Wanna Be My

"Caramu menatapnya seakan-akan ini adalah hari terakhirmu." Gumamman itu berhasil membuat seorang remaja tanggung itu menatap temannya, guanlin yang merasa dibicarakanpun tersenyum pada daehwi sang pembicara.

"Aku begitu?"

"Kenapa harus bersembunyi?" Tanyanya, guanlinpun tersenyum.

"Aku tak bersembunyi, aku harus melakukannya karena daniel hyung akan marah padaku jika dia tahu aku menyukai pacarnya."

"Itulah yang kukesalkan, kenapa kau harus menyukai pacar orang lain?"

"Molla, hanya suka."

"Guan, kau harus bisa melupakan jihoon hyung." Ungkap daehwi dengan sedih, guanlin pun tersenyum.

"Jangan cemas, aku juga tak akan lama hidup."

"Berhenti mengatakan itu, aish kau membuatku kesal setengah mati." Keluh daehwi dan dia memutuskan untuk meninggalkan guanlin yang masih betah untuk memperhatikan pria manis yang masih membaca bukunya dengan serius. Pandangannya berubah sendu ketika melihat pria yang selama ini dia dambakan dihampiri oleh seorang yang mempunyai tenpat khusus dihati pria manis itu. Dengan senyuman tulus, guanlinpun memituskan untuk pergi.

"Ah aku lupa, jinyoung pasti sudah menungguku." Gumamnya riang seakan-akan kejadian tadi tak pernah dia lihat sebelumnya.

Wanna Be My

"Bagus kapten! Seperti biasa kau dapat diandalkan." Jinyoung dengan semangat menepuk lengan kurus guanlin sampai pemuda tinggi itu mengaduh, dengan tanpa malu guanlin merebut botol minuman dari tangan jinyoung dan meminumnya rakus.

"Guan, akhir-akhir ini kau semakin kurus." Keluh jinyoung dengan meraba lengan guanlin bermaksud membandingkan dengan lengannya.

"Mau bagaimana lagi? Gen orangtuaku memaksaku untuk selalu kurus padahal aku selalu makan banyak."

"Baguslah, kau tak membutuhkan diet."

"Aku ingin sekali punya abs, asal kau tahu." Jinyoung tak bisa menahan tawanya ketika melihat teman bobroknya itu memasang wajah kesal namun terkesan imut.

"Aku tahu, susah juga punya gen kebanyakan cacing."

"Kau!"

"Arra! Oh iyah kau bilang malam ini mau pergi kerumah daehwi, aku ikut yah."

"Mau apa? Kencan? Ganggu kerja kelompok kami saja."

"Oh ayolah, kami akhir-akhir ini susah bertemu karena latihan benar-benar menguras tenaga dan waktuku untuknya."

"Cih alasan. Baiklah, aku juga malas mendengarkan ceramah mendadak darinya." Ucapnya menimbulkan pelikan senang dari pria berwajah kecil tersebut.

"Yes good brother, aku akan menjemputmu ok."

"Terdengar kau ingin kencan denganku." Guanlin hanya tertawa ketika jinyoung menampilkan wajah yang terlihat ngeri.

Guanlin POV

Kubuka kemeja sekolahku dan menghela nafas, kulihat seluruh tubuhku dan tersenyum miris melihat kondisi tubuhku.

"Aku benar-benar terlihat mengerikan, apa aku bisa bertahan dengan kondisi seperti ini?" Tanyaku pada angin, akupun berjalan kearah cermin dan melihat tubuhku yang memar. Kuangkat tanganku dan menurunkan handband yang selalu kupakai jika aku memakai baju pendek dan melihat beberapa goresan yang sengaja kutorehkan.

"Bukankah aku sudah seperti orang gila?" Tanyaku pda diriku sendiri, akupun menghela nafas dan memakai baju panjang seperti biasa untuk baringan di atas ranjangku.

Namun tak lama kemudian, kudengar suara ribut dari ruang keluarga dan juga beberapa suara kaca yang beradu dengan lantai dengan suara adu mulut. Yah, seperti biasa orangtuaku akan menjadi seperti itu ketika mereka bertemu. Kututup wajahku dengan bantal berusaha menulikan telinga agar tak mendengarkan mereka.

"Bisakah kalian berhenti!" Teriakku, namun aku tahu mereka tak akan mendengarkan perkataanku karena mereka hanya akan mendengarkan emosi mereka. Kuambil ponselku ketika kurasakan getaran diranjangku dan melihat nama jinyoung tertera.

"Aku sudah diluar, cepatlah disini dingin." Ucapnya, akupun tersenyum dan berdehem sebelum mengambil mantelku dan berlari ke bawah.

"Guan, mau kemana?"

"Aku akan mengerjakan tugas dan menginap dirumah temanku, jangan mencariku dan lanjutkan sjaa perkelahian kalian." Balasku dengan membuka pintu dan membantingnya keras.

Wanna Be My

"Apa-apaan ini? Apa kau sudah jadi budak cinta oleh daehwi?" Keluhku ketika kami mampir ke minimarket.

"Kau dan daehwi itu sama, sama-sama kurus. Jadi aku berbaik hati membelikan kalian makan agar kalian tak mudah terbang jika ada angin."

"Berlebihan sekali."

"Sudahlah diam, ambil saja makanan yang kau mau." Ucapnya, akupun berjalan kearah rak roti dan berniat mengambil roti namun terhenti ketika ada tangan yang akan mengambil roti yang sama denganku. Kamipun saling pandang dan saat itu juga jantungku berdebar keras.

"Oh guanlin, kau belanja disini?" Dia jihoon, yah pria yang selama ini aku suka tengah berhadapan denganku dengan senyum manisnya.

"A-ah itu hyung, aku... aku." Ucapku tergagap, akupun kembali memandangnya.

"Ya tuhan, kenapa aku gugup sekali?" Pikirku yang masih memandangnya yang tak berhenti tersenyum.

Tbc

Haloo

Aku datang dengan ff teceh ini lagi guys

Wannaone mau comeback yah? Gimana perasaannya? Udah siap uang buat beli abum? Bagi jinjun dong hueheheeh

Maaf late post, author lagi stak ide dan dari kemarin jadi pembaca setia

Mau tahu kalian ada rekomendasi ff onghwang atau nielhwang? Mauuuu dong!

See you next story guys