I DON'T NEED A MAN
.
.
.
.
.
KAISOO FANFICTION
.
.
.
.
.
BY KAISOOLOVERS
.
.
.
ORIGINAL IDEAS. DONT PLAGIAT. DLDR. GS. EXO. KAISOO. MAINSTREAM STORY
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
WARNING!!! MATURE CONTENT!! YANG MASIH DIBAWAH UMUR SILAHKAN CLOSE!! YANG ANTI SAMA HAL-HAL BERBAU DEWASA TOLONG JANGAN DIPAKSA! KHUSUS YANG KUAT IMAN DAN KAISOOSHIPPER YANG HAUS AKAN BELAIAN!!!
.
.
.
PLAYLIST : EXO - PLAYBOY
.
.
.
CUCOK LAH LAGU INI BUAT INDEHOY
.
.
.
AKU KASIH KESEMPATAN BUAT MUNDUR SEKARANG
.
.
.
.
JANGAN BAPER
.
.
.
SIAPKAN TISSUE YANG BANYAK TAKUT KERINGETAN
.
.
.
ENJOY THE SHOW!!!
.
.
.
Jongin menunggu jawaban dari Kyungsoo. Tetapi gadisnya itu hanya diam dan memandangnya dengan tatapan yang membuatnya semakin berhasrat untuk segera memulai aksinya.
Tangan Jongin terulur dan menyentuh wajah Kyungsoo dan membelainya perlahan. Dari pelipis hingga ke dagu. Gerakan kepala Kyungsoo mengikuti belaian tangan Jongin bak kucing yang sangat mendamba untuk dielus. Refleks Kyungsoo itu membuat Jongin semakin panas.
Jongin memulai aksinya dengan memberikan kecupan disekitar wajah Kyungsoo. Kucupan ringan tapi basah dan panas membuat aliran darah Kyungsoo semakin cepat. Jantungnya terpompa kencang mengikuti setiap gerakan yang dilakukan Jongin.
Satu sentuhan membuat jantung Kyungsoo berdetak kuat. Satu belaian membuat pikiran Kyungsoo melayang. Satu kecupan membuat jiwa Kyungsoo terbang ke surga. Ini terlalu nikmat untuknya. Terlalu berlebihan dan terlalu panas.
Setelah puas dengan wajah Kyungsoo yang sudah ditandainya kini Jongin beralih ke leher mulus tanpa cacat milik Kyungsoo. Jongin menyesapi aroma tubuh Kyungsoo yang tak pernah membuat Jongin bosan. Aroma itu candu untuknya. Bagaikan sebuah mantra yang selalu membuatnya jatuh kedalam pesona gadis itu berkali-kali.
Jongin menjilati leher Kyungsoo dan rasanya sangat manis. Tak ada yang bisa menandingi rasa manis tubuh Kyungsoo. Manis dan memabukkan. Kyungsoo mendesah pelan merasakan sensasi basah dan hangat dilehernya. Tangannya mulai mencengkeram pundak lebar Jongin menyalurkan segala hasrat yang terpendam.
Jongin mulai menancapkan giginya dengan menggigiti kecil permukaan kulit Kyungsoo yang halus. Secara tak kasat mata Jongin meninggalkan jejak diseluruh leher Kyungsoo.
Kyungsoo mendongak saat Jongin dengan sengaja menyerang titik sensitifnya. Kesempatan yang diberikan Kyungsoo tak disia-siakan Jongin. Jongin langsung melahap habis setiap jengkal kulit leher Kyungsoo yang belum ternoda. Seakan-akan ingin membuat orang lain melihat bahwa Kyungsoo adalah miliknya. Satu-satunya miliknya.
Jongin menurunkan ciumannya dari leher kearea bahu Kyungsoo. Dengan kedua tangannya yang ahli ia berhasil membuat dres Kyungsoo terbuka bagian atasnya. Jongin sengaja menurunkan salah satu bagian atas dress Kyungsoo hingga terpampang bahu putih mulus miliknya. Dengan sedikit terlihat bagian gundukan kembar yang selalu menjadi perhatian Jongin diam-diam.
Jongin terus mengecupi bahu Kyungsoo hingga sang empunya mendesah tertahan akibat kelakuannya. Jongin sangat suka dengan reaksi yang diberikan Kyungsoo disetiap sentuhannya. Itu membuat Jongin yakin jika Kyungsoo juga menginginkannya.
Kyungsoo meremas rambut Jongin saat pria itu semakin turun kearah payudaranya. Segala sensasi basah yang diberikan lelaki itu membuat Kyungsoo kehilangan akal. Sama seperti saat ini dimana Jongin mulai membuka bajunya lebih lebar lagi hingga kedua payudaranya terpampang didepan wajahnya. Hembusan nafas Jongin yang panas menggelitik kulitnya dan menimbulkan sensasi erotis pada dirinya. Padahal lelaki itu belum menyentuhnya tapi rasanya ia sudah seperti terbang ke awan.
"I love your smell"
Jongin mengendus sekitaran payudara Kyungsoo. Ia sengaja menggoda gadisnya. Kyungsoo memekik tertahan saat Jongin dengan sengaja menyentuhkan ujung hidungnya ke kulit payudaranya.
"I love your soft skin"
Jongin mengecup sisi luar payudara Kyungsoo dan hal itu sukses membuat Kyungsoo menggelinjang nikmat.
"I love your moan"
Jongin menggigit kecil payudara Kyungsoo hingga gadis itu menjerit pelan karena terkejut.
"Like a melody for me"
Jongin terus mengecupi payudara Kyungsoo tanpa menyentuh puncaknya. Jongin membiarkan Kyungsoo merintih yang menginginkan lebih dari itu.
"I want hear you scream my name, babe"
Jongin langsung melahap payudara Kyungsoo. Kyungsoo yang kurang mengantisipasinya langsung terpekik keras. Remasannya pada rambut Jongin semakin menguat. Bagaikan sebuah isyarat, Jongin lebih kuat lagi memainkan kedua bongkahan itu. Tak lupa lidahnya ikut andil dalam membuat Kyungsoo menjerit keenakan.
Tak hanya menghisap tapi Jongin juga menjilati puncak payudara Kyungsoo hingga pemiliknya membusungkan badannya berkali-kali menahan gairah yang meluap-luap.
Jongin tak ingin terburu-buru. Ia ingin menggoda gadisnya lebih lama lagi. Kyungsoo merasa tersiksa menahan setiap godaan yang diberikan Jongin. Tubuhnya seperti terbakar. Panas menyengat tapi begitu nikmat.
"Please..." rintih Kyungsoo menderita.
Jongin menyunggingkan senyumnya. Gadisnya mulai masuk ke dalam permainannya.
"No, baby. Ini baru permulaan. Aku ingin mencicipimu perlahan hingga kau mengingat bagaimana rasaku ditubuhmu"
Jongin menurunkan ciumannya. Ia mulai menjelajahi bagian perut Kyungsoo. Kyungsoo menggelinjang kegelian. Ia terkikik pelan disela-sela rintihannya. Kyungsoo sangat sensitif di area perut dan pinggang. Ia paling tak bisa menahan gelitikan dibagian sana.
Jongin mengusap pelan paha Kyungsoo dengan tetap mengecupi perut gadisnya. Nafas Kyungsoo tercekat menahan sentuhan lainnya di area sensitifnya. Gelak geli tak lagi terdengar dan diganti dengan desahan ringan yang keluar dari bibir Kyungsoo.
Tangan Jongin mengusap perlahan. Ia sengaja membelai bagian paha dalam Kyungsoo dengan pelan dan menggoda. Kyungsoo menahan nafasnya berkali-kali. Setiap belaian Jongin menyabut setiap hirupan nafasnya. Rasanya begitu sesak dan semua tersalur dibagian bawahnya.
Ciuman Jongin semakin turun. Kini giliran area tersensitif Kyungsoo yang menjadi sasarannya. Kulit yang masih terbalut kain itu tetap dikecupi Jongin. Kyungsoo mengerang pelan merasakan hembusan nafas Jongin menerpa celana dalamnya. Hangatnya tak begitu terasa tapi sensasi yang dirasakan membuatnya mendesah.
Tangan Jongin mulai merambat naik kearah pinggul gadis itu. Ia mencoba menarik celana dalam Kyungsoo tapi tak ingin meninggalkan area sensitif Kyungsoo. Perlahan tapi pasti Jongin menarik celana dalam Kyungsoo. Kyungsoo yang sudah dalam keadaan setengah sadar hanya pasrah. Kabut hasratnya meningkat dan ia sudah tak bisa berpikir rasionalitas lagi.
Setelah celana dalam Kyungsoo terlepas, Jongin langsung mengecupi bagian luar area sensitif Kyungsoo. Kyungsoo mengerang merasakan kenikmatan yang baru ia rasakan. Dirinya seolah mendapatkan sebuah hadiah luar biasa yang dapat membuat hilang akal.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Jongin memulai aksinya dengan menciumi bagian intim Kyungsoo. Kyungsoo spontan mendesah keras mendapat perlakuan itu. Tangan Jongin masih terus bergerak mengelus paha mulus Kyungsoo. Ia tak akan membiarkan Kyungsoo hanya mendapat satu perlakuan. Ia benar-benar ingin Kyungsoo mengingat setiap pengalaman pertamanya dengannya.
Kyungsoo terus memekik kuat. Jongin tak membiarkan mulutnya lepas dari bagian intim Kyungsoo. Bahkan sesekali ia menghisap kuat. Kaki Kyungsoo yang terus memberontak ditahan Jongin agar diam. Ia masih belum mau melepaskan bagian favoritnya itu setelah bibir ranum Kyungsoo.
"Teriakkan namaku" bisik Jongin lirih didepan bagian intim Kyungsoo.
Jongin yakin jika Kyungsoo mendengarnya. Reaksi gadis itu sangat mudah ditebak hanya dengan melihat dari gerak tubuh yang dilakukan Kyungsoo.
"K-Kim..." senggal Kyungsoo yang tak dapat melanjutkan kata-katanya.
Tenggorakannya seakan-akan tersumbat. Semua kata-katanya hilang dan tergantikan dengan desahan panjang. Jongin sangat tau bagaimana membuat gadis itu menjerit nikmat.
"Say it again!" ucap Jongin disela-sela cumbuannya.
Kyungsoo meremas rambut Jongin semakin kencang. Lelaki itu tak akan melepaskan Kyungsoo dengan mudah. Bahkan setiap kata-kata perintah yang keluar dari mulut lelaki itu melebur menyatu dengan setiap sentuhan yang diciptakannya.
Jongin menjauhkan wajahnya dari bagian intim Kyungsoo. Ia ingin menikmati wajah kenikmatan gadis itu akibat cumbuannya. Kyungsoo terengah dengan nafas yang memburu. Jongin menikmati setiap pandangan matanya. Bagaimana tubuh Kyungsoo yang berlapis peluh bisa begitu berkilau bak mutiara. Bahkan hembusan nafas gadis itu sangat sensual ditelinganya. Seperti alunan yang membuatnya ingin terus melakukan lebih hingga gadis itu kelelahan.
Jongin merangkak keatas tubuh Kyungsoo dan sedikit menindih tubuh gadis itu. Kyungsoo memandang Jongin dengan tatapan sayunya. Setiap gerakan mata Kyungsoo membuat Jongin menggeram. Seolah-olah gadis itu menggodanya.
"Kau ingin aku atau kau yang membuka bajuku?" bisik Jongin sensual.
Bulu kuduk Kyungsoo meremang menerima godaan Jongin. Wajahnya ia palingkan karena tak sanggup melihat mata Jongin yang begitu tajam menatap kearahnya. Jongin menyunggingkan senyumannya. Ia mengecup pipi Kyungsoo kemudian bergerak duduk. Ia menopang tubuhnya yang duduk diatas tubuh Kyungsoo agar gadisnya tidak terlalu terbebani berat tubuhnya.
Jongin melepaskan kancing kemejanya dengan mata terus menatap gadisnya. Kyungsoo melirik kearah Jongin dan melihat apa yang namja itu lakukan. Betapa kagetnya ia dia melihat Jongin menelanjangi tubuhnya sendiri dengan sangat sensual.
Lekukan tubuh Jongin terlihat sempurna. Warna kulit yang terlihat lebih coklat dibandingkan orang Korea pada umunya membuat semakin menawan. Bentuk tubuh Jongin yang sempurna semakin melengkapi penampilannya. Dadanya yang bidang membuat Kyungsoo ingin memegangnya dan merasakan seberapa keras dada itu untuk tempat ia bersandar. Mata Kyungsoo beralih turun dan melihat otot perut Jongin yang terbentuk sempurna. Setiap bentuk kotak yang tercetak sempurna diperut namja itu ingin Kyungsoo belai dan merasakan setiap lekukannya.
"Apa kau akan terus melihatnya tanpa memegangnya?"
Kyungsoo terkejut dan matanya kembali terarah ke mata Jongin. Ia sangat malu kedapatan melihat tubuh Jongin begitu lama. Ingin sekali Kyungsoo menghilang dari sini.
Jongin meraih tangan Kyungsoo dan menggenggamnya erat. Ia bawa tangan Kyungsoo ke arah dadanya. Kyungsoo yang menyadari kemana tangannya akan menyentuh langsung menarik diri tapi ditahan oleh Jongin. Dengan lembut Jongin menyentuhkan telapak tangan Kyungsoo ke dadanya.
Kyungsoo langsung menahan nafasnya saat kulit telapak tangannya menyentuh dada Jongin. Ada ribuan sengatan listrik yang menghantar keseluruh telapaknya dan berimbas keseluruh tubuhnya. Kyungsoo bisa merasakan bagaimana kerasnya dada bidang Jongin. Tanpa Kyungsoo sadari tangannya mulai menjelajah kebagian lain.
Nafas Kyungsoo kembali tercekat saat tangannya menyentuh perut pria itu. Betapa berototnya dan terbentuknya perut Jongin. Kyungsoo mengelus pelan setiap lekukan perut Jongin. Ia ingin menghafal setiap detail tubuh namja itu.
Jongin mengerang pelan merasakan sensasi panas ditubuhnya. Sentuhan Kyungsoo begitu menguasai dirinya. Bagaimana respon tubuhnya saat jemari lentik itu menyentuhnya. Hasrat dalam dirinya semakin menggebu-gebu. Sesuatu dibawah sana minta segera dipuaskan. Tapi Jongin tak ingin buru-buru. Ia ingin menikmati setiap sentuhan Kyungsoo.
Tangan Kyungsoo bergerak ke bawah. Jongin dengan sigap menahan tangan Kyungsoo agar tak menyentuh bagian bawah perutnya. Ia tak tau apa yang akan terjadi jika tangan Kyungsoo tak sengaja menyentuh kebanggaannya.
Kyungsoo menatap bingung Jongin. Ia ingin lebih lama menikmati tubuh Jongin dengan tangannya. Jongin kembali menindih Kyungsoo dan menatap Kyungsoo dengan pandangan penuh hasratnya. Jongin membelai pipi halus Kyungsoo.
"Bagaimana cara aku menikmatimu malam ini?" bisik Jongin.
Pipi Kyungsoo bersemu.
Jongin kembali melumat bibir Kyungsoo. Awalnya pelan tapi lama kelamaan Jongin lebih menuntut. Hasratnya sudah di ubun-ubun. Cumbuan kasar Jongin mulai sulit diimbangi Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa meremas bahu lebar Jongin dan menancapkan kuku-kukunya disana. Tangan Jongin tak ingin kalah. Ia mulai meremas bongkahan payudara Kyungsoo hingga sang empunya mendesah tertahan.
Salah satu tangan Jongin mulai membelai bagian intim Kyungsoo. Dibawah Jongin, Kyungsoo mulai menggelinjang pelan. Semua bagian sensitifnya dihajar begitu saja oleh Jongin. Jongin melepaskan panggutannya tanpa memutus kontak tangannya yang berada dibawah.
Kyungsoo berteriak kencang saat dirasa tangan Jongin semakin dalam. Jongin sangat menikmati wajah Kyungsoo saat ini. Begitu bergairah, menggoda dan seksi.
Jongin menjauhkan tangannya dan mulai beranjak dari tubuh Kyungsoo. Gadis itu bernafas pendek dengan mata terpejam. Jongin mulai melepaskan celananya hingga tubuhnya telanjang. Ia kembali menindih Kyungsoo dan membuka lebar pahanya.
Kyungsoo yang masih menikmati masa rehatnya hanya menatap Jongin dengan mata sayunya. Pandangan Kyungsoo itu semakin membuat Jongin ingin segera menenggelamkan dirinya jauh kedalam. Jongin mengelus paha dalam Kyungsoo dan mempersiapkan gadisnya untuk ia masuki. Jongin mengalungkan kedua tangan Kyungsoo dibelakang lehernya dan merapatkan tubuhnya.
"Are you ready, baby? Believe me, okay. I never hurt you"
Jongin mengatur posisinya dan bersiap memasukkan miliknya ke milik gadisnya. Ia menciumi setiap inchi wajah Kyungsoo agar lebih rileks. Ia tak ingin melukai gadisnya walaupun ia tau itu tak mungkin. Mengingat Kyungsoo masih perawan dan ini kali pertamanya melakukan hubungan intim.
"Akh!"
Jeritan Kyungsoo terdengar saat Jongin memasukkan miliknya. Betapa susah payahnya Jongin menahan diri untuk langsung menggerakkan pinggulnya dan mencari kenikmatannya sendiri. Ia ingin gadisnya menyesuaikan diri dulu dengan miliknya.
"S-sakit" cicit Kyungsoo.
Jongin menciumi wajah Kyungsoo dan tak lupa menghapus jejak air mata yang muncul karena gadisnya menangis.
"Aku janji setelah ini rasa sakitmu akan hilang"
Jongin mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Kyungsoo masih merintih kesakitan. Tubuhnya seperti dibelah dua. Rasa pegal menjalar dan rasa asing mengganjal didalam tubuhnya.
Jongin terus mengumpat dalam hati. Baru kali ini ia merasakan seks sehebat ini. Miliknya terasa sangat pas didalam sana. Milik gadisnya seakan-akan membungkus erat. Jongin menyukainya. Milik Kyungsoo yang ketat membuatnya ingin terus berada disana dan terus mengerjainya.
Desahan halus mulai keluar dari mulut Kyungsoo. Gadis itu mulai menikmati ritme yang diberikan Jongin. Rasa panas menjalar keseluruh tubuhnya. Sesuatu yang keras itu menumbuk-numbuk titik sensitifnya berkali-kali hingga ia kehilangan akal.
Jongin mempercepat gerakannya. Dibawahnya, Kyungsoo tersentak-sentak sesuai irama gerakan Jongin. Keduanya hanyut dalam kenikmatan masing-masing.
"Jongin...Jongin..." rancau Kyungsoo saat ia merasa ada sesuatu yang akan meledak didalam dirinya.
"Yes, baby. Say my name"
Jongin semakin gencar dengan gerakannya. Gerakannya kasar dan menuntut. Ia ingin melihat bagaimana gadisnya mencapai puncaknya dan meneriakkan namanya. Kyungsoo terus mendesah disetiap gerakan Jongin. Ia tak bisa lagi berpikir jernih. Ia ingin meledak saat ini juga.
"Jongin!!"
Dua gerakan terakhir dari Jongin mampu membuat Kyungsoo meledakkan diri. Wajah orgasme Kyungsoo sangat menarik perhatian Jongin. Begitu indah dan berkilau seperti berlian. Jongin menyukainya. Ia menyukai seluruh tubuh Kyungsoo. Suara pekikan kenikmatan Kyungsoo begitu menyejukkan telinganya.
Jongin masih memandangi wajah Kyungsoo. Ia ingin menyimpan dengan jelas orgasme pertama Kyungsoo karenanya. Mungkin setelah ini ia akan menggila dengan mencari kepuasannya sendiri.
Hembusan nafas Kyungsoo mulai teratur. Gadis itu sudah kembali pasca orgasmenya. Tak menyia-nyiakan waktu, Jongin memulai kembali aksinya. Kyungsoo yang terkejut dengan gerakan Jongin yang tiba-tiba hanya bisa mendesah pelan. Tenaganya sudah terkuras habis. Tapi ia tau Jongin tak akan berhenti sebelum lelaki itu terpuaskan nafsunya.
Gerakan Jongin semakin brutal. Keduanya mendesah bersautan. Bagian bawah Kyungsoo yang semakin licin mempermudah gerakannya tanpa menyakiti gadisnya. Sebenarnya Jongin bukan tipe penyuka cara konvensional. Ia suka berganti-ganti gaya untuk menyalurkan hasrat seksnya. Tapi dengan Kyungsoo, hanya dengan cara biasa sudah membuat hasrat Jongin menggebu-gebu seperti sekarang. Ia tak mudah terangsang hanya karena sentuhan wanita. Cuma Kyungsoo yang bisa membuatnya gila hanya dengan sentuhan kecil.
Jongin membenamkan wajahnya diceruk leher Kyungsoo. Ia dekap erat tubuh Kyungsoo dengan terus menggerakan pinggulnya. Sebentar lagi ia akan merasakan klimaksnya. Wangi tubuh Kyungsoo membuatnya semakin terangsang. Sentuhan gadis itu disekitar punggungnya membuatnya gila. Jongin dengan kasar menggenjot Kyungsoo tanpa mempedulikan gadis itu berteriak kencang. Hasratnya tak bisa ditahan lagi. Sudah lama ia mendambakan ini. Berada didalam gadisnya dan merasasakan kehangatan yang luar biasa ini. Sangat menakjubkan. Bahkan kata-kata kekaguman lainnya tak bisa menggambarkan bagaimana rasa Kyungsoo saat ini.
"Aaahhhh~~~"
Desahan kencang mengalir ketika Kyungsoo mencapai puncak keduanya yang bersamaan dengan pelepasan dari Jongin. Keduanya terengah dengan posisi sama. Jongin menggeram dalam keterdiamannya. Ini seks yang paling hebat semasa hidupnya. Ia begitu puas. Ini pertama kalinya ia merasakan semua kepuasannya keluar. Tak ada rasa mengganjal. Tak ada rasa biasa saja. Semua sungguh luar biasa baginya. Bagaikan seks pertama yang tak terlupakan.
Jongin mengangkat tubuhnya dan melihat Kyungsoo yang sudah jatuh tertidur. Gadisnya terlihat kelelahan. Jongin mengecup kening Kyungsoo dan bergerak melepas tautan mereka. Jongin mengecek bagian bawah Kyungsoo dan disana terdapat bercak darah. Jongin tersenyum simpul. Ia sangat senang ia menjadi yang pertama bagi Kyungsoo. Dengan begitu Kyungsoo akan menjadi satu-satunya miliknya. Kepemilikan Kyungsoo akhirnya menjadi miliknya sepenuhnya.
Jongin bergerak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Keluar dari kamar mandi dengan badan segar, Jongin membawa sebuah baskom kecil berisi air hangat dan handuk. Ia ingin membersihkan noda darah disekitar bagian intim Kyungsoo. Ia ingin membangunkan Kyungsoo untuk membersihkan diri. Tapi sepertinya gadis itu terlalu lelah. Bahkan saat ia membersihkan noda darah saja Kyungsoo tak merasa terusik sedikitpun dari tidurnya.
Setelah selesai, Jongin mengambil selimut baru dari lemari dan menyelimuti Kyungsoo dengan itu. Ia membungkus tubuh Kyungsoo yang telanjang kemudian menggendongnya. Ia berjalan keluar kamarnya menuju kamar gadisnya. Ia tak ingin tidur diranjang yang berantakan dengan noda darah. Untuk malam ini ia lebih memilih kamar Kyungsoo untuk beristirahat.
"Bersihkan kamarku!" perintah Jongin kepada salah satu pelayan yang melewatinya.
Jongin membaringkan tubuh Kyungsoo diranjang. Ia mengikuti Kyungsoo masuk kedalam selimut yang sama dan menarik gadisnya agar tidur didalam pelukannya. Ini yang ia inginkan dari dulu, memeluk gadisnya sedekat ini. Jongin mengecupi puncak kepala Kyungsoo. Ia beruntung bisa mendapatkan gadis ini. Dan menjadi sebuah bonus saat mereka sangat cocok diranjang.
--:--
Kyungsoo membuka matanya perlahan. Rasanya kelopak matanya terasa berat terbuka. Kyungsoo menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya. Saat pandangannya mulai membaik ia mencoba menggerakkan badannya. Rasa pegal langsung menjalar keseluruh tubuhnya terutama bagian bawahnya. Rintihan lolos dari mulut Kyungsoo saat memaksakan gerakannya. Bagian bawahnya terasa sakit. Dengan pasrah akhirnya Kyungsoo menyerah untuk bergerak. Ia kembali mengingat apa yang terjadi semalam. Mukanya seketika merah padam mengingat setiap detailnya.
Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sungguh ia sangat malu mengingatnya. Sekarang akan ditaruh mana mukanya saat mengahadapi namja itu. Ia meruntuki kebodohannya karena bisa terlena dengan hormonnya. Harusnya ia bisa menghindar dan semuanya tak akan pernah terjadi. Tapi tiba-tiba satu pertanyaan muncul dibenaknya.
'Benarkah kau menyesal? Bukankah kau sangat menikmatinya?'
Kyungsoo menggelengkan kepalanya mengenyahkan pemikiran itu. Otaknya masih tak waras karena kejadian semalam. Yang Kyungsoo butuhkan saat ini adalah berendam dan melupakan semuanya.
"Apa kau akan terus bersikap seperti itu seharian ini?" tanya Jongin dengan nada gelinya.
Kyungsoo terkesiap mendengarnya. Pandangannya langsung mencari Jongin yang sedang duduk santai disofa dekat kasurnya. Jongin menahan senyumannya dan meletakkan cangkir kopinya di coffee table disebelah sofa.
"Sejak kapan kau berada disitu?" tanya Kyungsoo dengan suara paraunya.
Jongin tersenyum miring.
"Aku suka dengan suara paraumu. Apa kau terlalu banyak berteriak semalam?" goda Jongin.
Kyungsoo menutup kedua telinganya. Jelas-jelas ia ingin melupakan kejadian semalam tapi orang ini dengan santainya membuat ingatan semalam berputar diotaknya.
"Aku akan terus mengingatkanmu tentang kejadian semalam"
"Kau! Akh!"
Kyungsoo menjerit kesakitan saat tubuhnya secara spontan bergerak dan itu membuat bagian bawahnya nyeri. Jongin langsung menghampiri Kyungsoo.
"Apa masih sangat sakit?" tanya Jongin khawatir.
"Ini semua ulahmu" gumam Kyungsoo menahan sakit sekaligus malu.
Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo yang masih berbalut selimut. Kyungsoo terpekik dan itu membuat bagian bawahnya semakin nyeri. Ringisan kesakitan terlihat dari wajah Kyungsoo. Ia tak tau jika rasa sakitnya akan bertahan selama ini.
"Kau mau membawaku kemana?" bisik Kyungsoo.
"Kau harus membersihkan diri. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" balas Jongin dengan langkah memasuki kamar mandi.
Jongin dengan perlahan meletakkan Kyungsoo di bathtube yang sudah berisi air hangat. Kyungsoo merintih pelan saat bagian bawahnya menyentuh air. Saat semua tubuh Kyungsoo terendam kecuali bagian kepalanya, Jongin melepas tangannya.
"Mandilah. Letakkan saja selimut basah itu dibawah bathtube. Biarkan pelayan yang membereskannya"
Kyungsoo mengangguk pelan. Ia malu hanya untuk sekedar menatap muka Jongin.
"Sebenarnya aku ingin mengambil selimut itu dan menelanjangimu tapi sepertinya kau akan membunuhku setelahnya" canda Jongin.
Kyungsoo melotot kesal kearah Jongin. Tak taukah candaannya itu memperparah keadaannya saat ini. Jongin meninggalkan Kyungsoo dengan tawanya yang tertahan. Mengerjai Kyungsoo selalu membuatnya terhibur.
25.11.17
Halo...Maaf aku balik lama banget. Udah hampir sebulan ya? Sorry banget. Bahkan beberapa dari kalian menerorku buat lanjutin chap ena-ena ini.
Ada yang merasa kurang hot? Klo mau semakin hot bisa baca sambil deket api atau makan cabe.
Chap ini dibuatnya lumayan lama. Setelah chap sebelumnya publish aku udah mulai buat chap ini. Cuma ditengah jalan otak yadongku ga mau keluar. Pas nyoba nyari mood eh kerjaanku numpuk dan akhirnya terbengkalai. Aku baca kok komen2 kalian. Makanya setiap kali ada yang nagih langsung coba ketik lagi. Tapi berhubung tubuh udah lelah duluan jadi cuma bisa nambah beberapa kata doank.
Bangun mood yadong susah2 gampang. Apalagi kemarin-kemarin lagi sedih #curhatdikit. Eh malah disaat2 itu dapat ide untuk kelanjutan cerita ini. Bahkan kerangka pokok untuk beberapa konflik sudah tersusun rapi diotak #bocorandikit. Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan mencoba membangkitkan mood lagi #sekiansesicurhatnya.
So...masih ada yang pengen chap ena-ena lagi? Kok aku masih kurang puas tapi apa aku ga tau. Aku akan mencoba mencari wangsit dulu. Kkkk.
REVIEW JUSEYO~~~
