My Hero Academia belongs to Horikoshi Kouhei

Genre: Drama, Romance, Humor

Warnings: BL! TodoBaku, TodoMido! Playboy Todoroki! OOC! Simple Story! Typo!

Don't like? Just click/touch back button.

Thank you.

.

Boyfriends?

2

.

Baru kali ini Todoroki Shoto tampak bingung dan tidak bisa berpikir jernih. Kenapa? Pasalnya dia sudah janji bertemu Bakugo untuk acara nembaknya tapi Todoroki malah nembak Midoriya duluan.

Bagaimana ini? Waktu pulang sekolah sudah berlalu lima menit yang lalu. Midoriya sudah ijin akan pulang duluan. Katanya ingin segera ganti baju karena insiden di toilet tadi.

Todoroki berpikir lagi, apa dia membatalkan janji saja dengan Bakugo dan menyusul Midoriya pulang. Tapi itu terlihat tidak jantan.

Laki-laki itu yang dipegang ucapannya. Jadi harus menepati janji dan bertanggung jawab atas apa yang telah dia ucapkan.

Tiba-tiba kata-kata dari Ibunda Todoroki terlintas dipikirannya.

"Baiklah, akan kutepati janjiku."

Dengan mantap Todoroki berjalan menuju atap sekolah. Ucapan dari ibunda Todoroki membuatnya percaya diri.

.

Tidak disangka dan tidak diduga, Bakugo sudah menunggu diatap sekolah. Ternyata Bakugo sudah menunggu Todoroki sejak tadi.

"Lama sekali kau Todoroki. Aku sudah menunggumu sialan!"

Todoroki hanya mematung mengetahui Bakugo sudah menunggunya. Itu membuat Todoroki merasa bersalah.

"Jangan diam saja sialan! Apa yang akan kau lakukan hah? Cepat lakukan atau kau akan keledakan karena sudah membuatku menunggu!"

"Aku tidak akan melakukan sesuatu padamu, Bakugo."

Dan sedetik itu juga muncul perematan didahi Bakugo karena perkataan Todoroki yang tekesan kurang penting.

"Kau pikir aku ini apa hah? Kau sedang mempermainkanku ya? Sialan! Akan kubuat kau menyesal karena sudah bermain-main denganku!"

Urat saraf Bakugo mulai putus membuatnya kesal. Dengan langkah kasar Bakugo mendekati Todoroki yang berjarak beberapa meter darinya.

"Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu."

Perkataan Todoroki yang terlihat sangat serius dan tidak berniat untu bertarung, membuat Bakugo menghentikan langkahnya.

"Hah? Apa maksudmu!"

Lakukan apa yang sudah kamu rencanakan selagi ada peluang. Belum tentu peluang itu akan muncul kepermukaan jika kamu tidak memunculkannya sendiri.

Kata-kata dari Ibunda Todoroki kembali memenuhi kepalanya. Apakah ini kesempatannya?

Sekarang gantian Todoroki yang berjalan mendekati Bakugo. Sengatan listrik kecil tiba-tiba muncul membuat jantung Bakugo berdetak dengan cepat.

"Aku tidak tau harus memulai dari mana. Tapi kuharap kau segera mengerti apa yang akan kukatakan."

"Apa yang kau rencanakan Todoroki!"

"Aku menyukaimu, Bakugo."

Todoroki mengatakannya tanpa ragu setelah berhadapan setengah meter dari Bakugo.

Mendadak Bakugo menjadi patung. Tidak menjawab dan tidak bergerak. Tapi masih bernapas. Ternyata dia sedang menstabilkan detak jantungnya yang mengganggu kinerja otaknya.

Tak lama kemudian Bakugo tersenyum sambil menampakkan gigi-giginya yang besar dan putih. Urat saraf Bakugo tersambung lagi karena tadi sempat terputus.

"Dasar bodoh. Aku juga sialan!"

Tadi apa yang dikatakan Bakugo. Aku juga?

"Aku selalu menyukaimu Todoroki teme!"

"Kenapa?" Sekarang gantian Todoroki yang kinerja otaknya menurun. Dia tidak mengerti apa yang Bakugo ucapkan.

"Menurutku kau tampan."

Seperti yang Midoriya katakan.

"Apa aku setampan itu? Sampai-sampai kau menyukaiku?"

"Ya, kau memang tampan. Tapi aku yang paling keren." Ucap Bakugo yang selalu tidak mau kalah.

Todoroki jadi melamun, mencerna perkataan Bakugo barusan. Bakugo yang melihat Todoroki hanya diam merasa kesal karena dicuekin. Dengan tiba-tiba Bakugo menarik dasi Todoroki untuk membawanya kedalam ciuman sepihak. Bakugo sedikit mendongak keatas karena perbedaan tinggi badan. Mata heterocrom Todoroki membulat seketika. Reaksi Bakugo sangat berani. Todoroki tidak tau kalau Bakugo seagresif ini. Melihat ekspresi Bakugo yang terpejam dan menikmati ciuman mereka, Todoroki tidak bisa menolak untuk membawa kedalam ciuman yang panjang.

.

Dan beginilah akhir dari seorang Todoroki Shoto. Terima kasih kepada Tuhan, dia telah diberi anugerah wajah yang tampan sehingga sukses menembak dua pria sekaligus tanpa ada penolakan dan dalam satu hari. Wow amazing!

Jangan pernah menyesal dengan apa yang telah kau lakukan ya, Shoto.

Kata-kata Ibunda Todoroki kembali terlintas dipikirannya. Namun kali ini sedikit menyeramkan.

.

TBC or The End?

Fav? Follow? Review? Silent Readers?

Arigato Gozaimasu..

.