I DON'T NEED A MAN
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION
.
.
.
.
BY KAISOOLOVERS
.
.
.
.
ORIGINAL IDEAS. DONT PLAGIAT. DLDR. GS. EXO. KAISOO. MAINSTREAM STORY
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
ENJOY
.
.
.
Aku mendengarkan apa yang Baekhyun ceritakan. Dia masih terlihat sama. Selalu antusias dengan apa yang terjadi. Sesekali aku tertawa melihat tingkahnya. Aku sangat merindukan ini. Kebersamaan kami seperti dulu.
Aku rasa aku melewatkan sesuatu. Aku melewatkan bagaimana ia bergaul. Selama ini aku merasa yang paling tau tentangnya tapi ternyata salah. Masih banyak yang belum aku ketahui dari adikku. Dan itu membuatku sedih.
"Eonnie tak apa?" tanya Baekhyun khawatir.
Aku menggelengkan kepalaku.
"Tapi wajah eonnie terlihat sedih"
"Gwenchana"
Aku mengusak pelan rambut adikku.
Aku mendengar suara mobil memasuki pekarangan. Baekhyun berbalik dan wajahnya berbinar senang. Lihat dia, begitu menggemaskan. Aku sekarang paham akan ketertarikan adikku kepada Chanyeol. Awalnya Baekhyun tak menunjukkan ketertarikannya sama sekali. Tapi setelah beberapa hari bersamanya aku paham. Baekhyun sangat tertarik dengan Chanyeol.
Mungkin bagi Baekhyun ketertarikan itu hanya sebatas rasa kagum terhadap penolongnya saja. Tapi dari banyak hal yang diceritakan Baekhyun ketika bersamanya adalah tentang Chnayeol. Mungkin Baekhyun tak menyadarinya tapi Kyungsoo tau.
"Aku tak tau ahjussi itu akan cepat mengunjungi kita. Bukankah dia bilang tak ingin terlihat mencolok?" tanya Baekhyun kepadaku.
"Mungkin ada sesuatu. Atau ia ingin menemui seseorang mungkin" godaku.
Wajah Baekhyun seketika murung. Entah apa yang dipikirkannya tapi rasanya ia tak menanggapi godaanku. Seperti ada sesuatu yang membuatnya tak senang dari kata-kataku.
"Apa ada yang salah?" tanyaku penasaran.
Baekhyun menggeleng dan tersenyum. Ia berdiri dan melangkah menuju pintu. Karena kami berada diruang tamu jadi kami bisa mendengar dengan jelas suara kendaraan dari luar. Kawasan sini memang sedikit sepi dan tenang. Suara kendaraan akan terdengar dengan jelas.
Aku mengikuti Baekhyun dari belakang. Selama tinggal disini aku merasa melupakan semua masalahku. Dan sepertinya hal ini membuatku melupakan semua kegelisahanku yang membuatku kambuh. Sesekali serangan itu datang. Tapi semua itu akan hilang dengan Baekhyun yang senantiasa menemaniku dan menghiburku.
"Menurut eonnie ia akan membawa apa? Aku kemarin meminta beberapa barang"
"Itu tak sopan, Baek. Ia sudah terlalu baik dengan memberikan kita tempat tinggal"
"Kita harus bisa memanfaatkan keadaan eonnie"
Baekhyun membuka pintu. Aku terus mengikuti Baekhyun.
"Aku yakin jika ahjussi itu lupa dengan pesananku" gerutu Baekhyun.
Aku tersenyum.
"Kau terlalu banyak meminta" sahutku.
"Dia sudah berjanji membelikan semua keinginanku" rajuk Baekhyun.
"Kyungsoo"
Aku dan Baekhyun langsung menoleh. Aku terperanggah kaget. Tak aku kira namja itu bisa menemukanku secepat ini. Tubuhku terasa kaku. Tatapan matanya yang tajam seakan memakuku. Kakiku tak bergerak sedikitpun.
Pandangan kami bertemu. Ada makna lain dari pandangannya. Tapi aku ragu akan hal itu. Ia melihatku seolah-olah merindukanku. Menepis segala pemikiranku yang konyol aku mengembalikan kesadaranku. Baekhyun bergerak berdiri didepanku seperti membentuk benteng.
"Apa maumu?" ketus Baekhyun.
"Kyungsoo"
Suara itu terdengar lirih. Apa-apaan ini? Dimana dirinya yang arogan dan kasar?
"Jika kau kemari hanya ingin menyakiti eonnieku maka kau harus melangkahiku. Aku tak takut sedikitpun" ucap Baekhyun.
"Baek" panggilku lirih.
Baekhyun tak gentar. Ia memasang tubuhnya sebagai pertahanan. Aku tak ingin adikku terluka. Ini waktunya aku melawan. Aku tak bisa terus-terusan berlindung dibalik tubuh orang lain.
"Masuklah Baek" suruhku.
Baekhyun berbalik menatapku tak percaya.
"Tapi dia bisa melukaimu eonnie" sergah Baekhyun.
"Aku akan baik-baik saja" ucapku tenang.
Baekhyun menatapku lama. Akhirnya ia mengangguk dan kembali kedalam. Aku mengambil nafas dan menghembuskannya pelan. Aku maju dengan tenang mendekati namja itu. Sedari tadi orang itu hanya diam memperhatikanku.
Ia mengulurkan tangannya kearahku seakan ingin aku menyambut balik tangannya. Tapi itu tak akan pernah terjadi. Aku sudah bersumpah pada diriku untuk tak bergantung pada lelaki manapun. Aku tak ingin terlihat lemah. Aku bisa. Aku mampu. Aku semakin dekat dengannya. Aku melewati tangannya yang menggantung dan tanpa ia sadari tangan kananku sudah melayang mengenai wajahnya.
--:--
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi kiri Jongin. Wajahnya tertoleh ke kanan dan tangan kanannya masih menggantung di udara. Yun yang melihat itu sempat terkejut dan bereaksi mendekati bosnya. Tapi ia urungkan niatnya. Ia tak bisa mencampuri urusan bosnya.
Jongin menarik tangannya dan langsung menyentuh bekas tamparan dari Kyungsoo. Untuk seukuran gadis kecil Kyungsoo memiliki tenaga yang cukup kuat. Ia tak menyangka Kyungsoo akan menamparnya. Jongin sempat berfikir jika Kyungsoo akhirnya menyerah dan memilihnya. Gadis ini benar-benar menarik.
"Itu balasan karena telah memisahkanku dengan adikku" ucap Kyungsoo.
Jongin menoleh dan menatap Kyungsoo. Wajahnya begitu tenang. Pancaran matanya lebih berani dari sebelumnya.
"Apa hanya ini rasa balas budimu kepada penyelamatmu?" sinis Jongin.
"Sejak awal aku tak memintamu untuk menyelamatkanku. Kau yang berlagak seperti pahlawan demi mendapatkan keinginanmu" cemooh Kyungsoo.
"Lalu kau ingin Chanyeol yang menyelamatkanmu?" sindir Jongin marah.
"Aku harap begitu. Setidaknya ia tak sepertimu yang hanya menginginkan tubuhku" jawab Kyungsoo lugas.
Jongin mengepalkan tangannya.
"Aku ingin kau menjadi milikku, Do Kyungsoo" geram Jongin.
"Sayangnya aku bukan wanita yang kau harapkan, Kim. Aku tak bisa dimiliki. Aku sudah menyerahkan diriku tapi kau tak mengambil kesempatan itu"
"Kau putus asa bukan menyerah!"
Kyungsoo menatap Jongin datar.
"Apa bedanya? Denganmu semuanya sama. Putus asa maupun menyerah sama-sama tubuhku yang kau dapatkan"
"Jika memang hanya tubuhmu yang aku inginkan sudah dari dulu aku menyetubuhimu!!" bentak Jongin.
Kyungsoo tesentak kaget. Tapi ia mencoba menahan dirinya.
"Kau kira aku hanya menginginkan tubuhmu saja?"
Jongin berjalan mendekat. Kyungsoo yang menyadari jika jarak mereka semakin rapat langsung panik. Kyungsoo melangkah mundur setiap kali Jongin melangkah maju.
"Aku tak akan menyia-nyiakan tenagaku jika hanya tubuhmu yang aku inginkan. Aku bisa dengan mudah memaksamu untuk itu"
Gerakan Jongin mengintimidasi setiap langkah Kyungsoo. Kyungsoo merasa kakinya terasa berat untuk bergerak. Bagaikan magnet tubuh Jongin seperti punya kekuatan untuk membuatnya tak bisa menjauh.
Jongin meraih leher Kyungsoo dan mencekiknya. Kyungsoo merintih kesakitan. Jongin menarik tubuh Kyungsoo mendekat kearahnya.
"Apapun yang aku mau selalu aku dapatkan" ucap Jongin penuh intimidasi.
Kyungsoo mengeluarkan air matanya. Ia meruntuki dirinya sendiri. Bagaimana nasibnya bisa seburuk ini. Appa yang memperlakukannya kasar dan seorang namja yang begitu terobsesi dengannya.
Jongin melepaskan cengkramannya saat melihat Kyungsoo menitikkan air matanya. Sungguh ia tak bermaksud ingin mencekik Kyungsoo.
"AKU MEMBENCIMU!" teriak Kyungsoo.
Jongin mundur perlahan mendengar teriakan Kyungsoo.
"Apa aku melakukan kesalahan padamu?! Apa aku begitu buruk dimatamu? Tak bisakah namja sepertimu menjauh dari kehidupanku?" jerit Kyungsoo.
"Kyungsoo..."
"Selama ini aku sudah cukup menderita! Aku sakit! Tak bisakah hanya membiarkanku sendiri? Aku hanya ingin hidup normal!!"
Kyungsoo menangis histeris. Ia pegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Semua ini berlebihan untuknya. Ia hanya ingin hidup bahagia.
--:--
Baekhyun berlari dari dalam rumah. Ia menghampiri Kyungsoo secepat mungkin. Baekhyun memeluk Kyungsoo yang masih menangis histeris. Baekhyun mencoba membujuk Kyungsoo.
Tubuh Jongin tertarik kebelakang dan seketika sebuah pukulan melayang diwajahnya. Jongin jatuh tersungkur. Chanyeol menahan dirinya untuk memukul Jongin kembali. Yun berusaha membantu bosnya untuk bangun. Chanyeol berdecih lalu meninggalkan Jongin dan menghampiri Kyungsoo.
Chanyeol membantu Baekhyun menenangkan Kyungsoo. Chanyeol membopong tubuh Kyungsoo yang sudah tak berdaya. Gadis itu jatuh pingsan dipelukan Baekhyun. Sebelum Chanyeol melangkah ia menatap Jongin yang sudah berdiri.
"Kau tau apa yang dulu terjadi disini? Kini kau mengulanginya. Kini kau kehilangan wanitamu sekaligus sahabatmu. Aku sudah memperingatkanmu, Kim"
Chanyeol meninggalkan Jongin dan Baekhyun mengikuti dari belakang. Jongin menatap nanar kearah Chanyeol. Benar apa yang dikatakan Chanyeol. Ia sudah kehilangan semuanya. Kejadian dulu terulang lagi ditempat yang sama. Dan sekarang ia kehilangan sahabatnya juga. Sahabat yang dari dulu berada disisinya.
Jongin berjalan gontai kearah mobil. Pikirannya kacau. Ia butuh pelampiasan. Ia butuh ketenangan. Apapun itu untuk meredakan segala kekacauan hatinya.
"Anda ingin diantar pulang, Tuan?" tanya Yun.
"Kita pulang" sahut Jongin lirih.
Yun membukakan pintu untuk mobil. Jongin duduk bersandar dengan kepala yang sengaja ia angkat hingga menatap atap mobil. Mobil berjalan pelan menjauhi rumah Chanyeol. Jongin memejamkan matanya. Ia kembali mengingat apa yang terjadi dulu.
--:--
Jongin duduk disalah satu minibar mansionnya. Ia meneguk setiap larutan alkohol kadar tinggi itu dengan santai tanpa merasa pahit sedikitpun. Entah sudah berapa banyak botol yang sudah ia habiskan. Semenjak kepulangannya ia hanya duduk diam didalam minibar dan menatap kosong rak-rak minuman kerasnya.
Tak ada yang berani mengganggu majikannya. Para pelayan di mansion Jongin hanya diam dan sesekali curi-curi panjang. Yun sedari tadi hanya memperhatikan Jongin dari jauh. Ia juga tak berani menegur bosnya karena sudah minum terlalu banyak. Yun sudah memberitahu Daehyun tentang keadaannya tapi lelaki itu mengatakan untuk tak mengganggunya sementara waktu ini.
"Maaf tuan Yun. Tuan Daehyun mencari anda" ucap salah satu pelayan.
Yun mengangguk dan meninggalkan tempatnya berdiri. Ia berjalan kearah ruang tamu dan disana Daehyun sudah menunggunya.
"Bagaimana dengan Kim sajangnim?" tanya Daehyun cemas.
"Masih sama" jawab Yun.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Yun menggeleng. Ia tak tau menahu masalah bosnya. Yun bekerja belum terlalu lama hingga tak terlalu tau masa lalu Jongin. Yun mendengar semua pembicaraan Jongin dengan Kyungsoo maupun dengan Chanyeol. Ia ingin mencari tau tapi ia tak berani melanggar privasi bosnya.
"Jika begitu kita biarkan sajangnim menyendiri dulu. Aku akan mencoba menghandle kerjaan dikantor. Kau bisa membantuku kan?"
"Ne"
Daehyun mengangguk singkat kemudian pergi dari mansion Jongin. Yun masih diam duduk di ruang tamu. Sebagai orang kepercayaan Jongin, Yun selalu menemani bosnya dan menjaganya. Yun bukan hanya sebagai pengawal biasa. Bisa dibilang Yun adalah sekertaris kedua Jongin yang lebih banyak membantu dibalik layar berbeda halnya dengan Daehyun yang selalu berada didepan.
Yun mendapatkan sebuah ide. Ia mengambil ponselnya dan mencari sebuah kontak. Setelah menemukannya ia langsung memencet tombol panggil. Yun menempatkan ponselnya ditelinga kanannya.
"Halo"
Suara berat namja disebrang sana langsung menyapa telinga Yun.
"Maaf mengganggu anda" ucap Yun.
"Ada apa? Aku tak punya urusan denganmu" ketus suara disebrang.
"Maafkan saya Tuan Park"
"Aku tak lagi punya urusan denganmu maupun Jongin. Kau jelas mendengar perkataanku tadi, Yun" sinis Tuan Park - Park Chanyeol.
"Bukan maksud saya mencampuri urusan anda berdua tapi setidaknya anda menemui Tuan Jongin"
"Aku tak mau. Aku sudah muak dengan sikapnya. Berkali-kali aku sudah memperingatinya"
"Tapi sekarang Tuan Jongin..."
"Aku tak mau tau apa yang dilakukannya saat ini"
Sambungan telepon terputus begitu saja. Yun menghela nafasnya. Ia benar-benar tak bisa membantu bosnya. Yun bangkit dari duduknya. Ia akan melakukan apa yang bisa ia lakukan sekarang yaitu dengan membantu menyelesaikan pekerjaan Jongin. Setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang.
--:--
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan Jongin masih terlihat duduk di minibarnya. Pakaian yang ia kenakan masih sama bahkan cara duduknya juga masih sama tak berubah sedikitpun.
Sudah beberapa botol vodka yang Jongin teguk tapi tak sedikitpun mengurangi rasa stressnya. Pikirannya sama sekali tak bisa fokus. Ia selalu mengingat apa yang terjadi siang tadi. Bagaimana gadis itu menangis dalam cengkramannya dan kata-kata yang dilontarkannya mengusik Jongin.
Tidak. Gadis itu tak boleh membencinya. Gadis itu tak boleh jauh dari jangkauannya. Jongin mengacak rambutnya kasar. Ini semua salahnya.
Jongin selalu meruntuki emosinya yang menggebu-gebu dan menutupi pikiran warasnya. Sebelah tangannya menutupi wajahnya. Ia masih belum berubah. Ia sadari itu.
Jongin mengambil ponselnya dan membuka galerinya. Tak banyak foto dalam galeri itu. Karena memang ia tak terlalu suka memfoto sesuatu. Tapi semenjak bertemu dengan gadis itu galerinya penuh dengan fotonya. Kebanyakan foto itu adalah foto yang didapatkan orang suruhannya saat mengawasi Kyungsoo. Jongin menikmati setiap foto yang digalerinya. Jongin memperhatikan wajah cantik gadis itu dengan seksama. Tanpa ia sadari ia sudah terjerat dalam pesona gadis itu. Selama ini ia menepis jika itu hanya obsesinya untuk mendapatkan gadis itu. Tapi kini ia tau jika gadis itu berbeda. Ada sesuatu dari diri gadis itu yang membuat Jongin terus menerus mengejarnya. Bukan karena tantangan masalah penyakit gadis itu tapi diri lain gadis itu mengusik Jongin.
Tangan Jongin terhenti saat melihat sebuah foto yang menjadi favoritnya. Foto itu tampak indah baginya. Kecantikan gadis itu seakan-akan menguar dan bercahaya. Jongin pandangi lama foto itu.
fyi harusnya disini ada fotonya Kyungsoo
Jongin mematikan ponselnya dan menghela nafas panjang. Ia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan meja minibar yang seharian ini menjadi temannya. Jongin berjalan menuju kamarnya. Tubuhnya terasa lelah. Yang ia butuhkan sekarang mandi air dingin kemudian tidur. Jongin berharap itu akan membantunya untuk merilekskan diri.
--:--
Dalam beberapa hari ini Jongin lebih berdiam diri. Dia akan bicara seperlunya. Senyumnya hilang. Wajahnya menjadi lebih datar dari biasanya. Daehyun dan Yun yang melihatnya hanya bisa pasrah. Mereka mengikuti sikap Jongin. Mereka tak akan memberikan suaranya jika memang tak perlu. Seperti halnya Daehyun yang biasanya selalu mengoceh panjang lebar ke Jongin kini hanya berucap seperlunya. Daehyun hanya menyampaikan jadwal Jongin dan berbicara hanya masalah kerjaan. Selain itu ia tak berani melanjutkan.
Jongin duduk menghadap jendela dan memandang keluar penuh kekosongan. Hari ini ia tak memiliki jadwal lain. Ia memutuskan hanya duduk santai didalam ruangannya. Biasanya jika Jongin memiliki waktu luang ia akan habiskan waktunya untuk mengganggu hidup gadis itu. Jongin memejamkan matanya. Ia mengenyahkan segala pikiran tentang gadis itu. Ia tak ingin terlarut dalam kekosongannya.
"Tuan"
Jongin membuka matanya dan memutar kursinya menghadap meja. Ia pandangi Yun dengan penuh rasa ingin tau.
"Maaf jika saya mengganggu. Saya sudah mengetuk pintu berkali-kali dan memanggil anda tapi anda tidak menjawab"
"Ada apa?"
"Ini masalah nona Kyungsoo"
Jongin mengangkat sebelah tangannya menghentikan Yun untuk bicara lebih lanjut.
"Aku tak mau dengar"
Jongin kembali menghadapkan diri kearah jendela. Yun hanya diam berdiri disana.
"Kau boleh pergi" usir Jongin.
Yun mengangguk mengerti. Sebenarnya ia tak ingin pergi dari sana. Tapi melihat bosnya tak ingin diganggu apalagi perihal Kyungsoo akhirnya Yun memutuskan bungkam.
Jongin bersumpah pada dirinya. Ia akan menjauhi gadis itu dan tak akan berada disekitarnya. Ia tak mau melukai gadis itu. Sudah cukup penderitaan yang ia berikan pada gadis itu. Jongin sudah memutuskan semua informasi tentang gadis itu. Jongin tak ingin mendengarnya. Bila sampai ia mendengar tentang gadis itu ia akan merasa bersalah dan ingin sekali memeluknya.
Jongin mundur. Mundur untuk bertahan. Ia mempertahankan perasaannya. Perasaan yang entah sejak kapan tumbuh dalam dirinya. Bahkan ia tak menyadari jika perasaan ini berbeda. Dan sialnya setiap detik ia merindukan Kyungsoo. Bagaikan oksigen, Kyungsoo mampu merenggut nyawa Jongin.
16.09.17
Yuhu...disini Jongin udah sengsara ye. Kalian masih kurang puas? Klo kurang aku buat lebih menderita dari ini. Hahaha #evillaugh. Tapi konsekuensinya ga ada kaisoo momet dalam waktu dekat. Kkkk. Pilih mana? #smirk
Klo di WP aku kasih foto Kyungsoo yg lg diliatin Jongin. Tapi disini ga bisa nampilin foto jadi gimana ya. Aku juga bingung. kkkk
Enaknya gimana nih kelanjutannya? Aku bilang mau naik rate tapi malah ga jadi2 ya. Kkkk. Sabar yak lagi diusahakan sama plotnya. Takut aneh klo tetiba mereka 'ena-ena'
REVIEW JUSEYO~~~~~
aku kasih bonus fotonya Baekhyun di WP. Tapi maaf disini ga bisa ditampilin. mian ㅠㅠ
