Just Moved

Warning: Typo(s),OOC, alur kecepetan, ga jelas, dll.

DLDR

~enjoy ~

Sasuke POV

"Aku bilang keluar!!"

Aku berteriak padanya. Berani sekali dia masuk tanpa izin ke kamarku lalu membuatnya berantakan.

Lihatlah dia terlihat sangat ketakutan hingga langsung beranjak pergi dari kamarku. Apakah aku berlebihan? Kurasa tidak.

Tunggu! Apa itu di mejaku? Sebuah ponsel, ini pasti miliknya. Cih, aku harus mengembalikannya. Merepotkan.

Langkahku terhenti ketika melihat gadis itu dengan Sasori. Aku memutuskan untuk mengembalikannya lain kali saja.

Satu tahun yang lalu, semuanya mulai berantakan.

Ketika konser di China satu tahun yang lalu, konser terasa menyenangkan dan berjalan lancar. Namun tidak semuanya terasa menyenangkan.

Flashback

Ketika konser selesai, aku sedang ditempat istirahat.

"Pertunjukan yang bagus." ucap Naruto.

"Ayo kita pergi, Sasuke!" ucap Kakashi

"Ya," balasku.

Aku berdiri dari kursi tempat kududuk, mengambil tas. Namun sepertinya tas ku menyenggol sesuatu. Tunggu itu kalungku, kalung pemberian kakek ku.

"Hah? Kemana perginya?" Aku menunduk, mencari di bawah meja atau pun kursi.

Aku menemukannya di bawah kursi, namun liontinnya sepertinya hancur saat aku menggeser kursiku tadi.

Aku mengambil kalung dengan liontinnya yang telah hancur.

"Sasuke." panggil managerku, Shisui.

Aku hanya mendongakkan kepala tanpa menyahut.

"Kakekmu..." Shisui menggantungkan kalimatnya.

"...Dia meninggal."

Degg

Kakek meninggalkanku tanpa pamit.

[17 tahun yang lalu]

"Hahaha, Sasu kenapa kau muram hari ini hm?" tanya kakekku, Madara Uchiha

"Apakah pacarmu putus denganmu?" lanjutnya

Aku menggeleng.

"Kakeknya Naruto bilang bahwa dia tidak lagi mengingat Naruto. Naruto bilang, itu karena kakeknya terlalu tua. Kek, apakah kakek harus jadi tua juga?" tanyaku.

"Hmm, tentu tidak mungkin. Aku tidak akan pernah menjadi tua. Aku juga tidak akan pernah mati." jawab kakek

"Benarkah?"

"Tentu saja! Apakah kau pernah melihat orang setampan, sekeren, dan selucu seperti aku?"

Aku kembali menggeleng.

"Tepat, dengarkan." kakek melihat ke kanan dan ke kiri.

"Aku punya rahasia, aku punya kalung ajaib. Tadaa."

Kakek mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memberikan kalung itu padaku.

"Apakah ini benar-benar ajaib kek?"

"Tentu saja. Selama kau memiliki kalung ini, kau dapat mengusir nasib buruk. Sini," kakek memasangkan kalung itu dileherku, lalu kakek mencium liontinnya.

"Sasu, kau akan menjadi bintang dunia... Bahkan bintang jagat raya! Hahaha." ucap kakek

"Lalu bagaimana dengan kakek? Jika aku mengambilnya, kakek akan kehilangan keajaibanmu."

"Tentu tidak, aku punya satu lagi."

"Satu lagi?"

"Benar, sang penyihir memberi ku dua sebagai hadiah. Aku akan terus menjaganya, jadi jangan khawatir. Hahaha,"

Bagiku kalung ini bukan sekadar jimat keberuntungan. Sejak hari itu, kemalangan terus menghampiriku.

[Lagu baru LV bocor seminggu sebelum rilis]

Bahkan saat sedang latihan pun aku tidak sengaja menjatuhkan botol minumanku sehingga membuat Kakashi terpeleset dan terluka hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Flashback end

Aku datang kesini, untuk menemukan barang berharga yang telah kuhilangkan. Dan juga... Aku ingin sebuah awal yang baru,sebuah kehidupan yang damai. Tapi ini tidak damai sama sekali, dan juga karena gadis berpipi merah itu.

Sasuke POV end

~oOOo~

Drrdd

[Rumah]

'Silakan tinggalkan pesan setelah... '

Sakura melempar ponsel rumahnya. Menghentakan kakinya sembari mengingat dimana terakhir kali dia meninggalkan ponselnya.

"Arghh... Di mana aku meninggalkannya? Hahh, kenapa aku tidak ingat? Kenapa, kenapa, kenapa?" Sakura berbicara pada dirinya sendiri.

"Sebentar... Pertama aku mengambil selfie, lalu mencuci, mencari Matilda...

... Tidak mungkin, dia tidak boleh memegang ponselku. Sasuke tidak boleh memegangnya."

Sasuke tersenyum sembari melihat foto-foto yang berada digaleri sebuah ponsel.

"Ck, wajahnya merona."

'Klingnong'

Notifikasi line masuk dari ponsel itu. Sasuke membuka dan melihat isi line nya.

Ino

Apa yang kau lakukan

Dengan menjadi pembantunya LV?

"Hn?" Sasuke terheran-heran melihat pesan yang masuk dari linenya Sakura.

Ino

Jawab aku. Apakah tidak ada yang bisa kau ceritakan?

[Emot muka datar ]

Sasuke menggeleng.

Sakura

Privasi orang lain harus dihormati.

Ino

[Emot marah]

Persetan denganmu. Kau lupa kita meneropong bersama?

Sahabat itu ibarat kentut, kau tidak bisa lolos dari mereka.

Hei, apakah menurutmu LV mengentut juga?

"Ckckck" Sasuke kembali membalasnya

Sakura

Beri tahu pemilik ponsel untuk datang mengambil ponselnya. Sekarang juga!

Tanpa perasaan Sasuke melempar ponsel Sakura keatas meja yang ada dihadapannya.

"Tidak boleehhh!!" teriak Sakura

"Bagaimana ini? Bagaimana ini?" ucap Sakura sembari menggoyang-goyangkan tangan Ino.

Memeluk tangan Ino dan berkata, "Hei teman, kau mau pergi bersamaku mencari ponsel?"

"Ckckck. Meludah, mengintip, dan menggeledah. Pengacau yang sempurna, kan?"ucap Ino.

Sakura hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ino tersebut.

"Kira-kira apa yang akan dipikirkan LV tentangmu?"

"Orang aneh?"

"Bingo!" jawab Ino cepat.

"Aku tidak boleh dilihat bersama gadis sepertimu. Hei teman, jangan menyeretku." lanjut Ino sembari membalas rangkulan Sakura.

"Wanita jalang."

Setelah menunggu sekian lama, suara mobil yang pergi pun terdengar.

"Lihat mereka pergi. Cepatlah pergi kesana."

Diam-diam Sakura masuk kedalam rumah LV dan masuk keruangan Sasuke.

Masuk dengan langkah seperti maling, Sakura mencari keseluruh sudut ruangan untuk mencari ponselnya.

"Seharusnya disini."

"Yesss ketemu!"

'Cklek'

Suara pintu kamar mandi pun terdengat menampilkan Sasuke dengan jubah mandi yang sepertinya baru saja selesai mandi.

"Kau?"

To be Continued