Chapter 9. love hurts
Di selebaran daftar pertanndingan antarkelompok ditulis...
Jadwal pertandingan, para peserta bebas memilih lawan dari 2 orang yang sudah ditentukan, atau 2 lawan 2 pada lawan yang ditentukan, ujian berlangsung 30 menit dan akan dihentikan jika salah satu anggota kritis
Match-1
inuzuka Kiba-ryoushin
zaku-kin
VS
Ino yamanaka-shino aburame
Sasuke uchiha-Tenten
Match- 2
Ecchan-Naruto uzumaki
Suiryuu-Juugo
VS
Sai-Sakura haruno
Akimichi Chouji-Shinaku Futame (AN: oc ga penting.. soalnya lagi kehabisan karakter cewe)
Dan seterusnya...dan seterusnya...
---------------------------------------------------------------------------------------
"yay..suiryuu, kita barengan...!!!" teriak Ecchan bahagia
"jadi kita 2 lawan 2 aja kan, udah aku daftarin lho"
"boleh..boleh" balas Ecchan disertai anggukan kencang, Naruto ama Juugo juga ikutan ngangguk-ngangguk, udah kayak manekineko.
"yaahhhhhhh... kok pada seneng siih ?!?!?! aku gawat nih..."
"napa Ryoushin?" tanya Kiba penasaran.
"tadi aku intip-intip ternyata si yamanaka itu udah ngajuin permohonan 1 lawan 1 "
"teruss..??"
"terus kita dapet lawannya Sasuke uchiha.."
"haaaah..!!!!"
"mati kitaaa..." teriak Ryoushin ga keruan, lalu menoleh ke Juugo.
"aniki-san??.." bisik Ryoushin sambil bisikkin sesuatu ke kuping Juugo.
"ne..?.. naniii?! O...oke..oke" lalu Juugo pun membisikkan sesuatu lagi ke kuping Ryoushin, Ryoushin mengangguk, lalu ngebisikkin Kiba. Mukanya kayak detektif semua
Yang laen sweatdropped, keringet Naruto lebih gede daripada yang laen...
"ngapaen sih?! Mencurigakan amet" tanya Ecchan
"nanya kelemahan Sasuke" bisik Ryoushin
"dapet?" tanya Suiryuu balik
"ada...ada...sipp, arigatou ..juu-chan!!!" teriak Ryoushin senang.
"eh.. Suiryuu" panggil Ecchan sambil melambaikan jarinya
"apa...??"
Ecchan tersenyum jahat sambil menunjuk Sai.
Suiryuu balik senyum jahat lagi sambil meringis, keduanya lalu mupeng
Naruto sweatdropped lagi...
---------------------------------------------------------------------------------------------------
"inuzuka Kiba-Ryoushin melawan Sasuke uchiha dan Tenten.!!!!" Teriak Raidou, pertarungan Shino dan dkk sudah selesai menghasilkan Ino dan Shino sebagai pemenang, sekarang giliran Ryoushin dan Kiba yang bertarung.
"silahkan mulai"
Tenten mulai melemparkan senjata-senjatanya ke arah Ryoushin, Ryoushin sendiri menghindari hujan senjata itu dengan sangat lincah, sementara Sasuke dan Kiba sedang mengadu taijutsu mereka...
Pertarungan menjadi seru ketika mendekati babak pertengahan, Kiba dan Ryoushin memulai, mereka menggabungkan tsuuga dengan raihana (bunga petir) milik Ryoushin, jadilah tsuuga yang sangat cepat dan beralirkan listrik.
"Ecchan..ecchan!!" panggil Suiryuu.
"hung?"
"kok Ryoushin gak pusing yaa.. muter-muter gitu?"
"tauk.. tanya aja nanti"
Pertarungan terus berlanjut sampai akhirnya Sasuke terkena serangan Kiba-Ryoushin, Tenten masih belum kena, Sasuke tersungkur, hidungnya mimisan dan tangan serta pipinya tergores.. menyadari itu, Sasuke jadi marah dan segera membentuk formasi dengan Tenten..
Shuriken besar milik Tenten sekarang ada chidori-nya, Kiba langsung berlari ke depan Ryoushin dan melindunginya (AN: liat tuh aufa... keren kan kibanya) Kiba langsung menutup matanya ketika shuriken yang bergerak dengan cepat itu menuju ke arahnya, namun, tiba-tiba, shuriken itu langsung berbelok waktu Tenten membentuk serangkaian segel, shuriken itu langsung dengan telak mengenai bahu kanan Ryoushin... Ryoushin terjatuh, darah mengalir keluar dari mulutnya, pelindung kumogakurenya terlempar dan mendarat di tangan Kiba yang membalikkan badannya dengan cepat..
Arena menjadi riuh, Ecchan dan Suiryuu terbelalak, yang lain kaget, Raishin langsung berdiri dengan muka marah menyadari bahwa anaknya terkena telak, dia berniat turun sendiri ke lapangan tapi dihalangi oleh tangan tsunade..
Kiba sendiri terpaku melihat kejadian ini, seketika ia berbalik dengan pandangan marah ke lawannya, tanpa pikir panjang Kiba langsung mengarahkan tsuuga kekuatan penuh sambil menggendong Ryoushin di tangannya, Sasuke sempat menghindar tapi Tenten tidak, ia terkena tsuuga Kiba dan langsung pingsan..
Tiba-tiba Kiba menjadi tenang dan menidurkan Ryoushin di tanah, ia melepaskan pelindung kepala konohanya dan memakai pelindung kepala kumogakure milik Ryoushin yang setengahnya terkena darah, ia lalu melipat pelindung kepalanya dan menaruhnya di samping Ryoushin.
Pertarungan lalu terjadi dengan seru, baku hantam dan tendangan yang mengena telak sekarang jadi hal biasa, pertarungan berlangsung sangat lama disertai teriak dukungan yang bercampur kekhawatiran dari Ecchan dan Suiryuu, dan sesekali senyuman dari Raishin sewaktu tendangan Kiba mengenai Sasuke dengan sangat telak.
Tiba tiba, bel berbunyi, sudah 45 menit berlalu, batas waktu maksimal sekaligus tambahan waktu dari kebijakan wasit. Pertarungan pun dihentikan dan sudah dipastikan kalau hanya Kiba dan Sasuke yang akan mengikuti pertarungan selanjutnya, sedangkan Ryoushin dan Tenten didiskualifikasi... untuk ini, diberikan istirahat selama satu jam.
Kiba menolak bantuan medis yang datang untuk membawa Ryoushin dan memilih untuk menggendong sendiri Ryoushin sampai rumah sakit, ia pun keluar sambil berlari, sedangkan Sasuke membiarkan Tenten begitu saja, Tenten pun segera dilarikan ke rumah sakit dalam pelukan Neji yang juga menolak bantuan dari tim medis.
"SIALAN!!!!!!!!!" teriak Raishin sambil berlari secepat kilat keluar dari tempat penilai, sesuai dengan julukannya 'kilat biru' yang menurut kabar patut untuk disejajarkan dengan yondaime dari konoha.
----------------------------------------------------------------------------------------------
DI RUMAH SAKIT
Kiba duduk terdiam di samping Ryoushin, ia menggenggam erat tangan Ryoushin, air mata hampir menetes di pipi Kiba ketika tiba-tiba Suiryuu dkk masuk ke dalam kamar perawatan.
"udah Kiba..." kata Naruto menenangkan Kiba. Kiba hanya diam
Suiryuu dan Ecchan juga mulai terisak mendapati kondisi temannya yang tidak stabil.
Raishin memasuki ruangan dengan napas yang tersengal-sengal, ia lalu terpaku sebentar melihat Ryoushin yang hanya bisa tiduran tak bergerak, tiba-tiba Kiba mendekat ke Raishin dan pelan-pelan menyerahkan pelindung kepala milik Ryoushin, Raishin hanya tersenyum hambar dan menerima..
"inuzuka.." panggil raishin
"ah..i..iya" Kiba jadi gugup ketika dipanggil oleh yondaime dari kumo yang sangat disegani itu, terlebih,.. ia kan ayah dari Ryoushin.
"arigatou"
"bukan.. ini memang salahku, coba aku.." Kiba mulai terisak lagi ketika Raishin menepuk bahunya.
"kalau boleh.. bolehkah aku melatihmu beberapa gerakan warisan kumogakure.. anggap saja wujud terimakasihku"
Kiba hanya terpaku, lalu mengangguk pelan.
"kalau begitu, datanglah ke tempat latihan 5 pada jam 5 pagi.." kata Raishin sambil berjalan keluar.
"baik..!!!" teriak Kiba
Raishin tersenyum, lalu berjalan keluar ..tiba-tiba ia menoleh ke Kiba..
"kalahkan bocah sialan itu" bisik Raishin pelan sambil berlalu.
Tiba tiba Suiryuu tersenyum kecil
"lho.. kenapa?" tanya Juugo
"lihat.. Ryoushin tersenyum" bisiknya kepada Juugo.
End of chapter 9
------------------------------------------------------------------------------------------------
Codename-Suigetsu: puahhhh akhirnya selese juga chapter ini, pegel...pegel
Sui-chan: yang lain pada kemana?
Codename-Suigetsu: ga tau tuh.. masih di rumah sakit kali
Sui-chan: lho.. orang Ryoushin-nya disini kok
Ryoushin: baca panpic.. terus meluk author
Codename-Suigetsu: woi...woi
Ryoushin: kyaaaaaaaaaaaa... thanks author!!!! Aku cao dulu yaa.. mo tiduran lagi, biar tambah romantis
All sweatdropped
Codename-Suigetsu: aa...
Sui-chan: hahaha, plis review...adios!!!
