INDONESIA
{ perihal garuda }
(c)
INDONESIAN KARA
-Indonesia; 23 Januari 2018-
~oOo~
"Mana ada, garuda itu hanya mitos buat zaman sekarang, lah. Mana ada garuda di zaman sekarang."
Bibi menuang teh dalam termos kuning milikku hingga penuh, uapnya mengepul perlahan. "Yang ada sekarang hanya burung berukuran kecil, Ra, tidak ada garuda. Paling-paling bangau, cendrawasih, gagak raksasa, atau ayam jenis kalkun saja yang besar."
Apa? Gagak raksasa? Engkau bercanda, Bibi?
Aku melihat Bibi menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lalu garuda yang ada pada lambang kenegaraan Indonesia itu apa, Bi? Garuda, kan? Bukti itulah kalau burung garuda memang ada!"
Aku berusaha menyanggah, jelas-jelas garuda itu ada! "Lalu lambang negara Amerika Serikat? Kerajaan Thai? Federasi Rusia? Itu adalah dan tampak seperti garuda, kan?" Setelah selesai aku berkata, omelet superasin memasuki dengan paksa ke dalam mulutku.
Sialnya lagi, aku refleks mengunyah.
Dan satu detik, ekspresiku berubah.
"AZIIIINNNN- ASIN!"
Tap! "Sudah! Berangkat sekolah sana! Cari pengetahuan sebanyak-banyaknya, dan tahulah bahwa garuda itu tidak ada di dunia nyata, Aira!"
Sialan, Bibi mendorongku keluar dari rumah. Pintunya dibanting keras pula. Dasar, semakin mengesalkan dan semakin keriting saja rambutnya yang sudah keriting itu.
"Sekolah yang cerdas, ya, lakukan sesuai dengan wasiat ibu dan bapakmu."
Apalagi... Asin betul omelet ini. Entah berapa ton garam yang ada di dalamnya.
Aku bersungut-sungut. Selembar kain berwarna merah dan putih jahitan dari ibu dan kenang-kenangan dari orangtua aku lipat, dan aku masukkan ke dalam tas. Itu bendera merah putih.
Baiklah, Bibi Fa'ath, aku bisa buktikan kalau burung garuda itu ada!
Biarpun tidak di zaman ini, tidak seratus-dua ratus tahun dari sekarang, biar seribu tahun pun akan aku telusuri sejarahnya!
•
end.
