Ini dia update saya yang terbaru.
Saya minta maaf lagi kalau masih ada salah dan bahkan mengulang kesalahan yang sama.
Maaf juga kalau ceritanya aneh..
m(_ _)m
Selamat membaca.
SCENE 02
CRASH!!
"Apa??!!" Anahol tersentak kaget.
"Kenapa aku tidak merasa sakit?" tanya Jeanne dalam hati. Lalu ia membuka matanya. Ia terkejut melihat sosok pria yang berlumuran darah melindungi dirinya dengan tangan kosong.
"REEEN!!" jerit Jeanne.
Cambuknya tepat mengenai perut bagian kiri Ren. Ia berhasil melindungi Jeanne dari serangan Anahol dengan mengorbankan dirinya.
"Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang, jika ingin mati, jangan lakukan itu dihadapanku." ujar Ren sambil melepaskan cambuk Anahol. Nafasnya mulai tersengal - sengal.
"Apa kau mau mati demi melindungi pembunuh itu?" tanya Anahol.
"Kalau kau melakukannya, berarti kau juga seorang pembunuh." jawab Ren sinis.
"Kenapa kau bersikeras melindunginya?"
"Karena ia memiliki masa lalu yang sama denganku."
"Ren... Kenapa?" ujar Jeanne lirih.
"Jangan banyak bicara. Ayo kita lanjutkan pertarungan ini." ujar Ren.
"HAHAHAHAHA!! BISA APA KAU TANPA HOURAIKENMU ITU??! LAGIPULA KAU AKAN SEGERA MATI SETELAH TERKENA CAMBUKKU!!" balas Anahol sambil tertawa kencang.
"Huh. Aku adalah Tao Ren. Aku tak akan mati semudah ini hanya karena cam----" tiba-tiba Ren goyah dan kehilangan keseimbangan. Keringat mengucur deras dari tubuhnya. "Kenapa dengan tubuhku?" tanya Ren dengan suara yang mulai bergetar. Tubuhnya mulai terasa kesemutan dan nafasnya mulai tersengal-sengal.
"Ren." Jeanne menghampiri Ren dan membopong Ren berdiri.
"Hahahahaha!! Sudah kubilang kan?! Kau akan segera mati setelah terkena cambukku!!" seru Anahol
"Apa maksudmu?!" tanya Ren. "Apa mungkin..."
"Racun." sela Jeanne. "Jadi cambuk itu kau lumuri racun?"
"Kau benar, Iron Maiden Jeanne." jawab Anahol sambil senyum menyeringai. "Dia hanya akan bisa bertahan paling lama satu jam. Itupun jika ia beruntung." lanjutnya.
"Cih! Aku tidak menyangka kalau cambuknya beracun." ujar Ren lemah.
"Ren, jangan berbicara dulu." ujar Jeanne lembut.
Jeanne melepaskan pegangannya pada Ren dan maju ke arah Anahol.
"Apa yang mau kau lakukan, Maiden?" tanya Ren sambil memegangi lukanya yang masih mengeluarkan darah.
Maiden menoleh dan hanya melemparkan senyuman padanya, lalu kembali berjalan ke arah Anahol dengan tatapan mata yang serius.
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Jeanne pada Anahol.
"Tukar nyawamu dengan penawar racun ini." jawab Anahol singkat sambil mengeluarkan botol kecil berisi cairan.
"Baiklah jika itu maumu." balas Jeanne sambil memejamkan matanya.
"Apa yang kau pikirkan Maiden?! Kau bisa mengalahkannya dengan memakai Shamash! Kenapa tidak kau lakukan?!" teriak Ren dari kejauhan.
"Ren, lebih baik kau istirahat." sahutnya sambil tersenyum. "Lagipula aku tak ingin menyerangnya. Kalau aku mengeluarkan Shamash, maka dia akan mati. Aku tak mau membunuhnya." lanjut Jeanne. Kali ini nadanya terdengar sedih. "Biarkan aku menolongmu, Ren." Jeanne kembali menatap Anahol. "Cepat bunuh aku dan berikan penawar racun itu pada Ren."
"Kenapa kau tidak menyerahkan nyawamu dari awal saja? Iron Maiden Jeanne. RASAKAN INI!!" balas Anahol sambil melancarkan serangannya.
MAAF KALAU ANEH……
____
