Disc: Masih om Masashi.. Di minta juga gak akan dikasih *pundung di pojokan*

Pair: Masih sama Sasu×Naru..

Rate: T selama chap 1 sampe chap 6..

Warning: Yaoi a.k.a BoysLove, Ooc, Bahasa campuran, Gaje, Dll. Bagi yang gak suka mendingan cabut dari page ini. Tombol back setia menanti..

Note's: Hai minna..ketemu lagi sama Sky masih kaya chap pertama dan dua. Di sini Sasori itu kakak kembar Gaara. Dan Sky cuma mau bilang, maaf kalo ada kesalahan.. RnR pleas.. And no FLAME, yang mau Flame silahkan keluar page.. Oh ya.. yang minta lemon kayanya udah dibilang di chap 2. Chap 7 sampe 11 bakal penuh dengan LEMON. Maaf kalo ada kata-kata mengulang dan bahasa campuran, tapi itulah ciri khas Sky.. Thank you..and "Happy Reading"..No FLAMER..

"berbicara"

'berpikir'

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Minus 100%

By: Blue Sky Ichigo.

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Pemakaman Madara berlangsung mewah.. Banyak sekali orang-orang yang datang. Seperti Hyuuga Neiji yang datang bersama istri..er maksud Sky suaminya, Sabaku No Gaara. Nara Shikamaru dengan Inuzuka Kiba. Dan banyak lainnya.

"Uchiha..aku ikut berduka cita atas nama keluarga Hyuuga dan keluarga Sabaku.." kata Neiji pada Sasuke.

"Hn..arigato.." jawab Sasuke seadanya pada Neiji.

"Kau tak membawa Uke-mu Sasuke?" tanya Kiba.

Sasuke menghela napas bermaksud menjawabnya, saat tiba-tiba suara cempreng Naruto mengharuskan ia berbalik melihat siapa yang datang.

"Teme…kau tingalkan aku" seru Naruto saat Sasuke baru saja akan menjawab pertanyaan Kiba.

"Dobe..bukankah aku sudah bilang untuk tidak usah ikut?" desis Sasuke, seraya menatap Naruto tajam.

"Tapi..teme..aku khan ingin melihat acara pemakamannya kakek." jawab Naruto manja.

"Hn..tapi kau terlambat. Kakek sudah dimakamkan 15menit yang lalu." kata Sasuke penuh dengan nada sinis.

"Ap..apa..? Huwe.. teme jahat.." raung Naruto membuat semua orang melirik kearah Sasuke dan Naruto.

"Naruto..aku turut berduka cita.." kata seseorang yang menurut Sasuke mirip Gaara.

"Sasori..? Dengan siapa kamu kesini?" raungan Naruto berhenti saat mendengar suara Sasori.

"Tidak dengan siapa-siapa. Bagaimana kau ini aku kan belum punya pacar." jawab Sasori dingin.

Setelah berbincang-bincang Sasori pamit untuk pulang terlebih dulu.

"Naruto..siapa dia?" tanya Itachi ketika Sasori beranjak dari tempat Naruto Itachi langsung menghampiri Naruto.

"Dia? Dia Sabaku No Sasori. Kakak kembar Gaara, ist..eh suami Hyuuga Neiji" jawab Naruto sambil menujuk Sasori.

"Hm..Sasori ya? Kau punya nomor handphonenya Naruto?" tanya Itachi setengah menggumam.

"Tentu Nii-san.. Ini..08572×××××××" jawab Naruto.

"Hn..sepertinya Aniki dan Sasori akan menyusul kita.." bisik Sasuke sambil tersenyum.

Acara pemakaman itu pun selesai. Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.

"Hah..capek sudah dua kali berdiri dan terus salam-salaman." kata Naruto saat masuk kerumahnya dan Sasuke.

"Ayo dobe.. ikut aku.." kata Sasuke sambil menarik tangan Naruto menuju kamar mereka.

"Eh..teme mau apa sih?" tanya Naruto malas, namun tetap mengikuti keinginan Sasuke.

Saat sampai di kamar, Sasuke langsung mencium Naruto dengan ganas. Lidahnya menjilat bibir bawah Naruto, tapi entah Naruto agak idiot atau apa. Bukannya tamu di persilahkan masuk, Naruto malah mengigit lidah Sasuke. Kontan saja hal itu membuat Sasuke menarik bibirnya.

"Apa-apaan kau..main gigit saja?" tanya Sasuke geram. Sambil menghilangkan rasa sakit pada lidahnya yang berdarah itu.

"Ha..harusnya aku yang bertanya. Apa-apaan kau main cium saja?" tanya Naruto tergagap sambil berusaha mengatur napasnya.

"Hah..kau ini benar-benar idiot ya? Kita ini pengantin baru, Naruto..sudah seharusnya kita melakukan 'ITU'." jelas Sasuke pada suaminya.

"Eh enak saja kau.. 'ITU'? 'ITU' apa sih?" tanya Naruto penasaran.

"Nanti juga kau tahu." kata Sasuke singkat, sambil menjatuhkan diri ke kasur. Mungkin ia masih marah dengan kejadian tadi.

"Eh..teme~jangan marah dong.." pinta Naruto dengan nada memelas.

"Kalau kau ingin aku tak marah. Kemarilah.." kata Sasuke mulai melunak.

Naruto berjalan menuju kasur dengan ragu. Saat sampai di tepi kasur, Sasuke menarik lengan Naruto dengan kasar. Menyebabkan Naruto mendarat di dada bidang Sasuke.

"Eh..te..teme.." kata Naruto tergagap, terlihat rona merah di muka Naruto yang membuat Naruto semakin manis.

"Stt…diamlah. Sekarang kau tidur saja.. Aku akan menemanimu hingga kau tertidur." kata Sasuke.

Kata-kata itu bagaikan mantra, Naruto mulai merasa ngantuk. Naruto mulai memejamkan matanya, tapi sesaat sebelum terlelap ia sempat berbisik pada Sasuke.

"Kau janji takkan tinggalkan ku sendirian, Sasuke?" bisik Naruto penuh harap.

"Tentu dobe.. Takkan pernah, sampai kapan pun." jawab Sasuke saat Naruto memejamkan matanya.

Malam itu terasa indah bagi Sasuke dan Naruto. Sasuke terus terjaga, matanya menatapi keindahan yang tuhan ciptakan untuk dirinya. Naruto memeluk Sasuke dengan erat. Sasuke hanya tersenyum merasakan kehangatan malaikatnya itu, dan balas memeluknya

Matahari menyinari kamar Sasuke dan Naruto. Sasuke bergegas mandi, hari ini ia tak boleh bolos bekerja. Ia menatap Naruto yang masih terbuai mimpi. Sasuke tak tega merusak mimpi Naruto. Ia membiarkan Naruto tertidur.

"Dobe.." desah Sasuke.

Sasuke mengambil beberapa tangkai bunga mawar merah yang berada di halaman rumahnya. Masuk lagi dan mengambil kertas. Di tulislah puisi untuk sang belahan jiwa. Lalu meninggalkannya di meja makan. Sebelum berangkat ia mengecup lembut kening Naruto.

Naruto mengeliat tanda ia sudah terbangun dari tidur lelapnya. Mata biru shapire-nya mencari seseorang yang kemarin tidur bersamanya. Kecewa itu perasaan Naruto saat tak menemukan orang yang di cari.

'Kenapa perasaan ku kecewa? Bukankah aku menikah dengan dia hanya karena terpaksa?' tanya Naruto dalam hati.

Naruto beranjak dari tempat tidur. Ia berjalan menuju ruang makan, yang seharusnya tempat ia lewatkan jam makan dengan Sasuke.

'Apa yang kurasakan? Apa aku mulai mencintainya?' pertanyaan-pertanyaan masih memenuhi otaknya.

Naruto mengambil gelas dan kotak susu dari lemari pendingin. Ia menuangkan isinya dengan pikiran kosong. Matanya terpaku pada sebuah kertas dan beberapa tangkai bunga mawar merah. Ia langsung bergegas menyimpan kotak susu itu, dan mengurungkan niat meminum air yang ada di gelas itu. Naruto meraih kertas itu membacanya seksama. Lalu menjatuhkan surat yang berisi ungkapan hati Sasuke itu. Air mata mengalir jatuh dari matanya. Tapi itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata terharu. Mengetahui ada yang menyayanginya sepenuh hati. Tumbuhan cinta itu disiram dan mulai bertumbuh lagi.

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Too..Bii..Continu..

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Note's: Hah..akhirnya chap 3 kelar juga.. Oya chap ini aku bikin buat aku yang besok ulangtahun. Karena..yah..aku tak pernah mandapatkan ucapan selamat dari teman-temanku. Ah RnR ya?? Pleas..eh..tapi yang buat mau FLAME silahkan tinggalkan page ini..

Arigato...

Salam manis Blue Sky Ichigo ^,^