Persona 4 : Memories of You

Author: hmmm….kayaknya rencana awal saya gagal mengenai hal nggak memasukkan Igor dan Margareth. Ga nyangka kalo ni cerita bkl jadi adventure. Oc2, now…enjoy my story please….

Sebelumnya buat LvNa-ChAn, maaf ya kalau mungkin cerita ini kesannya agak mirip. Tapi sungguh, nggak berniat loh. Di cerita ini P4 lebih diarahkan dibanding P3. intinya saya lebih mementingkan Souji dkk dibanding anggota SEES. Tolong jgn salah paham…

----------------------

Port Island Station

----------------------

Setibanya Souji dkk di Port Island, Yosuke dan Teddie sama-sama teriak ."Hurraaaayyyy!!! Sampai juga di…P-O-R-T I-S-L-A-N-D!!!!!"

Naoto Cuma geleng-geleng kepala melihat sikap senpai nya yang bahkan lebih kekanak-kanakan dari anak SD( masa sih?)

"Rupanya liburan kali ini kita menghabiskan waktu di Port Island! Hei, malam ini kita menginap dimana? Jangan bilang kita akan menginap di…uhh…Shirakawa Boulevard lagi?" Tanya Kanji.

"Oh, enggak. Aku sudah menemukan tempat yang cocok buat menginap selama 1 bulan ini kok." Kata Naoto sok misterius.

"Di mana, Naoto-chan?" Tanya Yukiko.

"Tapi sayangnya, tempatnya agak jauh dari sini. Jadi bagi yang bawa barang banyak-banyak…"

Semua tatapan langsung menuju ke Rise yang sedari tadi Cuma celingak-celinguk. "Eh, kenapa?"

"Rise-chan, kali ini anda harus membawa barang-barangmu itu…sendirian." Sahut Naoto agak kejam.

"Haaaaahhh??!!! Nggak ada yang mau Bantu?? Jahaaaat…" Rise mulai mengeluarkan air mata buayanya yang siap-siap dikeluarkannya.

Lalu Teddie menghampiri Rise. "Jangan nangis, Rise-chan! Nanti make-up mu luntur…terusss rasa fans Teddie jadi berkurang…lalu…"

"Apa hubungannya sama rasa fans mu, Teddie!!"

-----------

Dorm

-----------

Begitu sampai, Naoto langsung menjatuhkan barang-barangnya ke lantai. "Nah, disini. Umm…permisi!!!"

Lalu muncul seorang cewek berambut coklat yang kira-kira usianya sekitar 19 tahun dan seorang cowok berambut putih keabu-abuan yang terlihat lebih tua 1 tahun dari cewek berambut coklat tadi. "Oh, apa anda yang namanya Naoto Shirogane?" Tanya si cewek.

"Umm, ya. Apa pesanan kamarnya sudah siap? 7 kamar." Balas Naoto.

Lalu si cowok memberi mereka 7 kunci kamar. "Baiklah…ini kunci-kuncinya. Asrama untuk cowok ada di lantai 2, yang cewek ada di lantai 3. selamat beristirahat."

"Terima kasih." Jawab Naoto singkat.

Ketika si cowok berambut abu-abu itu pergi meninggalkan mereka, si cewek berambut coklat itu mulai bertanya.

"Maaf, anda ini…cewek atau…cowok??"

"Eh? Oh, memangnya ada apa?" kata Naoto balik Tanya.

"Anda…mirip seseorang yang saya kenal… oh maaf. Nama saya Yukari Takeba. Lalu cowok yang tadi namanya Akihiko Sanada. Senang bertemu kalian."

"Nona Takeba, saya yakin anda kenal dengan semua orang yang ada di belakang saya ini. Bukankah begitu?"

"Oh ya. anda sudah mengirim foto-foto mereka semua beserta dengan keterangan-keterangannya. Itu sangat membantu sekali."

Teddie langsung melangkah ke dekat Naoto setelah menghitung-hitung kunci kamar yang ada. "Teddie mau Tanya! Kenapa kunci kamarnya hanya ada 7 buah saja? seharusnya kan 8 buah?"

Semua langsung menoleh dan menghitung-hitung. Benar, kunci kamarnya hanya ada 7.

"Naoto-chan, apa kamu salah ngitung atau memang sengaja teledor?" sindir Rise yang make-up nya sudah luntur semua begitu sampai di dorm.

Naoto mengernyitkan dahi begitu mendengar kata 'teledor'. Sebab kata itu merupakan kesalahan terbesar yang dilakukan seorang detektif.

"Masalahnya kamar yang tersisa Cuma ada 7 sah=ja. Jadi terpaksa Teddie tidur di kamar Yosuke-senpai seperti biasanya."

Yosuke langsung memegangi kepalanya. "Sialan! Kupikir di sini bakal terbebas dari Teddie. Ternyata enggak ada bedanya." Keluh Yosuke.

-------------------

Dorm : Lantai 2

-------------------

Souji mencari-cari nomor kamar dari kunci yang sedang digenggamnya. Hingga ia berdiri di depan sebuah kamar yang terletak di ujung lorong. Kamar ini terasa…agak berbeda dari kamar-kamar yang telah dilaluinya sebelum sampai ke kamar yang ada dihadapannya saat ini. Tanpa piker panjang, Souji langsung memasukkan kunci kamarnya ke lubang pintu dan membukanya. Hal pertama yang ada di kepalanya begitu melihat isi ruangan adalah…angker…

Begitu Souji melangkahkan kakinya masuk ke kamar, kepalanya langsung terasa nyeri.

"Selamat datang…"

Suara itu tiba-tiba terdengar oleh Souji. atau mungkin hanya Souji yang bisa mendengarnya. Tak lama, rasa nyeri itu hilang. Souji segera meletakkan tasnya sembarangan dan berbaring di atas kasur yang sudah disediakan.

"Kenapa pasang ekspresi wajah seperti itu…?"

Suara itu terdengar kembali, tapi tidak menimbulkan rasa nyeri di kepalanya.

"Capek. Aku capek." Jawab Souji singkat.

"Capek?"

"Aku capek kamu gangguin terus! Aku mau tidur!"

"Kenapa sekarang? Kenapa nggak nanti saja?"

"Soalnya aku capek."

"Capek?"

Grrr….jadilah lingkaran setan. Terus berputar-putar tanpa ada ujungnya. Terdengar suara derap langkah terburu-buru yang tiba-tiba membuka pintu kamar Souji secara blak-blakan. "Souji-kun, kamu nggak mau ikutan kenalan dengan penghuni asrama yang lain?" itu suara Chie yang khas dan terengar kelewat dewasa. "Ya, nanti aku nyusul deh."

"Oh, okay!" Chie melangkah menjauhi kamar dan kini hanya ada Souji dengan pintu kamar terbuka.

"Ayo turun sana! Dasar malas!"

"Emang urusan mu apa aku mau turun atau enggak?" jawab Souji kelewat kasar karena terlalu sebal.

"Kalau kamu nggak mau turun…"

Entah kenapa badab Souji jadi bergerak sendiri di luar kendalinya. Souji sendiri ikut bingung dan kaget! Hantu apa sih yang bisa seenaknya merasuki dirinya dan mengendalikan tubuhnya sesuka hatinya seperti itu? Tak sampai 1 menit Souji sudah ada di ruang makan. Di sana nampak semua penghuni Dorm yang belum pernah ditemuinya.

"Oh itu dia. Souji-kun, kamu lama sekali sih?" Seru Chie.

"Maaf."

"Nah, jadi dia yang bernama Souji Seta." Yosuke menerangkan pada penghuni yang lain.

"Oh, aku Junpei Iori. Cewek judes di samping ku ini namanya Yukari Takeba."

JLEEEEPPP!!!

"Stupei, jangan menjelek-jelekkan orang di depan orangnya sendiri dong!"

"ADAAWW!! Sakit nih Yuka-tan!" benatk Junpei sambil memegangi jempol kakinya sambil berdiri satu kaki.

"Biarin!" Yukari malah melengos. Sementara Souji dkk Cuma sweatdropped.

"Aku Mitsuru Kirijo. Ketua dari Kirijo corporation group. Nice to meet you."

"Namaku Fuuka Yamagishi. Asisten Mitsuru."

"Lalu aku Ken Amada. Masih sekolah di bangku Junior High school. Senag bertemu."

"Arf…arf!!!" seekor anjing putih menggonggong. Akihiko langsung mengangkat anjing itu. "Dan yang ini Koromaru."

"Hello, aku Aigis. Senang melihat kalian." Kata seorang robot cewek dengan nada suara agak robotic.

---------------

Lounge

---------------

Setelah perkenalan itu selesai mereka langsung duduk-duduk di lounge.

"Hmmm, sudah hampir jam makan malam. Baiklah, giliran siapa yang masak hari ini?" sahut Junpei tiba-tiba sambil mengelus-elus perut.

"Gilirannya Mina-….uh…maksudku giliran Akihiko-senpai." Kata Yukari tiba-tiba meralat.

"Tujuan kami datang ke sini sebenarnya ingin menanyakan hal penting mengenai…" Naoto berhenti sebentar.

"Mengenai apa?" Tanya Mitsuru.

Naoto menghela nafas panjang dan ketika akan mengeluarkan suaranya…

"Mengenai insiden yang terjadi di Port Island pada tahun 2010. yang dengar-dengar menewaskan banyak orang." Jawab Souji langsung.

Semua mantan anggota SEES itu langsung diam seribu bahasa. Tak mampu berkata apa-apa. Termasuk Mitsuru yang biasanya akan langsung menjawab segala pertanyaan yang ada.

"Itu…sudah lama terjadi. Kami tidak terlalu ingat-"

"Tolong jawab kami dengan jujur. Tidak mungkin kalian bisa secepat itu lupa mengenai insiden tersebut. Apalagi lokasinya menyangkut Gekkoukan High, anda sebagai ketua Kirijo corporation group yang dulunya mendirikan sekolah tersebut pasti tahu sesuatu. Tak perlu cemas, kami tak akan bilang pada siapapun mengenai hal ini." Naoto memang pintar dalam menjebak seseorang untuk bicara jujur. Sementara para mantan SEES murung.

"Apa kalian yakin ingin mendengar semuanya?" Tanya Mitsuru lagi.

Semua anggota Investigation Team mengangguk setuju. "Terutama mengenai Nyx."

Mitsuru langsung terlonjak kaget mendengar kata 'Nyx'. Wajahnya tampak shock, begitu juga dengan anggota SEES yang lain.

"Da-dari mana anda tau mengenai Nyx? Kami belum bilang apa-apa mengenai itu."

"Oh, jadi kalian jelas tau mengenai Nyx juga rupanya." Kata Rise agak memancing.

Yukari langsung membisiki Mitsuru.

"Mengenai penjelasannya, bisa ditunda besok? Kami ada keperluan mendadak. Jadi kami permisi dulu…" para anggota SEES langsung naik ke lantai 4 menuju ke command room.

"Aku curiga kalau mereka itu juga persona-user." Kata Souji langsung begitu anggota SEES menghilang ke lantai 4.

Yukiko memulai pembicaraan yang sedari tadi terasa janggal di telinganya. "Souji-kun, tadi mereka sempat bilang 'Mina-' kan? Apa orang itu juga penghuni Dorm ini yang belum mereka perkenalkan pada kita?"

"Aku tak tahu. Sepertinya ada yang disembunyikan mereka dari kita. Jadi kita harus berhati-hati. Untuk sementara kita jangan pergi ke dalam TV dulu."

"Hei, apa mereka juga tahu mengenai Midnight Channel? Kalau mereka memang benar para persona-user, mereka bisa Bantu kita kan? Atau mungkin malah jadi musuh?" Kanji menimpali. "Teddie, apa kau pernah bertemu mereka di dalam TV?"

Teddie mulai mengingat-ingat. "Hmmm, nggak tuh. Dari hasil penciuman Teddie, mereka nggak pernah masuk ke dalam TV. kalau memang benar mereka itu persona-user, mungkin mereka mengalahkan para shadow itu di tempat lain."

"Jadi selama ini mereka mengalahkan shadow-shadow itu di mana?" Tanya Yosuke selanjutnya.

-----------------------

Command room

-----------------------

Mitsuru tadi sempat terkejut dan nggak bisa berpikir jauh. Tapi dia masih cukup cerdik untuk mengaktifkan kamera pengintai yang berhubungan dengan Lounge untuk mengawasi gerak-gerik para Investigation Team. Terima kasih pada Yukari, insting kecurigaannya memang tajam.

"Benar, kan, dugaanku? Mereka sama seperti kita. Persona-user."

"Yukari, kenapa tidak bilang dari tadi?"

Yukari menoleh ke Junpei. "Stupei, kamu emang 'telmi' deh. Apalagi cewek yang mirip Minato-kun itu…sangat pintar dan juga waspada. Padahal dia bahkan lebih muda dari kita semua kecuali Ken."

"Tapi, yang dimaksud 'Midnight Channel' oleh mereka itu apa?" kali ini Akihiko yang bertanya.

"Yukari, mereka datang dari mana? Kamu masih punya data-data mereka semua kan? Berikan semua datanya padaku!" perintah Mitsuru.

Tanpa menunggu lagi, Yukari langsung memberikan lembaran-lembaran mengenai data-data Souji dkk."

Mitsuru membaca satu-persatu lembaran-lembaran yang disodorkan Yukari.

"Inaba? Kota terpencil yang terkenal dengan kabutnya yang tebal itu? Dan juga terkenal dengan kasus pembunuhan yang terjadi setelah muncul kabut tebal itu kan? Untuk apa mereka datang ke sini? Apa mungkin mereka berpikir kalau pembunuhan-pembunuhan yang terjadi di Inaba memiliki sangkutan dengan Nyx?"

Semua langsung terdiam dan berkeringat dingin.

Aigis memecah keheningan."Sensorku mengatakan kalau pemuda yang bernama Souji Seta itu memiliki sesuatu yang special dari teman-temannya yang lain. Kehadirannya sempat membuatku berpikir kalau dia adalah Minato-san." Jelas Aigis sdikit murung.

"Arf…Arf…ARF!!!" seru Koromaru.

Lalu Aigis menggendong Koromaru. "Koro-chan bilang: aura dari cowok berambut abu-abu itu sama dengan Minato-sama"

"Ugghhh!!! Kenapa kita malah kedatangan orang macam mereka sih? Pokoknya malam ini aku akan menyelidiki mereka saat mereka tidur. Mengawasi setiap gerak-gerik mereka. Walaupun Dark Hour sudah nggak ada sih."

Mitsuru tersenyum ringan. "Aku setuju dengan Akihiko. Aku juga akan ikut mengawasi mereka. Oh, lebih tepatnya kita semua akan mengawasi mereka malam ini." Sedangkan Junpei…

"Noooo, ada yang bawa makanan atau apalah? Perutku lapar!"

Semua mantan anggota SEES itu…sweatdropped. Mereka berpikir begini: sempat-sempatnya Stupei memikirkan makanan.

---------------------

Souji's new room

---------------------

Begitu masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur, Souji langsung cepat tertidur, atau lebih tepatnya hampir. Badannya rasanya terbelah-belah jadi beberapa bagian setelah melewati semua peristiwa tadi. Otaknya terlalu lelah untuk berpikir lagi. Yang ia inginkan hanya tidur dan tidur. Tentunya dengan tenang, tanpa gangguan suara-suara yang selalu mengganggunya tadi. Dan kali ini ia beruntung. Suara-suara itu sudah tidak menghantuinya lagi.

'huh, dia sudah nyerah gangguin aku terus rupanya.' Pikir Souji.

Sedikit lagi Souji akan tertidur, tapi Suara misterius itu menggema lagi di dalam pikirannya.

"Nyerah kamu bilang? Aku nggak segampang itu nyerah tau!"

Kepalanya mulai terasa nyeri lagi.

"Kenapa kamu selalu ganggu aku sih…aww…" kata Souji pelan sambil mengernyit menahan nyeri.

"Aku nggak bermaksud ganggu kamu…"

"Oh, jadi tiba-tiba datang dan bikin kepalaku sakit ini kamu bilang nggak ganggu?"

"Aku bahkan nggak tau kalau kamu bakal sakit kepala kalau berkomunikasi denganku. Jadi jangan tuduh aku sembarangan…"

Sedikit demi sedikit Souji mulai kehilangan kesadarannya. Kepalanmya terasa nyeri luar biasa.

"Udah, jangan ganggu lagi. Kepalaku sakit…!!"

"Baiklah…sampai jumpa…" dan suara itu lenyap beserta dengan Souji yang ikutan kehilangan kesadarannya.

----------------

Velvet Room

----------------

Saat Souji membuka kedua matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah kenangannya dulu bersama teman-temannya yang lain. Apa yang dilihatnya itu seperti potongan-potongan kejadian, Dan ia serasa seperti sedang menonton film. Hal kedua yang dilihatnya adalah sekelilingnya, putih…dan ia merasa melayang-layang di tempat yang tidak diketahui itu dan serba putih.

Souji kembali melihat potongan-potongan kejadian. Event saat festival Tanabata, event saat ia berdiri di panggung dengan seragam cewek, event saat di Amagi Inn, lalu kejadian-kejadian yang lain .

Semua potongan kejadian itu bagai mimpi yang ia rasa tak pernah bisa digapainya lagi. Tiba-tiba Souji terjatuh ke bawah sambil menutup mata erat-erat.

Gedubrak!!!Bruk!!

Hingga akhirnya dia sadar kalau dia jatuh tersungkur di suatu tempat yang redup. Tempat yang sangat familiar dengannya.

Velvet Room…

"Lama tak berjumpa…masih ingat dengan kami?"

Souji mendongak ke atas, memandang suara yang sering didengarnya dulu. Tapi, di hadapannya saat ini bertambah 1 orang lagi.

"Souji, tak perlu se-terkejut itu. Kamu tertidur dengat cepat di duniamu. Ku perkenalkan, ini Elizabeth, dia ini…saudaraku"

Elizabeth yang duduk di sebelah Margareth mulai menyapa.

"Halo, Souji! Margareth sudah banyak bercerita tentangmu. Katanya, kamu sangat menarik. Kami tak menyangka kalau kamu akan kembali lagi ke sini."

"Senang bertemu. Lalu, kenapa tiba-tiba memanggilku kemari?" Tanya Souji.

"Relax, kami akan membantumu sekali lagi dalam menghadapi misteri yang akan kamu hadapi nanti. Mau kubacakan hasil ramalan tentang dirimu?"

"Makasih, tapi, saya nggak perlu itu. Ngomong-ngomong, kenapa dulu saya nggak pernah bertemu Nona Elizabeth?"

Elizabeth langsung menjawab peranyaan Souji sebelum Igor. "Aku dulu dipecat oleh Igor!"

"Huh?!" Igor langsung mendengus kesal.

"Ahahaha, bercanda. Dulu aku bertugas membantu seseorang yang pernah menjadi tamu kami sebelum kamu."

Pandangan Margareth mulai menerawang. "Apa maksudmu pemuda itu? Apa kamu masih memikirkannya, Elizabeth?"

"Aku gagal menyelamatkan dia. Jadi, sekarang aku juga mau membantumu, Souji."

"Oh, ya. terima kasih."

Elizabeth mengambil buku compendium milik orang lain yang dari tadi ada di pangkuannya. Lalu menjelaskan.

"Pemuda ini meninggalkan buku compendiumnya padaku. Dia bilang : jika ada seseorang yang membutuhkannya, berikan saja padanya." Selesai berkata Elizabeth langsung memberikan buku itu pada Souji.

Beberapa lama setelah Souji membuka-buka halaman-halamannya…

"WOW! Personanya lengkap!" matanya terbuka lebar-lebar begitu melihat isi persona-personanya.

"Messiah, Thanatos, Orpheus Telos, Kohryu, Surt, semuanya persona-persona yang kuat-kuat!! Bagaimana dia bisa mendapatkan ini semua?"

"Ah, dia memang rajin mengumpulkan persona." Jawab Elizabeth. Kini Margareth yang mengambil buku compendium milik Souji dan memberikannya pada pemiliknya. "Coba bandingkan dengan punyamu…"

Souji sempat down juga begitu membuka buku compendiumnya sendiri. Isinya berbeda jauh. Bisa dibilang 1: 1000!! Persona-persona milik Souji kalah jauh dengan persona-persona milik orang lain itu.

"Memalukan…personaku isinya…Kohryu, Seiryu, Loki, Pheonix, Izanagi, dan yang lain. Beda jauh…"

"Souji-san, nggak perlu putus asa begitu." Elizabeth jadi merasa bersalah telah memberikan buku compendium itu pada Souji.

"Ngomong-ngomong, pemilik buku compendium ini siapa?"

"Tamu kami sebelum kamu, anakku." Kata Igor kemudian yang dari tadi diam saja.

"Sebelum aku? Siapa namanya?"

Elizabeth terlihat semakin lesu dan akhirnya memutuskan utuk menjawab pertanyaan pemuda yang ada di hadapannya.

"Namanya…Minato Arisato…"

____________________________________________________________________________________________________________________________

-------------------

Cerita tambahan

-------------------

Lonely KOS-MOS: hmmm, chap ini terlalu serius. Sampai-sampai nggak ada humornya. Kayaknya gw harus kembalikan humor anehnya Yukiko itu.

Souji: Lagi mikirin apa sih?

Lonely KOS-MOS: cerita selanjutnya gimana ya? aduh, belum kerjain PR mat nih! (buka buku paket mat) BUSET!! Ga ngerti semua!!!(mendelik)

Yosuke: mau gw Bantu?

Lonely KOS-MOS: emang lo bisa, Yosuke?"

Yosuke: ya iyalah! Gw ini udah SMA. Ngerjain soal mat anak SMP kelas 2 maaah kecil! (sok pintar)

Lonely KOS-MOS: Kalo gitu bisa Bantu ngerjain ga?

Yukiko: (tiba2 datang) eh, ada pembaca yang Tanya nih. Pertama, apa bedannya "Yukiko-san" dan "Yukiko"?

Lonely KOS-MOS: Oh, Salary Dam toh. Gini, kalo Cuma Yukiko doing itu kesan hubungannya lebih dekat, tapi kalo Yukiko-san kesan hubungannya biasa.

Yukiko: oh gitu. (manggut-manggut)

Lonely KOS-MOS: G taw lagi kalo salah lho ya.

Yosuke: hei, katanya minta dibantuin kerja PR mat?

Lonely KOS-MOS: oya. Ayo mulai kerja!

Keesokan harinya di lokasi syuting…

Chie: lho, kok lesu begitu? Kenapa?

Naoto: Chie, kayaknya ada yang nggak beres deh mengenai PR mat nya yang kemarin.

Kanji: lupa ngerjain ya?

Lonely KOS-MOS: jelas2 kemarin udah ngerjain! Gimana sih? Yang jadi masalah bukan itu…

Yosuke: terus apa masalahnya? (pasang tampang ga berdosa)

Lonely KOS-MOS: Jawabannya salah semua tauh!!!!! Tau behini gw ga minta bantuan lo! Dasar menyesatkan!!!

Yosuke: heeeee???!!!salah semua?!!!! Payah amat lo!!!

Lonely KOS-MOS: Lha, kemaren yang ngerjain kan elu. Gw kemaren sibuk bikin naskah pesanan org laen. Jadi elu yang payah! Orang elu yang kerja kok!

Souji:Yosuke ini emang payah kalau dalam hal itung2.

Yosuke: apa loe bilang?!!!(menjitaki Souji)

Lonely KOS-MOS: aduuuh, gara2 PR matnya salah semua…gw jadi ditambahin banyak PR lagiiii!!!!

Yukiko: waaah, kayaknya Lonely KOS-MOS stress berat yah? Yosuke sih…(ikut menyalahkan Yosuke)

Chie: kalo gitu kubantu kerjain ya?

Lonely KOS-MOS: JANGAN2! Nanti ikutan berantakan! Mending Yukiko-senpai aja lah yang bantuin! Yuk!( menarik Yukiko)

Yosuke: hmmm…akhirnya gw puas juga jitakin Souji.

Souji: (babak belur)

Chie: astaganaga! Sampe babak belur begitu? Waaah, kalo Lonely KOS-MOS liat, bisa dicincang-cincang lo, Yos!

Yosuke: mampus! Gw kabur dulu deh!

Souji: yaaah, karena Lonely KOS-MOS lagi sibuk ngerjain PR matnya yang bejibun, saya yang menggantikan dia. Tetap kasih reviews ya para pembaca setia!! Makasih buat LvNa-ChAn dan Salary Dam! Udah setia terus baca fanfic ini. See you next time!!(lari karena dikejar-kejar Teddie)

Teddie: Wuoooiiii, gue kok ga digubris seeehh??? ( lari ngejar Souji)

____________________________________________________________________________________________________________________________