Main Cast : ChanBaek

Other Cast : Temukan di dalamnya :)

Disclaimer : Cerita ini, milik Gloomy Rosemary! The one and only! milik Gloomy Rosemary

.

.

Previous Chapter

"Katakan! Siapa yang bisa membukanya hah!"

.

.

.

"Putra Chanyeol" Gumam Siwon. "Anak itu memiliki kekuatan yang sama untuk membuka segelnya"

Victoria menyeringai puas. "Ahh..."

"Aku sangat menyukai anak kecil"

"Memanfaatkan dan melenyapkan anak itu dalam waktu bersamaan... menarik...

AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"

.

.

.


Blood On A White Rose

YAOI

.

CHANBAEK

FANFICTION

.

Gloomy Rosemary

.

Chapter 18


Semilir angin kian berhembus kencang...

Terasa cekam begitu kabut malam.. perlahan merayap turun, membuat temaram samar dipenjuru puri itu.

Bahkan sesekali terdengar lolongan berbaur denga jeritan hewan malam, pertanda... sesuatu sebenarnya mulai terjadi di penghujung malam.

Tapi sepertinya... suasana yang cekat itu, tak banyak berpengaruh pada sosok Pria yang kini memenjarakan tubuh mungil pendampingnya.

"Nn~ Jackson" Baekhyun memaksa menutupi sebelah nipplenya dari hisapan Pria itu.

Sementara Chanyeol hanya mengulas seringai. "Dia tertidur.."

"Tapi bagaimana jika Jack mendengar—

"Mustahil" Sergah Chanyeol, beralih mengangkat sebelah tangan Baekhyun, lalu menjilat garis rusuk itu dengan sensual, bahkan beberapa kali ia meninggalkan spot merah matang di sekitar ketiak Baekhyun.
Ya memang tak mungkin untuk Jackson terbangun, rapalan mantra miliknya cukup membuat bocah mungil itu terlelap pulas semalaman ini.

"Ackh!" Pekik Baekhyun kala ujung taring itu sempat menggores dadanya.

"Mengapa kau seperti ini—Nn! Ahh" Baekhyun menggeliat, namun tetap memberi sekat untuk pria itu menikmati setiap jengkal tubuhnya.

"..." Chanyeol tak menjawab, hanya memilih melumuri tubuh Baekhyun dengan saliva miliknya. Mengabaikan setiap pekikkan nyeri Baekhyun. Entahlah... ia merasa purnama kali ini menjadi energi tersendiri untuknya, membiarkan gairah itu menggerakkan instingnya, ingin kembali menyetubuhi pendamping mungil itu.

Meski berulang kali Ia mendengar pertanda di luar...

Tapi Ia rasa, hanya beberapa pengganggu kecil yang mengusik binatang penjaga miliknya..

"Aromamu sangat kuat..." Desah Chanyeol di sela-sela jilatannya.

"Ngh... A—apa?" Baekhyun mengerjap heran, namun tak sempat untuk menerka... Ia kembali dibuat menengadah hebat kala bibir tebal itu kembali membuat kiss mark di sekitar lehernya.

'NGRAAAKKKK!'

Hingga tiba-tiba terdengar jeritan asing namun memekakkan, tak pelak membuat Baekhyun terlonjak ... memaksa bangkit.

"S-Suara apa itu?" Gagapnya sambil memeluk lengan Chanyeol, berulang kali mengedarkan pandangan ke sekitar, dan tirai jendela yang terus terkibas angin. Membuatnya semakin ciut merasa terancam.

Penguasa vampire itu tak menjawab, terlihat menajamkan mata... lalu dalam sekejap semua jendela itu tertutup rapat.

"A-ada apa? Mengapa kau menutup semua jendela?" Panik Baekhyun semakin ketakutan .

Chanyeol beralih menatap Baekhyun. "Aku harus pergi.." Ujarnya seraya mengelus dagu Baekhyun.

Vampire cantik itu terbelalak. "M-mungkinkah sesuatu terjadi di luar?"

"..." Chanyeol hanya tersenyum, masih membelai wajah manis itu. Mencoba menenangkannya.

"Mengapa kau diam saja? Apa yang—

Baekhyun terperangah begitu mengingat pengelihatannya kala itu. "Mungkinkah wanita itu?" Tanyanya sambil meremas tangan Chanyeol.

"Ssh.. " Desis Pria itu, beralih mencium lama kening Baekhyun.

"W-Wanita itu di sini?" Baekhyun semakin menuntut

"Tidak..." Bisik Chanyeol, sembari mendorong tubuh Baekhyun berniat membaringkannya. "Tenangkan dirimu... semua baik-baik saja" Pria itu beralih bangkit dari ranjangnya, menyematkan satu persatu kancing kemeja putihnya.

Baekhyun masih menatap tak tentu, meski Pria itu bersikap seperti ini. Ia tau... Chanyeol menyembunyikan sesuatu darinya.

"Aku akan segera kembali—

"Tidak! Jangan pergi! Kau mengatakannya semua baik-baik saja bukan? Tetaplah di sini bersamaku!" baekhyun turut bangkit, lalu memaksa memeluk perut Chanyeol dari belakang.

"Dear.."

'PRANKKKKKKKK'

Baekhyun terperanjat, begitu vas bunga itu terjatuh dengan sendirinya, lalu Ia melihat percikan darah mengenai petal mawar putih yang tersebar di lantai.

"T-Tidak.." Lirihnya, terbelalak nanar.

Pria itu mengernyit melihat Baekhyun mendadak gemetar, Ia beralih memutar tubuh untuk menangkup wajah tirus itu. "Dear... kau baik-baik saja?" Ujarnya, merunduk demi mengamati wajah Baekhyun.

"V—Vas! Ja-Jatuh!" Ucap baekhyun terbata sambil menunjuk ke bawah.

Chanyeol mengernyit, mengikuti arah pandang baekhyun, tapi Ia tak melihat apapun... dan tak ada satupun benda yang terjatuh di kamarnya. "Vas?" Tanyanya sambil menyingkap surai pirang Baekhyun ke atas.

"Vas itu jatuh! A-Aku melihat darah.."

Chanyeol terhenyak, lalu menatap lekat ke dalam mata Baekhyun. "Dear!" panggilnya, begitu menyadari... Baekhyun mungkin terjebak dalam penglihatannya

"AHH! D-Darah!" Jerit Baekhyun tiba-tiba sambil meremas surai pirangnya sendiri. Kedua mata sapphire itu pun terlihat pias.

"Baekhyun!" Chanyeol mengguncang tubuh mungil itu. "Sadarlah!" serunya lagi kali ini dengan menghempas tubuh Baekhyun ke ranjang dan memenjarakannya.

"Hks! Hentikan! Hentikan darah itu! Tidak! Tidaaak!" Semakin lama jeritan Baekhyun semakin histeris, bahkan perlahan Ia sadari tubuh pendampingnya kian menggigil.

"BAEKHYUN!" Raja Vampire itu memaksa Baekhyun menatap matanya.

Dan benar saja.. perlahan, sorot mata itu berangsur sayu...

Di sela engah nafas yang terdengar Ia mulai mendengar Baekhyun memanggil-manggil namanya.

"Chan—Yeol... hhh"

Pria itu mendekap erat tubuhnya. "Apa yang kau lihat?" Bisiknya seraya membelai punggung Baekhyun.

"D-Darah... semua darah itu di mana-mana" Racau Baekhyun, merangkul erat leher Chanyeol dan menjadikan dada bidang itu sebagai sandarannya.

Ia tau Baekhyun ketakutan di sini, terlebih atas penglihatannya tentang Victoria kala itu. Tapi Ia tak bisa begitu saja mengabaikan pertanda di luar, karena baru kali ini binatang penjaga itu mengeluarkan suara semacam itu.

"M-Mungkinkah wanita itu—

"Kau terlalu memikirkannya" Sergah Chanyeol, menjauhkan tubuh Baekhyun demi menatap matanya.

"Victoria mustahil bisa melangkah di tanah ini. Jangan mencemaskan apapun Dear"

"..." baekhyun tertunduk, berkalipun Pria itu menenangkannya. Tapi tetap saja... rasa ciutnya bukan main lagi. Bagaimana jika semua darah itu milik Chanyeol?

Bagaimana jika semua berjalan salah?

"Tetaplah di sini bersama jackson. Aku tak akan lama"

GREB

Baekhyun meraih lengan Chanyeol dan memeluknya erat, sebelum Pria itu benar-benar bangkit untuk meninggalkannya.

"Jangan pergi! Jika aku mengatakan ini ku mohon jangan pergi!" Racaunya, memejamkan mata erat demi menahan Chanyeol.

"Dear... Sehun dan yang lainnya membutuhkanku" Raja Vampire itu mulai menajamkan mata, menerawang jauh siluet yang mungkin berada di antara hutan lebat itu. Dan samar Ia mulai mendengar tawa sosok asing lainnya.

"Tapi aku dan Jackson lebih membutuhkanmu!" Teriak Baekhyun putus asa, biar saja dirinya keras kepala bahkan tamak akan sosok Raja itu. Ia hanya takut semua ini benar-benar berjalan salah. Chanyeol hidupnya... tentu mustahil Ia melepas genggaman tangan itu, selepas Ia mendapat penglihatannya.

Chanyeol memejamkan mata... satu sisi Ia mulai menyadari pergerakan di luar, tapi satu sisi Ia tak bisa meninggalkan Baekhyun dalam kondisi seperti ini.

Tak ada cara lain...

Ia beralih melepas paksa pelukan tangan Baekhyun, lalu membawanya ke kedua sisi kepalanya.

Tak peduli, Baekhyun mulai mengerjap panik.

"Chan—mphh!" Tak sempat untuknya mengusaikan kata itu, Ia terlanjur dibuat terlonjak begitu Chanyeol membekap penuh bibir kecilnya.

"Uhmpfhh... mmhh" Baekhyun mencoba menahan dada Chanyeol, merasa berbeda dengan ciuman mendadak itu. Tapi meskipun meronta... Chanyeol tak pernah memberinya sekat untuk melepaskan diri.

Bahkan kini mulai menyusupkan lidah nya ke dalam, membelit apapun di dalamnya sebelum akhirnya lidah itu memanjang dan menyeruak jauh ke dalam kerongkongannya.

Ada yang berbeda... mengapa lengan itu mendadak membesar dan penuh dengan urat hitam,

Tak hanya lengannya, kedua mata itu pun mendadak hitam kelam

"aghmp— " Baekhyun terbelalak lebar, terlihat panik mencakar-cakar dada Chanyeol. Bisa Ia rasakan betapa liar lidah itu menyedak tenggorkan, dan membuat saliva yang bergumul... terlelan olehnya. Namun tak tersadar olehnya... perlahan rapalan mantra turut larut dalam pagutan itu.

"Angh! Nghhh hh" Baekhyun terengah... samar terlihat kedua mata itu memutih, tanda Ia mulai kehabisan nafas. Kedua tangan rampingnya pun terlihat lunglai di kedua sisi kepalanya.

Pasrah... Pria itu menguasai mulutnya sebringas ini, bahkan pergerakan lidah itu terlihat menyembul di leher Baekhyun.

"Kkk~ Ghh!" Ia tersedak, tapi tak sanggup untuknya melawan. Hanya bisa mencengkeram kuat cover bed di bawahnya. Lalu lambat laun kedua mata itu terpejam... terlena dalam rapalan mantra yang kini menguasai tubuhnya.

Chanyeol mengerang, sebelum akhirnya menjauhkan kepalanya hingga terllihat... lidah panjang itu perlahan tertarik keluar dari mulut Baekhyun.

Dengan hanya memejamkan mata. Wujud itu kembali berubah seperti semula...

Terpaksa Ia melakukan semua ini, semata-mata hanya untuk kebaikan Baekhyun.

Ia memandang teduh, menyeka perlahan saliva di sekitar bibir Baekhyun. "Maaf.." Bisiknya, sebelum akhirnya melenyapkan diri dalam sekejap.

.

.

.

.

.


"Tsk!" Decaknya begitu berdiri di pucuk tertinggi dari pohon pinus itu,

Di bawah sinar purnama , Chanyeol menerawang jauh sekelebat pergerakan di luar dengan kedua mata ambernya. Temaram sinar yang menerpa membuat kedua amber itu berangsur keruh... bahkan benar-benar hitam kelam. Sarat ... betapa besar kekuatan yang dimiliki olehnya.

Semilir angin menjadi perantara untuknya...

Menyeringai memperlihatkan kedua taring panjang, kala membaca... seorang dari satu klan yang sama kini bernyali menghunuskan pedang di belakangnya.

'CHOI SIWON!'

Ia tak nyata berteriak, namun telepati itu... terdengar mengglegar, dari dimensi yang lain.

.

.

.


Sementara itu...

'CHOI SIWON!'

Kembali terngiang...

Meski Ia bersembunyi di tempat paling tak terlihat sekalipun, suara Chanyeol kembali membuatnya menggigil ketakutan. Ini mungkin akhir untuknya..

Chanyeol telah melihatnya, mustahil Ia bisa melepaskan diri.

"Ku mohon biarkan aku pergi.." Mohon Pria itu berusaha melepas jerat tali di pergelangan tangannya.

"Ahahahahahah!" Tapi hanya tawa melengking yang terdengar.

Wanita yang sedari tadi menyusun rencana yang lain untuk menembus kerajaan Chanyeol itu, beralih mendekat... dan menyentuh dagu Siwon dengan kuku panjangnya.

"Tidak semudah itu..." Bisiknya seraya menyeringai.

"Kau harus membantuku membuka segel itu... Choi Siwon" Setiap bisik yang terdengar, terasa seperti sayatan tajam untuknya.

Lepas atau tidak dirinya dari wanita itu, ia akan tetap diperalat lalu mati jika tak berguna.

"Rapalkan mantra untukku..." Victoria bangkit berdiri, memandang pintu di antara makhluk penjaga itu.

"Buat aku menjangkau anak manis itu.." Lanjutnya lagi sambil menyungging seringai.

"Jackson... Diakah cucuku?" Victoria meringkik, membayangkan rencananya kali ini akan berpihak manis padanya.

.

.

.


Dibalik temaram cahaya yang redup itu..

Terlihat seorang bocah mungil terlelap damai, bahkan sempat terukir senyum dalam tidurnya kala mantera sang Ayah, membuat mimpi yang sangat-sangat indah untuknya.

Denting melodi indah pun terdengar di setiap penjuru kamarnya... mengiring beberapa miniatur dan boneka kecil yang menari-nari di atasnya. Ah! Semua tergerak atas rapal mantera milik Chanyeol.

Hingga—

"Jaaackson.."

Terdenngar Suara seorang wanita, bergema di antara dinding puri bahkan mampu melenyapkan magis Chanyeol. Membuat lantunan melodi berhenti, benda-benda kecil yang melayang itu pun turut berjatuhan .

"Jaaaacksoon" Suara wanita itu kembali memanggil, lebih keras namun terdengar merdu.

Lalu lambat laun bocah mungil itu terbangun dari tidurnya, mengerjap pelan sebelum akhirnya berguling tengkurap.. tentu masih dengan kepala bersandar di atas bantal.

"Jacksooon... kau mendengarku sayang?"

Kedua mata bulat itu terbelalak lebar. Jackson lekas bangkit, menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari dari mana suara itu berasal.

"Ahahahaha... apa kau mencariku?"

Baby kecil itu mendadak menatap tajam ke sekitar, namun membawa langkah kaki kecilnya menuju kamar kedua orang tuanya.

"Moommy.." Celoteh Jackson, begitu melangkah ke dalam dan di sanalah ia melihat baekhyun terbaring di ranjangnya.

"Mommy tidul?" Jackson mencoba merangkak ke atas ranjang.

"Moom—

"Ahh kau anak yang sangat manis sayang"

Suara asing itu kembali berbicara padanya, membuat Jackson beringsut-ingsut mendekati Baekhyun bahkan menggenggam erat ujung kemeja Vampire cantik itu.

"Pelgi!" Bentak Jackson, merasa jika suara itu mungkin ancaman.

"Pergi? Ahahahaha" tawa itu terdengar melengking, sempat membuat Jackson menutup kedua telinganya.

"PELGIIII!" jerit Jackson lagi, kali ini sambil menggenggam tangan Baekhyun. Tak membiarkan suara wanita asing itu mengancam Baekhyun.

"Moommy! Moommyy!" Jackson mengguncang tubuh Baekhyun, menarik-narik tangannya...

Tapi meskipun Ia mencoba, namja cantik itu tetap memejamkan matanya. Karena memang... Baekhyun di bawah mantera.

"Moommmyyy!" Jackson kembali berteriak, semakin panik melihat Baekhyun tak kunjung terbangun.

"Dia tak akan terbangun sayang"

"PELGIIII! JAN DEKAT MOMMY NJACK!" Bocah itu semakin geram, bahkan menatap ke sekitarnya dengan mata mendelik tajam ... seakan memang mengerti akan datangnya ancaman.

"Ahahaha... kau benar-benar seperti Ayahmu" Suara Victoria kembali tergelak dalam tawanya.

"Moommy! Di cini Njack... Mommy bangun"

"Mommy tak akan terbangun... Jackson"

Jackson terbelalak, lalu memandang cepat wajah Baekhyun.

"Dia benar-benar tak akan membuka matanya... Sayang"

"M—Moommy Njack... chakit?" Bocah itu menatap pias.

"Ya.. benar, Mommy tengah sakit. Sangat-sangat kesakitan... kau bisa melihatnya Jackson"

"Hks.. Moommyyy, Jan chakiit" Baby mungil itu mulai terisak

"Hanya kau yang bisa menyembuhkannya sayang"

Jackson mengerjap, lalu mengusap kedua matanya cepat. "Njak.. chembuh Mommy?"

"Benar... hanya Jackson yang bisa menyembuhkannya" Suara itu mulai terdengar merayu "Keluarlah sayang, aku akan memberimu obatnya"

Jackson mengangguk patuh, benar-benar percaya... bahkan bangkit berdiri untuk beranjak mengikutinya.

"Kau pintar Jack... sekarang, buka jendela itu... lalu keluarah dari—

Suara Victoria terdengar tercekat, begitu melihat bocah itu tak menggunakan jendela untuk keluar, tapi benar-benar menggunakan teleportasi untuk menembus dinding puri itu.

Bagaimana bisa Vampire kecil itu bisa melakukannya? Tidakkah Jackson terlalu dini untuk memliki kekuatan sebesar itu.

"B-Benar.. keluarlah. Lalu ikuti jalan setapak itu sayang"

Jackson sempat mengerjap kala melihat halaman luas penuh dengan semak di depannya, hanya ada satu jalan yang dilihatnya, mungkin ini benar... jalan yang dimaksud oleh suara itu.

Baby mungil itu mulai berlari, menerjang secepat angin... mengikuti jalan setapak menuju hutan. Demi membawa penyembuh untuk Baekhyun.

.

.

.

.


Purnama berangsur merah...

Cahaya bulan yang terlihat retak , seakan menjadi pertanda tersendiri ... untuk para vampire itu.

Sebagian darinya menyelinap menyembunyikan diri... sebagian yang lain berjaga .. mengikuti titah seorang Pria muda.

"Mereka di luar perbatasan.." Gumam Pangeran Bungsu, lekas membuka kedua mata begitu usai menggunakan magisnya.

"Baik Pangeran... kami akan ke sana untuk—

"Tidak" Cegah Sehun, menahan lengan Yesung . "Tetaplah di sini , untuk menjaga Jackson dan Baekhyun" Gumam Sehun lagi, begitu merasakan magis Chanyeol lebur di udara. Ia tau... Chanyeol pasti meninggalkan purinya

"Aku... yang akan pergi, untuk melihatnya" ucap Sehun, sebelum akhirnya melesat cepat dan lenyap di antara pepohonan.

.

.

.

Nuansa yang sama... kala Ia memijakkan kaki di wilayah perbatasan itu.

Mengapa tak terlihat pergerakan apapun, selain pohon yang berayun di tiup angin.. dan derik serangga malam.

Dan lagi, mengapa tempat ini tak di huni makhluk penjaga? Mungkinkah Chanyeol memang mengaturnya demikian?

Pangeran Bungsu itu – Sehun- kembali mengedarkan pandangan penuh waspada kesekitarnya, menerka apa yang sebenarnya di lihat oleh magisnya beberapa saat yang lalu.

'HUP'

Hingga Ia dibuat berjengit terkejut, bahkan dalam posisi menyerang begitu sesuatu merangkul erat perutnya dari belakang.

"Ack!" Pekiknya, lepas Sehun membanting tubuhnya ke tanah dan menahan lehernya... siap untuk di cekik.

"L—Luhan?" Gagap Sehun, begitu melihat wajah sosok itu, cepat-cepat Ia melepas cengkeramannya, dan bangkit dari tubuh ramping itu.

Luhan terbatuk payah. "Kau ingin membunuhku?" Pekiknya sambil mengusap lehernya sendiri

"Untuk apa kau mengikutiku?" Sehun manatap vampire cantik itu .. dingin.

"Apa salahnya?" Luhan bangkit berdiri, mengabaikan perasaan yang lain kala mendapati Pria itu kembali berbicara sedatar ini padanya. "Aku hanya ingin saj—

"AH!" Pekik Luhan begitu tiba-tiba saja, Sehun menarik kasar lengannya.

"Kau pikir ini permainan untukmu?!" Teriak Sehun geram, masih menahan kedua langan Luhan... bahkan dengan tatapan yang sepenuhnya mengancam.

"KEMBALI!" Sehun mendorong Luhan, lalu memutar tubuh tak ingin melihat wajah namja cantik itu. "Kembali! Dan jangan pernah mengikutiku kemari!" Sentaknya sambil memejamkan mata, menyembunyikan betapa takut dirinya akan kedatangan Luhan kemari.

Bahaya mengancam di luar sana... tak seharusnya Ia lengah dan membiarkan Luhan di tempat ini.

Sampai kapanpun... Ia tak mungkin bisa melihat sosok itu terluka. Karena Luhan—

Satu-satunya kelemahan untuknya..

"Aku musuh untukmu?" Gumam Luhan dengan wajah tertunduk. Mengapa kembali seperti ini? Sesaat ia melihat Sehun bersikap lembut padanya... namun sesaat lagi Pria itu sekeras ini padanya.

"Apa kau memang ingin aku menyerah?" Ia memandang nanar punggung lebar itu.

"Benar.. Menyerahlah"

"Tapi aku mencintaimu.."

"Tch!" Sehun berdecih. Kembali memutar tubuh untuk menatap tajam Luhan. "Hentikan omong kosong ini, dan kembalilah ke puri!" Cercanya, meski Ia tau... ini tak benar.

"..." Luhan hanya memandangnya dalam diam, sesaat mengulas senyum.

Hanya tersenyum... lalu perlahan air mata itu mulai mengalir. "Baiklah.." Lirihnya, sambil memutar tubuh lalu berjalan menajuhi Sehun.

Tak peduli Ia hanya berjalan...

Dengan begitu setiap tetes air mata yang mengalir akan terhapus oleh langkahnya...

Tak peduli seberapa banyak Ia melangkah... Ia hanya berharap bisa menyerah...

Lalu rasa itu tak lagi ada..

.

.

Sehun mengepalkan tangan kuat.

Meredam amarah ... pada diri yang kembali membuat salah bertubi itu.

Sadar... ucapan dan sikap itu kembali membuat Luhan menangis untuknya.

Mungkin terlalu banyak salah.. hingga mustahil untuk mengharap maaf dari sosok itu.

Pangeran Bungsu itu beralih menatap tajam ke depan, mengabaikan apa yang sebelumnya terjadi.

Lalu kembali menekankan tujuannya di perbatasan ini..

Sepertinya tak tampak pertanda...

Ia memutuskan untuk melangkah keluar dari perbatasan..

Menelisik ke sekitar... demi mencari-cari, pergerakan lain yang sebelumnya terbaca olehnya

'SRAKK'

Ia reflek menoleh kebelakang, namun—

"ARGH!"

Sebuah bayangan hitam menerjangnya...

rupanya tak hanya satu, ratusan bahkan ribuan siluet hitam melayang-layang di sekitarnya. Berpusat di satu titik sebelum akhirnya semua makhluk hitam kelam itu menerjang setiap bagian tubuhnya, membuatnya tak terlihat... selain tangan yang terkepal.

.

.

.

"TIDAAKK!"

Tiba-tiba Luhan berteriak keras, Ia yang memang memutuskan untuk kembali mengikuti Sehun... semakin histeris, melihat Pria itu diselubungi ribuan makhuk hitam.

"LEPASKAN DIA!" Jeritnya lagi, ingin melangkah keluar dari perbatasan... detik itu pula ratusan makhluk hitam turut mendekatinya.

Luhan pun gemetar, bahkan jatuh terduduk. Menggunakan kedua tangan untuk melindungi kepalanya, sebelum semua makhluk itu menyerangnya.

Tapi—

Semua makhluk itu terpental, sama sekali tak bisa menembus dinding tak kasat mata... penuh dengan rapalan mantra itu.

"Hhh...HHh" Luhan terengah, Ia mulai menyadarinya... alam ini terlindung oleh rapalan mantera Chanyeol dan Penguasa Vampire sebelumnya.

Semua makhluk itu tak bisa menembusnya..

Tapi bagaimana dengan Sehun?

Ia hanya bisa melihatnya dikuasai di luar sana... Tanpa bisa melakukan apapun selain menangis putus asa. Menyambung telepati dengan vampire lain pun percuma.. ini terlalu jauh dan kemampuannya terbatas.

.

.

Perlahan... semua makhluk yang menyelubungi tubuh Sehun, mulai menjauh satu persatu.

Luhan terkesiap, di balik pembatas itu Ia mulai memanggil-manggil Sehun... berharap Pria itu mendengar, lalu kembali ke dalam.

Namun semua mendadak salah, begitu Ia melihat tatapan Pria itu telah berubah..

Berpendar merah kelam, namun tak sejatinya milik Pria itu.

"S—Sehun!" Panggilnya.

Sehun memutar tubuh darinya, lalu berjalan mengikuti kemana semua siluet hitam itu melayang dengan bisikan membujuk.

"T-Tidak! Jangan mengikuti mereka!" Jerit Luhan.

Sehun semakin menjauh.. Ia hanya bisa melihat ribuan sliuet hitam itu melayang-layang mengelilingi dinding pembatas tak kasat mata.

"SEHUN! AAHHHHH!" Ia berteriak dan menangis keras, merasa payah...

Tak ada pilihan lain selain kembali menuju kerajaan...

Berharap Chanyeol telah mengetahui semua ini.

.

"Kumohon..." Ia tertatih dalam langkahnya, ingin menyentak teleportasi namun semua terasa kacau... dan Ia hanya bisa menyeret langkahnya di antara pepohonan pinus itu

"Kumohon selamatkan Sehun.."

.

.

.

.

.


Di penghujung malam...

Terlihat pekat kala awan di atas membenamkan sinar purnama, mungkin hanya kelip kunang yang melayang-layang mengelilinginya.

Menjadi penerang untuk seorang bocah mungil yang kini melangkah mengikuti suara wanita yang sedari tadi menuntunnya.

"Kau hampir melihatku sayang.."

Lagi... Ia kembali bersua dalam rayuannya. Terdengar bersenandung... hingga Jackson sepenuhnya percaya, Ia bukanlah sosok yang jahat untuknya.

Hingga langkah Jackson terhenti, begitu batuan besar menjadi penghalang untuknya.

"Bisakah kau memanjat batu itu? Jalanmu di balik batu—

"AARHH!" Tiba-tiba Jackson menggeram, sambil mendorong batu besar itu. Lalu—

KRRAAKKK

Dalam sekejap, batu berukuran berpuluh-puluh kali lebih besar dari tubuhnya itu terbelah menjadi dua bagian, menyisakan sekat... untuknya kembali melanjutkan langkah.

Victoria mungkin terdiam...

Kembali tercekat, melihat kemampuan Putra Chanyeol.

Batu itu bukan main besarnya... mungkin hanya bisa dihancurkan oleh pedang magis, tapi bocah itu—

Ia bahkan tak melihat Jackson merapal mantra untuk melakukan semua itu.

Samar ia mulai ragu... bahkan cemas, jika Jackson bisa membaca niatnya.

"Jackson.."

Ia kembali memanggil untuk memastikan,

Vampire mungil itu pun berhenti melangkah untuk mengedarkan pandangan ke sekitar, seakan memperhatikan panggilannya.

"Kau percaya aku memiliki obatnya bukan?"

"Uhm.." Jackson mengangguk cepat. "Njack... chembuh Mommy" Celoteh Jackson.

"Ahahahaha... Baiklah sayang, cepatlah mendekat"

.

.

.


"JACKSON!" Chanyeol semakin menggila memanggil-manggil nama putranya, menelisik setiap ruangan di dalam Puri besar itu demi mencari vampire kecil itu. Tapi mengapa jejaknya sama sekali tak tercium olehnya. Ini benar-benar tak biasa..

Semula Ia menerjang hutan, demi mencari keberdaan Victoria... namun semua mendadak kacau

Begitu telepati sang Ayah dan beberapa Vampire penjaga, memberi isyarat akan pertanda buruk yang lain.

Dan semua terbukti dengan hilangnya Jackson.

"T-TIDAK! JACKSON! DI MANA PUTRAKU!"

Ia lekas berhenti menyentak teleportasi begitu mendengar jeritan Baekhyun.

Pendampingnya mungkin telah terbangun dari mantera yang Ia rapalkan, membuatnya bertolak kembali menuju Puri utama, tentu Baekhyun terpukul mendengar semua ini

.

.

.

Baekhyun semakin tak terkendali, menyentak beberapa tangan yang berusaha menahannya. Bahkan hingga membuat Kyuhyun mengambil alih dirinya untuk menenangkannya.

"Tenangkan dirimu.."

Baekhyun meraih tangan Kyuhyun. "A—Ayah! Ku mohon temukan Putraku! Temukan Jackson... bagaimana bisa aku membiarkannya sendiri Ayah" Pintanya histeris, tak peduli seberapa kacau dirinya menangis, ia hanya ingin putra kecilnya kembali.

Kyuhyun hanya memejamkan mata getir... semua terjadi begitu cepat.

Seseorang mungkin di balik semua ini, memiliki magis yang sama dari Klan-nya hingga mampu mengamati waktu dengan begitu detailnya.

Tak hanya Jackson...

Semua seakan terencana... membuat kekacauan di beberapa titik yang berbeda, untuk mengalihkan perhatian.

Sambil membelai kepala Baekhyun yang kini menangis dalam pelukannya itu, Ia mulai memandang Yesung. "Mungkinkah dugaanku benar? Seseorang dari Klan ini menggunakan—

"Choi Siwon.."

Tiba-tiba Seorang Pria hadir, menatap tajam dengan wajah menahan amarah.

"Seharusnya aku membunuhnya sejak jauh hari" Geramnya dengan tangan terkepal

"Siwon?" Kyuhyun mengernyit, menerka maksud dari ucapan Putra Sulungnya itu. Lama Ia tak mendengar keberadaan Siwon dan Putra kecilnya selepas kematian istrinya. Lalu mengapa Chanyeol tiba-tiba bicara tentangnya.

"Dia telah berkhianat.."

Kyuhyun dan beberapa pasang mata yang lain terlihat terbelalak lebar.

"Dia bersama wanita itu " Lanjut Chanyeol lagi, terlihat kecewa atas keputusannya membiarkan Siwon hidup.

Bugh! Bugh!

Lalu Ia mendadak berjengit ke belakang begitu seorang namja mungil menghambur ke arahnya dan memukul-mukul dadanya.

"A—Aku telah memohon padamu! Mengapa kau tetap pergi?!" Baekhyun kembali terisak, bahkan semakin keras memukul dada Chanyeol. "L-Lihat! Kau melihatnya! Jackson menghilang di depan matamu sendiri!"

"Dear.. kumohon tenangla—

"Bagaimana bisa aku tenang?!" Baekhyun meremas kasar pakaian depan Chanyeol, menatap Pria itu dengan tatapan pias namun kecewa. "Jackson di luar seorang diri! Bagaimana jika wanita itu menyakitinya?!"

"Mengapa kau tak mendengarku?" Ia mulai lelah menangis, dan kini merosot lemas di bawah kaki Chanyeol. "Dia ingin mengambil Jackson... Dia mengambil Putra kita"

Chanyeol hanya bisa memejamkan mata penuh sesal. Lalu beralih merunduk demi merengkuh tubuh mungil itu.

"Maaf.." Bisiknya, seraya mencium kening Baekhyun. "Maafkan aku..." Ia kembali memeluk tubuhnya yang ringkih.

Tak ada racauan apapun selain isakkan Baekhyun.

"Aku akan membawanya kembali.." Tenangnya, sambil menggenggam tangan Baekhyun. Membimbing namja mungil itu untuk menduduki ranjangnya, sementara ia bersimpuh di depannya...

Memandangnya lekat, bahkan sesekali menyeka air mata Baekhyun.

"Dia kuat.." ujarnya masih menatap lekat kedua mata biru itu. "Dia benar-benar anak yang kuat.." Yakinnya lagi, kali ini dengan manutkan jemari keduanya

"Percayalah... tak seorangpun bisa menyakitinya" Chanyeol mengulas senyum sambil mencium punggung tangan Baekhyun.

"Hks.." Baekhyun hanya mengangguk pelan lalu tertunduk, membiarkan air mata itu kembali terjatuh di pangkuannya sendiri.

.

.

BRAKKKK

Pintu terbanting kasar, membuat beberapa pasang mata dalam ruangan itu terhenyak terkejut.

Bahkan semakin terkejut melihat Luhan terjerembab, sambil menangis kacau.,

"S—Sehun!" Gagapnya, meremas tangannya sendiri sambil mengangkat wajah.

"Sehun? Apa yang terjadi dengan putraku?" Kyuhyun mendekat, dan membantu vampire itu untuk duduk dengan benar, dari penampilan yang terlihat.. Ia tau, Luhan mungkin menggunakan segala kemampuannya untuk mencapai Puri.

"M-Makhluk itu hhh... hhh"

"Bicaralah dengan benar.." Kyuhyun mengusap wajah Luhan, mengalirkan sedikit energi untuk vampire muda itu.

"Sehun di bawah pengaruh semua makhluk itu, dan mereka membawanya" Racau Luhan

Tak pelak membuat Pria itu bahkan Chanyeol sekalipun terperanjat mendengarnya.

"Makhluk apa yang kau maksud?"

"A—Aku tak tau Paman, mereka menyerang Pangeran Bungsu saat keluar dari perbatasan. Mereka tak memiliki wujud tapi—tapi—

"Mungkinkah makhluk waktu itu?" kai mulai menyela perbincangan. "Kau ingat semua makhluk hitam yang mengelabui Paman Kyuhyun dan Chanyeol Hyung?" Lugas Kai lagi.

"K—Kau benar! I-itu makhluk yang kulihat membawa Sehun pergi" Sahut Luhan membenarkan.

"Pemangsa pikiran.." Gumam Chanyeol tiba-tiba.

"Hanya Siwon yang bisa menggerakkan makhluk itu dengan magisnya.." Lanjutnya lagi, mengepalkan tangan kuat

Begitu menerka..

Ini akan buruk, jika mereka menggunakan Sehun dan Jackson untuk melawan dirinya.

.

.

.


"Sedikit lagi sayang..."

Jackson mengerjap, sejenak mengedarkan pandangan ke sekitar. Bocah itu mulai menyadari dirinya telah melangkah terlalu jauh dari purinya.

"Njack panggil Daaddy?" Tawar bocah itu kemudian.

"Untuk apa memanggilnya? Hanya kau yang bisa menyembuhkan Mommy. Cepatlah Jack.. kau harus melanjutkan langkahmu" victoria terdengar tak sabar, menginginkan Jackson lekas membuka segel itu, lalu dirinya bisa leluasa memijakkan kaki di tanah yang semestinya menjadi miliknya itu.

Ya! Ia seharusnya menjadi penguasa...

Dan menuntut balas, atas Zico yang kini terbaring tanpa gerak sedikiitpun.

Tidak! Putranya belum mati... Ia hanya tertidur, dan terbangun saat melihat dirinya menjadi penguasa. Ya.. semua akan berjalan sesuai ambisinya. Yakin Victoria... semakin menyembunyikan nurani untuk membabat semuanya.

Bahkan untuk anak yang kini mengkuti suaranya itu, setelah semuanya tercapai. Ia hanya tinggal mencabut jantung nya.

"Daaddy malah... Njack?"

"Marah?"

Jackson mengangguk cepat, dengan kedua tangan meremas-remas jemarinya sendiri.

"Ahahaa... tentu saja tidak sayang. Dia akan senang, karena Jackson menyembuhkan Mommy" Yakin Victoria, hanya tersisa beberapa langkah lagi... hingga bocah itu mendekati dinding pembatas

"Daaddy tchenang?"

"Kau akan menjadi pahlawan untuknya... Jackson"

Jackson melompat girang lalu kembali berlari melanjutkan langkahnya.

"ya... teruslah berlari, mendekatlah padaku"

.

.

.

"Uh..." Jackson mengerjap takjub, begitu mengambil langkah terakhir lalu di depannya terlihat ratusan binatang-binatang raksasa.

Sebenarnya ratusan binatang itu menjaga di setiap dinding pembatas, namun ancaman Victoria... membuat semua binatang itu berkumpul di satu titik, untuk melawannya.

Dan di sinilah, jackson melangkah di antaranya...

Sebagian bertubuh singa, namun berkepala burung. Sebagian lagi terlihat seperti binatang bertaring pedang.

Ah! Jackson lebih takjub dengan satu yang berkepala ular bercabang itu. Ia melompat-lompat mendekatinya...

Setiap binatang penjaga yang dilaluinya, lekas tertunduk padanya... bahkan hingga Jackson mencapai tempat Chimera itu.

"Chi—mera" Ejanya spontan.

Anak itu sebenarnya tak tau nama atau bahkan jenis binatang itu, tapi semua terlintas begitu saja dalam kepalanya.

Lalu mendadak Chimera itu memutar tubuh menghadapnya, memandang Jackson bringas dengan nafas sepanas api. Ekor makhluk itu pun terkibas, siap menebas apapun yang mengancam. tapi Chimera bersimpuh dan tertunduk tepat di hadapan kaki Jackson.

Victoria dan semua Vampire pengikut itu tampak terperangah, tak percaya dengan apa yang terlihat. Tapi semua monster itu benar-benar tertunduk pada Putra Chanyeol.

Jackson terkikik senang, berulang kali pula Ia mencoba menaiki salah satu kepala Chimera itu.

Tapi begitu mengingat Baekhyun, bocah itu lekas beringsut-ingsut turun untuk mencari suara Victoria.

"Jacksoon.." Lalu Victoria kembali memanggil, tak lagi menggema seperti sebelumnya... suara itu terdengar nyata.

"Jackson kau kah itu?"

Baby mungil itu mengerjap, suara itu terdengar cukup dekat.

Dan benar saja.. Ia melihat seorang wanita cantik terduduk di balik pohon besar.

"kemarilah , ambilkan buah apel itu untukku sayang.."

"Apel?"

"Aku akan memberi obatnya ke dalam Apel itu.."

"Apel?" Jackson menunjuk buah merah tak jauh dari tempat Chimera.

"Benar... melangkahlah keluar. Apel itu di sana. Aku tak bisa mengambilnya... kakiku terluka sayang, cepat ambil Apel itu.. dan bawa padaku" Ujar Victoria, kembali membujuk baby mungil itu untuk melangkah dan memijak concubine di antara makhluk raksasa penjaga itu.

Jackson terlihat diam sejenak, merasa ragu untuk melangkah.

Bisa Ia lihat dinding pembatas penuh dengan rapalan mantera. Tapi Buah Apel itu berada di luar dinding yang sebenarnya kasat mata untuk Vampire yang lain.

"Ada apa jackson? Cepat ambil buah itu"

Jackson menggeleng pelan, Ia mendadak mempoutkan bibir... tanda mulai kesal

"Apa kau berpikir, aku seorang yang jahat?"

Dibandingkan mendengarnya, anak itu lebih memilih berjalan mendekati Chimera...

"Jackson! Kau tak mendengarku?"

"..." Jackson kembali mengabaikannya, memanjat kepala Chimera... lalu bermain seluncuran, dari kepala hingga hidung makhluk raksasa itu.

Victoria mengepalkan tangan geram. Apa yang salah? Hanya tinggal selangkah lagi... lalu semuanya terjadi sesuai inginnya!

.

.

"Jackson.." Victoria kembali memanggil

"Lihatlah... siapa yang kini bersamaku"

Jackson tertarik untuk melihatnya, lalu—

"Uncle Tchehun!" Pekiknya antusias, cepat-cepat Baby mungil itu menuruni Chimeranya dan berlari ingin mendekati Sehun.

Tanpa sadar... langkahnya kala itu telah memijak Concubine.

Satu-satunya benda sarat untuk keberadaan semua makhluk penjaga itu.

Lalu dalam sekejap, terlihat pusaran angin kuat...

Jerit hewan malam terdengar memekakkan, seiring dengan lenyapnya semua hewan penjaga itu... dan terakhir, rapalan mantera pelindung itu sirna.

"AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAA!"

Victoria bangkit berdiri, dan terbahak keras...

Rencananya berhasil...

Ini yang sedari tadi menjadi kunci utama untuknya...

"MASUK KALIAN SEMUA!" Jeritnya lantang... lalu ribuan makhluk dan vampire dari klan miliknya, melesat bebas ke dalam wilayah Chanyeol.

Sementara... Jackson mengerjap bingung, tidakkah kaki wanita itu sakit?

Tapi mengapa Ia bisa berdiri seperti itu, bahkan berjalan mendekatinya dengan seringai lebar.

"Ada apa? Mengapa kau melihatku seperti itu Jackson?"

Bocah itu reflek mundur ke belakang. "Obat! Njack obat Mommy!" Pekiknya sambil mengulurkan kedua tangannya ke depan.

Victoria kembali meringkik. "Ahhh sayaaang... aku bukan pendongeng sebaik yang kau pikirkan" Ia membelai wajah Jackson dengan kuku tajamnya. "tak ada obat yang kau cari" Ia mencubit pelan pipi Jackson.

"Karena... Mommy dan Daddy akan MA—TI"

Tubuh bocah itu mendadak bereaksi hebat, terlihat pusaran magis menguar dari tubuhnya. Dan—

"AAAA!" Ia berteriak marah dengan tangan terkepal. Detik itu pula... Victoria terpental membentur pohon besar di belakangnya, bahkan karena kuatnya hempasan hingga membuat wanita itu terbatuk dengan darah hitam mengalir dari bibirnya.

"Urgh— " Erang Victoria, sambil memegangi dadanya. "TANGKAP ANAK ITU!" Jeritnya.

Lalu sosok pria tinggi itu benar-benar berjalan mendekati Jackson.

Jackson belum mengerti apapun, Ia hanya melihat Pria itu... sebagaimana Sehun yang penuh kasih.

"Uncle... Tchehun?" Gumam Jakckson, seakan menjadi kebiasaan untuknya Ia mulai melompat-lompat dengan tangan terulur, berharap Sehun lekas mengangkatnya.

Tapi—

Pria itu mengangkat sebelah tangannya. Lalu—

'BANGG!'

Ia menggunakan pukulannya di tengkuk Jackson untuk melumpuhkan Vampire mungil itu.

.

.

.

Tak tedengar celoteh menggemaskan darinya lagi

Anak itu terpejam lemas, dan tak berdaya di atas pundak Sehun.

Victoria menyeka darah di sudut bibirnya. "Bagus..." Puji nya sambil berjalan menuju kerajaan Chanyeol... diikuti Sehun yang kini memanggul tubuh Jackson tanpa raut apapun.

.

.

.

.

.


Api berkobar dimanapun..

Menyertai jerit memekakkan yang mulai terdengar di setiap penjuru kerajaan itu.

Tak sempat untuk menyelamatkan diri, kala semua makhluk hitam itu melesat... lalu membelitnya.

Bahkan sebagian terbunuh... begitu vampire-vampire kanibal itu, menyerang.

Menggigit... dan memangsa ...

Hingga darah dan tubuh yang berjatuhan, tak bisa lagi dihindari

.

.

"T-Tidak!" baekhyun membekap kedua telinganya. "TIDAKK!" Ia berteriak histeris, meski Chanyeol kini mendekapnya erat.

"Dear—

"Aku takut! M-Mereka semua di sini!" Racaunya, memandang Chanyeol dengan tatapan nanar.

"Bagaimana dengan Jackson?! Dia hanya seorang diri di sana" Semakin pelik untuknya, tak hanya sekedar takut... tapi Baekhyun benar-benar merasa hidupnya runtuh, tanpa Putra kecilnya dan Chanyeol yang kini terancam.

"Aku akan membawamu ke tempat yang lebih aman" Bisik Chanyeol, sambil mengecupi puncak kepala Baekhyun.

"T—Tidak!Aku tidak mau! Temukan Jackson! Aku ingin kau menemukannya!" Baekhyun mengguncang tubuhnya sendiri, meski menangis sekalipun... rasanya tak akan cukup untuk menebus betapa takut dirinya kali ini.

Chanyeol mungkin terjebak akan selisih batinnya sendiri,

Tak bisa memihak satu di antara rakyatnya yang kini terancam dengan Baekhyun dan putra kecilnya.

Hingga—

"Y—Yang Muliaa!" seorang Vampire dari Klan-nya mendadak muncul dari ambang pintu "Selamatkan diri anda! Mereka—

SRATTTT!

Chanyeol melempar cakra tepat mengenai sosok di belakang Vampire itu, membuat kepala penyerang itu terjatuh sebelum berhasil menyerang pengikutnya.

"Ugh!" Baekhyun gemetar, menyembunyikan wajah di balik dada Chanyeol... tak ingin melihat tubuh yang terkoyak itu.

"Kau lihat? Tempat ini tak aman untukmu Dear.." Bisik Chanyeol

Dan Baekhyun hanya diam menggigil takut, masih tak melepaskan pelukannya dari Chanyeol.

"Cari dan kumpulkan semua yang selamat, bimbing mereka menuju bawah tanah. Dan Jaga dirimu baik-baik" Titah Chanyeol pada Vampire yang sempat diselamatkan olehanya.

Bawah tanah menjadi satu-satunya tempat yang bisa mereka gunakan untuk berlindung, ia telah memberi rapal mantera pelindung meski tak sekuat di wilayah perbatasan.

"Baik Yang Mulia!"

.

.

.

"Jangan menangis.." Lirih Chanyeol begitu mengangkat bridal tubuh Baekhyun.

Sementara Baekhyun hanya diam, merangkul erat leher Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya di dada Pria itu, tak peduli air matanya mungkin membuat kebas.

Mengapa semua mendadak seperti ini?

Ia bahkan tak mengharapkan mimpi buruk atas penglihatannya itu benar-benar terjadi.

Mawar putih penuh percikan darah...

Kini benar-benar terlihat nyata, begitu taman bunga mawar milknya.. penuh dengan potongan tubuh dan darah segar dari rakyat Chanyeol

"J—Jangan tinggalkan aku"

Sempat terdengar bisikan lirih namja mungil itu, Tapi Chanyeol hanya memejamkan mata getir.

Kembali melesat melampaui pucuk pinus yang tak tejangkau selain olehnya... menuju tempat di mana Baekhyun dan yang lainnya akan tetap aman.

Tapi semua terasa berat untuknya...

Memaksa mengabaikan untuk melihat ke bawah, sementara Ia tau... semua Vampire kanibal milik wanita itu tengah menyerang dan memangsa rakyatnya.

"Hks.." Kembali terdengar isak lirih Baekhyun, dengan tubuh menggigil hebat. "Jack—son"

.

.

"Kau akan baik-baik saja.." Lirih Chanyeol begitu dirinya berhasil memijakkan kaki, di sebuah tempat. Gelap... dan di sana ia bisa melihat raut ketakutan dari Vampire yang bersembunyi.

.

.

Perlahan Ia menurunkan tubuh Baekhyun.

"Tunggu aku di sini.." Bisiknya lagi seraya melepas genggaman tangan Baekhyun.

Tapi Baekhyun hanya menggeleng, kembali meraih tangan Chanyeol. Tak menginginkan Pria itu pergi meninggalkannya.

"Aku tau... kau akan mendengarku" Chanyeol menyatukan kening keduanya, menyeka pelan air mata Baekhyun. Sebelum akhirnya memberinya kecupan lama di bibir.

"Kau bisa menungguku di sini?" Bisiknya usai melepas ciuman itu.

Baekhyun masih tergugu. Tak sanggup mengucap sepatah katapun... selain hati yang berat untuk menggerakkan kepala.

"Aku akan membawa Jackson kembali..."

Baekhyun kembali mengangguk cepat, berusaha menguatkan diri dengan mengusap kasar air matanya.

"Benar... hapus air mata ini" Chanyeol tersenyum lembut.

"Karena dengan begitu—" Pria itu beralih menaikkan dagu Baekhyun untuk menatapnya. "Aku akan sanggup mengatakan... "

"Aku mencintaimu..."

Satu bisikan terakhir Pria itu, menjadi akhir untuknya melepas genggaman tangan Chanyeol.

Chanyeol melenyapkan diri begitu saja, bahkan Ia belum sempat membalasnya..

Baekhyun jatuh merosot, dan terduduk lemas... di tanah yang lembab itu.

Memandang kosong langit-langit dinding, yang sebenarnya tak memberi harapan apapun untuknya.

"Baekhyun.." Hingga Luhan datang menghampiri dan memeluk erat dirinya. Detik itu pula tangisan yang sedari tadi di tahannya pecah.

"AAAAAAHHHHHHHH!"

.

.

.

.

.


Lesat angin mengiring langkahnya...

Mata menajam, seiring dengan betapa awas mata Dewa miliknya menerawang pergerakan musuh.

Dua bilah pedang magis, Ia tarik dari balik jubahnya... menjadi pendamping kedua tangannya... untuk membabat musuh yang mendekat

'SRATTTT'

"ARGHTT!"

'SRATTTT'

Satu persatu... tubuh itu terpenggal oleh tebasan pedangnya, lalu jauh di depan Ia melihat Yesung dan pengikut yang bertahan, berusaha keras menyerang musuh.

Ia melesat ingin mendekat... namun—

'KLANK'

Tertahan begitu seseorang menghadang, dan menebas pedang hingga salah satu pedang magis miliknya terlempar.

"Kau—" Chanyeol menatap tajam, kedua mata maber itupun berangsur hitam kelam.

"Bukan Sehun yang ku kenal" Lanjutnya lagi seraya menghunus pedang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

chee


Next Chap..

'JAB'

"ARGHHTT!"

Pedang itu nyaris menembus jantungnya, tapi Ia bertahan.. memaksa bangkit berdiri dengan bertopang pada pedangnya, Meski tubuh terkoyak itu penuh dengan lumuran darah.

.

.

"BAEK! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

"Aku harus pergi! Aku harus melihatnya!"

Ia berjalan tertatih...

Kakinya mendadak lemas begitu melihat ke depan, berharap semua ini hanya mimpi.

Tapi... Ia nyata berjalan menuju sosok itu.

"Tidak.." Baekhyun menggeleng kasar

"TIDAAKKKK!"

.

.

"Jack?"


Yohooooo sesuai ancaman golok Chanyeol

Gua akhirnya update chapter 18 nya

How?

Lanjuut apa end di sini aja?

Review kalau mau lanjut

asupan Gloomy cuma itu soalnya,,,,

IG: Gloomy_rosemary

Follow Ig nya dan temukan konten abusrd di dalamnya

pla614, Deliscius, LyWoo, Asandra735, bublle106, Kitukie , Flowerinyou, chentongg, FyKim, tkxcxmrhmh, Diiss, IpahPyromaniac, Shengmin137, shereen park, chanox, restikadena90, myliveyou, derpwhiteboy, newBee3595, Aisyah1, SHINeexo, meliarisky7, Nikeisha Farras, Marshsamallow614, metroxylon, pla614, shinta614cbhs, blankyoss, EvieBeeL, MadeDyahD, Loey761, neniFanadicky, phenta, hnynb, ohbaekkie, bella , SuperSupreme61, totheyeolandbaek, Byunsilb, daebaektaeluv, suhoangels, noufbaybe91, chie-sa, chanbaek0104 , Incandescence7, baekpuppy04, Chanbaek769, chanbaeklmn, TanClouds, N, Riinnchan, AnggunBBH06, park ceye, Kerin , Tiara696, dwi yuliantipcy, dtafrscll614, bbysmurf, PinkuBlue614, ByunDita, byankai, bbhunyue, istiqomahpark01, Loey761, inchan88, CB046194, baeeki6104, Baeguncy, Park RinHyun-Uchiha, baekachu, veraparkhyun, Novi272, Kim Yeoja248, tutihandayani, cici fu, KolornyaEXO, WinaKim, princes23, vioveronika99, ambar istrinya suho, light195, byunnami, jieji2828, AbnormallyHuman, ryuuki queenza, clarahyun, TobenMongryong, baexot, Chogiwagurl, bblossom614, w04lf, baekkumaa, pongpongi, rubykaisoo, Abschanyeol, parkhaerin, Eun810, Hyunrin614, ChanBaekGAY, syrfh0461, luv110412, shinta614cbhs, Riinnchan, deasy alemande, byunniepie, Summer Mei, Park Yoo Ni, lailylala94, blueynana, UlfahPcy, arunaruna, chiisai20261, Chanbaekkie , haruka no hikari, chanbee, yousee, hananachan, Tiara, LightPhoenix614, CherryBlossom614, Baekbyyours614, YeolFanFan, danactebh, Reka Anggraini, AmyGAHF, phikhachu, intancheeks, Jusniati EXO-L , OhReoChanBaek, Panda Qingdao, shabrinaZ14, kim , rifkayusuf, prettyb , Rosehyun , park nagisa, AdisKMH, fansanakayam, NAi20, chanbaekssi, Dodio347, xiluhan74, lovechanbaek, bbhunyue, selepy, vegaap, jiwon , pcyxkt, indahsyuhadaa, alietha doll , buny puppy, baekbee , hosh10, Nimas736, bonchanbaek27, princes23, h jong, Pcsh, EXO Love EXO, kkimjonhin, Pikasabyun, baekbae, buny puppy, Namibaby , Meguri Yukiryuu, Retyass, AlexandraLexa, Chanrin Oh6104, Chanbaeknaena, angelinave, krisan23, blankyoss, byunlovely, ainuncho, baekkachu09, pcyxkt, Zeana Bee, Phanaa, indahsyuhadaa, Baekhyunne, bonchanbaek27, Chanchan, baby, vryeol, Ohluxeux, cute , LordLoey, kiara , firdaneahh, Dayang Rachel, 270492, dan All Guest
sorry kaga semua

jangan lupa review lagi...

I Love Youuuuuuu