I DON'T NEED A MAN
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION
.
.
.
.
BY KAISOOLOVERS
.
.
.
.
ORIGINAL IDEAS. DONT PLAGIAT. DLDR. GS. EXO. KAISOO. MAINSTREAM STORY
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
Seorang gadis kecil dengan senang berlari menuju rumahnya. Ada hal yang harus ia tunjukkan kepada eommanya. Dalam ujian kali ini, gadis mungil itu mendapatkan nilai sempurna. Eommanya akan bangga kepadanya dan appanya akan senang.
Gadis kecil itu membuka pintu rumahnya. Ia langsung berlari menuju kamar eomma dan appanya. Saat ia memegang ganggang pintu kamar, gadis kecil itu mendengar ribut-ribut didalam kamar. Langsung saja ia membuka pintu dengan keras.
Disana ia melihat sang eomma disiksa oleh appanya. Gadis kecil itu berlari menghampiri eommanya dengan tangisannya.
"Appa...jebal...Jangan sakiti eomma" mohon gadis kecil itu.
"Kau! Jangan dekati eommamu! Ia wanita jalang!" teriak appanya.
Gadis itu menggeleng.
"Aku mohon appa"
"Menyingkir!" perintah appanya.
Gadis kecil itu terpekik saat tubuhnya dengan kasar diseret menjauhi eommanya. Sang eomma ikut menjerit melihat putrinya ikut disiksa.
"Jangan! Jangan sakiti anakmu! Sakiti saja aku!" pinta eomma sang gadis.
Kembali sang appa menyiksa eomma gadis itu dengan brutal. Tak luput kata-kata kasar keluar dari mulut sang appa. Gadis mungil itu menangis tersedu-sedu melihat eommanya disakiti.
Setelah kejadian itu, setiap harinya selalu ada suara makian dan jeritan dirumah sederhana dimana gadis kecil itu tinggal. Dulunya rumah itu selalu terdengar suara tawa dan keceriaan mengisi hari-harinya. Tapi semua berubah. Tak ada lagi appa yang dicintai gadis itu.
"Kau wanita jalang! Kau pasti berselingkuh dibelakangku dan sekarang kau hamil anaknya, iya kan?!"
"Ini anakmu, yeobo"
Wanita dewasa yang masih terlihat cantik itu menangis. Ia meminta suaminya untuk percaya kepadanya.
"Aku tak akan percaya dengan perkataan wanita ular sepertimu!"
"Appa!" teriak gadis mungil itu menghalau tangan appanya yang hendak memukuli eommanya.
Gadis itu memeluk eommanya sambil menahan sakit karena dipukul. Sekarang appanya tak akan segan-segan memukulnya karena membela eommanya. Gadis kecil itu tau jika eommanya sedang mengandung calon adiknya. Maka dari itu ia tak bisa membiarkan appanya menyiksa eommanya.
"Aku mohon appa, jangan sakiti eomma"
"Kau anak kecil tak usah ikut campur!"
Plak
"ANDWE!!!!"
Aku terbangun dari tidurku. Seluruh tubuhku terbanjiri keringat. Mimpi itu terasa nyata bagiku. Jantungku masih berdetak keras. Aku memegangi kepalaku dan meremas rambutku.
Kenapa harus kembali? Kenapa ingatan itu datang lagi?
Aku berteriak histeris. Kenangan yang sudah lama hilang kenapa harus kembali. Tiba-tiba ada seseorang yang memelukku. Aku mendongak menatap Baekhyun yang terlihat khawatir. Aku memeluknya erat sambil menangis.
"Baekhyun...Baekhyun-ah" rancauku.
"Ssttt...aku disini, eonnie. Jangan menangis" ucap Baekhyun menenangkanku.
Baekhyun bersenandung lirih. Tangisanku mulai mereda. Isakan-isakan kecil masih lolos dibibirku. Tak terasa aku mulai tenang dan kembali dalam tidurku.
Keesokan harinya aku memutuskan untuk menemui seseorang. Untung saja tadi pagi Baekhyun tak menanyaiku macam-macam. Adikku menemaniku tidur dikamarku. Mungkin ia khawatir melihatku.
Jujur saja aku tak pernah menunjukkan keadaanku kemarin dihadapan Baekhyun. Ia tak tau apa-apa dengan kondisiku. Dan aku sama sekali tak berniat memberitahunya. Biarkan ini menjadi rahasiaku.
Aku sudah membuat janji dengan seseorang dirumah sakit. Aku harap aku tak menemui orang yang aku kenal disini. Kakiku membawaku kesebuah ruang praktek yang ada diujung lorong. Tak banyak orang yang berlalu lalang disini.
Aku mengetuk pintu beberapa kali. Aku menunggu seseorang membukakan pintu untukku. Saat pintu terbuka aku langsung melihat orang yang sangat aku kenal dan lama tak berjumpa dengannya. Ketahuilah, aku sangat tak ingin berjumpa dengan orang ini dirumah sakit atau dijam prakteknya.
"Oh Kyungsoo...Aku sudah lama tak bertemu denganmu. Aku sangat terkejut saat kau meneleponku"
Seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan awet muda memelukku. Wajahnya sangat terlihat keibuan. Aku sangat menyukainya karena ia mengingatkanku akan eommaku.
"Maafkan aku, Mrs. Lee" sesalku.
"Tidak...tidak...Jangan seperti itu. Duduklah dulu"
Mrs. Lee menuntunku ketempat duduk yang berada didepan meja kerjanya. Ia langsung membuatkanku secangkir teh yang ia hafal betul kesukaanku.
"Jadi bisa kau ceritakan masalahmu?"
tanya Mrs. Lee setelah kembali duduk didepanku.
"Aku..."
Aku menatap Mrs. Lee ragu. Haruskah ia menceritakannya? Tapi dulu Mrs. Lee mengatakan padaku jika aku mengalami kejadian yang sama aku harus kembali kepadanya. Sejenak aku merasa ragu.
"Tutup matamu, darling. Hirup dan lepaskan pelan-pelan. Kau bisa" ucap Mrs. Lee menyemangatiku.
Aku melakukan apa yang Mrs. Lee minta. Rasanya lebih ringan. Pikiranku juga lebih jernih. Aku membuka mataku dan langsung melihat senyuman Mrs. Lee. Ia menungguku berbicara.
"Aku bermimpi"
"Tentang kejadian itu. Seolah-olah aku merasakannya. Aku berteriak histeris mengingatnya. Apakah artinya aku kembali ke masa itu?" ceritaku.
Aku menatap Mrs. Lee penuh harap. Semoga jawabannya tidak. Mrs. Lee menggenggam tanganku dan tersenyum.
"Apa akhir-akhir ini kau mengalami sesuatu?" tanyanya.
"Entahlah. Hanya saja aku merasa terganggu oleh seseorang"
"Bisa kau ceritakan orang itu?"
"Dia seorang namja. Dia mempunyai sikap dominan dalam segala hal. Ia selalu bertindak sesukanya. Aku terus menjauhinya tapi ia terus mendekati dengan segala cara. Aku kira dengan aku berkata kasar kepasanya dan berlaku tak menyenangkan bisa menjauhkannya. Tapi dia malah semakin mendekatiku"
"Aku sudah bisa membayangkan seperti apa dia. Lalu?"
"Mantan tunangannya datang dan menamparku. Kata-katanya menyinggungku. Semenjak itu aku semakin menjauh darinya tapi dia selalu bisa mendekatiku. Apa yang harus aku lakukan?"
"Kau sudah cukup baik menanganinya, Kyungsoo. Kau bisa mengendalikannya. Hanya saja kau masih terus memikirkannya"
"Aku tak ingin mimpi itu kembali. Aku tak ingin adikku tau"
Mrs. Lee mengelus tanganku.
"Tenang. Kau jangan sampai tertekan. Ingat apa yang harus kau lakukan saat sedang stress? Kau sudah banyak berkembang, Kyungsoo"
Aku mengangguk. Aku harus bisa mengendalikannya. Tapi aku takut dimana memori itu kembali dan...
"Jangan memikirkannya lagi, Kyungsoo"
Aku tersentak dan menatap Mrs. Lee. Aku beruntung ada Mrs. Lee disampingku jika tidak mungkin aku sudah kembali ke masa itu.
"Aku tau kau kuat"
Aku tersenyum.
"Sepertinya dampak traumatismu masih melekat kuat kepadamu. Aku harap suatu saat kau bisa menghilangkannya" tutur Mrs. Lee.
Aku tak yakin dengan itu. Satu-satunya benteng pertahananku adalah melindungi diriku dan Baekhyun. Jika sampai benteng itu runtuh aku tak yakin bisa menghadapi sesuatu dibaliknya.
"Terima kasih, Mrs. Lee. Aku sangat beruntung kau masih menerimaku" ucapku tulus.
"Aku dengan senang hati menerimamu, sayang. Kau sudah aku anggap seperti anakku"
Aku berpamitan dengan Mrs. Lee. Aku harus kembali ke kantor. Aku sudah meminta ijin kepada Lee sajangnim dan ia dengan cepat menyetujuinya. Hanya ada dua orang yang tau akan kondisiku yaitu Lee sajangnim dan Mrs. Lee. Mereka berdua adalah suami-istri.
Mrs. Lee lah yang mengenalkanku kepada suaminya. Awalnya aku takut. Tapi pendekatan bosku yang hati-hati membuatku membuka diri. Bosku sangat membantuku. Ia orang kedua yang menyemangatiku. Melihat potensiku yang baik, ia memutuskan merekrutku diperusahaannya.
Aku meniti karirku dengan jerih payahku. Aku menunjukkan kemampuanku. Diusiaku yang masih dibilang muda, aku sudah bisa menunjukkan preatasiku. Aku beruntung memiliki mereka berdua sebagai pengganti orang tuaku.
--:--
Jongin membaca semua satu per satu berkas yang diberikan Daehyun. Karena absennya ia beberapa hari yang lalu setumpuk berkas harus ditandatangani Jongin. Daehyun setiap jam keluar masuk ke ruangan Jongin untuk mengambil dan menyerahkan dokumen. Banyaknya dokumen membuatnya tak bisa bergerak bebas kemanapun.
Daehyun akan menjadi lebih cerewet bila semua dokumen belum diperiksa atau ditandatangani Jongin. Daehyun akan terus mengomel panjang lebar selama berjam-jam hingga membuat telinganya sakit. Jongin hanya pasrah saja 'dikurung' diruangannya untuk memgurusi semua pekerjaannya.
Chanyeol langsung masuk keruangan Jongin tanpa mengetuk pintu. Jongin hanya menatap sekilas kearah pintu.
"Kan saya sudah bilang Kim sajangnim sedang banyak kerjaan" omel Daehyun berjalan dibelakang Chanyeol.
"Aku tak akan mengganggunya" kesal Chanyeol berjalan kearah meja Jongin.
Jongin menghela nafas pelan. Niatnya ingin menyelesaikan ini semua dan bergegas menemui Kyungsoo tapi sepertinya ia akan tertahan lebih lama.
"Jika kalian ingin menggangguku keluar sana!" usir Jongin.
Chanyeol duduk disalah satu sofa ruangan Jongin dengan santai. Daehyun mendengus dan meninggalkan Chanyeol. Jongin mengabaikan apa yang dilakukan Chanyeol.
"Aku kemarin bertemu dengan Kyungsoo" ucap Chanyeol.
Jongin menghentikan aktivitasnya sejenak kemudian kembali berkutat dengan berkasnya. Chanyeol mengamati Jongin dan menilai reaksi pemuda itu.
"Aku melihatnya dirumah sakit" lanjut Chanyeol.
Jongin masih tidak memberikan reaksi.
"Jika aku melihatnya sedang pemeriksaan biasa mungkin aku tak akan menemuimu sesegera mungkin. Tapi aku melihatnya keluar dari ruang praktek salah satu dokter psikiatris terkenal"
"Dia terkenal sebagai dokter yang dapat menyembuhkan traumatis seseorang. Banyak pasiennya yang sembuh dan menjadi normal kembali. Satu hal dalam benakku. Apa mungkin Kyungsoo memiliki sebuah trauma dimasa lalunya?"
Chanyeol terus menatap Jongin. Sedangkan Jongin sudah menghentikan kegiatan semenjak Chanyeol menjelaskan siapa yang ditemui Kyungsoo. Jujur Jongin juga penasaran. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Laporan dari salah satu anak buahnya belum ia terima.
"Kau bisa pulang" usir Jongin.
Chanyeol mendengus. Ia berdiri dan melangkah keluar ruangan Jongin. Chanyeol kemari hanya ingin menyampaikan itu. Ia berharap Jongin menyelidiki sesuatu tentang Kyungsoo.
Saat dalam perjalanan menuju mobilnya, Chanyeol melihat anak buah Jongin yang sangat dipercaya oleh namja itu. Chanyeol tau siapa dia. Jongin akan menggunakannya bila ia ingin mencari tau rahasia seseorang. Segala kesuksesan Jongin ditunjang oleh lelaki itu. Bisa dibilang lelaki itu adalah mata-mata Jongin.
Sementara itu diruangan Jongin, ia masih memikirkan apa yang dikatakan Chanyeol. Rasa penasaranpun hinggap. Ia memang merasa ada sesuatu didiri Kyungsoo. Tapi ia belum bisa memastikan.
Suara pintu diketuk dan dibuka mengalihkan perhatian Jongin. Disana berdiri anak buahnya yang ia minta menyelidiki tentang Kyungsoo. Anak buah Jongin langsung memberikan sebuah amplop coklat.
"Kau dapat semuanya?" tanya Jongin sambil memeriksa isi dari amplop itu.
"Ada beberapa hal yang tidak saya dapatkan bos"
Jongin menatap anak buahnya tak senang.
"Ada beberapa berkas yang sulit saya dapatkan. Terutama hasil pemeriksaan kesehatan nona Kyungsoo" lanjutnya.
"Kau selalu bisa mendapatkan informasi rahasia tingkat tinggi. Dan untuk sebuah rekam medis kau tak bisa mendapatkannya?" sindir Jongin.
"Maafkan saya, bos" ucap anak buah Jongin sambil membungkukkan badannya.
Jongin memeriksa seluruh dokumennya. Semua latar belakang Kyungsoo ada disana. Jongin membaca secara detail. Anak buah Jongin hanya diam dan menunggu bosnya. Jongin membalikkan setiap lembar kertas yang sudah didapatkannya. Isinya hanya bersifat umum. Jongin ingin lebih detail lagi.
"Aku ingin semua detailnya. Termasuk semua rekam medis Kyungsoo. Sepertinya Kyungsoo pernah dirawat saat JHS. Aku ingin kau mendapatkan info itu"
"Baik"
Anak buah Jongin keluar dari ruangannya. Jongin menatap dokumen milik Kyungsoo dengan pandangan tak terbaca. Kurang lebihnya Jongin tau apa yang dialami Kyungsoo. Tapi ia masih penasaran dengan kehidupan masa lalu Kyungsoo. Ia ingin tau apa yang terjadi dengan wanita mungilnya.
--:--
Kyungsoo menghela nafasnya. Semenjak kepulangannya dari rumah sakit ia menjadi sering melamun. Kyungsoo mengambil ponselnya dan menghidupkannya. Sudah beberapa hari ini ia matikan dan lupa untuk menghidupkan lagi. Sekalinya ponselnya nyala beratus-ratus pesan dan telepon masuk.
Bola matanya memutar malas melihat siapa yang mendominasi pesan dan panggilan masuk diponselnya. Entah apa yang dipikirkan namja itu Kyungsoo harus bersiap untuk mengahalunya. Kyungsoo meletakkan ponselnya tapi kemudia secara mengejutkan ponselnya berdering.
Kyungsoo tak menjawab panggilan itu dan membiarkannya saja. Terlalu malas untuknya meladeni sipemanggil.
"Kenapa tak mengangkat teleponku?"
Sebuah suara mengejutkan Kyungsoo. Kyungsoo memegangi dadanya dengan mengelusnya pelan. Untung ia tak punya riwayat jantung. Jongin masuk kedalam ruangan Kyungsoo.
"Kenapa kau mengabaikan panggilanku?" tanya Jongin.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Kyungsoo balik.
Jongin mengernyit tak suka.
"Jawab pertanyaanku!" ucap Jongin tak mau kalah.
"Keluar!" usir Kyungsoo.
Jongin mendekat kearah meja kerja Kyungsoo. Ia tatap dalam mata Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo juga tak mau kalah. Ia menatap sengit Jongin.
"Kau dan mulut kecilmu" geram Jongin.
"Kau dan sifat otoritermu" balas Kyungsoo.
Keduanya saling berpandang lama. Tak ada sama sekali yang mengalah dalam adu pandang itu. Keduanya sama-sama keras kepala. Tak ada yang mau mengalah diantara mereka.
Jongin akhirnya memutuskan kontak mata mereka. Dia mendengus pelan dengan sifat kepala batu yeoja didepannya. Jongin duduk dikursi depan meja kerja Kyungsoo. Kyungsoo mengabaikannya dan kembali bekerja.
"Hari ini aku akan menjemputmu jam 7 malam. Kita akan makan malam bersama" ucap Jongin.
"Siapa kau mengaturku? Aku tak mau" tolak Kyungsoo tanpa melihat Jongin.
"Aku akan menjemputmu" eyel Jongin.
"Terserah. Aku tak mau!"
"Aku tak terima penolakan!" desis Jongin.
Kyungsoo tak menanggapi perkataan Jongin. Ia terus melanjutkan pekerjaannya. Jongin mendengus malas. Jongin berdiri dan mengelilingi meja kerja Kyungsoo. Jongin menarik kursi Kyungsoo hingga tubuh Kyungsoo berhadapan dengan Jongin.
Jongin memenjara tubuh Kyungsoo dengan kedua lengannya berada dipegangan kursi. Kyungsoo refleks memundurkan tubuhnya hingga bersandar dikursi. Jongin menatap tajam Kyungsoo.
"Aku bukan orang yang sabar, Miss Do"
"Aku juga bukan orang yang penurut, Kim-ssi" balas Kyungsoo.
Jongin tersenyum remeh. Ia jauhkan tubuhnya dari Kyungsoo dan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Kyungsoo menjadi lebih defensif. Ia tau Jongin merencanakan sesuatu. Ia harus tetap waspada.
Jongin meninggalkan Kyungsoo begitu saja. Tanpa kata-kata. Tanpa ancaman. Kyungsoo menghela nafasnya lega. Setidaknya saat ini ia terbebas dari Jongin.
"Aku harap adikmu juga ikut makan malam nanti, miss Do"
Jongin menghilang dari balik pintu setelah mengucapkan kalimat ambigu yang entah maksudnya apa. Kyungsoo membiarkannya saja. Ia tak mau terlalu ambil pusing dengan perkataan Jongin.
--:--
Kyungsoo menyiapkan bahan makanannya. Malem ini ia ingin memasakkan Baekhyun kimchi spaghetti. Baekhyun sangat menyukainya.
Ketukan pintu apartemen menggema diseluruh penjuru ruang. Kyungsoo melirik jam dinding. Sudah sesore ini tapi masih ada tamu yang datang. Baekhyun keluar dari kamarnya untuk mengecek siapa. Kyungsoo dan Baekhyun saling berpandangan. Tak biasanya ada tamu datang jam-jam segini.
Baekhyun memutuskan untuk membukakan pintu sedangkan Kyungsoo masih sibuk dengan bahan makanannya. Setelah beberapa lama Baekhyun pergi, ia tak mendengar apapun. Kyungsoo menjadi curiga.
Kyungsoo meninggalkan dapur menuju pintu apartemen. Saat ia melihat pintu apartemen terbuka tanpa ada Baekhyun disana, Kyungsoo menjadi panik. Ia langsung lari keluar apartemen. Saat tubuh Kyungsoo baru mencapai pintu, ada tubuh lain yang membekapnya. Kyungsoo melakukan perlawanan tapi usahanya digagalkan oleh orang yang membekapnya.
Kyungsoo dan Baekhyun tak berdaya. Segala ilmu bela diri yang mereka langsung sirna kalah akan kekuatan orang yang membekapnya. Dengan pasrah Kyungsoo dan Baekhyun mengikuti permainan orang yang tak dikenalnya hingga mereka mempunyai celah untuk kabur.
27.06.17
Nanggung kah??? Hahaha...Kira2 siapa yang culik hayo??? Author note kemarin banyak yang ga suka sama bercandaanku ya. Hahaha... ya mau gimana lagi, semuanya masih opsi. Aku masih belum bisa memutuskan mau gimana. Kita liat aja nanti ya.
Disini udah mulai keungkap ya masa lalunya Kyungsoo. Tapi baru sebagian. Aku ga akan keluarin semua. Merasa anehkah sama bagian awalannya? Ada yang bingung sama pemenggalan cerita flashback dan sekarangnya?
Sorry aku ga bisa update cepet. Aku lagi dipelosok jadi disini miskin sinyal, huhuhu. Harap maklum.
REVIEW JUSEYO~~~~
