Chapter 12.demon within

Tiga hari kemudian, 2 hari menjelang ujian...

"Suiryuu...suiryuu!!!" Kiba masuk pintu hotel sambil teriak-teriak

"hah..??" Suiryuu membalas, sembari ngupasin pisang bwat Suigetsu.

"ini...ini!!! liat!!!" Kiba mengulurkan tangannya, terlihat banyak helaian daun yang bolong tengahnya.

"ini..."

"iya.. aku berhasil.. horeee!!!!"

"wiii selamat selamat, besok aku bikinin cake pisang deh.!!!"

"kenapa sih..??" kata Suigetsu dengan mulut penuh pisang.

"ini lho...ugh!!" Suiryuu tiba-tiba berlutut sambil megangin lehernya.

"Suiryuu-kenapa?!" Suigetsu reflek langsung megangin Suiryuu.

"duduh... ga. Gapapa" suuiryuu lalu dengan paksa merayap ke balkon. Bulan purnama terlihat jelas, sekilas berwarna biru.

Suigetsu lalu mengangkat Suiryuu dan membawanya ke atas atap, Kiba ditinggal sendiri.

'Ryoushin mana yaa...??'

-------------------------------------------------------------------------------------------

"Suigetsu!!! Pergi!!" teriak Suiryuu

"gak... aku mao tetap disini,lagian kamu kenapa sih..!!!??"

Tangan Suiryuu perlahan bersisik, lalu mengeluarkan cakar, ia meringkuk, cahaya biru silau keluar dari badannya.

"Suiryuu!!!" Suigetsu panik.

"ini...kutukan" terdengar suara mendesis, Suiryuu diselimuti asap, yang kemudian menipis. Suiryuu sekarang mempunyai cakar, giginya berubah menjadi taring (AN: yay for taring!!!) kakinya membesar, dan sebentuk sirip hiu keluar dari lehernya, tubuhnya berwarna biru safir dengan mata kuning menyala.

"bunuh..." bisiknya pelan, lalu ia meloncat dari atap ke atap, Suigetsu mengikutinya.

"Suiryuu!!! Sadar!!"

"bunuh..." Suiryuu tiba-tiba tersenyum, lalu mendarat di depan seseorang, Sai.

"ne-?"

"Sai!!! Mundur!!!" Suigetsu berteriak lalu berdiri di depan Sai.

"kenapa ini!!!" Sai ikutan berteriak.

"Suiryuu!!! Tiba tiba berubah!!"

"bunuh..." Suiryuu mendesis lagi, lalu dengan cepat, ke belakang Sai, berusaha mencakarnya, Suigetsu reflek ke belakang Sai, anehnya pukulan Suiryuu terhenti.

"ini dia.. Suiryuu... maaf!!!" Suigetsu memukul Suiryuu dengan tangan, mengerti situasinya, Sai langsung menotok Suiryuu di leher.

"Suigetsu!!! Apa yang-" Juugo datang sambil berlari, lalu terdiam.

"sekarang gimana, sebentar lagi dia bangun..."

Juugo berpikir sebentar " air!!! Bawa dia ke laut atau danau!!"

-------------------------------------------------------------------------------------------

Di tempat latihan tiga, depan danau.

"hadapkan dia ke sini!!! Cepat, sebelum dia bangun!!" Juugo berteriak, Suigetsu langsung menghadapkan Suiryuu ke arah danau, dalam satu menit, Suiryuu mulai terbangun.

Suiryuu terhanti, pandangannya terpaku pada bayangan bulan di air, ia lalu pingsan di tangan Suigetsu. Suigetsu jatuh berlutut.

"syukurlah... syukurlah..." Suigetsu berbisik, setetes air mata jatuh di pipinya. Juugo tersenyum, Sai hanya tersenyum hambar kemudian pergi.

"kau tahu kenapa Suiryuu tidak bisa memukulmu??"

"ha??" Suigetsu balik bertanya

"karna kau Suigetsu, bayangan bulan yang terpancar di air" Juugo menjelaskan sambil duduk di sebelah Suigetsu, Suiryuu ditarik hingga kepalanya berada di paha Juugo, Juugo lalu mengelus rambutnya.

"dasarnya, dia adalah reinkarnasi naga air..."

Mata Suigetsu terbelalak.

"sudahlah... ayo pergi, ini sudah sangat malam" Juugo lalu menghilan dalam gumpalan asap bersama Suiryuu. Suigetsu berhenti sebentar menatap bulan, lalu pergi.

-------------------------------------------------------------------------------------------

Di pohon depan rumah Sai.

Sai tertunduk pada kertas di depannya, kertas itu berisi gambar gambar Suiryuu. Setetes air mata jatuh membasahi kertas itu.

"kenapa...kenapa..." Sai terisak, ia memikirkan lagi saat Suigetsu jatuh belutut, menangis sambil memeluk Suiryuu.

"kenapa harus dia... kenapa Suigetsu..." Sai tertunduk

'jika kau menyukai seseorang, dia akan berpaling padamu, jika kau mencintai seseorang, dia akan mencintaimu' langit seakan berbisik pada Sai.

"kamu nangis" tiba-tiba seseorang menepuk bahunya, Sai berpaling, dia Suiryuu.

"sudah sadar ya..."

"ehe.. sebenernya aku gak tau sih, kata Suigetsu kamu nolong aku, jadi sekarang aku ke sini hehee" Suiryuu ketawa, lalu duduk di samping Sai. Sai langsung menutup gambarnya.

"Suiryuu" Sai menatap Suiryuu.

"a-aa-apa??" Suiryuu tergagap-gagap, takut diapa-apain.

"cinta itu apa sih, apa sama kayak suka..??"

"hm..??"

"iya.. aku serius.."

"gimana yaa.. menurutku sih.. beda, suka itu berdasar rasa kagum, kalo cinta.. ee gimana yaa... tau tau tiba tiba tubuh memanas, jadi salah tingkah..." muka Suiryuu mulai memerah. Sai tersenyum.

'mungkin aku hanya menyukainya' Sai tersenyum lagi.

"hmmph... makasih ya udah mau dateng..." Sai beranjak lalu menunjuk ke belakang pohon, terlihat Suigetsu dengan muka marah menunggu, Suiryuu baru inget, dia kan dilarang keluar.

"hehe, oke.. Sai, aku pergi dolo yaa" Suiryuu lalu berlari ke arah Suigetsu, sesudahnya bisa terlihat Suigetsu yang memarahi Suiryuu, tapi tiba tiba mengelus kepalanya dan tersenyum.

Sai tersenyum

'someday... love will come to me by itself' Sai lalu berjalan masuk ke rumahnya.

-------------------------------------------------------------------------------------------

"yaah.. Suigetsu, bentar aja kan boleh" Suiryuu memohon-mohon.

"kamu tuh.. bandel banget sih"

"kan Sai udah nolongin aku" kata Suiryuu sambil berjalan.

"aah... ke sini dulu yuk" Suigetsu tiba-tiba menarik Suiryuu. Lalu duduk di salah satu bangku. Ini taman konoha, muka Suiryuu memerah, kayaknya semua yang duduk-duduk di sini pasangan semua... bisa terlihat Naruto sama Hinata, ada Shino dan Ino, Tenten dan Neji, hah..!!! itu kan Ryoushin ama Kiba, Suiryuu langsung cepet-cepet berharap semoga Ryoushin ga ngeliat dia. Ngomong-ngomong Suigetsu mana??.

"nih" Suigetsu tiba-tiba dateng sambil nyerahin teh susu anget, lalu duduk di sebelah Suiryuu.

"kenapa ke sini dulu..??"

"ademnyaaa " Suigetsu berbisik panjang sambil minum tehnya .

Suiryuu menghela napas, lalu minum tehnya sambil melihat bintang-bintang.

"katanya bentar lagi bakal ada bintang jatoh di sini"

"masa'??"

"iya..." kata Suigetsu sambil menyeruput tehnya "kok habis sih"

Suigetsu tiba tiba mengambil teh Suiryuu dan meminumnya sampai abis.

"su-i-getsuuu!!!!"

"ne-?"

"terserah deh!!!" Suiryuu ngamuk-ngamuk

"ooh itu toh... udah 3 kali kan, brarti sama yang ini empat." Suigetsu bilang sambil ngitungin jarinya.

"apa itu..?!" Suiryuu hampir teriak lagi.

"ciuman ga langsung..." Suigetsu bilang sambil ngorek-ngorek kuping.

"kalo udah tau kenapa masih-" Suigetsu tiba-tiba mencium Suiryuu.bintang jatuh dari langit, kembang api bersorak sorai. (AN: author juga ikutan)

"ini baru namanya-hei..!!!" Suigetsu langsung kaget, Suiryuu tiba-tiba pingsan!!!

-------------------------------------------------------------------------------------------

End of chapter 12

Discussioooon

c-s: muahahahahahahahaha

Sui-chan: blushes

Suiryuu: blushes

c-s: eh!! Suiryuu, lo mestinya seneng dong, lo kan gua!!!

Suiryuu: ini public tauk!!!

c-s: bodo...

sui-chan: udah-udah

Suiryuu langsung menyatu lagi dengan author

c-s:ini dia chapter yang kutunggu!!!

Juu-kun: kenapa sih...

Ryoushin: baca aja

c-s & sui-chan: hah!!! Ryoushin tau?!

Ryoushin: gua gitu loh... bagian gua mana..???

c-s: tanya aja ama kibanya

Ryoushin: aduh jadi malu

Kiba: nyium Ryoushin

Ryoushin fainted

Kiba: itu unofficial lho... lagian tadi nyiumnya di pipi (much to aufa's disappointment)

Juu-kun: megang script fanfic apa-apaan nih!!!

c-s: tenang bro-

juu-kun: Suigetsu!!! What you'd done to my sis!!!! ngejar sui-chan

sui-chan: ampooooon

Kiba: asiik, dapet tugas nutup discussion, oke... pembaca, saya tutup discussion ini, semoga saya dan ry- mumph mlut disumpel sapu

c-s: ngaco!!! Oke, discussion ditutup!!!