Author's note: hmmm….dah lama ga update…hampir aja aq lupa ama ceritanya. Ada beberapa alasan yg bikin saya luamaaaaaaa bgt updet. Pertama, keputusan pembaca yg harus diperhatikan dan dipertimbangkan secara detil2. kedua, tugas2 skul yg ditumpuk ma sensei2 bejad di skul (mengakibatkan 40 siswa tewas. Wiiiiiihhh!!! Ga, bercanda kok! Jurus paling ampuh tuh!!) ketiga, ummmm…. Aq blum mikir…hehehehe( dilempari tomat busuk dari pembaca). Oc2, ga usah lama2. langsung aja nikmati ceritanya, kay??0

Oh, satu lagi. Setelah ini nama Lonely KOS-MOS bakal berubah jadi Shizuka Shirakawa. Hahahaha, kesulitan kalo pake nama ricecooker. (dilenyapkan oleh KOS-MOS) __________________________________________________________________________________________________________________________________________

Kalau setitik harapan terakhir itu hilang…

Bisakah kau mencarinya kembali?

Kalau takdir telah berbicara…

Apa kau akan menerimanya begitu saja?

----------------------------------------------

"Kalau begitu…Matilah Kalian!!!!!"

Itulah kalimat terakhir yang sempat didengar Minato. Yah, kalimat terakhir yang terlontar dari Nyx. Bagai kutukan yang tak ada hentinya saja. Ia kira hidupnya sudah berakhir kembali( emang udah mampus kan?) sebelum pertarungan terakhir itu selesai. Ia kira semuanya sudah berakhir. Namun segala keraguan di hatinya seketika sirna saat ia melihat Nyx ditembus oleh cahaya putih besar dari belakang. Tampak persona yang penuh cahaya di belakang Nyx sambil membawa senjatanya (Pedang? Naginata?) yang tak lain adalah Izanagi-no-okami.

"Heh, segelap apapun malam, pasti masih ada cahaya kan? Jangan remehkan manusia," Kata si pemilik persona sedikit tersenyum. "Oh, lebih tepatnya jangan remehkan kami!"

"Hohohoho…kita lihat siapa yang akan menang…" seru Nyx penuh percaya diri. (dasar ke-pede an!)

Nyx masih dalam wujudnya, tak berubah sedikitpun. Mungkin ia sengaja tak merubah wujudnya supaya bias dibilang fair dalam bertanding dengan Souji. Sementara Yukari yang mulai baikan segera menghampiri orang yang selama ini dirindukannya.

"Minato-kun!! Tunggu sebentar…ISIS!!" dan seperti biasanya, proses meng-heal terjadi.( bosen nulisnya)

"Arigato Gosaimas, Yuka-tan."

Yukari terlihat sedikit jengkel karena dipanggil Yuka-tan. "Hei, sejak kapan kamu belajar memanggilku 'Yuka-tan' hah?"

Di sisi lain Yukiko juga meng-cast salvation kembali sehingga teman-temannya yang lain ikutan pulih. Nyx masih terus mengejar Souji yang terus mengecohnya supaya Yukari dan Yukiko sama-sama punya kesempatan untung meng-heal yang lain. Nyx yang baru sadar akan taktik Souji, langsung berbalik dan kembali menyerang Minato dkk. Nyx mencapai garis target yang telah ditentukan oleh Minato. Yang dimaksudkan dengan garis target adalah tempat di mana mereka akan menyerang secara bersamaan saat musuh telah mencapai garis tersebut. Jadi ketika Nyx sampai di garis itu, yang lain langsung meng-cast persona mereka masing-masing. Akibat dari serangan bersamaan semua yang hadir di sana( yg protagonist2 maksudnya, kecuali scanner) Nyx mendapat damage besar-besaran. Wujudnya sudah hamper tak berwujud lagi. Anggota Investigation Team tercengang hebat.

"Buset! Setelah semua serangan tadi dia belum mampus?!! Sial!!" keluh Kanji.

"Apa ada cara yang lebih ampuh lagi?" Tanya Chie dengan mata masih menatap gerak-gerik Nyx. "Ooops, kita nggak punya banyak waktu, teman!!"

BLAAAAKK!!!

"Akhh…!!! Adawwww!!!" Chie terpental jauh ke belakang.

Selanjutnya Nyx entah menyerang dengan cara pa, menyebabkan semua yang hadir di sana terpental jauh2 hanya karena hembusan angina keras. Tapi sepertinya itu bukan hembusan angina keras biasa. Angina itu menyebabkan sebagian dari mereka kehilangan tenaga dan kesadaran masing-masing. Jika hal ini terus berlanjut, maka…game over sudah. Souji yang sudah tidak tahan lagi segera menutup matanya ketika ia mendengar bisikan suara di telinganya.

-----------------------

Di alam ketidaksadarannya, ia melihat Nephilim berdiri dalam gelap tepat di depannya sambil mengulurkan tangan padanya. Nephilim tersenyum, namun dapat dilihat dengan jelas dari tatapan matanya ia sedih. Sedih karena suatu sebab.

"Souji-kun, kau mau menerima tawaran terakhirku?"

Souji malah balik menatap, bingung. "Tawaran terakhir apa?"

Gadis berambut biru panjang di hadapannya menarik tangannya yang tadinya terulur. "Nyx ada karena keinginan manusia yang tak pernah ada habisnya. Sampai kapan pun kalian bertarung melawannya, tak akan ada akhirnya juga. Jadi…"

Ucapannya terhenti ketika sekelilingnya berubah menjadi putih terang. "Satu-satunya jalan terakhir hanya dengan menjadi seal antara Nyx dan manusia," Nephilim kembali membalas tatapan bingung Souji yang berubah menjadi kejutan luar biasa. "Ya, sama seperti yang dulu dilakukan oleh Minato Arisato."

"Apa aku punya pilihan lain saat ini?" walaupun Souji berkata begitu Nephilim bias menangkap jawaban asli di balik perkataannya. "Nggak ada pilihan lain sekarang. Apapun itu asal teman-temanku bisa selamat."

"Kau yakin?"

Dan untuk terakhir kalinya Souji mengangguk dengan penuh keyakinan.

"Baiklah, aku akan membantumu."

-----------------------

Saat Souji terbangun, hampir seluruh teman-temannya pingsan. Hanya beberapa saja yang masih sadar. Yukiko, Naoto, Yosuke, Chie, Minato, Aigis, Mitsuru, dan Akihiko saja yang masih sadar. Sementara yang lain sudah tertidur pulas tak terganggu. Hanya Souji saja yang mampu berdiri tegak saat itu. Sisa dari anggota SEES sudah menduga-duga apa yang akan terjadi dan berusaha mencegah namun sia-sia.

"Souji-kun, jangan!!! Kembali!!!" teriak Aigis yang masih terduduk lemas kehabisan tenaga.

Minato diam saja.

Mitsuru masih mencoba berdiri, maksimal hanya bias berlutut. "Jangan!!! Jangan mengulangi kesalahan yang pernah kami lakukan!!! Jangan!!!!"

Selanjutnya pemuda berambut abu-abu itu melayang ke arah Nyx yang sudah wujudnya kembali ke semula. Super besar dan mengerikan. (menurut aq ga tuh. Lucu malah. Ahahahaha!)

Minato yang dari tadi tetap diam saja dengan posisi terkapar mulai berbicara. "Sudahlah, itu pilihannya sendiri." Dan mencoba untuk duduk. "Pilihan yang sama dengan pilihanku dulu."

Yukiko menatap Minato nanar, mengerti apa maksud dari ucapan Minato barusan. "Souji-kun…jangan…" air matanya mulai menetes satu persatu. "Jangan…baka! Baka!!"

Yosuke ikutan putus asa. Harapannya runtuh sekejap karena sebentar lagi ia akan kehilangan sahabat terbaiknya. Naoto mulai terisak, rasanya seperti menahan beban berto-ton. Terlalu berat untuk ditahan, terlalu berat untuk disimpan sendiri.

Souji sudah mencapai inti dari Nyx. Dan sama seperti dulu yang dilakukan Minato, ia terus menyerang dan menyerang. Inti yang berbentuk crystal (bener ga? Soalnya aq Cuma pernah liat di youtube doang.) kadang memantulkan beberapa serangannya kembali. Dan secara ajaib pula ia mendengar suara-suara yang terus memintanya untuk tetap berjuang setiap kali muncul rasa putus asa.

"Big bro, jangan sampai kalah! Nanako-chan tak ingin kehilangan Big bro lagi…" terniang suara Nanako di hatinya.

"Hei, kalau kau kalah, kita nggak bias main bareng lagi. Makanya, berjuang ya untuk hari depan!" terniang suara Kou dan Daisuke.

Souji menangkis serangan Nyx dengan guard penuh, namun masih terpental.

"kau ini keponakan kebanggaanku, kembali dengan selamat!"

Nyx melancarkan beberapa serangan yang mengandung unsure magic, namun tak tepat mengenai Souji yang dengan stabil mengendalikan personanya pula.

"Setelah semuanya selesai, kamu harus temani aku belanja! Makanya jangan sampai kalah!"

Samar-samar ia tersenyum dan kembali memanggil Izanagi-no-okami. Nyx meng-cast agidyne tepat mengenai lengan kiri Souji. Pemuda itu mengeryit.

"Souji-kun, kapan-kapan kita latihan drama bersama lagi. Ayo berusaha."

"Sensei telah mengajariku untuk tidak mudah menyerah, sensei juga harus."

"Souji-kun, Yuuta ingin bermain denganmu lagi, kapan-kapan datanglah kemari…"

"Anak muda, jangan sampai kau berakhir seperti suamiku…"

Souji berlari secepat kakinya bias membawanya dan menebaskan katananya tepat sasaran. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali. Crystal pun hancur.

Nephilim muncul di belakang Souji dengan tujuan untuk memberi tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

"Sekarang saat yang tepat. Sekarang!"

_____________________________________________

Minato dkk yang menyaksikan memudarnya Nyx itu tidak sepenuhnya menanggapi Nyx yang meraung-raung. Mereka lebih memperhatikan sesosok yang melayang turun ke dekat mereka. Sesaat seletah Souji mendarat, Yukiko dkk langsung mengerubuninya, bersamaan mereka memeluk Souji sampai orang yang dipeluk sesak napas.

"Senpai!!! Uwaaaaa!!!! Rise…Rise takut terjadi apa-apa pada senpai!!!! Uwaaaaaa!!!!" dan seperti inilah Rise kalo nangis sekenceng-kencengnya.

"Sensei…hiks…hiks…Teddie khawatir, nee!!!"

Naoto tersenyum senang. "Senpai, jangan buat kami khawatir terus dong!"

Minato dan anggota SEES lain ikutan tersenyum senang, sampai Yukari dan Aigis bersamaan merangkul Minato dari belakang.

"Minato-kun!! Misi berhasil!! Jadi…apa kau akan tinggal bersama kami lagi?" Tanya Yukari berharap penuh Minato akan menjawab 'iya'. Tapi jawaban Minato melenceng sejauh-jauhnya. Pemuda berambut biru laut itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa, Minato-san? Kita baru saja bertemu, kenapa harus berpisah lagi?" ganti Aigis yang Tanya.

"Aku harus tetap di sini. Maaf…tapi berjanjilah kalian akan membantuku dan Souji seperti dulu." Balas Minato dengan suara pelan supaya Souji dkk tak mendengar.

"Tapi…"

"Tak apa, aku tak pernah kemana-mana. Keluargaku hanyalah kalian."

Ken yang menggendong Koromaru di lengannya menghampiri Minato, Junpei dan Akihiko juga.

"Min-kun, jangan pernah lupakan kami ya." Dasar stupei, seenaknya aja singkat-singkat nama orang!

Semuanya menggunakan sisa waktu yang tak lama itu untuk 'reuni' dengan leader mereka yang sudah lama mereka harapkan untuk bias bertemu kembali. Dan sekarang harapan mereka jadi kenyataan. Jadi, walaupun hanya ada setitik harapan, bukan berarti harapan itu telah musnah sepenuhnya. Beberapa saat setelah Nyx sempurna hilang, Tartarus berguncang. Menandakan sebentar lagi bangunan itu akan roboh. Minato segera mengambil inisiatif untuk memperingatkan.

"Semuanya, cepat keluar dari tempat ini! Cepat!"

Yukari masih ragu. " lalu bagaimana denganmu?!" seperti biasa, Minato mengirim tatapan mata yang menenangkan sehingga Yukari akhirnya setuju.

"Tunggu, Minato-kun…ada yang ingin kukatakan sejak dulu…"

"Ya?"

"Minato-kun…aishiteru…" bisik Yukari pelan dengan pipi merah dan memeluk Minato. Serasa tak ingin melepaskannya lagi.

"Wakatta, Yukari-san."

Semuanya segera menuju pintu gerbang besar untuk segera meninggalkan tempat itu. Tetapi Aigis masih terdiam di sebelah Minato.

"Aishiteru, Minato-san." Kata Aigis seraya mencium…ummmmm….bibir Minato?

Meskipun Aigis adalah robot, kedua pipinya tetap saja merona merah. Begitu juga dengan yang dicium. Sama-sama merah dan sama-sama deg-deg an, sama-sama bahagia.

"Aigis, aku nggak akan lupa semuanya, terutama tentang kamu."

"Minato-san, aku janji. Aku bakal selalu ingat. Dewa mata nochi hodo."

Tak lama setelah Aigis beranjak meninggalkan ruangan itu, pilar-pilar tinggi di sekeliling Minato mulai berjatuhan. Roboh ke sana-ke mari. Bayangan kabur Nephilim muncul di dekat Minato yang masih tersenyum-senyum senang. Senang karena akhirnya perasaannya pada Aigis selama ini bisa terungkapkan.

"Sudah merasa tenang sekarang?" Tanya Nephilim yang juga tersenyum bahagia untuk Minato. "Senang bertemu dengan teman lama?"

"Begitulah. Oya, kalau waktunya sudah tiba, Souji juga akan menemani kita. Bertiga kita nggak akan biarkan keinginan manusia mencapai Nyx."

Nephilim tersenyum usil sambil berputar mengelilingi pemuda di sampingnya. "Demi Aigis juga ya?"

"Eeeehh?!!"

"Ahahahahahahaha, sudahlah, aku tau kok! Sa, ikimasho…"

"Memento Mori, Souji Seta." Bisik Minato sebelum menghilang bersama Nephilim.

_____________________

Keesokan harinya

_____________________

Stasiun terlihat ramai karena ada belasan orang yang berkumpul di sana menjadi suatu kumpulan. Yakni kumpulan dari para anggota SEES dan Investigation Team. Hari ini adalah hari kepulangan mereka kembali ke Inaba. Mengingat mereka akan masuk sekolah seminggu lagi.

"Jadi, apa tidak bias diundur lagi? Kita baru saja selesaikan misi besar, masa kalian langsung pulang?" kata Fuuka sedikit terharu. Fuuka paling nggak biasa dalam hal perpisahan.

Rise tersenyum centil. "Masalahnya keluarga kami masing-masing sudah menunggu. Lagipula kalian kan sudah lulus sekolah, jadi kalian bisa kunjungi kami kapan pun kan?"

Mitsuru tertawa pelan barulah ia menyahut. "Yah, itu benar sekali. Dari pada terlalu relaks karena tidak ada kerjaan, kami akan kunjungi kalian dalam waktu dekat."

"Wow! Mitsuru-senpai, kau berbicara seakan-akan kau bisa pergi ke mana pun dalam waktu singkat!" timpal Junpei.

"Hahahaha, memang begitu kenyataannya kan?"

Akihiko masih saja memegangi jas nya tanpa pernah memakainya, entah kenapa dia punya hobi seperti itu. Hobi yang menurutku aneh banget! (dijadiin sansak tinju ma Akihiko)

"Hahahaha, kalian akan dating kan waktu liburan musim panas nanti?" sahut Akihiko.

"Hmmm, kemungkinan begitu." Jawab Yosuke tanpa ragu-ragu. "Memangnya kenapa, senpai?"

"Oh, kalian belum tahu ya? Kukira Stupei sudah membocorkannya ke sana ke mari." Balas Yukari sambil terbahak-bahak. Diikuti dengan cengiran Junpei.

"Gosh, ini bisa merusak nama baikku." Keluh Junpei sambil menepuk-nepuk dahinya.

Yukari masih terus mengusili Junpei. Mungkin mengusili Junpei adalah salah satu hobi terfaforitnya. "Stupeiii, jangan mukulin jidat melulu. Nanti penyakin tololmu makin parah lho!! Ahahahahahahaha!!!"

Karena tawa Yukari ini hamper sama dengan Yukiko, Chie langsung mulai sindirannya.

"Yukiko, kamu tuh ke sini malah menyebar-nyebarkan virus nggak jelasmu itu. Hyena aneh ya tetep aja hyena aneh…"

"Lah, ahahaha…masa sih…heheh…ga juga kok…bwahahahahahahahahahahaha!!!!!"

Kanji tidak peduli dengan Yukiko yang masih tertawa, ia melanjutkan apa yang ingin ditanyakannya tadi. "Ngomong-ngomong, mengenai musim panas nanti memangnya kenapa?"

Suasana hening seketika, termasuk Yukiko dan yukari yang dari tadi ketawa terus. Mitsuru berdehem. "Well, Aki, will you tell them?"

"Yeah…Yeah…" katanya. Lengan kanannya melingkari pinggang Mitsuru. "kami akan menikah di yakushima. Nanti akan kukirim undangan beserta dengan tiket kapalnya. Kalian dating ya? Jika tidak, nanti kuberi hadiah."

Karena Teddie polos dan amat suka hadiah…

"Hadiah apa yah? Bias nggak hadiahnya dikasih sekarang aja, nee?"

Akihiko membalasnya dengan evil glare. "Jadi kamu mau bogem mentahnya sekarang nih?"

"WAAA!!! TEDDIE NOOOO!!!" Teddie langsung menjerit dan sembunyi di belakang Souji yang ikutan tertawa karena kelakuan beruang konyol di belakangnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 10, itu artinya waktunya untuk pulang. Semuanya saling mengucapkan salam perpisahan. Setelah para Investigation team menaiki kereta dan kereta itu segera membawa mereka kembali ke kampong halaman, Mitsuru dan yang lain langsung membuang napas panjang. Berpura-pura di depan Yosuke dkk itu amat sangat susah ternyata.

"Hah, berbohong itu susah ternyata." Keluh Yukari.

"Yah, nggak semuanya bohong sih. Soal Akihiko-senpai dan Mitsuru-senpai itu kan nggak bohong." Timpal Junpei sambil meneguk minuman kaleng hingga habis lalu meremasnya. Sementara Mitsuru langsung mengambil HP nya dan menghubungi salah satu agennya.

"Moshi-moshi , aku butuh beberapa tiket ke Inaba dengan keberangkatan besok, segera. Lalu tolong pesankan hotel juga." Terdengar balasan dari si penelepon.

"Soal hotel, bagaimana kalau di Amagi Inn saja, Mitsuru-sama?"

"Jangan! Jangan di sana. Sebaiknya agak jauh dari Inaba saja. Kalau kami menginap di sana, rencana bisa gagal."

"Baiklah, kami usahakan."

-To be Continued-

Jadi gimana? Chap selanjutnya adalah final chap. Gomenasai kalau kosakata saya kurang. Memang saya nggak begitu ahli dalam hal kosakata. Oya, mungkin ada beberapa kata-kata jepang yang para pembaca nggak tahu. Berikut ini terjemahannya:

Wakatta= aku tahu

Aishiteru= (sudah pasti kalian tahu) aku cinta kamu

Dewa mata nochi hodo= sampai bertemu lagi

Sa, ikimasho= mari kita pergi/ ayo kita pergi

Saya pusing stengah idup mikirin battle antara Nyx dan para protagonist. Maunya kaya' gmn…enaaknya gmn…kosakatanya gmn…puyeng beneran waktu mikirin itu. Nah, punya usul buat final chap selanjutnya? Saya harap anda ngasig usul sih. Sebab otak saya sedang kering. Hehehehehe…

Anyway, buydeway, busway, saya pamit dulu…tha2!!!

Teddie: alah, pamit soalnya mau pacaran tuh!

Shizuka: Teddie, gw cincang lo!!!