Disc : Masashi Kishimoto
Warning : Typo, OOC dll
.
.
SAKURA POV
"Apa kau bahagia?" Tanya Sasuke-kun saat aku selesai membereskan semua bahan dekorasi perabotan ulang tahun dari Sasuke-kun. Ah, semua teman-temanku sudah pulang setengah jam yang lalu. Mereka luar biasa hari ini. Ini akan jadi moment yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Dan sekarang, hanya tinggal aku dan Sasuke-kun saja. Ngomong-ngomong mengenai pertanyaan Sasuke-kun, bagaimana aku tidak bahagia jika mendapat kejutan yang menyenangkan dari orang yang dicintai. Aku sangat bahagia. Ini tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
Aku berbalik menghadap Sasuke-kun dan menatap matanya "Kau lebih tinggi dariku" kataku dengan terkekeh. Lalu aku mengalungkan kedua tanganku dilehernya. Ia sontak langsung menyentuh pinggulku.
"Ck, itu bukan jawaban" decihnya, tapi terdengar menggelikan. Nadanya seperti sebuah rajukan. Aku tersenyum tipis untuk itu.
"Jadi kau bahagia?" tanyanya kembali, seraya menarik pinggulku hingga merapat pada tubuhnya. Hmm, jangan menggodaku Sasuke-kun!
"Pertanyaan bodoh!"
"Apa susahnya menjawabnya! Kau tinggal mengatakan ya aku bahagia Sasuke-kun" sontak aku langsung tertawa mendengarnya. Astaga, kenapa dia bisa selucu ini.
"Nada suaramu seperti nada suara orang waria tahu!. Haha" aku tidak peduli jika ia menatapku dengan tajam. Aku sungguh tidak bisa menahan tawaku, saat ia meniru gaya berbicaraku.
Sejenak aku terdiam saat menangkap lirikan matanya menyorot kearah belakangku. Spontan aku juga ikut menoleh, melibat kira-kira apa yang sedang diperhatikannya.
"Kau lihat apa?" tanyaku ketika aku menatap kembali kearahnya.
Aku mengernyit "Kenapa kau menyeringai huh?" kekehnya terdengar membuatku kesal. Apa sih yang ada di otaknya itu. Seringai itu membuatku takut.
Lalu sesuatu yang menempel di perutku terasa menyebalkan. Oh ayolah... Ia menarikku semakin dalam kerengkuhan tubuhnya. Sialan Sasuke junior mengeras dan menempel erat diperutku.
"Aku ingin melakukannya di sofa"
"Ap-" akh sebelum aku selesai bicara ia sudah memakan bibirku. Dan bagaimana aku tidak mendesis saat ia meremas bokongku dengan sensual.
"Pakaianmu, membuatku semakin mudah untuk menelanjangimu" disaat ia bergairah, masih sempat ia bisa menyeringai. Astaga, kenapa aku bisa jatu cinta dengan pria mesum ini.
"Tapi sebelum itu, mari lakukan pemanasan terlebih dahulu" Aku berjengit saat tangannya memasuki celah organ intim bawahku. Sstt, aku tidak sadar celana dalamku ternyata sudah melorot.
"Sasuke-khuun emm" astaga ini luar biasa.
"Kau suka, eh?" ucapnya, kemudian ia mengulum telingaku.
Napasku mulai terengah. Dan mulut Sasuke mulai semakin turun dan turun, sampai ia membuat tanda dibahu kananku.
Aku sudah tidak tahan, aku ingin ia menyentuhku hingga sangat dalam. Ia kembali melumat bibirku dengan agresif.
"Engh, kenapa kau sangat nikmat!" katanya disela-sela lumatannya. Ia juga sesekali menggesek-gesekkan miliknya kepadaku hingga membuatku semakin basah dibawah sana. Jujur, aku suka ini. Sangat suka.
Dan tanpa aku sadari kembali, ia sudah hampir akan menelanjangiku. Dressku sudah merenggang dari tubuhku dan malai jatuh ke kakiku. Braku menyusul kemudian. Ia melemparkannya entah kemana. Tapi aku tidak peduli. Yang terpenting adalah tatapan matanya padaku. Ia terlihat begitu frustasi karena diriku. Aku tahu, ia sudah sangat bernafsu. Ia sudah akan sampai dipuncak.
Ia mengangkatku, reflek aku membelit pinggangnya dengan kedua kakiku. Ia mencium dan mengeksploitasi rongga mulutku. Menyesap, menggigit hingga membuatku berdesis.
"Kau curang, pakaianmu masih utuh" kataku saat ia meletakkanku diatas sofa berletter L. Ia tertawa pelan mendengar rajukanku. Ia mencium keningku dan beranjak sedikit menjauh dariku. Dan yang kulihat selanjutnya adalah ia menelanjangi dirinya sendiri. Sampai aku melihat bukti gairahnya yang tegak mengacung dengan tajam.
Aku meneguk ludahku dengan alot. Entahlah, aku merasa miliknya bertambah besar dari sebelumnya. Tapi benar atau tidak aku tidak tahu.
"Kau tidak ingin menyentuhnya?" gila, pertanyaannya membuatku semagin gugup. Aku menatap horor padanya. Ia tertawa hingga membuatnya terlihat seribu lebih tampan dari sebelumnya. Aku masih terdiam shock karena miliknya mengacung tepat didepan wajahku.
"Atau kau ingin merasakannya didalam mulutmu?" astaga, kenapa dia bisa mengatakan itu. Apa aku sanggup menelannya. Ck maksduku memasukkannya dalam mulutku. Aku tidak yakin itu bisa masuk kemulut mungilku ini. Itu terlalu besar. Oh my..
Sialan ia menyeringai.
"Tapi tidak, aku tidak akan memaksamu" ia tersenyum manis hingga membuat wajahku memanas. Kenapa aku jadi sangat malu dihaapannya?
"Sasuke-kun-" aku terdiam sejenak. Ingin menanyakan sesuatu tapi aku tidak mau merusak suasana yang terjadi sekarang.
"Apa?" tanyanya seraya menindiku. Ia menetap kedua mataku dengan sangat dekat, bahkan napasnya terasa di hidungku. Menghela napas, untung napasmu tidak bau Sasuke-kun. Kalau tidak, aku mungkin sudah memalingkan wajahku dan menahan napas.
"Ooohhh" aku mendesah kala kejantanannya bersinggungan dengan vaginaku. Astaga aku tidak kuat. Aku memejamkan mataku dengan erat.
"Jangan tutup matamu ketika aku melakukannya" aku membuka mataku kembali dan mengangguk seketika.
"Kau indah!" pernyataanya membuatku semakin gugup. Jantung sialan, kenapa kau berdebar dengan sangat cepat. Jaga matamu Sasuke-kun. Matamu itu kenapa bergerilya kesemua bagian tubuhku.
"Ahhhh Sasuke-khhuun"
"Ini bagian yang aku suka" Ia meremas satu payudaraku. Membelainya, dan meremas-remasnya. Ia lakukan itu berulang kembali. Dan ia melakukan hal yang sama dengan satu payudaraku yang lain. Perlahan aku melihat Sasuke-kun mulai mengulum putingku yang sudah mengeras. Ia terlihat seperti seorang anak yang sesang menyusu pada ibunya.
"Oh My God!" ia menghisapnya hingga membuatku bulu kudukku berdiri.
"Sasuke-kkhuunn" sialan, kenapa aku merengek padanya.
"Kenapa?-" ia berhenti berkata karena melihat aku mendorong bagian intim bawahku padanya.
Ia terlihat menyeringai.
"Apa yang kau inginkan?" Aku tidak menjawabnya. Aku lihat ia memejamkan matanya sesaat dengan mengambil napas besar.
"Cepat lakukan!" akh kenapa aku merajuk seperti ini. Memalukan. Bagaimana bisa aku terlihat seperti sangat memohon padanya.
"Ayo lakukan!" mataku menatap sayu padanya, sedangkan tangan kananya bermain-main di vaginaku.
"Akkhhh"
"Mendesahlah"
"Cium aku dan masukkan penismu kedalam sana"
Ia terkekeh kembali "baiklah. Ini saatnya untuk hidangan utama"
Dan ia langsung meraup bibirku dengan lebih agresif. Penisnya yang tajam menusuk langsung dalam vaginaku. Reflek aku membuka lebih lebar lagi kedua pahaku agar ia bisa memasukinnya lebih dalam lagi. Sesekali ia meremas payudaraku dengan menggebu-gebu. Ia dorong, tarik dan dorong penisnya hingga milikku menjepit miliknya dengan keras seakan aku tidak ingin ia melepaskannya.
"Sasuke-khun. Akhhh lebihh cepath ahh" aku ikut memaju serta memundurkan pinggulku kearahnya. Terdengar bunyi kecipakan penisnya yang bertubrukan dengan vaginaku.
"Ini sangat nikmat. Sst!" ia manciumku lalu mengulum putingku. Begitu seterusnya "kau menjepitku sangat erat, Sayang"
Tidak terasa permainan panas kami sampai beberapa ronde. Dan badanku rasanya sangat lemas sekarang.
Aku bergelung dibawah selimut bersama Sasuke-kun. Meskipun telah melakukan beberapa ronde, namun ternyata orang yang aku cintai ini masih kuat untuk menggendongku kekamar.
"Kenapa kau tertawa?" tatapan matanya memicing ke arahku. Aku tertawa pelan. Tidakkah ia tahu, kalau aku begitu mengaguminya.
"Sasuke-kun?"
Pria yang memelukku ini berdecak "Kenapa kau selalu tidak mau menjawab pertanyaanku. Aku tanya apa kau bahagia dan apa yang barusan kau tertawakan? Jangan membuatku kesal" kata Sasuke-kun dengan menarik hidungku.
"Kau ini yang kenapa, kenapa menarik hidungku?"
"Karena kau menyebalkan. Dasar"
"Hehe, ia aku bahagia Sasuke-kun" jeda sejenak "aku tertawa karena kagum dengan kekuatanmu itu" Sasuke-kun memandangku dengan heran, lalu berubah menyeringai. Melihatnya, aku hanya bisa memutar bola mataku. Bosan lihat ia menyeringai.
"Aku masih kuat, kalau kau masih ingin tambah satu ronde lagi" katanya dengan bangga. Heh? Reglek aku menjambak rambutnya.
"Sakura, ck lepaskan!" aku mendengkus melihatnya berusaha menjauhkan tanganku dari kepalanya "astaga, kenapa kau tega melakukannya?" ia terlihat berusaha merapikan rambutnya.
"Kenapa dirapikan?" lalu aku mengacak-acaknya lagi. Haha ini menyenangkan.
"Sakura!" ucapnya tegas dan tajam. Tapi siapa yang takut? Aku tidak takut.
"Tapi kau teelihat tampan dengan rambut berantakan Sasuke-kun" hihi, aku hanya bisa nyengir kuda didepannya.
Sasuke-kun menghela napas, dan tatapan matanya kembali melunak "Kau ini, kenapa menyebalkan hm?" ucapnya dengan mencium keningku. Ia semakin erat memelukku.
"Tadi apa yang ingin kau tanyakan?"
"Jadi boleh aku bertanya?"
"Ck, kau ternyata bodoh juga ya!"
"Kenapa kau mengataiku bodoh?! Iihh kau juga menyebalkan" hampir aku akan menjambak rambutnya, tapi ternyata ia memegang tanganku, seolah-olah ia sudah tahu kalau aku ingin menjambaknya. Aku jadi terkekeh melihatnya.
"Tentu saja, tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan. Tidak perlu untuk minta izin segala"
Menghela napas, aku berusaha mangatur debaran didadaku.
"Baiklah" hening sejenak, aku menatap matanya dengan penuh cinta. Aku suka saat ia mengusap kepalaku dengan sayang "Sasuke-kun?"
"Hn?"
"Kita- emm ini apa, Sasuke-kun?" Setelah menyuarakannya, aku lekas langsung bergerak memunggunginya. Aku tidak sanggup melihatnya.
Tangan kiri Sasuke-kun menyelip dan memeluk perutku. Terasa geli saat ia mencium tengkukku.
"Tentu saja kita sepasang kekasih" aku merasa ia menyesap bau rambutku "apa itu yang ingin kau dengar?" terima kasih. Kau membuatku sangat bahagia Sasuke-kun.
Akkh kenapa orang tuaku, membuatku sangat kesal. Aku ada janji dengan Sasuke-kun malam ini. Tapi... Bagaimana ini?
Pintu kamarku terbuka, lalu muncullah ibuku yang cerewet. Meski cerewet, tapi sayang sih.
"Dia sudah datang. Cepat turunlah" ucap Kaas-san keluar namun bebeapa detik kemudian ia masuk lagi menyembulkan kepalanya "kau tidak ingin Tou-sanmu marah kan!" setelah itu Kaa-san benar-benar turun ke lantai bawah.
Dengan terpaksa, aku beranjak turun untuk menemuinya. Penasaran juga sih, siapa duda itu? Ck
Aku tidak berani unjuk tampang disana. Sungguh. Akhh kenapa dia ingin bertemu. Aku belum siap. Aku berdiri kaku didepan guci besar yang menyembunyikan tubuhku. Mengintip sedikit tak apa-kan?
"Sakura, apa yang kau lakukan?" sontak aku berjengit dan jidatku terbentur guci sialan ini.
"Jangan seperti anak kecil!" kata Ayahku sebelum melewatiku. Dengan tatapan matanya saja aku sudah tahu maksdunya "Sakura, cepat masuk dan temui mantan calonmu itu" aku bersidekap berlagak seperti Ayahku. Aku jadi terkikik sendiri menirukan suara Ayahku.
"Sakura" teriak Ayah.
"Ya, Tousan"
Aku menunduk tidak berani menatap semua oramg yang ada di meja makan.
"Duduklah disamping Ibumu!" aku hanya bisa mengangguk mendengar perintah Ayah dengan kaku.
"Sakura, angkat kepalamu!" ck Ayah ini kenapa sih. Aku kan malu "Ehem. Sakura!" ada tekanan pada suaranya. Jadi aku langsung mengangkat wajahku, dan wajah orang itu pertama yang terlihat oleh kedua mataku.
"Hai, kau terlihat lebih cantik dari yang ku lihat di foto" shit dia tampan. Tapi ia tidak terlihat seperti bapak-bapak yang kubayangkan. Apa aku harus menyesal sudah menolaknya?
Aku hanya tersenyum kaku menanggapinya. Aku menunduk karena wajahku bisa merona karena perkataannya.
"Namanya Suzumura Utakata, jika kau tidak menolak, dua minggu lagi dia pasti akan menjadi suamimu. Apa kau menyesal?" seketika aku langsung teringat dengan Sasuke-kun.
"Tentu saja tidak" aiiss aku mengucapkannya terlalu cepat.
"Maaf" aku menunduk, "aku tidak bermaksud-"
Utakata, ia tertawa seraya menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Hei, ada lesung pipit diwajahnya. Tampan. Aiiss kenapa wajahku masih bisa memerah karena pria itu.
"Mommyyy" suara anak kecil terdengar. Aku menoleh ke arah sebelahku. Ada anak kecil disana. Menatapku dengan mata-berkaca-kaca "Kau Mommyku"
.
.
.
.
To be continued
Maaf lama update. Wkkw
Lama sekali ya..
Yang udah nunggu ini siapa hyoo..
Jangan lupa tinggalin jejak ya setelah baca. Koment apa gitu. Hehe
Follow dong wattpad aku biar rame. Biar nambah semangat xixi
Nama watty aku : Ranindri..
Mampir ya kesana..
Ini aku post juga disana.
Terima kasih.
