Mobil yang dikendarai oleh Sasuke memasuki jalanan pedesaan yang terjal, mereka sudah satu jam lama nya menempuh perjalanan yang Naruto tidak tahu akan menuju kemana.

"Apa masih lama Sasuke san?" tanya Naruto yang kesekian kali nya membuat Sasuke mendengus geli.

"Sebentar lagi sampai,"

"Seperti itu terus jawaban anda, sebentar apa nya ini sudah lama, aku takut Itachi sudah pulang dan menunggu ku," Naruto mulai kesal dan jiwa yang suka mengomel nya sudah keluar.

"Memang ada hubungan apa kau dengan anak ku?" tak dapat dipungkiri bila Sasuke cemburu pada putera nya.

"Kami hanya sahabat tidak lebih," jawab Naruto dan Sasuke hanya ber'oh'.

Hening melanda di antara mereka dan sekitar 20 menit mobil Sasuke sudah melewati rumah para penduduk yang ada di pedesaan ini. Naruto menatap Sasuke bingung sebenarnya mereka hendak kemana? mengapa mereka melewati rumah para penduduk. Saat hendak akan bertanya, Naruto dibuat terpengarah oleh pemandangan di depan. Di balik gerbang yang sudah dibuka oleh penjaga nya melihat kan sebuah lahan ilalang yang sudah bewarna cokelat kekuningan, ada jembatan panjang yang mengarah pada rumah kaca?, ya rumah kaca besar yang ada di tengah tengah ladang ilalang yang indah. Mobil Sasuke diparkir kan di luar gerbang karena halaman itu adalah lahan ilalang. Mata Naruto tidak dapat berkata bohong bila diri nya sangat menyukai ini semua dan itu membuat senyuman tampan Sasuke terbit. Mereka turun dari mobil, Sasuke memerintah kan penjaga gerbang itu untuk jaga di luar gerbang. Mereka masuk dan gerbang itu tertutup.

"Kau suka dengan yang kau lihat?" tanya Sasuke, mereka berjalan di atas jembatan panjang yang menuju rumah kaca itu, namun jembatan itu tidak lebar.

Naruto tersenyum tangan nya menyapu para ilalang yang tengah menunduk malu. "Sangat, aku sangat menyukai nya Sasuke san. Aku tidak menyangka ada rumah kaca yang berada di tengah ladang ilalang yang luas nya entah berapa hektar,"

Sasuke menggam tangan Naruto tiba tiba. "Aku membangun rumah ini ketika tiga tahun yang lalu, disini tempat ku untuk mengistirahatkan pikiran ku bila aku sedang punya banyak pikiran... tidak ada yang tahu bila aku mempunyai tempat yang seperti ini," Naruto tak menyangka Sasuke akan memperlihatkan senyum yang begitu tampan pada dirinya dan dia sangat senang ketika surai pirang nya diterpa angin, Sasuke merapihkan nya.

Tangan yang di genggam oleh Sasuke yang tadi nya tidak merespon kini tangan itu balik menggenggam tangan Sasuke. Mereka saling pandang dan saling tersenyum satu sama lain melupakan masalah dan status yang ada.

"Kau tahu?, kau sangat cantik," puji Sasuke ketika mereka masuk ke dalam rumah kaca itu.

Naruto menunduk malu. "Aku tampan," cicit Naruto.

Sangat sunyi di dalam rumah kaca itu, seperti nya Sasuke sudah menyuruh para maid untuk pergi hari ini. Naruto lagi lagi di buat takjub ketika masuk ke dalam rumah kaca ini, andai saja rumah ini milik nya ah betapa senang nya hati nya.

"Naruto?" panggil Sasuke. Naruto menghadap Sasuke dan menatap dengan bola mata besar nya bingung.

"Iya?"

Sasuke merogoh saku celana nya dan tangan nya terlihat menggenggam kotak beludru merah. Sasuke membuka kotak itu dan memperlihatkan nya pada Naruto. Naruto menutup mulut nya dengan tangan nya tak percaya.

"Memang kedengaran gila tetapi ini nyata dan bukan ilusi," kata Sasuke mata nya menatap Naruto lekat lekat.

Naruto menggelengkan kepalanya. "Sasuke san ini tidak benar,"

"Memang, tetapi mau dikata apa bila aku jatuh cinta pada mu ketika mata ku mengunci mata mu... saat itu jantung ku merasakan debaran yang selama ini tidak pernah aku rasakan tetapi aku menyukai itu karena itu sangat menyenangkan dan hangat... aku mencintai mu Namikaze Naruto, sangat mencintai mu," ucap Sasuke dengan nada yang mengalun lembut.

"Anda masih memiliki keluarga," lirih Naruto dia tak berani menatap wajah Sasuke.

Tangan Sasuke yang tak memegang kotak itu, mengangkat dagu Naruto agar wajah mereka saling bertemu. "Dulu aku pikir hidupku hanya bekerja dan bekerja. Aku tidak percaya dengan yang nama nya cinta karena aku selama ini tidak pernah mencintai seseorang... aku di jodohkan dengan seorang wanita yang tidak pernah aku cintai, awalnya aku menolak tetapi aku terus berfikir untuk menerima nya saja, demi mendapatkan seorang penerus dan aku fikir selama berjalan nya waktu aku dapat mencintai isteri ku tetapi jawaban nya tidak hingga aku bertemu dengan mu, di saat itu aku baru tahu apa itu cinta dan aku merasakan debaran nya yang luar biasa,"

Naruto dapat melihat kejujuran dan keseriusan pada manik malam tanpa bintang itu. Saat ini kedua nya tengah merasakan sensasi debaran dan kehangatan di rongga dada. Naruto tersenyum dan tangan nya mengusap rahang tegas Sasuke.

"Tahukah anda Sasuke san, aku pun jatuh cinta pada mu. Cinta pertama yang aku rasakan dari diri mu," Sasuke mengecup sayang kening itu, dia mengambil cincin itu dari kotak beludru.

"Aku mencintai mu Naru," Sasuke memasangkan cincin itu pada jari manis tangan kiri Naruto bersamaan dengan dia mengungkapkan rasa yang dia rasakan.

"Aku juga mencintai mu, Suke," Mereka saling berpelukan saling merasakan kebahagiaan dari hubungan terlarang mereka.

Sasuke mengecup berkali kali pucuk kepala Naruto. Sasuke melepaskan pelukan mereka dan dia membopong tubuh Naruto ala pengantin dan dengan senang hati, Naruto mengalungkan tangan nya pada leher Sasuke.

"Aku harap ini bukan mimpi," ucap Naruto.

Sasuke mengecup sekilas bibir Naruto. "Ini bukan mimpi,"

Langkah Sasuke berhenti pada pintu kamar bercat putih dan Naruto tanpa disuruh dia membuka pintu itu. Mereka masuk ke dalam setelah Sasuke menutup pintu itu dengan kaki nya. Kamar yang cantik dengan sofa maron, kasur qing size dengan seprei putih tulang, lukisan ladang bunga lavender yang dipajang dekat vas besar bercorak bunga cosmos dan jangan lupa tirai transparan yang berwarna maron yang sedang melambai lambai tertiup angin. Dengan perlahan Sasuke mendudukan Naruto di pinggir kasur sedang kan diri nya berjongkok di depan Naru.

Sasuke menggenggam kedua tangan Naruto dengan kedua tangan nya, dia memberikan banyak kecupan di jari jari Naruto.

"Aku mencintai mu," ungkap Sasuke yang dijawab senyuman dan anggukan dari Naruto.

Sasuke berdiri dia mengusap pipi bekumis kucing itu dengan sayang. Sasuke mendekat kan wajah nya pada wajah Naruto dan kedua kelopak mata Naruto menutup serta kepalanya sedikit di miringkan ke kiri. Cup, bibir Sasuke menempel pada bibir kenyal Naruto. Lama menempel, bibir Sasuke mulai memanggut bibir Naruto, menjilat pelan dan melumat dengan lembut. Dengan pasif Naruto membalas hisapan dan lumatan bibir Sasuke. Cukup lama kini ciuman itu menjadi ciuman penuh nafsu dan tergesa tergesa. Kepala mereka bergantian dimiringkan ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan sensasi nikmat yang lebih. Naruto membuka mulut nya dan Sasuke memasukan lidah nya pada mulut hangat Naruto. Lidah saling memlilit dan mulut mereka saling menghisap lidah mereka bergantian hingga kecipak basah terdengar.

"Nghhhh...hah amhhhhh," Naruto mendesah manja karena tangan Sasuke meremas dada kana Naruto.

Mereka terus berciuman sampai saliva milik mereka yang bercampur keluar dari sudut bibir Naruto. Sasuke melepas ciuman mereka, dia melepas carding dan kaos Naruto dengan tergesa gesa setelah itu mereka saling berciuman. Tangan Sasuke meraba kulit tubuh Naruto yang ternyata sangat lembut sesekali dia memelintir puting Naruto yang sudah mengeras.

"Ahhhh Suke amhhh juga lepas baju nya nghhhh," disela sela ciuman mereka Naruto meminta.

Dengan terpaksa Sasuke melepas pakaian nya. Mata Naruto berbinar dan dia menelan ludah nya kasar, Sasuke mengikuti pandangan Naruto yang tenyata menatap delapan roti sobek nya.

Sasuke menjilat saliva yang menggantung di dagu Naruto tanpa jijik. "Suka dengan yang kau lihat, sayang?" tanya Sasuke.

Mata Naruto memejam ketika hembusan nafas hangat Sasuke menerpa wajah nya. Naruto membuka mata nya dan memandang sayu Sasuke membuat Sasuke menggeram. Tangan Naruto meraba roti sobek milik Sasuke.

"Sangat aku sangat suka," kata Naruto dengan nada yang menggoda.

Sasuke menegakkan tubuh nya dan Naruto mencium delapan roti sobek itu dengan tangan yang masih asyik meraba raba. Ciuman Naruto turun pada gundukan di bawah pusar yang terlihat besar dan sangat mengeras. Naruto mengusap gundukan itu.

"Bolehkah?" Naruto menatap wajah Sasuke dengan nafsunya.

"Tentu sayang," ucap Sasuke membuat Naruto tersenyum sedang. Naruto melepas risleting dan kancing celana itu. Sasuke membantu Naruto dengan melepas celana jins nya menyisakan CD hitam nya. Naruto berdiri didepan gundukan itu dengan lutut nya, kedua tangan nya mengusap gundukan itu yang ujung kepala nya mulai keluar ke atas dari CD. Naruto menjilat gundukan itu membuat CD Sasuke basah.

"Harum, aku suka aroma nya Suke," kata Naruto sambil menurunkan CD sasuke sampai paha.

Penis gemuk yang urat nya menonjol, panjang penis itu membuat Naruto mengigit bibir bawah nya. Naruto menyapa penis itu dengan mencium ujung kepala nya yang sudah mengeluarkan perume banyak.

"Ssshhhhh," Sasuke memejamkan mata nya menikmati sensasi yang penis nya rasakan.

Lidah hangat Naruto menyapu sisi batang penis Sasuke, ketika sampai pada dua bola kembar yang menggantung itu Naruto melahap dua bola sekaligus. Didalam mulut Naruto, dua bola itu sedang dimanjakan oleh lidah hangat Naruto. Tangan Naruto tidak tinggal diam, tangan lembut itu memijat penis tegak Sasuke.

"Mmmmm Suke mmmm," setelah puas dengan bola kembar itu, kini Naruto melahap batang penis Sasuke, memberikan deep throat. Itu membuat Sasuke menggila dan ingin mendesah namun dia tahan.

"Naru shhhh," Sasuke ikut menggerakan kepala Naruto.

"Mmmhhhh nghhhh," Naruto menutup matanya ketika Sasuke dengan kasar menghentak kan penis nya pada tenggorokan nya.

"Arghhhhhh," Sasuke klimaks di dalam mulut Naruto. Sperma nya langsung masuk kedalam tenggorokan Naruto.

Sasuke mengeluarkan penis nya, meski sudah klimaks tetapi penis nya tetap tegak dan itu membuat Naruto melotot horor. Naruto berdiri setelah melepas celana jins dan Cd nya. Sasuke mengecupi seluruh wajah Naruto. Direbahkan nya tubuh Naruto di atas kasur, Sasuke mulai menghisap dada Naruto dan tangan nya mengocok penis Naruto yang tegang sedari tadi.

"Ahhhh ahhhhh nghhhh ahhhh Suke ahhhhh," dia pusing karena mendapatkan dua kenikmatan sekaligus. Wajah nya mendongak ke atas dengan mulut yang terbuka mengeluarkan desahan nya.

"Kau Nikmat sayang," Naruto membasahi perut Naruto dengan lidah dan air liur nya. Lidah nya menusuk nusuk pusar Naruto.

"Suke ini pertama ahhhh kali untuk ku nghhhhh," kata Naruto. Sasuke menatap wajah merah Naruto akibat gairah yang meninggi.

"Aku akan pelan pelan, sayang," setelah mengatakan itu, Sasuke membuka paha Naruto lebar, dia sedikit mengangkat bokong Naruto hingga sejajar wajah nya. Sasuke membuka bokong itu dan dia memajukan wajah nya pada hole cokelat Naruto.

"Mhhhh shhhh ahhhh," Naruto mendesah, jari jari nya bergerak gelisah karena rasa nikmat dan geli ketika lidah basah Sasuke bermain di area hole nya yang berkedut nakal.

"Suke Suke Suke! ahhhh gatal suke gatal," racau Naruto ketika hole nya gatal minta di jamah.

Sasuke menusukan lidah nya pada hole itu membuat Naruto mendongak kan wajahnya.

"Ahhhhhhhhhhh~" lidah Naruto terjulur keluar, kedua tangan nya meremas seperi.

Slurpppp slurpp. Sasuke menghisap hole itu dengan lidah yang masih menusuk nusuk di dalam nya.

"Ahhhhhh ahhhhh Suke Suke mhhhh," Naruto menggila ketika lidah itu bermain liar di hole nya. Setelah cukup basah Sasuke mengeluarkan lidah nya dari hole Naruto membuat Naruto memandang Sasuke kecewa.

"Tenang, akan aku berikan lebih sayang," Sasuke membuka bokong Naruto dan mengarahkan penis gemuk nya pada hole berkedut itu.

"Ugh Suke pelan pelan ya," pinta Naruto ketika dirinya merasakan penis Sasuke menempel pada hole nya.

Sasuke mencium kening Naruto. "Pasti, tahan dan jangan lupa bernafas sayang, ini akan sangat menyakitimu," Naruto hanya mengangguk.

Dengan perlahan dan hati hati penis gemuk Sasuke mendorong masuk kedalam hole ketat Naruto.

"Sshhhh ugh," baru saja kepala penis nya mencoba masuk tetapi dia langsung merasakan sensasi nikmat nya.

"Arghhhhhh sakit hiks sakit Suke," Naruto mengigit jari nya, dia merasakan perih, panas dan sakit ketika kepala penis Sasuke mencoba masuk.

"Tahan sayang ugh," Sasuke terus mendorong penis itu masuk. Jepitan kuat dari hole Naruto membuat Sasuke harus ekstra hati hati.

Jleb.

"Arghhhhhh," Naruto meremas kuat seperti di bawah nya, dia menangis kesakitan merasakan hole nya seperti dirobek secara paksa. Akibat penis Sasuke yang baru setengah nya masuk membuat hole itu lecet, mengeluarkan darah yang merembes keluar menodai seperai berwarna putih tulang itu.

Sasuke berhenti sejenak, nafas nya memberat dan peluh membasahi dahi serta tubuh nya.

"Naru tahan sayang," Sasuke mencium bibir Naruto.

"Mphhhhh!," didalam ciuman Naruto menjerit tertahan akibat Sasuke mendorong penis nya masuk hingga tertanam sepenuh nya. Naruto memeluk Sasuke erat, dia mencakar punggung mulus itu.

Sasuke masih bermain dengan bibir yang menjadi candu baginya hingga Naruto terbiasa dengan benda besar yang mengganjal di hole nya. Ciuman mereka penuh nafsu dan Naruto sangat agresif.

"Hosh hosh hosh," nafas mereka saling memburu dan tatapan sayu penuh nafsu dari mata mereka yang memandang lawan nya.

"Shhhh aku bergerak,"

"Pelan Suke,"

Sasuke menaikan satu kaki Naruto ke bahu nya, betis dan paha Naruto dia jilat dan cium dengan sensual. Sasuke mulai menggerakan penis ny keluar masuk pelan.

"Nghhhh shhhhh ughhh," Naruto menutup mata nya karena hole nya masih merasakan perih.

Sasuke meringis ketika melihat wajah Naruto pucat menahan sakit, dia kasihan tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa berhenti. Sasuke menarik penis nya sampai hanya menyisakan kepala penis nya dan langsung dia hentakan masuk ke dalam hole Naruto yang basah akibat darah perawan Naruto.

"Ahhhhhhh!!!!!" Naruto mendesah hebat dan mata nya membuka ketika dia merasakan rasa nikmat di hole nya.

"Ahhhhh ahhhhh Suke ahhhh mhhhh ahhhh Suke apahhh itu ahhhh! Suke enak nghhh.. hahhhh ahhhhh lagi suke kenai itu lagi,"

"Shhhhh nikmat Naru hole mu nikmat sekali guh!" Naruto menggebor hole Naruto dengan sangat cepat sehingga tubuh Naruto terhentak hentak.

"Nyahhh ahhhhhh kimochi Suke ahhhhhh ...mhhhhhh ahhhhhh lagi Suke lebih dalam arghhhhhh!" Sasuke membuat Naruto merem melek hingga dirinya klimaks tanpa di sentuh.

"Arghhhhhh shit hole mu menjepit penis gemuk ku sayang!, ini membuat ku gila arghhhh nikmat sekali," racau Sasuke ketika penis nya merasakan hole nikmat Naruto. Dia tidak menyangka bisa merasakan sex seluar biasa ini.

Plokkk Plokkk Plokkk

Suara benturan kulit akibat Sasuke bermain kasar dan cepat.

"Suke hahhh Suke ugh terlalu cepat ahhhhhh ahhhhhh nghhhh Suke ahhhhh Suke penis mu besar ahhhhh enak mhhhhh," Naruto menyentuh sisi hole nya yang melebar dan merasakan bagaimana penis Sasuke yang keluar masuk dengan kasar nya.

"Kau suka argh sayang ahhh shhhh, ketika penis besar ini mengobrak abrik hole nakal mu shhhh.."

"Iya iyahhhh! aku suka Suke anghhhh akuhhhh suka penis besar ini mhhhh ahhhhhh Suke lebih dalam Suke ahhhh lihat penis ku hahhhhh menegang lagi," Sasuke langsung melihat penis Naruto dan mengocok penis itu.

"Suke ahhhhhh kocok Suke ahhhhh yahhhh yahhhh begitu ahhhhh kimochi ne~"

"Naruhhh aku akan keluar!" kata Sasuke. Wajah nya merah padam dan otot perut nya mengencang merasakan ada sesuatu yang deras akan keluar.

"Penuhi aku dengan sperma mu sayang ahhhhhh! buat aku becek," Naruto memeluk erat tubuh Sasuke dan kedua kaki nya melingkar di pinggang Sasuke.

"Keluar bersama ugh,"

"Yahhhhh Suke ahhhh,"

Sasuke mempercepat gerakan nya, dia mengentak penis nya masuk semakin kasar membuat hole Naruto memerah dan membengkak.

"Aku datang Naru arghhhhhh!"

"Sukehhhhhh!"

Naruto memejamkan matanya menikmati diri nya klimaks sampai terkencing kencing membasahi tubuh mereka, sedang kan Sasuke keluar didalam hole hangat Naruto dengan menembakan seperma delapan kali kedalam nya.

"Nikmat sayang," Sasuke memeluk tubuh penuh keringat itu.

"Lagi Suke ahhh, hole ku masih gatal, ayo gerakan penis gemuk ini," bisik Naruto pada telinga Sasuke.

"Jangan menyesal sayang!"

Tbc tbc, Sankyu yang sudah mau baca dan vote.