Persona 4: Memories of You…

Author: the real owner of P4 will always be ATLUS!!!

Summary: Di sinilah akan dijelaskan sedikit mengenai hubungan Nyx dan Souji seiring dengan berjalannya waktu yang akan mengembalikan semuanya pada awal dan akhir yang sama.

--------------------------

Souji's bedroom

--------------------------

"Can you…hear my voice…?"

"Ngg???!! Siapa itu?!!" kata Souji tegas.

"I am…your inner self…your shadow…"

"Shadow? Hei, kamu tuh siapa sih?! Bicara begitu aja pake inggris! Menyebalkan!"

"Come and find me…to receive the truth…of this world…about your connection to the destruction…to Nyx…"

"Hei! Tunggu!!! Jangan pergi dulu! Hei!!!" Teriak Souji.

"Souji-kun?!! Ada apa?!!" Souji samara-samar mendengar suara Yukiko di dekatnya.

Souji membuka matanya dan tampak Yukiko tepat di atas kepalanya namun dengan posisi terbalik. Ia langsung duduk di atas futon nya dan mengucek-ucek mata. Souji mencoba mengingat-ingat maksud mimpinya tadi. Kebenaran mengenai dunia? Maksudnya apa?

"Umm..Yukiko-san, kenapa bisa ada di…kamarku? Ini kan…ungg…kamar cowok?"

"E-eh, dari tadi aku dengar kamu teriak-teriak dari bawah. Kukira kamu kumat ato apa gitu? Mimpi yang jelek-jelek ya?" Tanya Yukiko balik.

"Rasanya seperti dipanggil-panggil seseorang. Dia bilang kalau dia itu shadow ku. Kamu tau shadow itu apa, Yukiko-san?"

Gila! Shadow yang dulu paling sering dia hadapi aja sampai lupa! Berarti beneran nge-blank nih! Pikir Yukiko dalam hati.

"Yukiko-san?" panggil Souji.

Gimana mau jelasinnya ya? nggak ingat apa-apa gitu?

"Yukiko-chan?" Panggil Souji lagi.

Apa Souji-kun yang sekarang siap dengar semuanya?

"Yuki-chan?!!" panggil Souji sambil mengguncang-guncang bahu Yukiko.

"Apa? Kamu tadi bilang apa?"

"Aku Tanya, kamu tau apa tentang Shadow?" Tanya Souji lagi.

Yukiko lalu berdiri dan mengambil posisi duduk menghadap cowok berambut abu-abu itu di dekat futon pemiliknya. (teori ini mungkin salah buesar!!)

"Shadow itu merupakan bayangan yang diciptakan manusia tanpa sepengetahuan mereka sendiri. Rasa kebencian, rasa putus asa, semua itu terlahir dari manusia sendiri. Mereka disebut 'shadow' karena kami para manusia nggak mau menerima keberadaan 'shadow' itu. Mereka ingin menolak dan membuang 'shadow' itu jauh-jauh dan menganggap mereka tak pernah ada. Tapi…"

"Tapi apa?"

Yukiko memberi Souji tatapan percaya.

"Shadow-shadow itu hanya ingin diterima dan diakui oleh pencipta mereka sendiri, malah mungkin kami bilang begini: your 'shadow' is your true feelings…" Kata Yukiko panjang lebar. (emang mau ngitung luas apa? Pake panjang ma lebar)

"Apa itu Semacam perasaan terpendam yang ditutupi banyak kebohongan?"

"Setiap manusia pasti pernah menutup-nutupi perasaan mereka yang sesungguhnya dengan kebohongan-kebohongan itu. Dari situlah lahirnya 'shadow'"

Souji mencoba mencermati dan mencerna tiap perkataan Yukiko sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu.

Knock...knock... "Sou, boleh masuk?" suara itu tidak lain adalah suara Yosuke.

"Masuk aja. Pintunya nggak dikunci kok." Balas Souji.

"Sou, kamu tuh dari tad-" Yosuke Cuma bisa melongo melihat Yukiko yang duduk di dekat Souji. lalu terdengar suara derap langkah kaki yang lain dari belakang Yosuke. "Yosu, ada apa? Kenapa Cuma ber-" Chie ikut-ikutan melongo liat Yukiko.

Lalu Yukiko dan Souji saling berpandangan.

"So-Souji-kun, maaf!" seru Yukiko gugup.

"Yukiko, apa yang kamu lakukan dari tadi sama Souji-kun?!!" Chie memasang tampang curiga.

"Nggak ngapa-ngapain! Bener! Sungguh…kami Cuma…"

"Membicarakan mengenai Shadow." Kata Souji main potong perkataan Yukiko.

"Untunglah… aku curiga kamu kenapa-napa. Habis dari tadi kamu nggak turun-turun sih!" sahut Yosuke.

Souji tertawa terbahak-bahak. "aku udah bangun dari tadi subuh, terus ketiduran lagi. Nah, dapet mimpi aneh. Mimpinya mengenai Shadow. Kalian tau apa maksudnya nggak?"

"Shadow?! Bukannya shadow udah lama hilang sejak Izanami hilang? Eh, tunggu, itu Cuma mimpi kan?" Kata Chie.

"Terus apa ada yang aneh lagi dalam mimpimu, Sou?"

"yang aneh…Nyx…apa itu?"

"N-N-Nyx?!!" jerit semuanya kecuali Souji.

"Chie, cepat telepon semua anggota Investigation Team supaya berkumpul di Junes segera!" perintah Yosuke.

----------------------

Junes Food Court

----------------------

"Jadi senpai, ada apa memanggil kami?" Tanya Naoto masih dengan suara khas cowoknya. "Sepertinya penting sekali."

"Emang penting! Ini mengenai mimpi yang didapat Leader kita. So, do you know somethin' about Nyx?" kata Yosuke gaya pake bhs inggris.

"Yosu, jangan pake bhs inggris dong. Aku nggak ngerti nanti." Pinta Chie. " Aku dengar, Nyx itu semacam kayak dewi Yunani atau apalah!"

"Nyx…dengar-dengar, dulu di port Island pernah ada kemunculan Nyx. Atau mungkin Cuma rumor ya?" Naoto mencoba mengingat-ingat kejadian 3 thn yang lalu. Kejadian di tahun 2010…(pake tiga tahun yang lalu soalnya seting cerita ini di tahun 2013 dimana P4 semestinya udah tamat)

"Kamu tau sesuatu, Naoto-chan?"

"Rise, kamu pernah ke Port Island 3 tahun yang lalu kan? Yang katamu Escapade pernah berhutang budi padamu itu lho. Kau ingat?"

"Ya. waktu itu…Port Island terkenal dengan…umm…apa ya namanya? Ung…Oya! 'Apathy Syndrome'!" seru si mantan idola itu begitu ingat. Membuat Kanji yang lagi enak-enakan makan steak tersedak. Teddie yang lagi minum jus jadi melongo sampai-sampai jusnya tumpah ke celananya. Yukiko yang setengah ngantuk jadi melek. Sedangkan Souji dari tadi Cuma bingung sendiri.

"Apathy Syndrome ya? jadi semua itu memang benar ada hubungannya dengan kejadian 3 tahun yang lalu. Setahuku Nyx itu memiliki kekuatan tak terbatas yang tak akan pernah bisa dikalahkan. Tapi kenapa insiden di Port Island itu tiba-tiba ditutup begitu saja ya? aneh." Jelas Naoto.

Lalu salah satu pelayan Junes datang ke meja mereka dari belakang Souji sambil membawa………….stik baseball?

JEDUAAAKKK!!!

"ADAAAAWWWW!!!" Jerit Souji kaget ditambah kesakitan.

Semua anggota investigation team langsung berdiri dan mengepung si pelayan tadi.

"Hei! Beraninya kamu memukul Senpai!! Hadapi aku dulu, dammit!!" sambar Kanji sembari mengangkat kerah baju si pelayan dengan satu tangan.(kuat bener?) "Apa mau lo mukul Senpai kayak gitu, HAAAHH??!!!"

Yang terdengar dari pelayan itu hanya tawa pelan. Ini pelayan gila apa?

"Keberadaannya sangat berbahaya di sini. Maka dari itu, dia harus dilenyapkan!" kata si pelayan santai sambil menunjuk Souji dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam lagi…tatapan matanya juga kosong.

"Kanji, tahan dia! Kita harus interogasi dia!" tegas Yosuke. " Apa maksudmu dengan 'keberadaannya sangat berbahaya di sini'? ayo jawab!"

"Hehehe…apa kalian tidak sadar kalau keberadaannya itu berpotensi mengancam? Biar kuberitahu…semua itu bersangkutan dengan insiden 3 tahun yang lalu… hahahahaha!!!"

"DIAM!!! Aku nggak akan pernah memaafkan orang macam kamu yang seenaknya memukul orang!!!" Yukiko mendekati si pelayan dan melayangkan tamparan keras di wajahnya.

"cih, hei…dengar baik-baik…untuk kali ini kalian akan dapat masalah terbesar dalam hidup kalian." entah apa penyebabnya si pelayan langsung pingsan.

"Aku punya firasat buruk mengenai hal ini…" kata Rise kemudian, memecah kesunyian di antara mereka.

"Sepertinya kita harus menyelidiki insiden 3 tahun yang lalu di Port Island lebih jauh lagi. Apa kalian setuju?" usul Naoto.

"Tapi dia mau diapakan? Teddie nggak ingin dia memukul sensei lagi, kuma!"

"kita biarkan polisi yang mengurus saja."

-------------------------------------------

5 hari kemudian di stasiun Yasoinaba

-------------------------------------------

"R-R-Rise! Bawa barang kok banyak-banyak sih?! Siapa yang mau angkat semua itu?!!" keluh Yosuke yang matanya gatal, kudisan, karatan, katarak, dll begitu liat Rise yang bawa 6 koper khusus punya Rise sendiri!

"Aih…aih…Rise kan idola. Seorang idola wajib bawa yang beginian loh. Risette mau adakan show di sana!"

"Rise-chan, ini bukan waktunya mengadakan show. Kita ini lagi dikejar-kejar misteri besar!"

"Iya, aku tahu itu Chie-senpai. Oya, kenapa Cuma kita bertiga yang baru datang sih? Kalau lamanya kayak gini lama-lama make-up ku luntur nih!"

"Siapa suruh make-up padahal matahari lagi terik-teriknya begini." Ledek Yosuke. "Eh itu Kanji dan Teddie!!"

"Senpai, maaf telat. Aduuuhh, punggungku sakiiit!!" keluh si 'tepung Kanji'.-*dihajar Kanji sampai jadi….kusut*-

"Woi, tepung! Gitu aja udah bilang sakit punggung, belum nanti kusuruh yang lainnya." Entah Yosuke disambar apa semalem, dia lagi hobi nge-jailin orang hari ini. "Tepung?!! Apa sebegitu miripnya aku ma tepung ya?"

10 menit kemudian…

"Nah, semuanya sudah berkumpul. Ayo kita berangkat!!! Let's go to Port Island!!!" teriak Yosuke se-Inaba.

"Yosu! Bikin malu aja! Jangan teriak-teriak gitu dong!" kata Chie lalu menginjak kaki Yosuke. "Rasain tuh!"

"WADAAAAWWW!!! Sakit, Chie!"

Semua yang hadir langsung sweatdrop. Souji malah double sweatdrop. Tak lama mereka akhirnya menaiki kereta…

Di kereta…

Yosuke tidur pulas sampai-sampai mangap. Chie ikut tidur di sebelah Yosuke(ehm…ehm…cari kesempatan nie!!). Yukiko, Rise, Souji berbincang-bincang ria. Teddie mondar-mandir nggak jelas dan selalu menanyakan "kapan sampai ya?". Kanji sibuk….jahit sapu tangan? Naoto lagi sibuk 'chatting' pake laptop-*ditembaki Naoto*- maksudnya lagi nyari info di internet. (emang keretanya semewah itu apa?)

"Souji-kun, apa kamu nggak ingat apa-apa begitu masuk ke kereta?" Tanya Yukiko yang sudah nggak bisa meng-umpat rasa penasarannya lagi.

"Hngg…sedikit sih."

"kalo Rise-chan ingat nggak???" masih dengan gayanya yang centil, Rise meengalihkan pembicaraan.

"Souji-kun, jawab pertanyaanku dulu dong!" Yukiko entah kenapa jadi agresif dan langsung menarik Souji ke sisinya.

"Enak aja! Senpai ini sudah ditakdirkan bersama Risette!" Souji ditarik ke sisi Rise.

Yukiko masih nggak mau kalah. "Rise, mulai sekarang…aku nggak akan menyerah soal Souji-kun begitu saja! ingat itu baik-baik!"

"Rise juga nggak bakal membiarkan si penculik pake bando merah menculik Senpai tercinta!" (Hueeekkk….hwuekkkk!!!) -*dilempar gentong sama Rise*-

"Eh, anu…kenapa malah tengkar begini?" Tanya Souji dengan ekspresi orang blo'on.

Yukiko dan Rise langsung menatap Souji dengan tajam seperti kucing yang baru saja menemukan tikus.

"Ini masalah antar perempuan! Cowok dilarang keras ikut campur!!" sahut Yukiko dan Rise berbarengan lalu pergi ke dekat tempat duduk Yosuke dan Chie, membuat keributan di sana. Souji malah Cuma triple sweatdrop.

Yosuke yang ilernya sudah hampir jatuh malah nggak jadi jatuh gara-gara perdebatan Yuki-Rise. Chie kemudian menguap lebar dan menyimak perdebatan di dekatnya dengan penuh perhatian.

"Eh Yosu, mereka berdebat apa sih? Belum pernah nih liat mereka berdua berdebat sampai segitunya."

"Ngerebutin Sou kali? Kenapa 'si potongan rambut changcutter' itu punya banyak fans sih?! Jelas aku lebih keren!" -*Yosuke ditempeleng Author*-

"Hihihi, akhirnya Yukiko bisa jatuh cinta juga!" kata Chie sambil ketawa.

"Chie, kamu barusan bilang apa…" Tanya Yukiko dengan lirikan mata ingin mencekik. Chie Cuma bisa nyengir selebar-lebarnya. "Yosu, kita pindah yuk. Aku jadi ngeri sama Yukiko yang sekarang nih."

_______________________________________________________________________________________________________________________________

------------------------

Cerita dibalik Fanfic

-------------------------

Lonely KOS-MOS: OKE! Cut! Bagus2! Waktunya break! (selesai syuting)

Souji: gila. Sakit semua nih badan gue gara2 ada adegan tarik-tarikan.

Yosuke: sialan banget sih tuh Author! Gue terpaksa bilang kalo potongan rambut Souji tuh potongan rambut changcutter! Bisa dihajar Souji neh!

Chie: Dasar Author! Sejak kapan gue jadi se-mesra itu sama Yosuke?!

Rise: se-tau gue, nggak pernah tuh gue berani nantang Yukiko-senpai…

Teddie: kenapa Teddie keluarnya nggak banyak sih?! Habis ini Teddie bikin scenario, terus dituker sama skenarionya si Author aaahh!!!

Yukiko: kenapa gue jadi agresif gitu sih? Kayak cewek kehabisan cowok aja!

Kanji: Author sialan! Berani2nya si author 'rice cooker' itu bilang gue 'tepung kanji'! dammit!

Lonely KOS-MOS: Ehm, ada yang mau protes? (bawa pedang katana)

Souji: lha?! Sekarang katana ku diculik! Terlalu!

Yosuke: sejak kedatangan dia…kita selalu hancur karena cerita buatnnya!

Lonely KOS-MOS: ooooh gitu yaa??? 'rice cooker' Kanji bilang???(evil eye mode on)

Yukiko: adegan ketawaku hilang begitu saja!

Teddie: kostum beruangku dibuang sama si 'rice cooker' ke tong sampah!

Kanji: apa-apaan tuh gue dibikin jahit sapu tangan di kereta?!

Lonely KOS-MOS: Eh tepung! Mending masih sapu tangan! Belum gue bikin lo jahit pakaian dalam cewek! Dasar tepung nggak tau diuntung!

Kanji: (jongkok di ujung tembok)

Rise: keberatan! Di cerita gue jadi nggak kayak Rise banget deh kesannya!

Lonely KOS-MOS: namanya ajah fanfic, kalo mau persis kayak di P4 yg asli minta ATLUS bikin lanjutannya sono!

Rise: (Diem kehabisan alasan buat kabur)

Chie: kenapa gue jadi cengeng sih di fanfic?!

Lonely KOS-MOS: emang lo mau gue bikin nangis sampe ingus lo keluar semua gitu?

Chie: ( sama kayak Rise+diam seribu bahasa)

Yukiko: Sejak kapan rahasia gue suka Souji disebar-sebarkan kyk gitu?! (muka merah tomat)

Souji: Y-Yukiko…(muka merah +pingsan di tempat)

Lonely KOS-MOS: sejak fanfic ini dibuat. Seharusnya lo berterimakasih! Kalo nggak sampai kapan lo mau ungkapin cinta ke Souji?

Yukiko: Naoto! Kamu ketinggalan protes! Sekarang giliran lo yang protes! (mendorong Naoto maju menghadap Lonely KOS-MOS)

Naoto: kalian semua itu benar2 nggak pengertian deh! Jelas2 namanya aja Lonely KOS-MOS, dia kesepian tau!

Lonely KOS-MOS: akhirnya ada juga yang ngerti…huhu…(mewek2)

Yosuke: tapi kan KOS-MOS nya nama rice cooker? Dia kesasar bikin fanfic kali? Seharusnya kan di fanfic nya Xenosaga.

Lonely KOS-MOS: lagi males sama Xenosaga. terlalu sering maen sampe hapal jalan lokasinya! (dihajar pecinta Xenosaga)

Souji: (tiba2 bangun) ooohh, gitu toh! Pantes dia sering bicaraiin gue.

Lonely KOS-MOS: aaaaahhh!!! Sou-kun akhirnya ngerti juga…hiks2

Yosuke: tetap aja banyak yang bikin kita protes!

Nephilim: heeeiiii!!! Gue dikemanain???!!! Gue nggak muncul di 2 chapter! (tiba2 muncul dari tanah)

Lonely KOS-MOS: alah, lo kapan2 aja keluarnya! Gue ketemuin lo sama Souji. kalo lo ikutan ke Port Island, gue kehabisan biaya tau!

Souji: jadi cerita di next chap gmn?

Lonely KOS-MOS: maka dari itu, saya minta reviews dari para pembaca dulu. Baru bisa lanjut. Buat sementara break dulu deh. Tapi persiapkan diri.

Chie: persiapkan diri bwat apa?

Lonely KOS-MOS: siapa tau ceritanya jadi makin extreme?

Teddie: Teddie!!! NOOOO!!! (histeris)

Lonely KOS-MOS: Makasih udah mau baca fanfic ini ya para pembaca setia: LvNa-ChAn, Salary Dam, silvermoonarisato!!

Hahaha, cerita tambahan karena Author sudah stress kena tugas2 skul!!