''Sudah jadi! Manisnya..'' kata ryeowook melihat baekhyun yang sangat lucu memakai yukata.
''Ah.. Chanyeol sudah selesai?'' teriak ryeowook.
''Apa saya beda dari biasanya?'' tanya baekhyun ke ryeowook.
''Ya, kau benar-benar manis.'' Jawab ryeowook.
Tahap pertama dari rencana. Membuat lawan berdebar-debar.
Berhasil...
Ckrek /suara pintu terbuka/
Chanyeol terlihat sangat tampan dengan yukata hitam nya. Baekhyun hanya diam memandanginya.
''Wah, seperti bocah di festival kuil,ya.'' Kata chanyeol ke baekhyun.
''AH?!'' Baekhyun kesal saat menyadari kata-kata chanyeol.
A.. aku takkan kalah.
.
.
''Baekhyun-ah, chanyeol-ah, disini.'' Terdengar suara luhan di keramaian.
Baekhyun dan chanyeol menghampiri luhan yang ternyata sudah bersama sehun.
''Ayo kita cari tempat enak untuk menonton kembang api sebelum penuh.'' Ajak luhan.
Melihat luhan yang bermesraan dengan sehun, baekhyun memeluk tangan kiri chanyeol.
Hari ini aku akan bertindak sesuai dengan petunjuk guru!
''Aaa..'' luhan menyuapi sehun gulali.
''Enak.'' Kata sehun sambil tersenyum.
''...Chanyeol, apa itu?'' tanya baekhyun melihat gulali itu.
''Permen kapas. Mau?'' kata chanyeol.
''Tentu!'' jawab baekhyun semangat.
''Aaa...'' baekhyun menyuapi chanyeol saat mendapatkan gulali nya.
Chanyeol memakan nya sedikit. Lalu memuntahkannya.
''... manis...'' kata chanyeol mual.
''Jadi rasanya manis? Wah, benar. Enak!'' kata baekhyun.
''Di sini ada banyak makanan manis! Aku suka festival!'' kata baekhyun sambil tersenyum senang.
Chanyeol terpana melihat senyuman manis baekhyun.
''Jangan tertawa seperti orang bodoh.'' Ledek chanyeol.
''APA?!'' kesal baekhyun.
''Manis juga kau. Seperti anjing kotor.'' Kata chanyeol sambil tertawa.
Manis?
Apakah ini kekuatan 'malam festival' guru?!
''Oi, oi, apa-apaan kau?!''
Baekhyun menoleh kebelakang, terlihat 2 orang pemuda yang satu gendut yang satu kurus sedang memarahi 2 anak kecil.
''Bajuku jadi kotor gara-gara kau.'' Kata pemuda kurus itu.
''Maaf...'' kata kedua anak kecil itu sambil menangis.
''Ayo bayar uang ganti ruginya.'' Kata pemuda gendut itu.
Apa-apaan mereka...
Baekhyun menghampiri kedua pemuda itu lalu melempar permen kapas nya ke baju pemuda kurus itu.
''UWAAAA!'' teriak kedua pemuda itu.
''Sikap kalian sungguh rendah. Beraninya Cuma sama anak kecil.'' Kata baekhyun.
''Baekhyun?!'' chanyeol kaget melihat baekhyun berani melakukan itu.
''Lalu... kalian tak perlu meladeninya setelah minta maaf!'' kata baekhyun ke kedua anak kecil itu.
''Ha.. habis mereka seram..'' kata salah satu anak kecil itu.
''Mereka nggak seram! Yang seram itu penyihir jahat!'' kata baekhyun.
''Siapa kau?!'' geram kedua pemuda itu.
Hm? Loh..? padahal obat perubahan nya sudah kumasukkan..
Tiba-tiba baekhyun ditarik ke belakang. Pelaku nya adalah chanyeol.
''Sudah kubilangg jangan pakai sihir di depan orang.'' Bisik chanyeol.
''Tolong maafkan anak-anak ini.'' Kata chanyeol ke kedua pemuda itu.
''Chanyeol?!'' baekhyun kaget mendengar perkataan chanyeol.
''NGGAK BAKALAN!'' pemuda kurus itu memukul kepala chanyeol dengan kayu.
Keadaan hening untuk beberapa saat. Terlihat darah mengalir dari kepala chanyeol.
''MATI KAU.''
DUAK
DUAK
BRUGH
Mereka memancing emosi yakuza!
''Di sana ada yang berkelahi.'' Teriak pengunjung yang lain ke arah polisi yang sedang patroli di festival.
''Ah..'' kaget baekhyun dan chanyeol melihat polisi mendekati mereka.
Chanyeol dan baekhyun pun berlari secepat mungkin.
''TUNGGUUUUUU!'' teriak pak polisi sambil berusaha mengejar.
.
.
''Akhirnya lolos juga...'' kata chanyeol.
''Gelap sekali. Dimana ini?'' tanya baekhyun.
NYUT
''Aw.. kaki ku sakit...'' kata baekhyun sambil melihat kaki nya yang ternyata lecet.
''Hm?'' chanyeol memperhatikan baekhyun.
''Chanyeol... kau kemanakan obatku?'' tanya baekhyun.
''Se.. seharusnya ku pakai sihirku pada mereka. Toh takkan ketahuan.'' Lanjut baekhyun.
''BODOH. Ini bukan soal ketahuan atau tidak. Apa jadinya jika setelah itu banyak teman-temannya yang datang? 'obat' mu bakal habis jika kau gunakan. Apa jadinya kalau begitu?'' omel chanyeol.
''Kalau begitu chanyeol cukup pasang badan seperti tadi.'' Kata baekhyun asal.
'''Omonganmu kayak tuan putri saja.'' Kata chanyeol kesal.
''Kalau begitu mintalah perlindunganku sejak awal.'' Lanjut chanyeol.
''Per.. lindungan? Ngomong apa kau...?'' kata baekhyun gugup.
''Ah, duduklah disitu.'' Suruh chanyeol.
Baekhyun langsung menuruti nya walaupun dia bingung dengan apa yang akan chanyeol lakukan. Chanyeol pun duduk sambil menghadap kearah baekhyun.
''Tolong perintahkan aku untuk memakai lingkaran sihir.'' Kata chanyeol.
Baekhyun kaget dan langsung mundur.
''Aku takkan berbuat seram.'' Kata chanyeol.
''Ba.. baik..'' kata baekhyun ragu.
''Terima kasih.'' Kata chanyeol sambil tersenyum.
''Jimat mars nomor 2.'' Chanyeol membuat lingkaran sihir di sekitar kaki baekhyun yang lecet.
Seketika kaki baekhyun sembuh bersamaan dengan menghilangnya lingkaran sihir chanyeol.
''Te.. terima kasih..'' kata baekhyun.
''Hm..'' kata chanyeol.
Aneh...
''Bolehkah ku sembuhkan lukaku sendiri?'' tanya chanyeol.
kenapa
''Tidak boleh.'' Jawab baekhyun.
suaraku jadi sekecil ini?
''Ah?'' chanyeol agak kesal mendengarnya.
Tidak.
''Setelah kita pulang... Akan kusembuhkan kau dengan obatku.'' Kata baekhyun.
Aku tak mau kalah.
Chanyeol terdiam.
Kembang api mulai bermunculan di langit. Sangat indah.
''Hm, terima kasih.'' Kata chanyeol sambil tersenyum.
.
.
''Selamat datang. Acaranya bagus? Chanyeol, kenapa kepalamu berdarah?'' tanya ryeowook.
Chanyeol dan baekhyun langsung memasuki kamar baekhyun tanpa menjawab pertanyaan ryeowook.
''Nah, biar kububuhi obat.'' Kata baekhyun sambil memegang tabung reaksi yang berisi obat.
''Baik.'' Chanyeol menutup matanya.
Baekhyun menuangkan obatnya ketangan lalu mengusap jidat chanyeol perlahan.
A... ada apa ini...?
Tanganku gemetar saat menyentuhnya..
''Sudah selesai?'' chanyeol tiba-tiba membuka matanya.
''AH...'' baekhyun refleks menjauhkan tangannya.
Lho... aku...?
''Hm? Belum?'' tanya chanyeol.
Ada apa dengan diriku?
.
.
.
Suara, pandangan, dan suhu tubuhku bergetar.
Apa ini?
Apa ini yang disebut...
Berdebar-debar...?
Berdebar-debar = mencintai...?
Tentu tidak.
Aku tidak mencintainya.
Guru tidak akan meluluskanku jika aku jatuh cinta.
Aku takkan mencintainya!
Ckrek
Baekhyun membuka pintu kamar nya lalu melihat chanyeol dengan pakaian rapih hendak pergi keluar.
''Ka... kau mau kemana?'' tanya baekhyun.
''Keluar.'' Jawab chanyeol.
''Semalam ini? Kan sudah jam 10.'' Kata baekhyun.
''Ya.'' Kata chanyeol singkat lalu pergi.
Mau kemana dia?
Mau apa dia?
Baekhyun mengambil jaketnya lalu pergi mengikuti chanyeol diam-diam.
Aku ini ngapain,sih...?
Aku penasaran,sih!
Eh...?
Pak leeteuk?!
''Hari ini kalian nggak kencan di udara, ya.'' Ledek pak leeteuk.
''Kencan... kini aku tak bisa memakai lingkaran sihir karena dilarang baekhyun... kalaupun bisa, aku bisa luka kalau pakai lingkaran sihir untuk terbang.'' Kata chanyeol.
''Tidak masalah. Kan penyihir buatan punya obat 'melayang'. Biar kuberikan..'' kata pak leeteuk.
''Tidak usah. Semua obat pak leeteuk bau mawar,sih.'' Kata chanyeol sambil tersenyum.
''Kau suka,kan?'' tanya pak leeteuk.
''Tidak enak diminum!'' jawab chanyeol.
''Kau ini nggak tahu yang namanya elegan, ya.'' Kata pak leeteuk.
''Ini buku sihir untuk bulan ini.'' Pak leeteuk memberikan sebuah buku untuk chanyeol.
''Terima kasih.'' Kata chanyeol.
Kenapa mereka begitu akrab?
Baekhyun langsung berlari menuju rumah dengan perasaan berkecamuk. Tanpa disadari baekhyun, pak leeteuk menyadari kehadirannya dan melihatnya berlari.
.
.
.
To Baekhyun Chanyeol
Apa sebenarnya hubungan antara chanyeol dan pak leeteuk?
