Main Couple: Woojin x Jihoon
Note: Story inspired by Wanna One MAMA 2017 Behind on Wanna One Go. Dibuat karena gemas lihat Woojin agresif ke Jihoon yang keliatan cool menghadapi Woojin.
Warning: Rated T nyerempet M (apa malah M ya?)
Casts Profile:
◎ Park Jihoon (18): Pintar, tampan sekaligus cantik, digemari ratusan kaum hawa dan adam mulai dari yang berseragam sekolah hingga yang berseragam kantoran, menduduki posisi penari andalan kelas 2 Wanna Highschool, sangat lihai berkelahi, memiliki kekasih yang amat mengagumkan.
◎Park Woojin (18): Tampan, memiliki senyum manis dengan gigi gingsul tunggalnya, bertubuh proposional dengan abs chocolate, disegani seisi sekolah karna kekuatannya, ketua tim tari kelas 2, ketua tim kegiatan perfilman, diakui sebagai kameramen berbakat, ditambah memiliki kekasih luar biasa.
Dua insan dalam ruang kelas tari berdinding cermin tengah menarik perhatian seisi sekolah, menuai iri hati puluhan siswa yang dalam sekejap memenuhi tak hanya kelas itu, namun hingga koridor lantai dasar.
Bukan lagi ketampanan dua sosok itu yang mengundang iri hati. Melainkan cara Woojin mengungkapkan rasa cintanyalah yang menjadi pusat perhatian.
Tiada angin maupun hujan, Woojin menghampiri siswa kesayangannya, memanggilnya dengan gaya pria Busan. Siswa yang dipanggil menoleh dengan wajah angkuh nan menawannya. Wajah yang memaksa setiap orang mengaguminya meski kerap kali terlihat angkuh.
"Aku sangat mencintaimu."
Siswa itu masih berdiri di tempatnya meski teman-temannya telah mundur. Tak membalas kata-kata Woojin, hanya membuang ekor matanya jengah tetap dengan wajah angkuh ciri khasnya. Ia tak bergeming, tak menolak jemari Woojin yang dengan cepat melingkar di balik lehernya, menariknya menyentuh bibir manis Woojin. Ia dapat merasakan Woojin menyeringai menyadari wajahnya yang mulai memerah, namun ia memilih mempertahankan imagenya. Membiarkan mereka menjadi tontonan seisi sekolah.
"Kau masih marah hm?"
"Kau gila menciumku di tengah kelas seperti tadi?"
"Tidak boleh? Kau kan kekasihku, Park Jihoon."
"Bukan berarti kau boleh menciumku dimana saja. Kalau aku tidak bisa menahan diri bagaimana? Bodoh."
"Ya jangan ditahan," ucap Woojin dengan senyum jahil di wajahnya.
"Kalau tidak kutahan kita akan berakhir seperti ini di kelas!" Jihoon menepuk kesal kepala Woojin dengan surai tak beraturan.
"Salahmu terus tersenyum menggoda Guanlin."
"Kau sendiri berlagak imut di depan Hyeongseob."
"Hyeongseob itu sahabatku bodoh!" Woojin menepuk dahi Jihoon lembut, "Berhenti tersenyum seperti tadi. Senyuman seperti itu bisa berakhir seperti ini. Jadi jangan sembarangan memberikannya."
"Biar saja. Sepertinya anak baru itu lebih menyenangkan darimu aaarrkkhhh! Woo nnnggghhh jin!"
"Hanya aku yang boleh melihat tubuh indahmu dan mendengar suara desahanmu. Camkan itu Park Jihoon.
"Aaaghh Woojin pelan nngghhh pelan"
"Katakan kau akan berhenti tersenyum untuk Guanlin."
"Ba nngh ik agh aku nnggghh tidak AAAGGHHH. Lepaskan bodoh!"
"Selesaikan kalimatmu dan aku akan melepaskanmu."
"Aku.. hmmm... ti... aaaghh dak.. ngghh akan haaaah ter nggh senyum aaaghhh lagi pada Guanlin."
"Janji?"
Jihoon mengangguk lemah dengan mata sayu penuh harap. Woojin tersenyum puas dengan reaksi Jihoon dan menyingkirkan jemarinya yang menghalangi keinginan Jihoon.
"Aaaaaagghhh Park Woojin"
"Jihoonie nggghhhh"
Woojin membiarkan dirinya terbaring di sisi Jihoon. Mengusap surai merah muda lembut kekasihnya.
"Aku janji akan berhenti bersikap imut dengan Hyeongseob," bisiknya lembut membawa wajah manis Jihoon yang tak kan pernah dilihat siapa pun kecuali seorang Park Woojin.
FIN
Rurulala readers,
HamzziBaekgu mempersembahkan FF Pink Sausage author yang pertama. Bukan bermaksud meninggalkan kapal lama, Hamzzi hanya iseng saja menulis ini. Semoga keisengan ini bisa ngusir bosan kalian ya. Untuk FF Their Story dan Jealousy akan author update di akhir atau awal tahun karna jadwal acara author desember ini cukup padat.
Anyway... review juseyo~
Gomawoyong
