Karakter utama: Uzumaki Naruto
Genre: Adenture, Fantasy, Drama, , Friendship, Romance, School life, Hurt/ Comfort, Harem
Peringatan : Karakter SAO, Date a Live & Nisekoi bertebaran dimanapun, ooc, Fem Kirito, tidak suka tidak usah di baca,
Maaf kalau ada kemiripan dengan fic lain, dan ditambah lagi, fic ini ada kemungkinan akan mengikuti alur Anime Naruto atau mungkin juga tidak
OPENING: -THANK YOU MY FRIEND-
Naruto
Chapter 3: Teman baru
Hari ini, kamis 30 Juli, ditebing sana, terlihat wajah batu para Hokage yang menjadi lambang Konoha pemandangan di Konoha pun terlihat damai dan juga biasa-biasa. Tidak seperti beberapa hari yang lalu saat wajah batu para Hokage terlihat penuh dengan coretan cat. Hal tersebut tentu membuat seluruh warga jadi heboh, dan siapa yang bernai melakukan hal nekat tersebut. Yah, siapa lagi kalau bukan Uzumaki Naruto, sipembuat onar yang paling terkenal diKonoha. Memang, beberapa hari yang lalu Naruto adalah seorang murid akademi yang suka berbuat onar dan bahkan dia juga sudah gagal dua kali dalam ujian kelulusan. Namun sekarang dia telah berhasil melewati ujian tersebut dan kini tengah memulai kehidupan sekolahnya yang baru.
Hiruzen Academy, adalah tempat dimana Naruto memulai kehidupan bersekolahnya yang baru. Dia kini tengah berjalan dengan santai sambil menuju kesekolahnya. Semua orang yang dia lewati meandanginya dengan tatapan dingin.
'Lihat, anak itu!'
'Apa yang dia lakukan disini?'
'Cih, dasar pembuat onar'
'Pergi sana!'
'Konoha tidak membutuhkanmu'
Dan begitulah, Namun Naruto terus berjalan dengan santainya seolah tidak terjadi apa-apa. dia berjalan menuju kesekolahnya sambil menunjukkan wajah malasnya. Naruto sesekali menghela nafas pendek sambil menggerutu tidak jelas.
"Haah, menyebalkan, kenapa aku harus sekolah lagi!?" gerutu Naruto
Setelah kejadian dua hari yang lalu, tepatnya saat dia menyelamatkan seorang gadis bernama Rin yang ternyata adalah senpainya, Naruto mulai bertanya seperti apa kehidupan ninja yang akan dia jalani nantinya. Itulah hal yang sedang dia pikirkan saat ini.
Naruto terus saja menatap malas kedepan dan sambil terus berjalan. Sampai dia melihat segerembol orang tengah berkumpul disana, seperti sedang menyaksikan pertunjukkan.
"Ada apa itu?" tanya Naruto
Dia kemudian ikut menuju kearah keramaian tersebut. Namun karena saking ramainya, Naruto sampai tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi. Bahkan saat dia mencoba untuk menerobos masuk, dia malah didorong balik hingga terjatuh.
'Cih, kalau seperti ini aku tidak bisa melihat apa yang terjadi!' pikir Naruto
Setelah itu, Naruto kemudian mencoba mencari cara lainnya untuk melihat apa yang terjadi. Naruto mengedarkan pandangannya kesegala arah. Sampai matanya tertuju pada satu tempat. pandangannya tertuju pada sebuah pohon yang berada tepat disebelah kerumunan orang tersebut
Naruto kemudian melompat kearahnya pohon itu dan bertengger disalah satu ranting pohon yang kiranya cukup kuat untuk menahan berat badannya. "Hehe, dengan begini aku bisa melihat apa yang terjadi!" ucap Naruto sambil tersenyum puas.
TRANG... TRING... TRANG... TRING
Dan disana, Naruto akhirnya tahu apa yang menjadi penyebab dari keramaina ini, ternyata dia melihat dua orang gadis sedang berduel. Dan jika dilihat dari keadaannya, sepertinya mereka berdua dari divisi knight. Mereka saling menghantamkan pedang mereka berdua. Berkali-kali mereka melakukan hal itu, namun belum ada satupun yang terlihat lelah. Dan dari hal tersebut sudah bisa dipastiakn bahwa dua gadis tersebut bukanlah amatiran.
Gadis pertama memiliki rambut hitam yang panjang, matanya berwarna gelap, ditambah lagi pedang yang dia gunakan juga berwarna hitam, dan juga dia memakai sebuah sarung tangan.
Gadis kedua memliki rambut berwarna silver pendek, mata berwarna kuning kecoklatan, dan juga pedang yang khas dengan seorang samurai. Dan kelihatannya, usianya tidak jauh beda dengan Rin.
Mereka berdua saling menghantamkan pedang mereka, hingga pada satu waktu mereka akhirnya berhenti.
"Hee, rupanya kau hebat juga, Toujo Koneko-chan" ucap yang berambut hitam panjang
"Suatu kehormatan bisa menerima pujian darimu, Kirigaya Kazuko-senpai"
Mereka berdua terlihat puas dengan dual mereka tadi
Disisi lain Naruto hanya memberikan tatapan kagum pada saat melihat duel dua gadis tersebut.
"He-hebat!" gumam Naruto
Dan begitulah, kemudian ditengah pertarungan mereka berdua tiba-tiba saja ada seseuatu yang membuat mereka berhenti.
TRANG...
Koneko dan Kiriko membulatkan matanya saat melihat Tebasan pedang Kiriko tertahan diudara, saat dia melihat, dia melihat semacam lingkaran sihir berwarna merah.
"Ini...!" gumam Kiriko
POK.. POK...
Dari balik kerumunan, terdengar seseorang menepuk tangannnya dan menghentikan duel Naruto dan Kiriko. Dari balik kerumunan orang-orang muncul seorang gadis berambut merah sepanjang bahu, wajah cantik, dan juga mata berwarna hijau permata, dia terlihat begitu berkarisma.
"Cukup sampai disitu!" ucap gadis tersebut
Naruto menaikan sebelah alisnya melihat gadis tersebut, sementara murid-murid yang lainnya terlihat aling membisikkan sesuatu dan tampak seperti mengaggumi gadis tersebut. 'Gadis itu, orang terkenal, ya?' pikir Naruto
"Kau... apa alasanmu menghentikanku?" tanya Kiriko
"Maaf kalau aku mencampuri urusanmu, tapi menurut peraturan, dilarang membuat keributan disekolah!" ucap gadis berambut merah tersebut dengan nada tegas
"Kami hanya sedang melakukan pemanasan" ucap Kiriko
"Apapun yang kau katakan, Kiriko-chan, dilarang menggunakan kekuatanmu diluar arena duel"
Dia kemudian menyimpan kembali pedang hitamnya kedalam sarung pedangnya.
"Huft, kita lanjutkan duel ini lain kali, Koneko-chan" ucap Kiriko
"Ha'i, Kiriko-senpai"
Koneko menyarungkan kembali pedangnya, dan setelah itu para murid pun mulai bubar dan pergi menuju kekeklasnya masing-masing, begitu pula dengan Naruto.
SKIP TIME
Saat ini Naruto sedang berada di Training Field dari divisi Shinobi, dan semua murid yang ada disana memakai seragam olahraga atasan berwarna putih dan Training berwarna jingga. Mereka saat sini sedang melakukan tradisi kuno yang sudah ada semenjak jaman nenek moyang mereka. tradisi yang harus dilakukan oleh setiap shinobi muda saat berada diakademi. Tradisi yang dilakukan untuk menguji sejauh mana kemampuan dari seorang shinobi muda.
"Hari ini kita akan melaksanakan tradisi Shinobi Kumite untuk mengetes sejauh mana kemampuan kalian... dan yang kalah akan menerima hukuman lari keliling lapangan sebanyak seribu kali, jadi usahakan kalian berjuang sekuat tenaga dengan semangat muda kalian!" ucap sensei berambut mangkok yang kalau tidak salah namanya adalah Guy.
Ucap Guy dengan penuh semangat sambil menunjukkan senyumannya yang menyilakuakan, diberangi dengan teriakan penolakan dari para murid.
Beberapa saat kemudian, semua murid telah melaksanakan shinobi kumite dengan baik, dan saat ini Guy tengah memilih siapa yang akan berduel selanjutnya. Dia melihat semua muridnya yang ada disana sebelum pandangannya tertuju pada seorang Naruto yang sedang duduk-duduk dengan malas ditempatnya
"Berikutnya, Hyuga Hanabi akan berduel dengan Uzumaki Naruto"
Hanabi, gadis cantik dari klan Hyuga yang berada disisi lain kemudian beridiri dan segera berjalan maju kedepan.
"He!? Tunggu sebentar, sensei, kenapa harus aku yang melawannya?" tanya Naruto
"Hm? Memangnya kenapa Naruto? Kau takut?" tanya Guy dengan sedikit merendahkan
Merasa dirinya direndahkan, Naruto tidak terima dan akhrinya maju kedepan
"Si-siapa bilang aku takut pada seorang wanita!?" beo Naruto
Saat Naruto maju kedepan samar-smar dia dapat mendengar bisikan-bisikan dari para murid yang lain.
'Apa yang dilakukan sampah itu?'
'Hyuga pasti akan langsung menghajarnya'
'Dia tida akan menang'
'Aku yakin dia pasti kalah dalam satu serangan'
Sementara Naruto dan Hanabi pun malakukan salam penghormatan sebagai awal dari tradisi ini. Disisi lain Guy mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan kemudian
"Shinobi Kumite... Hajime"
Saat Guy mengatakannya, Naruto dan Hanabi masih belum bergerak. Mereka belum ada satupun yang menyerang meski sudah bersiap dengan kuda-kuda mereka masing-masing.
Mereka berdua saling memandangi dengan tatapan serius satu sama lain,
'Hyuga, terkenal dengan kemampuan pertarungan jarak dekat. Byakugan mereka mampu melihat titik-titik cakra dari lawannya, kalau aku sembarangan menyerang Hanabi-san mungkin akan langsung mengalahkanku.'
"Ano... Hanabi-san, kau bisa mulai menyerangku kapan saja!"
"Tidak, terima kasih, aku tidak ingin bertindak gegabah meski lawanku adalah kau, Uzumaki Naruto!" ucap Hanabi yang masih belum mengaktifkan Byakugannya.
Naruto tetap memberikan tatapan serius pada Hanabi, sang wakil ketua kelas mereka. 'Yang benar saja, apa dia meremahkanku?' pikir Naruto
"Kalau kau tidak mau, maka akulah yang akan memulainya!" ucap Naruto
Alis Hanabi sedikit terangkat saat Naruto mulai merepalkan segel jurusnya.
"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"
BOF.. BOF... BOF... BOF
Naruto menciptaan empat orang kagebunshin dan langsung menyerang Hanabi.
Keempat bunshin Naruto tersebut menyerang Hanabi secara bersamaan.
'Dia menyerang secara terang-terangan!' pikir Hanabi
Saat Hanabi mulai bergerak, tiba-tiba saja dia sudah berada didepan salah satu bunshin tersebut dan memukul bagian perutnya hingga membuanya terpental
SYAT...
DUAK
Bunshin lainnya pun mulai menyerang Hanabi dengan sebuah pukulan, namun Hanabi berhasil menghindar dan membanting bunshin tersebut.
Disaat yang sama, Hanabi langsung dihadiahi sebuah tendangan oleh bunshin Naruto yang ketiga. Namun dengan mudahnya Hanabi menghindarinya dengan merundukkan badanya.
Hanabi kemudian melompat kebelakang untuk menghindari mereka. namun bunshin keempat sudah ada didepan Hanabi dan bersiap untuk memberinya satu pukulan.
TAP
Namun Hanabi menangkisnya dengan mudah dan langsung memberikan Jukennya pada bagina dada. Sementara bunshin ketiga sudah melompat dan berniat memberikan satu pukulan saat diudara, namun saat hampir mengenai target, Hanabi merunduk dan kembali memberikan Jukennya pada bagian dada hingga membuat bunshin ketiga terpental keatas.
DUAK
Pada akhirnya, Hanabi berhasil mengalahkan keempat bunshin Naruto tersebut.
Disisi lain, Naruto yang asli masih terdiam ditempatnya. Sepertinya keempat bunshin tadi hanya lah sebagai umpan.
'Hehe, Hanabi-san memang yang terbaik'
'Si Naruto itu tidak mungkin bisa mengalahkannya'
Beberapa murid membisikkan hal tersebut, namun Naruto memilih untuk tidak peduli dan fokus pada pertarungannya
'Gerakan Hanabi-san sangat cepat, meski dia tidak menggunakan Byakugannya dan tidak mengincar titik vital, tapi aku tetap tidak boleh sampai meremehkannya meski dia seorang perempuan, selain itu aku juga tidak punya banyak Ninjutsu jarak jauh selain Shuriken Kagebunshin' pikir Naruto
Naruto mengeraskan sedikit ekspresi wajahnya, dia benar-benar berpikir keras bagaimana caranya mengalahkan Hyuga meski dia bukan tipe orang yang suka diam saja.
"Kalau Cuma diperkirakan saja tidak akan ada gunanya" gumam Naruto pelan
Disisi lain, raut wajah Hanabi tetap datar dan tidak bergeming sedikitpun.
'Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan, tapi aku harus tetap waspada' pikir Hanabi
"Guy sensei, bolehkah aku menganggap duel ini seperti pertarungan yang sebenarnya?" tanya Naruto
"Boleh saja, asalkan jangan sampai membunuh!" ucap Guy
Naruto yang mendengar hal tersebut akhirnya mengukir sebuah senyuman penuh kepuasan diwajahnya
"YOSHA! AYO MAJUU!" teriak Naruto dengan semangat
DRAP...
Dan tanpa pikir panjang lagi, Naruto langsung maju menyerang Hanabi secara terang-terangan.
Naruto mendaratkan sebuah pukulan pada lawannya tersebut, namun Hanabi dengan mudahnya menangkis pukulan Naruto kearah bawah.
TAP
Disaat itu Naruto langsung, membalikan badannya dan mengarahkan sebuah tendangan kearah wajah Hanabi, Namun lagi-lagi serangan Naruto tersebut berhasil ditangkis. Naruto kemudian melakukan salto dan sedikit memisahkan jarak antara mereka
DAK
WUASH
TAP
Setelah itu Naruto langsung melompat dan kembali memberikan sebuah tandangan kearah wajah Hanabi
DUAK
Hanabi kali ini menahan tendangan Naruto tersebut. Naruto kemudian memberikan sebuah pukulan kearah ubun-ubun Hanabi. Namun dengan mudahnya dia berhasil menahannya. Sedetik kemudian Naruto menggunakan kakinya yang lain untuk menendang Hanabi,
DUAK
Saat Hanabi menahannya, dia bisa merasakan efek dari tendangan Naruto tersebut. 'Ukh..! tendangannya sangat kuat!' pikir Hanabi. Saat ini Naruto dalam keadaan posisi terbalik, dan tentu wajahnya pun juga berhadapan dengan wajah Hanabi. Saat dia menatap wajah Naruto, Hanabi tidak menyadari kalau tangan Naruto yang lainnya masih bebas dan dengan cepat mengarahkan sebuah pukulan kearah dirinya.
"!"
WUSH
Hanabi dengan cepat langsung melepaskan pegangannya dan menajuhi Naruto. Disisi lain, saat Naruto hampir terjatuh, dia langsung memutar badannya dan mendarat dengan sempurna.
WUSH
TAP
Guy yang menyaksikannya hanya memberikan tatapan datar, sementara itu semua murid yang ada disana sedikit terkejut melihat pertarungan Naruto dan Hanabi
'Heh~ rupanya dia bisa mengimbangi Hanabi-chan'
'Tidak, itu pasti cuma kebetulan, Hanabi-san pasti tidak serius menghadapinya'
'Hm, benar juga'
Disis lain, Naruto menghela nafas pendek sebelum kembali mengeluarkan ekpresi wajah seriusnya
"Huft, sebelumnya aku minta maaf kalau permintaanku ini sedikit menyinggungmu Hanabi-san, tapi bisakah kau sedikit lebih serius lagi, setidaknya untuk menghargai latihanku selama ini!" pinta Naruto
Sementara itu, murid-murid lainnya berteriak
'Hah, menghargai, orang sepertimu tidak pantas untuk hal itu'
'Iya, iya itu benar!'
Begitulah, mereka pun akhirnya menertawai Naruto, namun dia sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut, sama dengan Hanabi, dia sama sekali tidak memperdulikan ucapan para murid lainnya dan mengabulkan permintaan Naruto
"Baiklah jika itu maumu, tapi jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa, ya!" ucap Hanabi
Dia kemudian menutup matanya dan sedetik kemudian muncul semacam urat nadi disekitar matanya
"BYAKUGAN"
Naruto yang ada disisi lain pun mulai jadi lebih waspada setelah Hanabi mengaktifkan Byakugannya. Namun meski begitu dia tetap memperlihatkan senyuman kepuasannya
"Pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai-dattebayou" ucap Naruto
Sedetik kemudian mereka berdua menyentak pijakan masing-masing disaat yang hampir bersamaan, dan
DAK
Bunyi hantaman kedua pukulan mereka hampr menggema diseluruh ruangan. Mereka kemudian saling mendorong tubuh masing-masing dan berpisah jarak, sebelum akhirnya mereka kembali saling menyerang.
Hanabi memberikan sebuah tendangan dari kiri, namun Naruto menghentikan langkahnya dan berhasil menahan tendangan Hanabi dengan kedua tangannya.
DAK
Hanabi kemudian menarik kembali tendangannya, memutar badannya dan kemudian memberikan sebuah tendangan dengan kaki kananny secara horizontal kearah wajah Naruto.
DAK
Naruto menyilangkan kedua tangannya dan berhsil menahan tendangan Hanabi. Hanabi kemudian melakukan salto kebelakang, dan kemudian dengan sangat cepat dia mengarahkan Jukennya kearah dada Naruto, namun ternyata Naruto berhasil menghindarinya kearah kiri.
TAP
Hanabi kemudian menendang kearah kepala Naruto, namun Naruto merundukkan badannya dan berhasil menghindari serangan tersebut. Namun dengan gerakan yang sangat cepat, Hanabi pun memutar badannya dan mengarahkan tendangan kearah bawah, tepatnya kearah kepala Naruto yang tadi sempat merundukkan badannya, namun-
DAK
Hanabi kembali dibuat terkejut saat lagi-lagi Naruto berhasil menahannya serangannya. Naruto kemudian membanting Hanabi kearah kiri dan melepaskan pegangannya sehingga membuat Hanabi terlempar sejauh satu meter.
DRAP
Naruto kemudian melangkah maju menyerang Hanabi. Hanabi mengantisipasinya dengan menjegal kaki Naruto. Namun Naruto melompat dan memberikan tendangan lurus kearah Hanabi dari atas.
DAK
Namun Hanabi berhasil menahannya. Naruto menjadikan hal tersebut sebagai pijakan dan melakukan tendangan vertikalnya yang kedua.
TAP
Naruto keemudian melompat kebelakang, namun Hanabi langsung bergerak cepat dan berusaha menyerang titik cakra Naruto. Namun Naruto menyadari hal tersebut, dia pun menangkap tangan Hanabi dan kemudian mengarahkan sebuah pukulan kearahnya.
DAK
Namun Hanabi menahan pukulan Naruto dengan Jukennya, Hanabi lalu melakukan tendangan salto, namun Naruto berhasil menghindarinya dan terpaksa melapaskan pegangannya. Hanabi pun memanfaatkan kesempatan ini, dia mengerahkan Juken berunun kearah Naruto
Naruto yang lengah tidak smepat menghindari serangan juken Hanabi yang cukup cepat sehingga dia terpaksa menerima serangan tersebut
BUAK
"Ukh!"
Namun Naruto masih belum tumbang, Hanabi kemudian melakukan tendangan berputar dan berhasil mengenai wajah Naruto hingga membuatnya terjatuh dan terguling dilantai.
BUAK
"Uagh.!" Erang Naruto saat menerima serangan
BRUK
Naruto kemudian segera bangun dan mengatur pernafasannya kembali, disisi lain Hanabi terkejut saat meliaht bahwa Naruto masih sanggup berdiri setelah dia menerima serangan juken beruntun dari Hanabi.
'Apa! dia masih sanggup berdiri meski sudah menerima juken beruntun dariku!?' pikir Hanabi
Bukan cuma Hanabi, namun semua orang yang ada disana, termasuk Guy juga terkejut melihat Naruto yang masih mampu berdiri tegap.
'Anak itu... dia ternyata cukup hebat!' batin Guy tersenyum sambil melihat Naruto
Sementara disisi Naruto, dia masih mengatur kembali jalur pernafasannya sambil berusaha menganalisa gaya bertarung Hanabi
'Gerakannya cepat, dan Byakugannya membuatnya mampu menangkis serangan musuh, berkat latihan fisik yang aku jalani selama ini, tubuhku bisa bertahan setelah menerima juken miliknya. Selain itu, seorang Hyuga juga tipe petarung jarak dekat, jadi mungkin serangan jarak jauh akan mempen padanya. Namun disini terlalu banyak orang, aku tidak bisa menggunakan Shuriken Kagebunshin disini, lalu apa yang harus aku lakukan?' pikir Naruto
Dia kemudian terdiam sejenak sambil mengingat-ingat kembali pertarungan yang sebelumnya, dan akhirnya dia mendapatkan sebuah ide yang mungkin bisa dia gunakan untuk mengalahkan Hanabi.
'Oh! Tunggu... itu dia! Cara ini mungkin bisa berguna!' pikir Naruto
Dia kemudian membentuk segel jutsunya dan kemudian terciptalah empat orang bunshin Naruto
"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"
BOF... BOF... BOF... BOF...
Hanabi kemudian mulai bersiaga saat melihat Naruto telah menciptakan empat orang Bunshin.
'Dia... tangguh!' pikir Hanabi
"Bagaimana? Apa kau masih mau melanjutkan duel ini, Naruto-kun?" tanya Hanabi
"Tentu saja!" ucap Naruto dengan penuh percaya diri
Mendengar perkataan Naruto yang penuh percaya diri, Hanabi perlahan menunjukkan seringainya yang menunjukkan bahwa di tengah bersemangat. Tidak pernah ada satu orang pun yang mampu membuat Hanabi bersemangat saat berduel kecuali Onee-channya.
"BAIKLAH! AYO MAJUU!" teriak Naruto dengan penuh semangat
Dan kemudian pertarungan pun dimulai kembali
SKIP TIME
Setelah beberapa menit berlalu, meski terlihat cukup lelah, Naruto dan Hanabi masih sanggup untuk melanjutkan duel mereka.
Selain itu, semua murid yang ada disana terlihta terkejut bukan main saat mereka melihat jagoan dari kelas mereka bisa ditahan imbang oleh seorang Uzumaki Naruto yang merupakan seorang murid dengan banyak kelemahan.
Naruto dan Hanabi terlihat terengah-engah sedikit dan juga dengan sebulir keringat yang mengalir dipelipis mereka. Ditambah lagi, mereka berdua kelihatannya malah menikmati duel tersebut.
TEEEEEEEEET
Disaat yang hampir bersamaan bel berbunyi, menandakan bahwa jam pelajaran Guy-sensei telah usai
"Sayang sekali, nampaknya duel kalian harus dihentikan saat ini!" ucap Guy
"Heeh, yang benar saja! padahal aku baru saja menikmati duel ini!" ucap Hanabi
Naruto sendiri malah membuat ekpresi wajah datar sambil sedikit melongo saat melihat Hanabi. 'Dasar maniak!' pikir Naruto
"Kalau begitu, sebelum kalian berdua meninggalkan ruangan ini, lakukan Wakai no In" ucap Guy
Naruto dan Hanabi kemudian maju kedepan dan melakukan Wakai no In, tanda berakhirnya duel mereka.
"Yang tadi itu menyenangkan, Hanabi-san!" ucap Naruto
"Hem, lain kali kita lakukan dengan seluruh kemampuan, ya!" ucap Hanabi sambil tersenyum
"Ouh!" jawab Naruto dengan penuh percaya diri
Sementara Murid-murid yang lain malah bergidik ngeri saat mereka mendengar Hanabi mengatakan 'lain kali kita lakukan dengan seluruh kemampuan'. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Naruto yang kelihatan begitu percaya diri dan juga bersemangat.
Dari sisi lain Hanabi tersenyum tipis saat dia mnedapatkan lawan yang sepadan
'Uzumaki Naruto, dia lawan paling tangguh selain Onee-chan yang pernah aku hadapi, semoga lain kali kami bisa berduel lagi!'
Saat Hanabi dan murid-murid yang lainnya sudah beranjak pergi menuju ruang ganti, Naruto masih berdiri ditempatnya sambil menatap kepergian Hanabi.
Naruto kemudian meregangkan otot-ototnya sebelum Guy memanggil dirinya
"Naruto!"
"Hm? Ada apa, Guy-sensei?" tanya Naruto
"Soal duel tadi... kau benar-benar hebat, Naruto! Sejauh ini belum ada yang bisa mengimbangi Hanabi dalam hal pertarungan jarak dekat kecuali kakaknya!" ucap Guy
"Kakak? Jadi Hanabi-san punya kakak?" tanya Naruto
'Ya tentu saja, kakaknya Hanabi itu adalah orang yang menajdi pewaris klan Hyuga yang selanjutnya" ucap Guy
"Begitu!" ucap Naruto
"Dia juga ada bersekolah disekolah ini,"
"Eh! Dia juga ada disekolah ini!
"Ya, selain itu dia juga cantik, dan juga tidak kalah hebat dari dari Hanabi dalam hal pertarungan, namun sayang dia orangnya sedikit arogan, maa.. begitulah yang dikatakan orang-orang"
"Begitu, ya!" ucap Naruto sambil tersenyum kikuk
"Oh, ya, ngomong-ngomong Naruto, bisakah aku meminta bantuanmu?" ucap Guy
"Boleh saja, tapi minta tolong apa?" tanya Naruto
"Bisakah kau membawakan surat ini untuk muridku!" ucap Guy sambil menunjukkan sepucuk surat
"Kenapa harus aku? Kenapa bukan orang lain?" tanya Naruto dengan nada malas
"Ayolah kumohon! Hanya kau yang bisa kumintai tolong saat ini, aku sendiri ada urusan dengan seorang teman!" ucap Guy memohon sambil menunjukkan wajah memelasnya
Naruto mengeluarkan ekspresi jijik saat melihat Guy tersebut, dia pun akhirnya mengiyakan permintaan Guy
"B-baiklah, aku terima, tapi bisakah sensei jangan menunjukkan wajah memelasmu itu, itu membuatku jijik"
"Oh baiklah, terima kasih Naruto, kau memang murid yang baik! Kalau begitu aku pergi dulu!" ucap Guy
Naruto sweatdrop saat melihat Guy pergi, saat itu dia pun sadar, Guy belum memberitahukan nama murid yang dia maksud
"Oh, Guy-sensei, kau belum memberitahuku nama murid yang kau maksud!" ucap Naruto
"Oh namanya adalah, Lee, jika kau bertemu dengannya kau pasti akan langsung mengenalinya!" ucap Guy
Naruto masih ditempatnya sambil melihat kepergian Guy yang sudah keluar dari ruang tersebut. Naruto kemudian menghela nafas pendek dan mengeluh tentang hal yang tidak jelas.
"Haah, semoga tidak ada kesialan yang akan mendatangiku!" gumam Naruto.
SKIP TIME
Saat ini, diwaktu jam istirahat sekolah, terlihat seorang emuda berambut mangkok tengah berlari-lari mengelilingi lapangan. Dia terlihat berlari dengan nafas yang terengah-engah, di punggungnya pun tertulis "Aku akan mengikuti peraturanku sendiri" begitulah yang tertulis.
"Masa muda!" ucap pemuda itu
Sementara itu dipinggir lapangan, terlihat beberapa murid sekolah yang menertawainya, bahkan diantara mereka mengeluarkan sepatah kata yang bertujuan untuk menghina atau mencemooh pemuda mangkok tersebut
'"Aku akan mengiikuti peraturanku sendiri" apa itu?'
'Ahahahaha'
'Apa maksunya itu?'
'Aku tahu, ... dia itu tidak bisa ninjutsu maupun genjutsu, jadi dia hanya mengandalkan tubuhnya'
Sementara itu, si pemuda berambut mangkok tersebut masih terus berlari keliling lapangan tersebut.
BRUK
Kemudian setelah mencapai sekitar 300 putaran, pamuda tersebut jatuh ketanah karena sudah tidak kuat lagi untuk berlari.
'Ahahaha'
'Lihat dia terjatuh' para siswa lain menertawakan pemuda tersebut
Saat pemuda tersebut sudah sangat kelelahan, dia hanya bisa mendengarkan dirinya dihina dan dimaki oleh semua orang yang kini sedang melihatnya.
Namun saat dia hampir putus asa, tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan tangannya untung membantu pemuda tersebut berdiri.
"Hey, kau tidak apa-apa?" tanya orang itu
Si pemuda mangkok itu kemudian menengadahkan pandangnnya kearah orang yang mengulurkan tangannya itu
"I-iya, aku tidak apa-apa" dia kemudian menerima uluran tangan orang tersebut.
"Kau pasti Lee, kan?"
"Eh! Bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya pemuda mangkok yang kini diketahui bernama Lee
"Namaku Naruto, Guy-sensei memintaku untuk menyerahkan surat ini padamu" ucapnya
Naruto kemudian mengambil sepucuk surat dari sakunya yang dititipkan oleh Guy-sensei tadi.
Lee kemudian menerima sepucuk surat yang diberikan Naruto itu.
"A-arigatou, Naruto"
"Sama-sama"
Sementara itu disisi lain, para murid melihat mereka berdua dengan tatapan penuh kebencian, tatapan mereka seolah menunjukkan kalau mereka ingin menyingkirkan Naruto dan Lee dari tempat itu.
Menyadari tatapan dingin dari semua murid yang ada disana Naruto kemudian memutuskan untuk mengajak Lee pergi dari sana agar mereka berdua tidak menjadi bahan tertawaan.
"Kau kelihatan sangat lelah, bagaimana kalau aku belikan minuman?" tawar Naruto
"Be-benarkah!?"
"Ya, tentu saja"
"Terima kasih banyak, Naruto"
Setalah itu, Naruto dan Lee kemudian beristirahat dipinggir lapangan.
Naruto pergi membelikan Lee minuman, sementara Lee sendiri menyandarkan dirinya ditepi lapangan sambil mengatur jalur pernafasannya. Saat itu, Lee membuka matanya dan memandang kearah langit. Yang dia lihat adalah langit yang berwarna biru dengan sedikit awan yang menutupi pandangannya, ditambah dengan seekor elang yang sedang terbang bebas disana.
Dia kemudian menatap kearah tangannya yang diperban, sepertinya untuk menyembunyikan bekas lukanya.
"Kelihatannya kau berlatih keras sekali, ya" ucap seseorang
Lee kemudian menoleh, "Naruto" gumam Lee, dia melihat Naruto membawa dua buah botol berisi air mineral, Naruto kemudian menyodorkan salah satu air minum yang dia bawa tersebut kepada Lee
"Arigatou" ucap Lee
Lee tanpa segan-segan lagi, langsung meneguk air minum tersebut, dia kini terlihat seperti orang yang sudah berkeliling gurun pasir tanpa meminum apapun selama seminggu.
"Guah! Segar" gumam Lee
Naruto hanya tersenyum kecil melihat Lee.
"Nee, Lee"
"Apa?"
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Naruto
"Ha? Apa maksudmu?" Lee tidak mengerti
"Eee... itu, loh ... saat kau berlari mengitari lapangan sambil menempelkan sebauh kertas dipunggungmu itu tadi" jelas Naruto
"Oh itu!" ucap Lee mengerti maksud Naruto "Itu adalah yang diajarkan Guy-sensei kepadaku" Lanjutnya
"Ha? Dia mengajarimu untuk berlari keliling lapangan?" Naruto tidak mengerti
"Tidak, bukan itu maksudku" ucap Lee
"Lalu apa?"
"Guy-sensei pernah bilang padaku, "jika kau memiliki banyak kekurangan dalam dirimu yang membuatmu mendapat hinaan dari orang lain, maka gunakanlah kelebihanmu untuk membungkan mereka". itulah yang pernah dia katakan padaku, jadi aku memutuskan untuk menjadi ahli taijutsu terkuat didunia" ucap Lee penuh semangat.
"Oh begitu" ucap Naruto "Rupanya kau juga punya mimpi yang besar, ya ,Lee" lanjutnya sambil tersenyum
"Ya, tentu saja" jawab Lee
"Lalu kau sendiri bagaimana, Naruto? Apa impianmu?" tanya Naruto
"He? Impianku?" ucap Naruto, dia kemudian berdiri tegap tepat didepan Lee.
Lee menaikan kedua alisnya
"Mimpiku adalah menjadi Hokage terkuat, karena itulah, aku akan membuat seleruh desa mengakui kehebatanku" ucap Naruto dengan penuh percaya diri
Lee terdiam sesaat sebelum kemudian dirinya mulai tersenyum
"Sugoi, Naruto-kun," ucap Lee
Mereka berdua saling bersenda gurau, dan tanpa mereka sadari, berbagai tatapan mata yang tajam dan dingin menjurus kearah mereka dari berbagai arah, Namun, Naruto dan Lee sepertinya tidak memperdulikan hal tersebut.
"Kalau begitu, sebagai tanda persahabatan kita, ayo kita bersumpah!" ucap Naruto mengarahkan tinjunya kearah Lee
Lee yang menyadari maksud dari Naruto tersebut pun membalas salam Naruto dengan tinjunya
"Ya" ucap Lee
"Sebagai sesama laki-laki, ayo kita berusaha untuk mewujudkan mimpi kita!" ucap Naruto lantang
"Oush!"
Dengan begini, mereka berdua pun telah resmi menjadi teman satu angkatan di akademy ini.
ENDING: -KIMI MONOGATARI-
BERSAMBUNG...
