Karakter utama: Uzumaki Naruto
Genre: Adenture, Fantasy, Drama, Friendship, Romance, School life, Hurt/ Comfort, Harem
Peringatan : Karakter SAO, Date a Live & Nisekoi bertebaran dimanapun, ooc, Fem Kirito, tidak suka tidak usah di baca,
Maaf kalau ada kemiripan dengan fic lain, dan ditambah lagi, fic ini ada kemungkinan akan mengikuti alur Anime Naruto atau mungkin juga tidak
OPENING: -THANK YOU MY FRIEND-
Naruto
Chapter 4: Insiden kereta dan Uchiha Sarada
TES...
.
"Uh!"
Saat aku membuka mataku, aku berada disebuah tempat yang tidak aku kenal.
"Dimana ... aku?" tanyaku sambil terbata-bata
"Apa ini ... dunia setelah mati?" tanyaku lagi
Namun kemudian aku mendengar seseorang bicara
"Kenapa kau berpikir, ini dunia kematian?" ucap seseorang
Aku lihat, orang tersebut memaikau pakaian berwarna putih, dan satu lagi dia melayang, selain itu ada beberapa bola berwarna hitam yang juga melayang dibawahnya. Awalnya aku berpikir kalau dia adalah hantu, tapi sepertinya bukan.
"Bisa beradaptasi dengan kata mati semudah itu, kau hebat juga anak muda" ucapnya lagi
"Siapa kau?" tanyaku pada orang itu
"Pertanyaanmu itu, cukup realistis untuk saat ini ... tapi, aku khawatir apa kau bisa menghubungkan namaku dengan aksiku sebagai pembawa pesan..."
"Namaku Hagoromo, pendiri dari Ninshu" ucapnya
Akhirnya kini aku bisa melihat sosoknya, ternyata dia adalah seorang kakek-kakek berjanggut putih yang panjang, gaya rambutnya hampir sama denganku, namun wajahnya terlihat sedikit menakutkan.
"Disisi lain ... aku sudah melihat bahwa kau akan berekspresi seperti itu" ucap kakek itu
Naruto menaikan sebelah alisnya
'Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, tapi sepertinya dia bukan orang jahat' pikirku
"Kau belum mati, tempat ini adalah alam mimpimu, aku mengerti kalau kau terburu-buru, tapi saat ini ..." ucapan kakek-kakek aneh itu terpotong oleh ucapan Naruto
"Tunggu sebentar, Oji-chan, tolong pakai kata-kata yang mudah dimengerti" pinta Naruto
Namun sepertinya kakek itu tidak mendengarkan permintaan Naruto dan malah terus berbicara aneh
"Aku seorang anakhronis, perputaran waktu yang sangat lama membuat pandangan, budaya, dan etis manusia berubah dengan pesat" ucap kakek itu
"aku yang telah lama berkelana menembus waktu dan reinkarnasi, sudah merasakan perbedaan yang sangat jelas antara diriku dengan yang lain ..." lanjutnya
Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya dikatakan kakek-kakek aneh ini, bahkan, dia kelihatannya sama sekali tidak memperdulikan permintaanku sebelumnya yang memintanya untuk berbicara dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti
Jujur saja, aku benar-benar kesal.
"Aku sudah bisa secara formal mengatur beberapa kata baru, akan tetapi..." ucap kakek aneh itu
"BERISIK AKU TIDAK MAU DUDUK DIAM DAN MENDENGARKAN OCEHAN KAKEK-KAKEK ANEH SEPERTIMU!" teriak Naruto yang sudah sangat emosi dan kesal
Namun sang kakek nampaknya masih saja tidak memperdulikan hal tesebut
"Tidak hanya mencari kata-kata ... namun ada makna mabigu dalam pemahamannya" ucapnya
"Jika komunikasi tidak berjalan, akan sulit menemukan makna yang sebenarnya ... aku tahu aku harus bicara dengan bahasa yang sederhana menggunakan sejumlah pemikiran idelaistis dan materialistis yang ada sekarang" lanjutnya
Karena sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, kemudian aku-
"Apa kau alien atau semacamnya? Soalnya kau terlihat begitu berkarisma tap..."
Entah apa yang aku katakan, aku sebenarnya juga tidak tahu mengapa aku bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu. namun yang lebih membuatku terkejut adalah-
"Oh ya, bukankah kau pikir itu terlalu berlebihan? Alien, apa itu? hahahaha" ucapnya
"Eh!"
Waktu itulah aku mulai menyadari kalau gaya bicaranya tiba-tiba saja berubah drastis
Kakek tersebut melihat Naruto yang terdiam
"Kau belum paham juga?" tanya kakek itu "Tidak kusangka mengobrol denganmu akan sesulit ini" lanjutnya
"Eh! Ti-tidak, tidak, tidak, tidak, te-teruslah berbicara begitu! Akhirnya aku mengerti" ucap Naruto
"Aku hanya kaget karena gaya bicaramu tiba-tiba saja berubah drastis" jelas Naruto
"Oh begitu" kakek itu mengangguk paham
"Kalau begitu aku pakai cara bicara yang ini saja" ucapnya
Naruto malah sweatdrop ditempat, karena dia melihat kalau antara penampilan dan gaya bicara kakek itu berbeda jauh
"Eee ... tapi, rasanya jadi sedikit aneh karena penampilan dan gaya bicaramu itu sama sekali tidak cocok" jelas Naruto
"Etto ... pakai cara bicara yang lebih kaku sedikit, supaya aku bisa lebih mudah mengerti ucapanmu" ucap Naruto
"Bukannya bicaramu keterlaluan, ... apa maksudmu bodoh? ... yah, wajar kalau kau berpikir begitu" "apa ini cukup?" tanya kakek tersebut
"Oke, itu dia, pakai cara bicara yang itu saja!" ucap Naruto
Dengan begini, akhirnya Naruto bisa mengobrol dengan normal bersamanya
"Haah, akhirnya sekarang bisa ngobrol juga!" ucapnya
"Oh iya! Kakek ini sebenarnya siapa? Dan dimana ini? Selain itu apa yang kau lakukan disini?" tanya Naruto bertubi-tubi
"Jangan bertanya sekaligus begitu ... aku ini orang yang sudah lama mati" ucapnya "Biksu yang melewati zaman dan bergentayangan didunia untuk melihat takdir Ninshu" lanjutnya
Naruto hanya diam dan mendengarkan saja
"Namaku Hagoromo Otsutsuki, pendiri Ninshu yang dikenal dengan nama Rikudo Sennin" ucapnya lagi
"Rikudo ... Sennin?" Naruto mengingat-ingat sebentar
1
2
3
TING!
"AAA!" teriak Naruto
"Ja-jadi kau adalah Rikudo Sennin"
"Hoo, jadi kau mengenalku?" tanya Rikudo Sennin
"Tentu saja ... Kakek adalah orang pertama yang menciptakan Ninshu dan juga pahlawan yang menyelamatkan dunia dari Juubi, kan?" ucap Naruto
"Rupanya kau tahu banyak mengenai diriku" ucap Hagoromo
"Tentu saja, di Akademi-ku yang dulu, aku banyak diajari soal Ninshu dan juga sejarah shinobi lainnya, walau hanya sebagian kecil saja yang aku ingat" jelas Naruto
Hagoromo tersenyum kecil, dia kemudian mengetuk lantai dengan tongkat hitamnya yang dia ciptakan dari salah satu bola hitam yang ada di punggungnya.
TUK
Setelah itu, timbul semacam riak air di lantai tempat Naruto berdiri, tak lama kemudian, Naruto melihat sosok pria dewasa yang memiliki rambut berwarna hitam, memakai pakaian yang sama dengan Hagoromo hanya saja dia terlihat lebih muda.
"Dia adalah putraku, namanya Ashura" jelas Hagoromo tentang sosok pria yang terlihat dibawah tersebut
"Eh!?"
Hagoromo kemudian terbang melayang mendekati Naruto.
"Ada yang harus aku percayakan padamu, Naruto" ucap Hagoromo
"A-apa? Kakek, kau ini bicara apa?" tanya Naruto tidak mengerti
"Intinya, percuma saja kau gegabah, jadi dengarkan dulu ceritaku ... kau harus mengetahuinya" ucap Hagoromo
"Pertama tentang Ibuku dan kedua putraku" lanjutnya
TUK
Hagoromo kemudian kembali mengetuk lantai tersebut dengan tongkatnya, kemudian munculah sesosok wanita berambut putih panjang, mata yang sama dengan klan Hyuga dan juga sesuatu dikepalanya yang milip dengan telinga kelinci.
"Ibuku, Kaguya Otsutsuki, datang ke negeri kalian dari suatu tempat dialam semesta ini, dan tujuannya adalah mengambil buah Shinju, buah terlarang dari pohon Shinju, wujud asli dari Juubi" jelas Hagoromo "Dia memakan buah itu dan mendapatkan kekuatan untuk menguasai dunia kalian" lanjutnya
"Kaguya ... Otsutsuki, datang dari mana dia? Apa dia lebih kuat dari kakek?" tanya Naruto
"Aku sendiri pun tidak tahu dari mana dia berasal, tapi yang pasti ... Ibuku itu kuat, melebihi siapapun"
"Orang-orang memanggil Ibuku sebagai dewi kelinci, sebagian lainnya juga menyebutnya sebagai iblis kelinci ... mereka memuja sekaligus takut padanya ... kemudian, dia melahirkan dua orang anak dan salah satunya adalah aku " jelas Hagoromo
"Shinju mengamuk karena ingin mengambil kembali buah cakra yang telah diambil darinya ... Demi, menebus dosa ibu kami ... aku dan adikku bertarung dengan Juubi yang merupakan jelmaan Shinju dan menyegelnya didalam tubuhku"
"Bertahun-tahun kemudian, aku pun diberkahi dua orang putra ... sang kakak kunamai Indra dan adiknya kunamai Ashura, kemudian aku mengajarkan Ninshu kepada mereka berdua"
"Akan tetapi, mereka memiliki perbedaan yang besar, yang satu mewarisi kekuatan cakraku dan yang satunya lagi tidak, itulah perbedaan mereka" ucap Hagoromo
"Haah, lagi-lagi penjelasan yang tidak kumengerti" ucap Naruto " Jadi apa maksud kakek?" tanya Naruto
"Maksudnya adalah, Indra si kakak yang hebat, dan Ashura si adik yang pecundang" ucap Hagoromo
"Pecundang, ya! padahal dia adalah putra Rikudo Sennin" ucap Naruto
"Hf, mungkin seharusnya aku tidak boleh mengatakan hal ini, tapi .. sehebat apapun orang tuanya, kemampuan mereka belum tentu menurun pada anaknya" ucap Hagoromo
"Indra dan Ashura memilih jalan yang berbeda" ucap Hagoromo "Sejak kecil, Indra memiliki kemampuan mata dan naluri bertarung yang sangat kuat, dia dijuluki sebagai jenius..."
"dia selalu melakukan segala sesuatu dengan kekuatannya sendiri, dia juga mengerti kalau kekuatannya itu spesial dan juga berbeda dari yang lain, dia juga percaya bahwa dengan kekuatan, dia bisa melakukan segala hal" jelas Hagoromo
"Sedangkan Ashura, dia selalu payah dalam melakukan apapun sejak dai kecil, dan tidak bisa melakukan sesuatu seorang diri, karena itu agar dia bisa mendapatkan kekuatan yang setara dengan kakaknya, dia membutuhkan usaha dan kerja keras serta bantuan orang lain ..."
"ditengah latihan kerasnya, kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya akhirnya bangkit dan akhirnya, Ashura mendapatkan kekuatan yang setara dengan kakanya ... dia juga mengerti bahwa kekuatan yang dia dapatkan itu berkat bantuan orang lain" jelas Hagoromo
"Saat itulah, dia mengenal apa yang disebut kasih sayang, dan percaya bahwa apapun bisa dia lakukan selama ada kasih sayang" ucap Hagoromo "Saat itulah aku menyadari kemungkinan baru dalam jalan hidup yang dipilih Ashura"
"Setelah itu, aku pun membagi cakra Juubi yang ada didalam tubuhku menjadi sembilan dan kemudian memberi mereka nama" ucap Hagoromo "Aku percaya bahwa ikatan kebersamaan adalah sumber kekuatan sejati" lanjutnya
Naruto tersenyum kecil melihatnya
"Aku kemudian menjadikan Ashura sebagai pemimpin Ninshu setelah aku, aku berpikir bahwa Indra akan bersedia untuk membantu adiknya, tapi..."
"Hm! Tapi?"
"Dia tidak menerima keputusanku, dan sejak saat itulah perseteruan panjangpun dimulai" jelas Hagoromo "Tubuh mereka mungkin telah hancur, namun jiwa meereka tidak pernah lenyap dan terus berinkarnasi dari masa-kemasa" ucapnya lagi
"Heh, begitu rupanya, jadi ... siapa yang menjadi reinkarnasi mereka sekarang?" tanya Naruto
"Kau" jawab Hagoromo
"Eh! A-aku?" ucap Naruto sambil menunjukk kearah drinya sendiri
"Ashura berinkarnasi menjadi dirimu" ucap Hagoromo "Dan siapa yang menjadi reinkarnasi Indra saat ini masih belum muncul dihadapanmu, tapi suatau saat nanti kalian pasti akan bertemu" lanjutnya
"Jadi, begitu,! Lalu siapa yang menjadi reinkasnasi Indra?" tanya Naruto
"Nanti kau akan tahu sendiri" ucap Hagoromo
"Haa, dasar kakek pelit" ucap Naruto yang sedikit kecewa
Hagoromo hanya tertawa kecil melihat kekonyolan Naruto
"Oh iya! Sebelumnya kakek bilang kalau ada sesuatu hal penting yang harus kauserahkan padaku? Apa itu?"
"Mengenai hal itu, aku merasakan ada semacam kekuatan jahat yang mengancam dunia ini" ucap Hagoromo
"Ke-kekuatan! Kekuatan jahat macam apa?" tanya Naruto
"Aku sendiri pun juga tidak tahu, tapi yang pasti, kekuatan tersebut tidak berasal dari dimensi ini ... melainkan dimensi lainnya"
"Dimensi? Maksudnya dunia yang lain?"
"Bisa dibilang begitu"
"Kalau benar begitu, kenapa kakek tidak melakukan sesuatu?"
"Saat ini yang bisa aku lakukan hanyalah melihat, karena itulah aku ingin kau yang melakukannya, Naruto!"
"Heh!, kenapa aku?"
"Karena kaulah anak dalam ramalan yang akan menyelamatkan dunia"
"Heh!?"
Hagoromo kemudian mendekati Naruto
"Naruto, aku akan memberimu sebuah kekuatan untuk menyelamatkan dunia ini, tapi sebelum itu ada yang harus kau lakukan lebih dulu"
"Apa?"
"Ikatan dengan sembilan Bijuu" ucap Hagoromo
"Heh"
Setelah itu, aku tertelan oleh sebuah cahaya yang membuat kesadaranku menghilang
NARUTO POV END
NORMAL POV
Di hari yang cerah ini, seperti biasa , setiap warga Konoha tengah disibukkan oleh kesibukkannya masing-masing. Beberapa dari mereka masih ada yang belum juga memulai aktifitas mereka, contohnya seperti Naruto. Pemuda berambut pirang jabrik tersebut masih tertidur pulas di atas ranjangnya.
KRIIIIING
Alarm dari jam weker telah berbunyi, dan waktu kini menunjukkan pukul delapan
"Uhm!" Naruto yang masih berselimut, berusaha mematikan alarm jam tersebut.
Dia kemudian mematikannya dan melihat jam berapa sekarang. Dengan mata yang masih terkantuk-kantuk, Naruto burusaha memfokuskan matannya. Alangkah terkejutnya dia saat melihat jam telah menunjukkan pukul delapan.
"AAA!"
Dia kemudian segera langsung melompat dari tempat tidurnya, dan bergegas untuk pergi kesekolah. Dengan secepat yang dia bisa, Naruto langsung mencuci mukanya sebentar kemudian lekas mengganti baju tidurnya dengan seragam sekolah
Dan dengan segenap tenaganya, Naruto kemudian berlari menuju kesekolah.
"Gawat, gawat, gawat,! Untuk kali ini aku tidak boleh terlambat!" ucap Naruto
Dengan tergesa-gesa, dia kemudian melompat dari satu atap ke atap rumah yang lainnya. Namun saat dia sedang terburu-buru melompati atap-atap rumah.
Tepatnya saat Naruto melompat menyebrangi sisi rel kereta, dia melihat palang pintu rel tersebut telah tertutup, dan dari sisi lain kereta tengah melaju dengan cepat. Namun yang menarik perhatiannya adalah, seorang bocah kecil yang sedang berdiri tepat ditengah-tengah rel kereta tersebut.
"!"
"ANAKKU!"
Disisi lain seorang ibu tengah berteriak, nampaknya bocah yang sedang beridiri ditengah rela tersebut adalah anaknya. Disisi lain kereta terlihat melaju dengan sangat kencang, dan nampak tidak berusaha menghentikan lajunya, bahkan kelihatannya kecepatan kereta tersebut semakin meingkat.
"Kh!"
Naruto kemudian dengan sigap bergerak cepat untuk menyelamatkan anak tersebut.
Dan sedetik saja dia terlambat, nyawa bocah tersebut mungkin sudah melayang.
Naruto kemudian menyerahkan bocah tersebut kepada sang ibu, namun
PLAK!
Ibu-ibu tersebut malah menampar Naruto
"Bibi, kenapa kau menamparku?" tanya Naruto bingung
"DIAM KAU ANAK MONSTER, JANGAN PERNAH SENTU PUTRAKU LAGI DENGAN TANGANMU ITU!" Ibu-ibu tersebut membentak Naruto yang tidak punya salah apapun padanya.
"JANGAN GANGGU IBU ITU DAN ANAKNYA, DASAR MONSTER!" teriak seseorang yang lainnya
Setelah Naruto menyelamatkan bocah tersebut, para warga dan juga ibu dari bocah itu malah melemparinya, menyruhnya untuk segera pergi.
Naruto hanya diam mendengar cemooh dari para warga terhadap dirinya, namun-
DEG
Sedetik kemudian, Naruto merasakan adanya aura yang tidak menyenangkan yang datangnya dari arah kereta tadi. Tanpa memperdulikan hinaan warga yang diarahkan padanya, Naruto kemudian langsung menaiki sebuah tiang listrik dan
TAP
Dari atas tiang tersebut, dia melihat ada semacam bayangan hitam yang menguar dari arah kereta tersebut, tepatnya dari arah gerbong terdepan.
"Bayangan apa itu?" tanya Naruto
Saat Naruto tengah sibuk memandang bayangan aneh itu, tanpa dia sadari, kini mata kirinya telah burubah dari sebelumnya. Bagian putih matanya berubah menjadi hitam, sementara bagian pupil matanya berubah menjadi kuning mengkilat (mirip kayak matanya Ken Kaneki dari Tokyo Ghoul, cuman kalo yang ini warnanya kuning bukan merah).
DI KERETA
Didalam gerbong kereta yang paling depan, terlihat seorang gadis remaja Uchiha tengah berhedappan dengan seorang pria dewasa yang nampaknya adalah sang masinis kereta ini.
"Kau tidak akan kubiarkan menghentikan kereta ini!" ucap sang masinis dengan seringai kejamnya
Dibelakang sang masinis terlihat rem kereta yang sudah rusak berat.
'Cih, apa yang harus aku lakukan sekarang?' pikir gadis Uchiha tersebut
Tiba-tiba saja, atap gerbong tersebut jebol oleh sesuatu atau seseorang
BRUAK
Dia mendarat tepat dibelakang gadis Uchiha tersebut. Gadis tersebut nampak terkejut dengan apa tiba-tiba saja muncul tersebut. Dia melihat seorang pemuda remaja berambut pirang jabrik dengan tiga tanda wisker dipipinya dan memiliki mata biru shappire yang indah.
"Siapa kau?" tanya sang gadis
"Aku Uzumaki Naruto, orang yang akan menjadi Hokage terkuat sepanjang masa" ucap Naruto dengan penuh percaya diri
Gadis Uchiha tersebut dan juga sang masinis trelihat sweatdrop dengan tingkah Naruto yang kelihatannya hanya ingin pamer saja. gadis tersebut langsung tidak peduli dengan keberadaan Naruto dan kemudian kembali menatap sang masinis dengan tatapan serius. Naruto sendiri malah sedikit emosi karena dia sama sekali tidak dipedulikan
"HEY, KALIAN DENGAR AKU TIDAK!?" teriak Naruto
"Huft, muncul satu lagi bocah yang tidak berguna" ucap sangan masinis meremehkan Naruto
"APA KATAMU!?" Naruto emosi, namun setelah melihat ekspresi kejam dari sangan masinis, Naruto langsung merasakan ada keanehan dalam diri sang masinis, dan kemudian dia mengeluarkan tatapan seriusnya.
"Hey, ada apa dengan orang ini? Kenapa aku merasakan aura yang tidak menyenangkan darinya" bisik Naruto kepada gadis Uchiha tersebut yang nampaknya memliki usia yang sama dengannya
"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja orang ini jadi aneh, dan saat aku mendekatinya, dia malah menyerangku, bahkan bukan Cuma itu, dia juga membuat tuas rem kereta ini rusak berat dan menambah laju kecepatan kereta" jelasnya
"Jadi, begitu" Naruto mengangguk paham
"Lalu, bagaimana keadaan para penumpang?" tanya Naruto
"Mereka semua baik-baik saja, namun mereka semua sedang dalam keadaan pingsan" ucap gadis tersebut
"Pingsan!" Naruto terkejut "Bagaimana bisa mereka pingsan?" tanya Naruto
"Sesaat setelah kereta ini berjalan, tiba-tiba saja ada yang melemparkan bom asap beracun kesetiap gerbong dan membuat mereka semua tertidur, hanya aku yang tidak terkena efek asap beracun karena saat itu aku sedang berada..." gadis tersebut menghentikan ucapannya
"Berada dimana?" tanya Naruto
"Di ... di atap gerbong" jawabnya dengan sedikit malu-malu
Hal tersebut membuat Naruto sweatdrop ditempat, sementara sang masinis malah menertawainya
"GYAHAHAHAHAHA!"
"JANGAN TERTAWA!" bentak sang gadis
Dia kemudian mengambil sebuah kunia dari sakunya dan hendak melemparkannya kearah sang masinis, namun
TAP
Tangan Naruto langsung menghentikan niatnya. Sang gadis tersebut kmeudian menoleh kearah Naruto, seakan meminta penjelasan atas tindakan Naruto tersebut
"Saat ini keselamatan para penumpang adalah hal yang terpenting, jadi kita tidak boleh bertindak sembrono, selain itu, kita juga tidak tahu apakah orang di hadapan kita ini adalah dalangnya atau bukan, jadi kita tidak boleh main hakim sendiri" jelas Naruto "Kau mengerti" ucap Naruto
Selama beberapa saat mereka saling bertatapan satu sama lain, sebelum akhirnya mengalah dari Naruto
"Baiklah aku mengerti, kita hanya perlu melumpuhkannya, kan?" tanya sang gadis
"Ya, begitulah" ucap Naruto
Naruto dan gadis tersebut kemudian mengambil ancang-ancang disaat yang bersamaan, begitu pula dengan lawan mereka yang sudah bersiaga.
"Apapun yang ingin kalian lakukan, kalian tidak akan bisa menghentikanku" ucap sang masinis sambil menyeringai kejam
Namun, nampaknya mereka berdua tidak memperdulikan ucapan sang masinis dan kemudian maju menyerang bersama-sama
"Ayo maju!" ucap Naruto
"Aku mengerti!"
Tiba-tiba saja, muncul sulur-sulur hitam ditangan orang itu yang kemudian berubah menjadi seperti pedang berwarna hitam dan menebaskannnya kearah mereka berdua. Namun untungnya mereka berhasil menghindar
Mereka berdua melihat bahwa pedang tersebut membelah beberapa besi.
Sementara itu, sang masinis menyerang mereka berdua secara membabi buta dan hasilnya membuat lubang bekas goresan pedang pada setiap sudut gerbong
"Kh!" sang masinis geram karena mereka berdua berhasil menghindari setiap serangannya dengan baik
"WAKTUNYA MEMBALAS!" teriak Naruto
Mereka berdua kemudian menyerang sang masinis secara bersamaan, saling bergantian menendang dan juga memukulinya, benar-benar serangan kombinasi yang sangat mengagumkan.
"MAKAN INI!" ucap Naruto dengan geram
BUAK!
BRUK
Kemudian Naruto memukul wajah sanga masinis kereta dengan sangat keras hingga dia terjatuh.
Di akhir, gadis tersebut kemudian menggunakan sharingannya untuk melumpuhkan sang masinis.
Masinis tersebut terkulai lemas.
Mereka akhirnya bisa bernafas lega, Namun-
DUAK!
Masinis tresebut bangun kembali dan langsung menyerang sang gadis dengan sangat keras hingga membentur dinding
"Ugh!" erang gadis terssebut saat merasakan sakit
BRUAK!
Disisi lain, dari punggung sang masinis itu kemudian muncul semacam sulur sulur berwarna hitam dan dia menggunakannya untuk menghancurkan bagian depan atap gerbong
"Selamat menikmati perjalanan kalian"
"Oi, jangan lari!" ucap Naruto namun terlambat
Orang itu kemudian melompat keluar dari kereta itu dan pergi entah kemana.
"Sial, dia kabur" Naruto geram
Disisinya, gadis uchiha telah bangkit dari keterpurukannya
Mereka berdua kemudian naik keatas atap gerbong kereta
TAP
"Bagaimana? Apa kau bisa melihat sesuatu?" Naruto bertanya
"Akan kucoba" ucapnya
SRYIING
Kini manik dari sang gadis telah berubah menjadi manik merah darah dengan dua tomoe disana, nampaknya itu adalah sharingan yang masih belum sempurna
"Ugh!" gadis tersebut tersentak kaget seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"Ada apa?" tanya Naruto kebingungan
"Didepan kita, sekitar satu kilometer dari sini, ada jembatan rel kereta yang masih dalam perbaikan"
"Bagaimana dengan tuas relnya?" tanya Naruto
"Sudah terlewat,"
'Cih, sial, sekarang kita harus bagaimana?' pikir Naruto mengeraskan wajahnya
Sementara itu, kereta tersebut masih saja belum berhenti, 'Kalau begini, kita tidak akan bisa menghentikan kereta ini, apa lagi dengan waktu sesingkat itu, tentu saja itu mustahil untuk dilakukan' pikir gadis Uchiha tersebut
"Tamatlah sudah, kita tidak akan berhasil" ucap gadis tersebut yang sudah putus asa
Namun meski begitu, Naruto tetap berdiri tegap disana
"Tegarkan dirimu, kita masih punya waktu untuk menghentikan kereta ini" ucap Naruto
"Bagaimana caranya? Dengan keadaan yang seperti ini mustahil untuk menghentikan keretanya" protes gadis tersebut "Semua sudah berakhir"ucapnya yang sudah pasrah dan putus asa
Namun kemudian Naruto berteriak
"SUDAH KUBILANG, TEGARKAN DIRIMU!" ucap Naruto "Selama kita belum menyerah, pasti akan ada jalan keluarnya!" tegas Naruto
"Eh!" gadis tersebut sempat terperangah sedikit
Naruto kemudian maju selangkah kedepan
'Kalau begini caranya, aku tidak punya pilihan selain menggunakan jurus itu, entah akan berhasil atau tidak...' pikir Naruto
Dia kemudian membuat segel jurus dan memejamkan matanya untuk memfokuskan jumlah cakranya.
Sedetik kemudian, dia membuka matanya kembali, dan mata kirinya kembali berubah menjadi kuning mengkilat. Disaat yang bersamaan, muncul akar-akar berukuran kecil di bawah rel kereta.
'A-apa ini? Aku meraskan cakra yang sangat kuat berasal darinya' pikir gadis tersebuta saat merasakan Naruto mengeluarkan cakra yang sangat besar
"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya gadis itu
Namun Naruto tidak menjawab
Disaat jaraknya sudah mencapai sekitar tiga ratus meter, Naruto kemudian akhrinya melepaskan jutsunya.
"MOKUTON: JUKAI KOUTAN"
GRAK
GRAK
Tiba-tiba saja, akar-akar kecil tadi kemudian berubah menjadi akar-akar pohon yang bergerak melingkar dari bawah rel kereta. Kayu-kayu tersebut juga bergerak dibawah kereta tersebut dan membuatnya terhenti, bahkan saking banyaknya kayu itu, sampai-sampai keretanya pun juga ikut terangkat keatas.
Setelah merasa semua sudah beres, Naruto kemudian segera mengembalikan akar-akar tersebut kembali kedalam tanah. Setelah itu mata kirinya pun kembali normal lagi.
GRAK
Naruto kemudian mengusap keringat yang ada di pelipisnya.
"Haah, dengan begini semuanya sudah beres" ucap Naruto lega
"Kau..."
"Hn?" Naruto menolehkan pandangannya kearah gadis tersebut
"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya gadis tersebut
"Harusnya kau yang memperkenalkan diri"
"Apa?"
"Tadi aku suadh memperkenalkan diriku, kan? Maka sekarang giliranmu yang mengenalkan diri padaku" ucap Naruto
Gadis tersebut pun akhirnya memperkenalkan dirinya
"Uchiha ... Sarada"
Naruto tersenyum tipis
"Kalau begitu, salam kenal, Sarada" ucap Naruto
Namun tanpa mereka sadari, jauh disana, tepatnya disebuah tiang listrik, terlihat sosok orang berjubah hitam yang tengah mengawasi mereka dari kejauhan. Pria misterius tersebut, memakai sebauh topeng dan juga tudung hitam yang menutupi seluruh wajahnya.
"Akhirnya ... muncul juga" ucap pria misterius tersebut
Dari dalam lubang topengnya, matanya memancarkan kilauan cahaya merah darah yang menyeramkan.
ENDING: -KIMI MONOGATARI-
BERSAMBUNG...
Yosh, akhirnya selesai juga chap ini, oke langsung keintinnya aja.
Naruto akhirnya bertemu dengan Hagoromo Otsutsuki alias Rikudo Sennin, dan akhirnya dia mendapatkan kekuatan baru dari Rikudo Sennin. Bisa dibilang, mata aneh yang muncul pada Naruto saat dia melihat bayangan aneh itu adalah kekuatan barunya, belum diketahui apakah kekuatan Dojutsunya Naruto itu sebanding dengan kekuatan Rinnegan atau tidak kita liat aja nanti. Hagoromo pun juga mengatakan kalau ada semacam kekuatan jahat yang sedang mengancam dunia, mungkin yang dia maksud itu adalah Akatsuki, mungkin juga tidak.
Dan juga, Naruto akhirnya bertemu dengan karakter baru, yaitu Uchiha Sarada, di dalam serial animenya, Sarada adalah putri dari Sasuke. Namun disini, dia adalah anak Uchiha yang dipungut oleh orang tua angkatnya saat masih kecil dulu. Dan selain itu, disini Naruto akhirnya menunjukkan jurus barunya, yaitu Jukaikoutan, yang merupakan jutsu Mokuton milik Hashirama Senju si Shodaime Hokage. Bagaimana Naruto bisa menggunakan Kekkei Genkai Mokuton? Itu juga saya gak tahu, bisa jadi itu berkat kekuatan Dojutsu miliknya yang diberikan oleh Hagoromo.
Terus, soal siapa yang menjadi reinkarnasinya Indra Otsutsuki di fic ini belum diketahui, bisa jadi dia adalah Sasuke, bisa juga Sarada, atau karakter yang lain. Dan pada bagian akhir, muncul seorang berjubah hitam yang misterius,dan belum tentu orang itu adalah Obito, karena saya masih bingung ingin Obito berperan sebagai apa disini. Jadi kalau penasaran silahkan ikuti terus ceritnya
Okelah sampai disini saja berjumpaan kita, bye-bye minna.
