Naruto © Masashi Kishimoto
Summary: Semua yang hilang takkan sepenuhnya hilang. Bisa saja semua itu akan muncul lagi. Namun prosesnya tidak mudah. Mampukah Naruto dan Hinata mengembalikan kisah mereka?
Genre: Romance/Hurt/Comfort/Tragedy
Pairing: Naruto U./Hinata H.
Warning: AU, OOC, typo's, minim describe, bahasa kadang baku kadang nggak, ada selipan lagu etc
a/n: Hai semua! Chaki kembali apdet lagi, yihaaa~
gimana tanggapan kalian tentang chap 2? Apa sudah bagus?
Makasih banget ya buat para reader yang bersedia review. Yang review gak login nih Chaki balesin ^^
Chapter 1
algojo : ini sudah diupdate ^^
neko : makasih atas sarannya ^^
manguni & guest : makasih ^^
chapter 2
guest : nggak musuhan, tapi 'saling menjauh' yah susah dijelasin sih hehe ^^'
terminator : penasaran ya? Baca aja hehe ^^'
HyuNami NaruNata : terimakasih, nanti diusahakan ^^
Oh ya, sekedar info. Khusus untuk chap 3 ini, Chaki cuma bahas flashback nya NaruHina dan teman-teman. Kalau mau tau kelanjutannya, silakan baca dan review sekalian, okeh. Oh ya, chaki izin 1 minggu gak apdet ya, soalnya lagi UKK, doakan Chaki minna ^^
Yasudah, daripada Chaki kebanyak ngoceh, Chaki mulai ya chap 3 nya. Happy reading, don't forget to review and please don't flame ^^
Gak suka? Tinggal cancel/close aja kok repot xP
Chaki no Utau, In~
.
Kisah Kita
By: Chaki No Utau
Chapter 3: Flashback.
.
3 tahun lalu…
"Anak-anak, sekarang sudah masuk jam bebas. Jadi kalian boleh berenang, main dengan wahana yang disediakan, makan atau sebagainya. Tapi ingat, jam 3 kalian harus kembali ke penginapan. Saya akan mengabsen dan bagi yang tidak tepat waktu, akan diberi hukuman. Mengerti?"
"Siap, Sensei!"
"Baiklah, silakan nikmati jam bebasnya,"
Setelah Kakashi-sensei mengumumkan jam bebas dan pergi ke tempat gadis-gadis, murid-murid 12 IPA 3 itu langsung bersorak sorai dan segera memanfaatkan waktu bebas yang diberikan. Ada yang bermain pasir, kejar-kejaran, berjemur, main dengan wahana yang disediakan, makan dan sebagainya. Ada juga yang melukis –seperti yang Sai lakukan-. Pokoknya murid-murid kelas ini langsung dengan sangat senang hati bermain untuk melepaskan rasa penat setelah menghadapi ujian akhir 4 hari yang lalu.
"Kita main yuk!" ajak Lee pada teman-temannya.
"Main apa?"
"Naik banana boat! Yang jatuh duluan, nanti dikasih hukuman!" seru Kiba sangat semangat.
"Ayo!" langsung saja beberapa anak laki-laki kelas 12 IPA 3 menaiki banana boat yang sudah 'mejeng' di pinggir pantai.
Sesi pertama: Kiba, Shikamaru, Shino, Kankuro.
Awalnya mereka naik dan menikmatinya dengan santai. Banana boat masih berjalan dengan kecepatan normal. Tapi beberapa menit kemudian, banana boat melaju kencang dan tampak dari 4 pemuda itu mulai kehilangan keseimbangan. Mereka berusaha agar tidak terjatuh, meski banana boat melaju semakin kencang. Dan setelah beberapa saat, akhirnya Kankuro jatuh duluan disusul dengan Shikamaru, Shino dan Kiba yang masih bertahan hingga banana boat berhenti di pinggir pantai.
Semua anak yang melihat menyoraki Kankuro yang ternyata merasa sangat pusing. Tampak dari matanya yang seakan berputar, serta diatas kepalanya terdapat burung-burung kecil terbang disekeliling kepalanya. Sedangkan Shikamaru dan Shino langsung jatuh ke atas pasir.
"Baiklah, sekarang sesi kedua!" seru Lee dengan semangat.
Sesi kedua: Gaara, Lee, Sasuke, Naruto, Chouji.
Sama seperti di sesi pertama, awalnya mereka naik dan menikmatinya dengan santai. Banana boat masih berjalan dengan kecepatan normal. Tapi beberapa menit kemudian, banana boat melaju kencang dan tampak 5 pemuda itu mulai kehilangan keseimbangan. Mereka berusaha agar tidak terjatuh. Dari ekspresi mereka, hanya Gaara dan Sasuke yang masih memasang tatapan stay cool, membuat para gadis-gadis berteriak dengan manjanya. Sedangkan Lee, Naruto dan Chouji terlihat mabuk karena mata mereka berputar. Dan akhirnya, Chouji yang jatuh duluan dan 4 temannya yang lain masih bertahan hingga banana boat menepi di pinggir pantai.
"Nah sekarang hukuman bagi Kankuro dan Chouji adalah… merusak lukisan Sai!" seru Kiba setelah berpikir keras. 9 pemuda itu langsung keringat dingin, apalagi Kankuro dan Chouji. Mereka sudah pasti tak berani dengan hukuman itu. Tapi mau tak mau, daripada dibilang tak konsisten, mereka pun mendekat ke arah Sai.
Awalnya Kankuro dan Chouji mengendap-endap ke arah Sai yang masih serius melukis Ino. Tapi akhirnya Chouji mengambil papan lukis milik Sai, sedangkan Kankuro mengambil alat lukis milik pemuda itu. Langsung saja tanpa menunggu waktu lama, Sai mengejar mereka berdua sedangkan Kankuro dan Chouji berteriak minta tolong.
"Hahaha, rasakan itu," tampak Naruto, Lee dan Kiba tertawa puas melihat Kankuro dan Chouji berteriak minta tolong. "Mau main apalagi nih?" tawar Kiba karena sudah cukup untuk menertawakan mereka.
"Water Boom!" seru Lee dengan semangat masa mudanya. Langsung saja Naruto, Kiba, Sasuke, Gaara, Shino dan Shikamaru menggeleng tak setuju.
"Aku mau tidur saja, hoaaam," Shikamaru menolak dan langsung tidur di tenda.
"Aku mau bermain pasir saja," Shino dan Gaara langsung membuat menara dari pasir (?).
"Aku mau ke tempat Sakura saja," lain lagi dengan Sasuke yang mau melihat gadis-gadis 12 IPA 3 yang sedang bergosip.
"Eh, teme, tunggu!" Naruto langsung mengejar Sasuke dan menyetarakan langkahnya dengan Sasuke.
Lee bengong karena tak ada lagi temannya yang bisa diajak main. Akhirnya ia memutuskan untuk naik ke water boom sendirian.
.
Tampak 6 gadis kelas 12 IPA 3 sedang mengoborol, atau lebih tepatnya bergosip. Mereka tampak sangat bahagia melihat suasana yang ada disekitar mereka.
"Sakura," Sasuke yang sudah sampai disana langsung menarik tangan Sakura dan meninggalkan teman-temannya.
"Heh, teme, kau itu tak sopan!" seru Naruto protes, tapi tak ditanggapi Sasuke. Lalu Naruto melihat Hinata yang masih cengo melihat Sakura yang masih kaget. "Hinata-chan, mau temani aku jalan-jalan?" ajaknya sambil menunjukkan cengiran khasnya.
"E-eh, ba-baiklah," jawab Hinata agak kikuk. Naruto tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan Hinata menerimanya. Mereka pun pergi dengan sorakan dari Tenten, Temari, Ino dan Matsuri yang ber'ciye-ciye' ria.
.
Naruto dan Hinata berjalan-jalan menyusuri sekitar pantai. Mereka tampak membicarakan banyak hal, tapi kebanyakan Naruto yang bicara, Hinata yang menanggapi. Hinata juga tampak malu-malu saat Naruto merangkulnya. Sedangkan Naruto bersikap biasa dan malah tertawa.
Kini mereka sedang duduk di tepi pantai yang agak jauh dari teman-teman mereka. Naruto menggenggam tangan Hinata, sedangkan Hinata menyenderkan kepalanya di bahu Naruto. Mereka kembali berbicara banyak hal sebelum akhirnya terdiam sejenak. Dan dengan keadaan itu Hinata mencoba bertanya sesuatu pada Naruto.
"Na-Naruto-kun,"
"Ya?"
"Ka-kamu tahu 'kan ka-kalau ayahku masih nggak kasih izin tentang hubungan ki-kita?"
"Ya, tentu saja aku tahu. Kenapa?"
Hinata menghela nafas sejenak, "Ka-kalau ayahku masih bersikeras menentang hubungan kita, a-apa kita harus backstreet?" tanyanya dengan lirih. Ia merasa sedih karena selama 3 tahun menjalin hubungan dengan Naruto, ayahnya tak setuju dengan keputusannya.
"Kenapa nggak," Naruto menjawab singkat. "Kalaupun kita harus backstreet, aku nggak keberatan. Selama kita masih bisa seperti ini, aku rasa tidak masalah. Dan aku juga masih berusaha untuk mendapatkan izin dari ayahmu, Hinata-chan," lanjutnya lalu tersenyum pada Hinata.
"Kamu yakin?"
"Tentu saja," Naruto tersenyum tulus. Tapi raut wajah Hinata malah berubah sedih dan membuat Naruto bertanya, "Ada apa, Hinata-chan?"
"A-aku takut, ka-kalau ayah masih tak merestui kita, a-ayah akan memisahkan kita," jawab Hinata lirih. Dari nada ucapannya saja terselip ketakutan yang sangat mendalam.
Naruto tersenyum lagi dan memeluk Hinata. "Kamu nggak usah takut. Aku akan berusaha lebih untuk mendapatkan izin ayahmu. Dan kalaupun ayahmu masih nggak memberi izin, aku nggak akan biarin kita bubar. Kamu percaya aku 'kan, Hime?" balasnya sambil mengusap rambut kekasihnya ini.
"Aku percaya," ucap Hinata lirih. Ia membalas pelukan Naruto. "Aku juga mau berusaha agar kita dapat izin dari ayah. Arigatou, Naruto-kun." Lanjutnya lalu membenamkan wajahnya di dada Naruto.
"Douitta, Hime. Aku bakalan coba buat mempertahankan semuanya, mempertahankan kisah kita ini." Balas Naruto sambil, tersenyum tulus.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 2.30 siang. Naruto dan Hinata sudah berkumpul lagi dengan teman-temannya. Mereka akan bersiap-siap untuk kembali ke penginapan.
"Nah, teman-teman," ucap Lee sebagai ketua kelas 12 IPA 3. "Sebentar lagi kita bakalan kumpul lagi di penginapan. Itu berarti jam bebas sudah habis. Sambil menunggu jam 3, gimana kalau kita semua foto? Ini penting buat buku almamater," ajak Lee mencairkan suasana.
"Setuju!" jawab anak-anak 12 IPA 3 kompak.
"Baiklah, sekarang posenya cewe-cewe berdiri dulu dan cowo-cowonya duduk. Nanti kedua posenya gantian. Abis itu pose ketiga senarsis mungkin. Dan terakhir boleh foto sendiri-sendiri, boleh sama pacarnya atau sama gengnya." Lee beramanat sebentar sebelum akhirnya kembali ke tenda untuk mengambil kamera. Kemudian balik lagi dengan membawa kamera DSLR miliknya dan meminta 1 anak dari kelas lain agar memotret mereka.
"Sudah?" Tanya anak itu pada anak-anak 12 IPA 3 yang sudah siap dengan pose pertama. 6 cewe berdiri dan 10 cowo duduk di pasir. Mereka juga ada yang tangannya membentuk 'peace', ada yang senyum nyengir, ada yang senyum manis dan ada juga yang biasa saja.
"Siap!" seru mereka semua.
"3, 2, 1, Ckrek," pose pertama sudah dipotret dan setelah Lee melihatnya, hasilnya bagus. Lalu Lee meminta satu kali lagi. Kali ini posenya 10 cowo berdiri dan 6 cewe duduk di pasir. Mereka juga memasang ekspresi masing-masing.
"Sudah?" Tanya anak itu sekali lagi dan disambut dengan anggukan. "3, 2, 1, bun…"
"CHEESE!" mereka berteriak dan gambar telah diambil. Lee berterimakasih lalu mengambil kameranya lagi. "Nah, sekarang kalian boleh foto masing-masing,"
Yang paling semangat adalah Sakura, Ino, Temari dan Tenten yang langsung berebut foto dengan Sasuke. Sedangkan Matsuri foto dengan Hinata. Tampak juga Kiba, Chouji, Kankuro, Gaara dan Shino berfoto bersama. Lalu 6 cewe berfoto bersama dengan gaya yang unik. Naruto, Gaara dan Sasuke juga berfoto bersama, Naruto nyengir sedangkan Sasuke dan Gaara biasa saja. Lee dan Kiba berfoto dengan 6 cewe. Lalu Naruto, Chouji dan Kiba menarik Shikamaru agar ikut berfoto. Dan akhirnya tiba saatnya mereka berfoto dengan pasangan masing-masing. Sasuke dengan Sakura, Kiba dengan pacarnya dari kelas 12 IPA 1, Shikamaru dengan Temari, Tenten yang menarik Neji, Gaara dengan Matsuri serta Naruto dengan Hinata.
"Hinata-chan, foto bareng yuk," ajak Naruto sambil memamerkan kameranya sendiri.
"I-iya," Hinata menjawab dengan tersipu. Naruto nyengir lalu mendekat ke arah Hinata.
"Hoi, Lee!" seru Naruto memanggil Lee. "Fotoin aku dan Hinata ya, yang bagus!"
"Oke," jawab Lee mengacungkan jempolnya. "Siap?"
"Yap!"
"3, 2, 1,"
CKREK
Foto pun telah diambil. Setelah Lee mengembalikan kamera Naruto, Naruto dan Hinata langsung melihat hasil foto mereka. Mereka berfoto 2 kali dengan latar pantai. Gaya pertama mereka saling merangkul dan gaya kedua mereka membentuk 'peace' di tangan masing-masing.
"Bagus," ucap Hinata senang dengan hasil foto.
"Hehe, besok langsung aku cetak deh, biar kita sama-sama punya kenangan di pantai ini," balas Naruto senang.
Jam pun telah menunjukkan pukul 3 sore. Akhirnya 15 murid 12 IPA 3 memutuskan untuk kembali ke penginapan. Mereka tampak senang dengan kegiatan yang mereka jalani di pantai ini. Kenangan mereka akan selalu teringat dan takkan terlupakan. Kenangan selama bersekolah di Konoha High School, kenangan sekelas selama 3 tahun dan sebagainya.
.
.
Tapi akankah kenangan indah itu masih diingat sampai sekarang? Walaupun mereka sudah bukan sepasang kekasih lagi?
.
End of Flashback
.
To Be Continued
