Malam Cinta orang gila –ditendang IchiRuki-
…
Yaaaaaaaaaa, chapter 4 is submiteddddddd…
…
Tak ada penerimaan OC lagi. Sapa noh yg telat review?????
Sorry ya, aku nggak tau jadi nggak dimasukin OC..
Sorry ya, Yuki Aisha bukan Yuki Kuchiki. Yuki yang aku maksud di fanfic ini bukan YUKI AISHA tapi YUKI KUCHIKI. Yuki Aisha chap 5 yah, di masukinya..
…
Summary: -tebak aja ndiri-
…
Chapter 4, Rukia, I miss you!!
Kali ini Ichigo sedang menangis. Bukan Rukia yang nangis tentunya DDX…
"Rukia? Apa kau masih ingat aku?" Ichigo ngomong ndiri di kamarnya. Yaapp, sudah 2 minggu Ichigo tidak bertemu Rukia. Katanya, Rukia keluar kota untuk menemani Renji dan Byakuya cari mas kawin yang tepat untuk pernikahan RenRuki.
"Seandainya kita bertemu sekarang. Apa yang akan kau lakukan? Kalau aku, akan memelukmu."
Ichigopun mengambil pita sepanjang 1 meter. Lalu, menulis surat untuk Rukia.
To..Rukia Kuchiki
From..Kurosaki Ichigo
Rukia, dimanapun kau berada sekarang aku ingin sekali melihatmu. Walau tak sampai bicara. Dimana kamu? Sudah 2 minggu lebih kau pergi dari kota ini. Jika kau membalas surat ini dengan baik, kumohon. Perlihatkan wajahmu meskipun hanya melalui foto.
Rukia, andai kata takdir menjauhkan kita. Apa yang kamu lakukan? Keinginan kita untuk sehidup semati akan dibatalkan oleh tuhan dan kau akan menjauhiku. Bagaimana?
Rukia, meskipun dirimu adalah Renji dan diriku bukanlah kamu, aku akan tetap mencintaimu meski dirimu sudah tiada dariku. Rukia, semua ini kukirimkan karena cinta dan sayangku.
Salam manis dan sayang dan cinta, Ichigo Kurosaki.
Ichigopun memasukan kertas surat itu keamplop bersama pita ungu janda. Ichigo nyari-nyari prangko tapi kagak ketemu2..
"Ah, mungkin Karin dan Yuzu punya prangko!!!!" Ichigo berlari kekamar Karin dan Yuzu.
"Yuzu, ada prangko?????" Ichigo membuka laci surat Yuzu.
"Nggak ada, Niisan kenapa????" Yuzu bingung.
..
Di kamar Dani dan Yuki, Dani lagi nempelin beberapa perangko koleksi terbaru.
"DDDDDAAAAAANNNNNNIIIIII!!!!!!" Ichigo nyopot prangko terbaru Dani.
"Niisan?????? ITU PRANGKO DANI!!!! HHHUUUAAAAAA!!!!" Si cewe tomboy itu nendang-nendang Ichigo.
"Biar, surat ini untuk Rukia. R-U-K-I-A…" Eja Ichigo.
"Rukia-oniichan???? Iya seehhh, emank Rukia-oniichan dimana????" Dani hampir menangis kangen ama Rukia.
"Rukia? Dia ada di luar kota bersama keluarganya." Ichigo merunduk. Yuki menepuk bahu kakaknya yang malang itu.
"Ichigo-niisan, aku dan Dani tau apa perasaan Rukia-oniichan. Sekarang, kirimkanlah surat itu. Mungkin, lusa jawabanya sudah akan sampai." Dukung Yuki.
..
Sementara di hotel, Rukia seperti lupa Ichigo. Ia benar-benar melupakan orang yang paling deket di hatinya. Rukia sambil tersenyum menari-nari dikamarnya.
Esoknya..
Lewat titipan kilat, esoknya surat itu sudah sampai di kamar Rukia.
"Aaahh???" Rukia membuka amplopnya. Dia mengambil pita itu lalu mengikat rambutnya.
"Ada suratnya??" Rukia mengambil surat itu. Lalu, tampaknya senyum Rukia surut. Ia kali ini mengingat Ichigo lagi. Saat dimana Rukia sedih, dirinya selalu terhibur bila disampingnya Ichigo. Rukia menangis.
"Ichigo..Gomen na..Aku sudah melupakan dirimu tapi kau terus memikirkanku. Hikss.." Rukia menutup matanya menahan sedih.
Rukiapun membalas surat Ichigo.
To..Ichigo Kurosaki
From..Rukia Kuchiki
Ichigo,
gomen na. Aku telah melupakanmu. Ku Tanya, bagaimana kabar Karin,
Yuzu, Dani, Yuki, Isshin, dan Masaki?
Ichigo, arigatou. Kau tau
pita ungu ini indah. Jadi, kuucapkan sepatah kataku. Tapi, aku kali
ini akan menjawab pertanyaan dari dirimu.
Andai kata, kita memang dijauhkan, aku akan segera mati tanpamu. Ingatlah, apapun yang akan terjadi padaku, maka aku akan tetap mencintaimu. Ingatlah, aku masih menyayangimu. I MISS YU N I LOVE YU..
Salam sayang Rukia Kuchiki.
Rukia melipat surat itu. Dia ingin memberikan Ichigo sesuatu juga. Lalu, Rukia memasukan sebuah foto Rukia. Rukia sedang berpose tertawa.
"Ichigo. Kau tak usah menjawabnya." Batin Rukia sambil menempelkan prangko hotel.
..
Saat sekolah besoknya, Ichigo masih belum melihat Rukia. Tapi, Ichigo menghibur dirinya dengan cara membayangkan Rukia sedang ngobrol sama Inoue, Chad, Uryuu, Tatsuki, dan Asano serta Mizuiro.
"Yuuuppp..Kurosaki. Ohayo!!! Sudah mengerjakan PR ngarang cerita zaman dulu blom????" Tanya Tatsuki.
"Uddaahhh...Memang kenapa???? PR sejarah laknat itu kan????" Ichigo menaruh tasnya.
"Nggak ada papa. Cuman, pas ulangan bulan lalu, Kuchiki kepergok Cho-sensei nyontek." Kata Asano.
"Ruu..Ruu..Rukia??" Ichigo terbengong. Lalu, ia mikir. "Kalo gw, pasti shiro langsung 'souten ni saze, HYORINMARU!!!!!'" Ichigo berlaga kaya Hitsugaya.
"Sudahlah. Ohayo, Kurosaki-kun. Sampaikan selamat pagiku padanya hari ini ya. Bisa kan, kau sms dia??" Inoue melepas tanganya dari bahu Ichigo.
"Tapi.." Ichigo menatap Inoue.
"Aaaahhh!!! Pokoknya Kurosaki-kun harus sampaikan 'ohayo' pagi ini dan 'konbawa' malam ini pada Kuchiki-san." Inoue duduk dikursinya.
Rangiku, guru bahasa inggris masuk kekelas sambil mengibarkan rambutnya dan menggoyangkan bagian depanya.
"Ayo, kita akan membahas bahasa inggris kemarin lusa." Rangiku menggoyangkan bagian depanya lagi. Yaaaaaaa, beberapa cowo hidung belang langsung jantungan dan dibawa ke UKS.
"Baiklah, hari ini Kuchiki masih absen. Jadi, salah satu dari kalian akan mengoreksi punya Kuchiki dan punya yang lain." Kata Rangiku sambil membagikan kertas ulangan itu. Ichigo terbengong. Sementara Rangiku memukul pelan meja Ichigo.
"Kurosaki?????" Rangiku memberi Ichigo 2 kertas.
"Rangiku sensei kah?????" Ichigo menatap Rangiku lalu melihat. Ia, IA MENGOREKSI PUNYA INOUE DAN RUKIA!!!!!!!
..
Sekarang adalah minggu ke-3. Kabarnya, Rukia akan pulang ke Karakura besok. Ichigo membayangkan kini rambut Rukia dikuncir dengan pita ungu janda yang dia berikan. Sementara..
Ichigo dapat telpon. Ichigo mengangkat telpon itu.
"Halo???????" Ichigo mengangkat gagang telpon –iyalah, masa telpon ngangkat hot plate?????-
"Halo, Ichigo-kun. Ohayo!!!!" Sahut suara disebrang.
"Who are you???? I know this is Haruna's voice.." (Ichigo)
"Ichigo-kun, ini kawaii haruna. Bisa tolong tidak????" (Haruna)
"Nani????" (Ichigo)
"Gini, Kuchiki-san hari ini akan pulang. Dia sekarang lewat rumahku dan mampir. Oiya, tadi Niku juga lihat Kuchiki-san memakai pita ungu janda sebagai bandana.." (Haruna)
"ooo" (Ichigo)
"Katanya pita ungu itu hadiah darimu. Selain itu, dia sudah memberikanmu foto dirinya melalui surat. Pita itu katanya sangat indah. Rukia menyukainya. Sikapnya juga tidak berubah. Dia juga menanyai dirimu padaku.." (Haruna)
"Oh..Katakan padanya kalau aku sangat merindukanya. Katakan padanya kalau foto itu sekarang aku pajang dikamarku di pigura. Dan juga, tolong katakan padanya malam ini aku mengundangnya datang kemari untuk meningkatkan sociality-ku." Ichigo mengenang rasa kangenya lagi.
"Iya..Tentu saja Ichigo-kun. Dia sudah menjadi new friend-ku. Dia masih disini. Akan kusampaikan. Ohayo.." Haruna menutup telpon di pagi sepi itu. Lalu, Haruna beranjak keruang tamunya. Haruna masih melihat Rukia duduk sambil membetulkan pitanya.
Haruna mendekati Rukia.
"Kuchiki-san.." Haruna memulai pembicaraan.
"Ah?? Nani???? Bagaimana kabar Ichi.." Kata-kata Rukia terpotong oleh senyum Haruna.
"Ichigo mengatakan, aku sangat merindukanya, aku memasang foto itu di pigura. Dan, dia mengajakmu kencan malam ini, dan katanya, ohayo!!!! Rukia.." Haruna tersenyum manis.
"Arigatou, Haruna-san.." Rukia mengajak Byakuya pulang lebih cepat.
..
Di rumah Ichigo, ribut-ributnya Isshin, Masaki, ama Yuki dan Dani. Di ruang makan, mreka lagi ktawa gak jelas. Karin sore itu lagi main bola sama Jinta, Ururu, Aryn, Miharu, sama Chika. Yuzu lagi les nari di tempatnya.
"Kenapa seeehhh??????" Ichigo masuk ruang makan.
"Hehehehehehehehehehehehehehehe..." Dani n Yuki gak jelasss.. XDD digampar Dani.
"Bisa minta tolong nggak????" Ichigo garuk-garuk kpala.
..
15 menit kemudian, rumah udah kayak tempat yang puuuaaalliiinggg cocok buat kencan, XDD. Rukia kan mau datang ke rumah Ichi.. :D
"Aaaaaaahhhh..Slese juga.." Dani tarik napas.
"Iyaaaahhh, bantuin Ichigo-niisan dan Rukia-oniichan asssyyyiiikkk jjjuuugggaaaahhh…" Yuki berbaring disofa yang udah dibersiin dan seprai sofanya sudah dicuci..
TTTIIINNNGGG...TTTOOONNNGGG..
Bel bunyi. Dani merapikan gaun birunya. Yuki mengencangkan sepatunya. Isshin sisiran, Masaki bedakan. Ichigo, BUKAIN PINTU… XDD.. :D
"Rukia. Aku kangen banget ama kamu." Ichigo memeluk orang itu. Tau-taunya..
"Kurosaki.." Tampak kucel Hitsugaya muncul lagi. Ternyataaaa... Yang ngebel itu Shiro-sensei dan Cho-sensei..
"Uuumm??? GOMEN!!!!!!!!! SENSEEIII!!!!" Ichigo langsung ngerapiin dasinya.
"Ngapain???? Mau nikahan loe????? Pake dasi, jazz –ditendang-, jas, kemeja, sabuk, rambut diitemin!!!" Hitsugaya mikir.
"Mau ngajak Kuchiki-chan ketemuan.. Udah 3 minggu nggak ketemu nnneeehhh, sensei.." Ichigo jujur.
"ooo" Cho cengo.
"Aaah, aku kesini cuman mao ngingetin..XD buat ngerjain PR biologi loe yang 5 PR halaman 109-308.." Hitsugaya narijk Cho pulang.
"Kurosaki..jangan lupa PR MTK halaman 499.." Teriak Cho. =='
Tak lama setelah kepergian cebol-sensei, Rukia datang..
"Rukia!!!!" Ichigo memeluk Rukia.
"Ichigo-kun." Rukia menangis dan balas memeluk Ichigo. Saat Ichigo menyadari pita ungu janda yang diberikanya pada Rukia sedang dipakai rukia untuk bandana, ia tersenyum.
"Rukia, kau suka pita itu? Kalau kau suka, aku akan belikan yang pink." Kata Ichigo.
"Ichigo, arigatou. Baiklah. Aku mau pita pink itu. Selama ini, bagaimana kabarmu?" Rukia mengelap air matanya sambil merapikan pita ungunya.
"Kabarku???? BURUK!!!! UUURRRRGGGGHHHH!!!!" Ichigo melupakan percakapanya dengan Rukia.
"Heehe.." Rukia tertawa kecil. Dengan begitu, Ichigo juga ikut tertawa.
"Lalalalalalalalalalalala..." Chika bernyanyi kecil sambil bertepuk tangan melihat kakaknya itu. Yuzu, Karin, Dani, n Yuki –XD- tepuk tangan jugaaa…
"Eh????" Rukia membalikan badanya melihat semua bertepuk tangan.
"Oniichan.." Chia medekati Rukia.
"Nani????" Rukia mengalihkan pandanganya kepada Chika.
"Welcome back, Kuchiki-san!!!!" Sambut Inoue. Rukia menangis lalu memeluk semuanya. Dani, Yuzu, Karin, Yuki, Masaki, dan Isshin memeluk Ichigo.
..
Besok paginya Rukia sudah dapat masuk. Hitsugaya nggak peduli sama sekali. Mau Rukia masuk kek, Rukia mati kek, dia nggak peduli. XD –ditabok-
"Kuchiki-san???? Ohayo!!!" Sambut Tatsuki sambil memegang tangan Rukia.
"Ohaya, Tatsuki-san." Sapa Rukia juga.
"Hei, Kuchiki-san. Ohayo!!!!" Sapa Haruna, Niku, Chia, dan Mizuiro.
"Ohayo, Haruna-chan, Niku-san, Chia-chan, Mizuiro-san!!!!" Rukia duduk dikursinya. Ia merasa lega sudah berada di karakura lagi.
BBBRRRAAAKKK!!!!
XDDDD!!! Tau kan siapa???? Its…
Hitsugaya-sensei.. =="
"Absen Kuchiki sudah berhenti. Dan, sekarang.. KUMPULKAN TUGAS-TUGAS KALIAN!!!!!" Hitsugaya duduk dimeja guru sambil buka buku absen.
"Ohayo!!! Kuchiki-san." Sapa Inoue sambil pergi duduk dikursinya.
"Ohayo.. Orihime-san." Rukia tersenyum lagi.
..
Sepulang dari kelas 10 BL –Bebek Laknat- itu Rukia langsung menyisir rambutnya dikamar mandi cewe. Lalu, Rukia membetulkan pita ungu jandanya itu.
"So.. Nice!!!" Rukia mengambil tasnya lagi dan keluar toilet. Ada Ichigo yang lagi nungguin Rukia.
"Rukia, watashi wa.." Ichigo berhenti berjalan.
"Ichigo???? Nanda?????" Rukia menatap Ichigo.
"Watashi, Aishiteru, Rukia. Ichi, satu hati. Aku menyayangimu lebih dari Renji!!!! Watashi.." Ichigo merundukan kepalanya.
"Watashi???? Aishiteru, Ichigo. Minna-sama, menyukai aku dan kamu." Rukia tersenyum lalu melepas pita ungunya. "Katanya kau mau belikan yang pink. Ayo, ke Accecoriss store!!!!"
"Iya, Rukia." Ichigo mengejar Rukia.
..
Di sebuah jembatan, Hitsugaya lagi nongkrong sambil buka Hp-nya. Yaakkh.. IchaChan punya doujinya koq, Hitsugaya suka nongkrong sepulang sekolah sambil main Hp.. XD
"Aaahh!!! Pulsa skarat lagi!!!!!!" Hitsugaya protes. Lalu, ia ngelirik tempat sekitarnya.
"Ada nggak ya?????" Hitsugaya pergi dari tempatnya.
..
Di Accecoriss store, Rukia lagi milih jepitan dan kalung. Ichigo lagi milih warna pink yang cocok untuk Rukia.
"Rukia, magenta ini bagaimana??????" Ichigo nunjukin kotak warna berwarna pink tua.
"Hhhmmmm… Boleh deh. Tapi, Ichigo!!!! Lihat!!! Ada liontin hati cantik bbbuuuaaanngggeettt.." Rukia mengambil kalung itu. Ichigo melihat. Harganya hanya 27 yen..
"Baik." Ichigo mengambil pita dan kalungnya. Lalu, ia membawa ketempat pembayaran –gak sampe kaya kasirlah..-
"Selamat siang. Mau apa?????" Tanya si penjual, Yoruichi.
"Yo..Yoruichi-san?????" Ichigo menatap Yoruichi. Yoruichi baru sadar itu, ICHIGO!!!!!
"????" Ypruichi menempelkan tanganya didagu.
"Apa????" Yoruichi memandang Ichigo.
"Tolong ya, pita ini yang sepanjang 1 meter. Jangan yang 10 centi. Trus, kalung ini yang baru!!!" Kata Ichigo sambil emngeluarkan dompetnya. Yoruichi langsung beranjak dari tempatnya dan membuka lemari. Ia mengambil 2 amplop kain putih dan 1 plastik pink.
"Pitanya 1 meter dan kalung baru????? PASTI UNTUK KEKASIHMU!!!!" Yoruichi nebak-nebak.
"Ehh????" Ichigo salting. Yoruichi langsung memasukan 2 amplop kain itu keplastik.
"Ini. Jadi 31 yen!!!!" Yoruichi memberikan plastiknya ke Ichigo. Ichigo membayarnya lalu mengajak Rukia pergi dari tempat itu.
..
Sementara dirumah Rukia, Ichigo mampir. Byakuya menyuguhi teh pada Ichigo dan Rukia. Hisana memberikan sup tuna pada Ichigo dan Rukia. Renji, di rumahnya =='
"Ini, Kurosaki. Jangan sungkan-sungkan." Kata Hisana lalu pergi.
"Ichigo, aku mau ke KM dulu nyoba pita danh kalungku yang baru…" Kata Rukia.
"I..Iya, Rukia." Ichigo menunggu.
Dengan sedikitn berlari, Rukia menuju kamar mandi, Ia melepas pita ungunya. Kemudian, pita ungunya disimpan.
Rukia langsung memakai pita pinknya dan memakai liontin hati peraknya. Ia mengibas-ngibaskan rambutnya. Rukia langsung menyisir rambutnya. Lalu, Rukia ganti baju. Ia memakai baju pink magenta yang cocok dan matching dengan pitanya. Lalu, menggunakan sandal perak yang cocok dengan kalungnya.
"Beres.." Rukai berlari kecil lagi keruang tamu.
"Rukia?????" Ichigo menatap badan Rukia yang berubah menjadi seorang Cinderella dengan penampilanya itu.
"Ichigo. Bagaimana???? Apakah hari ini aku berubah menjadi putri seperti tadi?????" Rukia berputar.
"Hahahaha...Sadar Rukia!! Bagaimanapun dirimu, kau ini seorang wanita yang anggun dan cantik. Aku mengagumi keberadaan dan gaya dirimu, Rukia." Ichigo tersipu karena memuji Rukia. Rukia blushing.
"Arigatou, Ichigo-kun." Rukia memeluk Ichigo. Renji ayng sejak tadi mengintip, merasa marah. Karena, calon tunanganya itu lebih menyukai Ichigo disbanding dirinya.
"Rukia!" Renji menampakan diri.
"Renji?" Rukia berhenti memeluk Ichigo.
"Tidakkah kau sadar kau sudah merendahkan harga diri keluarga Kuchiki?" Protes Renji.
"Tapi, Renji.." Rukia langsung dipotong kata-katanya.
"Tapi apa?? Apa kau sudah sangat membenci diriku sehingga kau akan pergi bersamanya jika hari pertunangan kita datang, hah?" Renji menampar Rukia.
PPPLLLAAAKKK!!!!
Rukia terhenti dan tidka bisa dan takut memandang wajah Renji. Rukia menahan air matanya tapi perasaanya tidak mampu menahan air yang harusnya mengalir dipipinya.
"RENJI!!! BAKA!!!!" Ichigo menarik kerah Renji. Rukia masih takut memandang wajah Ichigo dan renji yang sedang bertengkar. Rukia masih menangis dan menatap tembok.
"Apa? Rukia memang sudah ditakdirkan untuk bersamaku. Apa yang kau mau dariku? Uang? Aku akan memberikan sebesar apapun kau mau. Tapi, aku tidak akan menjual Rukia dengan harga gratis pada siapapun!!!" Renji membanting Ichigo. Rukia masih kaku.
"Kami-sama, berikanlah pertolongan untuk tubuhku." Rukia menangis. Dan tiba-tiba, tubuh Rukia dapat bergerak. Rukia langsung menahan tangan Ichigo dan Renji.
"Apa kalian piker kalian akan mendapatkan aku dengan cara bertengkar?" Rukia menangis lagi.
"Rukia? TEME!!!! INI GARA-GARA KAMU!!!" Renji menatap ichigo.
"Apanya? BAKA!!!" Ichigo dan Renji bertengkar lagi.
"Cukup. Cukup!! Sekarang, begini saja. Jika kalian berhasil menebak isi hatiku, diantara kalian aku berjanji, akan bersama kalian." Rukia menutup matanya.
Sebenarnya, Ichigo-lah, orang yang kupilih. Tapi, didepan mereka aku harus adil. Aku tak bisa melakukan sebuah pembelaan. Pasti, salah satu dari mereka akan kecewa. Batin Rukia.
"Rukia, kau, pasti isi hatimu sedih!!" Tebak Ichigo.
"BODOH!!! Rukia, pasti isi hatimu adalah aku, kan?" Renji menunjuk dirinya sendiri.
"Renji, kau yang bodoh!!" Rukia menatap Renji.
"Ah?" Renji terbelak.
"Kau baka!! Kau bodoh!! Tidak kah kau tau Ichigolah orang yang kupilih? Hah!! Semuanya berpikir, aku akan menyukaimu, BEGITU?? Minna-sama, akan mengira jika aku akan suka denganmu jika kau memaksa? Mereka tau sedihku dari raut mukaku." Rukia mendorong Renji.
"Ichigo, ayo, kita pergi!" Rukia menarik Ichigo keluar. Sementara itu, Renji kesal dan marah. Rasa dendamnya terhadap ichigo mulai.
"AARRGGHH!!" Renji pergi.
..
TO BE CONTINUED
..
Yes..Yes..Yes..
-ditabok-
KITA AKAN SEGERA BERAKHIRR!!!
Yuuppp… Sekitar chapter 8, fic ini akan mengalami sad endingnya.
Apa tuh sad endingnya?????
SECRET!!!
REPIEW N BACA TERUUUZZZZ!!!!!!!!!!!!
