What I am ?
CHAPTER 3: Asgard
DISCLAMER: BUKAN PUNYA SAYA
"HA" BERBICARA
'HA' BATIN
"HA" BERBICARA SCARED GEAR / /AMARAH/ / JURUS
'HA' BATIN SCARED GEAR / / AMARAH
WARNING:ABAL-ABAL/GAJE/OC/OOC/TYPO/No shinobi/Dragon/Monster/Mecha/
PAIR: (NARUTO X …)
GENERS: ADEVENTURE, FATASNY, and SUPERNATURAL
RANTED: M
Summary: Aku dulu diculik oleh para golongan iblis lama, namun kemudian mereka melepaskan ku begitu saja di suatu tempat yang tidak ku ketahui. Lapar dan haus itu yang kurasakan, sampai ku menyadari sesuatu tempat ini dipenuhi oleh bankai-bankai naga yang sudah rusak dan membuat mual. Tidak punya pilihan lain aku harus memakan mereka dan meminum darah busuk untuk bertahan hidup. Dan kemudian aku mulai berubah menjadi sesosok Monster.
Author Note: Mungkin dari chapter ini dan selanjutnya Sudut pandang akan di ubah dari orang pertama menjadi orang ketiga karena ada beberapa hal yang lumayan sulit untuk di diskripsikan.
Last Chapter :
Mata helm ini menyala hijau terang, dan seketika langsung di belakang dan di bawah kaki ku mengeluarkan Nos yang sangat besar untuk terbang ke atas menerobos langit-langit ruangan ini dan terbang bebas di langit malam.
Bintang-bintang menjadi tempat yang indah ketika kau dapat merasakan ketenangan, kau akan membayakan ketenangan yang sangat menyenangkan. Perasaan yang sangat indah seolah menari besama langit malam yang sangat indah ini. Dan ini adalah awal dari perjalananku!
Bruush!
~What I am~
Naruto, kini berada di sebuah daratan yang penuh dengan salju abadi. Setelah berpamitan kemarin dengan Millicas dia melanjutkan perjalannnya ke dunia Manusia dan lebih tepatnya kawasan Europa utara.
Dan sepertinya dia telalu meremehkan suhu daratan Eropa utara.
Hachuu!
Kedinginan dan sepertinya terkena flu yang cukup serius di tambah tidak ada tempat yang seperti gua untuk menghangatkan badan. Naruto mungkin telalu bodoh dalam masalah suhu.
Dengan sangat kedinginan sampai ada beberapa anggota tubuh yang membeku. Kemudian tidak sengaja di melihat sebuah cahaya yang cukup terang dari arahnya berada.
'Jika ada cahaya pasti ada... Kehangatan!'
Kecepatan yang sangat tidak dapat di bayangkan dikeluarkan oleh Naruto.
Sementara.
Di letak asal cahaya, sekelompok perempuan dengan armor melekat di tubuh mereka. Mereka di sebut sebagai Valkyrie prajurit dari mitologi Norse yang berada di bawah pimpinan mereka yaitu Odin. Kini mereka dalam kondisi pertarungan yang sangat sengit melawan.
Elang raksasa yang di kenal sebagai Hraesvelgr, dalam mitologi Norse dia adalah raksasa yang mengambil wujud elang yang sangat besar bahkan tidak di ketahui seberapa besarnya tapi dia lebih di kenal sebagi penelan mayat.
Tentu saja jumlah mereka menang, namun dari segi kekuatan itu sangat jauh bagaikan langit dan bumi.
Beberapa dari perempuan ini mencoba menyerang menggunakan sihir Norse, namun semuanya sia-sia di katakan bulunya ini sangat tebal dan dapat menahan sihir apa pun.
Elang raksasa ini mengepakkan sayapnya membuat angin yang dashyat, banyak prajurit Norse ini berterbangan tidak tentu arah, menggunakan serangan fisik tidak mungkin karena dia bahkan dapat membuat senjata yang akan menyerangnya di pentalkan kembali.
"Rossweisse-senpai bagaimana sekarang jumlah prajurit semakin berkurang."
Seorang perempuan dengan rambut perak-putih sampai punggung. Lalu mata yang matanya yang biru, dapat membuat iri dengan kecantikannya. Tapi satu hal jangan pernah menyebut tentang hal asmara karena akan sangat buruk.
"Semua amankan para Valkyrie yang terluka dan bawa mereka pulang ke Asgard dengan selamat, sementara beberapa lagi yang masih kuat untuk bertarung tahan Hraesvelgr sampai para Valkyrie yang terluka tersebut semuanya di bawa ke asgar."
"Hai!"
Rossweisse dengan beberapa Valkyrie maju menghadapi raksasa ini. Di tangan Valkyrie cantik ini dia menciptakan sebuah sihir jenis penjerat atau penangkap.
"Chain Plasma!"
Rantai dengan cahaya biru menyilaukan pun menjerat hampir seluruh bagian dari elang raksasa ini. Meski begitu sepertinya Rossweisse tidak bisa mempertahankan dalam waktu lama.
"Semuanya Serang!"
Serangan berutun pun dilaksanakan dengan sihir para Valkyrie yang kuat dinamakan Aurora Gun, sebuah sihir dimana mereka menebakan mana dengan bertubi-tubi ke unikan sihir ini adalah memberikan luka dalam bukan luka luar. Dan sepertinya itu berhasil.
KYAAK!
Elang raksasa itu mengeram kesakitan walaupun tidak telihat luka tapi luka dalam mungkin sudah sangat sakit akibat serangan yang dilancarkan.
"Ahhh!"
"Rossweiss-senpai!"
Rossweiss telihat kelelahan karena mananya hampir habis, dan rantai yang mengikat raksasa ini semakin melemah tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Elang ini membuka sayapnya lebar-lebar dan bersiap untuk terbang.
"Jangan pikirkan aku, tetap fokus untuk menyerangnya sampai waktunya tiba!"
Tapi telambat dia sudah terbang ke angkasa dan mengepak-ngepak kan sayapnya di angkasa selain itu mata miliknya yang tajam memantau para Valkyrie yang tengah di evakuasi menuju Asgar.
"KYAAK!"
Dengan kecepatan yang sangat mengerihkan raksasa ini siap mencekram para Valkyrie yang tengah berusaha mengevakusai temannya. Sebagai pemimpin di kelompok ini dan kakak dari mereka Rossweiss tidak akan membiarkan itu. Sekuat tenanga dia menciptakan sihir pelindung pada anggota pengevakuasi.
BRAAK!
Akibat telalu memaksakan diri sekarang mananya sudah menekati kehabisan, dia terjatuh kedepan karena tidak kuat. Air mata keluar dia sangat tidak pantas menjadi seorang pemimpin.
'Aku mohon seseorang tolonglah, aku tidak ingin kehilangan mereka!'
Dan ketika sudah dekat dengan para mangsanya, muncul cahaya keunguan yang sangat terang dari tempat raksasa ini. Mata Rossweiss membulat terkejut. Sepertinya ada pertolongan namun siapa, dia tidak mengetahui cahaya ungu seperti itu bahkan selama hidupnya.
"Oy burung aneh lebih baik kau pergi dari sini!"
Duahk!
Shuut!
Dengan sekali pukulan burung ini memental kebelakang. Hanya satu kata terkejut yang dapat dia rasakan dengan mudah seseorang mementalkan raksasa yang hampir sekelas dewa tanpa mengalami kesusahan.
Rossweiss bangkit dan mecoba pergi kesana.
Di tempat evakuasi.
Semua Valkyrie yang tengah mengevakuasi temannya, tadinya hampir mengalami kematian yang sangat tragis namun semua itu terbantahkan oleh seseorang berambut putih spike dengan kulit putih dan mata ke unguan menyala. Yang dapat membuat Hraesvelgr dapat terpental dalam sekali pukul.
"Makanya jangan gangu orang, lagi menghangatkan tubuh malah dapat burung aneh yang datang."
Kemudian dia mengosok-gosokan tangannya dan mendekatan tanganya dengan api agar terasa hangat. Hanya satu yang ada di dalam pikiran para perempuan Norse yaitu.
'Jadi dia memukul Hraesvelgr, hanya karena terganggu.' Batin mereka sweatdrop
Yang pada akhirnya Rossweisspun datang ketempat para temannya yang hampir menjadi santapan dari elang raksasa. Dan di situ dia mengalami sebuah ke sweatdrop . Ada seorang iblis berambut putih dengan mata ungu menyala yang tengah menghangatkan tubuh dekat api unggun kecil.
'Apa benar orang ini yang memukul Hraesvelgr.'
Dia mendekati pemuda tersebut untuk berterimakasih. Karena mungkin tanpa orang ini dirinya akan melihat para temannya tewas.
"Permisi, pemuda-san."
Dan tenyata dia adalah Naruto sang tokoh utama kita, akan tetapi sepertinya dia bukan Naruto yang mengendalikan tubuhnya namun orang yang entah tak tau dimana menurutnya.
Naruto yang tengah di kendalikan oleh entah siapa namannya. Kemudian menatap ke arah pinggirnya dan menemukan perempuan berambut perak-putih sepunggung dengan pakaian armor.
"Hm ada apa, perempuan aneh."
Mendengar tanggapan yang sangat menyakitkan dari Naruto. Membuatnya membeku di tempat, dan kata yang di ucapakan tadi terus berputar-putar di kepalanya.
"APA MAKSUD MU HA!"
Dan hanya di balas dengan tidak di perdulikan. Naruto malah fokus dengan api di depannya, sudahlah jangan pernah pedulikan orang sekitarmu , pikirkan dulu dirimu sendiri.
"OY JAWAB AKU SEKARANG !"
Dengan kedua tangannya dia menutup kedua telinga agar tidak mendegar suara dari perempuan berambut perak-putih tersebut, emosi Rossweiss meningkat dengan sangat tinggi dia menyampa dengan sopan dan di balas dengan ucapan dan perlilaku yang membuat emosi.
"KALAU KAU MASIH BEGITU MAKA KAU BISA DI HUKUM KARENA TELAH MELANGGAR!"
Naruto menantap sekali lagi ke arah Rossweiss, sekarang seyuman kemenangan bertengger di wajahnya karena mungkin iblis di depannya ketakutan setelah mendengar ucapannya tadi.
"Siapa yang nannya."
JLEB!
Rossweiss langsung berlutut dengan awan gelap di atasnya begitu mendengar kalimat yang berasal dari pemuda berambut putih ini, sakit sangat sakit namun tidak berdarah. Kenapa-kenapa harus pemuda di depannya yang menyelamatkan teman-temannya. Meskipun sudah menyelapkan teman-temannya namun sumpah dia baru pertama kali bertemu dengan orang dengan sifatnya seperti ini.
"K..KAU!"
KYAAK!
Sepertinya pertempuran nista mereka harus terhenti karena burung elang raksasa itu telah bangkit lagi dari acara jatuhnya. Rossweiss mencoba berdiri lagi dan mengerakan tanganya untuk membuat lingkaran sihir. Namun itu langsung di tahan oleh tangan Naruto yang mengengamnya.
Blush!
"A..APA YANG KAMU LAKUKAN MESUM!"
Tapi sesaat Valkyrie ini menatap wajah dari pemuda ini sangat tajam dan serius. Apa kah dia mengetahui bahwa Rossweiss telah ke habisan energi, kemudian Naruto menurunkan tangannya dan menatap ke arah Elang raksasa itu yang tengah mencarinya.
"Aku tahu kau kehabisan energi itu terlihat dari mata ini, mata yang memancarkan Dragon, jadi jangan pernah kau bertindak seperti seorang pahlawan lebih baik kau pikirkan dirimu dahulu dan orang lain."
"Jangan mengajarkan aku disini, aku tahu apa yang harus kulakukan."
"DI SAAT SEPERTI INI KAU MASIH MEMENTINGKAN EGOMU DARI PADA KONIDISI!"
Aura menyeramkan keluar dari tubuh Naruto dan mengambarkan sesosok naga yang sangat besar dengan mata merah menyala dan tajam bagaikan pemangsa dari para pemangsa.
Rossweiss, baru kali ini dia menerima ketakutan yang menyeramkan selain dari Odin selaku tuannya. Keringat dingin muncul akibat ketakutan yang di rasakan. Naruto berjalan meninggalkan Rossweiss yang tengah ketakutan, kemudian memunculkan sayap seperti naga.
"Kau pergi dari sini dan selamatkan teman-temanmu itu sementara aku akan menahan Burung aneh ini."
Tanpa banyak bicara Rossweiss langsung melaksanakannya, membantu teman-temannya yang sedang di evakuasi dari tempat ini.
"Saatnya makan."
Naruto melesat ke arah musuhnya dan benturan kekuatan pun terjadi, sangat dashyat. Namun kemudian terpental karena musuhnya meningkatkan kekuatannya dia kemudian menyiapkan sebuah lingkaran sihir dengan lambang yang sangat unik yaitu sebuah kerangka naga dengan memegang sebuah sabit.
Dari situ muncul beribu-ribu tulang berlulang yang memanjang menjadi sebuah tangan raksasa dan meninju dengan keras ke arah wajahnya. Raksasa inipun oleng tidak dapat mempertahankan ke seimbangnya, tidak mau menyia-nyiakan sebuah keberuntungan dia dengan cepat menghilang kan sayapnya dan mendarat tepat di tubuh elang ini. Lalu kedua tangannya di selimuti aura hitam dan mengubah mereka menjadi sebuah penda tajam yang sangat mematikan.
Seet!
Naruto menyeret kedua tangannya agar terjadi luka-luka di tubuh raksasa ini. Namun belum sampai di tempat jantung berada elang ini mengepak-ngepakan sayapnya dengan cepat dia langsung terbang ke langit yang lebih tinggi.
JLEB!
Naruto bertahan di tempatnya berada dengan menacapkan tangannya yang telah berubah menjadi sebuah senjata ke tubuh burung ini agar dia tidak jatuh dari ketinggian.
"Kau kira aku akan melepaskanmu burung aneh!"
Dengan menabah mana di kakinya sekarang dia dapat bertahan di ke adaan seperti ini. Naruto melepaskan kedua tanganya dari tubuh burung ini. Dan kakinya menempel ke tubuh burung seolah magnet.
"Dragon Accel!"
Mengucapkan hal tersebut Naruto bergerak dengan cepat dan menimbulkan replika dirinya namun itu hanya bayangan karena kecepatannya sangat cepat.
Ketika sudah berada berada dekat dengan kepalannnya dia melompat ke langit dan tepat berada di atas kepala burung tersebut. Tangannya kini di ubah menjadi senjata yang sangat besar yaitu Skull Dragon Blade.
Sebuah senjata yang berasal dari mana kegelapan yang berada di tangan kanannya saja. Senjata ini dapat membela sesuatu yang sangat sulit di tembus bahkan dengan sayatan dari pedang ini dapat membuat lawannya menjadi lupuh.
"Saa...Ayo mulai."
Kemudian menembas pedangnya ini secara Horizontal dengan sangat cepat. Tidak lama kemudian di terjatuh dari langit. Namun burung raksasa ini diam di tempat dan kemudian terjadi retak-retakan di seluruh tubuhnya dan luka horizontal yang di berikan semakin membesar dan terlihat.
Akan tetapi burung ini tetap tidak hancur dan hanya terjatuh bersama dengan Naruto Sudah membuat sebuah serangan lain setelah dirinya dapat mendarat di tanah.
Ketika akan mengeluarkan sayapnya tiba-tiba burung itu muncul di belakannganya walaupun sudah mendapat luka yang lumayan merepotkan dia tetap bertahan. Naruto hanya dapat terkejut karena lawannya sudah bisa menyusulnya.
KRAAK!
Paruhnya yang sangat dekat dengan tangannya di terkam dengan sangat kuat. Naruto menahan rasa sakit yang sangat luar biasa, kemudian dia menciptakan pedang di tangan satunya yang kosong.
"Ambil saja kalau mau!"
Slash!
Naruto memotong tangannya agar dapat bebas. Secepatnya dia langsung mengelurakan sebuah sayapnya. Dan terbang mengepak-ngepak melihat burung tersebut terjatuh.
DOOM!
Suara benturan keras terdengar di sekitar situ, dengan cepat Naruto langsung melesat ke arah musuhnya dengan tangan kirinya yang masih ada dia merubah menjadi sebuah senjata kampak yang sangat tajam.
Slash!
Slash!
Hilang sudah kedua sayap musuhnya, Naruto dengan ganas menotongnya. Kini raksasa ini tidak dapat lagu terbang dan hanya bisa terlentang di tanah yang sangat kasar. Meskipun begitu Naruto tampak tidak kuat menahan rasa sakit dari tangan kanan yang sudah dia potong meskipun yang menggunakan tubuhnya kini orang lain.
"Sial aku harus memakannya."
Aura ke unguan keluar dari tubuh Naruto lalu berubah menjadi sesosok naga yang sangat besar. Dan langsung mernekam lawannya di depan, burung ini pun lansgung menjadi butiran-butiran kecil dari sebuah serbuk yang kemudian di makan.
Aura keunguan itu kemudian menghilang, dan dengan sendirinya muncul tangan baru berada di tempat tangan lamannya.
Dan tak lama mata ungu itu kembali menjadi biru samudra, tampaknya Naruto mengendalikan dirinya lagi dia menghepaskan dirinya ke tananh agar dapat melihat langit malam dengan Aurora yang indah.
"Masalah baru aku datang!"
~What I am~
Kini aula istana yang menjadi sebuah kebangaan dari mitologi Nordik, aula yang berada di asgard salah satu dari sembilan dunia yang berada di pohon raksasa bernama Yggdrasil. Dan nama aula istana ini adalah Valhalla sebuah tepat dimana para dewa Nordik berkumpul bersama.
Namun kali ada yang unik karena mereka ke datangan tamu yang tidak di duga-duga. Yaitu iblis yang tentu saja siapa lagi kalau bukan Naruto, kini dia tengah di tatap oleh dewa-dewi mitologi tersebut.
Dan seorang pria tua yang tengah duduk di singasana paling besar dan mewah di antara singasana yang lain, dia lah Odin pemimpin dari mitologi Nordik.
"Jadi kau yang telah mengalahkan, Hraesvelgr iblis-kun."
"Yah begitulah, Odin-sama."
Banyak dewa-dewi maupun para Valkyrie, tidak percaya dengan apa yang telah di lakukan seseorang di hadapan mereka. Yaitu membunuh raksasa yang sangat mampu menyaingi dewa, tapi sepertinya ada beberapa dari mereka memandang sinis ke arah Naruto.
"Aku sangat berterima kasih pada mu, karena telah membantu mengalahkan raksasa itu."
Banyak orang tidak percaya mendegar penuturan dari pemimpin mereka, dari banyak orang yang paling tidak senang adalah Loki dewa yang paling menyusahkan di antara dewa Nordik.
"Namun aku hanya mengakhir burung aneh itu, yang seharusnya mendapat ucapan seperti ini adalah para Valkyrie."
"Iya memang benar, dan sekarang katakan iblis-kun apa yang tengah kau lakukan di wilayah mitologi Nordik sangat jauh sekali dari Underworld rumahmu."
Dengan seyuman mengembang di wajahnya, serta tatapan yang sangat menginginkan. Lalu semangat yang mengebu-ngebu.
"Mencari sebuah pertualangan!"
Banyak orang menaikan alisnya dan tidak mengerti atas ucapan dari pemuda iblis ini. Namun berbeda dengan Naruto sekarang dalam dia sangat terseyum lebar.
"HAHAHAHA!"
Suara tawa mengema di aula tersebut, Odin tertawa dengan sangat keras mendengar ucapan Naruto. dia tidak mengejek ucapan iblis ini namun sangat senang mendengarnya.
"Hahah, kau sangat mirip denganku waktu muda dulu yah mencari sebuah pertualangan."
Odin kemudian memandang ke langit-langit aula Valhalla, lalu terbayang semua pertualangan mudanya sebelum dia menjadi pemimpin para dewa Nordik dan orang yang paling di segani.
"Namun sepertinya mimpi seperti itu sekarang aku sudah mulai jarang mendergarnya, orang-orang sekarang mereka menginginkan kekuatan atau pun kekuasaan, katakan pada ku iblis-kun apa yang mendasari kenapa kau memilih mimpi mencari Pertualangan dari pada yang lain."
"Pertualangan adalah hal yang sangat membuat seseorang merasakan sesuatu yang berbeda dari pada biasanya dimana di sana akan terasa sebuah hal yang tidak terduga, lalu hal yang paling mendasari kenapa aku ingin berpetualangan." Naruto kemudian nafas.
"AKU INGIN MELIHAT DUNIA YANG LUAS INI!"
Odin memandang takjub dengan ucapan bocah ini. Sangat sedikit orang yang memiliki semangat seperti ini, namun di samping itu semakin berkurang akibat kegagalan untuk mencapai mimpi tersebut.
"Yang benar saja ingin melihat dunia yang luas ini, kau sangat bodoh yah iblis-kun, oh bahkan kau lupa memperkenalkan diri sangat tidak sopan."
Perkata yang berasal dari Loki ini membuat seluruh orang memandangnya, bahkan Odin menatapnya dengan sangat tajam anaknya ini. Namun berbeda dengan Naruto karena dia hanya mengetahui pemimpin Mitologi saja tidak sampai ke dewa-dewa Mitologi lainnya.
"Oh mohon maaf, perkenalkan namaku Naruto."
Dia pun menunjuk dengan jarinya kearah Loki sambil tetap menatap Odin.
"Odin-sama, maaf kan atas kelancangan saya namun sebenarnya siapa orang berambut biru aneh ini."
Banyak orang memadang tidak percaya ke arah Naruto, dan jangan tanya Odin tertawa ketika mendengar pertanyaan iblis di depannya ini mengenai salah satu anaknya. Untuk Loki dia sangat marah karena di hina di depan banyak orang.
"HAHAHAHAH!"
Loki yang tidak tahan atas penghinaan ini, berdiri dari singasananya dan menatap kearah Naruto dengan tatapa membunuh yang tajam.
"Nama ku adalah Loki salah satu dewa penting dalam mitologi Nordik!"
Naruto kemudian berhenti menunjuknya dan berpikir sejenak sambil menahan dagu dengan tangannya, yang akhirnya muncul sebuah lapu di samping kepala Naruto.
"Oh dewa keburuntungan yah."
Alis Loki berkedut saat mendengar kalimat yang telontar dari mulut iblis bernama Naruto ini, dewa keberuntungan apa itu dia bukan dewa semacan itu dia adalah dewa dari kejahatan.
"APA MAKSUD DARI UCAPAN MU TADI!"
"Tentu saja kan tadi namamu Loki kalau aku cari dalam kamus mungkin aku akan menemukan Hoki yaitu keberuntungan, jadi aku nggak salah kan karena Loki sama dengan Hoki."
"DENGAR YAH NAMA KU LOKI L-O-K-I."
Naruto kemudian mengedip-ngedipkan matanya berulang kali, apa ada yang salah dengan orang ini pikir Loki. Naruto akhirnya membulatkan mata dengan mulutnya terbuka. Dengan seyuman kearogana akhirnya dia dapat membuat orang di depannya terkejut. Tangan Naruto
"KAU JADI KAU, ITU DEWA PENUNGGU LOKET ADMINISTRASI YA!"
GUBRAK!
Loki langsung terseungkur akibat mendengar ucapan pemuda tersebut, bahkan banyak dewa-dewi serta Valkyrie tidak kuat menahan tawa. Akibat mendengarnya dan tentu saja Odin sudah memegang perutnya akibat tawa yang sangat banyak.
"HAHAHAHAHAHA!"
Naruto kemudian, hanya memandang ke arah dewa yang tengah tersungkur itu dengan pandangan yang sangat tidak memperdulikan lagi.
"Kau benar-benar sangat menyenangkan dan tau bagaimana cara membuat orang lain tertawa." Ucap Odin setelah lepas dari tawanya, begitu juga dengan yang lain.
"Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku tertawa seperti ini." Lanjutnya yang membuat semua dewa-dewi yang berada di mitologi Nordik berpikir kapan mereka terakhir tertawa seperti ini, ini seperti sebuah kenangan dimana dulu adalah hal yang membuat mereka bisa tertawa dengan bebas.
"Katakan padaku Naruto-kun, bagaimana kalau aku memberi kau misi untuk mengalahkan se kelompok Dark Elf yang berada di Alfheim apa kah kau mau ?"
Naruto kemudian berpikir tentang misi yang di berikan Odin sepertinya cukup menarik, karena dia pernah mendengar bahwa di Mitologi Nordik dunia ini di bagi sembilan dan salah satunya adalah Alfheim.
"Apa maksud dengan ucapan mu, Pak tua kau memberika misi pada seseorang yang membunuh salah satu mahluk penting dari Mitologi Nordik."
"Loki tutup mulut mu!"
"Ano..."
Semuanya melihat ke arah Naruto, mungkin dia sudah menentukan jawabannya pikir para dewa dan dewi.
"Sebelum aku menjawab pertanyaan dari Odin-sama, ijinkan aku menayakan sesuatu pada Loki-san." Kemudian Naruto menunjuknya dengan penuh tatapan tajam.
"Kalau kau mengakui burung aneh itu adalah bagian dari mitologi Nordik, seharusnya burung itu tidak akan menyerang teman sebangsanya, aku tahu ini terdengar aneh namun pasti ada sesuatu hal yang membuat burung tersebut menyerang."
Orang-orang disana hanya bertanya-tanya apa maksud dari ucapan iblis di depan mereka, Hraesvelgr adalah seorang raksasa dan sudah pasti dia adalah musuh para dewa di sini. Tapi kenapa Naruto mengangapnya sebagai seorang teman bagi bangsa mereka.
"Pertanyaan macam apa itu, ingat disini raksasa adalah musuh kami dan Hraesvelgr adalahh salah satunya dia adalah burung yang tinggal di atas pohon Yggdrasil meskipun begitu kekuatanya sangat mengancam."
"Namun tadi kau bilang kalau dia adalah salah satu mahluk penting dalam mitologi kalian kan, berarti kalian teman namun kenapa kalian mengangap dia musuh hanya karena memiliki kekuatan sepantar kalian, ingat satu hal burung itu hanya ingin satu hal."
Naruto kemudian menatap langit-langit aula dengan pandangan yang sangat meminta maaf.
"Yaitu Kebebasan."
Banyak mata memadang dengan pandangan yang sangat terbalalak kaget, seorang raksasa dimana-mana pasti menginginkan sebuah ke hancuran dan peperangan. Namun pemikiran di depan mereka sangat berbeda dia mengangap raksasa menginginkan sebuah kebebasan.
"aku yakin dia seperti seorang burung yang berada di sangkar dan terjebak di sana, ketika dia melihat burung lain yang sedang terbang bebas di langit biru ini dia ingin itu, namun ketika dia mencoba untuk terbang dengan bebas di angkasa, dia akan di cap sebagai seseorang yang harus di buru padahal dia hanya ingin bebas."
Mendengar penuturan dari Naruto, mereka tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulutnya. Para dewa dan dewi ini kemudian melihat peminpin mereka yang dengan terseyum hangat dan tenang.
"Ternyata kau memiliki pemikiran yang sama denganku, sudah sangat lama aku ingin membuat ras Jotun tidak semua ras berdamai dengan kami agar tidak terjadi peperangan yang tidak perlu, lalu aku juga sangat setuju dengan mu pasti setiap orang menginginkan sebuah kebebasan."
"Namun itu tidak akan mengubah bahwa kau telah membunuh salah satu mahluk dalam mitologi kami."
Ucapan Loki memang benar dia, Naruto memang membunuh burung tersebut namun itu tidak sepatutnya benar karena saat itu bukan dirinya yang mengendalikan tubuhnya namun tetap saja hal tersebut tidak mengubah apa pun.
"Lalu apa yang akan kau lakukan kalau aku tidak membunuhnya ?"
"Tentu saja di harus kembali ketempatnya berada dan di hukum."
"Kalau begitu aku mengakhir rasa terkengkannya dan terjebaknya itu."
Banyak orang menayakan kenapa membunuh dapat menjadi alasan pembelaan.
"Karena aku sudah paham yang dia rasakan, ketika aku akan membunuhnya aku merasakan perasa yang ingin bebas dari sebuah rasa sakit yang di sebabkan oleh seseorang disini."
Sebuah sangahan yang sangat mengejutkan bagi banyak orang, ini seperti sebuah persidangan yang mendadak dimana mereka menjadi seorang saksi atas sebuah kasus.
"Jadi maksud mu ada seseorang di antara kami yang menyiksa raksasa tersebut secara berlebihan meskipun dia tidak membuat kesalahan." Ucap Odin
"Benar dan pelakutnya adalah kau dewa L-O-K-I!"
Semua orang terbelalak namun itu memang sudah bisa di tebak oleh mereka sendiri namun yang membuat mereka terkejut adalah bagaimana dia dapat membuat seorang dewa bersalah, Loki pasti menyangah dengan licik.
"HAHAHAH!, memangnya kau punya bukti."
"Memang untuk sekarang aku tidak memliki bukti nyata, namun aku akan membutikannya suatu saat nanti."
Kemudian dia mengempalkan tangannya dan mengarahkannya ke arah Loki dengan terseyum menyeringai, tidak lupa matanya yang menyala ke unguan. Aura gelap muncul di belakang Naruto.
"Tunggu saja!"
Loki kemudian tersadar setelah mengedipkan matanya, apa tadi perasaan yang sangat dingin dan kejam muncul dari iblis di depannya bahkan ini melebih dirinya sebagai dewa yang jahat, ini jauh sangat jauh.
Banyangan hitam menghilang dan Naruto kembali seperti semula, Loki menatap aneh ke semua orang apa tadi mereka tidak merasakannya atau ini ilusi.
"Lalu untuk tawaran misi dari Odin-sama."
Naruto menutup matanya dan menghembuskan nafas, lalu menatap pemimpin Nordik ini dengan sangat penuh keyakinan.
"Aku setuju!"
-TBC-
Author Note:
Yo ketemu lagi dengan Author, kali ini Naruto akan berada dalam mitologi Nordik.
Sedikit info: Mulai sekarang dan selanjutnya Author akan menggunakan sudut pandang orang ketiga agar lebih mudah, lalu perubahan sifat Naruto yang tadi mula sedih kemudian pesimis dan akhirnya menjadi seorang yang menyenangkan terjadi karena sedikit demi sedikit Naruto mulai menerima orang yang berada di dalamnya, kemudian Naruto akan lapar jika di waktu tertentu ingat di waktu tertentu. Kemudian anda pasti menebak Pairnya itu Rossweiss mungkin bisa jadi karena ini masih rahasia Author sendiri kemudian untuk selanjutnya Naruto akan berada di tempat para Elf yaitu Alfheim.
Jurus dan senjata yang ada di cerita ini:
Chain Plasma : Sebuah rantai yang berasal dari Energi sihir Nordik yang di gabung dengan cahaya, menghasilkan sebuah rantai yang dapat menjerat seseorang namun pemakai Mana akan cepat berkurang.
Aurora Gun : Adalah sihir dengan daya serang jauh dimana seseorang menembakan sebuah peluru yang berasal dari Mana yang di padatkan, namun sihir ini hanya akan berkerja ketika Aurora terjadi ini sesuai dengan namanya selain itu seperti penjelasan di atas sihir ini dapat melukai bagian dalam tubuh.
Kita sebut saja Dragon Eye (sementara) , sebuah mata yang di miliki seseorang di dalam tubuh Naruto selain Sinanju, kemampuan mata ini dapat melihat kondisi luka, energi dan juga presentasi dia bertahan.
Dragon Accel : sebuah jurus yang di keluarkan Naruto, jurus ini Author terinspirasi dari Gundam F91 karena Gundam ini dapat membuat ilusi mata yang sangat seolah membuat kita banyak namun sebenarnya itu Ilusi.
Skull Dragon Blade: Senjata pedang raksasa yang hanya mucul di tangan kanan Naruto, meskipun memiliki kekuatan yang mengerihkan seperti menembus sesuatu yang sangat sulit serta dapat membuat kelumpuhan sementara hanya dengan luka sayatan, sayangnya Senjata ini sangat berat dan sulit untuk diangkat, hal itu dapa menghabat kecepatan.
Oke, Segitu saja cukup sampai disini dan sampai jumpa di Chapter depan bila ada salah kaliamat mohon di maaf kan yah, selain itu terimaksih atas Komentar pendapat dan Kritikan kalian.
Saa Jane.
