Title: Kingdom of Sadness or Happiness or Humorness (loh emang ada ya?) atau apalah ngga tw ah gw
Rate: K+
Disclaimer: Kalo Persona Series punya gw, Souji gw bikin koit di ujung cerita XD -ditebas-
A/N: Setelah sekian lama nggak diapdet, akhirnya chap 3 hadir juga. -nyontek summary punya orang- Pokoknya nih die pesenannyee....
Gw tambahin warning, deh: OOC, geje, nggak nyambung, rada-rada aneh, ancur, kemungkinan OOT juga ada.
Souji dan Minato— ditambah dengan Yosuke, melanjutkan perjalanan mereka. Mereka sama sekali ngga sadar kalo hari sudah malem n ada Alucard dari Castlevania lagi mondar-mandir nyari darah. -digigit Alucard versi serigala-
"Oi, udah malem, ya?" si Minato nanya kedua orang di belakangnya. Mereka berdua ngangguk2 aja.
"Mungkin kita mesti berhenti dulu, deh," kata Yosuke. Souji ngangguk. Minato mikir2 dulu sampe akhirnya di bilang iya. Jadilah mereka bertiga istirahat di bawah rerimbunan pohon (halah) dan menghidupkan kembang api... -dijitak- maksud saya api unggun. Minato langsung nyender aja kemudian dengerin lagu dari MP3 Player kebanggaannya itu. (ini jaman kapan, sih?) Sementara Minato lagi asyik sama dunianya, Yosuke ama Souji ngobrol.
"Oo... jadi gitu ya makanya kalian melakukan perjalanan ini?" Yosuke ngangguk2 setelah denger ceritanya si Souji.
"Ngomong-ngomong...." Souji ngelirik Yosuke. Yosuke cuma pasang muka blo'on. "Napa lu bisa kesasar di sini?" Nah, ini die pertanyaan yang ditunggu-tunggu oleh Yosuke dari tadi.
"Alesan gw bisa kesasar di sini ada tiga, satu: karna gw buta arah, dua: karna gw nekat misahin diri dari temen-temen gw padahal gw ga tw jalan, dan tiga: karna hutan ini gelap banget jadi gw ngga tw jalan ke mana dan ke arah mana," jawab Yosuke enteng sementara Souji sweatdrop. Tiba-tiba sebuah peluru melesat di samping kepalanya si Yosuke dan nancep di batang pohon. Minato langsung berdiri dan mematikan MP3 Player-nya.
"Siapa itu?!" teriaknya ke arah datengnya ntuh peluru. Seorang cewe— cantik lagi, muncul dari balik rerimbunan pohon, sambil bawa-bawa shotgun (di sini ceritanya dia manusia).
"Ini aku," kata si cewe tadi. Minato en Yosuke sweatdrop.
"Iya, 'aku' itu siapa?" tanya Yosuke bingung. Tapi Souji lain lagi ekspresinya.
"A-Aigis nee-chan?!" kata Souji kaget (nggak nyambung banget...). Aigis noleh ke Souji sementara Minato dan Yosuke pada bengong.
"Loh, kok Souji-chan bisa ada di sini?" tanya Aigis nggak kalah kaget (nah, mulai deh OOC-nya).Sementara mereka berdua terkaget-kaget, Minato nyelonong.
"Eh, anu," katanya. Souji en Aigis noleh. "Sebenernya ini kenapa?" Souji senyum.
"Dia ini, kakakku," kata Souji ngejelasin. Aigis ngangguk.
"Namaku Aigis," katanya. Yosuke ngangguk-ngangguk. Aigis kemudian mengalihkan pandangannya ke Minato, hingga mereka bertemu mata. Keduanya nge-blush dan kemudian terdengarlah lagu,
"Kurasakan ku t'lah jatuh cinta... pada pandangan pertama..." dan sisanya lanjutin sendiri, gua kagak hapal. Pas mereka lagi asik sama dunia mereka berdua -ditembak Aigis-, muncullah seorang cewe lagi.
"Aigis-san, kita kan lagi tersesat, kenapa malah asyik-asyikan di sini?" tanya cewek berambut coklat susu itu. Aigis pun noleh.
"Kita gabung dengan mereka aja, yuk, sekalian jalan, ya Chie?" bales Aigis kemudian balik sepandangan dengan Minato lagi. Bahkan sekarang malah ngobrol dengan luar biasa akrab. Chie nghela napas, trus ngangguk. Pas dia noleh ke arah Yosuke, dan keduanya bertatapan, untuk kedua kalinya terdengar lantunan lagu,
"Kurasakan ku t'lah jatuh cinta... pada pandangan pertama..." dst. Sekarang ada dua pasangan baru lagi asyik. Souji, yang sewot karena jomblo sendiri, langsung merebahkan diri di samping api unggun dengan hati yang hancur -ditebas Souji- dan ia pun memutuskan untuk tidur supaya nggak cemburuan ama mereka berempat. Dan dua pasangan baru itu nggak nyadar soal Souji.... dasar bego. -dikeroyok-
----------------------------------------------
Pagi hari pun tiba~~ (jreng jreng jreng) dengan bad mood yang kelewat bad, Souji bangun dengan lesu. Pemandangan di hadapannya nggak berubah, masih dua pasangan bodoh yang lagi asyik berduaan. Souji menghela napas.
"Jangan-jangan dua pasangan ini udah maju ke tahap selanjutnya nih tadi malem..." pikir Souji. Souji, jangan mikir yang ngeres-ngeres! Nanti rate-nya berubah jadi T, lho!! -author ditempeleng Souji-
"Eh, Sou-chan, udah bangun?" tanya Aigis dengan wajah innocent. Souji nepokin jidatnya sendiri karena ke-innocent-an Aigis yang kelewatan.
"Nggak, belom, gwa masih bobok," jawabnya trus berbalik. Iiih marah ni yee.... -ditendang Souji tapi eiitt.... menghindar!!-
"Kenapa sih? Lo marah, ya? Pagi-pagi udah bad mood," tanya Yosuke yang sama aja blo'onnya dengan Aigis. Souji manyun.
"Nggak. Gua kagak marah. Sama sekali nggak," katanya sambil merengut. Nggak dari mananya, jelas-jelas lu manyun kayak gitu, batin Minato.
"Kenapa sih, udah jujur aja," kata Minato. Souji malah tambah manyun.
"Lu niat nyelametin adek lu, kagak, sih? Kalo kagak mendingan gua sendiri aja yang pegi," kata Souji yang kumat bahasa gaulnya. Minato geleng-geleng pala.
"Iya, iya, ayo deh," katanya seraya tersenyum. Souji kagak perduli, masih tetep manyun. Perjalanan pun mereka lanjutin, dua pasangan bego itu masih aja ngobrol. Bikin hati Souji tambah panas aja. Di tengah jalan, jreng jreng jreng..... ada yang muncul!! Yaitu Yukiko sang peri cinta. (dengan pakean serba putih + sayap, aduh... dongeng banget....)
"Hei, anak muda, ada apa gerangan denganmu?" tanyanya lembut ke Souji. Souji melongo ngeliat 'penampakan' di depannya. Dia ngelirik duo pasangan di belakangnya, yang lagi asyik dan kayaknya nggak sadar akan keberadaan Yukiko di situ. Bego banget. -dikeroyok lagi- Souji ber-sigh ria.
"Yaah, sebenernya sih, aku lagi kesel karena dua pasangan bodoh itu keasikan mulu dari tadi, sampe ngelupain misi sebenernya," katanya dengan nada rendah. Yukiko tersenyum. (nah, nah, anehnya udah mulai keliatan)
"Sesungguhnya kamu iri kan, dengan mereka?" katanya lembut.
"Umm.... iya juga, sih..... mungkin," jawabnya linglung. Yukiko tertawa kecil.
"Jangan khawatir, kau akan menemukan cinta sejatimu di akhir petualangan ini," jawabnya tenang. "Sekarang, aku harus pergi."
"Ke mana?" tanya Souji bingung. Tiba-tiba senyumnya berubah jadi cengiran.
"Kencan! Hohoho! Bye~!" katanya ceria sambil melambaikan tangan trus terbang. Souji, untuk kedua kalinya menepuk jidatnya.
"Peri saraph," pikir Souji kesel. Pasangan aneh dibelakangnya buru-buru nyusul dia.
"Eh, ada apa tadi?" tanya Chie. Souji buang muka. (kok mukanya dibuang, Sou?)
"Nggak. Nggak ada apa-apa," katanya dengan kesel. Minato, yang secara diam-diam ngeliat kejadian dengan peri tadi, cuma geleng-geleng pala.
"Ntuh peri, bukannya bantuin malah bikin orang tambah syrik," pikirnya geli. Dan begitulah, perjalanan mereka pun dilanjutkan dengan ke-bad mood-an Souji yang masih berlanjut.....
Nggak nyambung banget, masa' Aigis jadi kakaknya Souji?? Kagak mirip, cuiih! Padahal bikinan gw ndiri, tuh. Gwa tanpa sadar jadiin Souji bulan-bulanan di sini, bodo amat. Eniwei, review-nya ditunggu, yah! O iya, bagi yang baca fanfic gw yg judulnya My Family, My Treasure itu, kalo mau liat bocoran endingnya ada di homepage gw. Tapi baru skripsi, aneh lagi.
