Tarararampa~~~ Chapter 3... ^ ^
Thx banget ya 4 reviewnya, sangat mendukung dan membantu .
Di akhir chapter 3 ini ada sedikit 'tambahan'
Sekali lagi kritik dan saran sangat dibutuhkan
Selamat membaca... ^ ^
Port Island, Shirogane Mansion
"Kalian bisa memilih kamar sendiri, tetapi tidak ada pembantu jadi kalian harus membantu bersih-bersih dan memasak sendiri (Souji, Yousuke, Kanji langsung sweatdrop dan berusaha menahan diri untuk tidak muntah di tempat)," kata Naoto sambil menunjukkan kamar yang bisa dipakai oleh mereka di sebuah koridor. Rumah tersebut cukup luas, bergaya Jepang kuno, namun debunya…
"Apa pembantunya mudik, Naoto?" tanya Kanji, "sialan, pulang di saat yang tidak tepat *tiiit*."
"Tidak, dari awal memang tidak ada karena mansion ini didirikan untuk penyelidikan 2 tahun lalu," jawab Naoto ('Dasar keluarga detektif', pikir semuanya dalam hati).
"Well, kalau begitu, kurasa kita harus mulai bersih-bersih, mumpung baru jam 6 sore," kata Yukiko bersemangat (kelihatannya naluri anak penginapannya bangkit), diiringi anggukan teman-temannya yang merasa tidak punya pilihan lain.
Extra scene ~~Don't touch that, Teddie!!! By Everyone except Teddie~~
Acara bersih-bersih dimulai! Semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Yukiko mencuci piring, Chie menggebasi kasur, Naoto membereskan buku, Kanji membersihkan kursi, Yousuke mengelap meja, Rise mengepel lantai, Souji membersihkan barang-barang yang lain, sedangkan Teddie…
"Sensei, aku bantu!" teriak Teddie (dia sudah ditolak Yukiko, Chie, Kanji, Yousuke, Rise, dan Naoto)
"Tidak usah, Teddie," jawab Souji sambil tetap membersihkan debu di lemari, "diam saja, oke?"
'Hah, kenapa tidak ada yang mau kubantu? Semuanya memang pekerja keras', pikir Teddie. Tiba-tiba ia melihat sebuah sendok yang terletak di lantai.
"Sensei sendok ini ter-"
"TEDDIE AWAS!!' teriak Rise tiba-tiba, namun sepertinya terlambat
"HUWAAAAAA"
Teddie terpeleset dengan sukses dan jatuh mengenai Souji yang membawa vas antik. Vas tersebut jatuh mengenai Yousuke yang sedang mengelap meja sehingga kemucingnya mengenai hidung Kanji yang sedang membersihkan kursi.
"HUUAATCHIUUU"
Kanji bersin dengan sangat keras sehingga (maaf) ingusnya muncrat kemana-mana, mengenai buku yang sedang dibereskan Naoto. Naoto yang tidak terima bukunya yang berharga rusak langsung naik pitam dan melempar buku tersebut ke Kanji. Kanji berhasil menghindar, namun buku tersebut mengenai muka Chie yang baru kembali dari halaman. Chie langsung membalas Kanji dan dalam sekejap, semua menjadi berantakan.
"Nah aku selesai, bagaimana dengan kal- HAH??!!" ujar Yukiko yang baru kembali dari dapur, "Apa-apaan ini??!! Siapa yang menyebabkan ini?"
Semua melirik satu-sama-lain hingga akhirnya semua melirik ke sumber masalah- Teddie!
"So-sori, tapi aku terpeleset dan…" ujar Teddie membela diri.
"Siapa suruh kau berjalan di tempat yang baru saja dipel, Teddie?!" ujar Rise dengan ketus, hasil kerja kerasnya hancur berantakan.
"Teddie…." ujar Yukiko, yang mendadak jadi mirip medusa, "bukannya aku sudah bilang lebih baik kamu duduk saja dengan manis, HAH? HUKUMAN!"
"Nooooo… Yuki-chan please… Turunkan aku……" teriak Teddie minta tolong dari antenna di atap rumah. Semuanya langsung sweatdrop dan berjanji dalam hati untuk tidak membuat Yukiko marah lagi.
Extra scene end~~ Back to the main story
"Hoaah… Akhirnya selesai juga…" ujar Yousuke sambil melirik jam dinding. Jam 2 pagi!
"Yahhh…" ucap Souji sambil menguap, "kita tidur saja yuk!" Teman-temannya pun setuju karena mereka sudah tidak sanggup menggerakkan tubuh mereka lagi, urusan lain? Mungkin besok…
Next morning~
Naoto bangun karena mendengar suara ribut-ribut di luar, 'ada apa sih?' tanyanya dalam hati sambil melangkah keluar dari kamar.
"Seumur hidup aku tidak akan mau memakan ini!" teriak Yousuke sambil menunjuk 'sesuatu' di meja makan.
"Gi-gimana kalau kita telpon ambulan?" tanya Kanji dengan panik.
"Bukannya kalian sudah mengakui kalau masakan kami enak waktu natal?" tanya Rise dengan kesal sambil melirik Souji, minta bantuan. Yang dilirik pura-pura tidak tahu dan memalingkan kepalanya.
"Tapi waktu itu karena ada Naoto (Naoto blushing)! Itupun karena kalian sudah mencoba 3 kali! Coba kalau tidak, Nanako pasti masuk rumah sakit lagi!" teriak Yousuke kesal.
"Wow Yousuke! Kau menghina perasaan seorang lady!" ujar Teddie, yang sehat secara misterius, "biarkan the great Teddie mencicipinya!" tambahnya. All the guy langsung menatap dengan cemas ketika Teddie menyendokkan 'sesuatu' itu ke mulutnya.
"Wow, Yuki-chan, rasanya aneh sekali!" katanya sambil berbunga-bunga.
"Teddie…" jawab Yukiko, kelihatan murung.
"Ahhh… Naoto!" ujar Souji, "kau sudah bangun?" Akhirnya semua menyadari hawa kehadiran Naoto juga setelah meributkan Mysterious Food X summer holiday edition.
"Di depan ada bubur Jakarta (???kenapa bisa???), pesan saja," katanya setengah mengantuk, ia hanya tidur 3 jam, 'kenapa orang-orang itu selalu penuh energi', pikirnya.
"Tunggu, Naoto," kata Souji, terlihat serius, "Kami mau bicara!"
"Baiklah… Ayo ke ruang tamu," jawabnya sambil mendesah. Merekapun bersama-sama pergi ke ruang tamu, dan duduk dengan tegang.
"Bicaralah," Naoto memulai pembicaraan.
"Begini, sebelum kita membantumu, kita mau tahu apa yang terjadi, siapa kamu sebenarnya, kakakmu, mengapa kalian berpisah, dan sebenarnya apa yang mau kaupecahkan?" tanya Souji dengan beruntun.
'Hahhh… Senpai terlalu pintar… (bandingkan saja dengan yang lain)', pikirnya. "Baiklah… Namaku Shirogane Naoto, umur 16 tahun, anak angkat."
"APA??!!" teriak yang lain dengan kaget.
"Sewaktu kecil, orang tuaku kecelakaan dan meninggal. Aku masuk ke panti asuhan sehingga akhirnya diangkat oleh Shirogane family. Itulah aku," sambungnya tidak menginginkan interupsi.
"Dan kakakmu?" sambung Souji
"Namanya Minato. Arisato Minato. Ia sudah meninggal 2 tahun lalu, dan," sambungnya lagi, "itulah mengapa aku datang ke sini."
"Naoto… Maafkan kami," ujar Yukiko.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan kalian tidak bersalah," jawab Naoto dingin.
"Tenang saja, Naoto, karena kami akan membantumu," ujar Teddie, diiringi anggukan semuanya.
"Yeah, investigation team beraksi kembali, eh," kata Yousuke sambil mengedipkan mata.
Naoto menghela nafas. Teman-temannya benar-benar keras kepala, namun baik hati. "Baiklah, kita akan memulai penyelidikan hari ini, aku sudah menyelidiki beberapa tempat yang pernah dikunjunginya, tempat tinggal, serta sekolahnya. Kita mulai dengan asramanya," ujar Naoto memanfaatkan.
~~~GRUURUURUU~~~
Semuanya langsung terdiam menyadari bunyi tersebut berasal dari perut masing-masing.
"Bagaimana kalau kita makan dulu?" tanya Kanji, "kita tidak bisa menyelidiki kasus sialan apapun kalau lapar 'kan?"
"SETUJU" teriak semuanya (pastinya dengan perkecualian) dan mereka berlari ke arah tukang bubur (yang ternyata orang Indonesia yang mencari peruntungan di tempat lain karena melarat di tanahnya) sambil berebutan minta dilayani duluan (Souji, Naoto, dan Yukiko cuma bisa sweatdrop melihat tingkah mereka).
~~Tambahan~~ (warning: sama sekali tidak penting)
AC: Nah sekarang saya akan bertanya satu hal pada Naoto-sama mengenai fanfic ini. Ini dia, Naoto-sama!
Naoto: Ada apa?
AC: Begini, aku ingin bertanya, sebenarnya kalian dapat uang dari mana sih sehingga bisa liburan selama itu?
Naoto: Yahh… Sebenarnya kami sudah menabung sejak lama untuk mengunjungi Souji-senpai, jadi itu uang kami sendiri hanya saja Yousuke-senpai dan Rise-san menyumbang paling banyak karena mereka yang paling kaya.
AC: Ehmmm… Jadi begitu. Apa mereka tidak marah atau mengeluh?
Naoto: Sebenarnya Yousuke-senpai sempat mengeluh tapi Chie-senpai telah mengatasinya dengan baik.
AC: Baiklah, sekian dari saya! Sampai jumpa la-
Naoto: Tunggu dulu!
AC: Ada apa, Naoto-sama?
Naoto: Aku ingin bertanya, seharusnya mata kakakku berwarna abu-abu tapi kenapa kau membuatku mengatakannya berwarna biru?
AC: Errr…. Sebenarnya mata Arisato-sama memang abu-abu sih, tapi karena aku selalu membayangkan matanya berwarna biru seperti Aigis aku jadi keterusan dan kubilang biru terus… Tapi jadi lebih mirip kamu 'kan? Gapapa lah, namanya juga fan fiction…
Naoto: Dasar imbecile!! Itu melanggar hak cipta tahu? Atas dasar alasan tidak jelas itu, kau ditangkap dan didenda Rp.************,00
AC: Hiieeeeyyyy!!!!! Maafkan akuuuu~~~
Naoto: Dan lagi…
AC: Apa, ada lagi? (dalam hati, takut ngomong)
Naoto: Kenapa aku bisa jadi anak yatim piatu di sini?!?!?! Apa kata ayahku? Apa kata ibuku? Apa kata Kakekku? Arrggghhhh!!!!!!
AC: Maaaffff Naotooo, jangan menggila di sini….. Saudara-saudara, sampai jumpaaa... Saya harus menenangkan Naoto dulu, maafkan saya ya, Atlus juga, maafkan saya!!!
