Persona 4: Memories of You…
Author: Bleeeeh, bosen ngomong klo the real P4 itu punya ATLUS!
Hahaha, udah lama nih ga lanjut. Oke, belakangan ini si author lagi ngebut-ngebutan mean P4 sampe tamat! Ditambah barusan habis pergi berlibur, yaaah diitung-itung dapet tambahan ide juga sih. Btw, ternyata banyak yg suka bad ending ya??? hahaha, kalo gitu tenang aja. Apapun akhirnya, para pembaca akan aq bikin puas sepuas-puasnya!
---------------------
Hospital
---------------------
"Oh, Yosuke! Kamu mau makan sesuatu?"
"Nggak, makasih Chie."
"Kamu udah nungguin Souji-kun selama 2 hari. Kamu sendiri juga butuh istirahat." Chie mengelus pundak Yosuke pelan dan halus. Entah kenapa tiba-tiba Yosuke menangis lagi. (dasar cengeng!)
"Dulu Nanako-chan, sekarang Souji. Aku nggak bisa terima! Kenapa selalu ada musibah dan masalah yang menimpa Souji sih?!"
"Yosuke…" Mata Chie mulai berkaca-kaca mendengar ucapan Yosuke.
Chie pasti ikut sedih kalau Yosuke sendiri sedih. Bahkan mungkin Chie akan nangis kalau liat Yosuke nangis.
"Umm, permisi. Apa betul ini kamar pemuda yang bernama Seta Souji?" Tanya cewek berambut biru panjang yang mengenakan seragam suster dan segera menghampiri mereka.
"Umm, ya. sudah waktunya periksa ya?" Tanya Yosuke lemas.
Tanpa mengucapkan sesuatu lagi si suster berambut biru itu langsung mengangguk dan masuk ke dalam.
"Hei, Yosuke. Ada yang aneh!" Kata Chie ikut penasaran.
"Hnggg?? Apanya yang aneh? Kita sudah mengalahkan Izanami dan menangkap Adachi. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan lagi." Jelas Yosuke.
Chie mencoba mengintip ke kamar rawat Souji, namun dihalangi oleh suatu kabut/embun tebal di dalamnya.
"Y-y-yosuke!! K-k-k-kesini! Cepat!" dengan segera Yosuke ikut-ikutan ngintip.
"WHAT?!! Gimana yang namanya tuh kabut bisa kembali lagi?! Izanami udah mampus!"
"Yosuke, aku jadi curiga sama tuh suster."
-------------------------------------
Inside Souji's treatment room…
-------------------------------------
"Hngg…Seta Souji. Ternyata benar dia. Koma sampai-sampai masuk ke 'Beach of Nothingness'. Pantas saja bisa sampai ke sana. Kondisinya saja sudah tidak memungkinkan." Keluh si suster alias Nephilim yang menyamar jadi suster.
"Tapi kenapa dia belum bangun juga? Seharusnya sudah bangun."
Nephilim terus menganalisa keadaan Souji. Kalau Nephilim bisa sampai ke dunia Souji dkk, seharusnya Souji sudah bangun.
Seketika tatapan Nephilim berubah tegang.
"Apa ada hubungannya…dengan Nyx? Kalau sampai ada hubungannya dengan Nyx…dia…"
BRAK! Pintu tiba-tiba terbuka dengan suara keras.
"Hei! Mau kamu apakan Souji-kun?!" kata Chie lantang yang bersiap-siap mengambil posisi menyerang.
"Bisakah kalian menunggu di luar? Saya sedang memeriksa kondisi-"
"Yeah, memeriksa atau mau meracuni dia?"
Nephilim sempat terkejut juga mendengar ucapan Chie.
"Meracuni? Kau gila apa?! Dia pasien di sini dan saya bertanggung jawab atas dia. Buat apa saya meracuni dia?!" tegas Nephilim yang mulai sebal karena dituduh yang macam-macam.
"kalau nggak berniat meracuni dia, kenapa ada kabut di sini?!" sambar Yosuke selanjutnya.
"Kabut? Ini bukan kabut. Kaca di depan sana dingin dan berembun. Itu saja. bisa kita bicarakan di luar?"
Yosuke dan Chie terdiam sesaat. Bukan karena mereka menatap Nephilim, tapi karena mereka melihat Souji sedikit bergerak! Mereka berdua langsung mengucek-ucek mata untuk memastikan kalau mereka nggak bermimpi.
"Chie, aku nggak mimpi kan? Souji tadi bergerak sedikit kan?" kini Yosuke mencubit pipinya.
"Ya! ini bukan mimpi!"
Nephilim langsung menoleh ke arah Souji dan berjalan mendekatinya lalu memastikannya ia kembali tertidur.
"Ayo kita bicarakan hal ini di luar saja. dia masih butuh istirahat.
------------------------
Outside…
------------------------
"Kalian teman Souji-san?" Tanya Nephilim tanpa basa-basi lagi.
"Y-ya. kenapa?" kata Yosuke balik Tanya.
"Keluarganya ada di sini? Kalau memang ada, bisa tolong panggilkan?"
"Ngg…keluarganya agak sibuk. Orang tuanya di luar negeri. Apa tidak bisa dibicarakan dengan kami saja?" Timpal Chie.
"Oh, bukan begitu. Saya Cuma ingin tau kepribadian pasien saja. nah, sekarang jawab dengan jujur,"
Nephilim mengambil napas panjang, beraharap Yosuke dan Chie tidak terkejut mendengar pertanyaan yang akan diajukannya.
"apa dia punya kekuatan yang disebut…Persona?"
WTF?! Wajah Yosuke dan Chie menegang seketika.
"dari mana anda tau?!"
"Ah, tidak perlu se-terkejut itu, Yosuke-san. Saya menduga begini…dia koma selama ini bukan hanya karena kecelakaan. Kalau memang dia koma karena kecelakaan biasa pasti dia sudah sadar. Tapi yang ini beda, tekanan darah tidak beraturan, dan dia terlihat sangat lelah. Teorinya begini, kalau seseorang itu tidak biasa memanggil persona atau tidak bisa memanggil persona dengan kekuatan besar tapi kenyataannya dia memaksakan diri… maka…" ucapan Nephilim terhenti sementara.
"Maka apa yang terjadi?" kata 2 cewek bersamaan yang entah dating dari mana atau mungkin tidak disadari kedatangannya.
Yukiko dan Rise!
"Yuki? Rise? Bukannya kalian sibuk?"
"Itu nggak penting, Chie. Bisa lanjutkan yang tadi?" kini suara itu berasal dari Cewek berambut biru yang mirip cowok dan biasa disebut 'Detective Prince'.
"Itu artinya dia mempertaruhkan nyawanya sendiri."
!!!!
"Bagaimana bisa?" Tanya Naoto yang semakin penasaran.
"Apa dia pernah memakai kekuatan Persona semacam itu?"
Semuanya tampak berpikir keras. Semacam kekuatan persona yang sulit dikendalikan…sepertinya pernah. Tapi kapan? Waktu mengalahkan Ameno-sagiri tidak terjadi apa-apa. Lalu Izanami…
Aha! Ya! waktu bertarung melawan Izanami!
"Hei, waktu kita melawan Izanami apa dia mengeluarkan persona baru atau semacamnya?" Tanya Yosuke berusaha mengingat-ingat kembali.
"Bukannya dia membuang kacamatanya dan memanggil…Izanagi-no-ookami? Bukannya begitu?" jawab Yukiko sekaligus bertanya.
"Ya, waktu itu aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Senpai. Dia hanya menggunakan satu serangan Persona dan Izanami langsung kalah. Apa itu yang anda maksud, suster?" kata Rise.
"Yah, semacam itu. Jadi dia pernah melakukannya. Apa hanya waktu itu saja?" Tanya Nephilim lagi, merasa kurang puas.
"Hmm…hanya waktu itu saja. dia melakukan itu juga karena terpaksa."
Ada yang nggak beres di sini. Kalau memang Souji hanya memakai 1 kali, seharusnya nggak apa-apa. Pasti lebih dari 1 kali.
"Tunggu dulu. Bagaimana kalau Souji memakai persona itu lagi? Maksudku, kalau dia memanggil Izanagi-no-ookami lagi waktu kecelakaan berlangsung…" Penjelasan Yosuke berhenti sampai di situ. "Saya juga berpikiran sama dengan, Yosuke-san. Itu bisa terjadi walaupun para persona-user tidak ada di dalam TV sekalipun." Nephilim sependapat dengan Yosuke.
Naoto mulai mengambil catatan mini detektif yang selalu dibawa kemana-mana dan mulai mencari halaman di mana ia mencatan hasil penyelidikannya dengan Ryutaro.
"Menurut hasil laporan penyelidikan, seharusnya seluruh penumpang tewas ketika terjadi ledakan di bagian depan kereta. Tapi masih ada yang selamat walaupun sebagian besar penumpangnya tewas." Lalu Naoto berpikir lagi sejenak.
"Hei, semuanya bersambungan. Bagaimana kalau begini: Di tengah perjalanan pulang, terjadi kecelakaan yang tidak terduga. Karena Kereta hanya terdiri dari 2 gerbong, ledakan cukup dekat dengan posisi Senpai berada. Karena mendadak, Senpai tidak sempat berpikir panjang dan langsung memanggil Izanagi-no-ookami. Sedangkan para penumpang lain yang selamat merupakan penumpang-penumpang yang duduk di belakang Senpai. Itu masuk akal kan?" Naoto mencoba menjelaskan teorinya sejelas-jelasnya. Berharap yang lain bisa mengerti. Dan harapannya terkabul! Semuanya setuju dengan teori Naoto yang memang selalu brilian itu.
"Naoto-chan! Kamu memang jeniuss!!!" puji Rise.
"Haa, jadi begitu ya? semoga saja begitu. Hei, lalu sekarang kondisi Souji bagaimana?" Yosuke mengganti topic pembicaraan.
"Oh, kamu pasti sangat khawatir. Dia tidak apa-apa. Ingat? Dia tadi sedikit bergerak. Ajak bicara saja terus. Jangan dikira orang yang tidak sadar tidak bisa mendengar ucapan kita, mereka bisa medengar." Kata Nephilim panjang lebar. "Saya permisi dulu." Lalu ia pergi.
"Aku, Rise, dan Naoto ingin menemani Souji di sini. Kalian istirahat dulu saja." Usul Yukiko.
"Hmm…karena Souji mulai membaik aku jadi lebih tenang. Oke, aku pulang dulu. Besok aku ke sini lagi." Yosuke tampak lega dan bebannya terasa sedikit berkurang. "Chie, kita pulang yuk?"
Wajah Chie langsung merah.
"B-b-berdua?"
"Yaah, kalau kamu mau pulang sendirian juga nggak apa-apa sih. Tapi aku nggak tanggung kalau di tengah jalan nanti kamu diculik lho."
"I-i-i-iya deh! Bercandamu benar-benar jelek! Bahkan lebih jelek dari Naoto."
---------------------------------------
Ketkia Naoto dkk masuk ke kamar Souji, ada hal yang membuat mereka terkejut! Yah, terkejut, takjub, dan nggak percaya bercampur jadi satu.
"Souji-kun…?" kata Naoto pelan tak percaya.
"Hngg…? Kenapa kalian…di sini?" suara yang telah dirindukan itu terdengar parau dan lemas.
"Oh my! I can't believe this!" seru Yukiko.
___________________________________________________________________________________________________________________________
Tadaaa!!! Sekian chap 4 nya. Oya, kalau diperhatiin lagi, Souji lebih keren kalo pake kacamata lho. Tapi kenapa malah dibuang waktu mau summon Izanagi-no-ookami? Haha, peduli amat. Jadi gimana? Kalian suka?
Kalau ada penagihan pajak, rumah, dll. Maka sekarang aq menciptakan pajak reviews!!
Hahaha, I'll be waiting patiently.
