Story by : Uchiha Aime-chan

Disclaimer : Gosho Aoyama Sensei


Chapter 2 : Kenyataan yang sesungguhnya



Tempat persembunyian grup detektif cilik.....

Ayumi sedang menggaruk kakinya ketika ia berbicara, "Aduh, Conan mana ya?? kok dia lama banget datengnya... aku sudah tidak tahan digigitin nyamuk" jawab Ayumi sambil mengerutu.

"Mungkin Conan tidak bisa mencari kita?" jawab Genta acuh, dia sedang menggambar sesuatu di tanah.

"Sabar, baru setengah jam kok, nanti juga Conan pasti datang" kata Mitsuhiko menenangkan.

"Tapi di sini banyak nyamuk. Lihat kakiku sudah bentol-bentol" jawab Ayumi berapi-api.

"Iya.. kakiku juga bentol-bentol" sahut Genta menimpali. Ternyata yang digambarnya adalah tempura udang. Ai hanya memandangi gambar itu tanpa berkomentar seperti biasanya.

"Kalian ini, bisa nggak sih bersabar sedikit. Kita ini sedang ngumpet, kalau kalian berisik kita bisa ketahuan tau!" Ai yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara.

"Tapi ini nggak biasanya Ai-chan, Conan nggak mungkin selama itu mencari kita. Ini aneh" kata Ayumi pada akhirnya. Gatal di kakinya kini sudah hilang.

"Aku pikir juga begitu, tempat persembunyian ini paling mudah dicari. Dan tidak mungkin Conan tidak mengetahuinya" kata Mitsuhiko.

"Mingkin saja Conan tidak mencari kita, tapi pulang ke rumah!" celetuk Genta. Ayumi langsung memelototi Genta.

"Conan tidak mungkin seperti itu. Itu bukan sifatnya" kata Ayumi. Genta hanya mendengus mendengar jawaban itu.

"Atau jangan-jangan, Conan tidak mencari kita karena dia memang tidak bisa mencari kita" kata Mitsuhiko.

"Apa maksudmu?" tanya Ai bingung.

"Ya. Kalau bicara itu jangan berbelit-belit, aku sampai pusing mendengarnya" sahut Genta.

"Maksudku adalah... Conan diculik!" jawab Mitsuhiko.

"Haah??? diculik????" Ayumi berteriak kaget.

"Mana mungkin. Kau ini ada-ada saja" sahut Ai tak percaya.

"Habis, aku bingung. Harusnya kan Conan dapat menemukan kita. Tapi sampai saat ini dia belum muncul-muncul" jelas Mitsuhiko.

"Tapi masa Conan yang 'itu' di culik sih" gumam Ayumi.

"Apa maksudmu Conan yang 'itu'?" tanya Genta.

"Ah, tidak. Lupakan saja" ujar Ayumi. Mukanya kini bersemu merah.

"Kembali ke topik. Jadi dimana?" tanya Mitsuhiko. Tapi pertanyaan itu tak ia tunjukan pada siapapun. Mungkin untuk dirinya.

"Apanya?" tanya Genta.

"Apakah kita harus keluar dari persembunyan ini dan mencari Conan?" tanya Mitsuhiko.

"Aku tidak mengerti" sahut Ai. Mana mungkin Conan diculik.

"Ya. Lebih baik kita cari Conan saja. Kita sudahi permainan ini" kata Genta.

"Ayumi juga khawatir sama keadaan Conan" kata Ayumi. Ai berpikir sejenak. Apakah ia harus mempercayai kata-kata anak-anak ini?.

"Ya sudah, kalau itu mau kalian" kata Ai. Ia langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari tempat yang tersembunyi itu. Yang lain mengikutinya.

"Kita harus mencarinya" tekad Ayumi. Mereka berpencar ke seluruh penjuru taman itu.

"Kita mulai dari tempat ia menghitung tadi" kata Genta. Ia mulai mencari-cari keberadaan Conan. Tapi Genta tak menemukan sosok Conan ditaman itu.

"Conan tak ada di sini" gumam Genta. Ia lalu berjalan ke arah Mitsuhiko.

"Sudah kuduga" kata Genta.

"Apa maksudmu?"

"Conan tak ada disini. Pasti dia meninggalkan kita. Pulang sendiri untuk makan siang. Huh.." rutuk Genta.

"Aku juga tidak menemukan Conan" sahut Mitsuhiko.

"Kita ke tempat Ai dan Ayumi saja" usul Genta.

"Yoo!". Mereka menghampiri Ai dan Ayumi yang juga sedang mencari Conan.

"Conan..... kau dimana?" teriak Ayumi.

"Sudahlah, percuma saja kau berteriak, Conan tidak ada disini" kata Genta. Ayumi menoleh ke arah sumber suara itu.

"Darimana kau tahu?" tanya Ai.

"Karena aku sudah mencarinya kemana-mana tapi nggak ketemu" kata Genta.

"Yoo!!" kata MItsuhiko membetulkan.

"Benarkah itu?" tanya Ayumi.

"Benar" jawab Mitsuhiko.

"Apa mungkin Conan pergi kerumah Profesor Agasa?" tanya Genta.

"Itu mungkin saja" sahut Mitsuhiko.

"Apa perlu kita mebcarinya kesana?" tanya Ai.

"Ya tentu dong. Aku ingin memastikan Conan tidak kenapa-napa" kata Ayumi.

"Baiklah. Ayo" kata Ai. Mereka pergi dari taman itu. Dan di saat itu Ai melihat Shinichi bersama seorang cewek. Darahnya berdesir.

'Kudo... kenapa??' batin Ai. Ia berhenti untuk melihat hal yang sangat mustahil itu. Ayumi yang melihat Ai berhenti ikut berhenti.

"Ai-chan, kenapa??" tanya Ayumi.

"Oh.. nggak kenapa-napa ,aku hanya berpikir apakah Conan ada di tempat Profesor?" kata Ai berbohong.

"Mungkin" sahut Ayumi.

"Sudahlah, kita harus cepat. Aku sudah lapar nih" sahut Genta. Semua mengiyakannya.

x x x x x x x

Di tempat Shinichi......

"Cepat jelaskan padaku" pinta Tenten tak sabaran.

"Err... sebenarnya inilah tubuh asliku, tubuhku mengecil karena aku diberi minum racun oleh Anggota Organisasi jubah hitam" jrlas Shinichi. Tenten membelalak kaget.

"Tubuhmu mengecil?" tanya Tenten tak percaya. Shinichi mengangguk.

"Sulit dipercaya" gumam Tenten.

"Tapi sebenarnya tujuan mereka memberi racun padaku adalah untuk membuat aku mati. Tapi kenyataanya aku tidak mati, tapi tubuhku hanya mengecil" jelas Shinichi lagi.

"Tapi kenapa itu bisa terjadi?" tanya Tenten. Tampaknya ia mulai tertarik pada Shinichi.

"Karena aku mengintip transaksi rahasia yang mereka lakukan" kata Shinichi. Tenten mengernyit bingung.

"Begini Tenten-chan, aku ini sebenarnya adalah detektif terkenal, dan aku suka sekali memecahkan kasus, saat itu, ketika aku pergi ke taman bermain dengan temanku, aku melihat gelagat aneh dari organisasi itu, dan karena tertarik aku mengikutinya. Tapi sialnya aku ketahuan, dan untuk membungkan mulutku, mereka meminumkan racun yang belum ada penawarnya itu padaku dengan harapan aku akan mati. Tapi aku tidak mati, hanya saja tubuhku mengecil" jelas Shinichi lagi.

Sebenarnya, dengan menceritakan ini pada Tenten, Shinichi sudah membahayakan nyawa Tenten, dengan masuknya Tenten dalam kasus berbahaya ini, tak dapat dielakkan nyawa Tenten terancam. Hal itu yang sangat di khawatirkan Shinichi.

"Lalu, apa yang kau lakukan setelah itu?" tanya Tenten.

"Awalnya kupikir aku sudah mati. Ternyata aku ditemukan oleh polisi yang sedang patroli. Aku disangka anak hilang karena tubuhku yang kecil. Lalu aku dibawa ke kantor polisi dan akan ditempatkan di panti asuhan. Tapi aku berontak dan berhasil kabur"

"Lalu, dimana kau tinggal setelah itu?"

"Aku menumpang di rumah seorang detektif swasta, dan masuk SD untuk menutupi penyamaranku"

"Sebenarnya kau kelas berapa?"

"2 SMU"

"Hah? sama denganku dong?"

"Ya" kata Shinichi. Sekarang ia bingung harus menjelaskan apalagi pada Tenten.

"Em.. kau sudah punya pacar?" tanya Tenten malu-malu. Mukanya sudah semerah udang rebus.

"Eng.... be..belum" sahut Shinichi terbata. Mukanya juga sudah merah.

"Kok mukamu merah?" tanya Tenten.

"Ng... itu... karena......" Shinichi bingung mesti ngomong apa.

"Karena apa?" desak Tenten.

"Kau sendiri sudah punya pacar?" Ujar Shinichi mengalihkan pembicaraan.

"Belum. Kau mengalihkan pembicaraan. Kenapa mukamu merah?" tanya Tenten lagi.

"Karena aku menyukaimu" kata Shinichi.

"Haaah? kau menyukaiku....?" tanya Tenten kaget.

"Iya.... saat pertama kali aku melihatmu" jawab Shinichi jujur. Disaat yang sama seorang cowok berambut panjang tengah memperhatikan mereka. Serius. Dan langsung menghampiri mereka.

"Tenten" panggil cowok itu. Mereka langsung menoleh. Dan yang paling kaget adalah Tenten karena cowok itu adalah....

"Neji!!" pekik Tenten kaget.

"Siapa dia?? teman barumu ya?" tanya Shinichi. Neji hanya memandang mereka bingung.

"Di..dia.... pacarku" sahut Tenten.

"........"

-

To Be Continue.....

x x x x x x x x x


Gimana minna-san....... dah tau khan jalan ceritanya.....

Ai-chan berharap kalian suka ya.... R & R ja geh..............!!!!!