Author : Fafasoo202
Title : Life with Babbo Kim
Genre : Romance, Frindship, Humor, YAOI
Rated : T+ (?)
Lenght : Chaptered
Pairing : My Lovely Kaisoo
Support Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, etc..
Disclaimer: Cerita murni dari pemikiran saya, tidak plagiat atau sejenisnya. Para pemeran milik kedua orang tuanya juga Tuhan YME. Kalau bisa, sayang ingin memiliki satu diantara mereka :3

Note : Huruf 'italic' menunjukkan kata hati, dan flashback. Jadi, perhatikan tiap kata dan kondisi dalam cerita. Bagi yang tidak menyukai YAOI, tolong segera menutup halaman. Terima kasih^^

.

.

.

Copyright © 2016 Fafasoo202 Present

.- Life with Babbo Kim -.

.

.

.

.

.

Chapter 4

Apa yang paling menyebalkan dari ini?

Kyungsoo memasuki kelasnya dengan wajah lesu dan berantakan. Sampai-sampai ia menabrak Johnny –mahasiswa asal Amerika yang mengikuti pertukaran pelajar, karena kepalanya terus menunduk. Kyungsoo mengangkat kepala dan menatap wajah pria blasteran itu. Kemudian ia menggumamkan kata maaf sambil berlalu menuju tempat duduknya.

Tak sampai lima menit kemudian, lengkingan khas sahabatnya -Byun Baekhyun, terdengar dari arah pintu kelas.

Lelaki bermata bulat itu menghela nafasnya, kenapa sejak Kai datang semua paginya tak seindah pagi-pagi sebelumnya.

Setelah meletakkan tas dan mendudukkan dirinya, Baekhyun terdiam sejenak memandangi Kyungsoo yang nampak tak beraturan itu.

"Ada apa?"

Kyungsoo menoleh dan menemukan kebingungan dari kerutan di kening Baekhyun. Kyungsoo menghirup nafas dalam-dalam, sebentar lagi ia akan meledak!

"Kau tahu?! Tadi pagi aku berangkat bersama Kai dengan motor sport sialannya itu. Dia hampir membuatku mati karena adrenalin yang sangat terpacu oleh laju motornya. Demi Dewa! Dia langsung menurunkanku di tengah jalan dengan alasan bahwa aku terlalu cerewet! Dan itu artinya aku harus mencari taksi jika tidak ingin terlambat karena kami sudah melewati pemberhentian bus yang biasa ku naiki! Baekhyuuuuuun~ uang tabunganku berkurang~ bagaimana ini?" Kyungsoo mengakhiri ceritanya dengan rengekkan yang menjijikan.

Baekhyun menepuk keningnya pelan, ingatkan dia jika sahabat manisnya ini sangat mencintai uang tabungannya. Dan bagaimana bisa Kai sejahat itu pada Kyungsoo, oh dia jadi ikut-ikutan kesal dengan orang itu. Namja bereyeliner itu menatap nanar seraya mengelus punggung sempit Kyungsoo.

.

"Kyungsoo.."

Kyungsoo menggumam membalas panggilan Baekhyun.

"Emm... ini tentang pertemuan kedua orang tuaku dan Chanyeol", Kyungsoo membulatkan mata dan segera menghentikan kegiatan menyedot bubble tea –nya. Ia berbinar menatap Baekhyun yang tampak malu-malu dihadapannya.

"Apakah berjalan lancar?" tanya Kyungsoo hati-hati.

Baekhyun segera menggenggam kedua tangan Kyungsoo sambil mengangguk semangat. "Mereka banyak bertanya ini itu pada Chanyeol, tapi Chanyeol dengan mudah menjawab itu semua. Sampai akhirnya, Chanyeol melamarku dan kedua orang tuaku langsung setuju. Appa bilang, kami akan melangsungkan pertunangan bulan depan". Senyuman Baekhyun menular pada Kyungsoo.

"Aigoo,, aku tidak menyangka pada akhirnya Tuan Muda Byun ini akan meakhiri masa lajangnya bersama seorang Giant"

Baekhyun terbelalak dan memukul kecil lengan Kyungsoo. Tapi mereka berakhir dengan tawa yang meledak di sudut kantin itu. Perbincangan masih berlanjut sampai seseorang mengganggu kesenangan Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kyungsoo sunbae!"

Kyungsoo mendapati seringai tajam di sudut bibir Baekhyun ketika telinga mereka sama-sama menangkap suara itu. "Fans setiamu datang!" bisik Baekhyun sambil terkikik. "Ommo! Dia datang bersama seseorang!" lanjut Baekhyun dengan heboh. Kyungsoo memutar bola matanya dan ikut memandang ke arah belakang, karena pintu masuk ada disana.

Betapa terkejutnya Kyungsoo, saat melihat dua orang yang tengah berjalan ke arah mereka. Itu Dokyeom dan...

Kai?

Bagaimana bisa mereka—?

"Sunbae, rasanya sudah lama aku tidak bertemu denganmu. Beruntung sekali aku memiliki jadwal yang sama denganmu hari ini" Kyungsoo memaksakan tawanya keluar ketika mendengar perkataan pengagumnya itu.

"Oh iya, perkenalkan.. ini Kim Jongin, mahasiswa baru di kelas ku, kau bisa memanggilnya Kai. Dan Kai, ini Kyungsoo sunbae, calon kekasihku". Bisik Dokyeom diakhir kalimatnya. Sementara Kyungsoo melirik kesal pada Baekhyun yang tengah menahan tawanya saat ini.

Kyungsoo melirik Kai yang tengah menatap seisi kantin tanpa memperdulikan dirinya. Great! Lelaki itu benar-benar melaksanakan perjanjian mereka tadi pagi. Dan lihat gaya itu,

Dewi batinnya terkulai lemas di kursi merah marun itu dengan tatapan yang sayu. Ia baru saja melihat manik mata Kai yang tak berlensa seperti biasanya, dan.. hey! Kemana perching itu? Dia bertransfromasi menjadi anak yang baik rupanya. Terlihat lebih dewasa sekaligus manly!

Krek!

Kyungsoo mengedip beberapa kali, sedangkan Baekhyun dan Dokyeom buru-buru mengalihkan pandangan mereka pada Kai. Lelaki tan itu tengah berdiri sambil melambai pada seseorang di sana.

"Oh, Kai? Kenapa tidak mengabariku kalau kau kuliah disini?" ujar seseorang dan Kai hanya membalasnya dengan seringai kecil.

Merasa pernah mendengar suara itu, Kyungsoo mencoba menoleh untuk mengetahui siapa gerangan orang yang tengah berbicara pada Kai. Mata Kyungsoo membola, dia lagi?

"Annyeong, apa aku boleh bergabung di—"

"Tidak!"

Kyungsoo mendelik pada Kai, apa-apaan tadi itu?

"Jangan disini, kita cari tempat duduk yang lain saja" ujar Kai seraya menyeret tangan orang itu. Mata Kyungsoo masih bergulir mengikuti pergerakan Kai hingga lelaki itu mencapai ujung kantin.

"Sejak kapan dia kuliah disini?" gumam Kyungsoo tanpa melepas pandangannya.

"Siapa?" Kyungsoo menoleh ketika suara Dokyeom mengambil alih atensinya. "Orang yang bersama temanmu barusan" jawab Kyungsoo.

"Kau tidak tahu Taemin? Dia senior kita Kyungsoo" kali ini matanya memandang bingung pada Baekhyun. "Makanya, jangan terlalu asik dengan duniamu sendiri" sinis Baekhyun lalu kembali fokus pada smartphonenya. Dan Kyungsoo hanya mampuu berdesis tanpa membalas ucapan Baekhyun.

Tidak penting apakah dia mengenal Taemin atau dia. Intinya saat ini adalah, kenapa aku jadi merasa kesal seperti?

Kebanyakan orang menyebutnya dengan 'cemburu', tapi Kyungsoo yakin dia tidak sedang cemburu. Hey! Ingat, Kyungsoo membenci Kai jadi untuk apa dia merasa cemburu?! Kyungsoo hanya... kesal, tanpa alasan, yah hanya seperti itu.

Kyungsoo semakin kesal ketika otaknya bekerja keras untuk masalah sepele, dan dia bertambah kesal ketika masih menemukan binar kagum pada mata Dokyeom ketika tatapan mereka bertemu.

Dugh!

"Aww!"

"Berhenti menatapku seperti itu Lee Seokmin!"

Baekhyun yang sedari tadi hanya diam dan fokus pada pesan-pesan yang dikirimkan Chanyeol kini mendadak linglung ketika mendapati Kyungsoo yang sudah beranjak pergi dan Dokyeom yang kesakitan sambil memegangi kakinya. Oke, Baekhyun menyimpulkan : sesuatu yang mengerikan sudah terjadi beberapa menit lalu.

.

.

Untuk pertama kalinya Kyungsoo merasa begitu jengah dengan tatapan memuja para gadis untuk pria populer di kampusnya. Berulang kali ia memutar bola matanya. Demi Neptunus, hampir di sepanjang koridor yang ia lihat dan dengar hanya bisikan berupa pujian serta kekaguman pada si murid baru. Kyungsoo terlalu bodoh jika tidak mengetahui siapa murid baru yang di maksud.

"Sepertinya dia dekat Taemin sunbae ya? Ya ampun, mereka cocok sekali!"

"Astaga! Jangan menampakkan sisi lain mu saat di depan umum seperti ini Yeri-ah. Kau ini! Sudahlah, ayo kembali ke kelas".

Kyungsoo menghentikan langkahnya, ia berbalik dan memandang tajam pada sepasang anak hawa yang berjalan melewatinya tadi. Oohh ya ampun, kenapa dirinya merasa begitu marah? Ia berbalik seraya melanjutkan langkahnya menuju kelas.


Mendapati kenyataan bahwa dugannya waktu itu adalah salah, entah kenapa dia jadi meresa senang saat ini. Nama yang dia kira adalah dua manusia yang berbeda, tapi kenyataannya adalah orang yang sama. Dan juga, orang itu bukan kekasih Kyungsoo atau mungkin belum. Entahlah.

Lalu mengenai pembicaraannya tentang sesuatu yang Kyungsoo ketahui dari Yuta juga salah. Ia sudah mengkonfirmasi hal itu pada Yuta secara langsung. Beraninya lelaki belo itu bermain-main dengannya. Tapi paling tidak, rahasianya masih tersimpan dengan baik di mulut manusia Jepang itu.

"Kai.."

Kai mengalihkan perhatiannya ketika Taemin memanggil namanya dengan suara lirih. Ia menemukan kesedihan di wajah itu. "Ada apa?" tanya Kai pelan. Taemin mengangkat kepalanya dan menatap manik hitam Kai dalam-dalam,

"Sebenarnya... aku..."

Air muka Kai berubah ketika Taemin menceritakan semuanya. Ia kesal, marah, dan rasanya ingin menangis saat itu juga. Ia baru saja dekat kembali dengan Taemin si cinta pertamanya itu. Tapi Taemin bilang, dia akan meninggalkannya?

"Sejak kapan?" demi Tuhan, nafasnya tercekik saat menanyakan itu.

"1 tahun yang lalu".

"Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?!" Sejak dulu, Kai tidak akan pernah tahan melihat Taemin menangis. Tapi sekarang ia membuat lelaki kesayangannya itu menangis.

"Aku tak mau menyusahkanmu, sungguh" hatinya sakit melihan lelahan air mata yang makin deras dari mata Taemin. Tangannya perlahan menggenggam sebelah tangan Taemin, "Maaf seharusnya aku datang lebih awal" lirih Kai penuh penyesalan.

.

=Life With Babbo Kim=

.

Tepat seminggu sudah Kai kuliah. Dan Kyungsoo menemukan sesuatu yang aneh belakangan ini. Semuanya dimulai dari...

Seperti sekarang.

"Buatkan sandwitch yang lebih, aku akan memakannya sesampai di kampus".

Kyungsoo memandang Kai sejenak sebelum melanjutkan kegiatan membuat sandwitch sebagai menu sarapan rutin mereka. "Kau berbagi makanan dengan seseorang ya?" gumam Kyungsoo tanpa memandang Kai.

"Bukan urusanmu!"

Helaan nafas terdengar, Kyungsoo seharusnya tidak banyak bertanya pada lelaki menyebalkan macam Kai ini. Karena jawabannya selalu sama dan selalu berhasil membuatnya naik pitam.

Setelah menyusun dengan rapi beberapa sandwitch di kotak makan, Kai langsung mengambilnya dan bergegas pergi menuju kampus, meninggalkan Kyungsoo yang lagi-lagi keheranan dengan sikap Kai. Kyungsoo sudah bertekad hari ini harus mengungkap semuanya. Mulai dari, kenapa raut wajah itu terlihat menyedihkan di suatu waktu, kenapa dia pergi lebih awal ke kampus, kenapa dia selalu minta di buatkan bekal yang banyak, kenapa dia jadi tidak sebawel dan tidak semerepotkan dulu, dan kenapa dia jadi jarang menyuruh-nyuruh dirinya lagi?

Jadi Kyungsoo bergegas mengambil tasnya lalu menguntit Kai diam-diam sampai lelaki itu memasuki kampus. Kyungsoo masih berjalan mengendap di belakang sana. Ia melihat Kai menuju lantai 3 kampus mereka. Baiklah, pertanyaan pertama : kenapa dia menuju lantai 3 padahal kelasnya ada di lantai 2?

Kai berhenti di depan pintu ruangan kelas sosiologi. Dan Kyungsoo menyembunyikan dirinya di balik pilar yang besar. Ia mengintip Kai yang sedang mengetikkan sesuatu di ponselnya, lalu beberapa menit kemudian seseorang dengan perawakan yang sedikit lebih rendah dari Kai dengan poni yang jatuh menutupi dahinya berlari kecil menuju lelaki tan itu.

Kyungsoo panik bukan main ketika dua orang itu akan berjalan melawati dirinya, jadi Kyungsoo buru-buru merendahkan topi yang ia kenakan dan berbalik memunggungi dua orang itu sebelum ia ketahuan. Kyungsoo melirik melalui ujung matanya saat Kai dan orang yang Kyungsoo ketahui bernama Taemin itu berbelok dan menuruni tangga yang mengarah ke taman belakang kampus.

Pertanyaan kedua : jadi, dia berangkat pagi seperti ini hanya untuk menemui Taemin?

Ketika dua orang itu tiba di taman dan mendudukkan diri mereka, Kyungsoo juga ikut mengistirahatkan dirinya di balik pohon besar yang cukup jauh dari Kai dan Taemin. Ia mengamati baik-baik tiap gerak-gerik dari keduanya. Sampai pada akhirnya Kyungsoo tercengang ketika iris matanya mulai terasa panas perlahan karena melihat Kai yang kini tengah memeluk erat Taemin sambil menenggelamkan kepalanya di bahu lelaki cantik itu. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi Kyungsoo yakin sekarang Taemin sedang mencoba menenangkan Kai dengan usapan lebut di punggung itu.

Kyungsoo kehilangan nafasnya beberapa saat. Sesuatu yang keras menghantam hatinya yang kini terasa sangat sakit. Ia buru-buru mengedipkan mata saat sebulir air akan mengalir dari mata kirinya.

Ketika pandangannya mulai membaik tanpa halangan air mata sialan itu, Kyungsoo melihat sesuatu yang lagi-lagi menghantam hatinya begitu keras dan kuat. Kai mengecup kening lelaki itu sambil membelai lembut rambut belakang Taemin.

Semuanya berhenti. Dan otaknya mengirimkan sinyal agar kakinya melangkah menjauh dari tempat itu. Ada apa dengan dirinya? Kyungsoo menggeleng dan berlari menembus kerumunan di lorong demi menuju kelasnya. Dan anehnya lagi, kenapa air matanya seolah mengalir begitu saja dengan derasnya sampai membuat orang-orang yang melihatnya melayangkan tatapan bingung ketika ia lewat.

Pertanyaan ketiga : ada hubungan apa Kai dan Taemin?

Kenapa rasanya sakit sekali?

.

.

.

"Baekhyuuuuun~"

Tuhan, jika saja Kyungsoo tidak sedang menangis saat ini, Baekhyun bersumpah dirinya akan mengumpat karena rengekan menjijikan tadi. Dia memandang perlahan sahabat karibnya itu, "Ada apa, Kyung?" tanyanya pelan.

Kyungsoo menggeleng, hanya bungkam sambil terus menyapu hidung dengan punggung tangannya dan terus memukul-mukul dada kirinya.

"Kenapa? Apa dadamu sakit?", Kyungsoo menggeleng lagi dengan tangisan yang semakin kencang. "Lalu apa? Kau kecewa dengan hasil tesmu yang berada di bawah Taeil?"

"APA?!" Mata Kyungsoo membola memandangi Baekhyun, "S-siapa bilang?" tanyanya dengan tangisan tertahan.

"Eoh? Ku pikir kau menangis karena..." Baekhyun tiba-tiba kehilangan kata ketika melihat mata Kyungsoo yang nampak berapi-api karena kesal.

"... kau melihat hasil Tesmu di Mading". Bisiknya sambil menunduk.

Hening...

... Kyungsoo menahan nafasnya dan memandang Baekhyun tak percaya. Matanya bergetar karena gumpalan air mata itu datang lagi. Sementara Baekhyun mulai heboh sendiri, saat mendapati tatapan nanar dari Kyungsoo yang berada di sampingnya. Oh, Tidak Tidak! jerit Baekhyun dalam hati saat air mata itu siap tumpah dari mata bulat Kyungsoo.

"HUAAAAAAAAA!"

God!

Baekhyun menghela nafasnya, dia salah mengira ternyata. "Tenanglah Kyungsoo~" ucapnya lembut seraya menahan malu karena seisi kelas tengah menatap ke arah mereka saat ini.

Jika saja Kyungsoo tidak memiliki perasaan pada lelaki menyebalkan itu, ia tidak akan menangis seperti ini. Geez.. apa aku baru saja mengakui perasaanku?

Siapa sangka jika pada akhirnya Kyungsoo jatuh cinta pada si tuan bossy Kim Jongin? Demi Tuhan, Kyungsoo juga kesal karena perasaannya yang membuat hatinya selalu lemah jika sudah berhadapan dengan Kai. Naif!

Kai pikir mungkin perlakuannya kepada Kyungsoo selama ini adalah hal yang biasa, kendati ia juga terlihat tidak suka dengan kehadian orang itu... tapi sungguh, jauh di dalam hatinya Kyungsoo sudah lama memuji pria bernama Kai. Bagaimana wajahnya yang menyebalkan namun tetap tampan, bagaimana suara berat lelaki itu menyebut namanya, bagaimana bibir penuh Kai berada di atas bibirnya untuk beberapa kali. Ah ya! Bahkan, Kai-lah yang mengambil ciuman pertamanya.

Brengsek!

.

.

"Aku harus pergi sekarang"

Kai masih memandangi wajah pucat itu dengan tatapan kosong, "Aku akan mengantarmu!". Taemin menggeleng dan balas menatap Kai. "Tidak! Kau harus kuliah Kai" lirihnya seraya berdiri. Namun Kai bersikeras dengan kemauannya. Lelaki itu menggenggam tangan Taemin dan membawanya meninggalkan taman.

"Lihat? sudah ku pastikan aku akan merepotkanmu, jika kau tahu hal ini dari awal" bisik Taemin dengan suara bergetar. "Jangan bicara lagi, hyung. Kumohon!" suara Kai menyentak Taemin seketika.

"Maaf" gumamnya penuh rasa bersalah.

Kai berhenti ketika mereka melewati kelas Kyungsoo. Ia dapat melihat roomatenya itu sedang tidur dengan menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangannya di atas meja. Entah kenapa ia merasa khawatir akan sesuatu mengenai Kyungsoo.

Panggilan dari Taemin disampingnya mengambil alih atensi Kai, "Eng.. Maaf!" gumam Kai dan melanjutkan langkah mereka.

.

=Life With Babbo Kim=

.

Kesal!

Kyungsoo kesal kenapa dirinya malah berakhir di atas kasurnya dengan tumpukan tisu kotor seusai jam kuliahhnya selesai. Dewi batinnya menatap sedih padanya. Kyungsoo tidak suka itu. Kyungsoo tidak suka di kasihani karena kini ia sedang menangis tersedu-sedu sekarang.

"Ayolah Kyungsoo.. hiks... Kau ini laki-laki!" gumamnya di sela-sela isakan. Tapi bukannya berhenti menangis Kyungsoo malah semakin mengencangkan suaranya hingga bunyi pintu terbuka di sebelah kamarnya terdengar. Kyungsoo terdiam, apa Kai sudah pulang?

Ia merutuk, dan berpikir cemas apakah Kai mendengar suara tangisannya tadi. Matilah riwayatku!

Keeseokan paginya semua kembali terulang.

Kai duduk dengan manis di kursi meja makan. Kyungsoo memandangnya di depan pintu dapur. Tiba-tiba saja rasa sakit dan marah menggerogoti hatinya. Kyungsoo muak. Kakinya berjalan pelan memasuki dapur, mendekati almari pendingin demi segelas jus jeruk yang ia inginkan. Lalu suara itu menginterupsinya,

"Kyungsoo,seperti biasa. Buatkan aku—"

Prak!

Kyungsoo memandang tak suka pada Kai setelah ia meletakkan gelas kaca itu dengan keras di meja makan. "Apa? Kau ingin aku membuatkan makanan untuk orang lain?" tanya Kyungsoo penuh penekanan. Kyungsoo tertawa sumbang karena menyadari betapa bodohnya ia di hadapan Kai.

Matanya menatap lurus pada iris hitam tajam itu, "Tuan Muda Kim Jongin! Mulai sekarang, lakukan apapun yang kau mau. Tapi kumohon, jangan libatkan aku!"

Kyungsoo buru-buru menundukkan pandangannya, dan menggumam kata maaf yang begitu pelan. Ia meraih tas ranselnya dan bergegas pergi dari hadapan Kai. Namun baru beberapa langkah, lengannya di cekal erat oleh Kai. Dan ketika Kyungsoo berbalik, ia menyesal karena sudah melakukan itu. Posisi mereka terlalu dekat dengan dirinya yang berada di bawah tatapan intimidasi dari lelaki Tan bernama Kai.

"Ada apa denganmu?" geramnya tak suka.

Rasa marah itu kembali lagi,

Kyungsoo mengangkat kepalanya seolah mennatang Kai, "Ada apa kau bilang? Aku tidak sudi berbagi makanan untuk orang lain. Selama ini kau membagi sandwitch itu untuk temanmu itu kan? Tidak usah berpura-pura lagi Kim!".

Kai memandangnya dengan alis saling bertaut, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo. Meneliti baik-baik wajah putih dengan pipi gembil itu. Kemudian Kai berbisik, dan membuat wajahnya pucat seketika.

"Kau menyukaiku?"

.

.

.

.

To Be Continued (^^/)


TT_TT Aloohaaa~ I'm back.. ini udah fafa tulis berminggu-minggu yang lalu tapi entah kenapa selalu merasa ada yang kurang untuk chapter ini, dan sampe sekarang pun masih begitu dan fafa jadi kesel sendiri! Jadi yah begini, publish aja! I Don't Care! Ini tanpa edit, jadi entah lah! fafa juga tau makin kesini alurnya jadi berantakan banget,, arrgghhhh! fufufu~

Eh btw, siapa yang berhasil melewati satu tahun ini dengan perasaan yang masih sama besar untuk Kaisoo? Fafa seneng banget lho, karena fafa bisa bertahan sampe sekarang:")

btw lagi, untuk

12154kaisoo, ini ka po kan? Kk baca ff aku ya? O_O Huaaaaaaaaaaaaaaaahhhh! demi apa?! Makasih lho kak, ff ku udh di lirik Y_Y senengnya:"v Thanks a lot di tunggu ff-ff kaisoonya yang lain kak^^

Udah ahh,,

Bye~

Mind to review