Naruto © Masashi Kishimoto

Hana Kanzashi

Story : Murasaki Yui

Main Character : Sakura.H & Sasuke.U

Genre : Romance/Hurt/Comfort/Drama

Warning : AU

-

-

-

Setitik dua titik air hujan mulai redah sejak kemarin malam, meninggalkan rasa sendu, sepi, sunyi dan dingin pada pagi hari ini. Sakura –gadis kecil berumur sembilan tahun yang memiliki mata hijau zambrud tampak sendu berjalan mengikuti langkah kakinya, seulas senyum selalu terukir diwajah itu walaupun sudut hatinya terasa sakit

Okiya adalah tempat yang ditujuh gadis kecil ini sekarang. Tempat dimana ia dijual oleh bibinya –Anko Mitarashi– secara tidak langsung melalui sepucuk surat yang dibacanya tadi malam. Gadis kecil ini bisa saja memilih lari dari kenyataan, lari dari semua yang terjadi tapi tidak, ia takkan mundur, lagipula menjadi Geisha adalah satu-satunya kehidupan yang menjanjikan di masa ini, masa dimana semua orang hanya memikirkan diri sendiri untuk bertahan hidup dan masa yang terlalu sulit bagi gadis kecil seperti Sakura

Satu persatu kelopak sakura di musim semi –yang baru memasuki dua minggu– terjatuh pelan dari rantingnya lalu hanyut terbawah alur air danau menuju aliran air lain. Musim semi telah datang menulis jejak bekas luka yang dalam

-

-

-

-

Tak! Tak! Tak!

Suara pedang kayu berbenturan terdengar didalam ruangan Dojo yang berlantaikan kayu. Seorang anak laki-laki berambut hitam kebiruan terus mengarahkan Shinai miliknya bertubi-tubi kearah lawan, membuat sang lawan merasa tersudut

Tak! Tak! Tak! Bruukh!!

Dengan satu gerakan terakhir lawan latihan anak laki-laki berumur sepuluh tahun itu terjatuh membentur lantai kayu ruangan Dojo. Anak laki-laki bermata onyx ini menatap lawannya dan menyambut tangannya

"Kau masih lemah Sai" ujarnya seraya menarik lengan Sai. Anak laki-laki bermata onyx itu menundukan kepalanya kepada Sai –setelah sama-sama mengambil jarak untuk penghormatan. Tampak sang pelatih di ruangan Dojo menghampiri kedua anak laki-laki itu dengan penuh wibawa

"Bagus. Uchiha Sasuke, kau pasti akan lebih kuat dari kakakmu" puji sang pelatih Kendo –Dojo Hyuuga. Rambutnya panjang dengan mata lavender dialah Hyuuga Hiashi pemilik Dojo di Konoha

Sai tersenyum lalu menundukan kepalanya bersama Sasuke untuk menghormati sang guru "Aku rasa, aku harus banyak belajar dari Sasuke" gumam Sai sembari membersihkan hakamanya dan tersenyum datar biasa

Hiashi mengedarkan pandangannya melihat beberapa anak laki-laki yang memakai pakaian Hakama putih –mirip dengan milik Sasuke dan Sai. Laki-laki paru baya ini melirik keponakannya di sudut ruangan yang merupakan salah satu murid kebangaan di Dojo Hyuuga termasuk Sasuke dan Sai tentunya. Anak laki-laki berambut panjang berambut kecoklatan itu tersenyum dan menundukan kepalanya saat matanya dan mata lavender gurunya bertemu

"Baiklah. latihan selesai" ujar Hiashi. Sasuke, Sai dan beberapa anak Bangsawan lainnya –termasuk keponakannya sendiri Hyuuga Neji menundukan kepala memberi hormat dan berhambur pergi meningalkan ruangan Dojo. Tampak Sasuke berjalan pelan sembari memegang Shinai miliknya kuat-kuat dan merapihkan Hakamanya, bermaksud segera pulang ke rumah

"Sasuke" sahut Sai menghentikan langkah Sasuke. Anak laki berambut raven tersebut segera membalikan badannya dan menatap Sai "Apa kau berniat menonton pertunjukan Kabuki?" Tanya Sai diiringi senyuman datar biasa miliknya

Sasuke mengeryitkan dahinya menatap anak laki-laki yang selalu mengobral senyum tersebut "Pertunjukan Kabuki?"

-

-

-

-

Sakura mengadahkan kepalanya menatap lukisan dengan bentuk yang tidak begitu ia mengerti terpajang dalam sudut rumah Okiya dan guci-guci berukir bunga tampak menghiasi sepanjang lorong kecil tempat Sakura berada yaitu Okiya Senjuu

"Otou-san ada di dalam, kau bisa bicara padanya" ujar seorang gadis berambut kehitaman seraya mengeser pintu geser bercorak bunga lily di sampingnya, pakaian resmi Kimono berwarna merah muda yang ia gunakan tampak serasi dengan Hana Kanzashi miliknya yang berbentuk bunga sakura di tambah bentuk seekor kupu-kupu berwarna merah –sesuai dengan musim bulan ini; musim semi. Hana Kanzashi miliknya dan milik Sakura –yang diberikan Kurenai– hampir sama hanya berbeda warna dan bentuk-bentuknya tangkai rayanya

"Sumimasen" tambah Geisha yang diketahui bernama Shizune tersebut dengan sedikit membungkukan badanya ketika menghadap seorang wanita setengah baya berambut krem yang digelung, meningalkan sedikit rambut di telinga –ciri khas seorang wanita yang mengenakan Kimono. Ia tampak sibuk menulis di kertas putih polos menggunakan kuas dan tinta hitam. Wanita itu menghentikkan gerekan tangannya lalu menoleh, melirik Geisha milik Okiya-nya dan menatap seorang gadis kecil berambut merah jambu

"Ada apa Shizune?" tanya Stunade –otou-san Okiya Senjuu– sembari menghentikkan kegiatannya lalu menatap lurus gadis kecil yang secara tidak langsung sangat menarik perhatian

Shizune menyibak ujung Kimononya. Kedua kakinya ia tekukan sedikit saat duduk di Zabuton –bantal duduk khas jepang. "Dia–" Shizune memberi jeda pada kata-katanya. Matanya melirik Sakura seakan menyuruh gadis kecil itu untuk duduk disebelahnya "Keponakan Anko Mitarashi" sambung Shizune setelah memastikan Sakura sudah duduk di sebelahnya

"Siapa namamu?" Stunade menatap Sakura tajam. Kimono yang ia pakai berwarna putih dengan corak Lily, sangat cocok disandingkan dengan kulit Stunade yang putih bersih

"Namaku Sakura" jawab Sakura. gadis berambut merah muda ini tampak masih ragu-ragu menatap mata Stunade

Stunade memutar bola matanya bosan. Bagi wanita berumur 50 tahun ini, sudah banyak gadis kecil seperti Sakura yang dijual ke Okiya dan Sakura adalah salah satu dari sekian banyak gadis kecil yang terpaksa menjadi Geisha "Kau tahu. Menjadi Seorang Geisha itu tidak mudah, dibutuhkan keterampilan, kesenian dan keuletan untuk mencapainya. Dimulai dari Shikomi dan belajar menjadi Maiko lalu menjadi Geisha papan atas. Itu semua membutuhkan kerja keras" Stunade menghentikan Kata-katanya sembari merapihkan alat-alat menulis di meja kayu bambu –yang berada didepannya. "Dan kau harus mengembalikan semua uang tangungan selama kau tinggal di Okiya ini setelah menjadi Geisha"

Sakura tersenyum renyah seraya menganguk pasti
"Aku tahu dan aku akan menjadi Geisha"

Stunade menatap mata emerald Sakura yang sekarang tampak tidak gentar. Lengkungan sebuah senyuman menghiasi wajah wanita berambut krem ini "Shizune antar Sakura kekamarnya" Stunade mengintrupsi. Shizune berdiri dan membungkukan badannya diikuti oleh Sakura, mereka berdua keluar dari ruangan Stunade setelah mengeser pintu kertas di samping mereka "Gadis kecil yang unik. Dia mengingatkanku dengan seseorang" gumam Stunade ketika mendengar suara langkah kaki Shizune dan Sakura semakin menjauh

-

-

-

-

-

"Jadi namamu Sakura? namaku Ino" ucap seorang gadis kecil berambut kepirangan. Ia tersenyum ramah ketika Sakura memasuki kamar Shikomi

"Hn, namaku Sakura" Sakura membalas senyuman gadis kecil bernama Ino itu lalu mengedarkan pandangan emeraldnya kesekeliling. Ruangan kamar Shikomi ini tampak kecil, hanya terdapat satu lemari bambu dan dua Futon yang digelung di pinggir ruangan

"Kau di jual oleh siapa? Ayahmu? Ibumu? atau Kakakmu?" Tanya Ino dengan nada interogasi. Gadis kecil bermata aquarium itu membenarkan Yukata berwarna putih miliknya dan duduk dengan santai di atas Tatami dalam kamar kecil itu, mengikuti Sakura yang sudah lebih dahulu duduk di atas Tatami sembari merapihkan Yukata putih yang melekat ditubuhnya –sepertinya Yukata putih ini pakaian seorang Shikomi Sakura dan Ino

Sakura mengelengkan kepalanya, senyuman renyah itu seketika hilang "Aku tidak pernah bertemu kedua orang tuaku bahkan aku tidak tahu tentang mereka" ujar Sakura. mata emeraldnya menerawang jauh lalu menatap Ino lagi sembari melengkungkan senyuman

"Gomen" ucap Ino pelan. Mata aquarium miliknya memandang Sakura dalam sendu "Tapi setidaknya kau tidak dijual secara paksa ke Okiya ini oleh orang tuamu" Gumam Ino seraya tersenyum kecut. Sepertinya gadis berumur Sembilan tahun ini mempunyai masa lalu kelam yang buruk

Greekh

Pintu geser tepat di depan mereka terbuka membuat kedua gadis kecil yang tengah larut dalam pikiran masing-masing segera berdiri dan membungkukan kepala memberi hormat kepada seorang gadis berkimono dengan corak daun semanggi yang masih berada di depan pintu geser. Hana Kanzashi miliknya tampak menarik di tusuk pada rambut tergelung itu "Cepat keruangan Shizune-senpai" ujar Maiko itu, ia langsung beranjak pergi dari pintu geser setelah Sakura dan Ino menganguk

"Kau tahu apa yang dilakukan Shikomi saat semua penghuni Okiya pergi ke kedai?" Tanya Ino sembari melangkahkan kakinya keluar dan mengeser pintu kertas didepannya

"Nani?" Tanya Sakura seraya mengikuti langkah kaki Ino. Kaus kaki putih yang Sakura kenakan mampu menennangkan suara ketukan lantai kayu Okiya

Ino berbalik menatap Sakura. gadis kecil ini tersenyum

"Menonton pertunjukan Kabuki di balai kota"

TSUZUKU

-

Hana Kanzashi : Hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut sewaktu memakai Kimono. Bentuk-bentuk bunganya dipakai sesuai dengan musim, kadang ditambah bentuk-bentuk dedaunan dan kupu-kupu

-

Shamisen : Alat musik dawai yang memiliki 3 senar dan dipetik mengunakan sejenis pick yang disebut Bachi

Kabuki : Seni teater tradisonal khas Jepang yang mengunakan kostum mewah dan riasan wajah yang mencolok

Hakama : Pakaian untuk menutup pingang sampai mata kaki, dipakai juga untuk bela diri Kendo

Shikomi : Pelayan Okiya

Okiya : Rumah Geisha

Shinai : Pedang kayu

Dojo : Tempat latihan untuk semua cabang seni bela diri jepang

Zabuton : Bantal tempat duduk khas jepang

Tatami : Tikar jepang yang dibuat dari jerami yang sudah di tenun

A/N : gomen atas keterlambatan update fic ini ^^ *tersenyum innocentsandal jepit melayang kearah author* gara-gara Writher Block, author gaje ini harus berkutat didepan laptop selama hampir satu bulan dan selama itu juga Yui gak dapat-dapat ide -_-" ternyata WB sangat menyiksa *alasan –Yui dihajar masa–* tapi yang penting fic ini sudah diUpdate, biarpun lama xp *Plaakk*

Oke! Saatnya balas review

Nona Biru Tua : Fic ini memang untukmu nona~ *berlututmemberi mawar –nyolong mawar tetangga–* dan tentu saja fic untuk para reader dan reviewer semua :D *tetangga mengejar membawa celurit* Review again!

Shyoanytha lawliet : tenang sajaSasuke pasti muncul. Dia sudah Yui bayar per bulan, ho..ho..ho.. *tertawa ala tante-tante*.

Yuuya-chi : Keren? *author guling-guling –Yuuya-chi sweatdrop–* yosh! Jangan lupa repiu lagi

Naru-mania : Hn,Sasuke akan banyak muncul di chapter selanjutnya aka Chapter dua, jadi ditungu ya dan jangan lupa repiu. salam kenal juga ^^

Shiroi Yuri : Arigatou…*hiks… Yui berkaca-kaca* sudah mau menunggu fic ini. Oke! Sudah diUpdate jangan lupa repiu *w*

Tranquil Girl : juga suka dengan memoirs of geisha XD benar entu film memang keren _ Repiu lagi ya senpai :D

Namizake Lin-chan : Arigatou!Salam kenal!Udah update. Review lagi?Harus!! :)

Princess Mikaia : Arigatou atas bantuannya. Salam kenal :D

Sora Chand : Yep! Betul itu penghibur/seniman yang sangat terkenal di jepang saat jaman Edo (1603-1868) dan kalau mau tahu lebih banyak lagi, baca dan repiu terus fic ini

Hikari Sakuragi 'males login' : Kurenai baik? karena Sejak Asuma meninggal dia jadi chara fav Yui. *kurenai: kurang ajar ni author, tunggu asuma meninggal dulu baru di fave* mungkin pairnya akan ada slight SaIno. Yosh!,Salam kenal ^_^

Chiwe-SasuSaku : Udah diUpdate! Sasuke muncul kok,. tapi sekarang belum ke SasuSaku, chapter depan mungkin Sakura ketemu Sasuke. Salam kenal ^^

Furu-pyon : Arigatou! SasuSaku? gomen ne sepertinya agak lama, mungkin bakalan banyak SasuSaku setelah masuk chapter 6 *pudung*

Kuroneko Hime-un : Okey! kali ini kalimatnya sudah diperbanyaki, yang kemarin itu masih Prolog sih. Review? Lanjutkan!

Kiran-angel-lost : Ho..ho..ho.. gak apa-apa kok kalo telat repiu, tapi kalau baca dan gak ngerepiu baru... *mengeluarkan aura mencekam* salam kenal ^^

Ayui Nonomiya : Oke! jangan lupa review lagi ^^. ah, salam kenal XD

Sasusaku_forever : Sasuke jadi Chairman? Kebagusan dia jadi itu *di chidori*. Arigatou XD

Minamicchi : Yupz! Sudah diUpdate ni. jangan lupa review :D

-Kasumi luph Deidara- : Rated M? tenang, pasti muncul kok, ditunggu yah! Tos Kasumi-chan! Ternyata kita sama-sama mesum *Yui tersenyum penuh bangga—Kasumi sweatdrop* Salam kenal juga ^^

Oke! Oke! Oke! Sudah semua *melirik keatas*

Arigatou Gosaimashita!! Senpai!! *membungkukan badan*

-

Murasaki Yui

Review Please!!!