Karakter utama: Uzumaki Naruto

Genre: Adenture, Fantasy, Drama, , Friendship, Romance, School life, Hurt/ Comfort, Harem

Peringatan : Karakter SAO, Date a Live & Nisekoi bertebaran dimanapun, ooc, tidak suka tidak usah di baca

Maaf kalau ada kemiripan dengan fic lain atau Anime aslinya

OPENING: -THANK YOU MY FRIEND-

Naruto

Chapter 2: Nohara Rin

NARUTO POV

Halo, perkenalkan, namaku adalah Uzumaki Naruto, aku adalah seorang genin muda yang berasal dari Konoha. Ya,... Konoha, disanalah aku tinggal. Dulunya, Konoha dikenal dengan sebutan "Desa ninja dibalik pedalam hutan". Namun itu seratus tahun yang lalu, saat Konoha masih dipimpin oleh Shodaime Hokage-sama, Hashirama Senju, Ninja terkuat sepanjang sejarah yang dijuluki "Shinobi no Kami". Berkat kemampuan penyembuh luka miliknya, beliau mampu menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar dan menjabat sebagai Hokage selama tiga puluh tahun, sebelum akhirnya beliau wafat dan akhirnya digantikan oleh adiknya, Tobirama Senju yang mengambil alih kursi Hokage sebagai Nidaime Hokage. Meski tidak sehebat Shodaime-sama dan menjabat sebagai Hokage selama sepuluh tahun, beliau adalah pahlawan dalam perang dunia shinobi kedua. Nidaime-sama adalah pencipta dari berbagai Ninjutsu, salah satunya adalah "HIRAISHIN NO JUTSU" yang digunakan oleh Yondaime Hokage. Selain itu teknik 'Kagebunshin' milikku yang aku pelajari dari gulungan terlarang para Hokage ini juga adalah salah satu jurus ciptaan Nidaime. Beliau gugur dalam peperangan saat melawan seribu orang shinobi sendirian demi mengulur waktu agar teman-temannya bisa menyelamatkan diri.

Namun, sebelum itu, Nidaime sempat memilih salah satu anak buahnya untuk meneruskan jalannya sebagai Hokage. Beliau menunjuk Hiruzen-Ojisan yang waktu itu masih berusia dua puluh tiga tahun untuk menjadi Sandaime Hokage. Ojiisan adalah orang yang mampu menguasai tiga divisi sekaligus, yaitu Wizard, Knight, dan Shinobi. Namun alasan utama mengapa dia dipilih menjadi Hokage adalah karena dia memiliki kemampuan kepemimpinan yang sangat mumpuni dibanding para pemuda yang lain saat itu. Dan selama perjuangannya meneruskan wasiat dari Nidaime-sama, Hiruzen-ojiisan berhasil membuat berbagai macam perubahan pada Konoha yang awalnya adalah desa ninja yang tersembunyi kini telah berubah menjadi kota besar tempat berkumpul para Wizard, Knight, dan Shinobi dari klan-klan ternama, meski waktu itu dunia masih dilanda perang dunia shinobi ketiga. 'Mereka yang telah lulus dari akademi akan melanjutkan pendidikannya kejenjang akademi yang lebih tinggi', itu juga merupakan salah satu aturan yang dibuat oleh Sandaime-ojiisan. Dan setelah merasa sudah terlalu lam menjabat sebagai Hokage. Akhirnya dalam pemilu, mereka semua termasuk ojiisan sepakat untuk menunjuk seorang pemuda berbakat bernama Namikaze Minato untuk menjadi Yondaime Hokage.

Dia adalah shinobi termuda yang menjabat sebagai Hokage dengan masa jabatan paling singkat, yaitu sekitar empat hari. Meski begitu, dia adalah shinobi yang memiliki segudang bakat dalam "Jikukkan Ninjutsu" dan juga jurus mematikan kelas A "RASENGAN". Dengan kecerdasaannya, dia mampu menciptakan variasi dari "HIRAISHIN NO JUTSU", dan pada akhirnya jurus itu menjadi teknik andalannya sampai membuatnya menerima julukan "Konoha no Kiroi Senko", shinobi tercepat sepanjang sejarah. Bilau juga merupakan pahlawan yang mengakhiri perang besar dunia shinobi ketiga, dan juga orang yang berhasil menghentikan amukan dari Kyuubi seorang diri. Namun setelah itu, Yondaime meninggal dan ojiisan akhirnya memutuskan untuk kembali menjabat sebagai Sandaime Hokage sampai mereka menemukan calon Hokage yang baru. Dan itu adalah aku, pahlawan masa depan Konoha yang suatu hari nanti akan mendapat gelar sebagai Hokage terkuat sepanjang sejarah, Uzumaki Naruto, Ingat itu

Oh, iya, dan kalau kalian bertanya dimana aku meneruskan pendidikanku sekarang ini, tentu saja di Hiruzen Academy. Sesuai namanya, Sandaime-ojiisan adalah orang yang membangun akademi ini, sekaligus orang yang menjadi kepala sekolah disini. Iruka-sensei bilang aku harus belajar disini selama satu setengah tahun, namun tiba-tiba saja Hiruzen-ojiisan mengubah peraturannya dimana aku harus belajar di akademi ini selama tiga tahun, yang benar saja. Selain itu mereka bahkan tidak memperbolehkanku tinggal diasrama, yah... kalian tahu sendiri lah alasannya. Tapi aku juga bisa mengambil keuntunganya dimana aku tidak harus berbagi kamar tidur dengan orang lain. Selain itu, aku juga bisa berlatih Ninjutsu sepuasnya melalui tiruan gulungan terlarang para Hokage yang sempat aku curi dari rumah Hiruzen-ojiisan beberapa hari yang lalu. Dari gulungan tersebut aku juga bisa tahu jenis cakra elemen apa yang aku miliki. Dan ternyata elemenku adalah elemen angin, tapi yang membuatku kecewa adalah dalam gulungan tersebut hanya sedikit jurus elemen angin yang bisa aku pelajari. Namun ada jurus lainnya yang cukup menarik perhatianku, yaitu "RASENGAN" dan "HIRAISHIN NO JUTSU" milik Yondaime Hokage. Setelah gagal sebanyak dua kali dalam ujian kelulusan, aku sudah bertekad bahwa aku tidak boleh gagal lagi saat ujian chunin tahun depan.

NARUTO POV END

Pada waktu dini hari, jam masih menunjukan pukul lima pagi. Dan Naruto tidak biasanya sudah bangun sepagi ini. Bukan Cuma itu, dia bahkan pergi kehutan tempat dirinya biasa berlatih Taijutsu dan Ninjutsu sambil membawa bekal dan juga sebuah buku tebal yang merupakan salinan dari gulungan terlarang yang dai curi waktu itu.

Dan tidak butuh waktu lama, Naruto kini sudah berada di hutan dekat desa tepat dirinya biasa berlatih Taijutsu dan Ninjutsu. Naruto kemudian membuka buku tebal miliknya, dan disalah satu halaman, Naruto membacanya dengan sangat teliti. Dia terlihat sedikit kurang mengerti dengan apa yang dibacanya. Perlahan dia membaca setiap isi halaman satu-persatu.

Dia membaca tentang Ninjutsu Rasengan dan juga Hiraishin no Jutsu milik Yondaime. Itulah dua jurus yang ingin dia pelajari. Namun karena dia tidak mungkin bisa mempelajari dua jurus tingkat atas dalam waktu yang bersamaan, Naruto memutuskan untuk mempelajari Rasengan lebih dulu. Karena jurus ini memiliki damage yang besar, persis dengan jurus yang dia inginkan.

"Sepertinya tidak akan ada yang menggangguku disini!" ucap Naruto

Dia kemudian mengeluarkan semacam balon air yang dia bawa saat berangkat dari rumah tadi. Menurut yang ada dalam gulungan terlarang, ini merupakan proses awal dari latihan rasengan. Yaitu menggunakan balon air. Bagian pertama dalam penguasaan Rasengan adalah perputaran yang menggunakan balon air sebagai medianya.

'Yosh, aku mulai!'

Naruto kemudian memegang balon air tersebut dengan kedua tangannya. Dia kemudian mulai memusatkan cakra pada balon air tersebut. Kunci pertama dari penguasaan Rasengan adalah putaran, jadi Naruto berusaha menciptakan putaran dalam balon air tersebut.

'Aku bisa merasakan putaran yang ada didalamnya, tapi... ini terlalu lemah!' batin Naruto

"Ini masih belum cukup!" gumam Naruto

Naruto kemudian memejamkan matanya untuk sesaat. Di saat itu pula, dirinya merasakan kalau balon air miliknya mulai bergerak-gerak.

"...!?"

Naruto terus melakukan latihan tersebut selama hampir satu jam. Sebelum akhirnya Naruto menghentikan latihannya untuk sementara karena matahari sudah semakin meninggi. Dan jam juga sudah menunjukkan pukul enam.

Dia pun segera kembali kerumah untuk berangkat sekolah.

Dan saat ditengah perjalanan, Naruto menghentikan langkahnya karena merasakan ada sesuatu yang aneh. 'Sepertinya... ada yang aneh!?' dia kemudian menengok kebelakang, namun tidak ada apapun disana.

Naruto lalu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri, namun hasilnya sama, dia tidak menemukan keanehan apapun disana.

Saat itu, suasana di hutan tersebut menjadi sedikit mencekam. Suasananya sangatlah sepi, tidak ada hewan ataupun serangga yang terlihat, yang ada hanyalah kesunyian.

Tubuh Naruto serasa jadi sedikit bergetar

'A... aku benci... suasana i... ini'

"K... kenapa h-hutanya j-j-jadi mencekam be-begini?" ucap Naruto sambil gemetar ketakutan.

SSSSSSSSSSS

"!"

Tubuh Naruto tersentak saat dia mendengar suara mendesis, disaat yang bersamaan dia merasakan ada cakra mengerikan yang sedang berada dibelakangnya. Dengan sedikit keberanian, Naruto kemudian menolehkan kepalanya kebelakang.

"Heh!?" gumam Naruto

Naruto membulatkan matanya saat dia melihat sesosok ular raksasa setinggi tiga meter menatap tajam kearah dirinya. Naruto meneguk ludahnya

"Heh, jadi ini a-alasan kenapa tidak ada satupun hewan yang terlihat disini! Rupanya ini gara-gara kau, ya?" ucap Naruto sambil mengeluarkan keringat dingin.

DASH!

Tanpa pikir panjang, ular raksasa tersebut kemudian menyerang Naruto. Disaat yang bersamaan Naruto memutuskan untuk mengambil langkah kaki seribu. Menyadari mangsanya lolos, ular tersebut pun mengejarnya dengan kecepatan tinggi.

Kini kejar-kejaran pun terjadi diantara mereka. setelah memangsa banyak sekali hewan, ular itu masih belum juga puas dan sekarang malah mengejar Naruto

"YANG BENAR SAJA!, MANA MUNGKIN AKU BISA MENANG MELAWAN MAKHLUK SEPERTI ITU!" teriak Naruto sambil merutuki dirinya

Naruto berayun, berlari, dan juga melompat dari pohon kepohon. Namun tetap saja, ular raksasa tersebut masih bisa mengejarnya. Naruto mengeraskan wajahnya saat dia melihat fakta tersebut. Naruto kemudian merogoh kantongnya dan mengambil beberapa buah shuriken.

Dia kemudian melemparkan shuriken-shuriken tersebut, setelah itu Naruto kemudian merapalkan segel ninjutsu, dan-

"SHURIKEN KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

Shuriken-shuriken tersebut langsung bertambah banyak dua kali lipat dan berputar cepat kearah ular raksasa tersebut. Namun sayangnya, semua itu percuma karena shuriken-shuriken tersebut tidak mampu menancap di sisiknya yang tebal.

'Sial, tidak mempan!' ucap Naruto

SREEET

"!"

Saat akan mendaratkan pijakannya di salah satu dahan pohon, Naruto terpelesat karena kurang hati-hati dan akhirnya jatuh

BRAKH

"Ugh!" erang Naruto sambil menahan sakit.

Setelah terjatuh dan kemudian berusaha bangkit lagi, Naruto menatap kearah mata ular tersebut yang bersinar kuning menyiratkan tanda bahaya. Sementara itu, Naruto masih tetap pada posisinya sambil sedikit terengah-engah. Dia kemudian mengambil sebuah kunai peledak yang ada di kantongnya.

"Aku tidak boleh kalah disini!" ucap Naruto yang kemudian melemparkan kunai peledak tersebut dan-

DUAARR

Serangannya sukses mengenai wajah sang ular, disaat itulah Naruto memanfaatkan kesempatan untuk mengeluarkan jurusnya.

"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

Dalam sekejap, kemudian terciptalah kloning Naruto dalam jumlah yang banyak meski tidak sebanyak waktu itu. saat asap mulai menghilang, Naruto dan para bunshin menyiapkan satu buah kunai yang dialiri cakra pada satu tangan mereka.

AIIIIIIIIIIIIII

Makhluk tersebut mengeluarkan suara yang sama sekali bukan suara ular lagi, namun suara monster. Naruto mengeraskan wajahnya saat dia mendengar raungan tersebut.

'Meski sudah menciptakan klon sebanyak ini, kemampuanku masih belum cukup untuk mengalahkannya!'

Naruto kemudian menutup matanya sebelum akhirnya membukanya kembali dan memberikan tatapan serius.

"Tapi, aku tetap tidak boleh kalah darinya" ucap Naruto

DRAP...

Dengan hanya berbekal tekad, Naruto kemudian menerjang seorang diri kearah makhluk itu. dia kemudian mengambil sebuah kunai peledak. Makhluk itu kemudian membuka mulutnya lebar-lebar dan berusaha memakan Naruto

Disaat yang bersamaan Naruto melemparkan kunaa peledaknya dan kemudian melemparkannya kearah mulut monster tersebut

DAARRR

"GRIIIIIIIII!" erang monster tersebut kesakitan.

Sementara itu, Naruto memberikan tatapan datarnya saat melihat hal tersebut sebelum dia sedikit mengubah ekspresinya saat monster itu mulai pulih. Kemudian tiba-tiba saja mata makhluk itu berubah menjadi ungu mengkilat yang mengerikan, disaat yang bersamaan muncul duri-duri tajam di punggungnya.

"A-apa-apaan... itu" ucap Naruto tergagap

Dan terlebih yang membuat Naruto terkejut adalah... ukurannya yang menjadi dua kali lebih besar dari sebelumnya.

Naruto terdiam ditempat tanpa bisa berkata apa-apa. Dia melihat bukan Cuma ukurannya yang bertambah besar, namun aura yang dipancarkan juga menjadi lebih menakutkan dibanding yang sebelumnya. "Wujud itu... pernah kulihat dalam buku... monster itu..." ucapan Naruto terpotong ketika ular raksasa tersebut menyabetkan ekor raksasanya kearah Naruto

WUUUSSSHHH

DRAAKKKH

Namun untungnya Naruto berhasil menghindari serangan tersebut tepat waktu "Untung saja aku berhasil menghindari serangan itu tepat waktu, kalau tidak... aku pasti sudah bernasib sama dengan dua pohon itu" ucap Naruto sambil melihat kedua pohon yang telah hancur akibat serang ular raksasa tersebut.

"!"

Naruto melihat kesatu arah yang lainnya, disana, beberapa meter disebelah kiri ular raksasa itu, Naruto membulatkan matanya saat dia melihat seorang gadis kecil berambut merah maron pendek sedang berdiri menatap horor ular tersebut.

"Gadis itu! apa yang dia lakukan disana?" ucap Naruto

Gadis tersebut begitu ketakutan melihat sosok ular yang kini sedang ada dihadapannya itu. tubuhnya bergetar hebat, dan terlihat dirinya berkeringat dingin saat ini. Saat ular itu menyadari ada mangsa yang sedang berdiri di sebelahnya, ular tersebut memutuskan untuk berganti target ke gadis tersebut

"Yabe!" gumam Naruto

Ular tersebut pun membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menerjang gadis tersebut. Sementara sang gadis hanya terdiam pasrah sambil menatap horor kejadian ini.

RIN POV

Namaku Nohara Rin, usiaku baru 13 tahun, namun aku sudah lulus dari akademi dua tahun yang lalu. Dan sekarang aku sedang bersekolah di Hiruzen Academy, salah satu akademi terbaik dinegara ini. Akademi ini dibuat oleh Hiruzen Sarutobi, Sandaime Hokage dari Konoha. Karena keahlianku adalah berpedang dan juga pertarungan jarak dekat, aku memilih masuk ke divisi knight.

Pagi ini hari yang cerah, dan seperti biasa aku berangkat kesekolah lebih awal karena aku ingin segera lulus dari akademi ini. Dikelas aku selalu mendapat nilai yang bagus, namun satu yang menjadi masalah, yaitu ketua kelasku yang selalu menjadi yang nomor satu. Dia memiliki kemampuan berpedang yang sangat hebat, jiwa kepemimpinan yang tinggi, dan juga digemari oleh banyak orang karena kebaikannya. Aku tidak pernah bisa menang melawannya saat melakukan sparring dengannya.

Jadi aku memutuskan untuk pergi kehutan setiap subuh untuk latihan. Selama ini, aku selalu bertemu dengan hewan buas yang berasal dari hutan. Dan kebanyakan dari mereka aku jadikan sebagai lawan tandingku saat melakukan sparring. Namun aku belum pernah bertemu dengan yang sebesar ini. Seekora ular pyton raksasa, ditambah lagi yang menjadi lawannya saat ini adalah seorang anak muda yang kira-kira usianya dua tahun lebih tua dariku.

"Kekuatan macam apa ini?" tanyaku sambil melihat pertarungan mereka

Disana aku tidak bisa melakukan apapun selain hanya melihat

Di selang waktu, aku melihat pemuda tersebut membuat segel tangan yang aneh, sepertinya dia adalah seorang shinobi. Tepat beberapa detik setelah itu, tiba-tiba saja aku melihat puluhan orang ada disana. Ditambah lagi, mereka semua sangat mirip dengan pemuda tersebut.

"A-apa ini?" ucapku tidak percaya

Aku tercekat saat menyadari bahwa pemuda tersebut menciptaan puluhan klon dalam sekejap.

Namun setelah mereka semua maju, aku menyadari kalau klon-klon tersebut tidak memiliki kekuatan. Buktinya setelah salah satu dari mereka mendapatakan satu serangan, klon tersebut akan langsung menghilang.

Namun jika dibandingkan denganku, aku ini benar-benar payah. Selama ini aku menganggap bahwa diriku ini sudah menjadi kuat, namun ternyata tidak, aku masih seorang gadis kecil yang lemah. Lawan yang sedang dilawan oleh pemuda tersebut memiliki kekuatan yang setara dengan Knight dan Wizard tingkat [ Bronze ]

Hal itu bisa aku rasakan dari aura yang dia pancarkan.

Makhluk ular raksasa bernama Phyton ini memiliki ketahanan tubuh yang sangat hebat, bahkan hanya logam Adamantium yang bisa melukai tubuhnya.

'Phyton memiliki kekuatan fisik yang paling kuat diantara jenis ular lainnya, orang biasa pasti akan terluka berat kalau sampai terkena serangannya, tapi...' pikir ku

Phyton memang magical beast yang diberi keistimewaan ketahanan tubuh yang sangat kuat, tapi... pemuda itu, bagaimana bisa tidak apa-apa setelah menerima begitu banyak serangan Phyton.

"Siapa sebenarnya pemuda itu..."

Diriku kembali tercekat ketika melihat Phyton tersebut mengarahkan pandangannya padaku

Dari tempatku berdiri saat ini, aku bisa melihat kilatan ungu berbahaya yang bersinar dari dalam matanya. Sat dia menatap tajam kearahku, aku sebenarnya berniat untuk lari, namun tubuhku menolak untuk bergerak.

Aku saat ini benar-benar tidak mampu melakukan apapun, selain hanya terdiam. Tubuhku bergetar hebat ketika Phyton itu semakin mendekatiku, keringat dingin pun mulai mengucur deras dipelipis kananku

Saat Phyton itu membuka mulutnya, aku bertanya dalam hati 'Apa yang akan dia lakukan?'

Ketika dia semakin mendekat aku hanya bisa pasrah dengan keadaan, makhluk tersebut kemudian langsung bergerak cepat berusaha melahapku, namun-

"!"

Sesaat sebelum itu aku meliaht sesosok manusia mendekap erat tubuhku dan-

BRUAAAAAAKKKKKK

RIN POV END

BRUAAAAAAKKKKKK

Dari balik kepulan asap, Rin yang tidak merasakan rasa sakit seperti apapun merasa aneh. Diapun akhirnya memutuskan untuk membuka kedua matanya dan melihat keadaan.

"Haah, dasar!" ucap seseorang

Rin sedikit terkejut ketika menyadari kalau dirinya sedang dalam dekapan seseorang. Orang tersebut kemudian melepaskan dekapannya terhadap Rin, dan Rin pun akhirnya bisa melihat wajah dari pemuda tersebut. Pemuda yang menyelamatkannya itu memiliki rambut pirang, matanya pun seindah batu safir, wajahnya juga cukup tampan, ditambah dengan tiga tanda lahir di pipinya yang menciptakan keunnikan tersendiri.

"Kau tidak apa-apa?" tanya pemuda tersebut

"E-Ehm!" gumam Rin sambil menganggukan kepalanya "Ano... namamu siapa?" tanya Rin

"Namaku Uzumaki Naruto"

"Na-namaku Rin, Nohara Rin"

"Begitu, ya!"

Sesaat setelah itu, pembicaraan mereka terpotong ketika melihat Phyton tersebut kelihatannya mulai marah karena dia menganggap Naruto sudah mencuri mangsanya. "Bicaranya nanti saja, saat ini kita harus menghentikan makhluk itu lebih dulu" ucap Naruto dengan tegas dan jelas.

"Tapi, aku ini perempuan, apa yang bisa aku lakukan?"

"Tenang saja, ini!" ucap Naruto sambil memberikan sebuah bola kecil berwarna kuning yang terlihat seperti geranat

"Apa ini?" tanya Rin

"Itu adalah geranat magnet milikku" ucap Naruto

"Apa yang harus aku lakukan dengan benda ini?" tanya Rin

"Aku akan menjadi umpan untuk makhluk itu, akan kupancing dia supaya memperlihatkan titik lemahnya, saat dia membuka mulutnya aku ingin kau melemparkan geranat magnet itu kemulutnya, itu memang tidak akan mempengaruhi tubuhnya, tapi itu akan berpengaruh pada benda-benda disekitarnya yang mengandung magnet, kau mengerti, kan, Rin!" jelas Naruto

"Aku mengerti!"

"YOSHA! AYO MAJUU!" teriak Naruto dengan penuh semangat

DRAP...

Naruto kemudian berlari, menerjang kearah Phyton, sementara itu Rin bertugas sebagai pendukungnya dari belakang. Phyton tersebut bergerak cepat dan menyabetkan ekornya kearah Naruto

DAARRRR

Namun untungnya Naruto berhasilh menghindari serangan tersebut. Dia kemudian melompat menajuh beberapa meter kearah kiri Phyton. Saat itulah Naruto kemudian merapalkan segel Ninjutsu-nya dan mengeluarkan jurusnya.

"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

Kemudian terciptalah beberapa kloning Naruto yang berjumlah sekitar dua puluh orang. Setengah dari para kloning Naruto tersebut menyerang Phyton secara bersamaan. Mereka menyerang Phyton dari berbagai sisi menggunakan kunai yang sudah dialiri cakra mereka.

Namun nampaknya serangan mereka tidak terlalu berpengaruh pada tubuh Phyton. Hal itu bisa dilihat dari tubhnya yang sama sekali tidak mengalami luka akibat serangan para klon Naruto. 'Sial, tubuhnya keras sekali, seperti besi' batin Naruto

Naruto semakin mengeraskan ekspresi wajhnya saat ular tersebut ternyata masih belum mau juga membuka mulutnya.

"KUSO! AKAN KUBUAT KAU MEMBUKA MULUTMU!" teriak Naruto

"MINNA! AYO MAJUUU!" teriak Naruto lagi

Secara serentak para klon Naruto kemudian bergerak secara bersamaan menyerang sang Phyton.

Naruto dan para klonya tersebut saling bekerja sama untuk membuat Phyton menunjukkan sisi lemahnya. Namun ular tersebut begitu kers kepala hingga membuat Naruto cukup kesal. Sampai-sampai Naruto mengeluarkan teriakan kekesalannya saat dia menyerang

"HUOOOOOOOOO!" teriak Naruto

Sementara itu, Rin masih berdiam diri menunggu aba-aba dari Naruto. Dia menatap Naruto dengan penuh rasa kagum dalam benaknya.

'Hebat, dia bisa menandingi kekuatan dari magical beast' pikir Rin

Saat Naruto melompat, dan hendak menyerangnya, ular tersebut kemudian menyabetkan ekornya dengan sekuat tenaga hingga membuat retakan-retakan tanah mencuat keatas dan membuat ledakan kecil

DUAARRRR

Karena ledakan tersebut membuat Naruto terpental hingga membentur sebuah pohon dengan sangat keras. Karena serangan tersebut pula, para klon Naruto yang tersisa kini hanya tinggal dua. Ini hal yang sedikit diluar dugaan Naruto, dia tidak menyangka kalau ternyata magical beast terlemah sekalipun memiliki kekuatan yang membuatnya sangat kewalahan sampai harus meminta bantuan orang lain.

"Oi, kau tidak apa-apa?" tanya klon 1

"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit memar!" ucap Naruto

Sementara itu, Phyton masih dalam posisi bersiaga sambil menjulurkan lidahnya keluar beberapa kali. Naruto masih berusaha bangun dari keterpurukannya. Disisi lain, Rin juga masih dalam posisi bersiaga sambil terus memperhatikan pertarungan mereka.

' Sekor ular mampu merasakan hawa panas yang ada disekitarnya, selain itu lidah yang mereka julurkan juga mampu mencium bau mangsa mereka. Jika ular menggunakan kemampuan sensorik untuk mengetahui keadaan sekitar, dan indra penciuman untuk mendeteksi mangsa, maka kelemahannya adalah... matanya' pikir Rin

Setelah mengetahui kelemahan dari ular tersebut, Rin kemudian memberitahukannya pada Naruto

"HEY! KELEMAHAN ULAR ITU ADALAH MATANYA, SERANG MATANYA!" teriak Rin memberitahu Naruto

Naruto yang mendengar hal tersebut membuat ekspresi tersenyum kecil. Dia kemudian kembali mengarahkan pandanganya kearah ular tersebut.

"!"

Namun, saat dia menolehkan wajahnya, Naruto dibuat terkejut oleh Phyton yang kini tiba-tiba saja sudah berada tepat didepan matanya. Ular tersebut pun kemudian menyerangnya yang cepat, namun untungnya Naruto kembali berhasil menghindari serangan tersebut dan berada diatas dahan salah satu pohon yang ada ditempat itu.

Dan disebelah kiri dan kanannya, berdiri dua klon yang sangat mirip dengannya. Beberapa detik kemudian, ekor ular tersebut tiba-tiba saja keluar dari dalam tanah dan menghancurkan dahan pohon tempat Naruto berdiri tadi.

Sementara itu Naruto yang asli telah berhasil menghindar, dan bersama dengan dua klonnya posisinya kini sedang melayang diudara.

"Waktunya menunjukkan jurus baru kita!" ucap Naruto dengan nada penuh semangat.

Para klon Naruto yang berada disisi kanan dan kirinya tersebut kemudian menengadahkan tangannya, mereka mengalirkan cakra ketangan mereka dan menciptakan sebuah putaran angin kecil yang cukup bertenaga. Sementara itu Naruto yang asli menjadikan kedua putaran angin tersebut sebagai tumpuan.

"FUUTON: REPPUSHO"

DASSHH...

Naruto kemudian meluncur kearah ular tersebut seperti sebuah rudal dengan kecepatan tinggi. Dari arah bawah, ekor ular tersebut berubah menjadi seperti sebuah pedang dan meluncur bebas kearah Naruto. Naruto kemudian memutar tubuhnya dan berhasil menghindari serangan tersebut.

Dan kini dia menggunakan tubh ular tersebut sebagai pijakannya. Dengan sekuat tenaga, Naruto langsung menerjang kearah sang Phyton dengan sangat cepat. Disaat sudah dekat Naruto melemparkan sebuah kunai kearah kepalanya, namun karena kulitnya begitu keras kunai tersebut akhirnya terpental entah kemana.

Dan disaat yang bersamaan, lidah yang dijulurkan ular tersebut tiba-tiba saja menajam dan-

JLEEBB

Menusuk jantung Naruto.

"Naruto!" pekik Rin saat melihat Naruto tertusuk oleh lidah ular tersebut.

dia bisa melihat darah yang muncrat keluar dari dalam tubuh Naruto, untuk sesaat Rin menatap horor kejadian tersebut sebelum tiba-tiba saja-

BOFF

"!"

Tubuh Naruto berubah menjadi kepulan asap kecil berwarna putih, ternyata Naruto yang itu adalah kloning. Disisi lain kunai yang dia lemparkan tadi berubah menjadi kewujudnya yang semula.

POFF

Dan ternyata dia adalah Naruto yang asli, sepertinya Naruto sempat bertukar tempat saat kunai tersebut dilemparkannya. Rin membulatkan matanya saat melihat ternyata Naruto itu masih hidup, dan yang tertusuk tadi hanyalah kloningnya.

"KAU LENGAAH!" teriak Naruto yang kemudian melompta kearah kepala Phyton dan mengarahkan satu serangan telak kepadanya.

BUAAKK

Naruto memberikan sebuah pukulan kearah ular tersebut dan tentu saja itu sangat menyakitkan. Meski seleuruh bagian tubuh makhluk tersebut sangatlah keras, namun matanya tetaplah menjadi bagian terlemah karena ular punya pengelihatan yang buruk.

Disaat yang sama, ular tersebut menjerit kesakitan karena matanya terkena serangan. Disaat itu pula mulutnya terbuka sangat lebar dan memperlihatkan kelemahanya yang kedua.

'Itu dia!' batin Rin

Rin kemudian menekan tombol yang ada pada bola kuning yang dia pegang. Rin kemudian melemparkannya dengan sekuat tenaga kearah mulut ular tersebut. Dan saat dilempar, dan saat dilempar, bola kuning tersebut kemudian terpecah dan berubah menjadi seperti sebuah peluru berwarna emas mengkilat.

ZIUUUSSSSSSSSSSS

Peluru tersebutkemudian mengeluarkan tenaga roket dan meluncur tepat kearah mulut sang ular raksasa itu. 'Timing yang bagus, Rin!' pikir Naruto saat melihat Rin melemparkan bom magnetnya yang kemudian berubah menjadi peluru. Dan peluru tersebut kemudian menancap didalam bagian dalam rahang bawah sang ular dan kemudian-

DAAAARRRRRRR

BZZZTT...

Peluru tersebut pun meledak dan mengeluarkan semacam petir kecil saat meledak. Sementara itu Naruto berhasil mendaratkan tubuhnya disisi lain. Dia kemudian merogoh kantungnya namun

' Sial, shuriken milikku hanya tinggal empat!' pikir Naruto

Memang, saat dia pergi berlatih tadi, Naruto memang tidak membawa shuriken dalam jumlah yang banyak, dia juga tidak menyangka bahwa latihan paginya akan berakhir seperti ini. Naruto kemudia kembali memberikan tatapan serius kearah monster ular itu.

"Ini bukan waktunya untuk mencemaskan hal seperti itu!" gumam Naruto

Dia pun akhirnya memututskan untuk mengambil dua shuriken miliknya yang masih tersisa. "Terima ini!" ucap Naruto saat dia melempar kunainya tersebut, sambil merapalkan segel jutsunya.

"SHURIKEN KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

WUUUUSSSSHHHHH

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

SYAAT... SYAAT... SYAAT... SYAAT...

Shuriken tersebut langsung bertambah banyak dua kali lipat dan berputar cepat kearah ular raksasa tersebut.

Saat sang ular membuka mulutnya, shuriken-shuriken tersebut yang awalnya hanya mengarah kepadanya, kini berubah arah menuju kearah mulutnya. Hal ini diakibatkan oleh gaya tarik magnet yang tercipta melalui bom magnet yang dilemparkan kedalam mulut ular tersebut tadi.

Shuriken-shuriken tersebut akhirnya menancap dengan sangat kuat didalam mulut Phyton hingga membuatnya menjerit kesakitan. Tubuh Phyton tersebut bergerak kesana kemari sambil menahan rasa sakit. Beberapa pohon yang dia tabrak pun hancur, phyton tersebut menyerang secara membabi buta,.

'Cih, dia malah semakin marah!' batin Naruto

"!"

Naruto membulatkan matanya saat ekor ular tersebut disabetkan kearah dirinya. Karena serangannya sangat cepat, Naruto bahakan tidak smepat menghindar dan akhirnya terpaksa menerima sabetan ekor ular tersebut secara langsung.

DUAKKH

"Uagh!" erang Naruto saat merasakan sakit saat disabet oleh ekor Phyton.

WUUSSSSHHH

BRUAAKK

Dan hasilnya pun, Naruto terpental dan membentur sebuah pohon dengan sangat keras. Sampai-sampai, pohon yang dia tabrak pun ikut roboh gara-gara saking kuatnya terkena hantaman. Disisi lain, Rin terkejut karena dia menyadari kalau serangan tadi ternayat masih belum cukup untuk mengalahkan Phyton. Dia kemudian berlari mengahmpiri Naruto yang sedang terlukan.

"Hey, kau tidak apa-apa?" tanya Rin

"Menurutmu bagaimana?" tanya Naruto balik

"!"

Mereka tersentak kaget saat Phyton kembali melancarkan serangannya dengan sangat cepat. Dengan sigap, Naruto mendorong tubuh Rin dengan sekuat tenaga kearah yang berlawanan dengan dirinya. Disaat yang bersamaan, Naruto melompat menghindari serangan Phyton tersebut.

Disisi lain, Phyton mengeluarkan semacam lingakaran sihir dari dalam mulutnya, disaat yang sama lingkaran sihir lainnya pun juga muncul di sekitar ular tersebut. Rin, membulatkan matanya saat meliaht lingkaran-lingkaran sihir itu "Itu, kan...!" gumam Rin

"!"

DRAP...

Sementara itu, tanpa pikir panjang Naruto langsung maju menyerang Phyton tersebut.

"Tunggu..." ucap Rin

Tanpa memperdulikan ucapan Rin, Naruto tetap maju

"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

BOFF... BOFF... BOFF... BOFF

Naruto langsung menciptakan dua puluh orang klon dirinya. Dan dengan teriakan penuh semangat Naruto memerintahkan para klonnya untuk maju menyerang bersamanya.

"AYO SERAAANG!"

"AAAH!" teriak para klon

Sementara itu dari lingakaran-lingkaran sihir tersebut, keluarlah puluhan jarum berukuran kecil. Dan setiap jarum tersebut mengandung racun yang bahkan sanggup membunuh sepuluh orang dewasa. Hasilnya sepuluh orang klon Naruto berhasil dikalahkan, namun sisanya berhasil menghindar dan melanjutkan serangan.

Ditangan mereka pun juga mulai terlihat pedar cakra berwarna biru laut. Kelihatannya mereka mau menyerang hanya dengan serangan fisik.

"HENTIKAN, SERANGAN FISIK SAJA TIDAK AKAN MEMPAN PADANYA!" teriak Rin memperingatkan Naruto

"Kita lihat saja!" ucap Naruto

Nampaknya ucapan Rin sama sekali tidak berguna. Naruto sama sekali tidak mendengarkan ucapannya dan pada akhrinya Naruto par klonny menyerang Phyton tersebut secara bersamaan. Awalnya Rin mengira kalau hal itu percuam saja karena tubuh ular tersebut sangat keras seperti batu, namun-

"NARUTO NISENRENDAN NO MAKI"

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

BAK... BUK.. BAK... BUK... BAK... BUK...

Rin membulatkan matanya saat melihat Naruto dan sepuluh klonnya yang masih tersisa mengahjar Phyton tersebut hingga babak belur. Namun setelah menerima serangan bertenaga milik Naruto yang seperti itu, Phyton tersebut ternyata masih bisa berdiri.

"!"

Rin membulatkan matanya saat melihat bahwa ular tersebut ternyata masih bisa bangun.

'Ternyata benar, serangan fisik saja tidak akan berpengaruh padanya' pikir Rin

Lingkaran sihir berwarna ungu pun kembali tercipta disekitar Phyton, dan spertinya yang menjadi targetnya kali ini adalah Rin. Namun-

"MAKAN INII!" teriak Naruto

DUAAARRRRRR

Rin kembali membulatkan matanya saat dia melihat Naruto yang tiba-tiba saja terjun dari langit dan menghantam kepala Phyton dengan sangat keras, saking kuatnya bahkan sampai menciptakan sebuah ledakan kecil.

Sementara itu Naruto terjatuh akibat terpental gara-gara ledakan tersebut. Rin hanya terperangah saat melihat hal tersebut, dia kemudian mengalihkan pandangannya kearah Naruto yang sedang terbaring disisi lain. "Naruto!" gumam Rin saat melihat keadaan Naruto yang sudah babak belur dan terbaring di tanah. Dia kemudian berlari menghampiri Naruto.

"Hey, kau tidak apa-apa?" tanya Rin

"Aah, aku baik-baik saja" ucap Naruto "Lalu bagaimana dengan ular itu?" tanya Naruto

Rin dan Naruto kemudian menolehkan pandangannya kearah ular tersebut. Dan seperti yang diduga ular tresebut telah mati dengan kondisi tengkorak kepalanya yang telah hancur, "Yah, kau bisa lihat sendiri disana!" ucap Rin.

Naruto hanya memberikan tatapan datar saat melihat mayat dari ular tersebut, namun saat dia berusaha untuk bergerak, tiba-tiba saja dia merasakan sakit dibagian punggungnya.

"Ugh! Erang Naruto saat merasakan sakit dibagian punggungnya.

"Hey, kau kenapa?" tanya Rin yang sedikit mengkhawatirkan Naruto

"Punggungku... sakit!" ucap Naruto terbata-bata

Rin kemudian mengalirkan cakra pada kedua tangannya, dan sesaat setelah itu terciptalah pedar tips berwarna kehijauan ditangannya. Rin kemudian meletakan kedua telapak tangannya kepunggung Naruto. Sensasi hangat, itulah yang Naruto rasakan saat kedua telapak tangan Rin menyentuh punggungnya.

"Kau... ninja medis?"

"Yah, begitulah! Meski tidak terlalu mahir, setidaknya aku masih bisa memberikan pertolongan pertama padamu!" ucap Rin

"Begitu, ya!" gumam Naruto

Saat Rin mengobati lukanya Naruto, dia hanya menatap datar, namun kemudian sebuah senyum tipis tercipta di wajahnya yang manis itu.

"Arigatou!" ucap Rin

"Ha, u-untuk apa?" tanya Naruto

"Terima kasih karena sudah menolongku, kalau tidak ada kau, aku mungkin sudah berakhir menjadi makan ular" ucap Rin

"T-tidak usah di pikirkan, lagipula ini juga salahku" ucap Naruto

"Heh! Apa maksudmu?" tanya Rin

"Saat aku sedang berada hutan, aku tiba-tiba saja diserang oleh ular itu, dan karena wilayahnya cukup dekat dengan pemukiman warga, aku berniat untuk memancingnya ketempat yang lebih sepi, tapi aku juga tidak tahu kalau kau ada ditempat itu" jelas Naruto

"Begitu, ya" gumam Rin "Lalu, apa yang sedang kau lakukan dihutan sepagi ini?" tanya Rin

"Eh, aku sedang latihan!" ucap Naruto dengan datar

"Hee, kau latihan sepagi ini!" ucap Rin tidak percaya

"Yah, begitulah, aku sudah sering melakukan hal ini!" ucap Naruto

"Hee, ternyata kau anak yang rajin, ya" ucap Rin

"Menurutmu bgitu, ya?" tanya Naruto

"Tadi kau bilang kalau kau sudah sering latihan di hutan pagi-pagi buta kan? Itu menandakan bahwa kau adalah anak yang rajin berlatih" ucap Rin

"Ehe he he, sokka!" ucap Naruto sambil cengengesan

Naruto sedikit malu karena dia puji oleh seorang gadis karena dia dianggap sebagai anak yang rajin, padahal sebenarnya tidak begitu.

'Aku jadi tidak enak karena sudah membohonginya' pikir Naruto

"Oh iya, apa kau juga masuk ke Hiruzen Academy juga?" tanya Rin

"I-Iya, aku mengambil divisi Shinobi" ucap Naruto

"Hee, kalau begitu sama denganku, aku juga mengambil divisi shinobi, dibidang ninja medis, kalau kau?" tanya Rin lagi

"Eh, emm... etto... aku belum tahu karena aku masih murid baru diakademi itu, selain itu hari ini juga hari pertama aku masuk sekolah" ucap Naruto

"Begitu, kalau aku sih pertama masuk ke akadei Hiruzen sekitar dua tahun yang lalu" uap Rin

"Hee, begitu ya... eh... tunggu apa! dua tahun yang lalu?" ucap Naruto tidak percaya

Semenatra Rin hanya membalasnya dengan menganggukan kepalnya

"Sebenarnya, berapa usiamu?" tanya Naruto

"tiga belas tahun!" ucap Rin

Bagaikan disambar petir dipagi hari, Naruto langsung diam di tempat

'T-tiga belas!? Berarti, dia lebih muda dariku!' pikir Naruto yang tiba-tiba saja langsung terlihat murung

Rin menaikan sebelah alisnya saat melihat Naruto tersebut

"Kau, kenapa?" tanya Rin

"Tidak, tidak apa-apa" ucap Naruto dengan nada suram

Naruto kemudian menghela nafas pendek dan melanjutkan obrolan mereka kembali.

"Kalau aku baru lima belas tahun" ucap Naruto

"Hee, berarti kau lebih tua dariku" ucap Rin

"Yah, begitulah" ucap Naruto

"Tapi, aku juga heran.." ucap Naruto

"Heran? Heran kenapa?" tanya Rin

"Padahal kau ini jenius, tapi kenapa menghadapi masalah seperti ini saja kau tidak bisa?" tanya Naruto

Setelah mendengar ucapan Naruto tersebut, Rin langsung terdiam tanpa bicara apapun untuk beberapa saat. Dari raut wajahnya, nampaknya Rin tengah mengingat sesuatu yang sudah lama ingin dia lupakan.

"Oi, kenapa kau melamun?" tanya Naruto yang langsung membuyarkan lamunan Rin

"Eh, t-tidak, tidak apa-apa" ucap Rin

Naruto hanya menaikan sebelah alisnya saat mendengar ucapan Rin.

"Nama Nohara Rin, adalah nama pemberian kakekku, Sandaime Hokage!" ucap Rin

"Eh!" pekik Naruto

Naruto terkejut ketika mengetahui kalau yang sedang bicara dengannya saat ini adalah cucu dari Hiruzen-ojiisan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sandaime Hokage.

"Tapi, meski begitu, aku juga tahu kalau aku ini hanyalah cucu angkatnya" ucap Rin

"Cucu angkat? Apa maksudmu?" tanya Naruto

"Ayah dan ibuku meninggal saat aku masih kecil, kira-kira saat usiaku masih 5 tahun, mereka meninggal saat menjalankan sebuah misi khusus dari Konoha. Waktu itu, aku masih sangat kecil dan tidak tahu apapun. Akhirnya kakek memutuskan untuk menjadikanku sebagai cucu angkatnya" ucap Rin

Naruto hanya terdiam mendengarkan semua omongannya Rin

"Kakek mengajariku tentang banyak hal, mulai dari ilmu pengetahuan hingga ninjutsu medis, meski dia tidak begitu tahu bagaimana cara menjadi seorang ninja medis yang baik, dia mengajariku tentang bagaimana menjadi seorang shinobi sejati" ucap Rin

"Tapi, meski semua orang didesa sudah tahu siapa namaku, tidak ada yang melihat atau memanggilku dengan nama itu, semuanya melihatku hanya sebagai cucu Hokage. Jujur saja itu membuatku muak, karena itu aku terus belajar dan berlatih keras hingga akhirnya aku bisa menjadi seora genin" ucap Rin

"Lalu apa yang menjadi hambatanmu?" tanya Naruto

"Saat pertama kali menerima misi, aku ditugaskan untuk mengewal seseorang kembali kenegaranya bersama dengan dua rakanku dan juga satu orang guru pembimbing. Namun hal yang taidak terduga muncul dimana kami harus berhadapan dengan Jonin dari desa lain"

"Eh!" pekik Naruto

"Meski pada akhirnya misi berhasil terlaksana, dua rekanku tewas dan ditambah lagi aku dan guru pembimbing kami mengalami luka berat saat berhadapan dengan jonin tersebut. Pada akhirnya kami harus menjalani perawatan dirumah sakit selama seminggu penuh. Saat itulah aku menyadari bahwa dunia shinobi lebih kejam dari yang aku kira" ucap Rin

Naruto masih saja diam sambil mendengar ucapan Rin

"Aku ini orang lemah, ya! mungkin sebaiknya aku berhenti saja menjdai shinobi!"

Saat mendengar hal itu, Naruto merasa sedikit kesal dengan apa yang dikatakan Rin, meski belum begitu mengenal Rin, dia merasa kalau dia harus memberikan sesuatu pada Rin untuk menyemangatinya

"Apa yang kau katakan!?" beo Naruto

"Eh!" pekik Rin

"Setelah semua yang kau perjuangkan, kau mau menyerah ditengah jalan, begitu? Enak saja kau!"

"Eh, T-tapi..." ucap Rin

"Dengar ini, aku tahu kalau kau ini perempuan, tapi setelah semua yang kau perjuangkan, sebagai seorang shinobi kau tidak bisa berhenti ditengah jalan begitu saja, itu sama artinya dengan kau melarikan diri ditengah peperangan. Sesakit apapun, sepahit apapun kenyatannya, sesulit apapun rintangan yang kau hadapi, tetaplah melangkah maju dan jangan pernah melihat kebelakang, bagiku itulah yang namanya shinobi sejati" ucap Naruto dengan tegas dan jelas

Ucapan Naruto tersebut membuat Rin tertegun

Diapun teringat akan kata-kata dari kakeknya yang mengatakan bahwa 'jadilah orang yang pantang menyerah jika ingin diakui oleh banyak orang'.

Kemudian diwajah Rin, terciptalah sebuah senyuman kecil namun tulus. Dia merasa seperti sedang dinasehari oleh seorang kakak yang selalu membimbing adiknya pada kebaikan.

"Terima kasih!" ucap Rin

"Eh!" pekik Naruto

"Pertama kau sudah menyelamatkanku, dan sekarang kau memberiku motivasi atas masalah yang sedang aku hadapi"

"Eh, m-maaf kalau kau merasa terganggu dengan hal itu"

"Tidak, berkat kata-kata darimu aku bisa mengingat hal penting yang pernah dikatakan kakeku, Terima kasih" ucap Rin

"Begitu, ya" ucap Naruto

"Oh iyi, ngomong-ngomong, bukanya hari ini hari pertamamu masuk sekolah?" tanya Rin

"Eh! Benar juga" pekik Naruto

Naruto akhirnya ingat kalau hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah, dan hari pun kelihatannya sudah mulai siang

"Ada apa?" tanya Rin lagi

"Maaf, ngobrolnya lain kali saja!" ucap Naruto

Setelah itu Naruto kemudian segera mengambil kembali barang-barangnya dan bergegas pulang

"Kau mau kemana?" tanya Rin lagi

"Aku harus bergegas, soalnya hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah!"

"Begitu, ya" ucap Rin

Naruto kemudian berlari meninggalkan Rin disana

"Kalau begitu sampai jumpa disekolah, Rin!" ucap Naruto dengan nada yang sedikit keras

Diikuti oleh daun-daun yang berjatuhan dan suara ranting-ranting pohon yang saling bertabrakan karena hembusan angin. Andai saja Naruto melihat kebelakang, dia pasti akan tahua kalau wajah Rin kini tengah merona merah karena mendengar ucapannya.

'Dia... memanggilku dengan namaku, apa... itu artinya dia... mengakuiku?' pikir Rin

Sementara itu Rin terus menatap Naruto yang perlahan semakin jauh dan akhrinya hilang dari pandangannya.

ENDING: -LITTLE BY LITTLE-

BERSAMBUNG...

Yosh, akhirnya selesai juga chapter kali ini, maaf membuat para Reader-san menunggu lama. Bagaimana menurut kalian chater kali ini? Menarik atau tidak? Atau banyak kekuranganya. Yah, kalau ada kekurangan maklumi saja, namanya juga manusia. Kalau ada yang mau berkomentar silahkan saja.

Okelah, gitu aja sampai sini, Bye-bye, minna.