Malam Cinta IchiRuki

..

Di sini kebanyakan romance karena IchaChan harus buat beberapa chap yg banyak romancenya -kaya chap 4-

..

Chapter 8, sayonara..

Rukia's POV

-----------------------------------

Hari ini aku punya naluri yang buruk..

Aku merasa kalau Ichigo ada dalam masalah..

Tapi, kok perasaan aku beda ya?

Entahlah. Mungkin hanya firasat. Ichigo, apa yang harus aku lakukan sekarang untukmu? Haruskah aku meninggalkan dirimu sendiri dalam bahaya. Kau dicari oleh Renji dan Byakuya. Dan, jika bertemu mereka akan membunuhmu!! Kami-sama.. Berikan aku petunjukmu..

--------------------------------------------

End POV

Sementara Rukia sedang duduk di kursi mobilnya, Rukia tetap cemas. Dia menatap sekeliling di jendela. Rukia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Rukia terus berpikir. Dia tidak sadar kalau dia dibawa ke bandara sekarang.

"Hei, apa yang kamu lakukan? Belok ke rumahku!! Jangan ke sini!!" Perintah Rukia yang kemudian menjadi cemas.

"Kau tau, aku tak akan melepaskanmu lagi. Gomenasai jika aku telah melepaskanmu dulu, Rukia." Jawab supir itu. Dan saat Rukia menatap lelaki itu, dia adalah Renji. Byakuya yang sedari tadi ada di kursi depan diam.

"Renji-kun? Aku tidak mau!! Untuk apa kau bawa aku ke bandara?"

"Kita akan menikah di London." Jawab Renji enteng.

"Aku tidak mau!! Aku masih sekolah!! Kau tau kan, minggu depan ada tes?" Tanya Rukia.

"Aku tau. Kita menikah di sana. Aku soalnya sudah memberi surat izin pada Hitsugaya-sensei." Kata Renji.

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak menurunkan aku di rumah!!!!" Seru Rukia.

"Untuk apa? Selamanya kita adalah jodoh. tak perlu lagi basa-basi menikah. Sekarang saja. umurmu kan, sudah 200 tahun." Ujar Renji. Rukia hanya malu mendengar kata-kata Renji. Rukia memalingkan mukanya ke jendela.

"Kau tidak merasa sedang mempermainkan aku hah?" Tanya Rukia dan mulai tegas.

"Tidak. Justru ini jalan hidup, Rukia." Jawab Renji. Byakuya hanya menatap Rukia.

"Aku tidak mau!! Aku tidak mau!!" Teriak Rukia membuka pintu mobil padahal mobil sedang berjalan di parkiran. Rukia turun dari mobil yang berjalan dan tergelincir kertas. Dia terjatuh padahal di depanya ada sebuah mobil Sedan melaju dengan kencang. "AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!"

"Rukia!!!" Teriak Renji segera turun dari mobil dan mengangkat Rukia yang berdarah-darah. "Haruskah ini terjadi padamu? Padahal hari ini adalah hari besar untuk kita."

Renji mendekatkan wajahnya ke bibir Rukia. Rukia yang memejamkan mata dan punya firasat tidak enak membuka matanya. Dilihatnya, bibirnya dan Renji sudah tidak berjarak lagi.

"Renji!!" Rukia menampar Renji dengan keras. "Apa yang kau lakukan?"

"Ah. Wajahmu merah dan lebam. Ayo, kita ke unit gawat darurat." Ajak Renji.

"Aku tidak butuh pertolongan!!!" Rukia berlari berusaha melepaskan dirinya dari Renji. Perlahan-lahan darah segar dan air mata yang bercamput jadi satu tumpah. Rukia sudah tidak bisa menahan pedihnya hidup ini. Dia butuh.. Ichigo. Hujan turun deras. Rukia kebasahan. Lama-lama darahnya berhenti mengalir. Tetapi ia berteriak.

"ICHIGO? DI MANA KAMU SEKARANG, ICHIGO? AKU BUTUH KAMU. MESKIPUN KAMU TIDAK MEMBUTUHKAN DAKU, TAPI AKU BUTUH KAMU!! KAU RELAKAN DEMI AKU?" Teriakan Rukia dan tangisanya seolah-olah di sampaikan tuhan ke pada Ichigo.

"Apa yang sedang Rukia lakukan di tengah trotoar itu?" Pikir Byakuya.

"Dia menatap hujan menunggu petir mungkin."

"Memang apa istimewanya petir, Ren?"

"Masa taichou kaga tau??? Piye iki???" Sidir Renji.

"Ah, saiiaa ga nganggap kalau petir istimewa.."

"Aku akan tarik dia dari belakang dan memasukanya ke pesawat. Permisi, taichou." Kata Renji. Byakuya mengangguk.

Rukia serasa, ada yang memeluknya dari belakang.

"Renji, sudah ku bilang jangan sentuh aku!! Aku ini, aku ini milik Ichigo." Ujar Rukia. Renji cemburu.

"Masuk ke pesawat.."

..

Sementara di tempat Ichigo berada, Ichigo punya firasat yang buruk mengenai Rukia. Ichigo meninggalkan mini market itu dan menaiki taksi menuju bandara. Kok Ichigo bisa ngerasain reiatsu setinggi ini sich?? Kan cuma kapten yg bisa..

"Rukia, aku datang!!!"

..

Saat Rukia mau di masukan ke pesawat dengan paksa, Ichigo menarik tangan Rukia hingga terlepas dari pelukan Renji. Rukia tersenyum bahagia bercampur air matanya.

"Renji, sadarlah kamu!! Rukia itu tidak ingin ada di samping kamu!!"

"Ichigo, sadar juga kamu!! Rukia itu sejak kecil berteman denganku!!"

"Tidak ada hubunganya!!" Seru ichigo. Rukia bersembunyi di balik Ichigo.

"Mana mungkin tidak ada hubunganya? Dia itu sudah berjodoh denganku!!"

"Dasar.. Kamu orangnya udah ke-GR-an duluan sih.."

"Apa salahnya sih? Kamu tuh, GR!! Rukia sebenarnya ga mau milih kamu karena kamu pengecut untuk menjadi seme!!"

"Halah!! Tau apa sih monyet kaya kamu?"

"APA? KAMU BILANG MONYET? DASAR!! KAMU TUH ANEH!! NAMA STROBERRY KOK RAMBUTNYA JERUK???"

"YA UNIK DONG!! DARI PADA KAMU BABON GA JELAS!!"

"HEH.. KALAU KAMU DI JUS RASANYA GA ENAK TAU!!!"

"EMANG KAMU UDAH PERNAH NYOBAIN? MANA ADA MONYET MINUM JUS?"

"ADA AJA!!"

"EMANG MONYET APAAN? MONYET GILA????"

"BUKAN SIIIHH..."

akhirnya Ichigo dan Renji adu mbacot dah...

"Sudah, cukup kalian!!" Teriak Rukia. Dia berdiri di tengah keduanya. "Aku memilih Renji karena dia temanku."

"Yes..." Batin Renji.

"Aku tidak boleh memberikan pengorbanan Renji ke pada orang lain karena pengorbanan itu sudah untuk aku. ichigo, gomen nasai. Untuk apa aku ini hidup? Aku, gomen nasai ichigo." kata Rukia sambil berlutut di hadapan Ichigo. Ichigo pergi dengan rasa pahit. Karena Rukia sudah tidak ada di sampingnya.

..

To Be Continued

..

Kalau agak pendek sorry banget dan storylinenya ancur. Soalnya dadakan..

..

Tapi tetep review yah!!!