Chapter 11. the training
"ayo..!!! lebih serius..!!!" bentak Raishin.
"kumogakure no jutsu!!!" Kiba berteriak sambil membentuk segel. Badan Kiba menjadi sedikit transparan, dahinya menyala kuning...
"ayo!!!" Raishin berteriak.
"angin..!!!" Kiba mengarahkan tangannya ke pohon, pohon itu langsung bergoyang-goyang terkena angin.
"badai!!!" Kiba berteriak lagi, gumpalan awan hitam keluar dari tanggannya dan menghujani pohon itu.
"matahari!!!" sekarang pohon itu terbakar.
"petir!!!!!" tangan Kiba mulai mengeluarkan listrik
"aaaarghhh" petirnya malah mengenai Kiba, Kiba jatuh tersungkur, Raishin memukul jidatnya, lalu berjalan ke arah Kiba.
"kamu sudah menguasai semuanya... kecuali kumogakure no jutsu.. terutama petir, dan yang lainnya masih belum sempurna"
"hosh...hosh" Kiba kecapekkan
"dengar... kamu harus menyatu dengan langit, itu adalah jutsu yang berhubungan langsung dengan dewa langit, jadilah ringan, menyatulah dengan angin, kau bahkan bisa mengalahkan rasengan... membencilah, bayangkan kalau kamu adalah badai, kau bahkan bisa menghancurkan satu desa dengan mudah... bersemangatlah, maka kau akan menjadi matahari, yang bahkan jauh lebih kuat dari goukakyuu no jutsu... dan terakhir, sedihlah, dan petir akan berbaik hati padamu, maka kau akan mengalahkan chidori... itu adalah dasar dari jutsu ini, kalau kamu sudah menguasai semuanya, langit akan terbuka dan kamu akan bisa mengontrolnya dalam perasaan apapun"
Kiba mengangguk.
"bagus, sekarang dengar.. aku tidak sanggup melatihmu lagi, carilah guru baru untuk jutsu ciptaanku ini, setahuku,ada satu muridku yang sudah bisa membuka langit lebih besar dariku, yang sanggup menguasai semuanya dengan sangat sempurna dalam tempo tiga jam, mintalah bantuan darinya" Raishin bilang sambil berjalan keluar arena latihan.
"dimana dia, dalam waktu seminggu ujian akan dimulai lagi..."
"ada di konoha kok.. udah yaa.. selamat berjuang" Raishin menuliskan satu nama di udara menggunakan jurus dari kumo, Kiba tercengang
"eeh...dia..?!"
-------------------------------------------------------------------------------------------
"itadakimasuuuu" Ecchan, Suiryuu, Juugo, dan Ryoushin berteriak serempak.
Ryoushin udah sembuh dan keluar dari rumah sakit, tapi tangannya masih di-gips, untung tangan kiri (AN[Aufa's note: untung..?? klo yang patah tangan kanan kan bisa disuapin...hehehe)
"wahh...pada lulus yaa...??" Suigetsu nanya, terus duduk di sebelah Suiryuu (AN: kenapa di sebelah Suiryuu...?? karena this story was meant to be Suiryuu x Suigetsu)
"iya wonk.. kita gwitu wooh" kata Ecchan sambil ngunyah ramennya.
"iya...asik nih...!!! Sai kita bikin menderita" teriak Suiryuu senang.
"emang Sai sekarang dimana??" tanya Suigetsu.
"di rumah sakit doonk..." Suiryuu bilang sambil ngacungin jempol.
"ah..iraeshemaseee" tiba tiba ayame teriak, semua noleh ke belakang.
"aaa... lo ngapaen disini..???" Suiryuu hampir pingsan ngeliat... Sai.tangan dan kakinya diperban, jalannya pake tongkat.
"aaa...ada suiryuuu..."
"pegi...pegi..." teriak Suiryuu sambil nyemburin aer putih, kayak dukun.
"jangan gitu donk... kita kan temenan"
"gak..." Suiryuu nyilangin tangannya di depan muka, Sai maju-majuin mukanya.
"jadi kakak deh..."
"gua udah punya kakak" balas Suiryuu sambil nunjuk Juugo.
"makanya.. pacar ajahh"
"no..nonononono..."
"emang kenapa..?? udah punya yaa..??"
"udah.." semua noleh ke Suiryuu.
"bohong...bohong...blon punya kan...???" Suigetsu nanya, Juugo senyum-senyum.
"namanya suishiro" sekarang yang laen makan lagi.
"pasti bo'ong"
"bener"
"klo gitu liat aja nanti, mumpung kamu masih ada di konoha... aku bakal...emmm... bikin kamu suka ama akyuuu" akunya pake y, jiji abiss.
"kalo gitu aku-"
"aku apa..?? mao balik??, kan ujiannya seminggu lagi..pengumumannya sebulan setelahnya, kalo lulus pelantikannya seminggunya lagi..."
Suiryuu speechless, Sai tambah senyum-senyum.
"SUIRYUU !!!" tiba-tiba Kiba masuk.
"kibaaaaa... terima kasih tuhan... kenapa Kiba ??? Mao apa??? Kita keluar yuk..." teriak Suiryuu sambil ngacir keluar, lumayan bisa kabur.
-------------------------------------------------------------------------------------------
"ooh gitu... itu mah gampang" kata Suiryuu semangat.
"jadi gimana?" tanya Kiba.
"denger..." Suiryuu duduk di atas batu sambil makan pocky "eeh, kok pockynya tinggal setengah, dasar suigetsuuuu!!!!" kata Suiryuu berapi-api.
'beneran orang ini bisa kumogakure no jutsu...?? beneran bisa buka langit lebih gede daripada raikage, beneran bisa dalam tiga jaaam...!!!???' pikir Kiba.
"iya guru..." Kiba siap-siap kuping.
"ehemmm, jadi untuk menguasai jurus ini, kamu harus di tes dolo..."
"baik!!!"
"pertama, berapa nilai taijutsumu..??"
"89"
"bagus, tahap pertama lulus, angin pasti bisa, kamu udah lentur dan ringan... next apa yang paling kamu benci ??"
"aaa... wasabi?? Kalo Akamaru kencing sembarangan..??"
"bukan... misalnya waktu kakak diambil orochimaru, kebenciannya ama siapa, yang mendalam..."
"aa... ama Sasuke kemaren..??"
"boleh..boleh, lanjut, apa hal yang bikin kamu semangat??"
"aa...teriak..."
"bagus, terakhir... apa yang paling menyedihkan untuk kamu..."
"emmm... kalo nilai genjutsu jelek...???"
"aduuuh, yang mendalam lagi, misalnya waktu kakak pegi...gitu"
"aa... waktu...waktu ayah pegi..." Kiba berbisik
"bagus, sekarang lihat batu itu, itu sepertinya granit, kepadatan 97" Suiryuu nunjuk sambil 'melihat' ke dalam batu. Kiba langsung melototin batunya.
"kumogakure no jutsu!!! Angin!!!" Suiryuu teriak, batu dalam sekejap jungkir balik
"badai" batunya dikelilingi awan hitam, lalu badai terjadi, Kiba sampai nutupin mukanya, tangannya terasa ngilu. Batunya perlahan retak, Kiba terkagum-kagum.
"matahari!!!" Suiryuu teriak lagi, batunya sekarang terbelah, dalamnya berwarna sedikit kemerahan.
"petir..!!!!!" dalam sekejap, petir menyambar dan batu itu hancur berkeping-keping, Kiba mangap.
"udah liat" tanya Suiryuu, Kiba ngangguk-ngangguk "sekarang coba"
Kiba langsung nyoba, tapi apapun yang dia lakukan hasilnya nihil, natunya tidak bergeming, padahal kata Suiryuu, kepadatannya Cuma 37.
"Kiba.. coba lagi, pelan-pelan"
"kumogakure no jutsu!!!"
"sekarang, pikirkan jurus yang kamu sukai sebagai pengganti angin"
"tsuuga!!!" angin keluar, batunya terguling-guling, Kiba kaget.
"pikirkan Sasuke yang melukai Ryoushin..!!!"
"badai!!!" batunya retak seketika
"keluarkan suaramu!!! Teriak!!!"
"MATAHARI!!!" batunya memerah, rumput di sekitar terbakar.
"terakhir, pikirkan ayahmu..."
"pe-petir!!!" Kiba teriak, air mata mulai keluar
Tiba tiba awan hitam berkumpul melingkupi konoha, awannya terbelah jadi dua, sinar kuning menyelimuti Kiba dan Suiryuu. Seekor naga keemasan keluar
"Suiryuu rupanya... ada apa memanggilku..." naga itu bicara
"bukan aku... dia" Suiryuu nunjuk Kiba, Kiba terlihat ketakutan
"ooh... potensi yang bagus, tapi tidak sebagus Raishin, tidak sebagus kau..."
"dia menguasainya dalam 3 hari"
"hmmm... lumayan, tapi dia belum sepenuhnya menguasai... baik, ulurkan tangan kananmu" Kiba langsung ngulurin.seberkas bola kuning masuk ke dalam nadi Kiba.
"ini... selamat berjuang" lalu naga keemasan itu pergi lagi, awan menutup, langit cerah kembali.
"udah tuh, kamu perlu latihan lagi sih, mataharinya belum tepat sasaran, ini latihan"
"iya..!!!"
"kamu latihan membidik batu itu, jangan sampai rumputnya terbakar, kalo ga, itu belum sempurna, latih juga petirmu... lihat pohon itu kan...?? kenai daun yang gugur tepat ditengah tanpa cacat dengan petir, aku mao tidur dulu..." Suiryuu lalu berjalan ke arah hotel, Kiba masih berdiri di situ, tidak percaya dengan apa yang terjadi.
-------------------------------------------------------------------------------------------
"guru...!!! tugasnya selesai" teriak Suiryuu menghampiri Raishin yang lagi main shogi lawan shikaku, bapaknya Shikamaru.
"oooh... kamu si anjing laut itu yaa??" Shikaku nanya.
"iya... hehehe, anda kepala keluarga nara yaa?? Ajarin kageshibari donk" teriak Suiryuu, Raishin nepok jidatnya, ini anak ga sopan banget siih.
"kalo gitu, kamu menangin shogi lawan anakku sana..."
"shika-chan... kalah-kalahin donk"
"enak aja" Shikamaru ngebalas
End of chapter 11
--------------------------------------------------------------------------------------
c-s: yeee.. selese...selese
sui-chan: seneng amet
juu-kun: iya
c-s: iya donk, abis sibuk banget nih
juu-kun: yo wis, udah jam 2 nih... tidur!!! Besok sekolah
c-s: iya iya
sui-chan: dengan ini discussion saya tu-
c-s: tunggu-tunggu
sui-chan: cepet
c-s: minna...!!! c-s udah bisa ngebuat fanfic bahasa inggeris lho... tapi cerita avatar, udah ada 3, baca yaa... review juga, jangan lupa vote, ketik ffnet spasi ce setrip es, atau ketik ffnet spasi watermoon'sproperty... ditunggu loh...
all sweatdropped
