Persona 4: Memories Of You…

Author's note: hmm…punya rencana buat ending yg melenceng dari rencana awal nih. Ending yg…tdk terduga…hmm…gmn yah??? Kalo sou-chan mampus…kesannya aq kok suka bikin MC mampus sih? Sekali lagi saya Tanya. Kali ini ending sangat bergantung pada jawaban para pembaca sekalian.

Pertanyaan : lebih suka yang mana? Sou-chan mati ato Sou-chan idup. (mohon dipikirkan baik-baik)

__________________________________________________________________________________________________________________________

---------

Tartarus

---------

"Baik, semuanya sudah berkumpul?"

"Yah. Sudah."

"Bagus."

Sementara Investigation team malah ogah-ogahan. Yosuke sibuk menguap-nguap. Chie sibuk nge-gossip bareng Yukiko dan Rise. Kanji sibuk menjahit beberapa kain dengan alasan :sebentar lagi dunia kiamat, jadi saya harus tuntaskan tugas jahit sebelum kiamat tiba. Teddie sibuk ngupil. (heh?!)

"He, kalian ini! Sebentar lagi kita akan menghadapi Nyx!! Sempat-sempatnya kalian santai-santai begitu!!" teriak seluruh anggota SEES kompak.

Lonely KOS-MOS: Maaf2 kesalahan pemutaran film. Rekaman yg sebenarnya lagi dicuri Teddie!!! Saya akan segera mendapatkan kembali rekaman syuting aslinya segera. Mohon bersabar. TEDDIIIIIEEEEEE!!!!!!!(Ngeloyor ngejar Teddie)

Reply

"Baiklah, semuanya sudah berkumpul?"

"Yah. Sudah."

"Bagus."

"Mitsuru-senpai…"

"Ya?"

Yukiko tampak ragu sesaat. Namun ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya. "Nggak apa-apa. Souji-kun bilang, kalo semuanya sudah siap dimohon segera ke lantai…."

"Aku tahu. Terimakasih." Potong Mitsuru sebelum omongan Yukiko selesai. Mitsuru dan Yukiko masih tetap berdiri di posisi yang sama ketika teman-teman mereka yang lain sudah menyusul Souji di lantai teratas. Mengingat team SEES pernah menjelajahi Tartarus sampai lantai teratas, maka elevator teleport itu mampu mengirim mereka sekejap ke lantai teratas. Mereka tak punya pilihan lain karena waktunya benar-benar sudah tak bisa diundur lagi.

"Amagi-san, kau sebenarnya…takut kehilangan dia kan?"

"Eh?" Yukiko tergagap. "Maksud senpai?"

Mitsuru menoleh menghadap lawan bicaranya dengan lengan terlipat di dada. "Kau takut Souji-kun akan berakhir sama dengan Minato-kun?"

Yukiko tertunduk lemas. Mengakui kalau rasa cemasnya benar-benar bisa dibaca Minturu seperti ia membaca buku. "Mungkin begitu…"

"Amagi-san, yang terpenting kita harus berusaha melindungi sesuatu yang kita sayangi apapun yang terjadi. Dan kami…" wanita berambut merah itu mulai mengeratkan kepalan tangannya. "Tak akan mengulangi kesalahan kami yang kedua kalinya…"

"Mitsuru-senpai…apa semua itu…Minato-san yang mengajarkannya pada senpai?"

"Ya. Leader yang sudah lama pergi…kini kembali lagi." Dan setelah menyelesaikan kalimatnya, Mutsuru beranjak menyusul Souji dkk.

Di lantai teratas Tartarus sudah ada seorang pemuda menunggu di sana. Pemuda itu tak lain adalah Minato Arisato…Leader yang sudah lama pergi kini kembali lagi. Minato tersenyum dan menghampiri Souji dkk.

"Ketemu lagi?"

"Minato-kun…"

"Sebentar lagi Nyx datang…kalian siap? Kali ini aku akan membantu kalian."

Souji maju selangkah. "Kalau begitu…mulai sekarang leadernya adalah Minato-san. Setuju?" akhir perkataan mantan Leader itu disambut anggukan semuanya yang hadir di sana. Termasuk Nyx yang sedari tadi terus mengawasi mereka semua.

"Khu…khu…setelah sekian lamanya manusia masih saja memaksakan untuk hidup. Tujuan yang amat sangat tak jelas…"

"Apa itu…" kata Chie pelan. "Nyx yang kalian maksud?"

"Manusia…pada awalnya mereka akan berusaha memperjuangkan hidupnya. Tapi setelah mereka tak memiliki setitik harapan lagi, mereka akan menantikan kematian sebagai pintu gerbang kebebasan dari segala macam derita. Dan aku di sini untuk mengabulkan semua keinginan itu."

Semuanya membisu. Memang benar apa yang dikatakan Nyx. Dan mereka tak akan mampu mengelak semenjak itulah kenyataannya. Mana mungkin mereka memutar balikkan kenyataannya?

"Itu memang kenyataannya…tapi…" Souji berhenti sesaat lalu menggelng-gelengkan kepalanya. "Tak sepenuhnya benar."

Nyx terkekeh sekeras-kerasnya. Tak menyangka kalau si rambut abu-abu itu akan berkata seperti itu.

Yosuke sewot. "Tak ada yang lucu!"

Nyx malah makin tertawa lebih keras lagi. Anggota SEES tetap diam saja, tak mau ikutan main-main karena sudah tahu seperti apa Nyx itu.

"Yukiko, kurasa virusmu itu telah menyebar!" kata Chie sambil berkacak pinggang menghadap Yukiko.

Sesaat Nyx berhenti tertawa dan menatap Souji lekat-lekat. "Bocah, sejak kapan kau berani berkata-kata seperti itu. Bukannya…kau sendiri tak ingin mengakui…Kematian mu sendiri?"

Semua kecuali Souji dan Minato tercengang dan mendelik secara bersama. Terutama para anggota Investigation Team. Terutama Yosuke dan Yukiko. Seluruh mata membelalak selebar-lebarnya seakan-akan akan segera lepas dari rongganya. Nafas jadi sesak sekejap padahal ruangan itu telah tersedia oksigen yang cukup. Kaki serasa lemas. Rasanya lebih baik tuli dari pada mendengar ucapan Nyx yang bagaikan pedang tertajam yang pernah ada menghujam lurus-lurus di dada. Pita suara seakan-akan telah terputus sehingga tak dapat menghasilkan bunyi lagi maupun berbicara.

"A…Apa…?!"

Minato semakin membeku ditempat. "Semuanya…maaf…"

"Tak perlu minta maaf pada siapapun, Minato-san. Semua itu bukan kesalahan siapa-siapa." Balas Souji yang berdiri tepat di sampingnya. "Justru aku malah mau bilang terima kasih." Lalu ia menepuk pundak Minato.

"Tapi-"

"Tenang saja. Aku jauh lebih kuat dari yang kau kira. Sekarang, kita selesaikan dulu misi terakhir kita."

Minato mengangguk dengan penuh keraguan di hatinya. Tetapi kepalanya masih saja mengangguk tanpa ia kendalikan. Aigis telah siap menyerang, ia hanya perlu menunggu Minato memberi perintah menyerang dan ia akan langsung menyerang. Di hati semua anggota SEES, hanya ada satu janji yang terus dipegang teguh. Tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.

"Tunggu dulu…jadi si bocah abu-abu itu belum mengatakan sedikit pun mengenai kematiannya? Hebat sekali…"

Souji mengernyitkan dahi, sesabar apapun dia suatu saat Nyx pasti berhasil menjebol pertahanannya itu. "Diam! Kau tak perlu ikut campur!!" bentaknya kemudian.

Minato segera menyiapkan pedangnya dan langsung memberi perintah untuk menyerang.

Akihiko berlari secepatnya sambil melancarkan serangan tinjunya dengan bantuan support dari Aigis yang juga ikutan menembaki Nyx -atau lebih tepatnya Nyx Avatar- (kalo nggak salah. Saya blum tamat maen P3) dari kejauhan dengan maksud untuk mengalihkan perhatian Nyx dari Akihiko. Namun usaha ini gagal. Nyx tak terpengaruh sedikit pun dan malah makin ganas membalas serangan Akihiko. Akihiko terpukul mundur. Berikutnya Yukiko dan Mitsuru bersama-sama memanggil persona masing-masing, berharap serangan mereka yang berbeda elemen itu mampu menimbulkan damage bagi Nyx. Serangan Agidyne dan Bufudyne hanya mampu sedikit menghasilkan damage. Serangan tersebut disertai serangan tendangan dan sabetan Chie dan Yosuke.

"Yukari-senpai, tolong gunakan Diarama pada Akihiko-senpai!" nasehat Rise yang sedari tadi tak jenuh-jenuhnya memberi backup.

"Baik! ISIS!!" Yukari menembakkan pistol evokernya dan muncul Isis di belakangnya.

Junpei lari mengitari Nyx, berusaha mencari titik lemah musuhnya. Alhasil, ia sendiri malah kena sabetan Nyx hingga terpental jauh.

"Dasar Stupei payah! ISIS!!!" dan lagi-lagi Yukari meng-heal Junpei.

Kanji dan Ken( biasa dipanggil StarGuy: Kentong dan Kantong. -*dihajar StarGuy*-) menggantikan Yosuke dan Chie yang sudah mulai kelelahan karena sedari tadi terus melakukan serangan tanpa berhenti. Tak lupa Koromaru yang juga ikut menyertai Ken dan Kanji. Kanji memukul-mukulkan wastafel cuci pinring yang ia gunakan sebagai senjatanya (hebat lho! Nggak rusak2! Awet!!). Ken menusuk-susukkan tombaknya dengan gesit. Koromaru meluncurkan pisau dari dalam mulutnya tepat sasaran mengenai target.

Naoto terus menembakkan pelurunya yang ajaibnya nggak habis-habis walau sebanyak apapun Naoto menembakkannya (dijual, dijual!! Terbatas!! Limited edition!! Pistol Naoto yang pelurunya nggak pernah habis!!! Segera dibeli karena hanya ada 1 di dunia!! -*Ditembak Naoto karena malah promosi*-). Teddie ikut meyerang dengan cara yang sama seperti Akihiko, namun karena keteledorannya, ia terpeleset dan terkena pukulan balik dari Nyx.

"ADAAWWWW!!! Sakit, nee…"

"Teddie!! Cepat mundur sekarang juga! Seta-senpai, backup Teddie segera!!" teriak Rise melalui transmisi walaupun jaraknya hanya berbeda 50 meter.

"Understood!" Souji yang disertai Minato menyerang dan tersu menyerang sampai Teddie berhasil mencapai garis lumayan aman. Nyx menyabet sambil berputar, menyebabkan semua yang ada di sekelilingnya terpental, kecuali Minato yang berhasil melakukan defense.

"Uach…boleh juga dia…" diam-diam Souji mengakui kehebatan Minato, jadi iri malah.

"Seta-kun! Secepatnya Bantu Minato-san!!" kata Fuuka yang juga sama sibuknya seperti Rise dalam memberi backup. "Yukiko-san, tolong cast Salvation pada orang-orang yang terkena sabetan tadi!"

Yukiko menampel kartu tarot di depan matanya yang akan segera hancur dan berubah menjadi Amaterasu yang muncul di belakang gadis serba merah itu. Dalam hitungan 5 detik, semua luka-luka pada pada Ken, Kanji, Koromaru, Souji, dll terobati walaupun tak sepenuhnya sembuh.

Souji yang merasa mulai baikan berdiri dan berlari menghampiri Minato. "Persona Change!!"

Setelah ia sampai tepat di belakang Nyx, ia meneriakkan nama sebuah persona. "Izanagi-no-Okami!!"

Secara berbarengan, Minato yang tepat berada di hadapan Nyx memanggil personanya. "Messiah!!!"

Kedua persona itu secara bersama-sama juga melancarkan serangan yang berbeda dari sisi yang berbeda pula dan mampu menimbulkan damage yang cukup besar pula. Beberapa lama kemudian Nyx yang sudah terlalu banyak menerima damage mulai serius menghadapi musuh-musuh kecil di sekitarnya. Kali ini Nyx sudah tidak segan-segan lagi kalau mau melancarkan serangan mautnya.

"Kalian…Akan kubuat dunia di mana tak ada seorangpun yang menentangku!!!" Nyx tampak mengangkat kedua tangannya ke atas dan meciptakan semacam lingkaran hitam besar yang mungkin biasa disebut Doomsday( serangan2 Nyx karangan saiya). Setelah lingkaran hitam besar itus selesai berkembang ke batas maksimal, Nyx melemparkannya ke tengah-tengah area pertarungan. Semua yang berpijak pada lantai teratas Tartarus melayang dengan tekanan yang kuat dari bawah untuk mendorong mereka ke atas. Serangan Doomsday tidak berhenti sampai di situ saja. Mereka yang melayang-layang tak jelas masuk ke dalam lingkaran gelap itu. Dari sanalah terdengar beraneka ragam jeritan dari dalamnya. Nyx tampak amat sangat menikmati penderitaan mereka semua.

"AAAAAAARRRRRRGGGHHHH!!!"

"IEEEEEEEEEKKKKKKK!!!!!"

"ADAAAAAAWWWW!!!! OUUUUCCHHHH!!!"

beberapa menit berlalu, lingkaran hitam itu mulai menghilang dan Minato dkk mulai berjatuhan satu-satu ke lantai.

BAK!!BUGG!! BRAKK!!! DUUUKK!!DUAKKK!!!

Begitu jatuh, semuanya sudah penuh dengan luka-luka baru yang membuat cairan kemerahan keluar dari luka-luka tersebut. Tak seorang pun sanggup berdiri, tergelepar dengan nafas sesak menahan sakit.

"Kenapa…jadi begi…ni…?" kata Yukiko pelan dengan nafas yang memburunya. "Chie…sakit…"

Chie mencoba membalas dengan nafas terengah-engah. "Sama…jangan menyerah…nggak sekarang…"

"Bagaimana? Kalian masih ingin…melanjutkan usaha sia-sia kalian? Terutama kau…Minato Arisato." Nyx menoleh menghadap Minato sambil melangkah mendekatinya. "Aku tak ingin merusak wajah tampanmu itu. Menyerahlah, Minato. Terima saja takdir manusia yang menginginkan kematian. Itulah yang paling mereka harapkan. Harapan yang mereka sampaikan padaku."

Minato sedikitpun tak menggubris ucapan Nyx. Nyx mulai merubah wujudnya, setidaknya lebih menyerupai orang. Nyx dengan wujud manusia berjongkok dan mengelus-elus pipi kiri Minato yang sedikit berdarah. "Wajahmu mulus, aku benar-benar tak ingin merusaknya."

"Huh, jalan keluar dari sebuah masalah itu bukan dengan cara mencari kematian sebagai pintu kelurnya. Tapi-UARRAGGH!!" Nyx menginjak lengan kanan Minato yang sudah bersimbah darah.

"Aku masih cukup sabar. Bagaimana? Mau menyerah saja?"

Minato tak menjawab. Nyx yang mulai senewen menendang perut Minato hingga cowok berambut biru gelap itu terguling-guling sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri. Nyx yang sudah tak bersabar menyiapkan lingkaran hitam Doomsday.

"Kalau begitu…Matilah Kalian!!!!!"

-To Be Continued-

bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Nantikan chapter selanjutnya!!"

__________________________________________________________________________________________________________________________

------------------

Certia tambahan

------------------

Lonely KOS-MOS: Konnichiwa!! Berjumpa kembali dengan saya di acara 'The Answer Showbiez!!'. Hmm, let's see…ada satu e-mail dari…Salary Dam!! Oke, berikut ini pertanyaannya buat Naotong:
Waktu di School Festival, saat persiapan Miscon kan kamu ngedandanin si
Teddie gak bareng Rise dkk. Kamu kabur seketika, diikuti Teddie. Kemana kamu
dan Teddie pergi? Dan ngapain aja?

Rise: Gasp! Jangan-jangan…

Yosuke: jangan-jangan apa?

Yukiko: jangan-jangan…

Chie: apaan?

Kanji: jangan-jangan…(menggeram, siap-siap nonjok Teddie)

Souji: melakukan hal yg…dilarang ortu!

Yosuke: iya, tapi apaan?

Souji: itu loch, yg biasanya plg dilarang ortu…itu tuch….

Kanji: TEDDIE!!!!! MAMPUS SAJA KAU!!!( melakukan serangan all-out attack sendirian)

Teddie: Gyaaaa!!! Nao-chan, sensei, tolooooongg!!! Gwaaaaaaa……gyaaaaaa!!!!

1 jam kemudian…

Naoto: apa-apaan sih? Masa getoh aj udah main jotos. Aku nggak suka org tipikal getoh!

Kanji: (nangis2 sambil bersujud di hadapan Naoto) jangan!! Nao-chan, jangan jaat getoh dong! Ampuni gw!!! UWAAAAA!!!(nangis sekenceng-kencengnya.)

Lonely KOS-MOS: trus emanmgnya km ngapain aj selama Yukiko dkk make-up para cwo?

Naoto begini nih…

Flashback…

Teddie: Nao-chan, buat aku jadi paling cantik dong! Kalo bisa lebih cantik dari sensei!

Naoto: tapi gmn caranya Ted?

Teddie: beli make-up termahal!

Naoto: pake duitnya siape, Ted?

Teddie: Yosuke! Qta bli di Junes trus nanti tagihannya kita bayar pake kartu kredit Yosuke aj!

Naoto: yakin neh? Tapi itu…TERMASUK MENCURI, TED!!(menembaki Teddie pake pistolnya)

Teddie: ampun! Ampun! Iya! Iya! Pake make-up seadanya deh!

Naoto: kalo dibedakin model begini…(dibedakin sampe putih kayak pocong) mau?

Teddie: ih! Jelek! Nggak cantik! Muka Teddie jadi mirip mayat!!

Naoto: kalo ditambahin bunderan di dua mata…(kedua mata Teddie dibunderin pake spidol permanen) gimana?

Teddie: arggghh!!!! Kenapa digambar pake spidol permanen?!!!

Naoto: terus maunya gmn?

Teddie: oh no! my beautiful face! My soft skin! My beautiful eyes…(mewek-mewek nggak jelas)

Naoto: iya2! Sabar. Pokoknya skrg tutup mata dulu…

10 menit kemudian…

Teddie: juelek!! Masa Teddie mirip banci?!

20 menit kemudian…

Teddie: uanchorrr!!!! Teddie jadi mirip kucing! Masa ada kumis kucing begini ?!!

End flashback…

Naoto: Teddie bawel banget. Aku sempat heran juga. Dia itu gendernya cewek ato cowok sih?

Rise: cewek stengah cowok? Kayak Kanji mungkin?

Kanji: weh!! Gw ni cwo tulen tauk!!

Yosuke: yah, tulen dari hongkong.

Kanji: Sialan loh!!! Sini, gue bantai loe!!!

Souji: aq jadi pengen ngerasain gimana di tinju org nih…gmn rasanya ya?

Yosuke: kalo getoh, sini ikutan!!(menarik Souji ikutan dalam proses all out attack dari Kanji)

Lonely KOS-MOS: aduh…apaan ini? Oke2, nampaknya mereka semua tak bisa diganggu. Jadi kemungkinan acara ini akan berakhir setelah ini. (Ke Naoto) Nao-chan, selamatkan Sou-chan sekarang juga sebelum gw dibunuh ama pecinta Sou-chan!

Naoto: dengan senang hati!!!!

Lonely KOS-MOS: kyknya akan ceritanya nggak bkl berakhir di chap selanjutnya. Jadi kemungkinan akan ditambahi 1 chap lagi. Tp semua itu tergantung pilihan kalian mengenai pertanyaan saya yg ada di atas cerita. Nah, saiya pengen tau keinginan para pembaca. Oc, dewa matta!! See you next time!!!

Teddie: roloooooooongggg…bu..ruh…transfuri….darah…seceparnya….( butuh transfusi darah secepatnya) (pingsan)

Lonely KOS-MOS: Kyaaaaaa!!!! Teddie!!!!