Author : Fafasoo202
Title : Life with Babbo Kim
Genre : Romance, Friendship, Humor, YAOI
Rated : T+ (?)
Lenght : Chaptered
Pairing : My Lovely KaiSoo
Support Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, etc..
Disclaimer : Cerita murni dari pemikiran saya, tidak plagiat atau sejenisnya. Para pemeran, milik kedua orang tuanya juga Tuhan YME. Kalau bisa, saya ingin memiliki satu diantara merdeka :3
Note : Huruf 'italic' menunjukkan kata hati dan flashback. Jadi, perhatikan tiap kata dan kondisi dalam cerita. Bagi yang tidak menyukai YAOI, tolong segera menutup halaman. Terima Kasih ^^
.
.
.
Copyright © 2016 Fafasoo202 Present
.- Life with Babbo Kim -.
.
.
.
.
.
P.S. : Guuuuyyysss... Ku sarankan untuk membaca sekilas chapter sebelumnya :")
Chapter 5
Bukankah dirinya terlihat seperti seorang pengecut?
Kyungsoo bukanlah orang yang senang menghindari sesuatu. Tapi untuk yang satu ini, ia lebih memilih untuk menghindar sejauh mungkin.
'Kau menyukaiku?' Dewi batinnya menyeringai senang seolah tahu jawaban sebenarnya dari pertanyaan itu. Kekehan kecil dari bibir heartshape itu membuat beberapa mata memandangi heran
Pertanyaan itu...
Sial. Kyungsoo sangat ingat bagaimana dirinya terpaku saat itu, sebelum ia menggeleng kuat dan melarikan diri ke kamar meninggalkan Kai tanpa sebuah jawaban. Ia tertawa nyaring, dan sebagian orang yang lalu lalang berusaha menjauh dari sekitarnya.
Kyungsoo merenggut rambutnya, ia menunduk dan matanya tampak kebingungan. Sebenarnya ia bisa saja menjawab 'Tidak!' pada Kai, tapi kenapa kata itu bahkan tak terlintas di kepalanya. Apa aku benar-benar menyukai Kai? Benarkah?
"Tidak!" ia menggeleng dan bangkit dari kursi taman yang ia duduki. Kyungsoo berbalik dan berjalan cepat sambil terus menggumamkan kata "Tidak!" disepanjang jalan menuju pulang.
Seharusnya pagi ini ia bisa menikmati waktu santai ditemani suasana ramai di taman kota. Tapi kemudian kejadian seminggu yang lalu membuyarkan pikirannya. Sekarang Kyungsoo berharap, ketika ia tiba di rumah ia bisa menjernihkan pikirannya tanpa menemukan Kai disana.
Bisakah dia pergi dari kehidupanku? Ohh,, hatinya bahkan menangis sekarang.
.
.
.
Jarum arlojinya berdetak ke angka 12 untuk kesekian kali. Jam menunjukkan pukul 8.45 pagi. Artinya sudah 10 hari dia mengabaikan si bodoh Kim setelah hari itu.
Kyungsoo merasa resah pada dirinya sendiri,
Kai benar-benar diam tanpa menghiraukannya. Oke, Kyungsoo mengakui jika ia tidak nyaman dengan situasi mereka.
Helaan nafas panjang seolah menggambarkan betapa lelahnya ia saat ini.
Kyungsoo mengangkat kepalanya ketika menemukan sosok yang menghantuinya tiap malam di puncak tangga itu.
Lihat betapa matahari begitu menyukainya! Sebab, Kim Jongin saat ini terlihat sangat indah dengan sinar mentari yang menembus kaca yang kemudian membalut tubuhnya.
Bertanya-tanya apa yang membuat Kai tersenyum begitu lembut sambil memandangi ponsel di genggamannya.
Tuhan, dia terlihat tampan dengan setelan kasual dan rambut hitam itu.
Lalu ia terhenyak dan hatinya menggerutu, kenapa tanpa sadar aku selalu saja memuji si hitam itu sih?.
Dewi batinnya terkikik seolah senang dengan apa yang dirasakan kyungsoo. Ya Tuhan,, Kyungsoo benar-benar tidak menyukai Dewi batinnya.
Seharusnya dengan kondisi mereka yang seperti ini keadaan hatinya akan membaik, tapi jauh dari ekspektasi, kenyataan yang sebenarnya adalah dimana hatinya merasa semakin jatuh bahkan saat mereka hanya berpapasan tanpa sebuah sapaan.
Kyungsoo mengenal Kai, tentu saja. Ia mengenal baik bagaimana lelaki itu, kendati mereka selalu saja bertengkar dan meributkan segala hal.
Kai, dia adalah orang yang menyebalkan, dingin, bossy, dan cuek dengan sekitar. Dia bukan perayu ulung yang suka sekali bergonta-ganti pasangan. Ah, setau Kyungsoo.. dulu Kai sering kali menolak pernyataan cinta dari para gadis di sekolah mereka. Bahkan gadis paling cantik sekalipun mendapat penolakannya. Bukankah dia seorang yang,
brengsek?
Ia tertarik kembali pada kenyataan ketika matanya bergulir mengikuti pergerakan Kai yang beranjak menaiki anak tangga dan menghilang dari pandangannya.
"Kyungsoo bangun! Mr. Lee sebentar lagi datang"
Kesadarannya kembali saat merasakan guncangan di bahu kirinya. Kyungsoo membuka mata perlahan dan memandangi Baekhyun yang masih saja berusaha membuatnya bangun. Dengan berat hati, ia mengangkat kepala lalu merapihkan rambutnya sejenak sebelum mengeluarkan buku dari tas.
Kyungsoo mencoba fokus memandang kedepan walau ia tahu sedang diperhatikan begitu intens oleh sahabatnya sendiri.
"Kyungsoo.." Dirinya berharap masih bisa menyembunyikan masalah hatinya untuk waktu yang lebih lama, tapi firasatnya berkata semua akan terungkap hari ini juga.
Salahkan Baekhyun dan rasa keingintahuannya.
.
.
.
"Yahh... sekarang uri Kungsoo sudah dewasa eoh?"
Kyungsoo memutar bola matanya. Demi Tuhan, ia berbicara serius panjang lebar tapi tanggapan Baekhyun malah seperti itu. Ingatkan dirinya untuk tidak lagi bercerita pada si bawel Byun. Oh,, ingin rasanya meninggalkan Baekhyun sendiri di kantin yang ramai ini.
"Oke oke, maafkan aku. Aku tidak akan berkomentar apapun mengenai kisah asmaramu itu, karna aku tidak berhak untuk ikut campur. Aku hanya ingin bilang, selesaikan secepat mungkin. Aku tidak tahan melihatmu setiap hari dengan tampang yang menjijikkan. Aigoo~"
"Yayaya... terserah apa katamu" Baekhyun terkikik mendengar jawaban jengah dari Kyungsoo.
"Ah iya, apa kau sudah dengar mengenai rencana liburan musim panas tahun ini?" tanya Baekhyun lalu menyeruput milkshakenya.
Kyungsoo mengangguk malas. Ia sudah tahu berita itu ketika baru memasuki gerbang kampusnya. Semua orang membicarakan rencana liburan musim panas. Biarlah, toh dirinya tidak akan ikut juga.
"Kali ini kau harus ikut!"
Ia hampir saja menyemburkan jus jeruk yang ingin dia telan. "Shireo!" jawabnya penuh penekanan.
Baekhyun mengangkat bahunya cuek, "Terserah! Jika kau tidak datang hari itu, aku benar-benar akan menculikmu. Lihat saja!" setelah berbicara seperti itu Baekhyun dengan segera bangkit dari kursinya dan meninggalkan Kyungsoo begitu saja.
"Woahhh! Si Bacon itu benar-benar!" Lidahnya berdecak sebelum berdiri dan menyusul Baekhyun yang menyebalkan itu.
Sinar matahari menerpanya begitu jahat pagi ini.
Musim panas telah tiba.
Kyungsoo menghela nafas dan menarik selimut abu-abunya hingga menutupi kepala. Ia akan tidur seharian, lalu bangun di tengah malam kemudian memasak ramen dan memakannya sambil menonton film. Ahh,, agenda liburan musim panasnya kali ini sudah tersusun rapi di otaknya.
Dombanya baru terhitung sebanyak 61 ketika ia mendengar pintu kamarnya di dobrak. Kyungsoo membuka matanya kaget,
Dia tahu siapa pelakunya.
Terkutuklah Byun Baekhyun!
Tangannya mengerat menggenggam pada selimut ketika ia mendengar derap langkah kaki mendekati ranjangnya. Ia tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan musim panas miliknya yang indah.
"Do Kyungsoo, ireonabwa!"
Pagi itu menjadi pagi terburuk yang pernah Kyungsoo alami sebab mereka terlibat dalam pertarungan tarik-menarik selimut.
Setibanya di lokasi,
Kyungsoo memandang malas pada Min Hyuk si ketua osis yang tengah memberikan intruksi dan menjelaskan berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan selama camping. Siapapun tolong, ia hanya ingin pulang:""
Ya, pada akhirnya Baekhyun berhasil membawaku sampai disini.
Kepalanya terlalu penuh dengan berbagai cara demi melarikan diri dari sini, ketika tiba-tiba tangannya di tarik. Kyungsoo tersentak dan memandang sebal pada Baekhyun yang menyeretnya seolah ia adalah anak nakal.
"Oke, kita sampai! Bantu aku Kyungsoo" seru Baekhyun seraya mengeluarkan tenda dan dari tas punggungnya.
Kyungsoo mendesah karena otaknya benar-benar buntu mencari cara untuk kabur. Jadi,,
...nikmati saja, Do Kyungsoo.
Astaga, ia bahkan menyemangati dirinya sendiri.
Kyungsoo melepas tasnya begitu saja, dan bergegas membantu memasang tenda berwarna merah yang Baekhyun bawa. Mereka tertawa sesekali karena saling melontarkan lelucon.
"Ahh,, aku tidak tahu kalau memasang tenda sesulit ini!" Baekhyun berseru kesal dan melempar paku yang ada di tangannya kesembarang arah. Sudah 20 menit berlalu tapi tenda mereka tidak terpasang dengan benar sejak tadi. Kyungsoo terduduk pasrah dan melirik Baekhyun yang memasang wajah cemberut. Bukankah segala sesuatu di dunia ini selalu ada lebih dan kurangnya? Jika Kyungsoo dan Baekhyun adalah siswa teladan di Kampus mereka maka sekarang mereka sama-sama bodoh dalam hal memasang tenda, dan Kyungsoo ingin sekali tertawa sekarang. Oke, lupakan, Baekhyun tidak akan melepaskannya jika ia tertawa dalam konidisi mereka yang seperti ini.
"Eoh?! Dokyeom-ah!"
Kepalanya terangkat kaget, ia memandang bingung pada Baekhyun lalu menoleh kebelakang mengikuti arah pandang sahabatnya itu.
Dokyeom berjalan dengan semangat ke arah mereka sambil melambaikan tangannya dan tersenyum riang pada mereka. Tidak. Bukan itu yang menjadi objek matanya. Tapi seseorang dibelakang Dokyeom yang menyorotnya dengan tatapan yang begitu datar. Aughh,,, mengerikan.
Kyungsoo menyentak kepalanya kembali pada Baekhyun. "Yah! Kenapa memanggilnya?" bisiknya setelah menarik Baekhyun lebih dekat.
"Kau mau kita memasang tenda ini semalamsuntuk, huh?"
Ia membenarkan perkataan Baekhyun. Baiklah, biarkan ia mengalah untuk kesekian kali atau Baekhyun akan mengomelinya sepanjang malam jika ia protes.
"Halo Kyungsoo sunbae... halo juga Baekhyun sunbae" sapa Dokyeom dengan ceria. Matanya lagi-lagi menatap Kyungsoo dengan binar yang berlebihan. Kyungsoo menatap jengah pada Baekhyun yang begitu ceria membalas sapaan lelaki absurd itu.
"Bisa bantu kami memasang tendanya?" tanya Baekhyun memasang wajah memelas. Yaaa, biarkan Byun Bacon berlaku seenaknya.
"Tentu! Ayo, Kai!"
Mata bulatnya bergulir mengikuti pergerakan Dokyeom dan Kai yang semakin mendekat. Pandangannya terfokus pada Kai yang terlihat ogah-ogahan ketika tangannya di tarik oleh manusia serupa Chanyeol, si hyper active Dokyeom.
Bibirnya mengulum senyum,
Tentu saja.. Kai bukanlah orang yang sepenuh hati akan mengerjakan hal macam ini. Dia kan bossy.
"Minggir!"
Kepalanya menyentak kesamping dan matanya bertemu pada hazel kemerahan yang memandangnya dingin. Dan,, Dewi batinnya meleleh saat itu juga, ia terduduk pasrah pada kursi merah besar itu sambil terus memuja Kai-nya, pangerannya.
Kyungsoo mengerjap ketika orang itu memberi gesture untuk menjauh dengan kepalanya. "Yah! Ku bilang minggir!" Ia tersentak karena bentakan pria tanned itu. Kyungsoo bergegas berdiri dan mundur beberapa langkah agar orang itu memiliki ruang yang cukup untuk bergerak memasangkan tendanya.
Tripple Sialan!
Tadi itu, bagaimana bisa ia terpesona dengan Kai? Dan lagi,,, kenapa orang itu berubah sangat tampan dengan berbagai warna soft lens ketika dia mengenakannya?
Kyungsoo teramat membenci dirinya yang selalu jatuh pada pesona Kim Jongin. Sementara itu, Dewi batinnya menyeringai bagai berkata; bukankah menyenangkan untuk selalu memandangnya? Do Kyungsoo, akhirnya kau jatuh juga pada pangeranku.
Malam menjelang,
Kyungsoo pikir dirinya akan menggerutu sepanjang malam ini. Dan saat ia melihat batang hidung Baekhyun, ia akan menghabisi lelaki cerewet itu sampai benar-benar habis tak tertisa. Itu berlebihan, sungguh.
Ia hanya kesal, seharusnya Baekhyun disini. Mengajaknya bicara, saling melempar candaan, atau bermain gunting batu kertas demi membunuh kebosanan. Kata Min Hyuk, malam ini kami semua akan beristirahat saja, besok pagi adalah awal agenda camping yang mereka buat. Dan ia, sendirian. Sementara Baekhyun... bertaruh dia sedang bermesraan dengan tunangannya, Park Dobi –entah dimanakah itu.
Kyungsoo memandangi cup coffee ditangannya. Malam ini begitu dingin. Untung saja Baekhyun membawa coffee instan, jadi Kyungsoo menyeduhnya tadi. Menyeruput coffeenya pelan, rasa pahit dan manis yang menjadi satu memanjakan lidahnya.
"Ahhh..." kepalanya mendongak seraya mendesah. Kepulan asap keluar dari mulutnya karena cuaca malam yang begitu dingin.
Dirinya sedang berada tak jauh dari tenda. Ia memutuskan untuk keluar demi mencari udara segar, atau membuktikan jika pemandangan malam ditengah hutan adalah yang terindah, setidaknya begitu kalimat yang ia dengar dari beberapa gadis dari fakultas mereka di bus tadi.
Matanya berbinar ketika satu persatu bintang menampakkan sinarnya, seolah tau jika dirinya sedang sendiri dan bintang-bintang itu akan menemaninya. Sudut bibirnya terangkat, tak apa tak ada Baekhyun sekarang. Ia akan menikmati malam ini dengan penuh suka cita. Ah ya,, Kyungsoo harus mengambil gambar dan menunjukkannya pada Baekhyun, supaya si Bacon itu kesal padanya. Hitung-hitung membalas dendam.
Kyungsoo meletakkan cup coffee disamping kakinya. Jemarinya bergerak merogoh saku mantel untuk mengambil smartphone. Lalu setelah menemukan benda persegi itu, Kyungsoo langsung membuka aplikasi kamera dan mengarahkan ponselnya ke atas. Ketika ibu jarinya bersiap untuk mengambil gambar...
Matanya menangkap cahaya yang melintas begitu cepat di langit sana. Kyungsoo tertegun, itu adalah bintang jatuh. Ia mengurungkan niatnya untuk mengambil gambar. Ponselnya terselip di antara kedua telapak tangannya. Shhhtttt... Kyungsoo sedang membuat permohonan.
Orang bilang, jika kau membuat permohonan ketika melihat bintang jatuh, permohonanmu akan terkabul.
Ketika berada ditengah-tengah permohonannya. Kyungsoo mendengar sebuah suara yang begitu ia kenal menyapa telinganya.
"Sedang membuat permohonan bodoh pada bintang jatuh, huh?"
Hatinya tersentak kecil, tapi Kyungsoo tak mengiraukan itu. Ia melanjutkan permohonannya dengan penuh khidmat. Satu menit berlalu...
Kyungsoo membuka matanya, lalu mulai mengambil beberapa gambar dan mengeceknya berulang kali. Tak menghiraukan sosok yang berdiri kokoh disampingnya.
"Permohonan apa yang kau buat?"
Suara itu menyapa telinganya lagi, Kyungsoo melirik melalui ekor matanya dan mendapati Kai yang juga tengah meliriknya.
"Kau bicara padaku?" sinis Kyungsoo. Oke, itu keterlaluan. Karena jelas-jelas ia tahu jika hanya ada mereka berdua disini.
"Tidak. Pada angin."
Kyungsoo melongo. Astaga! Ia mendapatkan jawaban yang lebih sinis dari perkataannya. Ia mendengus seraya memasukkan kembali ponsel ke saku mantelnya.
"Kenapa kemari?" tanya Kyungsoo mencoba menghilangkan rasa penasaran dengan kehadiran Kai disini. "Kau membuntutiku ya?" lanjutnya karna Kai tak menjawab sama sekali.
Lelaki tan terkekeh, ia bergerak untuk duduk di tempat yang sebelumnya Kyungsoo duduki. Sementara Kyungsoo begitu heran dengan tingkah Kai saat ini. Baiklah, acuhkan dia. Kyungsoo kembali memandangi bintang. Bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. Bintang-bintang itu seolah bergerak, jadi Kyungsoo mengikutinya. Ia berjalan sambil terus mendongak dan sesekali tertawa kecil.
"Kyungsoo!"
Apasih? Jangan dengarkan dia Kyungsoo. Kai itu hanya sedang mencoba untuk mengganggu waktu berhargamu.
Kejadiannya begitu cepat sampai akhirnya Kyungsoo mendengar teriakkannya sendiri karena tiba-tiba ia merasa tubuhnya oleng sebab satu kakinya tak lagi berpijak pada tanah, tapi ada sepasang lengan memeluknya, lalu mereka terjatuh dan berguling kebawah, seluruh tubuhnya terasa remuk hingga Kyungsoo mendengar erangan lelaki di belakangnya.
"Ergghh..."
Kyungsoo membuka mata yang sempat tertutup, dan kegelapan dengan segera menyambutnya.
Ya Tuhan, apa aku sudah mati?
Pertanyaannya terjawab ketika ia mendengar sebuah bisikan di telinganya. "Kau baik-baik saja, Kyungsoo?"
Nafasnya tersendat, "Kai?" Kyungsoo tidak percaya jika yang bersamanya saat ini adalah Kim Jongin. "K.. kau berusaha menyelamatkanku?"
"Jawab aku Do Kyungsoo. Apa kau baik baik saja?"
Kyungsoo mengangguk tapi berbanding terbalik dengan kenyataannya, sekujur tubuhnya sakit, tangan dan kakinya perih karna banyaknya goresan yang ia dapat.
"Syukurlah..." setelah mengucapkan itu, Kyungsoo merasakan kepalanya memberat karena Kai meletakkan kepalanya disana sambil terus memeluknya.
"Kim Jongin, kau baik-baik saja?"
Hening. Tak ada jawaban. Kyungsoo bersusah payah membalikkan tubuhnya agar menghadap Kai. Tangannya meraba-raba ke atas, Kyungsoo menghembuskan nafas lega ketika merasakan nafas Kai disekitar telapak tangannya. Lalu tangannya kembali meraba lagi, kali ini menuju rambut pria tan itu. Kelembutan menyapanya, tapi kemudian...
Kyungsoo mengernyit karena merasakan sesuatu yang lembab di tangannya. Ia menarik tangannya kembali, dan mengendus baunya karena ia benar-benar tidak bisa melihat dalam kondisi yang gelap.
Darah?
Tubuhnya bergetar hebat. Dan ia hampir menangis.
Kai terluka dan itu karena dirinya.
.
.
.
.
To Be Continued (^^')
*lirik sana sini* Halooo^^' lama tak jumpa, kan? Ehe. How long? Sudah berapa lama fafa gak update? 1 bulan? 1 tahun? 1 abad? :3 *slap* Btw, anyway,, makin kesini alurnya makin cepet apa makin lambat? atau 2duanya? '-' Overall! Remember! Fafa bakal fast up yeayyyyyyy! 1 kali aja tapi *jdug* maapkeun yahh,,, sekolah menyita waktu seriusan dehhh,,, acuuu tidak bohong... *buing-buing*
And,,, fyi,, fafa lagi hiatus TT_TT gak tau kapan back to fangirl world fufufufu~~ padahal fafa sudah sangat rindu sama obba obba specially sama KaiSoo HUAAAAAA... FAFA KUDET.
Kasih tau fafa dong gimana kabar mereka (read;EXO) TT_TT yang bersedia monggo chat sama aku di wa :""" at 089612650253 *upaya promosi* And,,, makasih untuk beberapa reader yang nagih Hahhh:'v
udah ahhh,,, byeeee~~~
Mind to Review (?)
