Main Cast : Chanyeol X Baekhyun
Other Cast : Kyuhyun, Sehun, Luhan, Kai, kyungsoo
Disclaimer : Cerita ini pure milik Gloomy Rosemary aka Cupid Kms
.
.
Previous Chapter
"AHH!"
Hingga tiba-tiba ketiganya dikejutkan dengan teriakan Baekhyun, tak pelak semua perhatian tertuju pada vampire cantik itu.
"Baek? ada apa? apa kau merasa sakit?" Panik Luhan seraya menangkup wajah Baekhyun. Ada yang berbeda... kedua mata Baekhyun terlihat terbelalak nanar, hingga Ia bisa melihat dengan jelas... air mata merembas darinya.
"Baek! sadarlah! Apa yang kau lihat?!" Seru Luhan lagi! tau benar... Baekhyun sepertinya tengah membaca masa depan.
"T-Tidak! Jangan Jackson! TIDAK!" racau Baekhyun, masih terbekap dalam kemampuan mata saphire miliknya.
"Jackson? Hei! Apa yang kau lihat? Sadarlah!" luhan berusaha mengguncang tubuh Baekhyun, namun meskipun mengguncangnya keras... Namja cantik itu tetap terbelenggu dalam pengelihatannya.
"BAEKHYUN!"
.
.
Chapter 17
Blood On A White Rose
ChanBaek
YAOI
FANFICTION
Gloomy Rosemary
.
.
.
"Baekhyun!"
Berulang kali Luhan mencoba memanggilnya, bahkan berulang kali pula Ia mengguncang tubuh ramping itu... berharap Baekhyun lekas tersadar. Tapi rupanya kemampuan itu lebih kuat menjeratnya, hingga perlahan mereka sadari tubuh Baekhyun mulai menggigil.
Apa yang salah?
Tidakkah Baekhyun tengah membaca kemampuan miliknya?
Tapi mengapa tubuhnya seakan menolaknya?
"Menjauh darinya!" Tiba-tiba Kai berteriak keras, menerjang demi mendekap Baekhyun. Lebih ingin melindungi Kyungsoo, karna Ia tak tau jika saja sesuatu yang buruk terjadi pada pendamping Raja Vampire itu.
"A-apa maksudmu?" Kyungsoo kembali ingin mendekat, namun Kai memberi isyarat keras untuk tetap menjauh, tak ingin sesuatu yang buruk mengancam janin yang kini dikandung Kyungsoo.
.
.
"M—mommy" Hingga panggilan lirih Jackson lekas mengalihkan perhatian Kyungsoo, ia menoleh ke belakang dan menatap iba pada Jackson yang memeluk tiang sambil sesekali melirik Baekhyun.
Ia putuskan untul melangkah mendekat demi merengkuhnya.
"Sshh.. kemarilah " Bisik Kyungsoo seraya mengangkat tubuh gempal itu.
"Mommy chakit?" Celoteh anak itu lagi, masih terus menatap lekat Baekhyun.
"Tidak... Baby" Tenang Kyungsoo, sambil membelai kepala anak itu agar bersandar daam dekapannya, lalu mencoba membawanya menjauh.
"Mo—mommy chakit?" Tapi anak itu kembali meronta ingin melihat ke belakang.
Ia tak tau, bagaimana untuk bersikap. Sementara... Ia sadari baby itu mulai terisak,dan meronta ingin mendekati Baekhyun.
"Jack dengar.." Bisik Kyungsoo, sambil menyentuh wajah bulat itu. "Biarkan Mommy tenang... Jack di sini saja mengerti?" Ucapnya, sembari melangkah ke sudut ranjang demi memangku baby itu, dan menutup kedua telinganya.
"Uncle Kai? Mommy cembuh?"
Kyungsoo tersenyum meng iyakan, meski tak terlalu lugas. Namun Ia sepenuhnya tau maksud vampire kecil itu
Jackson terlihat patuh, menyembunyikan diri dalam dekapan Kyungsoo dan berharap Baekhyun benar-benar lekas tenang.
.
.
.
"Baekhyun sadarlah.." Kai mencoba menekan telapak tangan yang mulai terasa kebas itu.
"MENJAUH! TIDAK! MENJAUH DARI PUTRAKU!"
namun yang terlihat Baekhyun kembali meracau histeris, seakan penglihatan itu benar-benar menghadapkannya pada putaran waktu yang cekam untuknya. Siapa yang Baekhyun lihat sebenarnya. jikapun itu musuh... bukankah mustahil, sejak penobatan itu... seharusnya tak ada ancaman lagi.
"Luhan.." Panggilnya kemudian, membuat Luhan yang memang sedari tadi menerka situasi, beralih menatap padanya.
"Gunakan telepatimu untuk memanggilnya"
"Tapi—
"Jika terlalu lama... ini akan berbahaya untuknya. Kita tau pasti, Baekhyun belum sepenuhnya menguasai kemampuan ini"
Sejenak Luhan menatap redup namja cantik itu, benar... tak ada yang lain yang bisa menawar situasi semacam ini. Kecuali Chanyeol
"Beri Dia ruang..."
Namun, ketiganya kembali dibuat terhenyak, begitu seorang Pria tinggi muncul dan melangkah mendekat.
Terlalu tenang...
Bahkan saat dirinya mengambil alih tubuh Baekhyun dari rengkuhan Kai, Pria itu tetap bertahan pada kharisma miliknya.
.
.
"Apa yang kau lihat?" Ujar Kyuhyun seraya menyentuh wajah Baekhyun, mencoba menyelami kemana kedua mata saphire itu menerawang dimensi lain.
Tubuhnya mungkin masih terkunci, seakan memang kekuatan yang besar itu mengambil alih sadarnya. Tapi... Baekhyun masih mendengar dengan baik.
"D-Dia datang" Lirihnya terbata. "Wa-wanita itu datang!" Tubuhnya gemetar, semakin la melihat di dalam sana semakin cekam pula Ia merasa takut.
"A—AHHH! WANITA ITU!" Baekhyun mendadak terlonjak, menangis keras kala sosok dalam pengelihatannya itu mulai menunjukkan isyarat yang lain.
"J-JANGAN!" Baekhyun menggeleng kasar. "JANGAN BAWA PUTRAKU! AHHHHH!"
.
.
"AAAHHHH!"
Semakin tak terkendali, Vampire cantik itu bisa saja hilang sadar jika Ia biarkan terlalu lama terbelenggu dalam kemampuan visualnya. Sekali lagi, Baekhyun belum sepenuhnya bisa mengendalikan kelebihannya.
Hingga tiba-tiba saja—
"Ngh~"
Kyuhyun terpaksa merapal mantra,dan namja mungil itu lunglai begitu saja dalam dekapannya.
Luhan tercengang. "P—Paman... Dia—
"Aku hanya membuatnya tertidur" Gumam Kyuhyun seraya mengangkat bridal tubuh mungil itu.
Sejenak Ia menatap lekat Baekhyun sebelum akhirnya menatap Jackson yang masih meringkuk dalam dekapan Kyungsoo. Semua ini berhubungan dengan cucu pertamanya. Entah apa tujuan wanita itu, hingga kini membidik Jackson, yang bahkan belum bisa menduga apapun.
"Paman tidak Pergi bersama Raja dan Pangeran Bungsu?" Luhan kembali mengekor langkahnya.
"Tidak..." Singkat Kyuhyun sambil mengulas senyum tipis. Ia memang merasakan firasat Baekhyun akan seperti ini sebelumnya, hingga Ia putuskan untuk menetap di puri dan membiarkan kedua putranya pergi pagi ini.
"Victoria.." Gumam Kyuhyun tiba-tiba.
"Jauhkan Jackson dari segala hal yang wanita itu sukai" Lanjutnya lagi, seakan memang mengerti dengan pasti, makna dari kemampuan visual Baekhyun.
.
.
"Aku akan memanggil Chanyeol untuk kembali" Ujarnya lagi sebelum akhirnya, menyentak teleportasi dan hilang bersama Baekhyun.
.
.
.
.
Semilir angin berhembus...
Mengibas tirai sutera, yang perlahan berkilau karna bias senja itu.
Terlihat menawan... kala sebagian berkas cahaya turut menelusup masuk.
Menerpa wajah, yang memang sedari tadi Ia nantikan untuk membuka mata.
Terlalu cantik...
Terlalu mempesona...
Bahkan hanya dengan melihatnya terpejam sedamai ini dan mendengar nafas halusnya... benar-benar membuatnya jatuh terpana.
"Dear.." Bisiknya seraya mencium mesra kening Baekhyun.
Tapi sepertinya, mantra Ayahnya terlalu lama membuat pendampingnya terlelap seperti ini.
"Buka matamu" Bisiknya, sebelum akhirnya mengikis jarak, lalu menyesap lembut bibir tipis itu.
Tak terlalu menuntut, hanya hisapan sekilas, dengan rapalan mantra di dalamnya.
Hingga—
GASP
Tubuh Baekhyun tersentak, bahkan perlahan namun pasti, kedua mata sapphire itu mulai terbuka. Dan menatap pias padanya
"Chan—yeol" Lirih Baekhyun, kala melihat Pria itu benar-benar nyata dilihatnya.
"Hn..."Gumam Chanyeol seraya meraih jemari lentik itu untuk diciumnya lama.
Tapi mendadak Baekhyun bangkit, dan memaksa ingin beranjak dari ranjangnya. "J-Jackson! Di mana Jackson!" Racaunya, berusaha menepis tangan Chanyeol.
"Dear—
"JACKSON! Aku ingin melihatnya! Biarkan aku melihat—
Baekhyun terdiam, begitu Chanyeol menghempas tubuhnya lalu memenjarakannya di ranjang.
.
"Sshh..." desis Chanyeol, seraya membelai wajah tirus itu... demi menenangkannya.
"Ba—by" Lirih Baekhyun, menatap pias Pria kekar itu. "Aku ingin melihatnya..." Pinta Baekhyun, meratap sesak.
Pria itu hanya menghela nafas pelan, lalu mengulas senyum tipis kala menatap lekat kedua mata birunya.
Ya.. Kedua mata yang sempat membuat Baekhyun merasa secekam ini.
"Jackson tertidur di kamarnya" Bisik Chanyeol, sembari menyematkan kancing kemeja Baekhyun yang terbuka. "Tenangkan dirimu.." Lanjutnya lagi, kali ini dengan mengangkat tubuh mungil itu lalu membuatnya bersandar nyaman di kepala ranjangnya.
"Benarkah?"
Pria itu kembali mengulas senyum, sepersekian detik berikutnya ia menjentikkan jari... detik itu pula pintu kamar Jackson terbuka,
dan di sanalah Baekhyun melihat Putra kecilnya benar-benar terlelap pulas.
.
.
Baekhyun tertegun...
Nuraninya seakan memintanya untuk bangkit, dan mencoba melangkah mendekati buah hatinya.
Meski nyatanya, Baekhyun begitu tertatih... akibat pening di kepalanya.
.
.
"Baby..." Bisiknya lirih, begitu menyentuh wajah putra kecilnya.
Lama Baekhyun memandang bocah mungil itu, sebelum akhirnya merunduk lalu mencium pipi bulatnya, sadari, betapa Ia bersyukur melihat Jackson terlelap semanis ini.
"Tak ada yang perlu kau takutkan..." Chanyeol membelai punggung Baekhyun. "Karna aku bersamamu... Dear" Lanjutnya lagi
Baekhyun tau, sebagian dari hatinya masih terasa berat. Namun perhatian dan sikap Pria itu, sedikit banyak mengalihkan resahnya.
Membuatnya beralih bangkit untuk memutar tubuh lalu melingkarkan kedua lengannya di perut Penguasa Vampire itu.
"Tetaplah seperti ini" Lirih Baekhyun. membuat Raja Vampire itu mengernyit namun tetap membelai tubuh yang mulai begetar dalam dekapannya.
"Jangan tinggalkan diriku dan Jackson... Aku melihat wanita itu, jangan biarkan Dia mengambil Jackson" Gumam Baekhyun lagi, tak peduli jika ini berlebih. Tapi rasa takutnya bukan main lagi.
Penguasa Vampire itu diam tertegun, tubuh Baekhyun kembali gemetar tiap kali mengungkap penggalan dari penglihatannya.
Perlahan, Chanyeol menyentuh dagu Baekhyun, sedikit mengangkatnya hingga wajah pias itu benar-benar menatap padanya.
Masih saja... terlalu indah, sepasang manik sapphire yang terlihat sendu itu, benar-benar mempesona... meski, bertapis air mata sekalipun.
Ia memiringkan kepala, merunduk demi meraih bibir ranum Baekhyun. lengan kekarnya mulai melingkar di punggung dan pinggul Vampire cantik itu, membawanya dalam sebuah pagutan demi menyiratkan kata 'maaf' yang belum sempat terucap darinya.
"Mmh.."
.
.
.
"Nnn~" Lirih Baekhyun begitu Chanyeol menyesap kuat bibir atasnya, sebagai puncak dari pagutan manis itu.
Baekhyun yang masih terengah kala itu, lekas bersandar di dada Chanyeol, memejamkan mata berusaha demi menghirup aroma maskulin dari tubuh kekar itu, hingga perlahan Ia benar-benar bernafas tenang karenanya.
.
.
"Dia seperti dirimu" Tiba-tiba Baekhyun tertawa kecil, membuat Chanyeol mengernyit namun begitu mengikuti pandangan Baekhyun, barulah Ia tersenyum.
"Mata... hidung... bahkan bibir sekalipun, Baby seperti dirimu" Gumam Baekhyun lagi, tak jemu mengulas paras buah hatinya
"Karena aku Ayahnya" Bisik Chanyeol, turut memandangi Putra kecilnya yang masih terlelep di sana.
Baekhyun mengangguk antusias, ini benar-benar terasa hangat untuknya, meski nyatanya udara malam di luar cukuplah dingin untuk membekukan embun sekalipun.
"Jackson memiliki sebagian dari kekuatanku"
Baekhyun mengerjap, lalu menengadah ke atas untuk menatap Chanyeol.
"Dia anak yang kuat.." Ujar Chanyeol lagi,lebih untuk meyakinkan Baekhyun. Berharap, Vampire cantik itu tak lagi merasa cekam seperti sebelumnya.
Semestinya Ia meraih semua ucapan itu, sebagai bisikan yang menenangkan untuknya. Tapi entahlah, Baekhyun merasa lain dengan firasatnya kali ini. Meski berulang kali mencoba menepis.. tapi tetap saja, ada rasa takut di sana. Dan tak berharap dirinya dan Chanyeol lengah untuk menjaga Jackson.
Itu bukan hanya sekedar penggalan dari mimpi buruknya, hadirnya wanita itu tentu menyiratkan arti lain di sini.
Hingga tiba-tiba saja—
'HUPP'
"AH!" Baekhyun memekik terkejut begitu tubuhnya tiba-tiba terangkat. dan begitu membuka mata, barulah Ia sadari dirinya kini berada dalam rengkuhan bridal Pria kekar itu.
"Kau memikirkan yang lain" Chanyeol menyeringai sebelum akhirnya melesat, menyentak teleportasi.
Lalu pintu kamar Jackson tertutup secara magis...
.
.
.
"NGH!" Pekik Baekhyun nyeri, sembari meremas kuat cover bednya... Kala Chanyeol benar-benar mengerat kulit lehernya. Bahkan bisa Baekhyun rasakan, darah mulai merembas darinya.
"A—ahht!" Rintihnya lagi, namun Ia tetap memiringkan kepala... sama sekali tidak mencoba untuk menghentikannya, Baekhyun terlihat pasrah memberi sekat lebih untuk Penguasa Vampire itu menyesap sebagian darahnya.
"Tsk.." Di sela hisapan itu, Chanyeol menyeringai puas. Menikmati bagaimana aroma ranum yang masih tersesap.. melebur bersama tatapan sayu pendamping cantiknya. Ini benar-benar hebat untuknya, meski Baekhyun telah berubah menjadi Vampire seutuhnya, namun darahnya tetap tercecap semanis ini.
"Hh—akh!" Baekhyun terbelalak lebar, merasakan taring itu semakin dalam menusuk pangkal lehernya.
Tapi.. Baekhyun tak akan mengelak semua ini, Ia sepenuhnya tau... Chanyeol yang memilihnya sebagai pendamping dari dunia manusia, tentu.. sampai kapanpun Chanyeol hanya meminum darah darinya. Meski dirinya bukan manusia lagi. Karena itu yang berlaku di alam ini, jika ingin kekuatan Pria itu tetap murni.
"J-jangan berhenti!" Sergah baekhyun, begitu sadar Raja Vampire itu perlahan menarik taringnya.
"I-itu belum cu—kup untukmu" Kali ini, Baekhyun membelai surai perak itu. Sedikit menekannya, hingga taring yang sempat tertarik kembali menusuk telak lehernya.
"H—Ahtt!"
Tak masalah dengan rasa sakit semacam ini. Baekhyun merasa ... itu tak seberapa dengan perasaannya untuk Chanyeol.
"Mi—numlah lagi" Bisiknya kembali membelai kepala Chanyeol, yang kini semakin rakus menghisap darahnya.
.
.
Lama Ia menindih tubuh mungil itu..
Menyesap tanpa henti, darah serasa candu manis untuknya. Entah berapa lama Ia menghisapnya,Chanyeol hanya merasa tubuhnya benar-benar ringan, bahkan Ia bisa rasakan magisnya mengalir kuat.
Rasa yang sama... tiap kali Ia menghisap darah Baekhyun, dan hanya satu-satunya darah untuknya.
Sejenak Ia menengadah sambil mendesis... menikmati tetes darah yang masih tersisa di sudut bibir yang semakin merah itu.
Hingga Ia mendapatkan kembali kesadarannya, Chanyeol beralih merunduk demi menatap Pendamping cantiknya.
Tapi hanya tubuh terkulai lemas penuh dengan rembasan darah yang dilihatnya...
"Dear.." Panggilnya, seraya menyentuh wajah Baekhyun.
Tak ada sahutan, selain wajah memaling lunglai ke samping.
Rupanya ia terlalu berlebih kali ini..
Hingga lepas kendali dan membuat Baekhyun pingsan seperti ini.
Raja Vampire itu mulai mengulas smirk, bukan sekali atau bahkan dua kali dirinya mendapati Baekhyun tak sadarkan diri.
Bahkan berkali-kali ia melihat namja mungil itu terkulai tiap saat dirinya menghisap darahnya.
Ia beralih sedikit mengangkat tubuh Baekhyun, hingga bersandar di kepala ranjangnya.
.
.
.
"Beautiful" bisik Chanyeol, kala meraih jemari lentik itu lalu memandangi wajah Baekhyun yang masih terpejam.
Seakan tak jemu memandanginya, Raja Vampire itu mulai mengangkat sebelah tangan untuk membelai wajah Baekhyun.
Sejatinya cukup mudah menyadarkan Baekhyun,
hanya dengan magis atau bahkan asupan darah segar ... pendampingnya akan lekas membuka mata.
Tapi rasanya... Ia hanya ingin melihat Baekhyun terpejam ... membiarkan namja cantik itu beristirahat atau bahkan melupakan sejenak rasa takut yang banyak menguras tenaganya.
.
.
.
Esoknya
Berkas mentari perlahan menembus kabut tebal di luar sana...
Sebagian tak berhasil menulusup hingga menciptakan, temaram redup di antara pepohonan pinus.
Lembabnya udara berbaur dengan angin pagi...
membuat setiap jendela berembun... bahkan samar terlihat menetes menciptakan jejak air.
.
.
"Ngh~.."
Samar terdengar, lenguhan Baekhyun.
Membuat Pria yang memang sedari tadi terjaga untuk menyiapkan santap pagi pendampingnya, beralih mendekat... lalu menyentuh wajah terpejam resah itu.
"Bangunlah" Bisiknya, kala menyingkirkan sebagian anak rambut yang menjuntai di sekitar wajah Baekhyun.
"J—Jackson"
Tapi sepertinya... bunga tidur itu terlalu lekat, menjerat namja cantiknya. Tak perlu dilugaskan pun ia tau, dari raut tak tenang itu.. Baekhyun tengah melihat mimpi buruk di dalamnya.
Membuatnya beralih menatap rangkaian mawar putih yang tertata di meja, bunga ... yang memang Ia bawa hanya untuk Baekhyun.
Memetik satu kelopak darinya, sebelum akhirnya... menggigitnya untuk dibawanya mendekati bibir Baekhyun.
Lama... Raja Vampire itu memandangi wajah terpejam Baekhyun. Semakin Ia menatapnya.. semakin lekat pula, Ia ingin melakukan hal yang lebih padanya.
Hingga perlahan namun pasti, Penguasa Vampire itu semakin mengikis jarak. Sedikit mengangkat tengkuk namja mungilnya hingga menengadah... lalu menyisipkan kelopak mawar di belahan ranum itu, dengan bibirnya.
Menjilatnya perlahan... hingga dipastikan kelopak mawar itu basah di sela bibir pendampingnya.
Kembali Ia rasakan desir berbeda dalam dirinya, kala melihat Baekhyun terbaring tanpa perlawanan seperti ini.
Sedikit merapal mantra kala menciumi wajah Baekhyun ... lalu—
Kedua mata biru itu benar-benar terbuka, dan mengerjap polos di bawahnya.
Chanyeol menyeringai, kembali membawa wajahnya mendekat untuk menjilat seduktif .. dagu namja cantik itu.
Tak peduli, Baekhyun masih mengerjap polos. sepersekian detik mencoba menarik sadarnya paska terbangun dari rapalan mantra itu.
Tapi Ia merasa ada yang berbeda...
Hingga Baekhyun sadari, sesuatu yang basah di sela bibirnya.
"Mn?" Gumamnya, sambil mencoba bangkit untuk mengambil benda itu.
Namun tertahan, begitu Chanyeol kembali membuatnya berbaring, bahkan melumat basah bibirnya.
Seakan benar-benar ingin membuat kelopak mawar di antara bibir keduanya itu leleh bersama ciumannya.
"Mffh—Mmph"
Baekhyun yang belum sepenuhnya tersadar dari lelapnya , semula memang berontak mendapat pagutan mendadak, namun begitu menghirup aroma pinus dan sentuhan hangat itu. Baekhyun lekas mengalungkan kedua lengan rampingnya di leher Chanyeol.
Bahkan, namja cantik itu mulai beralih memiringkan kepala... memberi sekat lebih untuk Chanyeol, melumat mesra bibirnya.
"Mhm~ Nnnh"
.
.
Chupp
Satu kecupan kecil, mendarat di bibir atasnya. Sebelum akhirnya, Penguasa Vampire itu menyudahi pagutannya.
"Nightmare... hn?" Bisik Chanyeol, seraya menyeka sisa saliva di sudut bibir Baekhyun.
Namja mungil itu tak menjawab, selain mengerjapkan mata ... merasa asing dengan sesuatu dalam mulutnya, hingga membuat Baekhyun menjulurkan lidah kecilnya.
Menunjukkan petal mawar yang memang sedari tadi tertahan dalam ciuman keduanya.
Chanyeol terkekeh pelan, sadari dirinya nyaris hanyut dalam nafsu yang lain melihat Baekhyun terlalu menggemaskan seperti ini.
Chanyeol beralih mendekat, lalu mengambil petal mawar itu dengan bibirnya.
Tentu... membuat Baekhyun membulatkan mata terkejut saat melihatnya.
"Mawar?" Pekiknya sambil menutup bibir.
"Aku hanya ingin bermain dengan bibirmu" Bisiknya sambil beringsut ke atas ranjang,berbaring dan memeluk perut Baekhyun
Baekhyun mengernyit, terlalu tak biasa mendengar Raja itu bicara demikian. Terlebih... Pria itu benar-benar bersikap kekanakan di sini.
.
.
"Semalam aku tertidur?" Gumam Baekhyun sambil membelai surai keperakan dari Pria yang kini menyandarkan kepala di pangkuannya. baekhyun mengingatnya... semalam Ia membiarkan Pria itu menghisap darahnya.
Chanyeol terkekeh, kembali membuka mata untuk menyentuh dagu Baekhyun.
"Kau pingsan.." Ucap Raja Vampire itu, masih menatap teduh ke atas... mengaggumi betapa cantik paras yang baru terbangun dari tidurnya itu.
Cara bicara itu, membuatnya lekas memalingkan wajah tersipu... entahlah, meski kerap kali ia melewatkan harinya bersama Chanyeol. Debaran itu selalu ada... bahkan semakin menguat setiap harinya.
"Tck.." Chanyeol berdecak, menarik tengkuk Baekhyun hingga namja cantik itu merunduk ke arahnya, lalu—
Chupp
Dua bibir itu kembali menyatu, Baekhyun sempat berejengit... namun perlahan Ia sadari, sebentuk perasaan mulai mengalir dari ciuman kali ini, membuatnya turut menggerakkan bibirnya, menghisap... bahkan sesekali mengeluarkan lidahnya, dan membiarkan Pria itu mendominasi cumbuannya.
"Mnh~ nghh"
Raja Vampire itu, semakin terhanyut dalam sentuhannya,seakan tak cukup dengan hanya mencumbu bibir mungil itu, Ia beralih bangkit lalu menghempas tubuh Baekhyun ke ranjang.
Menyusupkan kedua tangannya di balik kemeja Baekhyun, merabanya hingga kemeja itu turut tersingkap ke atas.
.
.
"Nn~Ahhh" Desah Baekhyun dengan kepala menengadah, rasakan bagaimana setiap jemari besar itu mulai meruam perut dan dadanya.
Chanyeol mengerang tertahan, demi apapun itu... Baekhyun benar-benar menggoda pagi ini, hingga Ia benar-benar merasa ingin melihat Baekhyun menangis dan menjerit nikmat di bawahnya.
Satu gerakan dominan, dan Ia benar-benar menguasai bibir yang telah merah merekah itu.
"Mgffhh—
.
.
.
"Moommy... Daaddy"
GASP
Baekhyun terbelalak, lalu secepat mungkin mendorong dada Chanyeol agar melepas pagutannya.
"B—Babby" Panggil Baekhyun sambil menoleh, begitu berhasil mencuri sekat. Dan di ujung pintu itu, Ia melihat Putra kecilnya terlihat menggemaskan dengan piyama yang kebesaran itu.
Jackson menguap kecil, namun tetap memaksa membawa langkahnya... bahkan berlari menuju ranjang kedua orang tuanya.
.
.
"Mengapa bangun sepagi ini hm?" Ujar Baekhyun sembari membawa tubuh gempal itu ke atas pangkuannya.
Sementara Chanyeol lebih memilih beranjak bangkit lalu menjentikkan jari.. dan semua tirai sutera itu tersingkap dengan cepatnya... membiarkan sepoi angin pagi berhembus masuk ke dalam.
.
.
Jackson kembali menguap, sebenarnya memang bukan waktu untuk baby mungil itu terbangun. Tapi entahlah... mungkin anak itu terlalu merindukan Baekhyun.
"Daaddy.." Jackson mulai melirik Ayahnya, yang masih berkutat dengan ruangan megah itu."Kich Mommy" Lanjut Baby itu lagi sambil menyentuh bibir Baekhyun.
Tak pelak, membuat Baekhyun terhenyak bahkan mulai menatap tajam suaminya di seberang.
Ini terjadi lagi...
Bagaimana mungkin dirinya selengah ini, dan membiarkan Putra kecilnya kembali melihat suatu yang tak sepantasnya dilihat untuk anak seusianya.
"Njackk kich Mommy" baby mungil itu mulai bangkit berdiri, menangkup wajah Baekhyun. Lalu mencoba menempelkan bibirnya di bibir Baekhyun. Meniru persis... seperti apa yang Ayahnya lakukan pada sosok cantik itu.
Chupp
"Mommy... kich" Celoteh baby itu lagi, mengerucutkan bibir kecilnya hingga terpout lucu lalu kembali mengecup bibir Baekhyun bertubi-tubi.
Semula, Baekhyun memang mendelik Chanyeol tajam. Tapi melihat bagaimana baby itu bertingkah selucu ini, lekas menbuatnya tertawa bahkan mulai membawa tubuh Jackson ke atas ranjang lalu menggelitik perut bulatnya.
"Aahahhahah Moom.. myyy" Baby itu mulai terpingkal geli, berguling ke kanan dan ke kiri, lalu kembali tertawa kecil.
Hingga cerahnya tawa itu, membawa langkah Chanyeol untuk mendekat. samar... terlihat senyum darinya.
Senyum yang sama sekali tak pernah terlihat dari sosok penguasa itu,
tidak..
Sebelum dirinya bertemu dengan Baekhyun, dan memiliki seorang Putra semanis itu.
"Daadyy! ahahaha" Jackson yang melihat Chanyeol, mulai mengangkat kedua tangannya. Sambil terpingkal karna geli Ia mencoba meminta sang Ayah untuk menolongnya.
"Daaddy! Daaddy.."
Tersambut untuknya, Chanyeol meraih cepat tubuhnya.. lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas.
Membuat tawa menggemaskan yang lain dari baby yang belum genap berusia 3 tahun itu.
.
.
"Uwaa~ ahahaha"
"Kau menyukainya Jack?" kekeh Chanyeol kembali mengangkat tubuh Jackson ke atas.
Semakin tinggi Chanyeol mengangkatnya, semakin antusias pula Jackson tertawa girang.
Terpingkal riang, tiap kali surai pirang kecokelatan miliknya itu... terkibas naik turun.
.
.
Terasa manis untuknya...
Melihat bagaimana Pria itu dan buah hatinya tertawa sehangat ini.
Baekhyun tak pernah menduga, jika semua ini... pernah menjadi angan mustahil untuknya.
Tapi kini... senyum Chanyeol benar-benar nyata, dan Ia merengkuh semua kebahagiannya di sini.
Baekhyun beralih bangkit, menarik sebuah blanket untuk di bawanya mendekati Penguasa Vampire itu.
.
.
"Tidakkah kau merasa kedinginan?" Ujar Baekhyun seraya meletakkan blanket tebal itu untuk menutupi punggung Chanyeol.
Pria itu tersenyum, beralih membelai punggung Jackson yang mulai menggelayut di pundaknya karna mengantuk.
"Kau yang seharusnya mengenakannya" Bisiknya, sambil mencuri kecupan di pipi Baekhyun.
Baekhyun menunduk tersipu, meski demikian Ia tetap mencoba meraih lengan Chanyeol lalu merangkulnya. Menyandarkan kepala di lengan kekar itu, untuk menatap matahari di luar sana yang mulai menunjukkan semu keemasan miliknya.
Tanpa mengenakan blanket ataupun kain penghangat lainnya, ini sudah terlalu hangat untuknya.
"Aku menyukai pagi ini.." Namja mungil itu menengadah untuk menatap wajah Chanyeol. "Bersamamu.." Lanjutnya, sambil memejamkan mata.
.
.
"Beri aku ciumanmu"
Hingga tiba-tiba, detik yang tenang itu berangsur menjadi debaran untuknya.
Baekhyun mengerjap, menatap tak mengerti pada Pria yang kini mulai menatapnya intens.
"Kita berhenti ... sebelum sempat memulainya" Bisik Chanyeol lagi, menarik ulur kegiatan keduanya yang sempat tersendat karna kehadiran buah hati keduanya.
"Tapi Jack—
"Anak ini sudah tertidur... lihatlah" Sergah Chanyeol sembari menujukkanan, Jackson yang telah terlelap pulas dan meringkuk bulat dalam rengkuhan sang Ayah.
Sejenak Baekhyun terpana, melihat betapa tenang wajah mungil Jackson... hingga genggaman tangan Chanyeol membuatnya lekas tersadar.
"Cepatlah.." Gumam Chanyeol lagi sambil merunduk ingin mendekati wajahnya.
"Baringkan Jackson di kamarnya terlebih dahulu" Protes Baekhyun, mengelak... dan memaksa Pria itu melangkah menuju kamar putra kecilnya.
.
.
Perlahan... Raja Vampire itu membaringkan tubuh Jackson di ranjangnya, tentunya sesuai permintaan Baekhyun. Namun dalam diam, Ia mulai melirik penuh isyarat.
Akan lebih baik, jika membuat Jackson terlelap pulas dan terbangun petang nanti.
itu akan membuatnya leluasa menyentuh Baekhyun.
Tanpa sepengetahuan Baekhyun, Ia mulai merapal mantra ... hingga dipastikan Putranya terlelap cukup lama kali ini.
.
.
.
"Dear.." Panggil Chanyeol, seraya memeluk perut Baekhyun dari belakang lalu menumpukan dagunya di pundak sempit itu.
Baekhyun hanya tersenyum, tetap melanjutkan kegiatannya merangkai bebarapa mawar putih... yang Chanyeol bawa sebelumnya.
"Jackson benar-benar tertidur?"
"Hn.."
Namja cantik itu beralih menghirup mawar putih miliknya, lalu mengulas senyum. "Kau selalu membawa bunga seindah ini... dari mana mendapatkannya?" Gumamnya, tak jemu membelai petal mawar itu.
"Kau ingin tau?" Chanyeol mengecup pelan tengkuk Baekhyun.
"Uhm.. tentu saja, bawa aku ke sana jika—Akh!"
Baekhyun sedikit berjengit, begitu duri mengenai telunjuknya tanpa disengaja. Hingga membuat bercak darah mengenai mawar putihnya
"Berhati-hatilah.." Ujar Chanyeol seraya meraih jari itu, untuk disesapnya.
Sepersekian detik, Baekhyun terbelalak lebar..
entah dari mana datangnya, sempat ia melihat sekelebat wajah wanita itu menyeringai lebar.
"Dear.." Panggil Chanyeol begitu menyadari ada yang berbeda dari raut Baekhyun.
Merasa tak mendapat respon, Chanyeol beralih menangkup wajahnya... dan menatapnya lekat. "Apa yang kau lihat sebenarnya?" Tekannya.
Membuat Baekhyun tersadar lalu terengah..
Tatapannya terlihat tak tentu, bahkan begitu nanar. Membuatnya kembali meraih wajah panik itu, dan membuatnya agar bersandar di dadanya.
"D-dia.. Apa yang wanita itu inginkan sebenarnya?"
Chanyeol menyipitkan mata. Ia tau... Baekhyun kembali melihat siluet Victoria dalam penglihatannya.
Masih samar untuknya, mengapa wanita itu kembali muncul dan menghantui Baekhyun seperti ini.
Entah wanita itu ingin menuntut balas..
ataukah kembali ingin melanjutkan keinginannya merebut tahta yang kini berada dalam genggamannya.
Tapi satu yang pasti
Ia tak akan membiarkannya menyentuh Baekhyun dan Jackson, selama Ia berpijak di alam ini.
.
.
.
"H—hari ini, jangan pergi kemanapun... tetaplah di sini" Baekhyun beralih memeluk erat perut Chanyeol. "Ku mohon" Pintanya lagi, tak akan tenang sebelum pria itu mengatakan kata 'Ya' untuknya.
Chanyeol menghela nafas pelan, sedikit mengusap kedua lengan ramping itu... sebelum akhirnya menautkan jemari keduanya dan memberinya genggaman menenangkan.
"Hn.. Aku bersamamu sepanjang hari ini" Bisiknya mencoba menenangkan.
Tak masalah untuknya, dengan kekuatan yang dimilikinya... Ia sejatinya mampu mengendalikan alam ini dengan magis. Bahkan menerawang setiap hal yang terjadi di wilayah kekuasaanya tanpa terkecuali.
"Tenanglah..." Bisiknya lagi, mendekap tubuh mungil itu penuh perlindungan.
.
.
.
"A-aku ingin menutup semua jendela" Baekhyun melepas pelukan itu, lalu begitu tergesa ingin segera menutup semua celah yang ada. Seakan... wanita yang sempat dilihatnya itu, terus menerus menghantuinya.
"Dear—
"Aku tak ingin dia kemari, aku tak ingin dia membawa Jackson! Tidak.."
Racau Baekhyun, tak ingin mendengar apapun. Dan tetap melakukan semua yang dianggapnya benar.
.
.
.
"Y-Yang Mulia, anda tak perlu melakukan ini" Pinta seorang pelayan, berusaha menahan Baekhyun untuk tak menutup jendela itu seorang diri.
Baekhyun terengah...
Masih diambang rasa panik dan takut miliknya. Tak akan tenang sampai Ia pastikan sendiri, tempat ini benar-benar aman.
"J-Jangan biarkan Dia masuk"
"Yang Mulia... anda baik-baik saja?"
Vampire cantik itu kembali menatap tak tentu, entah bagaimana Ia harus bersikap. tapi Baekhyun benar-benar takut.
"Yang Mulia... sepertinya anda sedang panik"
"..." Baekhyun terdiam, masih menatap tak tentu
Membuat pelayan berpenampilan butler itu tersenyum ramah. "Dengan berendam ... akan mengurangi rasa panik Yang Mulia"
baekhyun menatap heran.
"Hamba akan menyiapkan air hangat.. beserta bunga camelia untuk Yang Mulia" Ujar pelayan itu lagi, sebelum akhirnya memohon diri.
"T-Tunggu—
"Dia benar.."
Baekhyun terdiam, begitu Chanyeol tiba-tiba muncul tepat di hadapannya. Sedari tadi Ia memang mengawasi Baekhyun, membiarkan namja cantik itu melakukan apapun hingga membuatnya merasa tenang.
"Semua di puri ini, bahkan alam ini sekalipun... menjagamu. Berhentilah merasa cemas seperti ini" Chanyeol meraih wajah Baekhyun, untuk di belainya selembut mungkin.
Baekhyun memejamkan mata getir. "Tapi mengapa Wanita itu selalu muncul"
Membuat Chanyeol menghela nafas pelan, untuk kembali memeluknya
"Aku tak ingin melihatnya!" Namja mungil itu mulai menggeleng kasar, bahkan mencengkeram erat lengan Chanyeol.
"Dia tak akan bernyali menyentuhmu"
Hingga seorang pelayan kembali hadir, meringkan langkah Chanyeol untuk membawa Baekhyun menuju tempat... di mana Baekhyun, mungkin bisa sedikit lebih nyaman.
.
.
Kepulan asap hangat berbaur dengan aroma camelia dari air tak berbuih, memberi aliran tersendiri untuk Baekhyun yang kini bersandar di dada Chanyeol dan mulai memejamkan kedua matanya
Tempatnya begitu megah...
Terisolasi dari siapapun, karna memang kolam ini hanya milik sang Raja.
"Kau menikmatinya?" Bisik Chanyeol, melirik pendamping mungilnya yang masih membelakanginya dan bersandar nyaman di dadanya.
"Mm.." Baekhyun menggumam kecil, sedikit membuka matanya untuk menatap kabut hangat di sekitar keduanya.
"Aku baru melihat tempat ini..." Gumamnya lagi.
Chanyeol mengulas smirk, beralih mengangkat sebelah tangan Baekhyun lalu mencium jemarinya lama.
"Jika kau menyukainya, aku akan membuat tempat yang lebih besar dari ini, untukmu" Bisiknya sambil membelai surai pirang Baekhyun yang mulai terlihat kebas.
Vampire cantik itu tertawa pelan. "Tidak.." Lirihnya seraya memutar tubuh untuk menatap Chanyeol. "Aku tidak menginginkannya..."
Chanyeol mengernyit. "Apapun akan kuberikan untukmu... semua yang kau inginkan Dear"
Baekhyun kembali mengulas senyum, lalu menangkup wajah berahang tegas itu. Kembali ia sadari.. betapa Pria itu mencintainya.
"Tanpa harus ku katakan, kau tentu tau... apa yang selalu kuinginkan darimu" Bisik Baekhyun sembari membawa wajah Pria itu mendekat, sejenak menatap kedua mata ambernya lalu menyesap bibir bawahnya.
Membiarkan semuanya mengalir...
Baik lenguhannya...
Atau bahkan, kedua tangan yang kini mulai bergerak meruam tubuh polosnya.
.
.
.
"Nn~ ah!" baekhyun menengadah dengan mata terpejam, sesekali menggigil nikmat... tiap kali lidah itu menjilati garis lehernya.. lalu berakhir di telinganya.
Semerbak camelia, membuat segalanya terasa memabukkan untuknya.
Seakan melayang... dan memenuhi dirinya dengan sentuhan-sentuhan penuh candu milik Penguasa vampire itu.
"Kiss me.." engah Baekhyun, menatap sendu. Membuat Pria yang tengah mencumbu rahang dan lehernya itu, beralih cepat menyergap bibir basahnya.
Menekan dagunya kebawah, hingga bibir mungil itu terbuka.
"Nghh!" Baekhyun terbelalak, sadari... lidah pria itu benar-benar menyeruak ke dalam.
"Ng~ Ahngg"
Tak banyak yang baekhyun tau tentang cumbuan basah itu, ia hanya rasakan... sesuatu mencoba menusuk analnya di bawah sana.
.
.
"Hng!...Ngh!" Paniknya sambil menepuk-nepuk bahu Chanyeol, mencoba untuk melepaskan diri. Bukan pada jari yang menusuk lubang analnya, tapi lebih pada air yang perlahan merembas masuk.
Suhu yang tinggi itu...
Membuat rongga perutnya seakan tersengat begitu saja.
"Dear.." Bisik Pria itu di sela pagutannya, beralih mengangkat pinggul Baekhyun hingga namja cantik itu terduduk di pangkuannya. Tanpa menghentikan gerakkan ke dua jarinya,
"NGHHH!" Baekhyun terlonjak, begitu jari yang sedari tadi menyeruak dalam rektumnya itu, mulai menekan sweetspoot miliknya.
Ia mengulas seringai tajam, kala kembali membawa namja cantik itu ke dalam lumatan bibirnya.
Menahan Baekhyun yang terus menerus menjerit tertahan di bawah cumbuan oralnya.
.
.
.
.
"Rileks Dear.." Bisik Chanyeol, begitu mengangkat pinggul Baekhyun agar terangkat dari air dan menungging.
"Nnn~" Sambil menggigit bibir bawahnya, Baekhyun mulai menengadah. Begitu tangan Pria itu meraba pahanya, lalu meremas-remas pantatnya.
Membuat kulit putih itu terlihat memerah... akibat ruaman tangannya.
Lama Ia menatapnya lekat, lekuk tubuh penuh kilap air... dan desahan Baekhyun yang terdengar menggema itu. Membuat nafsunya kian menggila... hingga semua tergerak atas birahi miliknya.
Memposisikan penis besar itu tepat di bibir rektum Baekhyun, sedikit menggeseknya. Lalu—
BLESHH
"A—AHHHAAHHT!"
Ia mendorongnya masuk dalam sekali hentak, tak pelak membuat tubuh mungil itu melengkung... bahkan begitu gemetar menumpu kedua tangannya di tepian kolam.
"Ssshh.." Desis Chanyeol, memberi kecupan –kecupan kecil di sekitar punggung Baekhyun, mencoba membuatnya rileks.
Tapi semakin lama Ia menunggu, semakin ketat pula rektum itu menjepit penisnya.
Hingga Pria itu memilih menarik setengah penisnya, tak peduli Baekhyun menggeleng nyeri...
Dan kembali mendorongnya kuat, membuat namja mungil itu terhentak ke depan
"AGHH!"
"Lemaskan tubuhmu..." Bisiknya lagi sambil mengulum telinga kanan Baekhyun, sementara Ia tak menghentikan hentakkan genitalnya.
Membuat tubuh jauh lebih kecil darinya itu kembali terhentak dan menjerit parau.
"Aht! HAAAH! S—stop!" Jerit Baekhyun, belum terbiasa dengan ukuran yang sebenarnya Ia takutkan saat berhubungan intim seperti ini.
"Ah! hks.. S-Stoop it! NNH!"
Mendengar isakkan lirih itu, lekas membuat Chanyeol memberi jeda... menatap sendu pada tubuh yang terengah hebat di bawahnya.
"Sakit hn?" Gumam Chanyeol, sambil meremas-remas nipple Baekhyun. Kembali mencoba menyamarkan rintihan Baekhyun.
Vampire cantik itu menggeleng. Sambil memegangi perutnya. "T—tidak.. hh.. hh" jawabnya sambil terengah.
"T-tapi ini terlalu da—lam... nnh, a-aku merasa aneh ngh!" Lirihya terbata, masih dengan memegangi perutnya sendiri.
Chanyeol menyeringai, sadar.. pendampingnya yang tak terbiasa dengan posisi semacam ini.
Tak ingin menunggu waktu lebih, Ia kembali menggerakkan penisnya keluar masuk.
Tak peduli Baekhyun terbelalak, dan kembali menjerit panik.
"NO! AAHH! Ahtt! Nghhhah!"
.
.
"M—more! Gimme moreh! AHN! AHH!"
.
.
"NNNN~!" Bekhyun mengepalkan tangan kuat begitu rasakan sesuatu yang panas menyembur kuat di dalam perutnya.
Lebih dari lima kali Ia menyentak klimaks, membuat tubuhnya melunglai payah... bahkan tak sanggup untuk sekedar merintih.
"Love You Dear.." Bisik Chanyeol seraya mengecupi pundak yang penuh dengan bekas Hickey miliknya.
Sejenak memberinya jeda untuk mengatur nafas, sebelum akhirnya mengcengkeram paha Baekhyun lalu memutar tubuhnya tanpa melepas tautan tubuh keduanya.
"Ack!—Ahh!N—NOOOO!" Jerit Baekhyun sambil menggelengkan kepala panik, dengan gerakan tiba-tiba itu... seakan perutnya benar-benar dipelintir dari dalam.
"Kau merasakannya?" Kekeh Chanyeol sambil mencium mesra kening Baekhyun.
"ini hebat bukan?" Desahnya lagi, kali ini sembari menarik keluar penisnya lalu mendorongnya kuat,
"H—haahnn! AHHH! AH!"
.
.
.
.
Brugh
Tubuhnya benar-benar payah kali ini, melunglai lemas dalam dekapan Chanyeol setelah sebelumya Ia kembali menyentak klimaks.
"C—cukuph hhh...hh" Pintanya terengah, membiarkan kedua tangannya menjuntai lemas di punggung Chanyeol.
Raja itu terkekeh pelan... setidaknya, dengan menyetubuhinya hingga seperti ini. Mampu menawar rasa cemas dan takut pendamping cantiknya.
"Tidurlah..." Bisiknya sambil mencium sayang puncak kepala Baekhyun.
.
.
"Nnh~" tapi Baekhyun masih memegang sadarnya, untuk menatap Chanyeol sayu.
"M-mungkinkah... aku akan hamil?" Tanyanya setengah tersadar.
Keduanya melakukannya berulang kali, bukan tidak mungkin jika dirinya kembali mengandung benih Chanyeol.
Sempat, Raja Vampire itu terdiam.
Lalu setelahnya Ia bangkit, seraya mengangkat bridal Baekhyun dari dalam air.
.
.
"Tidak..." Bisiknya.
Baekhyun mengerjap sendu. "Mengapa? Kau tak menginginkan putra ke—
"Aku tak ingin kehilangan dirimu. Cukup sekali.. aku melihatnya"
"Tapi sekarang aku seorang vampire"
"Tidak... Dear"
"Ah! Waeee?!"
Pria itu berhenti melangkah, begitu Baekhyun merajuk dan mengguncangkan tubuh semanja itu.
"Ti—dak.."
.
.
.
Petang mulai menjelang di luar sana
Tak banyak yang tau, apa yang kelak tejadi setelah ini..
Perlahan sinar yang kemerahan itu, berubah menjadi hitam yang kelam.
Dan di balik pepohonan pinus dan semak perdu itu...
Terdengar tawa nyaring dari seorang wanita yang kini melesat menerjang hutan. Meninggalkan jejak terbakar... dari setiap pohon dan semak yang dilaluinya.
"AHAHAHAHHAHAHAHAHAH!" Tawanya melengking, bergaung di antara pohon yang menjulang tinggi.
Ratusan siluet hitam pun, melesat mengikuti pergerakannya... menjadi tameng sekaligus mata untuknya, mengendalikan malam yang telah diklaim olehnya.
.
.
Namun tiba-tiba wanita itu menghentikan langkahnya
"Park Chanyeol!" Sinisnya begitu melihat perbatasan alam Chanyeol. Terlihat... banyak makhluk besar berjaga di sana. Ia tak pernah melihat semua ini, saat Kyuhyun masih bertahta.
Tapi kini
Tak hanya satu yang berupa Chimera... tapi ratusan singa bersayap dan berkepla burung itu pun, ditempatkan di perbatasan ini.
Siapapun tau, tak sembarang Vampire bisa menaklukan makhluk mitologi itu.
"Kau... tak bermain-main dengan kekuasaanmu rupanya" Decihnya seraya menghentak kaki, hingga api berkobar dari pijakannya.
.
"BUNUH SEMUA MAKHLUK ITU!" Titahnya pada pengikutnya. Benar saja... beberapa Vampire dari klan miliknya muncul dari dalam tanah, menyeringai .. mencoba menyerang makhluk penjaga itu.
"NGRAAAAAAAKKKKKK!"
Tapi...
Satu persatu tubuh Vampire itu terpotong, dan berjatuhan di sekitar Victoria... begitu ekor Chimera itu menebasnya.
"ARGHHH! BUNUH ULAR TERKUTUK ITU!" geram wanita itu lagi, kembali memberi titah untuk pengikutnya menyerang .
.
.
Namun semua kembali berbuah percuma,
Semua vampire miliknya hanya terbunuh sia-sia sebelum Ia berhasil menyerang ke dalam.
"AARGH! SIWON!" Teriaknya kemudian
Lalu sesosok pria muncul dari pohon di sisinya, membuat Victoria berteriak geram pada Pria yang memiliki magis kamuflase itu. Tak hanya menyamarkan tubuh... tapi Siwon pun bisa mengendalikan pikiran seseorang.
"Pikirkan nyawa putramu" Ancamnya, sambil menyeringai.
"MENGAPA BEDEBAH ITU MELAKUKAN SEMUA INI?!" Jeritnya sambil menunjuk semua makhluk penjaga jauh di depan
Siwon hanya meneguk ludah payah. Terdiam tanpa bisa berkecap apapun, jika Victoria kembali menguak keselamatan Putranya. Zelo... masih tertahan di tempat yang bahkan hingga saat ini tak ia ketahui keberadaannya.
Karenanya Ia berpaling dari kerajaan Kyuhyun, untuk bertekuk lutut pada wanita itu. Hingga Chanyeol yang kini bertahta sekalipun, Ia masih menjadi pengkhianat.
"Aku tak tau.." Gumamnya lirih.
"Pemuda itu lebih kuat dari Ayahnya" Lanjutnya lagi.
Tapi semua itu tak semerta membuat Victoria meluruh, terlihat wanita itu semakin naik pitam dengan mencengkeram kuat rahangnya.
"Lakukan sesuatu.. agar aku bisa masuk ke dalam!"
"Itu mustahil... kau beserta klan milikmu tak akan—
"Kau tak ingin Putramu bernasib sama seperti istrimu bukan?"
DEG
Semakin pelik untuknya...
Ia terlalu mencintai istri dan putra kecilnya...
Tapi mengapa, dirinya terjebak dalam ikatan bersama wanita iblis itu. Bahkan hingga membuat istrinya terbunuh
.
.
"Hanya seorang yang memiliki darah yang sama dengan Chanyeol, yang bisa membuka segelnya"
"Jadi Kyuhyun yang harus membukanya?!"
"Kyuhyun tak lagi memiliki kekuatan sebesar itu" Siwon memejamkan mata, menerawang jauh ke dalam, berusaha menemukan apa yang ia cari.
Tapi, mendadak sebuah lesatan silau menghalau penglihatannya. Lalu-
'CHOI SIWON'
Ia terbelalak lebar, cepat-cepat memutus magis itu... begitu sadari magis Chanyeol menangkap penglihatannya.
Siwon gemetar,meringkuk ketakutan paska menggunakan kekuatannya.
"Apa yang terjadi?" Sentak Victoria.
"D-dia melihatku! Dia melihatku" Racau Siwon, masih dengan meringkuk di bawah.
Wanita itu berdecak, lalu memberi titah pada pengikutnya untuk mencekik Siwon.
"Argtt!"
"Dengar! Kau sudah sejauh ini menjadi pemberontak.. apa yang kau takutkan dari mereka hm?" Desisnya sambil menyusuri wajah Siwn dengan kuku merah tajam.
"Hanya kematian Putramu yang membuatmu takut! CAMKAN ITU CHOI SIWON!"
Siwon bersimpuh ... sadari titik terlemahnya di sini. Ia pun tau, dirinya cepat atau lambat akan mati di tangan Chanyeol ataupun Victoria.
Tak ada tempat untuk memilih, hanya menunggu waktu.
"Katakan! Siapa yang bisa membukanya hah!"
.
.
"Putra Chanyeol" Gumam Siwon."Anak itu memiliki kekuatan yang sama untuk membuka segelnya"
Victoria menyeringai puas. "Ahh.. "
"Aku sangat menyukai anak kecil"
"Memanfaatkan dan melenyapkan anak itu dalam waktu bersamaan... menarik.. AHAHAHAHHAHAHAHA!"
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Next Chap
'PRANKK'
Baekhyun terbelalak, begitu vas bunga itu terjatuh lalu Ia melihat percikan darah mengenai petal mawar putih itu.
.
"Jangan pergi! Jika aku mengatakan ini ku mohon jangan pergi!" Pinta Baekhyun merangkul erat lengan Chanyeol
"Dear... Sehun dan yang lain membutuhkanku"
"Tapi aku dan Jackson lebih membutuhkanmu!"
.
.
.
.
"Jackson... kau kah itu?"
"Kemarilah, ambilkan buah apel itu untukku sayang?"
.
.
"Apel?"
"Benar.. melangkahlah keluar, apel itu di sana. Aku tak bisa mengambilnya... kakiku terluka" Ujar victoria, kembali membujuk baby mungil itu untuk melangkah dan memijak concubine di antara makhluk raksasa penjaga itu.
.
.
.
Yooo!
Gloomy update juga Chapter ini...
Ah ya... sempatkan untuk review, jika banyak yang merespond, diutamain ini apdet.
Invite IG Gloomy = gloomy_rosemary
Keep in touch...
Untuk:
pla614, Deliscius, LyWoo, Asandra735, bublle106, Kitukie , Flowerinyou, chentongg, FyKim, tkxcxmrhmh, Diiss, IpahPyromaniac, Shengmin137, shereen park, chanox, restikadena90, myliveyou, derpwhiteboy, newBee3595, Aisyah1, SHINeexo, meliarisky7, Nikeisha Farras, Marshsamallow614, metroxylon, pla614, shinta614cbhs, blankyoss, EvieBeeL, MadeDyahD, Loey761, neniFanadicky, phenta, hnynb, ohbaekkie, bella , SuperSupreme61, totheyeolandbaek, Byunsilb, daebaektaeluv, suhoangels, noufbaybe91, chie-sa, chanbaek0104 , Incandescence7, baekpuppy04, Chanbaek769, chanbaeklmn, TanClouds, N, Riinnchan, AnggunBBH06, park ceye, Kerin , Tiara696, dwi yuliantipcy, dtafrscll614, bbysmurf, PinkuBlue614, ByunDita, byankai, bbhunyue, istiqomahpark01, Loey761, inchan88, CB046194, baeeki6104, Baeguncy, Park RinHyun-Uchiha, baekachu, veraparkhyun, Novi272, Kim Yeoja248, tutihandayani, cici fu, KolornyaEXO, WinaKim, princes23, vioveronika99, ambar istrinya suho, light195, byunnami, jieji2828, AbnormallyHuman, ryuuki queenza, clarahyun, TobenMongryong, baexot, Chogiwagurl, bblossom614, w04lf, baekkumaa, pongpongi, rubykaisoo, Abschanyeol, parkhaerin, Eun810, Hyunrin614, ChanBaekGAY, syrfh0461, luv110412, shinta614cbhs, Riinnchan, deasy alemande, byunniepie, Summer Mei, Park Yoo Ni, lailylala94, blueynana, UlfahPcy, arunaruna, chiisai20261, Chanbaekkie , haruka no hikari, chanbee, yousee, hananachan, Tiara, LightPhoenix614, CherryBlossom614, Baekbyyours614, YeolFanFan, danactebh, Reka Anggraini, AmyGAHF, phikhachu, intancheeks, Jusniati EXO-L , OhReoChanBaek, Panda Qingdao, shabrinaZ14, kim , rifkayusuf, prettyb , Rosehyun , park nagisa, AdisKMH, fansanakayam, NAi20, chanbaekssi, Dodio347, xiluhan74, lovechanbaek, bbhunyue, selepy, vegaap, jiwon , pcyxkt, indahsyuhadaa, alietha doll , buny puppy, baekbee , hosh10, Nimas736, bonchanbaek27, princes23, h jong, Pcsh, EXO Love EXO, kkimjonhin, Pikasabyun, baekbae, buny puppy, Namibaby , Meguri Yukiryuu, Retyass, AlexandraLexa, Chanrin Oh6104, Chanbaeknaena, angelinave, krisan23, blankyoss, byunlovely, ainuncho, baekkachu09, pcyxkt, Zeana Bee, Phanaa, indahsyuhadaa, Baekhyunne, bonchanbaek27, Chanchan, baby, vryeol, Ohluxeux, cute , LordLoey, kiara , firdaneahh, Dayang Rachel, 270492, dan All Guest
jangan lupa review lagi...
I Love Youuuuuuu
