimas736, bonchanbaek27, princes23, h jong, Pcsh, EXO Love EXO, kkimjonhin, Pikasabyun, baekbae, buny puppy, Namibaby , Meguri Yukiryuu, Retyass, AlexandraLexa, Chanrin Oh6104, Chanbaeknaena, angelinave, krisan23, blankyoss, byunlovely, ainuncho, baekkachu09, pcyxkt, Zeana Bee, Phanaa, indahsyuhadaa, Baekhyunne, bonchanbaek27, Chanchan, baby, vryeol, Ohluxeux, cute , LordLoey, kiara , firdaneahh, Dayang Rachel, 270492, dan All Guest

Thaanks sudah review

jangan lupa review lagi...

I Love Youuuuuuu