ㅡKingdom's Maniac
"In times of crisis, the wise build bridges, whilethe foolishbuild barriers. We must find a way to look after one another as if we were one single tribe."
Cast :
Kang Daniel - Park Jihoon - Ong Seongwoo
Lai Guanlin - Yoo Seonho - Park Woojin
Lee Daehwi - Im Youngmin - Kim Dong hyun
Kang Dongho (Baekho) - Choi Minki (Ren)
Choi Minho - Lee Taemin - Choi Siwon - Gongyoo
And others will be revealed by itself.
mikakko, 2018
Kerajaan Quantelle memiliki empat gen kerajaan berbeda. Phoexian, Alphanoz, Meganoz, dan Helliami. Sudah lama kerajaan ini dipimpin oleh gen Phoexian, dan sekarang kerajaan ini dipimpin oleh raja Kang Dongho. Kerajaan ini termasuk kerajaan yang makmur dan damai, serta kuat. Bagaimana tidak kuat jika dua gen paling hebat ㅡPhoexian dan Alphanoz adalah sebagian dari penduduk kerajaan ini.
Tapi.. Tidak ada yang tau soal perang.
Dahulu sekali, kerajaan Quantelle dipimpin oleh gen Alphanoz. Sayangnya, kerajaan Quantelle sedikit berantakan semenjak kepemimpinan Raja Choi Siwon. Karena frustasi, Raja Siwon meminta sang adik tiri, Choi Minho untuk memimpin kerajaan Quantelle.
Semenjak kepemimpinan Raja Minho, Quantelle kembali aman dan makmur. Hanya saja, suatu hari terjadi sebuah masalah besar antara pemuda-pemudi gen Alphanoz, masalah itu bermula ketika adanya kakak-beradik yang saling jatuh cinta. Hubungan mereka ditentang mati-matian, semua kepala gen meminta bantuan Raja Minho untuk menyelesaikan masalah ini.
Dan sejak itulah, Raja Minho memutuskan sumpah, bahwa tidak ada kakak-beradik yang boleh saling jatuh cinta. Apabila ada, maka salah satu dari mereka akan mati.
Dan bagaikan ludah yang dijilat kembali, Raja Minho termakan sumpahnya sendiri. Banyak berita dari mulut ke mulut warga berkata bahwa Raja Minho mencintai adiknya sendiri, Choi Taemin. Bahkan ada salah satu pelayan kerajaan yang berkata bahwa Raja Minho telah menodai adiknya sendiri.
Sejak adanya kabar itu, Raja Minho menghilang. Tidak ada yang tau kemana perginya Raja Minho. Bahkan keluarga kerajaan tidak ada yang tau kemana ia menghilang.
Quantelle menjadi kacau, tidak ada yang bisa mengendalikan Quantelle selaian Raja Minho.
Tapi.. Ada. Kang Daesung, kepala gen Phoexian. Ia menyalonkan diri untuk menjadi raja, dan ternyata, Kang Daesung bisa memimpin Quantelle bahkan lebih dari Raja Minho. Sejak itu, telah diputuskan bahwa gen Phoexian adalah pemimpin Quantelle yang baru, sampai sekarang.
Lama kelamaan, warga Quantelle mulai merasa nyaman dengan kepemimpinan baru ini, mereka melupakan keluarga gen Alphanoz. Keluarga Raja Minho sendiri yang ingin diperlakukan seperti rakyat biasa, dan itulah yang mereka dapatkan. Tidak ada yang peduli lagi kepada keluarga Raja Minho. Bahkan, Choi Taemin.
Taemin dikabarkan akan menikah dengan seorang pangeran dari negri lain, yang tidak diketahui siapa. Dan mereka akan pindah ke negri sang pangeran baru itu.
Raja Choi Minho benar-benar tidak ditemukan, tidak aja jejak. Hanya ada sebuah kertas, bertuliskan sumpah yang ia buat.
" Dengan ini, saya selaku Raja dari Quantelle, Choi Minho, membuat sumpah serta peraturan untuk kerajaan kita. Bahwa mereka yang memiliki hubungan darah, tidak diperbolehkan untuk jatuh cinta satu sama lain. Jikalau ada yang melanggar, salah satu dari mereka akan mati "
Hanya saja, kertas itu sedikit basah dan sobek. Sampai sekarang, kertas itu disimpan dilemari diruangan rahasia kerajaan Quantelle.
"Yang benar saja, ayah! Kau pasti curang, aku sudah berkali-kali memenangkan permainan ini dengan teman-temanku tapi aku selalu kalah denganmu!"
Sang pangeran yang kesal karena selalu kalah bermain dengan sang ayah menyorotkan mata yang sudah akan mengeluarkan api, tapi ia masih tau dosa untuk tidak menyemburkan api kepada sang ayah.
"Hahahaha, kau belum belajar banyak, putraku" jawab sang ayah sambil meminum darah segar yang disajikan pelayannya.
"Kang Dongho, berhentilah menggoda anakmu, lebih baik kau mengajarinya menggunakan kekuatannya untuk memimpin kerajaan ini nanti"
"Benar itu! Paman, daritadi ayah hanya bermain-main dan mengataiku 'kau belum belajar banyak' bagaimana aku bisa belajar kalau ayah selalu mengajakku bermain lempar belati seperti ini?!"
Adu sang pangeran kepada paman sekaligus orang kepercayaan sang ayah, Kang Minki.
Baiklah-baiklah, akan aku kenalkan siapa-siapa saja orang-orang tadi.
Kang Daniel, seorang putra mahkota, calon penerus kepemimpinan kerajaan Quantelle. Ia adalah sosok yang ceria, suka bercanda, tapi dibalik itu semua ia adalah sosok yang pintar, bahkan ia sudah hampir menguasai semua kekuatan yang ia miliki.
Kang Dongho, raja Quantelle. Sama seperti sang anak, ia sangat ceria. Tapi jika sudah serius, kau akan merasakan hawa panas seperti api neraka keluar dari tubuhnya.
Kang Minki, orang kepercayaan Raja Kang. Ia adalah adik kandung dari sang raja yang tidak tertarik untung memimpin kerajaan, hanya tertarik untuk membantu dan mengurusi.
"Permisi, yang mulia Raja Kang dan Putra mahkota, sekarang sudah saatnya yang mulia pangeran untuk latihan mengendarai Fyhore"
"Aku tidak but--"
"Siapkan pakaiannya, Minki akan mengantarnya nanti"
"Baik, Raja"
Pelayan tadipun pergi mempersiapkan pakaian latihan sang pangeran
"Tapi Ayah! Aku sudah lancar mengendarai fyhore! Dan aku tidak butuh latihan apa-apa lagi bahkan--"
"Bahkan jika teman kelas mu hari ini adalah Guanlin, Seonho, dan Woojin?"
Ocehan Daniel tadi dipotong oleh sang Paman yang membacakan jadwal kelas latihan fyhore Daniel
Mendengar teman sekelasnya hari ini adalah sahabat-sahabatnya, Daniel langsung bergegas pergi ke kamarnya meninggalkan sang ayah dan paman
"AKU TUNGGU DIKAMAR, PAMAN!"
"Ckck, tidak sopan sekali, anak siapa itu"
Tukkk
"Aw! Kenapa kau memukulku?!"
"Jangan jadi Raja bodoh, Kang Dongho, ia adalah anakmu sendiri"
Lalu Minki bergegas menyusul keponakan kesayangannya itu, meninggalkan sang raja yang mengaduh kesakitan karena mendapat pukulan sayang dari adiknya.
At Theodore Garden
"Selamat pagi anak-anakku tercinta! Baiklah, hari ini seperti biasa kita akan mengendarai fyhore!!!"
"Yeee"
"Ya, kami tau"
"Langsung saja, pelatih Kim!"
Kim Jaehwan, pelatih fyhore ini cemburut dengan balasan sang anak-anak muridnya yang sama sekali tidak bersemangat.
"Hahaha, ayolah pelatih Kim! Kami bercanda, kemana kita akan pergi hari ini?"
"Pertanyaan bagus, Seonho! Kali ini akan pergi ke Variant River!!"
"Wahhh, aku dengar, Variant River musim ini sedang mengeluarkan bau-bau manis dan rasanya enak!" ujar Woojin, yang terlihat bersemangat untuk mencoba rasa air Variant River
"Humm, destinasi yang bagus, pelatih!"
"Baiklah, ayo kita persiapkan fyhore masing-masing"
"Siap pelatih Kim!"
"HEY KALIAN, TUNGGU AKU!!"
Tiba-tiba datanglah sosok pangeran Kang Daniel yang sedang berlari menghampiri teman-temannya, disusul oleh Choi Minki yang kewalahkan mengejar sang keponakan
"Ya! Daniel hyung! Ayo cepat ke kandang! Kau lamban!"
"Benar, kejar kami kalau bisa, lamban!"
"YAK PARK WOOJIN, LAI GUANLIN, AWAS KALIAN YA!"
Daniel dan teman-temannya saling berlari menuju kandang fyhore untuk perjalanan latihan kali ini
"YAKK!! KAU-- DASAR PEMUDA KANG BODOH!"
"Ekhem, Tuan Minki yang terhormat, hanya mengingatkan bahwa kau juga adalah seorang pemuda Kang. Secara tidak langsung kau mengatai dirimu sendiri bodoh, bodoh"
Setelah berbicara setajam itu, Jaehwan bergegas menuju kandang fyhore-fyhorenya sebelum dikaukan oleh anak-anak didiknya.
Meninggalkan Minki yang masih lelah berlari dan kesal.
Daniel POV.
Aku memasuki kadang berwarna coklat tua yang berisi jerami dan susu disana. Tercium bau khas fyhore dan daging-daging mentahㅡmakanan mereka ketika kau membuka pintunya. Aku mencari fyhore kesayanganku, Apeach.
Apa? Kalian tidak tau apa itu fyhore? Fyhore adalah mahkluk yang menjadi tumpangan warga di Quantelle. Biasanya, fyhore digunakan untuk perang, tapi sekarang juga dipakai untuk berpergian jauh, seperti keluar pulau atau ke kerajaan lain. Tapi sekarang, warga Quantelle sudah memulai ternak horfoce, yaitu makhluk perkawinan antara fyhore yang cacat. Atau.. Fyhore yang tidak bisa terbang, lalu terjadilah horfoce, sejenis fyhore, tapi tidak memiliki sayap. Hanya untuk didarat. Fyhore ini seperti pegasus, jika kalian ingin membayangkan. Tapi, peternak pegasus di Quantelle itu jarang, bahkan hampir tidak ada. Jadi, kami membudidayakan Fyhore dan Horfoce untuk sekarang
Ah itu dia, Apeach!
"Apeach, hai! Kau merindukanku?"
Aku mengambil sikat Apeach dan mengelus bulu-bulunya, lalu membawa Apeach keluar kandang untuk dipersiapkan.
"Hei, belum ada yang bilang kepadaku, kemana kita akan pergi" kataku kepada yang lain saat diluar kandang
"Kita akan ke Variant River, yang mulia pangeran" jawab Guanlin
"Wah.. Variant River! Tempat itu keren! Ada air terjun, pohon kapas, dan--"
"Dekat dengan tempat latihan gen Hellimia"
Aku terdiam mendengar ucapan Woojin, lihatlah, sekarang ia sedang menaik-turunkan alianya sambil bersmirk ke arahku, menjijikan.
Daniel POV end
"Wah.. Siapa tau kita bertemu Park Jihoon ya, hyungdeul" balas Seonho, berpihak pada Woojin yang menggoda Daniel
"Jangan! Bisa-bisa kita menjadi patung yang memperhatikan orang bermesraan! Hahaha"
"Kau benar, Guanlin hahaha"
"YAK! AISH! AYO CEPAT CARI PELATIH KIM!"
"Wow.. Ada yang tidak sabar bertemu kekasihnya.. Hahaha"
"Cukup Park Woojin!"
"Baiklah, anak-anak, ayo kita pergi ke Variant River!"
Setelah memerintah, segerombolan anak dan pelatih itu mengendarai fyhore mereka dan terbang diatas langit Quantelle yang cerah
"HATI-HATI KALIAN!!!" teriak Minki dari bawah sana
Variant River..
"Huh! Kalau tau hari ini akan sangat panas, aku tidak mau ikut latihan hari ini!"
Seorang pemuda imut mengerucutkan bibirnya karena panas dan lelah dengan latihannya hari ini
"Semangat Daehwi-ah, setelah selesai latihan kita akan minum air Variant River, aahh aku tidak sabar!"
"Aku harap rasanya tidak mengecewakan seperti musim kemarin"
"Huum! Kau benar, Donghyun"
"YAKK!! APA INI?!"
"Ada apa?!"
"Jihoon kau baik-baik saja?"
Pemuda-pemuda yang tengah sibuk latihan pengendalian angin dan membicarakan Variant River tadi langsung menghampiri rekan mereka, Park Jihoon yang entah kenapa berteriak
"HUWAAAA AYAH! IBU! INI MENJIJIKAN!!"
"Apa... itu?"
"Biar ku lihat"
Donghyun lalu melihat tangan Jihoon yang terkena sesuatu, ia mencium baunya dan..
"PFT HAHAHAH! INI KOTORAN FYHORE"
"APA?!"
"HAHAHAHA"
"ASTAGA PARK JIHOON MENDAPAT JACKPOT"
"Menjijikan! Siapa yang membiarkan fyhore tidak tau sopan santun ini berkeliaran?"
Youngmin melihat sekeliling dan mendapatkan seekor fyhore yang menjadi tersangka utama atas kotoran di tangan Jihoon. Ia lalu menghampiri fyhore itu dan membawanya kesamping Jihoon
"Aku rasa ia yang membuang itu disini, hahaha"
Setelah membersihkan tangannya, Jihoon menghampiri fyhore itu dan memeriksanya
"Jadi kau yang membuang ampasmu ditempat latihan kami hm-- Melodian? Beritahu aku, siapa pemilikmu"
Tiba-tiba, dari perisai nama yang dikenakan fyhore itu, munculah sosok pemuda tampan yang terlihat sedang mencari-cari sesuatu
"Guanlin? Mereka sedang disini?" tanya Jihoon
"Ah ya! Mereka ada latihan fyhore hari ini disini"
"Ayo kita cari mereka dan kembalikan Melodian kepada Guanlin"
"Eyyy, mau mengembalikan fyhore kepada Guanlin atau bertemu dengan Pangeran Daniel?" goda Daehwi
"Berisik!"
"Hahahaha"
"Melodian!!!! Astaga kemana fyhore itu"
Guanlin yang daritadi mencari-cari sang fyhore frustasi dan mengacak-acak rambutnya
"Hyung, hahaha rambutmu"
Seonho yang sedaritadi memperhatikan sang kembaran merapikan rambut sang hyung yang diacak-acak oleh si empunya
"Terimakasih, adikku sayang" Guanlin mencubiti pipi sang adik
"Heheㅡ OH! HYUNG! ITU MELODIAN!" Seonho langsung berlari menghampiri fyhore hyungnya yang hilang beberapa saat itu
"Melodian! Ckck kemana saja kau? Guan hyung mencarimu daritadi-- Eh? Hai, Jihoon hyung!"
"Hai Seonho! Ini fyhore mu? Aku menemukannya disekitar area latihan kami" jelas Jihoon sambil memberikan Melodian kepada Seonho
"Ahh.. Bukan, ini punya Guanlin hyung kkk~"
"Seonho, jangan berlari seperti itu! YA! MELODIAN! KEMANA SAJA KAU !" Guanlin yang baru saja sampai setelah mengerjari adiknya itu langsung memeluk fyhore kesayangannya itu
"Baiklah, ayo kemba--Oh, hai Jihoon hyung! Mau bertemu Daniel hyung eoh?" tanya Guanlin yang baru saja menyadari kehadiran Jihoon diantara mereka.
"Tidak" jawab Jihoon cuek lalu pergi mencari Pangerannya
"Niel hyung"
"Ya? Ah, Jihoon!" Daniel yang menyadari ada kehandiran kekasihnya langsung memeluk sang kekasih tercinta
"Aku merindukanmu" bisik Daniel
"Yang benar saja, dua hari kemarin kita berada di kelas yang sama"
"Tidak ada alasan untuk merindukan seseorang, sayang. Perasaan ini datang begitu saja"
"Omong kosong, pangeran"
"Hahaha, apa kau lapar, Jihoon-ah? Ayo cari makanan" ajak Daniel yang langsung menarik sang kekasih untuk mencari makanan ringan
"Yang benar saja, sepasang kekasih itu pergi ketika kita harus menyelesaikan tugas-tugas ini! Menjijikan sekali!"
Setelah kepergian Daniel dan Jihoon untuk mencari makanan ringan, ternyata teman-teman mereka mendapat tugas membersihkan taman sekitar Variant River
"Hahaha, kau iri Daehwi-ah?"
"Tidak sama sekali"
"Hey, itu mereka!"
"YAK KALIAN KEMANA SAJA-- Eh? Siapa dia?"
"Dia... tampan"
"Kalian.. Siapa dia?"
Para pemuda-pemuda yang sedang bersih-bersih itu terpana oleh sosok yang dibawa oleh Pangeran Daniel dan Jihoon.
Sosok itu.. Tampan.
Jihoon dan Daniel sedang dalam perjalanan kembali ke Variant River setelah membeli beberapa makanan.
Brukkk
"Akhh"
"M-maafkan saya, saya sedang dikejar seseorang. Tolong... Tolong sembunyikan saya"
"YAK TUAN MUDA! KAU DIMANA?"
"T-tolong saya.."
Daniel dan Jihoon saling bertatapan melihat sosok yang terjatuh menabrak Pangeran tadi.
"Ikut kami"
"OH LORD! KEMANA TUAN MUDA PERGI?!"
"Matilah kita, Jungkook-ah"
"Ayo persiapkan kepala kita untuk dipenggal, Mingyu"
"Aman, kau bisa keluar"
Daniel dan Jihoon, dan orang itu sedaritadi bersembunyi dibalik pondok tua, tepatnya disamping dua prajurit yang mencari-cari orang yang meminta tolong kepada mereka.
"T-terima kasih, aku tidak tau bagaimana jadinya jika kalian tidak mau menolongku. T-terima kasih banyak"
Sosok itu terus saja berterima kasih dan membungkukkan badannya tanda hormat kepada Daniel dan Jihoon
"Sama-sama, omong-omong.. Aku Jihoon, dan ini kekasihku, Pangeran Kang Daniel"
"Salam kenal"
"Pangeran? Salam kenal, mohon maaf atas kelancangan saya" ucap pemuda itu lalu membungkukkan badannya kembali
"Tidak apa, tidak usah formal seperti itu. Lalu, siapa kau? Dan kenapa kau kabur dari orang-orang itu" tanya Daniel
"Aku... Aku Ong Seongwoo. Putra ketua Ong Gongyoo dari gen Meganoz"
"Perkenalkan, saya Ong Seongwoo, putra dari ketua Ong Gongyoo" ucap Seongwoo sambil mrmbungkukkan badannya
"Ah.. Salam kenal, aku Lee Daehwi, dia Im Youngmin dan kekasihnya Kim Donghyun"
"Salam kenal semua"
"Aku Guanlin, dan ini adik kembarku, Seonho" Guanlin berkata sambil merangkul sang adik seperti mengatakan 'dan, dia miliku'
"I see.. Kalian mirip. Em.. Senang bertemu dengan kalian semua"
"Kami juga, Ong Seong-- Eh tunggu! Kau putra ketua Ong Gongyoo? Gen Meganoz?"
"Y-ya.."
"KEREN! DIDEPAN KITA ADALAH CALON KETUA MEGANOZ YANG BARU!"
"Astaga.. Pangeran gen Meganoz"
"Ckck, kau adalah pangeran Seongwoo!"
"Y-ya.. M-maksudku-- tidak, tapi ya, begitulah"
Seongwoo gugup, inilah yang ia tidak mau. Ia ingin berbaur dengan orang lain dengan cara biasa, cara normal. Bukan didamba-dambakan karena statusnya yang merupakan anak ketua gen Meganoz, dan merupakan calon penerus gen ini.
"Lalu, sedang apa kau disini? Dan bagaimana bisa kalian bersama-sama?" tanya Donghyun sambil menatap tiga orang didepannya -Daniel,Jihoon,Seongwoo-
"Ayo kita ke pondok sebelah danau. Kita bercerita disana" ajak Daniel
Daniel dan Jihoon menceritakan pertemuan mereka dengan Seongwoo. Yang awalnya mereka hanya ingin mencari snack, malah bertemu dengan pangeran tampan seperti Seongwoo.
"Begitu.. Tapi kenapa kau kabur dari pengawal pribadimu sendiri?" tanya Woojin
"Sebenarnya... Ayahku, memaksaku untuk ikut pelatihan. T-tapi aku tidak mau, karena.. Aku tidak pandai berbaur. Kalian tau, keluargaku, keluarga kerajaan gen Meganoz tinggal dipedalaman hutan, walaupun kami semua tetap berbaur dengan orang-orang seperti kalian, tetap saja aku tidak percaya diri"
"Kenapa ayahmu memaksa jika kau tidak mau ikut pelatihan?" tanya Guanlin sambil menyuapi adiknya dengan daging mentah
"Hum! Lagipula, kelas pelatihan itu asik! Kenapa kau tidak mau bergabung?" tanya Daehwi
"Aku adalah penerus ayahku, satu-satunya. Aku tau cepat atau lambat aku pasti akan masuk kelas pelatihan. Tapi.. Kelas pelatihanku berbeda dengan kelas pelatihan kalian" Seongwoo mengucapkan kata-katanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maksudmu?"
"Aku dimasukan ke tempat pelatihan khusus prajurit Meganoz. Tempat itu seperti pembuatan budak, mungkin ada yang menyenangkan. Tapi aku rasa, tidak. Tempat itu aneh"
"Hmm.. Kenapa kau tidak meminta ayahmu untuk memasukkanmu ke tempat pelatihan biasa? Kau bisa masuk tempat pelatihan kami!" tawar Youngmin
"Ya, aku yakin ayahmu juga pasti setuju, kau adalah putra kebanggaannya, pasti ia mau menurutimu" balas Jihoon
"Aku.. Belum bertanya.. Aku akan mencobanya nanti.. Tapi apa kalian mau menerimaku? Kau tau, susah menerima kehadiran orang baru ke dalam persahabatan yang sudah erat"
"Aku setuju-setuju saja, menambah teman ah, sahabat adalah hal yang bagus!" balas Daehwi gembira yang dibalas anggukan oleh Youngmin,Donghyun,Woojin, Jihoon dan Guanlin
"Bagaimana denganmu, Pangeran Phoexian? Mau menambah satu sahabat baru?" tanya Seonho sambil menepuk pundak Daniel yang sedaritadi tidak berhenti menatap Seongwoo .
"Tentu. Selamat bergabung,Ong Seongwoo"
"TUAN MUDA!!"
"TUAN MUDA ONG!"
"Aku disini"
"YA! TUAN MUDA, KEMANA SAJA KAU HAH?!"
"Aku.."
Jungkook dan Mingyu langsung memeriksa keadaan tuan mereka yang kabur karena tidak mau masuk kelas pelatihannya
"Tuan muda! Kau tau kami begitu cemas! Ketika kami kehilangan jejakmu, kami kembali ke istana dan melapor pada tuan besar! Untung saja malaikat sedang ada disisi tuan besar sehingga ia membiarkan kami untuk mencarimu kembali daripada memenggal kepala kami" oceh Jungkook panjang kepada tuannya ini
"Maafkan aku.."
"Tidak apa, ayo kembali ke istana sekarang"
Ketika mereka sudah siap menaiki fyhore masing-masing ㅡSeongwoo berada di fyhore yang sama dengan Mingyu, Seongwoo memeluk erat Mingyu
"Mingyu-ah, Jungkook-ah"
"Ya, hyung?"
Seongwoo tersenyum, walaupun ia adalah tuan muda disini, kedua prajurit pribadinya ini lebih muda daripada dirinya. Dan ialah yang meminta mereka untung memanggilnya 'hyung' jika sedang bertiga saja
"Terima kasih"
"Untuk apa?" tanya Jungkook sambil mengendalikan fyhorenya agar terbang bersamaan Mingyu
Seongwoo tersenyum, "Semuanya"
Seseorang bertubuh tinggi sedang duduk dikursi kebanggannya sambil membaca-baca laporan penjualan pasar daerah yang dipegangnya,
"Tuan besar, Jungkook dan Mingyu ingin bertemu" kata seorang pelayan kepada tuannya
"Apa mereka membawa putraku?"
"S-saya tidak tahu, Tuan"
Gongyoo meminum gelas berisi anggur segar dan meminumnya sampai habis, "Lihatlah, jika mereka hanya berdua, bilang pada Dongwook untuk menyiapkan alat untuk memenggal kepala mereka. Tapi jika mereka bersama putraku, suruh mereka masuk"
Pelayan tadi hanya bisa mengangguk dan pergi keluar ruangan tuannya untuk melihat 'tamu'nya. Sungguh, aura tuan Ong tadi sangat tidak menyenangkan. Tuan Ong biasanya sangat ceria walaupun serius, tapi ia akan benar-benar menyeramkan jika ada sangkut pautnya dengan sang anak.
"Permisi, Tuan besar" Mingyu dan Jungkook memasuki ruangan tuan mereka bersama Seongwoo dibelakang mereka yang sedaritadi menundukan kepalanya
"H-halo, Ayah" sapa Seongwoo tidak mau menatap sang ayah
Gongyoo tersenyum miring, "Kali ini kabur kemana kau, Tuan muda Ong?"
"A-aku..." Seongwoo terus menunduk dan meremat pakaiannya, ia takut dengan ayahnya dengan aura seperti ini
"Mingyu, Jungkook, kalian bisa keluar. Aku ingin bicara empat mata dengannya" perintah Gongyoo yang langsung dipatuhi oleh Mingyu dan Jungkook
"Kemarilah, nak" Seongwoo lalu mendekati sang ayah
"Kenapa kau tidak mau ikut pelatihan?"
"Tempatnya menyeramkan, ayah. Orang-orang disana tidak ramah, aku.. Takut"
"Hmm.. Lalu? Kau mau apa? Bagaimanapun kau harus tetap ikut pelatihan, Tuan muda Ong"
"Se-sebenarnya.. Aku ingin meminta izin kepada ayah untuk pindah tempat latihan" ucap Seongwoo yang dibalas tatapan tertarik oleh sang ayah
"Tadi ketika aku kabur.. Aku bertemu teman baru, salah satunya adalah Pangeran Kang, mereka membantuku, dan.. Mereka orang baik, mereka mau menerimaku.. Aku ingin bergabung ditempat pelatihan yang sama seperti mereka, ayah"
"Hmm.. Pangeran Kang?"
"Ya, ayah. Dan ia ternyata baik! Tidak seperti yang diceritakan Dongwook hyung, ia bilang keluarga kerajaan itu galak semua!" adu Seongwoo
"Baiklah"
"A-apa?"
"Baiklah jika kau ingin pindah tempat latihan"
"Ayah serius?" tanya Seongwoo memastikan
"Ya.. Apapun untuk putraku. Sekarang cari Dongwook dan bilang aku menunggu di taman belakang, jangan lupa dua pengawalmu itu"
"Baik ayah!" balas Seongwoo bersemangat
"APA?! PINDAH TEMPAT PELATIHAN?"
"Hmm"
"Ck dasar, tidak ayah tidak anak sama-sama merepotkan saja" omel Dongwook
Gongyoo yang mendengar kata-kata orang kepercayaannya itu hanya tertawa kecil,
"Apa Tuan besar yakin?" tanya Mingyu
"Ya, Mingyu. Aku rasa sudah waktunya membiarkan Seongwoo keluar"
Mingyu dan Jungkook hanya saling menatap mendengar keputusan sang Tuan besar
"Aku menyayangimu,ayah" ucap Seongwoo lalu memeluk sang ayah
"Aku juga menyayangimu, putraku. Dan akan selalu seperti itu" balas Gongyoo
"Anak-anak, hari ini kita mendapat teman baru dari Gen Meganoz" ucap Mr. Ahn
"Aku rasa.. Aku tau itu siapa" ucap Daniel sambil melirik teman-temannya yang dibalas dengan senyuman ramah
"Ha-halo, salam kenal semua, aku Ong Seongwoo putra dari ketua Ong Gongyoo dari gen Meganoz. Aku harap kita bisa menjadi teman baik, mohon bantuannya" perkenalan Seongwoo diakhiri dengan senyuman lebar yang membuat seseorang terpana melihatnya
"Baiklah Tuan Ong, kau bisa duduk disamping Pangeran Daniel"
Seongwoo menuju tempat yang ditunjuk oleh sang guru dan tersenyum kepada Daniel,
"Selamat datang, Pangeran Ong"
"Terima kasih, Pangeran Kang"
TUAN MUDA!!"
"TUAN MUDA ONG!"
"Aku disini"
"YA! TUAN MUDA, KEMANA SAJA KAU HAH?!"
"Aku.."
Jungkook dan Mingyu langsung memeriksa keadaan tuan mereka yang kabur karena tidak mau masuk kelas pelatihannya
"Tuan muda! Kau tau kami begitu cemas! Ketika kami kehilangan jejakmu, kami kembali ke istana dan melapor pada tuan besar! Untung saja malaikat sedang ada disisi tuan besar sehingga ia membiarkan kami untuk mencarimu kembali daripada memenggal kepala kami" oceh Jungkook panjang kepada tuannya ini
"Maafkan aku.."
"Tidak apa, ayo kembali ke istana sekarang"
Ketika mereka sudah siap menaiki fyhore masing-masing ㅡSeongwoo berada di fyhore yang sama dengan Mingyu, Seongwoo memeluk erat Mingyu
"Mingyu-ah, Jungkook-ah"
"Ya, hyung?"
Seongwoo tersenyum, walaupun ia adalah tuan muda disini, kedua prajurit pribadinya ini lebih muda daripada dirinya. Dan ialah yang meminta mereka untung memanggilnya 'hyung' jika sedang bertiga saja
"Terima kasih"
"Untuk apa?" tanya Jungkook sambil mengendalikan fyhorenya agar terbang bersamaan Mingyu
Seongwoo tersenyum, "Semuanya"
Seseorang bertubuh tinggi sedang duduk dikursi kebanggannya sambil membaca-baca laporan penjualan pasar daerah yang dipegangnya,
"Tuan besar, Jungkook dan Mingyu ingin bertemu" kata seorang pelayan kepada tuannya
"Apa mereka membawa putraku?"
"S-saya tidak tahu, Tuan"
Gongyoo meminum gelas berisi anggur segar dan meminumnya sampai habis, "Lihatlah, jika mereka hanya berdua, bilang pada Dongwook untuk menyiapkan alat untuk memenggal kepala mereka. Tapi jika mereka bersama putraku, suruh mereka masuk"
Pelayan tadi hanya bisa mengangguk dan pergi keluar ruangan tuannya untuk melihat 'tamu'nya. Sungguh, aura tuan Ong tadi sangat tidak menyenangkan. Tuan Ong biasanya sangat ceria walaupun serius, tapi ia akan benar-benar menyeramkan jika ada sangkut pautnya dengan sang anak.
"Permisi, Tuan besar" Mingyu dan Jungkook memasuki ruangan tuan mereka bersama Seongwoo dibelakang mereka yang sedaritadi menundukan kepalanya
"H-halo, Ayah" sapa Seongwoo tidak mau menatap sang ayah
Gongyoo tersenyum miring, "Kali ini kabur kemana kau, Tuan muda Ong?"
"A-aku..." Seongwoo terus menunduk dan meremat pakaiannya, ia takut dengan ayahnya dengan aura seperti ini
"Mingyu, Jungkook, kalian bisa keluar. Aku ingin bicara empat mata dengannya" perintah Gongyoo yang langsung dipatuhi oleh Mingyu dan Jungkook
"Kemarilah, nak" Seongwoo lalu mendekati sang ayah
"Kenapa kau tidak mau ikut pelatihan?"
"Tempatnya menyeramkan, ayah. Orang-orang disana tidak ramah, aku.. Takut"
"Hmm.. Lalu? Kau mau apa? Bagaimanapun kau harus tetap ikut pelatihan, Tuan muda Ong"
"Se-sebenarnya.. Aku ingin meminta izin kepada ayah untuk pindah tempat latihan" ucap Seongwoo yang dibalas tatapan tertarik oleh sang ayah
"Tadi ketika aku kabur.. Aku bertemu teman baru, salah satunya adalah Pangeran Kang, mereka membantuku, dan.. Mereka orang baik, mereka mau menerimaku.. Aku ingin bergabung ditempat pelatihan yang sama seperti mereka, ayah"
"Hmm.. Pangeran Kang?"
"Ya, ayah. Dan ia ternyata baik! Tidak seperti yang diceritakan Dongwook ahjussi, ia bilang keluarga kerajaan itu galak semua!" adu Seongwoo
"Baiklah"
"A-apa?"
"Baiklah jika kau ingin pindah tempat latihan"
"Ayah serius?" tanya Seongwoo memastikan
"Ya.. Apapun untuk putraku. Sekarang cari Dongwook dan bilang aku menunggu di taman belakang, jangan lupa dua pengawalmu itu"
"Baik ayah!" balas Seongwoo bersemangat
"APA?! PINDAH TEMPAT PELATIHAN?"
"Hmm"
"Ck dasar, tidak ayah tidak anak sama-sama merepotkan saja" omel Dongwook
Gongyoo yang mendengar kata-kata orang kepercayaannya itu hanya tertawa kecil,
"Apa Tuan besar yakin?" tanya Mingyu
"Ya, Mingyu. Aku rasa sudah waktunya membiarkan Seongwoo keluar"
Mingyu dan Jungkook hanya saling menatap mendengar keputusan sang Tuan besar
"Aku menyayangimu,ayah" ucap Seongwoo lalu memeluk sang ayah
"Aku juga menyayangimu, putraku. Dan akan selalu seperti itu" balas Gongyoo
"Anak-anak, hari ini kita mendapat teman baru dari Gen Meganoz" ucap Mr. Ahn
"Aku rasa.. Aku tau itu siapa" ucap Daniel sambil melirik teman-temannya yang dibalas dengan senyuman ramah
"Ha-halo, salam kenal semua, aku Ong Seongwoo putra dari ketua Ong Gongyoo dari gen Meganoz. Aku harap kita bisa menjadi teman baik, mohon bantuannya" perkenalan Seongwoo diakhiri dengan senyuman lebar yang membuat seseorang terpana melihatnya
"Baiklah Tuan Ong, kau bisa duduk disamping Pangeran Daniel"
Seongwoo menuju tempat yang ditunjuk oleh sang guru dan tersenyum kepada Daniel,
"Selamat datang, Pangeran Ong"
"Terima kasih, Pangeran Kang"
Tanpa mereka sadari, ada orang yang menatap mereka curiga.
Pertemanan mereka berlanjut, hingga hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Mereka semua bersahabat. Daniel, Guanlin, Seonho,Woojin,Youngmin,Donghyun,Daehwi dan Jihoon. Mereka semua bersahabat. Tidak ada momen yang menyenangkan tanpa sahabat-sahabatmu, bukan?
Tapi, sebuah kisah persahabatan tidaklah menyenangkan tanpa adanya perpisahan dan pengkhianatan.
Setelah 5 tahun berteman, berlatih di tempat latihan yang sama, mereka terpisah.
Daniel, Guanlin, Seonho, Seongwoo dan Woojin mengambil latihan di istana masing-masing karena mereka harus berlatih lebih ketat, karena merekalah calon penerus gen masing-masing.
Daniel dengan gen Phoexiannya. Guanlin dan Seonho dengan gen Alphanoz mereka ㅡkarena mereka kembar, ayah mereka memutuskan mereka berdua menjadi ketua gen. Ya, Gen alphanoz akan memiliki dua rajaㅡ
Seongwoo yang sekarang sudah pandai bergaul, kembali masuk ke dalam hutanㅡistananya untuk pelatihan dengan Jongsuk, ksatria kebanggaan ayahnya
Dan.. Woojin dengan gen Helliaminya. Sebenarnya Woojin tidak enak kepada teman-temannya yang lain, terutama Jihoon.
Woojin adalah penerus gen Helliami, karena kakaknya adalah perempuan. Donghyun,Youngmin,Daehwi dan Jihoon juga pemilik gen Helliami. Hanya saja, mereka orang biasa. Bukan bangsawan seperti Woojin. Donghyun hanyalah anak dari penasihat orang tuanya dan Daehwi adalah sepupunya. Youngmin juga hanya seorang anak dari ksatria terhebat gen Helliami. Sedangkan Jihoon... Jihoon bukanlah siapa-siapa. Woojin menganggapnya sebagai adik.
Walaupun dengan jadwal yang padat, mereka tetap sering berkumpul bersama. Mereka masih tetap bersahabat. Terutama pasangan Daniel-Jihoon dan Donghyun-Youngmin yang masih langgeng sampai sekarang.
Hanya saja, tanpa yang lain ketahui, ada sepasang pangeran dari gen masing-masing yang sering meluangkan waktu berdua. Tanpa sepengetahuan teman-teman mereka yang lain.
"Hyung, apa kau lapar?" tanya Daniel kepada hyungnya yang sedang tiduran dipahanya sambil menatap langit Quantelle yang penuh batu-batu bercahaya
"Hmm, tidak" jawab Seongwoo seadanya
Daniel yang mendengar jawaban dari Seongwoo hanya diam dan mengelus rambut hitam Seongwoo sambil menatap langit,
"Hyung, kau tau apa mereka?" tanya Daniel
"Batu-batu gemerlap yang menggantung dilangit?"
"Bintang, hyung" jawab Daniel terkekeh mendengar ucapan polos Seongwoo
"Bin..tang? Bintang! Bintang,bintang,bintang" Seongwoo yang baru mendapat kosakata baru itu melancarkan lidahnya untuk menyebut kata tersebut
"Iya hyung. Dan kau tau? Jika kita melihat bintang jatuh, kita bisa membuat harapan dan harapan itu akan didengar oleh Penguasa Langit"
"Benarkah? Kalo begitu ayo jatuhkan bintangnya, Niel!" ujar Seongwoo bersemangat, sungguh, ia mau satu permintaannya didengar dan diwujudkan oleh Penguasa Langit
"Hahaha, tidak bisa seperti itu,hyung! Hahaha, ada-ada saja!" Daniel tertawa terbahak-bahak mendengar ajakan sang hyungnya, sampai-sampai membuat Seongwoo yang merasa diejek itu cemberut dan mengalihkan pandangannya dari Daniel
"Hahah-- eh? Hyung? Kau marah ya?"
"Tidak"
"Kau marah hyung"
"Tidak. Aku tidak marah padamu, Pangeran"
Daniel menghela nafas, kalau Seongwoo sudah menyebutnya dengan 'Pangeran' itu artinya Seongwoo kesal padanya
"Hyunggg, aku minta maaf" Daniel mencoba memeluk leher sang hyung
"Hm"
"Aku tidak akan menertawakanmu lagi hyung, janji" Daniel yang berhasil memeluk leher Seongwoo menyenderkan kepalanya di ceruk leher Seongwoo
"Janji?"
"Janji!"
"Baiklah, aku maafkan"
Daniel tersenyum mendengarnya, "Tapi Niel, apa kita memang tidak bisa menjatuhkan bintang?"
"Tidak hyung, itu adalah fenomena langit. Penguasa langitlah yang mengaturnya, kita tidak bisa melakukan apapun"
"Hmm.. Bintang itu kecil ya, Niel? Atau mereka besar? Tapi karena jarak mereka yang terlalu jauh mereka jadi terlihat kecil? Do they real? Do they really exist?" tanya Seongwoo sambil kembali menatap langit malam itu
Daniel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Seongwoo "Stars. Although they are distant, but they are real, hyung"
"Berarti.. Bintang itu seperti perasaan yang tak tersampaikan, ya? Walaupun mereka tidak berdekatan, tetapi cintanya ada, dan tulus"
Daniel tertegun, "Ya, hyung. Seperti itu"
Kau jahat, hyung. Aku sudah tau bahwa 5 tahun ini kau sangat dekat dengannya, dan itukah alasanmu memutuskan hubungan kita? Karena kau sudah menemukan cinta sejatimu? Aku tau awalnya kita hanya dijodoh-jodohkan, tapi kau tidak berhak untuk mengkhianatiku.
Dan.. Jika kau mengkhianatiku, dan menyakitiku, artinya aku tak pantas untukmu. Dan tidak ada yang pantas untukmu. Termasuk Ong Seongwoo. Aku akan memberi balasan, memberitahu kalian seperti apa rasanya dikhianati. Aku tidak peduli bahkan jika Ong Seongwoo adalah cinta sejatimu. Jika aku tidak bisa bersamamu, maka ia juga tidak.
Ya, itu tadi Jihoon. Ia melihat Daniel dan Seongwoo yang sedang berpelukan di balkon kamar Daniel dari atas pohon. Ya, atas pohon, ia yang berniat mencari buah untuk makan malam malah diberi pemandangan menyakitkan. Ia menyesal diberi penglihatan dan pendengaran yang tajam dari Penguasa Langit.
Ia dan Daniel memang sudah memutuskan hubungan mereka, karena dari awal hubungan mereka hanya sebatas jodoh-jodohan antar teman. Dan Park Woojin adalah dalang dari itu semua.
"Maafkan Ibu, anak-anak. Ibu tidak bisa menjaga kalian, maafkan ibu kelak nanti kalian harus lahir tanpa sosok ayah"
"Pergilah bersamaku, Taemin. Aku akan bertanggung jawab atas anak-anakmu"
"Ibu, bangun ibu! Ibu!"
"Tenanglah sayang, hyung disini"
"Pergi dan carilah Lai Seokhoon"
"Siapa kau?"
"Aku anakmu"
"Jangan bercanda, menikah saja aku belum"
"Aku anak harammu"
"Hyung, apakah itu ayah?"
"Ya, Seonho, itu ayah"
"HAHH"
Guanlin terbangun. Lagi. Mimpi aneh itu lagi. Tubuhnya berkeringat dan nafasnya terengah, ia menoleh pada adiknya. Seonho bergerak tidak nyaman dalam tidurnya, peluh juga bercucuran dari dahinya. Dengan lembut Guanlin memeluk adiknya, mengusap-usap punggung kembarannya itu, sambil membisikan sesuatu
"Tenanglah, sayang. Hyung disini"
"Pangeran Daniel, hari ini anda harus menemani Yang Mulia untuk pertemuan dengan ketua gen" ucap Minki
"Malas" jawab Daniel cuek, sungguh, ia hanya ingin tidur saja hari ini.
"Ck ayolah Kang Daniel, aku sedang mencoba sopan kepadamu, turutilah jadwal-jadwalmu, kau itu calon Raja!" omel Minki kepada keponakannya
"Aku malas pamannn. Aku ingin tidur saja, aku tidak mood untuk berpergian ke istana-istana dan bertemu ketua-ketua membosankan"
"Aku rasa tidak akan membosankan, Pangeran"
Daniel dan Minki yang sedang berdebat menoleh kepada sumber suara, Kang Dongho
"Maksud ayah?"
"Hari ini.. Kita akan pergi ke istana sahabatku, Ong Gongyoo"
"Aku tetap saja mal--TUNGGU! SIAPA AYAH? KATAKAN LAGI"
"Kita akan pergi ke istana sahabatku?" ulang Dongho dengan tatapan aneh tertuju pada anaknya
"SIAPA NAMA SAHABATMU?"
"Ong Gongyoo"
"YES! AKU IKUT!" Daniel langsung bergegas masuk ke ruangan pakaiannya, mencari pakaian yang cocok untuk pergi ke istana gen Meganoz tersebut. Ia tidak sabar ingin bertemu hyungnya
Minki yang melihat itu hanya terkekeh, ia tahu bahwa keponakannya itu sedang jatuh cinta. Minki itu seorang mind reader, hanya saja kekuatan Minki akan berfungsi disaat-saat tertentu saja. Dan Minki juga tahu bahwa keponakan tersayangnya itu jatuh cinta kepada Pangeran Ong Seongwoo.
Dongho yang melihat sang adik tertawa menatap bingung, "Well, sepertinya ada kisah yang aku tidak tahu. Berniat untuk cerita, Kang Minki?"
"Tidak, Raja. Ini privasi putramu, biar dia sendiri yang memberitahumu" ucap Minki lalu menyusul keponakannya masuk ke ruang pakaian, membantunya memilih baju untuk bertemu 'calon mertuanya'
"Selamat pagi, Ayah"
"Selamat pagi, putraku"
Seongwoo dan Gongyoo sedang melakukan sarapan pagi, karena anggota kerajaan hanya tersisa mereka ㅡyang lain tinggal di istana perbatasan hutan, Gongyoo membiarkan orang-orang penting seperti Dongwook,Jongsuk,Jungkook, dan Mingyu untuk selalu makan bersama mereka
"Selamat pagi, Tuan besar, Tuan muda" sapa dua orang yang baru saja masuk ruang makan,
"Selamat pagi" sapa anak dan ayah itu bersamaan
"Tuan muda, mohon maaf membicarakan ini di meja makan, tapi nanti siang anda harus bersiap-siap menemani ayah anda menyambut tamu" kata Dongwook yang baru saja masuk sambil memeriksa buku tebalnya,
"Tapi aku malas, paman. Aku ingin tidur seharian! Hari ini tidak ada pelatihan" bantah Seongwoo
"Tidak bisa, pangeran. Anda harus melakukannya, saya permisi seben--"
"Duduklah, Lee Dongwook"
Dongwook yang mendengar perintah dari Tuan besarnya langsung duduk ditempatnya,
"Seongwoo, kau harus menemani ayah, ini tamu spesial"
"Siapa?" tanya Seongwoo jengah
"Tamu Tuan besar hari ini adalah Raja dan Pangeran Kang, Tuan muda. Teman anda" jelas Mingyu yang diangguki oleh Gongyoo dan Dongwook
"Benarkah, Mingyu-ah?" tanya Seongwoo berbinar
"Ya, hyung--Eh? M-maksudku Tuan muda, astaga, saya mohon maaf atas kelancangan saya, maaf" Mingyu yang kelepasan memanggil Seongwoo dengan hyung langsung membungkukkan badannya, ia tahu bahwa itu tidak sopan. Seongwoo dan Jungkook juga sudah melihat was-was ke Mingyu dan Gongyoo
"Hahaha"
"Hahaha, anak-anak ini mengingatkanku padamu dulu, Dongwook-ah" tawa Gongyoo
"Kau benar, hyung hahahaha"
Tiga orang pemuda yang mendengar itu terkejut tentu saja, mereka tau Gongyoo dan Dongwook dekat, tapi tidak tahu bahwa mereka sedekat itu
"Ekhem, anak-anak, tidak apa. Aku tidak masalah jika kalian berucap non-formal, bahkan di depanku. Kalian tahu, dulu aku dan Dongwook juga seperti kalian, dan Dongwook juga pernah kelepasan memanggiku hyung waktu itu, bahkan ia mengumpatku, benar Tuan Lee?"
"Ya, kau benar hyung. Aku mengatainya seperti ini 'HYUNG KAU BODOH SEKALI' didepan orang tuanya hahaha"
Ketiga pemuda tadi ikut tertawa mendengar cerita kedua orang tua itu, mereka bahagia akhirnya mereka tidak perlu bersembunyi lagi.
"Jungkook-ah, bantu aku memilih baju! Cepat cepat!" Seongwoo yang sudah selesai makan langsung menarik Jungkook ke ruang ganti untuk memilih baju, Jungkook hanya pasrah dan tertawa kecil ditarik oleh Tuannya. Jungkook tahu, Seongwoo bersemangat karena ingin beretemu Pangeran Kang, Seongwoo selalu bercerita kepadanya dan Mingyu.
"Kau tidak ikut, Kim Mingyu?" tanya Gongyoo
"Bolehkah saya?"
"Tentu saja, sarapan sudah selesai. Aku akan memanggil pelayan jika memerlukanmu" jawab Gongyoo, Mingyu tersenyum, setelah permisi kepada dua orang tua itu, ia langsung menyusul Seongwoo dan Jungkook
"Aku rasa, anakmu itu sedang jatuh cinta, hyung"
"Ya, aku merasakannya" balas Gongyoo lalu tersenyum miring
"Aku rasa sudah saatnya kita menceritakan kebenarannya, kepada mereka"
"Kau yakin? Aku rasa.. Nanti mereka akan membenci kita"
"Ya, tapi ada dua kemungkinan"
"Apa itu?"
"Mereka balas dendam dan merebut kembali.."
"...atau membiarkannya"
Lalu, kedua orang itu menghilang. Dengan dua orang lagi yang berada di gendongan mereka.
"Seonho, Seonho! Bangun, Seonho!"
Seonho yang sedang tertidur dibangunkan oleh sang hyung,
"Ada apa hyung?" tanya Seonho sambil mengusap-usap matanya
"Di-dimana kita, hyung?" tanya Seonho yang menyadari mereka tidak berada di kamar mereka
"Aku tidak tahu, sepertinya kita.."
"Diculik?" tanya Seonho
"Kalian tidak diculik, kalian telah pulang ke rumah"
"IBU?!" Guanlin dan Seonho terkejut ketika melihat ke pintu, itu ibu mereka, Naeun.
"Welcome back, Princes"
...
TBC
