Author : Uchiha Aime-chan

Disclaimer : Gosho Aoyama Sensei


Chapter 3 : Dua Cinta


"Itu siapa?? teman barumu ya??" tanya Shinichi. Neji hanya memandangi mereka bingung.

"Di...dia itu pacarku" jawab Tenten gugup.

"......"


Grup detektif cilik di rumah Prof. Agasa.....

"Hei Genta, kau yakin Conan ada disini?" tanya Ayumi setelah mereka sampai di depan rumah Prof. Agasa.

"Hah? memangnya kenapa?" tanya Genta bingung.

"Habis, aku merasa Conan tidak ada disini" jawab Ayumi.

"Sudahlah, kita coba saja. Lagipula, aku sudah lapar, kan bisa sekalian minta makan sama Profesor" jawab Genta.

"Huih dasar, pikiranmu hanya makanan saja" cibir Mitsuhiko.

"Sudah, lebih baik kita masuk saja" kata Ai. Genta lalu mengetuk pintu rumah Profesor.

"Profesor, ini kami. Cepat buka pintunya" Teriak Genta lantang.

"Heii yang di luar!!" teriak seseorang dari dalam dengan lantang juga, "Kalian kan bisa masuk saja, pintunya tidak aku kunci kok" katanya lagi. Ai segera memutar gagang pintu yang tidak terkunci dan masuk.

"Kenapa kalian teriak-teriak sih?" tanya Profesor. Tangannya memegang handuk. Tampaknya ia habis mandi.

"Habisnya....." Genta kehabisan kata-kata.

"Genta sudah lapar, makanya dia teriak-teriak" cetus Mitsuhiko.

"Eehh... apa maksudmu?" Genta memelototi Mitsuhiko dengan garang.

"Benar kan. Kau lapar!!" kata Ayumi ikut-ikutan.

"suda-sudah. Apa tujuan kalian kemari?" tanya Profesor langsung.

"Kami kesini karena mencari Conan. Apakah Conan ada disini?" tanya Mitsuhiko.

"Conan?? bukanya dia main bersama kalian?" Profesor bertanya balik.

"Iya memang. Tapi saat kami ngumpet, Conan menghilang" jawab Ai.

"Conan tidak ada disini. Mungkin ke tempat Ran?" kata Profesor.

"Yahh. Benar kan kataku?" kata Ayumi.

"Terserah. Yang penting sekarang aku mau makan. Lapar. Bolehkan profesor??" rajuk Genta dengan tampang puppy eyes. Mereka semua muntah ngeliat tampang Genta yang gejhe banget.

"Yah, silahkan saja" kata Profesor akhirnya.

"Asyikkk!!" seru Genta girang.

"Terus Conannya gimana?" tanya Ayumi waswas.

"Nanti saja setelah kita makan siang. Aku sudah nggak tahan" jawab Genta.

"Tapi.." ayumi masih merajuk.

"Sudahlah, benar kata Genta, kalian pasti lapar kan? jadi lebih baik makan dulu baru mencari Conan. Lagipula Conan bisa menjaga diri kok" kata Profesor meyakinkan. Mereka semua mengangguk.

"Baiklah" kata Ayumi akhirnya.

x x x x x x x x x x

Tempat Tenten dan Shinichi.....

"Pacarmu?? tadi kau bilang kau belum punya pacar??" tanya Shinichi bingung.

"Ng.... i..itu...anu..." Tenten bingung mesti bilang apa. Harusnya ia terus terang kalau Neji itu sekarang jadi pacar Tenten. Dan alasan mengapa Tenten duduk ditaman itu sambil makan es krim adalah menunggu Neji menjemputnya. Tapi Tenten seolah lupa setelah ia melihat Shinichi.

"Tenten, apa maksudmu?" Neji yang sejak tadi hanya memandangi mereka ikut angkat bicara.

"Ng... itu...." muka Tenten udah merah banget menghadapi dua cowok itu.

"Dia ini benar-benar pacarmu?" tanya Shinichi meminta penjelasan.

"I..iya.." jawab Tenten terbata.

"Lalu kenapa kau berbohong padaku?" tanya Shinichi.

"Ka..karena aku suka padamu" jawab Tenten jujur. Neji yang mendengarnya langsung kaget.

"Apa maksudmu?? kau kan sekarang pacarku" kata Neji.

"Ng... itu.."

"Jawab Tenten!! jangan diam saja" kata Neji.

"Begini.... aku harap kau tidak marah padaku Neji. Saat bertemu dengan Shinichi, aku sudah suka padanya" jelas tenten.

"Tapi sekarang ini kau pacarku, Tenten. Ingat itu!!" kata Neji lagi.

"Yah, aku tau, tapi kita sudah 5 tahun pacaran sejak kita masih SMP. Dan aku merasa kita sudah tidak cocok lagi" jawaban Tenten itu membuat Neji menegang.

"Aku tidak mengerti jalan pikiranmu Tenten" jawab Neji lemah.

"Maafkan aku Neji. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu" ucap Tenten.

"Kau telah menyakitiku Tenten" jawab Neji. Bunga yang disembunyikannya sejak tadi ia keluarkan dan ia berikan pada Tenten.

"Tenten, aku harap kau mau menerimanya" kata Neji. Tenten menerima buket bunga itu dan menciumnya. Harum sekali.

"Terima kasih Neji" ucap Tenten tulus.

"sama-sama. Semoga kita bisa bertemu lagi" Neji lalu berlalu dari situ dengan hati terluka yang teramat sangat.

Shinichi yang melihat percakapan antara dua orang yang baru dikenalnya itu hanya bisa terpaku. Ia tidak tau harus berbuat apa. Situasi ini sangat rumit sekali. Setelah Neji beranjak dari situ, baru shinichi angkat bicara.

"Tenten, sekarang kau yang harus menjelaskan padaku apa yang terjadi" pinta Shinichi.

"Iya, aku tau" jawab Tenten, "Sebenarnya yang tadi itu pacarku, namanya Neji. Kami sudah pacaran hampir 5 tahun" katanya lagi.

"Lalu?? mengapa kau mencampakkannya?" tanya Shinichi.

"Aku tidak mencampakkannya, tapi aku sudah tidak mencintainya lagi" jawab tenten.

"Dan mencintaiku?" tanya Shinichi.

"Ya"

"Semudah itu"

"Ya"

"Mengapa?"

"Karena aku tidak suka padanya lagi"

"Benarkah?"

"Ya"

"Kau kan baru mengenalku?"

"Tapi aku merasa sudah lama mengenalmu"

"Kenapa kau berpikir seperti itu?"

"Karena aku...."

"Kenapa?"

"......."

"Kenapa Tenten?"

"Karena aku adalah sahabat Ran. Dan aku sering mendengar Ran membicarakanmu terus"

"Kau tau tentang Ran??" tanya Shinichi tidak percaya.

"Ya. Semuanya" jawab tenten tegas.

"Tapi, kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal?"

"Karena aku... karena aku tidak ingin menyakitimu"

"Tapi kau telah menyakiti hati Neji"

"Ya. aku tau itu. Tapi aku tidak bisa memilih. Aku bingung di antara dua pilihan ini. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk menyakitinya. Sungguh. Percayalah padaku Shinichi. Sebagai orang yang spesial di hatiku"

"Ya. Aku pecaya"

"......."

"......."

x x x x x x x x

-

To Be Continue.....


Hya.... akhirnya udah chapter 3 ajah...... R & R ja deh!!!!!!!!!