Sasuke tidak fokus pikiran nya melayang pada pemuda cantik teman putra nya, sejak kembali dari rumah dia tidak bisa sedetik pun lupa akan pemuda yang tidak boleh dia pikirkan sedalam ini. Sasuke tidak bodoh dan tidak buta, dia jatuh cinta pada pandangan pertama dan pesona nya berhasil menjerat hati sang Uchiha. Baru kali ini dia merasakan apa itu yang nama nya cinta, sedangkan dengan istri nya ah dia hanya menjadi kebutuhan sex nya salahkan saja perjodohan waktu dulu. Jugo sang asisten Sasuke merasa bingung sebenarnya ketika si bos pulang apa yang terjadi pada nya?, kenapa ketika kembali ke kantor dia tidak fokus?.

"Bos, apa ada masalah?" Jugo akhirnya mengutarakan keheranan nya.

Sasuke menatap Jugo sedangkan yang di tatap tajam begitu hanya bisa menahan nafas. Sasuke menyenderkan tubuh nya pada kursi kebesaran nya, lagi lagi dia menghela nafas panjang nya. Tadi putra nya memperkenalkan pemuda cantik itu, namanya Namikaze Naruto. Ah, kalau tidak salah dia anak dari Namikaze Minato, rival bisnis nya.

"Kau tahu kan kalau tuan Namikaze memiliki seorang putra?" Sasuke bertanya pada Jugo.

"Ha'i, kalau tidak salah nama nya adalah Namikaze Naruto bos," Sasuke hanya manggut manggut.

"Heh aku benar benar dibuat gila oleh nya," gumam Sasuke ah jangan lupa senyum tampan nya.

"Bos mengatakan sesuatu?"

"Tidak,"

Bos nya tersenyum?. Oh tuhan apa bos nya sedikit stres, Jugo merasa ngeri dia takut bos nya stres akibat persaingan bisnis yang semakin ketat. Berharap Karin segera kembali dari cuti bulan madu nya, Jugo tidak tahan bila harus menghadapai sikap ajaib bos nya ini.

"Apa ada rapat?" Jugo segera mengecek jadwal yang ada di tangan nya.

"Tidak ada bos,"

"Kalau begitu kau saja yang kerjakan berkas berkas ini, aku akan pulang lebih awal sekarang," Sasuke segera berdiri meninggalkan kursi kekuasaan nya.

Jujur rasanya Jugo ingin mengamuk saat ini tapi dia masih sayang nyawa. Jugo menyerahkan kunci mobil itu pada Sasuke dan berjalan membukakan pintu ruangan nya. Sasuke keluar dari ruangan nya dengan penuh wibawa, wajah tampan awet muda nya membuat para karyawan wanita yang berpapasan dengan nya hanya bisa menahan nafas. Sungguh pesona Uchiha tidak bisa di anggap remeh.

"Wah si bos meski sudah berumur tetap tampan yah," bisik salah satu karyawan wanita.

"Iya kau benar beda sekali dengan nyonya Ino yang terlihat seperti ibu nya bos, padahal kan umur nya hanya beda dua tahun,"

Sasuke hanya tersenyum tipis ketika telinga nya mendengar bisikan para karyawan nya yang memuji dan memuja diri nya. Ah dirinya tidak sabar untuk segera sampai ke rumah, tidak sabar mata tajam nya memandang makhluk ciptaan tuhan yang penuh pesona. Katakan lah Sasuke gila, tapi dia tidak peduli karena dia sedang jatuh cinta. Hahaha.

"Aku pulang sayang," monolog Sasuke ketika diri nya masuk ke dalam mobil nya.

M.S Corp.

Perusahaan M.S Corp adalah perusahaan yang berjalan di bidang properti dan elektronik. Perusahaan milik Minato ini memiliki beberapa anak cabang di jepang dan luar negeri yang maju pesat. Banyak investor yang menanam saham pada Minato, mereka tidak takut rugi karena perusahaan milik Minato ini tidak pernah mengalami kondisi krisis tidak seperti perusahaan lain.

Didalam ruangan nya, Minato sedang berkencan dengan berkas berkas nya. Saking fokus nya dia tidak sadar akan kehadiran istri tercinta nya. Sakura masuk ke dalam ruangan Minato sambil menenteng tas bekal. Ditaruh tas bekal itu di atas sofa, Sakura berjalan menghampiri Minato.

Grep, Minato terkejut ketika ada seseorang yang memeluk lehernya dari belakang. Dia tersenyum ketika tahu siapa pelaku nya, dari harum yang dia hirup ini adalah harum istri cantik nya.

"Sakura," Minato menaruh berkas itu ke atas meja.

"Kau serius sekali sayang, sampai tak tahu aku datang," Sakura melepaskan pelukan itu dan duduk di atas paha Minato dengan bibir yang di cebikkan.

Minato terkikik geli, dicium sekilas bibir pink itu. "Lihatlah bibir ini, meskipun sedang di cebikkan kau tetap saja cantik... ah aku tahu dari mana wajah putera ku ini cantik dari pada tampan," kesal Minato.

Sakura tertawa kecil. "Yare yare, seharusnya kau bangga putera kita cantik sayang hihihi,"

"Ya karena itu dia tidak memiliki kekasih wanita sampai sekarang yang ada malahan para lelaki yang mengejar ngejar nya," gerutu kesal Minato.

"Hihihi, sudahlah tidak perlu kesal seperti itu... lagipula aku tidak masalah bila dia memiliki kekasih pria, sayang. Lagipula dia kan istimewa, ah membicarakan Naru chan kita aku jadi rindu pada anak nakal itu," wajah Sakura di buat buat sedih.

Minato mendengus geli, direngkuh pinggang istri nya itu. "Apapun itu asalkan Naru chan kita bahagia aku tak masalah... kau rindu dengan nya tapi dengan ku kau tak rindu... em seperti nya aku harus memberi mu hukuman," kata Minato dengan senyum jahil nya.

Sakura tergelak. "Sayang semalam kan sudah," Sakura sungguh kapok dengan stamina yang Minato punya.

"Itu masih kurang sayang," ucapkan selamat tinggal pada hari menyenangkan mu Sakura chan.

"Kaasan!" panggil remaja tampan dengan rambut panjang warna cokelat nya.

Hinata sang kaasan dari anak itu menyembur kan teh nya mengenai wajah tampan suami nya a.k.a Akasuna Hiasi.

"Sayang!" panggil Hiasi dengan penuh penekanan pada Hinata.

"Ups maaf hehehe," dengan wajah tanpa dosa nya, Hinata menggaruk pipi nya yang tak gatal.

"Kaasan!" sekarang remaja itu sudah ada di depan kedua orang tua nya.

"Kau ini tidak sopan, berkoar koar di dalam rumah membuat kaasan kaget," omel Hinata pada putera nya yang hanya memutar bola mata nya malas.

"Gomen," kata remaja itu yang saat ini duduk di kursi yang kosong.

"Jadi ada apa Neji, kenapa kau memanggil manggil kaasan mu begitu?" tanya Hiasi pada putera nya Akasuna Neji.

"Kaasan, apa tadi kaasan habis ke rumah bibi Sakura?" pertanyaan Neji membuat sepasang suami isteri ini saling pandang, tumben sekali putera nya ingin tahu urusan sang kaasan.

"Ya tadi kaasan kerumah bibi Sakura sebentar, memang ada apa?" Hinata menyesap teh nya.

"Apa Naru chan ada?"

"Ohok!" sepasang suami isteri ini terbatuk bersamaan. Ah jadi putera nya menanyakan diri nya karena ingin tahu Naruto ada atau tidak.

"Tou san kira ada apa, ternyata kau hanya ingin tahu tentang Nuto," kata Hiasi manggut manggut.

Ibu dan anak ini kompak memutar bola mata mereka. "Naruto bukan Nuto sayang/tou san!" koreksi Hinata dan Neji pada Hiasi.

"Ya maksud ayah Naruto. Habis nama nya susah sekali,"

"Bilang saja lupa," timpal Hinata yang dijawab cengengesan Hiasi.

"Jadi ada apa kau mencari Naruto... kata Sakura san sih katanya Naruto menginap di rumah teman nya," kata Hinata sambil mengingat ingat yang di katakan Sakura.

Neji langsung lemas, niat nya ingin mengajak Naruto untuk makan malam eh malah Naruto nya tidak ada di rumah. Harus dia tunda lagi deh.

"Kalau begitu Neji pergi dulu kaasan tou san,"Neji pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang menatap Neji heran.

"Ah aku tahu, ck ck remaja yang sedang jatuh cinta rupanya," kata Hiasi.

"Aku tak menyangka putera kita yang seperti itu bisa jatuh cinta juga," Hinata terkikik geli, ah dia harus memberitahukan Sakura tentang ini.

Mansion Uchiha.

Saat ini Naruto sedang ada di dapur membantu pelayan Uchiha yang sedang membuat makan siang. Sebenarnya Itachi tidak mengizinkan Naruto membantu mereka, karena Naruto tamu disini ya meski diri nya juga senang karena bisa memakan masakan yang dibuat Naruto. Meskipun Naruto seorang laki laki tetapi dia juga pintar masak dan masakannya itu mengalahkan masakan para pelayan Uchiha dan Ibu nya. Itachi yang malas menunggu Naruto dia memilih tidur sebentar di kamar nya.

Mobil Sasuke telah terparkir di depan garasi nya, Sasuke segera keluar dari mobil dan masuk kedalam mansion nya. Ketika membuka pintu dan masuk ke dalam suasana sepi tidak ada suara isteri nya dan putera nya serta pemuda manis itu. Sasuke terus berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, namun ketika langkahnya sampai di depan pintu dapur dia berhenti dan tersenyum tipis. Disana terlihat sosok Naruto yang sangat montok dengan apron yang melekat apik di tubuh nya. Naruto terlihat sedang mengaduk sop sedang kan dua pelayan nya sedang memotong motong bahan masakan.

Sasuke berjalan santai menuju kulkas, dia mengambil air mineral dan menenggaknya sampai habis. Suara pintu kulkas yang ditutup membuat dua pelayan dan Naruto membalikkan tubuh mereka.

"Tuan/Sasuke san," seru dua pelayan itu serta Naruto. Dua pelayan itu membungkuk hormat pada Sasuke, sedangkan Naruto dia menunduk gugup karena di tatap intens seperti itu oleh Sasuke.

"Hn, bisa kalian tinggalkan aku dengan Namikaze san?"

"Ha'i tuan," dua pelayan itu mematikan kompor nya dulu dan setelah itu pergi membiarkan tuan nya bersama teman tuan muda mereka.

Naruto mengigit bibir bawah nya dan kedua tangan nya meremat apron itu dengan erat.

"Siapa yang mengizinkan mu untuk memasak?" tanyaa Sasuke pada Naruto, dia berjalan mendekat ke arah Naruto yang makin gugup.

"Ano ini, ini kemauan saya sendiri Sa-Sasuke san," lirih Naruto.

"Kau tahu aku sangat tidak suka bila ada orang asing yang melakukan hal sesuka hati mereka di sini,"

Naruto reflek menahan dada bidang Sasuke yang sangat dekat dengan diri nya.

"Maaf," cicit Naruto.

"Hn?"

"Sasuke san anda terlalu dekat," Naruto yakin bila Sasuke dapat mendengar detak jantung nya yang berpacu dengan cepat.

"Hn.. lihat bibir mu terluka akibat kau gigit tadi ck ck ck," Sasuke menyentuh bibir bawah Naruto. Dapat dia rasakan kenyal nya bibir itu.

"Sasuke san?" Naruto mendongak kan wajah nya menatap Sasuke yang saat ini mata tajam nya menatap mata nya.

"Kau cantik," cletuk tiba tiba Sasuke yang membuat wajah Naruto memerah semerah buah tomat kesukaan nya Sasuke.

"Sasuke san," lirih Naruto karena tangan Sasuke yang tadi mengusap bibir nya kini mengusap pipi gembul nya.

"Hem?" Sasuke sudah tak tahan jantungnya berdetak cepatnya saat ini dan itu di sadari Naruto.

"Sedang apa kalian?" suara dari seseorang yang ada di dekat pintu dapur menarik kewarasan Sasuke dan Naruto.

Maaf banyak tiypo, no edit deh ya hehehe maaf.