I DON'T NEED A MAN

.

.

.

.

.

KAISOO FANFICTION

.

.

.

.

BY KAISOOLOVERS

.

.

.

.

ORIGINAL IDEAS. DONT PLAGIAT. DLDR. GS. EXO. KAISOO. MAINSTREAM STORY

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

ENJOY

.

.

.

.

Aku sibuk dengan sendok dan panci didepanku. Saat ini aku sedang membuatkan makanan untuk adikku. Ya...Baekhyun akan berkunjung. Setelah semalam aku meminta kepada Jongin agar Baekhyun bisa berkunjung aku langsung mempersiapkan semuanya. Sudah lama aku tak memasakkannya makanan. Karena terlalu senang sampai aku lupa dengan orang-orang disekitarku.

"Nona...biarkan saya saja yang memasak"

Aku tak menghiraukan rengekan pelayan disebelahku. Berulang kali ia memintaku untuk berhenti memasak dan digantikan olehnya tapi aku menolak. Ini adalah hari spesialku jadi aku ingin melakukannya sendiri.

"Aku bisa sendiri. Berhentilah menggangguku" gerutuku.

"Tapi jika Tuan tau beliau akan marah" ucapnya memelas.

"Jika sampai dia berbuat sesuatu padamu maka aku akan memarahinya" omelku.

"Bukan itu maksud saya"

Dia terus merengek disebelahku sambil membantuku. Aku memang cukup dekat dengannya sejak kembali ke mansion Jongin. Karena dia yang bertanggungjawab masalah makanan aku jadi lebih banyak mengobrol dengannya membahas tentang masakan.

Aku mematikan komporku dan berbalik. Didepan sana sudah berbaris para pelayan yang terlihat sangat tegang melihatku memasak. Aku berkacak pinggang memandang mereka.

"Jika kalian terus melakukan ini aku tak akan bisa menyelesaikan acara masakku" tegurku.

"Tapi kami diperintah Tuan Kim untuk melayani semua kebutuhan anda" ucap salah satu pelayan.

"Aku tak perlu dilayani. Aku bisa melakukannya sendiri. Dia hanya berlebihan" balasku.

"Jika sampai anda terluka kami semua akan kena masalah" ucap yang lainnya.

Aku menghela nafas lelah. Namja itu benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa ia mengancam pelayannya dengan begitu kejam.

"Oke. Aku ingin menyelesaikan masakanku dulu. Setelah itu kalian bisa melakukan sisanya" tawarku.

Aku melihat mereka menimang-nimang ragu. Ini pilihan terakhirku. Aku hanya ingin memasakan Baekhyun dari tanganku sendiri. Mereka memgangguk setuju dan itu membuatku tersenyum lebar.

Aku kembali berkutat dengan masakanku. Hanya tinggal sedikit lagi dan semua akan selesai. Aku mencicipi masakanku dan semuanya pas. Aku segera menyiapkan makananku. Setelah selesai aku memandangi masakanku dengan senang.

"Sekarang kalian bisa melakukan apa yang seharusnya kalian lakukan. Sayang sekali aku cuma bisa membuat satu makanan saja" gerutuku.

Para pelayan itu langsung memgambil alih dapur. Beberapa dari mereka menyiapkan makananku di meja makan. Dan tak hanya makananku yang berada disana tapi makanan lain juga tersaji. Saat aku tanya kenapa sebanyak itu maka mereka akan menjawab jika itu perintah dari tuan mereka. Sangat khas gaya seorang Kim.

Aku kembali ke kamar. Aku merapikan penampilanku sambil menunggu adikku datang. Yun sudah menjemputnya beberapa menit yang lalu. Dan seharusnya tak membutuhkan waktu lama untuk dia datang.

Pintu kamarku diketuk. Aku segera bergegas membukanya. Salah seorang pelayan memberitahu jika Baekhyun sudah datang. Aku langsung beranjak menuju ruang tamu.

"Eonnie!" pekik Baekhyun berlari menghambur ke pelukanku.

Aku membalas pelukannya.

"Kau lapar?" tanyaku.

Dia mengangguk. Aku menggiringnya ke meja makan. Ia terkagum dengan banyaknya makanan yang tersaji diatas meja.

"Kenapa banyak sekali eonnie?" tanyanya takjub.

"Entahlah. Aku hanya membuat satu makanan tapi mereka menambahkan yang lainnya"

"Aku kelaparan" ucapnya sambil memandangku berbinar.

Aku terkekeh. Aku mengusak rambut Baekhyun dan menyuruhnya duduk. Beberapa pelayan datang dan mulai membantu Baekhyun mengambil makanan. Baekhyun terlihat senang sekali.

Beberapa pelayan juga menghampiriku untuk membantuku. Aku senang sekali bisa melihat senyuman Baekhyun lagi. Sudah lama aku tak melihatnya. Aku dan Baekhyun makan dengan lahap. Sesekali ia menceritakan hal-hal disekolahnya. Aku begitu merindukan momen ini.

"Apa aku mengganggu?"

Aku menoleh dan mendapati Chanyeol berdiri dengan senyuman khasnya. Aku berdiri menyambut Chanyeol. Saat aku menoleh ke arah Baekhyun wajahnya menjadi muram. Sendok-garpu yang dipegangnya diletakkan diatas piring. Aku heran dengan perubahan moodnya.

"Kau ingin gabung makan bersama kami?" tawarku.

"Sepertinya menyenangkan" jawabnya.

Chanyeol memgambil duduk disebelah Baekhyun. Baru saja lelaki itu duduk tiba-tiba Baekhyun berdiri. Ia menatapku dengan penuh penyesalan.

"Aku sudah kenyang. Bolehkah aku menunggu di taman belakang sampai kalian selesai makan?"

"Tapi makananmu belum habis, Baek. Bukankah kau tadi kelaparan?" tanyaku.

Dia menggeleng.

"Sekarang sudah kenyang" jawabnya nyengir.

Aku mengangguk. Aneh sekali rasanya. Baekhyun tak pernah sekalipun meninggalkan makanannya. Ia akan menghabiskan terlebih dahulu sebelum pergi.

"Tak bisakah kau menungguku sampai aku selesai makan?" tanya Chanyeol.

Aku melihat kearah Chanyeol dan Baekhyun bergantian. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka. Aku merasa ada yang disembunyikan oleh Baekhyun. Baekhyun menarik tangannya saat Chanyeol hendak memegangnya. Semua itu tak luput dari penglihatanku.

"Permisi" pamit Baekhyun.

--:--

Baekhyun berjalan kearah taman belakang. Karena ia kebingungan dengan arah rumah ini Baekhyun memutuskan untuk berkeliling dulu hingga menemukan seseorang.

"Apa yang kau lakukan disana, cutie pie?"

Baekhyun berbalik dan melihat Jongin berdiri dengan jas lengkapnya. Sepertinya lelaki itu baru saja pulang dari kantor.

"Aku ingin ke taman belakang tapi tak tau jalannya" jawab Baekhyun jujur.

"Dimana Kyungsoo?"

"Eonnie sedang makan"

Jongin mengangkat kedua alisnya.

"Eonnie sedang bersama seorang tamu" lanjut Baekhyun.

"Aku akan mengantarmu ke taman belakang"

Baekhyun mengikuti Jongin dari belakang. Di taman belakang Jongin melihat Kyungsoo dengan seseorang. Tanpa diberitahupun Jongin sudah tau siapa orang itu. Jongin mendekati Kyungsoo dan memeluknya sekilas.

Selama beberapa hari ini Jongin selalu melakukan kebiasaan itu. Ucapannya beberapa hari yang lalu bukan candaan semata. Jongin selalu memeluk Kyungsoo setiap kali melihat gadis itu. Tak terlalu lama tapi itu sudah lebih dari cukup. Awalnya Kyungsoo menolak tapi karena Jongin terus melakukannya jadi ia sudah mulai terbiasa.

Baekhyun berdiri cukup jauh dari para orang dewasa. Sebenarnya ia tak ingin membuat jarak tapi karena disana ada orang yang ingin dihindarinya jadi dia memutuskan memberikan jarak.

"Apa yang kau lakukan disini, Park?" tanya Jongin.

"Hanya memastikan Kyungsoo baik-baik saja" jawab Chanyeol.

Baekhyun melengos mendengar perkataan Chanyeol. Ternyata selama ini Chanyeol masih memperhatikan eonnienya. Baekhyun meninggalkan ketiga orang tersebut dan duduk disalah satu kursi. Ia lebih memilih menghindari pembicaraan ketiga orang itu.

"Dan aku melihat Baekhyun dibawa oleh Yun. Aku tak ingin kau berbuat sesuatu padanya" lanjut Chanyeol.

Jongin tersenyum miring.

"Kenapa? Kau pikir aku akan merebut adik Kyungsoo darimu?" sindir Jongin.

Kyungsoo menatap Jongin dan Chanyeol bergantian.

"Kenapa nama adikku dibawa?" tanya Kyungsoo tak paham.

Chanyeol menggeram marah. Kyungsoo masih tak mengerti arah pembicaraan mereka.

"Kau tau, Park? Semakin kau menaruh perhatian pada gadisku maka ada orang lain yang terluka. Kau terlalu buta untuk menyadarinya" ejek Jongin.

Chanyeol mendengus dan meninggalkan padangan itu. Ia beralih kearah Baekhyun yang menyendiri. Chanyeol berdiri tepat disamping kursi Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol heran.

Chanyeol menarik tangan Baekhyun hingga berdiri. Baekhyun masih belum mengerti apa yang akan dilakukan Chanyeol.

"Kita pulang" ucap Chanyeol tegas.

"Kenapa?" tanya Baekhyun.

"Aku akan mengantarkanmu pulang" balas Chanyeol.

Baekhyun menyentakkan tangannya hingga tangan Chanyeol terlepas dari tangannya. Baekhyun menatap tajam Chanyeol.

"Aku disini karena ingin bertemu eonnieku. Apa hakmu membawaku pulang, ha?!" sentak Baekhyun.

Kyungsoo yang melihat itu ingin menghampiri adiknya. Jongin menahan Kyungsoo dan melingkarkan tangannya disekitaran pinggang Kyungsoo. Kyungsoo menoleh kearah Jongin dan melihat Jongin menggeleng melarangnya.

"Kita bicarakan ini ditempat lain" ucap Chanyeol.

Chanyeol mencoba meraih tangan Baekhyun tapi ia menghindar.

"Jika kau ingin pulang, pulanglah sendiri. Tak usah membawaku ikut bersamamu" usir Baekhyun.

Chanyeol mengusak rambutnya kasar. Sungguh pikirannya kacau. Banyak hal yang ada dikepalanya.

"Aku mohon, Baekhyun-ah" mohon Chanyeol.

Baekhyun memalingkan mukanya. Tangannya ia sedekapkan didepan dadanya. Moodnya hancur melihat namja itu berada disini.

Kyungsoo akhirnya mendekati Chanyeol dan Baekhyun. Ia tak tahan melihatnya. Jongin sudah menahan Kyungsoo sekuat tenaga tapi gadis itu merajuk saat tak diberi kesempatan. Akhirnya Jongin mengalah dan membiarkan Kyungsoo menghampiri mereka.

"Sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian secara baik-baik" ucap Kyungsoo membuat Baekhyun dan Chanyeol menoleh bersamaan.

"Kami tak punya masalah" sergah Baekhyun.

"Tapi aku melihat ada sesuatu diantara kalian" selidik Kyungsoo.

"Tak ada apa-apa" elak Baekhyun keras kepala.

"Kau menyukai adikku kan Chanyeol-ssi?" tebak Kyungsoo.

Baekhyun menatap kakaknya kaget. Apa maksud eonnienya berkata begitu? Baekhyun beralih menatap Chanyeol yang hanya diam saja sedari tadi.

"Tidak" jawab Chanyeol.

Bagaikan disambar petir siang bolong, hati Baekhyun hancur. Jawaban itu sudah membuktikan bahwa selama ini Chanyeol hanya berbohong padanya. Baekhyun berlari kencang dari sana. Sudah cukup satu kata yang ia dengar dari Chanyeol. Dan itu membuktikan semuanya.

"Baekhyun!" seru Kyungsoo panik.

Kyungsoo berlari menyusul Baekhyun tapi tubuhnya dihalangi Jongin. Jongin mendekap erat tubuh Kyungsoo membiarkan tubuhnya dipukul Kyungsoo karena menahannya.

"Kau bodoh atau apa, Park?! Kejar dia!" bentak Jongin.

Dan hal itu sukses membuat pikiran Chanyeol kembali. Ia langsung berlari mengejar Baekhyun. Jongin masih memeluk Kyungsoo erat. Kyungsoo terus memberontak.

"Kau bodoh! Kenapa kau malah menahanku?!" maki Kyungsoo.

"Karena ini bukan urusanmu" balas Jongin.

Kyungsoo mendorong Jongin sekuat tenaga hingga pelukannya lepas. Kyungsoo menatapnya marah.

"Dia adikku dan dia masih menjadi urusanku!" bentak Kyungsoo.

"Jika sampai terjadi sesuatu pada Baekhyun aku akan membencimu" ucap Kyungsoo datar.

Kyungsoo meninggalkan Jongin sendiri. Jongin hanya menghela nafas lelah. Ia meruntuki Chanyeol datang disaat yang tak tepat.

--:--

Chanyeol terus mengejar Baekhyun yang berada jauh didepannya. Ia sudah melihat siluet gadis itu dari kejauhan. Terima kasih pada kakinya yang panjang sehingga ia bisa mengejar gadis mungil itu dengan mudah.

Chanyeol menarik tangan Baekhyun kuat hingga tubuh Baekhyun tersentak menubruk tubuhnya. Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun dengan nafas berantakan. Kencangnya lari si kecil ini sungguh membuatnya kualahan.

Chanyeol mengangkat wajah Baekhyun. Disana ia melihat jejak air mata mengalir dipipi gadis itu. Chanyeol mengusapnya pelan.

Baekhyun masih terus menangis. Ia tak peduli jika didepannya adalah orang yang bertanggungjawab membuatnya menangis.

"Mianhae" ucap Chanyeol.

"Aku mencintaimu, Baek. Tak hanya sekedar suka tapi lebih dari itu" lanjut Chanyeol.

Baekhyun menepis tangan Chanyeol. Matanya yang sembab menatap Chanyeol marah.

"Setelah kau gagal mendapatkan eonnieku sekarang kau beralih kepadaku?! Kau kira aku mau menjadi tempat pelampiasanmu?!" bentak Baekhyun.

Chanyeol tersentak. Jadi selama ini Baekhyun berpikir jika ia mencintai Kyungsoo?

"Kau bukan pelampiasan! Kau adalah pilihan pertamaku!"

Baekhyun tertawa lemah sambil menyeka air matanya.

"Kau memanfaatkanku untuk mendapatkan eonnieku?"

"Bagaimana mungkin aku melakukannya jika aku sudah tertarik padamu sejak awal?"

Chanyeol menatap Baekhyun dalam. Ia mencoba meyakinkan Baekhyun bila selama ini alasannya melindungi Kyungsoo karenanya. Ia tak ingin melihat Baekhyun lebih menderita dari ini.

Baekhyun bimbang. Didalam hatinya ia ingin mempercayai ucapan lelaki ini. Tapi disisi lain ia ragu. Baekhyun sadar dirinya masih terlalu dini memusingkan masalah percintaan. Bahkan ini adalah pertama kalinya ia merasakan hal ini.

"Aku harap kedepannya kita tak bertemu lagi. Terima kasih sudah banyak membantuku dan eonnieku" ucap Baekhyun pada akhirnya.

Chanyeol tercengang. Pernyataan cintanya ditolak oleh seorang anak sekolahan. Dan sialnya ia sudah jatuh cinta pada anak itu. Chanyeol melihat punggung Baekhyun yang semakin menjauh. Ia bodoh. Chanyeol akui itu. Dan lebih parahnya ia tak bisa meyakinkan Baekhyun jika kata-katanya benar adanya.

--:--

Kyungsoo mengabaikan Jongin seharian ini. Semenjak insiden tadi siang Kyungsoo menolak berbicara dengan namja itu. Bahkan untuk bertatap muka saja Kyungsoo tak mau. Kyungsoo akan menghindari Jongin jika bertemu dengan namja itu.

Jongin sendiri menanggapi sikap Kyungsoo dengan santai. Ia tak terlalu ambil pusing. Toh lama-lama gadis itu akan bosan dan mengajaknya berbicara.

Jongin mengamati Kyungsoo yang membersihkan wajahnya didepan cermin. Wanita itu selalu menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang tak dimengerti Jongin jika mereka sedang berdua.

Kyungsoo bangkit dari kursi dan menuju pintu. Jongin mengikuti Kyungsoo. Gadis itu berbelok kesebuah ruangan yang Jongin ketahui adalah kamar Kyungsoo dulu. Kyungsoo membuka pintu kamar itu tapi tangannya ditahan oleh Jongin.

"Mau apa kau?" tanya Jongin.

Kyungsoo menatap Jongin sekilas lalu menarik tangannya yang di genggam Jongin. Kyungsoo mengabaikan pertanyaan Jongin. Ia lebih memilih meninggalkan Jongin daripada bersama pria itu.

Jongin menahan lengan Kyungsoo dan membalik badannya hingga gadis itu menghadapnya. Jongin memandangi Kyungsoo dengan lekat. Gadis itu benar-benar keras kepala.

"Jika kau memikirkan adikmu, dia sudah sampai dirumah dengan selamat. Untuk masalahnya dengan Chanyeol aku tak tau. Mereka harus menyelesaikan itu sendiri" jelas Jongin.

Kyungsoo menatap Jongin datar. Didalam hatinya ia bersyukur jika Baekhyun baik-baik saja. Hanya saja ia masih kesal dengan namja ini. Kyungsoo memalingkan mukanya.

"Kau akan meneruskan aksi merajukmu?"

Kyungsoo diam. Jongin memberikan kecupan dipipi Kyungsoo. Gadis itu langsung menoleh dan memelototinya. Jongin tersenyum miring melihat ekspresi menggemaskan Kyungsoo.

"Setiap kali aku bertanya dan kau tak menjawab maka aku akan memberikan ciuman"

'How dare you!'

Teriak Kyungsoo dalam hati. Jongin terkekeh pelan. Ia seperti bisa membaca apa yang gadis itu pikirkan. Jongin dengan segera menggendong Kyungsoo. Kyungsoo yang tak siap langsung menjerit dan memgalungkan lengannya dileher Jongin. Ia tak ingin jatuh.

"Kau lucu sekali" geli Jongin.

Saat Jongin memajukan wajahnya, Kyungsoo refleks menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Ia tak ingin lagi dicium oleh namja ini.

Jongin yang melihat itu tak mengundurkan niatnya. Ia tetap mencium bibir Kyungsoo yang tertutupi oleh tangan. Kyungsoo memekik pelan saat bibir Jongin mndarat dipunggung tangannya. Ciuman itu begitu singkat tapi meninggalkan bekas mendalam di diri Kyungsoo.

"Aku selalu bisa menciummu walaupun kau menghalanginya"

Setelah mengucapkan itu Jongin membawa Kyungsoo ke kamar mereka. Kyungsoo masih saja diam. Jantungnya berdebar kencang. Ia bisa merasakan seluruh darahnya mengalir cepat.

Jongin membaringkan Kyungsoo diatas ranjang. Ia menyelimuti Kyungsoo kemudian beranjak menjauh dari ranjang.

"Kau mau kemana?" tanya Kyungsoo refleks.

Kyungsoo membekap mulutnya dan meruntuki bibirnya yang tanpa sadar mengucapkan sesuatu. Jongin berhenti dan menoleh. Ia tersenyum singkat. Ternyata Kyungsoo masih menaruh perhatian kepadanya walaupun seharian ini ia mendiamkannya.

"Kau berbicara padaku?" goda Jongin.

Kyungsoo langsung membalik badannya menyamping. Ia tak ingin Jongin melihat wajahnya. Rasanya sangat malu sampai ke dasar. Kyungsoo terus meruntuki kebodohannya.

Kyungsoo merasakan ranjang disebelahnya bergerak. Ia berusaha tak mempedulikannya. Kyungsoo memejamkan matanya berpura-pura tidur. Sedangkan dibelakangnya Jongin berusaha untuk menyamankan posisinya disebelah Kyungsoo. Jongin melingkarkan lengannya disekitaran perut Kyungsoo.

Kyungsoo terkejut dan menegang secara bersamaan. Tubuhnya terasa kaku untuk digerakan. Tangan kasar Jongin terasa dikulitnya walaupun ia menggunakan baju tidur. Jongin mengeratkan pelukannya.

"Kenapa kau tegang sekali? Harusnya aku yang merasa tegang" bisik Jongin dibelakang tubuh Kyungsoo.

Kyungsoo mencoba menjaga jarak tubuhnya dengan tubuh Jongin tapi namja itu semakin menarik tubuhnya merapat. Jongin mengendus belakang leher Kyungsoo yang tertutupi rambut gadis itu.

"Kau harum" bisik Jongin.

Kyungsoo bergerak semakin gelisah. Ia tak bisa terus-terusan berada disatu ruangan dengan Jongin. Sentuhan Jongin lama kelamaan semakin intim dan itu menimbulkan tanda alarm bahaya di dirinya.

Kegelisahan Kyungsoo jelas terbaca oleh Jongin. Gadis itu tak berhenti bergerak dalam dekapannya. Semakin banyak gerakan yang ditimbulkan Kyungsoo membuat tubuhnya semakin berhasrat. Jongin sudah menahannya sejak lama. Tapi ia tak ingin menyakiti gadisnya. Jongin menggeram dalam.

"Berhenti bergerak! Kau membuatku ingin menelanjangimu sekarang juga"

05.10.17

Sorry aku lupa publish ini di ffn. so aku langsung up chap selanjutnya.