Because of You
NCT & Infinite Fanfiction
Kim Myungsoo x Lee Taeyong
Warning: GS, OOC, Typo(s), Gaje, Ide pasaran, dll, DLDR.
Rated T+
By El Lavender
.
.
.
Taeyong membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang seseorang dan ia juga merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya. Taeyong mendongakkan kepalanya dan melihat wajah polos suaminya yang sedang tertidur.
Ia mengingat kembali apa yang terjadi kepada mereka semalam. Taeyong merasakan sakit di bagian vitalnya, ia memanglah masih perawan karena Taeyong memiliki prinsip ia akan menjaga keperawanannya hanya untuk suaminya kelak. Myungsoo adalah suaminya, kenapa tidak.
Taeyong masih saja memandangi wajah tertidur Myungsoo yang damai, entah apa yang dipikirkannya. Sang objek pandangan Taeyong akhirnya membuka matanya.
"Pagi." Sebuah senyuman mengembang di wajah Myungsoo. Tidak ada tanggapan dari Taeyong.
"Tidak ada morning kiss untukku?" Myungsoo mendekatkan wajahnya ke Taeyong dan merapatkan kembali tubuh mereka.
"Menjauhlah, aku ingin mandi." Hanya tanggapan dingin yang diterima oleh Myungsoo.
"Bukankah ini belum 24 jam, masih tersisa beberapa menit lagi." Myungsoo hanya bisa tersenyum miris melihat jam yang menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit.
Cup
Ciuman singkat diberikan Taeyong kepada Myungsoo saat pria itu masih menatap jam dinding di kamarnya.
"Selamat pagi suamiku." Taeyong tersenyum dan membelai wajah Myungsoo. Pria itu tersenyum senang dan mengenggam tangan Taeyong yang berada di wajahnya.
"Terimakasih untuk 24 jam yang kau berikan untukku dan terimakasih karena kau mengijinkanku untuk mangambil hakku semalam." Myungsoo semakin mendekat ke wajah istrinya. Taeyong menutup matanya.
Cup
Myungsoo mencium kening Taeyong. Taeyong terkejut, ia kira pria itu akan mencium bibirnya.
"Sudah 24 jam, menyingkirlah. Aku ingin mandi." Taeyong melepaskan tangan Myungsoo yang masih memeluknya dan beranjak dari kasur menuju kamar mandi.
Taeyong menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Rasanya ia tidak mampu berjalan menuju kamar mandi karena merasakan sakit tetapi Taeyong menahan rasa sakit itu.
"Apa kau butuh bantuan?" Myungsoo melihat Taeyong yang meringis sejak tadi menawarkan bantuannya.
"Apa aku terlalu kasar semalam sampai kau tidak bisa berjalan seperti itu?" Myungsoo menyeringai menggoda istrinya yang masih beranjak beberapa langkah dari tempat tidur.
"Diamlah atau aku akan melemparmu-"
"Dengan apa? Dengan selimut itu? Lempar saja, aku sudah melihat semuanya semalam." Myungsoo kembali menyeringai, ia sangat senang menggoda istrinya itu.
"KIM MYUNGSOO!" Taeyong yang sangat kesal akhirnya meneriakkan nama suaminya itu.
"Ada apa sayang~"
"Menyebalkan!" Taeyong memutuskan memasuki kamar mandi tanpa mempedulikan rasa sakitnya.
Setengah jam kemudian Taeyong keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja, ia heran melihat Myungsoo masih belum beranjak dari kamarnya. Pria itu sudah berpakaian lengkap, Taeyong memutuskan untuk mengacuhkannya dan menuju walk in closet untuk memilih pakaian yang cocok untuknya. Ia tidak ingin memakai pakaian yang terbuka hari ini karena tanda yang diberikan Myungsoo terlalu tercetak jelas ditubuhnya.
Hari ini Taeyong memiliki jadwal untuk bertemu dengan teman-teman sosialitanya yang lain. Pertemuan yang rutin mereka lakukan yang isinya hanya membahas atau memamerkan kekayaan yang mereka miliki. Seharusnya ia mengingat akan hari ini, apa jadinya jika teman-teman sosialitanya melihat tanda itu dan cara berjalannya yang aneh pastilah dia diejek oleh mereka.
Taeyong sudah selesai berpakaian, kali ini ia memilih untuk memakai turtleneck dipadukan dengan rok diatas lutut dan juga boots yang membuat penampilannya tetap cantik seperti biasanya tak lupa kacamata dan tas yang serasi dengan penampilannya saat ini. Taeyong menuju meja riasnya ia masih mengabaikan sepasang mata yang melihat gerak geriknya sejak tadi dan memilih untuk melanjutkan kegiatannya.
"Apa kau tidak bekerja hari ini?" Taeyong yang tidak tahan dipandangi oleh Myungsoo akhirnya membuka suaranya.
"Sebentar lagi, aku masih ingin disini." Ujar Myungsoo tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali dari Taeyong.
"Ck... Apa yang kau inginkan hah?" Taeyong hanya heran dengan pemikiran pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
"Aku hanya ingin memuaskan diri melihat istriku yang cantik ini." Myungsoo berkata dengan lembut. Taeyong yang mulai kesal karena ia berpikir Myungsoo hanya ingin menggodanya lagi memutuskan menghentikan kegiatannya sejenak dan menghadap Myungsoo.
"Pergilah! Tidak ada untungnya bagimu dengan hanya melihat wajahku. Lebih baik kau urusi saja perusahaanmu itu, jika kau bangkrut aku tidak akan mau lagi menjadi istrimu!" Entah kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Taeyong.
Myungsoo tertegun mendengar ucapan Taeyong, ia mulai beranjak dari tempat tidur dan berhenti di belakang Taeyong.
"Baiklah aku akan bekerja untukmu. Hanya kau yang aku miliki saat ini." Ujar Myungsoo lirih dengan memandang sendu ke arah Taeyong melalui kaca di depannya. Ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
"Myungsoo." Taeyong menghentikan langkah Myungsoo yang hampir mencapai pintu kamarnya.
"Ya?" Myungsoo kembali menoleh ke arah Taeyong.
"Bagaimana dengan mobilnya?"
"Mereka bilang akan sampai dalam beberapa hari ini." Myungsoo hanya dapat tersenyum miris.
"Baiklah." Taeyong kembali berkutat dengan semua make upnya, Myungsoo benar-benar sudah meninggalkan kamarnya.
.
.
.
Myungsoo saat ini sedang mengadakan pertemuan dengan para investor di salah satu mall, salah satu clientnya adalah pemilik mall itu dan memilih mengadakan pertemuan di mall miliknya. Pertemuan kali ini membahas persaingan Kim Corp. dengan Jung Corp. perusahaan Myungsoo sedang bersaing ketat dengan perusahaan milik Jaehyun itu.
Disisi lain Taeyong memandang kesal ke arah teman-temannya yang membawa suami masing-masing. Salahkan saja dirinya yang tidak membuka grup chat mereka sehingga hanya Taeyong sendirian yang tanpa pasangan disana.
"Taeyong kemana suamimu?" Salah satu teman yang bernama Baekhyun bertanya kepadanya.
"Dia tidak bisa datang, sedang ada rapat." Taeyong menjawab asal, ia semakin kesal dengan teman-temannya yang lain yang memamerkan kemesraan dengan pasangan masing-masing.
"Ah begitu, kasihan sekali kau selalu ditinggal sendiri oleh suamimu." Seungkwan ikut menimpali perkataannya. Temannya yang satu itu terkenal dengan mulut pedasnya.
"Tumben sekali kau memakai baju turtleneck, apa yang sedang kau sembunyikan?" Seorang gadis China bernama Luhan juga mulai menggoda Taeyong.
"B-bukan apa-apa, aku hanya ini berpenampilan seperti ini." Jawab Taeyong gugup.
"Masa sih? Aku perhatikan cara jalanmu juga berbeda loh Tae." Baekhyun ikut menggoda Taeyong.
"Kalian apa-apaan sih." Taeyong memberikan tatapan tajam kepada mereka bertiga. Untung saja yang lain sedang sibuk dengan pembicaraan masing-masing sehingga mereka tidak mendengar percakapan Taeyong beserta Baekhyun, Luhan dan Seungkwan.
"Apa aku terlambat?"
Semua mata tertuju kepada suara itu. Taeyong yang masih memasang wajah cemberut ikut menolehkan wajahnya kepada sumber suara.
"Ah tidak, kau tidak terlambat Myungsoo bahkan belum dimulai, para wanita disini sangat berisik... Aauuu kenapa kau menginjak kakiku sayang." Chanyeol yang semula menjawab pertanyaan Myungsoo berteriak karena istrinya tiba-tiba menginjak kakinya.
"Tutup mulutmu itu Yeol." Baekhyun memberikan tatapan tajam kepada suaminya.
"Mari bergabung, Taeyong hampir menangis karena suaminya tidak kunjung datang." Luhan tersenyum senang melihat ekspresi Taeyong yang sedang memelototinya dengan lucu itu.
"Benarkah?" Myungsoo sudah duduk disamping Taeyong.
"Jangan kau dengarkan ucapan mereka." Ujar Taeyong datar, dalam hati ia sangat bersyukur Myungsoo datang disaat yang tepat entah bagaimana pria itu tahu jika ia sedang berada disini sekarang.
"Mari kita mulai acaranya, jadi tujuan kenapa hari ini kita berkumpul dengan suami masing-masing adalah untuk mendiskusikan tentang liburan kita semua ke Hawaii yang diadakan bulan depan." Ujar salah seorang sosialita lain disana.
"Kenapa tidak ada yang memberi tahuku?" Taeyong berbisik kepada Seungkwan di sebelahnya.
"Entahlah mereka mendadak memberitahunya kemarin lusa dan kau sama sekali tidak membuka grup chat jadi salahmu sendiri." Bisik Seungkwan cuek.
"Aish... Apa semua wajib ikut?" Taeyong kembali bertanya.
"Kau sudah masuk ke dalam komunitas ini dan jika kau tidak ingin dikucilkan kau harus mengikuti semua peraturannya." Baekhyun ikut bergabung dengan obrolan mereka.
Taeyong melirik ke arah Myungsoo, pasalnya jika ia ikut dengan mereka semua otomatis dia akan bersandiwara karena kali ini para suami juga ikut dalam liburan mereka lebih tepatnya liburan keluarga. Taeyong sendiri hanyalah dekat dengan Baekhyun, Luhan dan Seungkwan di komunitas para sosialita ini mereka berempat adalah teman SMA yang berbeda kelas, hanya mengetahui nama masing-masing hingga mereka dipertemukan kembali di komunitas ini.
"Kenapa kami semua harus ikut, aku memiliki jadwal yang padat pada tanggal itu." Protes Chew Hansol atau dikenal dengan Vernon suami dari Seungkwan yang merupakan seorang Model terkenal.
"Apa kau bilang? Kau tidak ingin membahagiakan istrimu ini? Baiklah malam ini kau tidur disofa luar!" Ancam Seungkwan kepada suaminya.
"B-baiklah sayang, aku akan mengosongkan jadwalku. Jangan marah seperti itu Boo, tidak baik untuk kandunganmu." Vernon mencoba menenangkan istrinya yang tengah mengandung itu.
"Yah~ sebenarnya aku juga tidak ingin ikut-" Chanyeol yang ingin mengungkapkan pendapatnya berhenti seketika karena Baekhyun sudah memelototinya.
"Selama di Hawaii kau yang menjaga Jackson dan Jasper!" Baekhyun mengucapkannya dengan penuh penekanan.
"Sehunie~ kau ikut kan? Haowen pasti senang jika kita liburan bersama." Kali ini Luhan yang mencoba membujuk suaminya.
"Iya, aku bisa meminta Jaehyun untuk menggantikanku selama beberapa hari. Lagipula sekarang perusahaannya sedang dalam masa kejayaannya." Ujar Sehun yang ditanggapi dengan senyuman oleh istrinya.
Kedua pasang mata yang sejak tadi hanya diam memandangi mereka tertegun ketika nama Jaehyun disebut. Jaehyun memanglah sepupu dari Sehun dan mereka semua tau akan hal itu, terlebih lagi Taeyong.
"Ngomong-ngomong soal Jaehyun, apa kau masih sering berkomunikasi dengannya Tae?" Luhan bertanya begitu saja kepada Taeyong.
"Jaehyun?" Myungsoo yang hanya memperhatikan mereka sejak tadi akhirnya mengeluarkan suaranya.
Taeyong sudah memberi kode 'Jangan bahas apapun tentang Jaehyun sekarang' kepada Luhan. Untung saja wanita cantik asal negeri tirai bambu itu menangkap kodenya.
"Ah itu, dulu Taeyong dan Jaehyun adalah teman sekelas jadi aku penasaran apakah dia masih sering berkomunikasi dengan sepupu Sehun itu hehe." Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa yang ditawarkan pria ini sehingga kau mau dengannya?" Sehun menatap Myungsoo dari atas hingga bawah. Ia hanya heran kenapa Taeyong rela meninggalkan Jaehyun demi pria ini bahkan sepupunya tidak kalah kaya dan tampan dari pria itu.
"Apa maksudmu?!" Myungsoo mulai sedikit kesal dengan sepupu dari rivalnya itu, kenapa juga istrinya berhubungan dengan orang-orang yang terkait dengan Jung Jaehyun. Myungsoo tidak suka dengan perkataan serta pandangan mengejek yang diberikan Sehun kepadanya.
"Sudah-sudah kenapa kalian menjadi bertengkar? Seperti anak kecil saja." Taeyong melerai mereka berdua.
Mereka semua kembali memperhatikan apa yang dikatakan oleh sang pembicara dan menikmati makan bersama. Para wanita seperti biasanya membicarakan fashion dan lain sebagainya, para pria yang tidak mau diabaikan begitu saja mereka semua saling berkenalan satu sama lain dan membicarakan tentang pekerjaan mereka.
.
.
.
"Bagaimana kau bisa tahu jika kami sedang berada disana?" Saat ini Taeyong berada di dalam mobil Myungsoo, suaminya itu memintanya untuk pulang bersama.
"Mall itu adalah milik salah satu clientku dan kami juga mengadakan rapat disana. Ketika aku ingin kembali aku melihat kalian semua lalu memutuskan untuk bergabung dan menyuruh sekretaris Park kembali ke kantor sendirian." Jelas Myungsoo.
"Kau tidak kembali ke kantor?" Myungsoo menggeleng.
"Aku memiliki urusan yang lain."
"Lalu kenapa kau bersamaku sekarang?" Taeyong heran dengan Myungsoo, kalau dia memiliki urusan penting kenapa pria itu mengajak dirinya pulang bersama.
"Lihat saja nanti." Myungsoo tersenyum entah karena apa.
Hening. Kali ini tida ada pembicaraan lagi di antara mereka. Taeyong fokus kepada ponselnya sedangkan Myungsoo fokus kepada kemudinya.
"Apa kau akan ikut ke Hawaii?" Myungsoo memecahkan keheningan diantara mereka. Taeyong mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah Myungsoo.
"Entahlah, aku tidak tahu." Taeyong kembali memainkan ponselnya.
"Pergilah, kau butuh liburan Taeyongie."
"Lalu kau?" Taeyong kembali memandang ke arah suaminya yang masih fokus dengan kemudinya itu.
"Jika kau mengizinkan aku akan ikut bersamamu. Jika tidak, aku akan tinggal disini." Taeyong tertegun mendengar jawaban Myungsoo.
"Ikutlah. Aku tidak ingin menjadi obat nyamuk bagi pasangan lain."
"Terimakasih."
Taeyong semakin heran dengan pria itu, seharusnya ia yang mengucapkan itu karena Myungsoo sudah mengizinkannya untuk pergi ke Hawaii. Walaupun ia hanya memanfaatkan kekayaan Myungsoo tetapi sebagai istri ia masih meminta izin kepada Myungsoo jika ingin pergi liburan ke luar negeri dan pada akhirnya Myungsoo sama sekali tidak pernah melarangnya.
"Kita sudah sampai." Myungsoo memarkirkan mobilnya.
"Kita dimana?"
"Kau akan tahu nanti." Myungsoo turun terlebih dahulu dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Taeyong.
Mereka berdua memasuki tempat itu. Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Kim."
"Apa pesananku sudah ada?"
"Sudah Tuan, silahkan ikuti saya." Pelayan itu memandu mereka berdua.
"Myungsoo ini-" Taeyong yang sudah sadar dimana mereka berada tidak bisa menahan rasa senangnya.
"Ya sesuai janjiku, pilihlah Lamborghini mana yang kau inginkan nanti." Ujar Myungsoo tersenyum melihat wajah bahagia istrinya.
Taeyong sudah berjalan terlebih dulu melihat mobil mana yang akan ia pilih. Myungsoo hanya mengikutinya dari belakang.
'Jika hal seperti ini bisa membuatmu bahagia dan mempertahankanmu disisiku, aku akan melakukannya untukmu. Aku tidak ingin kau pergi dariku.'
.
.
TBC
.
.
Thanks to:
pandagame, ryeong9 na, mybestbaetae, Shim Yeonhae, Yuta Noona, Mifta Jannah, nabillasella, Hime Taeyong, Arisa Hosho, bbbbeat, lutfiah24k.
Aaaaa maaf ya kalau Taeyongnya matre banget disini x'D *sungkemin satu2* Konfliknya belum dimulai sih & alurnya di chap ini lambat banget, mana gak sesuai dengan ekspetasi diri sendiri lagi chap ini xD *lha*
Kapan Taeyong mulai jatuh cinta dengan Myungsoo?Masih belum tau kapan xD *dihajar*
Adain Sungyeol dong. Sungyeol~ ada gak ya XD dilihat aja nanti~
Jaehyun gak setia sama tunangannya? Iya. Soalnya mereka dijodohkan *ups*
Sampai jumpa di next Chapter~
Siders? Review please~~~
