Persona 4 Memories of you…

Author: hmmm….enaknya cowok itu siapa ya? Souji…Minato…Shadow? Apa ya??? kayaknya saya terlalu sering bikin anda semua penasaran ya? kalao gitu saya janji bakal menjelaskan semuanya di chap ini, atau mungkin di chap selanjutnya ya? hmm…saya punya rencana bwat fanfic NaotoxSouji deh. Mendukung ato ga?

Summary: Souji hilang. SEES dan Investigation team bergabung dalam menyelidiki kemunculan Tartarus dalam Midnight Channel. Apa yang akan mereka temukan di sana? Apa yang membuat Tartarus muncul di dalam Midnight Channel? Bagaimana kisah petualangan mereka?

____________________________________________________________________________________________________________________________

Apa hal utama yang paling sulit dalam hidup ini?

Seakan-akan kau tak pernah menemukan jawabannya…

Yang padahal jawabannya ada pada dirimu sendiri?

-Seta Souji-

----------

???

----------

Putih….terang…kosong…

Hal itulah yang muncul pertamakali di benak cowok berambut abu-abu yang melayang-layang tak kenal arah dalam sebuah ruang kosong entah ruangan apa itu. Semuanya putih. Kedua kelopak matanya terasa sangat berat untuk tetap terbuka. Tapi ia tidak ingin menutup matanya. Tubuhnya tak bisa digerakkan, serasa seperti bukan tubuhnya lagi. Hingga muncul cowok berambut biru tua disebelahnya yang memandangnya dengan tatapan penuh kehangatan. Tersungging senyum kecil yang menunjukkan perhatian di wajahnya.

"Akhirnya kita bisa bertemu dan ngobrol sepuasnya disini. Sudah merasa lebih baik?"

Souji berusaha menoleh. "Minato-san?"

Minato tersenyum. "Kaget?"

Souji perlahan menggeleng. Senyum Minato semakin mengembang. "Ingin bisa gerak bebas? Seperti ini?" Minato mengangkat jari telunjuknya menunjuk arah atas. Souji pun entah kenapa juga melakukan hal yang sama persis.

"Kenapa aku meniru gerakanmu? Jangan-jangan kamu mengendalikanku lagi ya?!"

Masih dengan senyum Minato menjawab. "Ya, begitulah. Senang kan bisa bergerak sedikit?"

"Kenapa bisa? Kamu pakai sihir atau semacamnya ya?!" tuduh Souji.

Minato mengayun-ayunkan jari telunjuknya yang tadi mengarah ke atas itu ke samping kanan-kiri, menunjukkan ia bilang tidak. Wajahnya sedikit sewot mendengar Souji mulai main tuduh lagi. "There's no magic here. Only hope and miracle."

"Hope and Miracle?"

"Ya. harapan…dan keajaiban. 2 hal inilah yang membuatku bisa mengendalikanmu sesuka hatiku."

Souji menghela nafas menyerah. Sebesar apapun usahanya untuk menghentikan Minato mengendalikan dirinya, semua itu tak akan pernah berhasil. Ia sadar akan hal itu. Tubuhnya lebih menurut pada Minato ketimbang dirinya.

Minato membalikkan badan mengarah ke arah lain. "Apa kamu sudah ingat sesuatu mengenai…kecelakaanmu itu?" Tanya Minato tiba-tiba.

Pertanyaan Minato ini benar-benar di luar dugaan Souji. Minato ini seperti bisa membaca segala pikirannya bahkan tanpa perlu ia utarakan. Si rambut abu-abu itu mulai bernostalgia. Tapi yang ada di pikirannya nge-blank.

"Maksudmu kecelakaan…Kereta? Aku bukannya ingat, tapi seseorang memberitahuku. Makanya aku bisa tahu. Semua yang kutahu mengenai kecelakaan itu cukup sedikit. Setahuku, aku mengalami kecelakaan dan koma selama beberapa minggu. Begitu teman-temanku bilang."

Minato menoleh, hanya kepalanya saja yang berpaling. "Seseorang yang kamu maksud itu Nephilim kan? Jujur."

"Ya. hei, kamu tuh tau terlalu banyak. Apa kamu kenalan Nephilim? Atau mungkin malah pacarnya?" Tanya Souji kelewat ngawur. Minato tertawa sejadi-jadinya. Cowok berambut biru tua itu mulai terkesan seperti…Yukiko.

Souji jadi sewot karena Minato tak kunjung berhenti tertawa. Makin sewot dan jadi lebih sewot lagi. "Hei hei, helloooo??? Ketawanya bisa berhenti nggak ya? keracunan jamur ketawa ya?" sindirnya.

"Oh, maaf…ehehehe…pacar? Pacarku itu lebih manis dari pada Nephilim. Nephilim Cuma menang cantik, tapi pacarku menang manisnya!"

Kenapa malah jadi membahas cewek dan pacar sih? Mulai ngelantur nih. Oke-oke, kembali ke topic awal.

"Kenapa kamu Tanya-tanya mengenai kecelakaan itu?"

Minato menaikkan sebelah alis. "Hmm…mungkin semuanya berawal dari situ. Dari kecelakaanmu itu."

"Heh?!"

"Nephilim tidak bilang apa-apa padamu?" Minato mendesah. "Sepertinya dia sendiri juga sedang sibuk. Sibuk mengawasimu maksudnya."

"Hei, stop-stop! Jangan buat aku makin bingung! Pertama, jelaskan kenapa aku bisa kamu kendalikan semaumu?"

Minato menatap Souji nanar. "Aku mau Tanya 1 topik pertanyaaan terakhir dulu. Baru nanti kujelaskan. Jawabanmu kali ini sangat menentukan penjelasan yang nantinya akan kuberikan. Sudah siap?"

"Kapan pun." Jawabnya singkat.

"Seberapa berharganya orang-orang yang sangat kamu sayangi bagimu?"

"Lebih dari apapun tentunya."

"Apa bahkan lebih berharga dari hidupmu sendiri, Souji?" Minato masih memberinya tatapan nanar. "Apa kamu rela memberikan hidupmu demi orang-orang yang kamu sayangi itu? Atau kamu takut?"

Souji tidak langsung menjawab. Tenggorokannya tercekat. Suaranya seakan-akan hilang ditelan rasa takut di dalam dirinya. Pikirannya tak bisa berpikir jernih lagi. Rasa takutnya amat sangat besar tumbuh di dalam dirinya. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang paling mengerikan di sepanjang sejarah hidupnya. Belum pernah ada orang yang mampu menjawab pertanyaan itu. Orang tuanya, Dojima, teman-teman dekatnya, tak seorangpun pernah menanyakan hal itu padanya. Bahkan seingatnya, ia juga tak pernah punya pikiran seperti itu. Tak pernah terpikirkan olehnya.

"Aku…" Souji menunduk. "Aku nggak tau. Aku takut kehilangan mereka…tapi aku juga…"

"Kembalilah, Souji. kembalilah ke teman-temanmu. Temukan jawabanmu, setelah itu aku akan menjelaskan semuanya padamu." Minato menghilang.

----------------------

Tartarus: 10th floor

----------------------

Cahaya putih yang menyilaukan itu sirna, digantikan oleh sebuah ruangan yang besar. Pemuda itu berdiri di tengah-tengah ruangan. Yukiko langsung berlari tanpa menunggu perintah dari Aigis. Ia langsung berlari menghambur ke pemuda itu setelah ia tahu pasti kalau pemuda itu Souji. pikirannya hanya terfokus pada Souji yang masih berdiri mematung.

Sebuah shadow…bukan, tapi Thanatos turun dari atas tanpa sepengetahuan semuanya. Yukiko menjerit, Aigis mulai menembaki Thanatos walaupun tak akan ada hasilnya. Chie menarik Yukiko cepat menjauh dari Thanatos. Mitsuru dan Yukari sudah menyiapkan evoker mereka masing-masing. Terdengar suara transmisi dari Fuuka dan Rise yang ikutan panik.

"Thanatos?!! Aigis-san, bertahanlah di sana! Kami akan mengirim beberapa bantuan ke sana! Bertahanlah!" jerit Fuuka.

"Yosuke-senpai! ada yang salah dengan Souji-senpai! cepat tolong dia!! Berhati-hatilah, musuh yang satu ini se-level dengan Ameno-sagiri!!"

Aigis mengangguk. "Dimengerti. Semuanya! Jangan ada yang menyerang! Usahakan tetap menghindari serangan-serangan Thanatos!!"

"Dimengerti!" sahut Mitsuru danYukari berbarengan.

Aigis melompat tinggi, menghindari sabetan pedang dari Thanatos. "Yukiko-san, jangan sampai lengah lagi!"

"Maaf! Tak akan kuulangi lagi!"

Thanatos mulai melancarkan berbagai serangan-serangan yang sangat berbahaya dan bisa-bisa masuk kategori mustahil dihindari. Mitsuru dan Yukari selalu memanggil persona untuk menyembuhkan yang lainnya. Yosuke terus bertahan melindungi Chie. (Chieee!!!). Yukiko tetap berusaha menghindar sesekali memikirkan cara untuk mendekati Souji yang sepertinya…dijaga ketat oleh Thanatos. Yukiko memperhitungkan gerakan-gerakan Thanatos. Ketika ia berusaha mendekati Souji entah dari arah manapun, Thanatos selalu melancarkan tebasan sempurna yang selalu nyaris membunuh siapapun yang dekat dengan Souji. Sementara cowok yang dilindungi Thanatos itu Cuma diam saja. Emotionless…

"Yukiko-senpai?! Apa yang mau kau lakukan?! Itu terlalu berbahaya! Lakukan sesuai yang diperintahkan Aigis-san!" jerit Rise begitu Yukiko hendak menyerang Thanatos, entah apa yang dipikirkan Yukiko saat itu, ia tidak menggubris sedikitpun jeritan cempreng Rise.

"Souji-kun, bersabarlah! Aku akan menolongmu…giliranku menolongmu!"

"Yukiko-san!!!!" teriak Yukari tak tertahankan lagi.

Chie sadar kalau temannya dalam bahaya berusaha mengejar Yukiko. "Yukiko!! Jangan!!!"

"Amagi-san?! Kembalilah ke formasi semulamu!!!" teriak Mitsuru.

Yukiko sekarang sudah ada di dekat Thanatos. Sangat dekat sekali…bahkan Thanatos pun sudah menyiapkan pedangnya yang siap menebas Yukiko. Gadis serba merah itu berguling memutar arah ke belakang Thanatos. Sekarang posisinya sudah amat sangat dekat dengan Souji. Ia segera berdiri dan menarik tangan Souji dan lari sejauh mungkin dari ancaman tebasan Thanatos.

Pintu gerbang di belakang Yukari dan Mitsuru terbuka lebar. Tampak Akihiko, Naoto, Kanji, Teddie, Ken, Koromaru, dan Junpei muncul dari balik pintu dengan pose bertarung mereka masing-masing. Mereka lari berhamburan mengitari Thanatos.

"Semuanya!! Alihkan perhatian Thanatos dari Yukiko-san!!" perintah Aigis segera begitu ia merasa sudah cukup banyak petarung yang siap membasmi Thanatos.

Yukiko akhirnya mencapai lokasi yang sudah bisa dibilang cukup aman. Setelah dilihatnya baik-baik…Souji ternyata tidak membuka matanya sama sekali. Jadi selama ini dia tertidur?!!!

"Yukiko!" seru Chie dari kejauhan yang menyusul Yukiko. "Kau ini nekat sekali sih?! Kamu tuh hampir saja mati terbunuh monster sialan itu!!" omel Chie.

Yukiko menyandarkan Souji di dinding dengan posisi terduduk, lalu menoleh pada Chie. "Kita bahas soal itu nanti saja. yang penting kita kalahkan dulu Thanatos!" Chie mengangguk setuju. Bersama, Yukiko dan Chie berlari sekuat tenaga mengitari Thanatos.

Naoto memanggil Yamato Takeru, Akihiko memanggil Caesar, Teddie menanggil Kamui, bersamaan mereka menyerang. Tetapi Thanatos masih jauh untuk bisa dikalahkan. Aigis dan Yukari sama-sama menyerang dari jarak jauh. Mitsuru dan Chie menyerang Thanatos dengan serangan Bufudyne yang hanya mengakibatkan sedikit damage pada Thanatos.

"Kenapa…Thanatos jadi sekuat ini?! Setahuku dulu dia tidak sesulit ini untuk dikalahkan! Apa yang terjadi?!" seru Akihiko yang kini mulai terdesak oleh serangan beruntun Thanatos.

"Sensei! Apa sensei masih menolak shadownya sendiri, nee?! Bukan! Sepertinya monster itu bukan Shadow milik sensei, nee!!! Umaaaaa!!!!"

Thanatos berhasil membuat Akihiko dan Teddie terpental jauh. Sementara Mitsuru yang amarahnya mulai membara melihat Akihiko terpental secara 'tidak hormat' itu ikutan menyerang secara bertubi-tubi. Tapi Thanatos sudah melompat tinggi duluan, sehingga serangan Bufudyne Mitsuru jadi miss. Di atas, Thanatos bersiap-siap menghunuskan pedangnya.

"Suzuka-gongen!!" teriak Chie memanggil personanya. Membuat damage lumayan besar bagi Thanatos.

"Berhati-hatilah! Thanatos sebentar lagi akan menyerang dengan kekuatan penuh! Waspada!!!" Fuuka dan Rise memperingatkan melalui transmisi.

Tepat sesuai dengan apa yang telah diprediksi Rise dan Fuuka. Thanatos terjun turun dari atas sambil menghunuskan pedangnya tepat ke bawah. Tepat saat pedang Thanatos menyentuh permukaan lantai, terjadi ledakan dan getaran besar-besaran. Debu asap bertebaran dimana-mana. Terdengar Jeritan melengking dari seisi ruangan itu. Thanatos mencabut pedangnya kembali. Setelah asap debu tebal itu mulai mereda, terlihat banyak orang yang tergelepar di lantai. Bukan banyak lagi, tapi semuanya tergelepar di lantai.

"*cough*…*cough*…dia kuat…sekali,nee!!" kata Teddie parau.

"Semuanya!! Bertahanlah!! Kami akan melakukan Healing wave dari sini!"

Aigis mencoba berdiri, hampir berhasil…namun terjatuh lagi. "Gagal…"

"Apakah semuanya berakhir disini? Tak pernah…kupikirkan sebelumnya, shit!" kata Junpei lirih.

Kanji mencoba duduk dan berhasil. Susah sekali rasanya. "Damn!!! I'll make you feel the fire of hell!!!"

"Yosu…?" kata Chie pelan. Suaranya nyaris hilang total, berharap Yosuke akan balas menyahutnya. Namun Yosuke diam saja, sibuk mengatur nafasnya.

Dari kejauhan, Souji mengamati seluruh penyerangan itu sepenuhnya. Kini ia bangkit berdiri dan berjalan mendekati Thanatos. Persona berarcana Death itu langsung menghadap Souji dengan pedang tajam siap menebas. Souji tak membawa senjata apapun, sekarang hanya ada satu 'senjata utama' yang bisa ia andalkan.

"Kau ini…keterlaluan sekali sampai-sampai berani melukai teman-temanku! Aku tak akan membiarkan mahluk sepertimu merebut sesuatu yang paling berharga dariku!!!" Souji mencengkram kartu tarot yang ada di hadapannya. "Izanagi No-Okami!!!" muncul Izanagi No-Okami di belakang si pemanggil. Persona dengan arcana the world ini menyerang sesuai yang diperintahkan. "Myriad Truths!!!!"

Thanatos sedikit semi sedikit mulai memudar disertai auman kerasnya. Auman yang memekakkan telinga itu segera hilang setelah Thanatos sendiri pudar dan berubah menjadi kartu tarot yang berputar-putar di atas kepala Souji. Souji tidak langsung menggapai kartu itu.

"Kau benar, Minato. Aku selalu membuang jauh-jauh ketakutanku itu. Tak pernah ingin kuakui adanya rasa yang paling kubenci itu. Semakin lama, aku semakin tak ingin kehilangan mereka yang kusayangi. Sekarang aku mengerti apa maksudmu. Hal paling sulit dalam hidup ini…itu menerima kelemahan diri sendiri." Cowok itu menggapai kartu Tarot Thanatos, kartu itu pecah menjadi serbuk berkilauan yang mengitari Souji. "Jawabannya selama ini selalu ada pada diriku."

Dengan begini Souji sudah mengalahkan ketakutannya selama ini, bahkan ia telah mengubah ketakutannya itu menjadi kekuatan baru. Sekarang Thanatos menjadi salah satu personanya. Fuuka dan Rise yang selesai melakukan Healing Wave pada anggota-anggota yang lain. Mereka yang sudah di heal bangkit berdiri dan langsung menjumpai Souji yang masih berdiri di tengah ruangan.

"Yo! Dude, kamu hampir membuat kami semua terbunuh tau!" sahut Junpei yang kakinya masih gemetaran, masih merinding mengingat serangan Souji tadi.

"Eh? Kalian juga ikutan menolongku tadi? Bukannya kalian tak ingin bergabung dalam kasus ini?"

Junpei menepuk jidat, lalu geleng-geleng. "Dude, kau ini benar-benar cuek." Souji tersenyum meringis, menandakan ia hanya bercanda. Yosuke dan Chie menghampiri cowok penyelamat kesayangan mereka.

"Souji! kamu ini suka sekali sih bikin orang cemas?! Menyebalkan!" bentak Chie. "Kami semua mencemaskanmu tau! Lihat, kakiku masih gemetaran nih! Kukira tadi aku sudah mati atau bagaimana gitu?"

Sementara cowok berambut orange itu merangkul pundak Souji. "Hei, gara-gara kamu, Yukiko-san ngambek tuh!"

"Ngambek? Beneran nih?"

Chie berkacak pinggang, membuat Souji semakin merasa bersalah. "Tunggu apa lagi?! Ayo cepat minta maaf padanya!"

Souji lari menghampiri Yukiko yang wajahnya…benar-benar kelewat sewot. Bibirnya maju beberapa senti, menunjukkan betapa kesal dan jengkelnya. Gadis itu langsung buang muka ke kanan saat Souji memandangnya dari kiri, lalu membuang muka kembali saat Souji memandangnya dari kanan. Yukiko benar-benar ngambek. Ia melipat kedua tangannya di atas perut, lalu berjalan menuju ke arah lain. Souji cepat-cepat meraih Yukiko sebelum gadis itu sempat kabur.

"Yu-Yukiko! Jangan marah terus dong! Ayolah, kenapa kamu tiba-tiba ngambek begitu sih? Tambah keliatan jelek lho!"

Yukiko dengan kasar melepaskan tangan Souji yang meraih lengan kanannya. "Kau ini…terlalu! Bukan urusanmu aku makin jelek atau apapun yang terjadi padaku!" Souji tersentak. "Kau ini…malah tidur di saat-saat yang berbahaya seperti tadi, lalu kau juga menggunakan serangan itu lagi, lalu…lalu…" Yukiko terisak. Ia tak melanjutkan kata-katanya lagi. Malahan ia memukuli dada Souji saking sebalnya.

"Aku benci padamu, Souji-kun!!" seru Yukiko sekuat tenaga, lalu berlari sejauh mungkin dari cowok rambut abu-abu di hadapannya.

Hei, membuat cewek menangis itu hal terburuk yang pernah kulihat tau!" kata Akihiko.

Junpei menimpali. "Ah, sudahlah. Aku cape banget! Pulang yuk!"

____________________________________________________________________________________________________________________________

--------------------

The Answer

--------------------

Lonely KOS-MOS: tadaaa!!! Kita kembali ke acara 'The Answer Showbiez!!' tempat dimana kita mewawancarai para char P4!! Oke2, saya lihat di e-mail saya ada beberapa pertanyaan. Sekarang…(membuka laptop)

Souji: heloo!! I'm back my fans!! muahch...muach...(gayanya Ryoji ngerayu cewek)

Chie: udah! Ga usah banyak begedel lu! (menginjak kaki Souji)

Souji: Ch-Chieeeee!!!! Kakiku cemet nih!!

Chie: biarin! Dasar playboy!

Souji: siapa yang playboy haahh?!!

Yosuke: udah-udah! Kita ini mau diwawancara loh! Pasang tampang bagus kek?

Yukiko: Yosuke-kun, biarin lah. Biar Lonely KOS-MOS yang urus mereka.

Lonely KOS-MOS: semua sudah hadir?

Semua: YA!!!

Lonely KOS-MOS:oke, pertanyaan pertama dari Silvermoonarisato.Dia Tanya begini nih: kenapa sih.. Teddie ngomong 'Persona" jadi 'Bearsona' ?

Teddie: umm…kan aku awalnya beruang,nee !! lagipula 'bear-sona' juga bagus kan?

Semua langsung sweatdropped.

Lonely KOS-MOS: ada alasan lain, Ted?

Teddie: Teddie nggak pernah belajar bahasa yang betul, nee!! Tapi anehnya Teddie bisa bicara tanpa belajar, nee!!

Rise: Teddie!!! Kamu keren!!!

Yukiko: yaah, bisa dibilang keren juga sih. Tapi 'Bear-sona' nya itu lho….(mulai cekikikan)

Chie: mulai deh…Hyena aneh…

Yukiko: snrk…huhuhu…ahahaha…Hyena? Hahahaha

Lonely KOS-MOS: errr…pertanyaan selanjutnya dari…Salary Dam. Hm…banyak juga nih pertanyaannya…oke…

Yosuke: Yukiko-san! Berhenti ketawa dong! Berisik tau!

Lonely KOS-MOS: pertama buat Yukiko. 'Mau gak jadi istri saya?-digebuk-Haha, becanda.' Ehhh??? Dia jatuh hati?

Yukiko: eeeehhh?! (muka merah) a…apa? Mau ni…nikah?!! (pingsan)

Souji: woi bangun!! Yaaah, belum dijawab udah semaput duluan neh.

Lonely KOS-MOS: anggap aja dia gugup trus pingsan karena lamaran tadi. Hahahahaha!!!

Kanji: ganti dia yang ketularan Yukiko-senpai…

Naoto: ehm, bisa lanjutkan lagi?

Lonely KOS-MOS: oke…pertanyaan kedua dari Salary Dam. 'Untuk Yosuke. Apa yg selalu kau dengarkan di headphone-mu?'

Yosuke: emmm…

Chie: aduuuh, dia ini kalo udah ada headphone di telinganya udah deh. Menimbulkan berbagai dampak negative!

Lonely KOS-MOS: contohnya?

Chie: pernah nih ya, waktu aku ke rumahnya Yosu, dia lagi dengerin 'Reach Out To The Truth'. 2 hal yang angat merugikan saya…

Flashback: (perhatian! Nada yang sangat tebal berarti menandakan teriak kampungan bikin telinga tuli dlm 1 detik)

Chie: YOSUKEEEEEE!!!!"

Yosuke: (nyanyi dangdutan) I Reach out to the truth of my life seeking to seize…on the whole moment to NOW BREAK AWAAAAAAAAAYYYYYYY!!!!

Tanpa sepengetahuan Yosuke, kaca di rumahnya dan tetangganya dan di seluruh bagian Junes pecah semua.

Chie: YOSUKEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!! (Teriak sekuat-kuatnya sampai pita suaranya putus)

End flashback…

Chie: untung aku nggak jadi tuli. Pita suaraku yang putus untung masih bia ditembel(gimana caranya?!!). masa manggil2 dia dengan jurus 'auman singa' dari film 'kung-fu hustle' ga mempan?!!

Yosuke: peduli amat, emang gue pikirin?

Lonely KOS-MOS: untung aku ga di sana waktu itu. Klo di sana mungkin laptop baruku udah jadi serbuk2 kecil gara2 pecah kali?

Chie: makanya kuperingatkan! Kalo bisa colong aja tuh headphone!

Naoto: kalo gitu…SERBU SEMUANYA!!!! HANCURKAN HEADPHONE KEPARAT ITUUUU!!!!

Souji, Chie, Naoto, Teddie: ALL-OUT ATTACK!!!

Yosuke: WHAAAATTT??!!! NOOOOO

CETANG!!! DUENGG!!!!DHUORRR!!!!BLAMMM!!!BAGGG!!!BUGG!!!!CUIIINGGGG!!!PLETAR!!!

Lonely KOS-MOS: aku turut berduka cita. Oke selanjutnya masih pertanyaan dari author yang sama. 'Untuk Rise. Kok kamu manis sih?-ditampar-'

Rise: iya dunkzz!! Kan saya idola gituuu!!

Kanji: alah, cewek tengil begini dibilang manis? Cuih, menurut gue Risetong itu tuh amit amit deh yaw…ewww…lembengnya setengah idup!!!(bahasanya kecek-cewekan)

Rise: (menggeram) apa…

Kanji: terus nih yaw, ga seksi, bodinya pas-pasan, kecentilan, dadanya ga gede( ditonjok Lonely KOS-MOS: sialan! Dasar tepung!!), suaranya duh ampun deh…bisa mecahin kaca di seluruh dunia booo!!! Habis itu idup lagi!(jadi lebay)

Rise: DIEEEEE!!!! TEPUNG SIALAN!!! GUE BIKIN LO JADI ADONAN KUE TERUS GUE BIKIN LO JADI MAKANAN SEMUT!!! (menonjok Kanji, mencincang Kanji, men-jepengkan Kanji, dibikin adonan, dipanggang jadi roti)

Lonely KOS-MOS: gilaa…sadis…hari ini sudah gugur 2 orang. Besok-besok brp org lagi ya?

Rise: semua anggota Investigation Team mungkin?

Lonely KOS-MOS: oke, selanjutnya dari…LvNa-cHaN. 'Kok, fox bisa tiba2 muncul? Dia, kan, nggak bisa masuk tipi semaunya dia sendiri? Terus dia juga nggak tinggal di Midnight Channel, kan?'

Souji: loh, fox kok tiba2 muncul?

Fox: grrr…

Lonely KOS-MOS: karena fox ga bisa bicara biar aq jelasin deh. Sebenarnya…

Flashback: (saya ga taw suaranya fox gmn)

Fox: grrrr….(sialan! Aku mau ditinggal!! Menyelinap ke tasnya Naoto-chan ah!)

Naoto: kok…tasku jadi berat yah?

Yosuke: alah, buang aja di bagasi!

Naoto: iya, bener juga. (tasnya dimasukin bagasi kereta dengan kasar dilemparkan)

End flashback…

Naoto: pantesan bajuku penuh iler binatang!!

Rise: naoto jadi bau binatang deh…jangan deket2 yaw! Nanti Risette ketularan bau!!

Naoto: FOOOOOX!!!!! Aku janji bakal buat kamu jadi rubah panggang setelah acara ini!

Fox: (lari ke pelukan Souji)

Lonely KOS-MOS: haduuuhh, oke, pertanyaan2 yg ada di e-mail saya sudah habis. Jadi saya pamit mengundurkan diri dari acara 'The Answer Showbiezz'. Anda bisa mengirim kembali beberapa pertanyaan lagi. Caranya…ketik REGspasi…alah mbulet! Caranya dipermudah deh! Masukin aja juga di reviews. Oc2 sampai jumpa kembali di next chap dan terinmakasih buat: LvNa-cHaN, Silvermoonarisato, BlazingFireAngelXXX, Salary Dam, StarGuy, de el el !!bubyeeee!!!